Anda di halaman 1dari 12

PRAKTIKUM VI.

1
Topik : Fotosintesis.
Tujuan : 1. Untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis
mengihasilkan ( O2 ).
2. Mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap Pem-
bentukan oksigen pada proses fotosintesis.
Hari / tanggal : Selasa, 8 Desmber 2009
Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN


ALAT :
1. Beaker gelas
2. Corong kaca
3. Tabung reaksi
4. Kawat, cutter
5. Penunjuk waktu
BAHAN :
1. Hydrilla verticillata
2. Air kolam
3. Larutan NaHCO3
4. Larutan KHCO3
Perlakuan-perlakuan :
I. Medium air (tempat terang)
II. Medium air (tempat gelap)
III. Medium air + NaHCO3 (terang)
IV. Medium air + NaHCO3 (gelap)
V. Medium air + NaHCO3 (teduh)
VI. Medium air + KHCO3 (terang)
VII. Medium air + KHCO3 (gelap)
VIII. Medium air + KHCO3 (teduh)

II. CARA KERJA


1. Memasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang
kira-kira15 cm ke dalam corong kaca.
2. Memasukkan corong kaca kedalam beaker glass yang berisi Hydrilla
verticillata.
3. Menutup bagian atas corong dengan tabung reaksi dan meletakkan 3 buah
kawat kedalam beaker glass dan mengaitkannya dibawah corong kaca.
4. Menandai masing-masing perlakuan dari I s/d VIII yaitu :
I= Medium air dan meletakkannya ditempat terang diluar ruangan
laboratorium.
II = Medium air dan meletakkannya ditempat gelap didalam ruangan
laboratorium.
III = Medium air + larutan NaHCO3 meletakkannya ditempat terang diluar
ruangan laboraturium.
IV = Medium air + larutan NaHCO3 meletakkannya ditempat gelap didalam
ruangan laboratorium.
V= Medium air + larutan NaHCO3 meletakkannya ditempat teduh diluar
ruangan laboratorium.
VI = Medium air + larutan KHCO3 meletakkannya ditempat terang diluar
ruangan laboratorium.
VII = Medium air + larutan KHCO3 meletakkannnya ditempat gelap didalam
ruangan laboratorium.
VIII = Medium air + larutan KHCO3 meletakkannya ditempat teduh diluar
ruangan laboratorium.
5. Mengamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan
cabang atau ranting yang terjadi selama 15 dan 30 menit. Banyaknya
gelembung yang muncul per satuan waktu dapat digunakan sebagai petunjuk
laju fotosintesis.
6. Hasil pengamatan atau data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk tabel
dan grafik. Membuat hasil dan kesimpulan dari pengamatan yang dilakukan.

Dalam beberapa aspek fisiologis tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan


atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui
pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang
sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tetap tinggal (tidak bergerak) dan
memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang dapat
diperoleh dari lingkungannya sampai pada batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian
besar bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu
dan harus menjaga integritas mekaniknya untuk hidup dan pertumbuhan.
Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan
dalam mengggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organic
serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena proses pengubahan itu
memerlukan energy cahaya, maka asimilasi zat karbon disebut fotosintesis. Atau
secara lengkap pengertian fotosintesis atau asimilasi karbon ialah proses pengubahan
zat – zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organic karbohidrat
dengan bantuan cahaya.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan
beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan
memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi
yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting
bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar
oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi
melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis
merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas
dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain
yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis,
yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tegolong pada organisme autotrof,
yaitu golongan makhluk yang dapat mensintesis sendiri senyawa-senyawa organic
yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk
oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Dalam proses ini energi radiasi diubah
menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan
digunakan runtuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Glukosa yang dihasilkan bila
tidak segera diangkut akan mengalami kondensasi menjadi amilum yang disimpan
dalam plastida. Pigmen daun sebenarnya terdiri atas beberapa jenis antara lain :
klorofil a, klorofil b dan karotenoid. Pigmen inilah yang berfungsi untuk menyerap
cahaya matahari. Tenaga eksitasi yang diperoleh klorofil digunakan untuk memecah
molekul air menjadi hydrogen dan oksigen yang dibebaskan ke atmosfer dan
peristiwa ini disebut peristiwa fotolisis air.
Untuk mengetahui amilum yang terbentuk dalam proses fotosintesis dapat
dilakukan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberikan berbagai perlakuan
variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan
larutan JKJ. Dari semua uraian yang telah dijelaskan tadi maka kita dapat menarik
kesimpulan bahwa fotosintesis adalah suatu proses tumbuhan hijau untuk menyusun
senyawa organik dari karbondioksida dan air atau bisa juga diartikan sebagai reaksi
pembentukan karbohidrat.
Jika bahan organik yang dioksidasi adalah glukosa (C6H12O6) maka persamaan
reksinya dapat dituliskan :
Sinar matahari
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + Energi

