Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM III

TOPIK : PROSES PLASMOLISIS DAN DEPLASMOLISIS

TUJUAN : untuk mengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis pada


sel-sel tumbuhan serta memahami penyebab terjadinya
HARI/TGL : Selasa, 20 Oktober 2009
TEMPAT : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN


1. ALAT
a. Mikroskop
b. Kaca benda dan kaca penutup
c. Silet
d. Penunujuk waktu (stop wach/hand phone)
e. Kertas saring
1. BAHAN
a. Daun Rhoe discolor
b. Air
c. Larutan sukrosa 0,20 M

I. CARA KEJA
1. Plasmolisis
a. Menyayat permukaan bagian bawah (bagian yang berwarna ungu
merah) daun Rhoe discolor.
b. Melarutkan sukrosa dalam cawan petri, merendam sayatan daun
Rhoe discolor ke dalam larotan sukrosa selama 5 menit.
c. Mengambil sayatan, letakan pada kaca benda dan tutup dengan
kaca penutup, kemudian amati di bawah mikroskop.
d. Mencatat semua perubahan yang terjadi terutma waktu terjadinya
plasmolisis.
1. Depalsmolisis
a. Menyayat permukaan bagian bawah (bagian bawah yang berwarna
ungu merah)
b. Meletakan sayatan tersebut pada kaca yang telah ditetesi air dan
tutuplah dengan kaca penutup secara hati-hati. Amati di bawah
mikroskop.

I. TEORI DASAR
Plasmolisis adalah peristiwa terlepasnya protoplasma dari
dinding sel karena berada dalam larutan hipertonik. Plasmolisis dapat
memberikan gambaran untuk menentukan besarnya nilai osmosis
sebuah sel. Jika sel tumbuhan ditempatkan dalam larutan yang
hipertonik terhadap cairan selnya, maka air akan keluar dari sel
tersebut sehingga plasma akan menyusut. Bila hal ini belangsung terus
menerus, maka plasma akan terlepas dari dinding sel disebut
plasmolisis. Jika sel tumbuhan, misalnya sel Spirogyra diletakan
dalam larutan yang hipertonik terhadap sitosol sel tersebut, maka air
yang berada dalam vakoula merembes keluar dari sel. Akibatnya
protoplasma mengkerut dan terlepas dari dinding sel. Terlepasnya
protoplasma dari dinding sel disebut Plasmolisis.

II. HASIL PENGAMATAN


1. Berdasarkan penelitian
Rhoe discolor ditetesi air

2. Berdasarkan literature
I. ANALISIS DATA

Pada hasil pengamatan yang telah ditetesi aquades terbukti bahwa


bentuknya segi enam yang terdiri dari dinding sel, sitoplasma, dan ruang antar
sel. Bentuk daunnya tidak mengalami perubahan dikarenakan aquadesnya
tidak bersifat hipotonik & hipertonik serta protoplasmanya tidak terlihat
mengkerut.
Pada hasil pengamatan yang direndam sukrosa terbukti bahwa
protoplasmanya terlihat mengkerut dan terdiri dari dinding sel, ruang antar
sel,dan ruangan sel. Bentuk daunnya mengalami perubahan dikarenakan
sukrosanya bersifat hipertonik yang disebut plasmolisis.

II. KESIMPULAN
Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa proses plasmolisis itu ialah
mengkerutnya protoplasma yang menyebabkan protoplasma terlepas dari
dinding sel. Larutan yang hipertonik merupakan penyebab terjadi plasmolisis.
Penyebab terjadinya plasmolisis dikarenakan perendaman sukrosa pada daun
Rhoe discolor.

III. DAFTAR PUSTAKA

Kimball,J.W.1991. Biologi Umum Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Nasir, Mohammad dkk. 1992. Penuntun Praktikum Biologi Umum.

Depdikbud : Yogyakarta.

Noorhidayati & St. Wahidah Arsyad.2009.Penuntun Praktikum Biologi


Umum. Banjarmasin : FKIP UNLAM.