Anda di halaman 1dari 17

PRAKTIKUM I

Topik : Pengenalan mikroskop.

Tujuan : Untuk mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami


kegunaannya dan terampil menggunakannya.

Hari / Tanggal : Selasa, 6 Oktober 2009.

Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Bajarmasin.

I. A. ALAT

1. Mokroskop cahaya monokuler binokuler.

2. Kaca benda dan kaca penutup, pinset, pipet tetes, preparat, dan lain-
lain.

B. BAHAN

1. Air
2. Serbuk Sari Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis x)

II. CARA KERJA

1. Mencari Bidang Sediaan

1.1. Menaikan tabung dengan menggunakan makrometer (pemutar


kasar), hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung
bila revolver diputar-putar.

1
1.2. Menempatkan lensa obyektif pembesaran lemah (4x atau 10x)
dengan memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya
satu poros dengan lensa okuler).

1.3. Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan menarik


tangkainya ke belakang.

1.4. Mengatur letak cermin sedemikian rupa kearah cahaya, hingga


terlihat lingkaran (lapangan pandang) yang sangat terang di
dalam lensa okuler. Mikroskop siap digunakan.

2. Mencari bayangan sediaan.

2.1. Menaikan tabung mikroskop dengan menggunakan


makrometer, hingga jarak antara dua lensa obyektif dengan
permukaan ± 3 cm.

2.2. Meletakan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang


meja benda, gunakanlah penjepit agar tidak tergeser.

2.3. Memutar makrometer ke belakang sampai penuh (hati-hati),


sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyetif
hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan
atas kaca penutup hanya ± 1 mm.

2.4. Membidikan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer


ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak
bayangan yang jelas.

2.5. Untuk mendapatkan pembesaran kuat, putar revolver dan lensa


obyektif yang sesuai. Kemudian mainman fungsi mikrometer

1
secara perlahan dan hati-hati. (ingat bila menggunakan lensa
obyektif 100X, maka di atas sediaan perlu ditetesi minyak
imersi dahulu).

3. Memelihara Mikroskop

3.1. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi


tegak, dengan satu tangan memegang erat pada lengan
mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau
kakinya.

3.2. Apabila tabung perlu dicondongkan posisinya, maka cukup


dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik
putar. Setelah selesai harus ditegakan kembali.

3.3. Usahakanlah agar lensa obyektif lemah (4X atau 10X) berada
satu poros dibawah lensa okuler. Aturlah kedudukan tabung
sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak
kurang lebih 1 cm dari atas meja benda.

3.4. Mengatur kedudukan penjepit sediaan dengan rapi dan cermin


pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.

3.5. Apabila pengamatan dengan mengunakan minyak imersi telah


berakhir, bersihkan minyak dengan cairan Xilol sesegera
mungkin, keringkan dengan kain lap.

1
3.6. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop, bersihkan
lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan
yang halus (flannel).

4. Pengukuran Mikroskopis/Mikrometer.

Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop


dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut
Mikrometer obyektif dan Mikrometer Okuler (penjelasannya
diberikan kemudian).

5. Menggambar Hasil.

Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk


gambar, yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan
(manual). Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas
dari suatu struktur yang jelas dari suatu sturuktur yang nyata
sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati.
Adapun ciri-ciri gambar yang baik adalah: jelas, mempunyai
keterangan yang lengkap, rapi dan cermat. Gambar diatur sedemikian
rupa, di bagian tengah halaman buku, disertai judul, keterangan
pembesaran, biasanya 1 halaman hanya untuk 1-2 gambar saja, letak
keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis penunjuk
diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. Gambar yang bersih,
sederhana, dan ilmiah.

1
III.TEORI DASAR

Pada abad ke-16 berkat penemuan seorang ilmuwan, mahluk hidup


yang tidak dapat dilihat menjadi dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat.
alat tersebut ialah mikroskop, yang memungkinkan seseorang dapat mengamati
benda atau mahluk hidup yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang
mikroskop yang digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler atau
cahaya (latin : mono = satu, oculus = mata). Mikroskop ini digunakan dengan
satu mata, sehingga bayangan yang dilihat hanya mengenai panjang dan lebar
benda yang diamati. Benda atau objek yang akan diamati dengan mikroskop
ini, harus memiliki ukuran yang kecil, tipis sehingga dapat ditembus cahaya.

Pancaindera manusia memilki kemampuan daya pisah yang terbatas.


Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan
diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat
bantu yang sering digunakan dalam pengamatan, terutama dalam hal bidang
Biologi, adalah Mikroskop (Latin Micro = kecil + scopium = penglihatan).
Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang
sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus sekalipun.

Terdapat beberapa tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai


tujuan pengguna tertentu dan dengan bermacam kelengkapannya pula.
Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya,
baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Miroskop Monokuler
maupun yang berlensa okuler ganda atau dikenal dengan Mikroskop
Binokuler.

Benda atau organisme yang akan diamati dengan miroskop cahaya


harus berukuran kecil dan tipis, agar dapat ditembus oleh cahaya (sinar
matahari atau lampu).

