Anda di halaman 1dari 25

PRAKTIKUM V.

Topik : Pengenalan Tumbuhan Biji Terbuka dan Biji Tertutup

Tujuan : 1. Untuk mengenal ciri-ciri pokok tumbuhan biji terbuka


(Pinophyta) dan tumbuhan dan tumbuhan biji tertutup
(Magnoliphyta).
2. Mengetahui persamaan dan perbedaan antara tumbuhan
Liliopsida dan Magnoliopsida (Magnoliophyta).

Hari/tanggal : Selasa, 17 November 2009

Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN


A. ALAT
1. Loupe dan pinset

2. Cutter/silet
3. Baki
A. BAHAN
1. Pakis haji (Cycas rumphii Miq)
2. Melinjo (Gnetum gnemon)
3. Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
4. Kembang merak (Caesalpinia pulcherima)
5. Bunga kertas (Bouganivillea spectabilis)
6. Pisang (Musa x paradisiaca L.)

I. CARA KERJA
1. Menuliskan nama dan klasifikasi masing-masing spesies yang
digunakan.
2. Menggambarkan bentuk umum dan memberi keterangannya.
a. Cycas rumphii Miq, meliputi :
– Daun buah (karpella).
– Biji (ovulum) : penampang melintang dan membujur.
– Mikrofil.
– Kantong pollen.
– Arkhegonium.
– Nusellus.
– Dinding biji atau kulit : eksodermis, mesodermis dan
endodermis.
a. Gnetum gnemon, meliputi :
– Strobilus jantan dan betina.
– Bunga betina.
– Biji dengan penampang membujur, meliputi : mikrofil,
perigonium, integumen luar dan integumen dalam, nuselus dan
gametofit.
a. Hibiscus rosa-sinensis, meliputi :
– Daun-daun.
– Bunga (flos).
– Kelopak bunga (kaliks) dengan sepala.
– Alat kelamin jantan (stemen/andoresium) dengan antera dan
filamentum.
– Alat kelamin betina (stigma)
a. Caesalpinia pulcherima, meliputi :
– Cabang dengan bunga dan buah
– 1 bunga lengkap; memperhatikan 1 petal yang ukurannya lebih
kecildan letaknya lebih ke dalam (warnanya).
– Filamen dan anteranya: bagaimana keadaan dan ukuran
panjangnya, lepas atau bersatu.
a. Musa x paradisaca L, meliputi :
– Sebagian dari daun (petiolus dan lamina), memperhatikan urat
daun yang menyirip tetapi sejajar satu sama lain.
– Sebagian dari perbungaan, braktea dengan bunga-bunga yang
ditutupinya.
– 1 bunga jantan dengan bagian-bagiannya.
– 1 bunga betina dengan bagian-bagiannya.
a. Bougenvillea spectabilis, meliputi :
– Mempunyai bunga lengkap.
– Pertulangan daun sejajar.
1. Mendiskusikan masalah berikut :
a. Bagaimana ciri-ciri pokok tumbuhan biji terbuka dan tertutup?
b. Apakah persamaan dan perbedaan tumbuhan biji terbuka dan biji
tertutup?
c. Apakah persamaan dan perbedaan antara tumbuhan Liliopsida dan
Magnoliopsida?

