Anda di halaman 1dari 32

PRAKTIKUM II

Topik

: Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.

Tujuan

: 1. Untuk mengamati bentuk sel mati dan bagian-bagian sel yang hidup pada pada tumbuhan dan hewan. 2. Untuk mengenali perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.

Hari / tanggal : Selasa, 13 oktober 2009.

Tempat

: Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

  • I. ALAT DAN BAHAN

    • a. Alat

      • 1. Mikroskop cahaya, kaca benda, dan kaca penutup

      • 2. Silet

      • 3. Pipet tetes

      • 4. Gelas beker

      • 5. Papan/ baki

      • 6. Tusuk gigi

  • a. Bahan

    • 1. Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima)

    • 2. Rambut buah kapok (Ceiba pentandra)

    • 3. Rambut biji kapas (Gossypium sp)

    • 4. Preparat jadi otot polos

    • 5. Penampang melintang daun Ficus elatica

    • 6. Daun Hydrilla verticillata

    • 7. Selaput bagian dalam umbilapis bawang merah (Allium cepa)

    • 8. Preparat jadi sel darah merah/eritrosit

    • 9. Penampang melintang sel batang pacar air (Impatients balsamina L.)

  • 10.Air

    PRAKTIKUM II Topik : Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan. Tujuan : 1. Untuk mengamati bentuk
    • I. CARA KERJA 1. Menyiapkan mikroskop, kaca benda, dan kaca penutup pada posisi yang tepat. 2. Menyiapkan masing-masing preparat yang akan diamati di bawah mikroskop, sesuai dengan caranya seperti :

      • a. Sel gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima)

        • 1. Mengiris tipis dan kecil gabus batang ubi kayu menggunakan silet.

        • 2. Meletakan irisan pada kaca benda.

        • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada irisan di kaca benda

        • 4. Menutupnya dengan kaca penutup.

        • 5. Meletakan dan mengamati preparat di bawah mikroskop.

        • 6. Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta menganalisanya.

  • a. Sel rambut buah kapok (Ceiba pentandra)

    • 1. Mengambil beberapa helai rambut buah kapok

    • 2. Meletakan helaian pada kaca benda

    • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada helaian rambut buah kapok di kaca benda

    • 4. Menutupnya dengan kaca penutup

    • 5. Meletakan dan mengamati preparat di bawah mikroskop

    • 6. Menggambar hasil pengamatan dan member keterangan, serta menganalisanya

  • a. Sel rambut biji kapas (Gossypium sp)

    • 1. Mengambil beberapa helai rambut biji kapas

    • 2. Meletakkan helaian pada kaca benda

    • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada helaian rambut biji kapas di kaca benda

    • 4. Menutupnya dengan kaca penutup

  • I. CARA KERJA 1. Menyiapkan mikroskop, kaca benda, dan kaca penutup pada posisi yang tepat. 2.
     

    5.

    Meletakkan dan mengamati preparat di bawah mikroskop

    6.

    Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta menganalisanya.

    a.

    Sel otot polos

     

    1.

    Meletakkan dan mengamati preparat jadi sel otot polos di bawah

     

    mikroskop

     

    2.

    Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangannya

    3.

    Menganalisa hasil pengamatan.

    • a. Sel penampang melintang daun Ficus elastica

     

    1.

    Meletakkan dan mengamati preparat jadi sel penampang melintang daun Ficus elastica di bawah mikroskop

    2.

    Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangannya

    3.

    Menganalisa hasil pengamatan.

    • a. Sel daun Hydrilla verticillata

     

    1.

    Mengiris tipis dan kecil daun Hydrilla verticillata mengguanakan silet

    2.

    Meletakan irisan pada kaca benda

    3.

    Meneteskan air dengan meggunakan pipet tetes pada irisan dikaca benda

    4.

    Menutup preparat dengan kaca penutup

    5.

    Meletakan dan mengamati preparat di bawah mikroskop

    6.

    Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta menganalisanya

    • a. Sel selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah (Allium cepa)

     

    1.

    Mengiris tipis dan kecil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah menggunakan silet

    2.

    Meletakkan irisan pada kaca benda

    5. Meletakkan dan mengamati preparat di bawah mikroskop 6. Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta
    • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada irisan di kaca benda

    • 4. Menutup preparat dengan kaca penutup

    • 5. Meletakkan dan mengamati preparat di bawah mikroskop

    • 6. Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta menganalisanya.

    • a. Sel epithelium rongga mulut

      • 1. Menyisir atau megambil lendir dari epithelium rongga mulut dengan menggunakan tusuk gigi

      • 2. Meletakkannya pada kaca benda

      • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada preparat

      • 4. Menutup preparat dengan kaca penutup

      • 5. Meletakan dan mengamati preparat di bawah mikroskop

      • 6. Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta menganalisanya

  • a. Sel darah merah/eritrosit

    • 1. Meletakan dan mengamati preparat jadi sel darah merah

    • 2. Menggambar hasil pengamatan dan member keterangannya

    • 3. Menganalisa hasil pengamatan

  • a. Sel penampang melintang daun Ficus elastica

    • 1. Meletakkan dan mengamati preparat jadi sel penampang melintang daun Ficus elastica di bawah mikroskop

    • 2. Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangannya

    • 3. Menganalisa hasil pengamatan.

  • a. Sel penampang melintang batang pacar air (Impatients balsamina
    L)

    • 1. Mengiris tipis dan kecil batang pacar air menggunakan silet

    • 2. Meletakan irisan pada kaca benda

  • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada irisan di kaca benda 4. Menutup preparat dengan
    • 3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada irisan dikaca benda

    • 4. Menutup preparat dengan kaca penutup

    • 5. Meletakan dan mengamati preparat di bawah mikroskop

    • 6. Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan, serta menganalisanya

    3. Meneteskan air dengan menggunakan pipet tetes pada irisan dikaca benda 4. Menutup preparat dengan kaca
    • I. TEORI DASAR

    Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda : sel prokariotik atau sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, tumbuhan, jamur, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Perbedaan utama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani pro, yang artinya “sebelum”, dan karyon, yang artinya “kernel”, yang di sini disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Sebaliknya, sel eukariotik (Yunani, eu, yang berarti “sebenarnya”, dan karyon) memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus. Seluruh daerah di antara nukleus dan membran yang membatasi sel disebut sitoplasma (Campbell, 2003). Salah satu perbedaan yang khas yang dimiliki sel tumbuhan dibandingkan dengan sel hewan adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung bahan selulosa. Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi isi sel dan memberi bentuk pada sel. Apabila dalam ruang sel/ lumen terdapat protoplasma sel itu dikatakan hidup, karena pada protoplasma sel tumbuhan terdapat plasma : sel, inti sel, butir-butir plastida, dan mitokondria. Sel gabus tumbuhan Quercus suber termasuk sel mati karena sudah tidak memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang selnya nampak kosong. Bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat antara satu dengan yang lainnya. Dengan pewarnaan Safranin atau Hematoxylin akan nampak bayangan berwarna merah. Kulit pada hewan terdiri dari epidermis yang terletak di bagian luar dan dermis (corium) yang terletak di sebelah dalamnya. Epidermis terdiri atas beberapa lapisan, yaitu : 1.) Stratum germinatum, 2.) Stratum transitional, dan 3.) Stratum corneum. Lapisan stratum germinatum merupakan bagian epidermis yang sel-selnya selalu aktif membelah, membentuk sel-sel baru.

    I. TEORI DASAR Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural

    Sel-sel baru yang terbentuk akan mendesak sel-sel lama ke arah permukaan kulit, sehingga makin lama sel-sel tersebut jauh dari dermis dan akhirnya mati.