1
IV. HASIL PENGAMATAN

1
Berdasarkan Penelitian

Keterangan :

1. Lensa Okuler 6. Diafragma

2. Tabung 7. Makrometer

1
3. Lensa Objektif 8. Mikrometer

4. Sekrup Pengarah 9. Pengatur Kondensor

5. Pegangan 10. Kaki

Berdasarkan Literatur

1
V. ANALISIS DATA

1. Bagian – bagian mikroskop

a. Bagian optik, terdiri atas :

1) cermin : Berfungsi untuk memantulkan


cahaya dari sumber cahaya ke obyek yang
diamati, pada setiap mikroskop selalu
dilengkapi cermin dengan permukaan ganda,
yaitu permukaan datar dan permukaan
cekung. Permukaan datar digunakan apabila

1
sumber cahaya cukup terang, sedangkan
perrmukaan cekung digunakan apabila
intensitas dari sumber cahaya kurang
(keadaan gelap). Sebab cermin cekung selain
memantulkan cahaya juga mengumpulkan
cahaya.
2) lensa kondensor : terdiri atas lensa
kompleks untuk mengumpulkan cahaya yang
terpantul atau terbias dari cermin. Di dalam
kondensor terdapat diafragma yang berfungsi
mengatur banyaknya cahaya mengenai
spesimen. Apabila kondisi ruangan
kekurangan cahaya, maka dengan
menggunakan cermin cekung dan mengatur
kondensor akan diperoleh pencahayaan yang
lebih baik.
3) lensa obyektif : yang letaknya dekat dengan
sediaan, biasanya tredapat 2,3 atau lebih
lensa dipasang sekaligus pada revolver yang
dapat diputar. Bila akan mengubah posisi
lensa maka revolver yang diputar. Pada
umumnya dijumpai mikroskop dengan 3
lensa obyektif yaitu : 4 x, 10 x dan 40 x atau
45 x. jika diperhatikan pada batang lensa
obyektif tertera angka atau tulisan yang perlu
dipahami. Misalnya pada lensa obyektif
dengan kekuatan perbesaran 40 x tertera :

Plan 40/ 0,65


160/ 0,17

1
Pengertian / informasi dari angka dan tulisan tersebut
adalah :
• plan : plan akromatis, merupakan tipe lensa
obyektif yang dapat mengoreksi abersi
kromatis dua warna dan warna spektrum lain
tak dapat difokuskan secara sama, dapat
menghasilkan bayangan datar yang tajam.
• 40 : angka yang menunjukkan kemampuan
lensa untuk membesarkan bayangan
• 0,65 : Numerical Aparture (NA), yaitu angka
yang menunjukkan kemampuan lensa
menghimpun cahaya
• 160 : Angka yang menunjukkan panjang
tabung dalam ukuran milimeter
• 0,17 : Angka yang menunjukkan tebalnya
kaca penutup yang cocok digunakan pada
pembesaran tersebut
Lensa obyektif memiliki beberapa tipe yang biasa
digunakan pada berbagai mikroskop, antara lain : akromat,
semi akromat (flourit), apokromat, plan akromat (plan), dan
plan apokromat (paln apo).
Lensa obyektif tipe akromatis dari berbagai mikroskop
dengan panjang tabung 160 mm mempunyai informasi
sebagai berikut seperti tabel berikut :

1
Tabel 1. Lensa obyektif tipe akromatis dari mikroskop dengan panjang tabung
160 mm
Pembesaran Numerical Aparture WD
4x 0,10 34,70 mm
10 x 0,25 7,63 mm
40 x 0,65 0,53 mm

4) Lensa okuler : terdiri atas lensa


kompeks, menerima bayangan semuan
terbalik. Terletak pada bagian atas tabung
berdekatan dengan mata apabila seseorang
mengamati obyek dengan mikroskop. Lensa
okuler biasanya mempunyai perbesaran : 5 x,
10 x, 12,5 x dan 15 x. sering tampak garis
hitam menuju pusat pandangan, yang
dimaksudkan sebagai penunjuk yang
sesungguhnya suatu tambahan saja.
Pembesaran total sebuah mikroskop
diperoleh dengan mengalikan angka-angka
pada lensa obyektif dan lensa okuler yang
digunakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan
tabel 2 berikut :