I. TEORI DASAR
Tumbuhan biji terbuka (Pinophyta) terdapat kira-kira 600 spesies
Tracheophyta. Tumbuhan biji terbuka membentuk biji, tetapi biji
tumbuhan terbuka tidak dibentuk dalam bakal buah. Biji-biji ini melekat
pada permukaan atas sisik-sisik yang putih dan terbuka. Biasanya pada
Pinophyta sisik-sisik pembawa biji ini berkumpul membentuk suatu
kerucut. Kebanyakan tumbuhan biji terbuka berwujud pohon. Hanya
beberapa pohon saja yang berwujud semak, dan jarang sekali yang
berwujud liana. Jika dibandingkan dengan Magnoliophyta, jumlah spesies
tumbuhan biji terbuka yang mutakhir hanya kecil. Tetapi sebagian besar
dari vegetasi di beberapa bagian dunia terdiri dari pinus. Jadi, biarpun
jenisnya mungkin sedikit, tetapi jumlah individunya besar sekali. Individu
tertua yang masih hidup sekarang termasuk Pinophyta.
Pada Pinophyta gametofitnya lebih dari satu mekanisme
reproduktif. Kedua-dua gametofit jantan dan betina itu amat kecil dan
seluruhnya bergantung pada sporofit tertuanya untuk makannya. Embrio
yang berkembang tidak lagi dilindungi oleh generasi gametofit
sebagaimana pada lumut dan paku-pakuan, tetapi memperoleh makanan
dan perlindungannya dari sporofit tertuanya. Generasi sporofit
melanjutkan penyebaran spesiesnya. Hal ini tidak lagi dilaksanakan oleh
spora-spora yang terbawa angin, melainkan oleh biji-biji yang terbawa
angin.
Pada tahap awal sejarah bumi Pinophyta merupakan tipe vegetasi
yang dominan, tetapi dengan datangnya Magnoliopyta sekitar 150 juta
tahun yang silam, Pinophyta ini menjadi kurang penting dan kini diwakili
oleh hanya kira-kira 600 jenis (dibandingkan dengan kira-kira 250.000
jenis Magnoliophyta). Pinophyta yang masih hidup termasuk ke dalam dua
kelompok utama, yaitu sebuah kelompok lebih kecil yang berupa
tumbuhan mirip palem dan disebut sikas, dan satu lagi yang lebih besar
kelompoknya, yang memiliki runjung yang jelas, yang disebut konifer
(Loveless, 1989).
Yang paling dikenal di antara Pynophyta adalah konifer (tusam,
dll). Generasi sporofit (yang merupakan satu-satunya bagian yang biasa
tampak). Membentuk dua spora yang berbeda. Mikrospora yang
berkecambah dan tumbuh menjadi generasi gametofit jantan, dan
megaspora berkembang menjadi generasi gametofit betina (Kimball,
1994).
Keanekaragaman Magnoliophyta antara lain tercermin pada
bunganya. Keanekaragaman struktur bunga berhubungan dengan cara
bunga melaksanakan fungsinya. Penyesuaian dalam struktur ini agaknya
memperbesar kemungkinan penyerbukan oleh angin.
Magnoliophyta juga memperlihatkan keanekaragaman yang sangat
mencolok pada biji dan buahnya. Bagian bawah putik yang mengandung
bakal biji disebut bakal buah. Jika perkembangan berlangsung, maka bakal
buah akan menjadi buah. Keanekaragaman alam kelas Magnoliophyta
dapat dilihat dengan membandingkan kedua subkelas yang terdapat
didalamnya, yaitu subkelas monocotyledoneae dan subkelas
dicotyledoneae. Tumbuhan didalam subkelas yang sedang berkembang
menjadi tumbuhan muda. Di dalam subkelas dicotyledoneae, bijinya
mempunyai dua belah kotiledon. Makanan disimpan dalam kotiledon yang
gemuk dan tebal. Pada waktu biji berkecambah makanan cadangan ini
mulai diisap sedikit demi sedikit dan tumbuhan muda mulai berkembang.