    Epidermis pada tumbuhan merupakan jaringan penyusun tubuh yang paling luar, umumnya terdiri dari selapis sel saja dengan dinding tebal berlapis kutikula menghadap ke udara. Untuk mencegah penguapan air yang terlalu besar kadang-kadang masih terdapat lapisan lilin atau rambut-rambut, berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan. Sehingga epidermis disebut jaringan pelindung. Di antara epidermis terdapat alat tambahan yang disebut derivat epidermis, berupa rambut daun (trikoma), mulut daun (stomata) dan sel kipas.

    Sel-sel baru yang terbentuk akan mendesak sel-sel lama ke arah permukaan kulit, sehingga makin lama sel-sel

    II.

    HASIL PENGAMATAN

    • 1. Sel gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima)

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur 1 2 Keterangan : 1. Dinding sel 2. Rongga udara
    A.
    Berdasarkan penelitan
    B. Berdasarkan literatur
    1
    2
    Keterangan :
    1.
    Dinding sel
    2.
    Rongga udara
     

    (Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:40)

    (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:40) " id="pdf-obj-8-11" src="pdf-obj-8-11.jpg">
    • 1. Sel rambut buah kapok (Ceiba pentandra)

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literature

     
    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature 1 2 3 Keterangan : 1. Dinding sel 2. Torsi
    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature 1 2 3 Keterangan : 1. Dinding sel 2. Torsi

    1

    2

    3

    Keterangan :

    1.

    Dinding sel

    2.

    Torsi

    1. Sel rambut buah kapok ( Ceiba pentandra ) A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature 1
     

    3.

    Rongga udara

    (Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:35)

    • 1. Sel rambut biji kapas (Gossypium sp.)

    3. Rongga udara (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:35) 1. Sel rambut biji kapas ( Gossypium sp.) " id="pdf-obj-10-22" src="pdf-obj-10-22.jpg">

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literatur

       

    ?

    Keterangan :

    ? : Tidak ditemukan

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur ? Keterangan : ? : Tidak ditemukan
    • 1. Sel otot polos

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literatur

     
     
    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur 1 3 2 Keterangan : 1. Serabut otot 2. membran
     

    1

    3

     

    2

    Keterangan :

    • 1. Serabut otot

    2.

    membran sel

    • 3. Nukleus

     
    1. Sel otot polos A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur 1 3 2 Keterangan : 1.
     

    (Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:38)

    • 1. Sel penampang melintang daun Ficus elastica

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literature

    (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:38) 1. Sel penampang melintang daun Ficus elastica A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature " id="pdf-obj-13-27" src="pdf-obj-13-27.jpg">
     

    (Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:42)
    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:42)
    • 1. Sel daun Hydrilla verticillata

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literature

    (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:42) 1. Sel daun Hydrilla verticillata A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature " id="pdf-obj-14-27" src="pdf-obj-14-27.jpg">
     

    ( Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:46)

    \\\\
    \\\\
    • 1. Sel selaput bagian dalam bawang merah (Allium cepa)

    ( Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:46) \\\\ 1. Sel selaput bagian dalam bawang merah ( Allium cepa ) " id="pdf-obj-15-19" src="pdf-obj-15-19.jpg">
    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature (Sumber : www.sribd.com) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:48) 1 3
    A.
    Berdasarkan penelitan
    B. Berdasarkan literature
    (Sumber : www.sribd.com)
    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:48)
    1
    3
    2
     

    Keterangan :

    • 1. Dinding sel

    • 2. Inti sel

    • 3. Membran sel

    • 1. Sel epithelium rongga mulut

    Keterangan : 1. Dinding sel 2. Inti sel 3. Membran sel 1. Sel epithelium rongga mulut

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literature

     

    (Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:53)

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:53) Keterangan : 1. Epitel kubus selapis 2. Epitel pipih selapis 3. Jaringan ikat " id="pdf-obj-18-24" src="pdf-obj-18-24.jpg">

    Keterangan :