Tabel 2. pembesaran total sebuah mikroskop


Lensa obyektif

4x 4x 10 x
NA 0,10 0,25 0,65
WD 34,70 7,63 0,53

1
Perbesaran total
5x 20 x 50 x 200 x

Lensa okuler
10 x 40 x 100 x 400 x
15 x 60 x 150 x 600 x

Bila dikehendaki pembesaran yang lebih kuat lagi (1000 x ke atas),


agar mendapat bayangan yang baik diperlukan banyak Imersi yang di
letakkan diantara ujung lensa obyektif terpakai dengan permukaan kaca
penutup preparat mikroskopis, sehingga tidak terdapat udara.
5) diafragma : merupakan bagian yang dapat
diputar/ digeser tangkainya kesalah satu arah,
berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya
yaang diperlukan saat sedang mengmati
obyek.
b. Bagian mekanis, terdiri atas :
1) kaki dan tangkai mikroskop : sebagai
penyangga bagian optik, dapat berbentuk tapal
kuda, persegi atau bentuk yang lain.
2) Pilar, lengan dan engsel penggerak ; di atas
kaki terdapat pilar, di atas pilar terdapat lengan.
Bagian pilar dan lengan dihubungkan oleh engsel
penggerak yang berfungsi untuk mengatur
kedudukan mikroskop sesuai dengan yang
dikehendaki.
3) Meja benda : merupakan tempat untuk
meletakkan benda atau obyek yang akan diamati.
Pada bagian tengah meja terdapat lubang yang
berfungsi untuk melulukan atau meluluskan
cahaya yang berasal daricermin pemantul. Di
bawah meja atau pangggung terdapat

1
subpanggung yang padanay melekat kondensor
yang berfungsi untuk memfokuskan cahay ke
obyek yang diamati.
Di bawah kondensor terdapat diafragma untuk mengatur
banyak sedikitnya cahaya yang diperlukan.
4) Sekrup penggerak sediaan / obyek : jumlahnya
2 tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk
menggerakkan sediaan ke muka dan ke belakang
(sekrup atas), menggerakkan sediaan ke kiri dan
ke kanan (sekrup bawah).
5) Sekrup pengatur jarak antara teropong
dengan sediaan : jumlahnya 2 buah atau
menjadi satu, yang mempunyai dua fungsi yaitu
sebagai pengatur atau penggerak kasar
(makrometer) dan sebagai penggerak halus
(mikrometer).
2. Cara menggunakan mikroskop
a. letakkan mikroskop pada meja datar dan kokoh
b. puterlsh pembawaaobyektif, sehingga obyektif yang
perbesarannya yang paling lemah tepat di atas
kondensor
c. putarlah knop makrometer, sehingga teroponh
terangkat dari meja benda, atau turunkan meja
bendanya apabila makrometernya pada meja benda
d. bukalah diafragma sampai maksimum
e. dengan melihat ke dalam okuler, aturlah cermin
sedemikian rupa sehingga didapat lingkaran pandang
yang terang

1
f. letakkan preparat yang akan diamati pada meja
benda, kemudian turunkan teropong dengan hati-hati
sampai ujung lensa obyektif hampir menyentuh
permukaan sediaan atau naikkan meja benda apabila
makrometernya pada meja benda
g. dengan melihat melalui okuler putarlah mikrometer
dengan perlahan-lahan sehingga spesimen pada
sediaan nampak jelas
h. untuk mencari bagian spesimen yang diinginkan,
geser sediaan hingga ketemu dan kemudian jepitlah
sedian hingga tidak bergeser-geser
i. pertajam fokus spesimen dengan perlahan-lahan
memutar knop mikrometer
j. apabila bayangan nampak terlalu terang, kurangi
permukaan diafragma sedikit demi sedikit, hingga
lensa obyektif yang dikehendaki tepat di atas
spesimen.
k. untuk perbesaran lensa obyektif yang paling kuat
(1000 x)
VI. KESIMPULAN

1) Untuk dapat mengamati jasad renik atau bagian-


bagian organisme yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang, digunakanlah alat
pembesar yang lebih kompleks yaitu mikroskop,
dimana perbesaran total diperoleh dari gabungan
beberapa lensa.
2) Berdasarkan sumber sinar dan jenis alat
pembesarnya, ada dua jenis mikroskop yaitu :

1
mikroskop cahaya dan mikroskop elekron.
Mikroskop yang umum dipakai di perguruan
tinggi dan di sekolah-sekolah adalah mikroskop
cahaya. Untuk mikroskop elektron,
perawatannya harus secara khusus dan harganya
sangat mahal.
3) Mikroskop mempunyai peran yang sangat
penting dalam suatu eksperimen, khususnya
eksperimen Biologi. Jadi, sebelum melakukan
eksperimen terutama yang berhubungan dengan
mikroskop, harus dikenal terlebih dahulu tentang
mikroskop, bagian-bagiannya, fungsi, cara
penggunaannya dan terampil menggunakannya.

VII. DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A., dkk. 2003. Biologi Jilid 1 (Terjemahan Wasmen Manalu).


Penerbit Erlangga. Jakarta.

1
Nasir, Mohammad dkk.1992. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Depdikbud.
Jakarta.
Noorhidayati & Siti Wahidah. 2009.Penuntun Praktikum Biologi Umum.
FKIP UNLAM. Banjarmasin.

( anonim) http//www.wikipedia.com//mikroskop cahaya. Kamis 8 oktober


2009. Pukul 20 : 53

(anonim) http//www.google.co.id// aroelganteng.blogspot.com/. Kamis 8


oktober 2009. Pukul 20 : 58