Spermatophyta (tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan


dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri
khasnya ialah adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa
Yunani : sperma). Ciri spermatophyta adalah merupakan tumbuhan
kormus sejati. Tubuh jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya
yaitu akar, batang dan daun. Selain tubuh tumbuhan biji mempunyai pula
bagian-bagian pokok tadi ditambah lagi dengan berbagai macam organ-
organ tambahan. Ciri lain yang bersifat khas pula untuk golongan
tumbuhan biji adalah bahwa embrionya bersifat bipolar dan dwipolar.
Tidak hanya kutub batang yang tumbuh dan berkembang membentuk
batang, cabang-cabang dan daun, tetapi akarnya pun tumbuh dan
berkembang membentuk sistem perakarannya.
Dalam daur kehidupan tumbuhan biji juga memperlihatkan
adanya pergiliran keturunan secara beraturan dari sudut ini tumbuhan biji
bersifat seperti tumbuhan paku yang heterosfor. Pada spermatophyta
tubuh jelas dapat dibedakan dalam akar, batang dan daun. Daun
tergolong dalam tipemakrofil dalam bentu dan susunan dan tulang-tulang
yang beranekaragam, akar tumbuhan dari kutub akar. Sporofit terangkai
sebagai strobilus atau bunga. Divisi tumbuhan biji secara klasik
dibedakan dalam dua anak divisi yaitu : tumbuhan biji terbuka
(Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (angiospermae).
 Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae)
Pada tumbuhan yang termasuk Gymnospermae, generasi sporofit
membentuk dua spora yang berbeda yaitu mikrospora yang dibentuk di
dalam mikrosporangium dan makrospora yang dibentuk di dalam
makrosporangium. Mikro dan makrospora akan berkecambah menjadi
generasi gametifit jantan dan betina.
Setelah pembuahan, zigot berkembang dengan dengan mengalami
pembelahan mitosis berulang-ulang menjadi embrio yang sangat kecil
dan dikelilingi oleh endosperm (megagametofit), yaitu suatu jaringan
yang berisi makanan cadangan bagi embrio. Jika biji jatuh ditempat yang
sesuai, biji akan menyerap air dan berkecambah. Mula-mula embrio yang
sedang tumbuh akan menghabiskan makanan yang disimpan dalam
endosperm, dan jika kecambah mulai terkena cahaya, maka klorofil akan
terbentuk dan tumbuhan mulai membuat makanannya sendiri dengan
fotosintesis.
 Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
Daur hidup Angiospermae (tumbuhan biji tertutup) mirip dengan
daur hidup gymnospermae. Pada umumnya bungan Angiospermae
sempurna artinya, setiap bunga mempunyai mikrosporangia. Mikrospora
terbentuk di dalam stamen (benang sari) dan megaspora di dalam
pistilum. Sel-sel induk mikrospora di dalam stamen (antera0 akan
membelah secara meiosis sehingga dihasilkan 4 mikrospora yang
haploid. Masing-masing mikrospora akan membelah lagi sehingga
dihasilkan sel generatif dan sel tabung. Inti sel generatif kemudian akan
membelah dan menghasilkan dua inti sperma. Pistilum terdiri atas stigma,
stilus dan ovarium. Sel induk megaspora yang terdapat dalam ovulum
akan membelah secara meiosis sehingga dihasilkan 4 sel anakan yang
haploid. Salah satu anakan yang lain mengalami degenerasi. Inti
megaspora membelah secara mitosis tiga kali berturut-turut dan 8 inti
yang terbentuk terbagi menjadi : satu sel telur dan 2 sel sinergid di dekat
mikrofil, satu sel kutub dengan dua inti di tengah, dan 3 sel antipodal di
ujung yang lain.

I. HASIL PENGAMATAN
1. Berdasarkan Penelitian
a. Pakis haji (Cycas rumphii Miq)
b. Melinjo (Gnetum gnemon)
c. Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
d. Kembang merak (Caesalpinia pulcherima)
e. Bunga kertas (Bouganivillea spectabilis)
f. Pisang (Musa x paradisiaca L.)
2. Berdasarkan Literatur
a. Pakis haji (Cycas rumphii Miq)
(Sumber : http://tropicalplant.air-nifty.com/)
b. Melinjo (Gnetum gnemon)

(Sumber: http://www.wikipedia.com/)

c. Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)


(Sumber : http://www.hear.org/)

d. Kembang merak (Caesalpinia pulcherima)

(Sumber : http://www.Green-24.de/)

e. Bunga kertas (Bouganivillea spectabilis)


(Sumber : http://kebun-bunga.blogspot.com)
f. Pisang (Musa x paradisiaca L.)