     
    • 1. Epitel kubus selapis

    • 2. Epitel pipih selapis

    • 3. Jaringan ikat

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:53) Keterangan : 1. Epitel kubus selapis 2. Epitel pipih selapis 3. Jaringan ikat " id="pdf-obj-18-39" src="pdf-obj-18-39.jpg">
    1. Preparat jadi sel darah merah/erotrosit
    • 1. Preparat jadi sel darah merah/erotrosit

    1. Preparat jadi sel darah merah/erotrosit

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literature

     

    (Sumber : www.scribd.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:46)

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:46) " id="pdf-obj-20-24" src="pdf-obj-20-24.jpg">
    • 1. Sel batang pacar air

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literature (Sumber : <a href=www.scribd.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:46) 1. Sel batang pacar air " id="pdf-obj-20-28" src="pdf-obj-20-28.jpg">

    A.

    Berdasarkan penelitan

    B.

    Berdasarkan literatur

     

    (Sumber : www.wikipedia.com)

    (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:50)

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur (Sumber : <a href=www.wikipedia.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:50) 1 " id="pdf-obj-21-23" src="pdf-obj-21-23.jpg">
    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur (Sumber : <a href=www.wikipedia.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:50) 1 " id="pdf-obj-21-25" src="pdf-obj-21-25.jpg">
     

    1

    A. Berdasarkan penelitan B. Berdasarkan literatur (Sumber : <a href=www.wikipedia.com ) (Minggu, 18 oktober 2009.pukul 09:50) 1 " id="pdf-obj-21-31" src="pdf-obj-21-31.jpg">
     

    Keterangan :

    1.

    Sel

    • I. ANALISIS DATA 1. Gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima)

    Keterangan : 1. Sel I. ANALISIS DATA 1. Gabus batang ubi kayu ( Manihot utilisima )

    Kerajaan

    Divisi

    Kelas

    Ordo

    Famili

    Upafamili

    Bangsa

    Genus

    Spesies

    :Manihot utilisima

    (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia.com)

    Pada hasil pengamatan penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot Utillisima) terdapat sel-sel yang berbentuk segi enam atau heksagonal tersusun rapat antara sel yang satu dengan sel yang lain. Namun walaupun sel-sel ini tersusun rapat, masih dapat terlihat adanya ruang antar sel-sel tersebut. Sel pada Manihot utillisima disebut sel gabus dan sudah mati karena didalamnya tidak terdapat inti sel, sitoplasma, nucleus, plastida dan vakuola sebagai pengatur kehidupan sel tersebut. Tidak adanya organel sel-sel tersebt membuat sel tampak kosong sehingga yang terlihat seperti hanya dinding selnya saja (dinding sel dari bahan suberin sejenis selulosa berlemak). Bagian kosong dari sel ini disebut ruang sel.

    2. Rambut buah kapok (Ceiba pentandra) Klasifikasi :

    Kerajaan : <a href=Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malpighiales Famili : Euphorbiaceae Upafamili : Crotonoideae Bangsa : Manihoteae Genus : Manihot Spesies : Manihot utilisima (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia.com) Pada hasil pengamatan penampang melintang sel gabus batang ubi kayu ( Manihot Utillisima ) terdapat sel-sel yang berbentuk segi enam atau heksagonal tersusun rapat antara sel yang satu dengan sel yang lain. Namun walaupun sel-sel ini tersusun rapat, masih dapat terlihat adanya ruang antar sel-sel tersebut. Sel pada Manihot utillisima disebut sel gabus dan sudah mati karena didalamnya tidak terdapat inti sel, sitoplasma, nucleus, plastida dan vakuola sebagai pengatur kehidupan sel tersebut. Tidak adanya organel sel-sel tersebt membuat sel tampak kosong sehingga yang terlihat seperti hanya dinding selnya saja (dinding sel dari bahan suberin sejenis selulosa berlemak). Bagian kosong dari sel ini disebut ruang sel. 2. Rambut buah kapok ( Ceiba pentandra ) Klasifikasi : " id="pdf-obj-23-76" src="pdf-obj-23-76.jpg">