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:


1. Intensitas cahaya
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
2. Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan
yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3. Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat
bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring
dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.
4. Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup,
menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan
naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju
fotosintesis akan berkurang.
6. Tahap pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada
tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini
mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi
dan makanan untuk tumbuh.

Kesemua faktor di atas mempengaruhi kecepatan fotosintesis, untuk


mudahnya dibagi menjadi dua kategori, yaitu factor luar (lingkungtan) dan factor
dalam (karena keadaan di dalam tumbuhan), walaupun pembagian tidak selalu jelas
batasnya. Faktor-faktor luar adalah konsentrasi karbodioksida, persediaan air,
intensitas cahaya dan suhu. Faktor-faktor dalam ialah kandungan klorofil, factor-
faktor plasma, pengetahuan terhadap difusi gas bebas dan penimbunan hasil
fotosintesis.
Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun.
Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk
melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis,
tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim
ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian
utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak
memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).

IV. HASIL PENGAMATAN


1. Berdasarkan penelitian
Dalam bentuk tabel
NO Perlakuan 10 menit 20 menit 30 menit
1 Medium air ( terang ) 118 200 277
2 Medium air ( gelap ) 1 2 3
3 Medium air + NaHCO3 ( terang ) 387 691 942
4 Medium air + NaHCO3 ( gelap ) - - -
5 Medium air + NaHCO3 ( teduh ) 6 11 19
6 Medium air + KHCO3 2 2 2
( terang )
7 Medium air + KHCO3 ( gelap ) - - -
8 Medium air + KHCO3 ( teduh ) - - -

Dalam bentuk grafik


1. Medium Air

2. Medium air + NaHCO3

3. Medium air + KHCO3

2. Berdasarkan literature
Sumber : (http://mr-fabio2.blogspot.com/2008_10_01_archive.html)
V. ANALISA DATA
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Alismatidae
Ordo : Hydrocharitales
Famili : Hydrocharitaceae
Genus : Hydrilla
Spesies : Hydrilla verticillata
( Sumber : http://www. Plantamor.com/ )

Hydrilla verticillata yang dimasukan dalam beaker glass ditutup dengan


corong kaca dan tabung reaksi, ternyata menghasilkan gelembung dalam
perlakuan-perlakuan tertentu. Gelembung-gelembung yang dihasilkannya
memiliki jumlah dan kecepatan berbeda. Hal yang menjadi penyebab
terjadinya perbedaan jumlah dan kecepatan pada percobaan yang dilakukan
adalah intensitas cahaya, zat kimia yang terlarut, dan waktu berlangsungnya
fotosintesis.
Zat kimia yang terlarut ternyata dapat menghambat atau mempercepat
laju fotosintesis, dan itu tergantung pada unsur kimia yang terkandung di
dalam zat tersebut. Semakin banyak dan semakin lama Hydrilla verticillata
dalam pecobaan mendapatkan cahaya maka semakin banyak pula gelembung
yang dihasilkan karena dalam proses fotosintesis cahaya sangat di perlukan
untuk mengubah klorofil menjadi glukosa atau karbohidrat.