(Sumber : http://www.wikipedia.com/)

I. ANALISIS DATA
1. Pakis haji (Cycas rumphii Miq)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Cycadophyta (sikad)
Kelas : Cycadopsida
Ordo : Cycadales
Famili : Cycadaceae
Genus : Cycas
Spesies : Cycas rumphii Miq
(Sumber : http://www.plantamour.com/)
Pakis haji atau Cycas rumphii Miq adalah sekelompok tumbuhan
berbiji terbuka (Pinophyta) yang tergabung dalam marga Cycas dan
juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian
(Cycadaceae).

Pohon pakis haji mempunyai tinggi 1 hingga 6 meter, pohon


pakis haji ini mengandung gom, serupa dengan palem pendek dengan
batang sering kali berbentuk tiang dan tangkai daun berduri temple
dan tajam dimana pada ujungnya terdapat daun yang saling berjejer
rapat. Daun pakis haji menyirip tunggal, anak daun seringkali
bertulang daun. Bunga pada tanaman ini berkelamin satu dan
terkumpul dalam kerucut. kerucut jantan terdiri banyak kantong butir
sari, bertangkai pendek, mempunyai warna kuning cerah yang makin
ke atas makin menyempit. Kerucut jantan pada tanaman ini juga
memiliki benang sari yang tersusun dalam spiral dan berbentuk baji.
Kerucut betina terdiri dari banyak daun buah, yang sepanjang tepinya
dapat menampung 1 hingga 4 bakal biji besar. Kerucut betina ini
memiliki daun buah yang panjangnya 25-40 cm, memiliki gerigi, serat
pada ujung kerucut ini memiliki tepi yang rata dan lancip. Biji
tanaman pakis haji berbentuk bulat memanjang berwarna coklat
orange. Mempunyai sistem perakaran serabut.

Tumbuhan pakis haji disebut tumbuhan berumah dua karena


alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada pohon yang
berbeda, atau dengan kata lain pada satu pohon hanya menghasilkan
strobilus jantan atau strobilus betina saja. Jadi, ada pohon jantan dan
ada pohon betina. Alat kelamin betiana terdiri dari daun buah
berbentuk pedang dan pada tepinya berbentuk lakukan yang berisi
bakal biji. Alat kelamin jantan berupa runjung yang berbentuk
kerucut. Di dalam runjung terdapat kantong serbuk sari.
Alat perkembangbiakan generatif pakis haji adalah berupa
bangun seperti kerucut yang disebut strobilus. Strobilus jantan
menghasilkan serbuk sari , sedangkan strobilus betina menghasilkan
bakal biji.
Dinding buah pada pakis haji dibedakan atas tiga lapisan,
yaitu :
1. Lapisan eksodermis (lapisan luar)
2. Lapisan mesodermis (Lapisan tengah)
3. Lapisan endodermis (lapisan dalam)

1. Melinjo (Gnetum gnemon)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Gnetophyta
Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : Gnetum gnemon
(Sumber : http://www.plantamour.com/)