    Kerajaan

    : Plantae

    Divisi

    Kelas

    Ordo

    Famili

    Genus

    : Ceiba

    Spesies : Ceiba pentandra

    (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia.com)

    Dari hasil pengamatan, sel pada rambut buah kapok (ceiba pentandra) adalah sel mati karena tidak mempunyai inti sel maupun sitoplasma yang merupakan ciri sel hidup (tidak adanya protoplas). Organel yang terdapat didalamnya sangat sederhana, karena hanya terdiri dari dinding sel, rongga udara dan antar sel. Sel kapok sangat ringan karena berisi rongga udara, hal ini terlihat pada badan sel kapok terdapat rongga udara. Disamping itu ringgannya kapok terlihat pada saat di air, dimana kapok akan mengapung. Sel kapok yang diamanati ini berbentuk benang memanjang, dinding selnya sebagai pelindung.

    3. Rambut biji kapas (Gossypium sp) Klasifikasi :

    Kearjaan

    : Plantae

    Divisi

    : Magnoliophyta

    Kerajaan : <a href=Plant a e Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malvales Famili : Malvaceae ( Bombacaceae ) Genus : Ceiba Spesies : Ceiba pentandra (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia.com) Dari hasil pengamatan, sel pada rambut buah kapok ( ceiba pentandra ) adalah sel mati karena tidak mempunyai inti sel maupun sitoplasma yang merupakan ciri sel hidup (tidak adanya protoplas). Organel yang terdapat didalamnya sangat sederhana, karena hanya terdiri dari dinding sel, rongga udara dan antar sel. Sel kapok sangat ringan karena berisi rongga udara, hal ini terlihat pada badan sel kapok terdapat rongga udara. Disamping itu ringgannya kapok terlihat pada saat di air, dimana kapok akan mengapung. Sel kapok yang diamanati ini berbentuk benang memanjang, dinding selnya sebagai pelindung. 3. Rambut biji kapas ( Gossypium sp) Klasifikasi : Kearjaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta " id="pdf-obj-24-78" src="pdf-obj-24-78.jpg">

    Kelas

    : Magnoliopsida

    Ordo

    : Malvales

    Famili

    : Malvaceae

    Genus

    : Gossypium

    Spesies

    : Gossypium sp.

    (Sumber : Cronquist, 1981)

    Dari hasil pengamatan yang dilakukan menggunakan mikroskop dapat terlihat bentuk sel rambut biji kapas seperti adanya lipatan. Titik tengah dari lipatan tersebut yang kemudian disebut dengan torsi. Di mana torsi adalah inti sel yang sudah mati atau sel yang tidak dapat melakukan aktivitas hidup lagi.

    • 4. Otot polos Sel otot polos disebut demikian karena miofibrilnya jika diberi warna serabut-serabutnya relatif homogen polos. Fungsinya adalah memberi gerakan diluar kehendak (otot tak sadar), sehingga disebut juga otot involunter dan selnya dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Selain itu juga berfungsi mengontrol diameter pembuluh darah dan gerakan pupil mata. Selnya tersusun dari sel-sel otot polos yang berrbentuk seperti sampan (dimana ujungnya runcing). Tiap sel otot polos mempunyai satu inti di tengah sehingga otot polos termasuk kedalam sel yang hidup. Otot polos banyak terdapat di daerah pembuluh darah, limfe, saluran pencernaan, kandung kemih dan saluran pernapasan.