1. Medium air
Dalam percobaan ini terdapat dua perlakuan yaitu perlakuan ditempat
terang dan perlakuan ditempat gelap. Pada perlakuan ditempat terang
gelembung yang dihasilkan cukup banyak karena Hydrilla
verticillata dalam percobaan tersebut mendapakan cahaya matahari
langsung dan itu menyebabkan fotosintesisnya berjalan dengan lancar
tanpa hambatan. Sedangkan pada perlakuan ditempat gelap gelembung
yang dihasilkan sangat sedikit dikarenakan Hydrilla verticillata dalam
percobaan tersebut tidak mendapatkan cahaya matahari.
2. Medium air + NaHCO3
Pada percobaan ini terdapat tiga perlakuan yaitu ditempat terang, ditempat
gelap, dan ditempat teduh. Ditempat terang gelembung yang dihasilkan
sangat banyak dikarenakan Hydrilla verticillata dalam percobaan tersebut
mendapatkan cahaya matahari langsung, dan itu ditambah pula dengan
larutan NaHCO3 0,25% sehingga proses fotosintesis semakin cepat.
Ditempat gelap gelembung yang dihasilkan tidak ada karena Hydrilla
verticillata dalam percobaan tersebut tidak mendapatkan cahaya matahari
atau kemungkinan kami yang salah memasang Hydrilla
verticillata didalam beaker glass. Sedangkan ditempat teduh gelembung
yang dihasilkan sedikit dikarenakan Hydrilla verticillata dalam percobaan
tersebut tidak mendapatkan cahaya matahari langsung. Menurut pendapat
saya larutan NaHCO3 merangsang proses terjadinya fotosintesis.
3. Medium air + KHCO3
Dalam percobaan ini terdapat tiga perlakuan yaitu ditempat terang,
ditempat gelap, dan ditempat teduh. Ditempat terang gelembung yang
dihasilkan sangat sedikit dikarenakan Hydrilla verticillata dalam
percobaan tersebut ditambah larutan KHCO3. Menurut pendapat saya
Larutan KHCO3 menghambat terjadinya proses fotosintesis atau
kemungkinan kelompok yang mengamati percobaan ini salah meletakan
Hydrilla verticillata dan menghitungnya. Pada tempat gelap gelembung
yang dihasilkan tidak ada dikarenakan Hydrilla verticillata dalam
percobaan tersebut tidak mendapatkan cahaya matahari.
VI. KESIMPULAN

1. Fotosintesis adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara


untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi di dalam tubuh
tumbuhan.
2. Umunya proses fotosintesis terjadi pada daun , tetapi sebenarnya proses ini
terjadi pada semua sel yang memilki kloroplas.
3. Proses fotosintesis terjadi di kloroplas melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi
terang dan reaksi gelap.
4. Reaksi terang terjadi bila terdapat sinar, misalkan sinar matahari. Selama
tahap ini klorofil didalam membran grana menyerap sinar merah dan nila yang
bergelombang panjang pada spektrum sinar. Energi yang ditangkap oleh
klorofil digunakan untuk memecah molekul air. Pemecahan ini disebut
fotolisis. Fotolisis mengakibatkan molekul air pecah menjadi hidrogen dan
oksigen. Reaksi fotolisis dapat ditulis dengan persamaan: 2 H2O2H2H2 + O 2

yang terlepas ditampung oleh koenzim NADP. Dalam hal ini, NADP
bertindak sebagai akseptor H2, bentuknya berubah menjadi NADPH 2 dan O 2

tetap dalam keadaan bebas. NADP (Nikotinamida Adenin Dinukleotida


Fosfat) merupakan koenzim yang penting peranannya dalam kegiatan oksidasi
reduksi dan banyak terdapat dalam sel hidup. Selama proses tersebut
dihasilkan ATP.
5. Reaksi gelap merupakan penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP
tersebut. Dalam peristiwa ini , penyusutan CO2 tidak membutuhkan sinar ,
sehingga reaksi tersebut dinamakan reaksi gelap.
6. Faktor utama yang menentukan laju fotosintesis adalah intensitas
cahaya, konsentrasi karbon dioksida, suhu, kadar air, dan kadar fotosintat
(hasil fotosintesis).
7. Penyebab terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan adalah
berlangsungnya fotosintesis membutuhkan waktu, zat kimia yang terlarut juga
dapat menghambat dan mempercepat laju fotosintesis, dan cahaya matahari
yang merupakan faktor penting dalam suksesnya sebuah fotosintesis.

VII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009 Hydrilla verticillata.http://www.plantamor.com//. Diakses tgl : 13


Desember 2009. Pukul 09 : 30

Anonim, 2009 Fotosintesis.http://wwwscribd.com//. Diakses tgl : 13 Desember 2009.


Pukul 09 : 45

Anonim, 2009 http://mr-fabio2.blogspot.com/2008_10_01_archive.html//.


Diakses tgl : 13 Desember 2009. Pukul 09 : 10

Noorhidayati & St. Wahidah Arsyad.2009.Penuntun Praktikum Biologi Umum.

Banjarmasin : FKIP UNLAM.