Tanaman belinjo termasuk tanaman biji terbuka, dengan tinggi


5-22 meter. Pohonnya lurus dan tegak, banyak cabang dengan daun
tunggal dan duduk daunnya berhadapan. Batang berkambium,
floetermaeden buluh halus tanpa resin. Bunga majemuk berbentuk
bulir dengan bunga keluar dari ketiak daun. Ujung bunga majemuk
berbentuk bulir dengahn bunga berkarang dalam dua ketiak daun yang
berdekatan. Bunga jantan dengan tanda bunga berbentuk pembuluh
dan pada perpanjangan sumbu bunga yang berbentuk benang terdapat
1 sampai 2 benang sari. Bunga betina dengan tanda bunga yang
berbentuk pembuluh dengan satu bakal biji di dalamnya yang
mempunyai dua integrument. Biji diselubungi mantel yang terdiri atas
integrument luar dan dalam . yang menjadikan keras dan tanda
berdaging dan akhirnya berwarna merah jika masak. Pembuahan
dilakukan dengan perantaraan buluh serbuk dengan dua inti generatif
yang tidak sama besar dan mempunyai dua daun lembaga. Daun
belinjo mempunyai pertulangan daun yang meyirip, duduk daun pada
tangkai daun berhadapan. Batangnya bercabang dan mengalami
pertumbuhan sekunder. Biji dan daunnya yang muda dapat dijadikan
bahan makanan.
Tumbuhan melinjo memiliki runjung jantan dan runjung betina
yang terpisah. Runjung jantan dan runjung betina tidak berada dalam
satu tangkai, tetapi masih dalam tumbuhan yang sama. Buah melinjo
yang kita lihat sehari-hari sebenarnya adalah perkembangan dari biji
pada bunga betina. Bijinya tidak dibungkus oleh daun buah.
Secara alami, tumbuhan melinjo berkembangbiak dengan buah
dan biji. Perkembangbiakan vegetatif buatan dengan mencangkok.
Biji dihasilkan oleh bunga atau strobilus. Di dalam strobilus betina
terdapat bakal biji. Bijinya terbungkus bakal buah, namun pintu bakal
bijinya tidak tertutup dan masih berhubungan langsung dengan udara
luar, dengan kata lain “bakal biji tidak dilindungi oleh dinding
ovarium. Oleh karena itu, melinjo termasuk tumbuhan biji
terbuka.”(sumardi, 1993: 216). Bunga jantan menghasilkan serbuk
sari, letaknya terpisah dengan bunga betina. Pada umumnya dalam
satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina (Tumbuhan
berumah satu). Tanaman ini memiliki buah yang terdiri dari
gametofit, lapisan dalam, dan lapisan luar. Biji melinjo mempunyai
bagia-bagian sebagai berikut:
1. Mikrofil, terdapat pada bagian ujung dari biji.
2. Nusellus, terdapat pada bagian tengah biji.
3. Perigonium.
4. Integumen luar.
5. Intugumen dalam.
1. Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus rosa-sinensis
(Sumber : http://www.plantamour.com/)
Tanaman kembang sepatu merupakan tumbuhan perdu yang
berumur panjang dengan tinggi dapat mencapai ± 3 m. Batangnya
bulat ,berkayu, keras dan diameternya dapat mencapai ± 9 cm. Daun :
Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-
16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau.
Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk
lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima
belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari
banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik berbentuk
tabung, dengan warna mahkota merah. Buah : Kecil, lonjong,
diameter ± 4mm, masih muda putih setelah tua coklat. Biji berbentuk
pipih dengan warna putih. Akarnya tunggang dengan warna coklat
muda.

2. Kembang merak (Caesalpinia pulcherima)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Caesalpiniaceae
Genus : Caesalpinia
Spesies : Caesalpinia pulcherima
(Sumber : http://www.plantamour.com/)

Tanaman kembang merak memiliki akar tunggang dikarenakan


tanaman ini termasuk kedalam golongan tumbuhan dikotil. Di bagian
ujung akar dapat dibedakan menjadi 4 daerah yaitu tudung akar, daerah
meristematik, daerah perbesaran/pemanjangan dan daerah diferensiasi.
Akar tanaman ini terdiri dari leher akar , batang akar , akar primer,
ujung akar, rambut akar, cabang akar, tudung akar dan serabut akar.
Ukuran akar dengan akar yang lain relatif sama dan bercabang
membentuk suatu system yang homogen. Daun pada tanaman ini
berwarna hijau dan bentuknya kecil-kecil. Batang tanaman kembang
merak memiliki percabangan yang bersifat simpodial yaitu cabang
utamanya tidak jelas dengan arah tumbuh yang condong keatas. Bunga
kembang merak sudah memilki putik dan benang sari. Benang sari
tertancap pada leher bunga dan tangkai benang sari panjang - panjang.