    • 5. Daun Ficus elastic Klasifikasi :

    Kerajaan

    Divisi

    Kelas

    Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malvales Famili : Malvaceae Genus : Gossypium Spesies : Gossypium sp.Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida " id="pdf-obj-25-70" src="pdf-obj-25-70.jpg">

    Ordo

    Famili

    Genus

    Spesies

    :Ficus elastica

    (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia)

    Dari hasil pengamatan terlihat bahwa dari sel ini cukup rumit, terdapat berkas pengangkut yaitu xylem dan floem, terdapat pula skelerenkim yang berfungsi untuk menyokong / memperkuat jaringan tertentu, terdapat pula jaringan bunga karang dan jaringan tiang yang berasal dari mesofil yang sudah terdeferensiasi, penampang melintang daun beringin merupakan sel hidup karena terdapat sitoplasma, inti sel, rongga antar sel dan dinding sel, yang otomatis mewakili organel sel yang ada.

    6. Daun Hydrilla Verticillta Klasifikasi :

    Kerajaan

    :Plantae

    Divisi

    :Magnoliophyta

    Kelas

    :Liliopsida

    Ordo

    :Hydrocharitales

    Ordo : <a href=Urticales Famili : Moraceae Genus : Ficus Spesies : Ficus elastica (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia) Dari hasil pengamatan terlihat bahwa dari sel ini cukup rumit, terdapat berkas pengangkut yaitu xylem dan floem, terdapat pula skelerenkim yang berfungsi untuk menyokong / memperkuat jaringan tertentu, terdapat pula jaringan bunga karang dan jaringan tiang yang berasal dari mesofil yang sudah terdeferensiasi, penampang melintang daun beringin merupakan sel hidup karena terdapat sitoplasma, inti sel, rongga antar sel dan dinding sel, yang otomatis mewakili organel sel yang ada. 6. Daun Hydrilla Verticillta Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Hydrocharitales " id="pdf-obj-26-67" src="pdf-obj-26-67.jpg">

    Famili

    :Hydrocharitaceae

    Genus

    :Hydrilla

    Species

    :Hydrilla Verticillata

    Pada Hydrilla Verticillta terdapat bagian sel hidup yang jelas diamati yaitu kloroplast yang bergerak secara rotasi. Pergerakan ini menandakan adanya sifat-sifat hidup. Pengaruh daya hidup dari plasma ini disebut visvitalis. Pada hasil pengamatan ini terdapat adanya sel yang bersifat protoplasma yaitu dinding sel, kloroplast dan vakuola serta nucleus. Bentuk kloroplast pada tumbuhan ini adalah berbentuk lensa, fungsi kloroplast adalah untuk memproduksi makanan bagi keperluan daun pada fotosintesis.

    7. Bawang merah (Allium cepa) Klasifikasi :

    Kingdom

    : Plantae

    Divisio

    : Magnoliopsida

    Classis

    : Liliopsida

    Ordo

    : Liliales

    Familia

    : Liliaceae

    Famili : Hydrocharitaceae Genus : Hydrilla Species : Hydrilla Verticillata Pada Hydrilla Verticillta terdapat bagian sel

    Genus

    : Allium

    Spesies

    : Allium cepa

    (Sumber : Cronquist, 1981) Dari hasil pengamatan yang dilakukan menggunakan mikroskop, terlihat sel dari selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah berupa kotak- kotak yang tersusun rapi dengan titik tebal di dalamnya. Sehingga dapat diketahui bagian dari sel ini yaitu dinding sel, sitoplasma, nukleus, dan nukleolus. Dinding sel bersama-sama dengan vakuola berperan dalam turgiditas sel atau kekakuan sel. Sitoplasma merupakan materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan sebagai pengendali kegiatan sel. Sedangkan, nukleolus atau

    anak inti terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus.

    • 8. Sel epithelium rongga mulut Pada pengamatan sel epithelium rongga mulut terdapat inti sel, dinding sel dan protoplasma. Sel epithelium tidak hanya terdapat pada rongga mulut tetapi juga terdapat pada rongga hidung serta esophagus. Epithelium silendris berlapis tunggal berfungsi untuk penyerapan sari-sari makananpada usus halus(jejunum dan ileum) dan untuk sekresi sebagai sel tunggal. Epithelium silendris berlapis banyak berfungsi sebagai pelindung dan sekresi. Sedangkan epitheliumberlapis banyak semu berfungsi untuk proteksi, sekresi dan gerakan yang melalaui permukaan.