3. Bunga kertas (Bouganivillea spectabilis)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nyctaginaceae
Genus : Bougainvillea
Spesies : Bougainvillea spectabilis
(Sumber : http://www.plantamour.com/)

Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman Bougenvillea spectabilis


atau bunga kertas memiliki ciri habitat berupa semak yaitu memiliki
ciri batang agak sedikit berkayu sedangkan tanaman ini memiliki
sistem perakaran tunggang. Batang membengkok, panjang 5-15 m,
juga dipelihara sebagai tanaman hias.
Sifat bunga pada tanaman ini termasuk bunga lengkap karena
memiliki putik dan benang sari pada satu bunga walaupun benang sari
dan putik tersebut tidak tampak karena terbungkus oleh mahkotanya.
Bunga yang dimiliki tanaman ini tersusun dalam anak daun yang
bertangkai, di ketiak berjumlah 1-7 anak paying, masing masing anak
paying terdiri dari tiga bunga. Tenda bunga berbentuk tabung yang
panjang dengan bagian bawah melembung, tangkai putik lebih pendek
dan kepala putik miring. Dari setiap batang semu hanya tumbuh satu
bunga majemuk, tepatnya dari ujung batang semu sehingga
terbentuknya helai daun baru terhenti.

4. Pisang (Musa x paradisiaca L.)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus : Musa
Spesies : Musa x paradisiaca L.
(Sumber : http://www.plantamour.com/)
Pisang atau Musa x paradisiaca L adalah termasuk tumbuhan
menahun yang monokotil, tanaman ini hanya dapat berbuah satu kali
dalam hidupnya. Tumbuhan ini berakar rimpang, tinggi 3-7,5 m,
berdaun yang berupa helaian berbentuk lanset memanjang dan
mempunyai ibu tulang daun, selain mempunyai ibu tulang daun, daun
pisang juga mempunyai pelepah.
Bunga pada tanaman pisang dapat berumah satu atau berumah
dua. Pada bunga betina, struktur dari benang sarinya tidak sempurna
dan bakal buahnya mempunyai bentuk persegi. Sedangkan pada
bunga jantan tidak terdapat adanya bakal buah.
Bunga berkelamin jantan bertangkai, diujung, dengan daun
penumpu yang berjejal rapat dan tersusun spiral, daun pelindung
merah tua berlilin, mudah rontok, panjang 10-25 cm, maisng-masing
dalam ketiaknya dengan banyak bunga yang tersusun dalam dua baris
melintang. Bagian ujung tandan yang belum terbuka, bunga betina
dibawah, yang jantan jika ada diatas. Bakal buah persegi, dipelihara
untuk buahnya terutama ditanah yang subur. Daun baru yang
terbentuk tumbuh dari ujung batang semu. Dari setiap batang semu
hanya tumbuh satu bunga majemuk, tepatnya dari ujung batang semu
sehingga terbentuknya helai daun baru terhenti.

VI. KESIMPULAN

1. Tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas tumbuhan biji terbuka (Pinophyta)


dan
tumbuhan biji tertutup (Magnoliophyta) yang dibedakan berdasarkan
letak
bijinya.
2. Ciri-ciri pokok tumbuhan biji terbuka (Pinophyta) :
a. Biji tidak dilindungi oleh daun buah, berada di permukaan luar
daun buah dalam susunan strobilus.
b. Tidak memiliki bunga tetapi pada bakal biji terdapat struktur liang
biji dan kantong serbuk sari yang mengganti fungsi bunga sebagai
organ reproduksi.
1. Ciri-ciri pokok tumbuhan biji tertutup (Magnoliophyta) :
a. Biji tertutup karena bakal bijinya dilindungi oleh daun buah. Biji
berada di dalam ruang buah dan menempel pada daun buah.
b. Tumbuhan biji tertutup merupakan tumbuhan yang berbunga
(Anthophyta).
4. Contoh tumbuhan biji terbuka (Pinophyta) adalah pakis haji (Cycas
rumphii Miq) dan melinjo (Gnetum gnemon)
5. Contoh tumbuhan biji tertutup (Magnoliophyta) adalah bunga sepatu
(Hibiscus rosa-sinensis), kembang merak (Caesalpinia pulcherima L.),
bunga kertas (Bougenvillea spectabilis), dan pisang (Musa x
paradisiaca L.).