    • 9. Sel darah merah/eritrosit Dari hasil pengamatan yang dapat dilihat dari sel darah merah hanya sitoplasmanya saja, sedangkan bagian yang lain tidak terlihat. Sel darah merah tersusun seperti rantai, sel ini dibatasi oleh membran plasma. Sel darah merah berbentuk bikonkaf atau bulat, pipih, tengahnya cekung, sering dalam keadaan bertumpukan.

    10.Pacar air (Impatients balsamina L) Klasifikasi :

    Genus : Allium Spesies : Allium cepa (Sumber : Cronquist, 1981) Dari hasil pengamatan yang dilakukan

    Kerajaan

    Divisi

    Kelas

    Ordo

    Famili

    Genus

    Spesies

    :Impatiens balsamina

    Berdasarkan hasil pengamatan sel darah merah tidak ditemukan dinding sel. Sel darah merah tersusun seperti rantai, sel ini dibatasi oleh membran plasma. Sel darah merah berbentuk bikonkaf atau bulat, pipih, tengahnya cekung, sering dalam keadaan bertumpukan.

    Kerajaan : <a href=Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Ericales Famili : Balsaminaceae Genus : Impatiens Spesies : Impatiens balsamina Berdasarkan hasil pengamatan sel darah merah tidak ditemukan dinding sel. Sel darah merah tersusun seperti rantai, sel ini dibatasi oleh membran plasma. Sel darah merah berbentuk bikonkaf atau bulat, pipih, tengahnya cekung, sering dalam keadaan bertumpukan. " id="pdf-obj-29-54" src="pdf-obj-29-54.jpg">

    I.

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penelitian, saya mengetahui bahwa :

    • 1. Pada sel tumbuhan mempunyai bentuk karena memiliki dinding sel sedangkan pada sel hewan bentuknya tidak beraturan karena tidak memiliki dinding sel.

    • 2. Pada sel tumbuhan mati hanya terdapat dinding sel dan rongga sel tidak terdapat protoplasma seperti pada sel hidup.

    • 3. Perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

    Sel Tumbuhan

    Sel Hewan

    • Sel tumbuhan lebih besar

    • Sel hewan lebih kecil daripada sel

    daripada sel hewan

    tumbuhan.

    • Mempunyai bentuk yang tetap.

    • Tidak mempunyai bentuk yang tetap.

    • Mempunyai dinding sel.

    • Tidak mempunyai dinding sel.

    • Mempunyai klorofil.

    • Tidak mempunyai klorofil.

    • Mempunyai vakuola atau

    • Tidak mempunyai vakuola, walaupun

    rongga sel yang besar.

    terkadang sel beberapa hewan

    uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak

    sebesar yang dimiliki tumbuhan).

    I. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian, saya mengetahui bahwa : 1. Pada sel tumbuhan mempunyai bentuk karena memiliki
    VII . DAFTAR PUSTAKA Campbell, N. A., dkk. 2003. Biologi Jilid 1 (Terjemahan Wasmen Manalu). Penerbit

    VII.

    DAFTAR PUSTAKA

    Campbell, N. A., dkk. 2003. Biologi Jilid 1 (Terjemahan Wasmen Manalu). Penerbit Erlangga. Jakarta.

    Noorhidayati & Siti Wahidah. 2009.Penuntun Praktikum Biologi Umum. FKIP UNLAM. Banjarmasin.

    ( anonim) http//www.wikipedia.com//Sabtu 17 oktober 2009. Pukul 20 : 21

    (anonim) http//www. scribd.com// Sabtu 17 oktober 2009. Pukul 20 : 32

    VII . DAFTAR PUSTAKA Campbell, N. A., dkk. 2003. Biologi Jilid 1 (Terjemahan Wasmen Manalu). Penerbit