6. Tumbuhan biji tertutup dibedakan atas Liliopsida dan Magnoliopsida.


Liliopsida memiliki biji yang hanya mempunyai satu lembar daun
lembaga, sedangkan Magnoliopsida memilki biji yang mempunyai
dua lembar daun lembaga.

7. Persamaan tumbuhan Liliopsida dan Magnoliopsida ialah sama-sama


tumbuhan biji tertutup dan memiliki berkas pengangkut yang
memungkinkan terjadinya pertumbuhan baik sekunder maupun
primer.
8. Perbedaan tumbuhan liliopsida dan magnoliopsida adalah sebagai
berikut :
a. Bentuk akar, pada liliopsida memiliki sistem akar serabut,
sedangkan pada magnoliopsida memiliki sistem akar tunggang.
b. Pola tulang daun, pada liliopsida tulang daunya melengkung atau
sejajar, sedangkan pada magnoliopsida menyirip atau menjari.
c. Pada liliopsida tidak terdapat tudung akar sedangkan pada
magnoliopsida tudung akarnya ada.
d. Jumlah keeping biji atau kotiledon, liliopsida berkeping satu
(monokotil) dan magnoliopsida berkeping dua (dikotil).
e. Liliopsida tidak memiliki kambium sedangkan magnoliopsida
memiliki kambium.
f. Umumnya pada liliopsida jumlah kelopak bunganya adalah
kelipatan tiga, sedangkan pada magnoliopsida biasanya
berkelipatan empat atau lima.
9. Contoh tumbuhan liliopsida (berkeping satu / monokotil) adalah pisang
(Musa x paradisaca L.).
10. Contoh tumbuhan magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) adalah
bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), kembang merak (Caesalpinia
pulcherima L.), dan bunga kertas (Bougenvillea spectabilis).

VI. DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2009 Cycas rumphii. http//www.plantamor.com.//. Diakses tgl :
21 November 2009. Pukul 14:13.
Anonim, 2009 Gnetum gnemon. http//www.plantamor.com.//. Diakses tgl :
21 November 2009. Pukul 14:54.
Anonim, 2009 Hibiscus rosa-sinensis. http//www.plantamor.com.//.
Diakses tgl : 21 November 2009. Pukul 14:21.
Anonim, 2009 Caesapinia pulcherima. http//www.plantamor.com.//.
Diakses tgl : 21 November 2009. Pukul 14:19.
Anonim,2009 Bougenvillea spectabilis. http//www.plantamor.com.//.
Diakses tgl : 21 November 2009. Pukul 14:42
Anonim,2009 Musa x paradisiaca. http//www.plantamor.com.//. Diakses
tgl : 21 November 2009. Pukul 14:35.
Nasir, Mochamad. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Fakultas
Biologi- UGM: Yogyakarta
Noorhidayati & St. Wahidah Arsyad.2009.Penuntun Praktikum Biologi
Umum.
Banjarmasin : FKIP UNLAM.

Steenis, van. 2003. Flora. PT. Pradnya Paramita : Jakarta.

Sudarnadi, Hartono. 1995. Tumbuhan Monokotil. Penebar swadaya :


Bogor.

Tjitroesoepomo, Gembong. 1999. Morfologi Tumbuhan. UGM :


Yogyakarta.