Anda di halaman 1dari 12

USULAN PROPOSAL PROGAM KREATIVITAS MAHASISWA

RANCANG BANGUN ALAT PENGEPRES LIMBAH TAHU SEBAGAI


MAKANAN RINGAN SECARA MEKANIK DI SUKOHARJO

PKMT : PENERAPAN TEKNOLOGI

DISUSUN OLEH :

Saputro Muh Fanusi Nim

: 7211139/2011 - 2012

(Ketua)

Ari Nusantoro

Nim

: 7210129/2010 2011

(Anggota)

Parwanto

Nim

: 7211152/2011 2012

(Anggota)

AKADEMI TEKNOLOGI ADI UNGGUL BIRAWA (AT AUB)


SURAKARTA
JL WALANDA MARAMIS NO 29 CENGKLIK NUSUKAN SURAKARTA
TAHUN 2012

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul

2. Bidang Kegiatan

: Rancang Bangun Alat Pengepres


Limbah Tahu sebagai Makanan Ringan
secara Mekanik di Sukoharjo
: ( )PKM-P ( )PKM-M ( )PKM-KC
( )PKM-K (V)PKM-T

3. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas

4.
5.

6.

7.

: Saputro Muh Sanusi


: 7211139
: Teknik Mesin
: Akademi Teknologi Adi Unggul
Birawa (AT AUB)
e. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Juwiring, Klaten/081521991777
f. Alamat Email
: Ivan.saputra50@yahoo.co.id
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
Dosen Pendamping
a. Nama
: Dwiyanto, S.T.
b. N.I.D.N
: 6.160278 03
c. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Bulu, Tawangsari,
Suloharjo/085647040232
Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
: Rp. 9.000.000,00
b. Sumber Lain
:Jangka Waktu Pelaksanaan
: 8 bulan
Surakarta, 25 September 2012

Menyetujui
Ketua Program Studi
Pembimbing Unit Kegiatan
Mahasiswa
Ketua Pelaksana

Agus Nugroho, S.T.


NIDN: 615086802

Saputro Muh Sanusi


NIM: 7211139

Rektor atau Wakil Rektor


Bidang Kemahasiswaan

Dosen Pendamping

Dr. H. Sri Raharjo


NIP: 195305261984031003

Dwiyanto, S.T.
NIDN: 616027803

ii

DAFTAR ISI
..

ii

iii

F. Kegunaan Program

G. Tinjauan Pustaka

..

..

..

Halaman Judul
Halaman Pengesahan

Daftar Isi dan Daftar Gambar


A. Judul Program

B. Latar Belakang Masalah


C. Perumusan Masalah
D. Tujuan Program
E. Luaran yang diharapkan

H. Metode Pelaksanaan Program


I. Jadwal Kegiatan
J. Rancangan Biaya
K. Daftar Pustaka

iii

A. Judul Program
Rancang Bangun Alat Pengepres Limbah Tahu sebagai Makanan Ringan
secara Mekanik di Sukoharjo.

B. Latar Belakang Masalah


Tahu terbuat dari kedelai yang merupakan salah satu jenis kacang yang
berprotein tinggi. Dalam proses pembuatan tahu selalu ada limbah yang
biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak. Untuk ampas tahu
(limbah) ini masih mempunyai nilai ekonomis per giling ampas tahu Rp.
5.000,00. Sedangkan limbah tahu ini jika diolah dan kemas masih mempunyai
nilai ekonomis yang lebih tinggi yaitu diproses dengan dipres sebagai tempe
gembus dengan harga jual Rp. 10.000,00 per giling. Dalam proses pembuatan
ampas tahu menjadi tempe gembus melalui beberapa tahap

yaitu tahap

pencucian, penghancuran, penggilingan dan pengepresan. Dari tahap ini yang


menjadi perhatian tim PKMT adalah proses pengepresan ampas tahu.

Adapun cara pengepresan ampas tahu secara manual (tradisional ) adalah :


a. Ampas tahu yang berbentuk adonan diletakkan diatas tempatkan dalam
karung kemudian papan diletakkan diatas dan ditekan sampai habis
airnya.
b. Ampas yang dimasukkan dalam karung kemudian ditaruh datas kursi
yang diberi balok lalu ditekan sampai kandungan air habis.

Prospek Usaha
Usaha yang dilakukan memiliki prospek yang cukup baik, karena ampas tahu
(limbah) yang biasa dipakai untuk ternak, ternyata bisa digunakan untuk
membuat tempe gembus yang mempunyai nilai jual cukup tinggi dan ini
menambah pengasilan pengusaha dan menambah lapangan kerja baru,
sehingga perlu dikembangkan prospek ke depan.

C. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha saat ini adalah karena alat
pengepresan yang digunakan masih tradisional, sehingga hasil produksinya
sangat lambat dan kurang bagus karena hasil pengepresan tidak padat. Maka
dengan adanya teknologi terapan

yang akan dibuat ole tim PKMT ini

memiliki peranan penting dalam meningkatkan

kualitas dan kuantitas

produksi.

D. Tujuan Program
a. Tujuan secara umum

untuk menumbuh kembangkan kreatifitas yang

inovatif bagi mahasiswa, serta untuk mengantarkan mahasiswa dalam


mencapai tarap pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan sain dan
teknologi serta keimanan yang baik, dalam rangka mempersiapkan diri
menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausaha mandiri untuk
mengimplementasikan kemampuan sikap tanggung jawab dan mampu
mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang
yang ditekuni.
b. Tujuan secara khusus

Membuat alat system pengepres limbah tahu untuk meningkatkan


kualitas dan kuantitas produksi.

Merancang dan menciptakan teknologi yang dibutuhkan pengusaha


kecil dan menengah dalam hal ini pengusaha tempe.

Agar sistem mekanisasi membuat orang yang bekerja tidak cepat lelah
dan keselamatan lebih terjamin.

Meninkatkan kapasitas produksi dari 100 kg per hari mejadi 200250kg.

Biaya produksi dapat ditekan jauh lebih rendah sehingga keuntungan


bertambah.

E. Luaran yang diharapkan


Luaran yang diharapkan adalah Produk Rancang Bangun Alat Pengepres
Limbah Tahu (Ampas Tahu) Secara Mekanik, yang nantinya akan
memberikan manfaat berupa efisiensi waktu pengepresan limbah tahu.
Sedangkan alat ini didukung oleh :

Motor pk

Sabuk V

Poros berulir

Frame/Rangka

Gear (roda gigi )

F. Kegunaan Program
Potensi ekonomi produk
Pada kondisi normal hasil pengepresan sangat diperhatikan oleh Bapak
Ahmad Yulianto. Tingkat kepadatan pengepresan dengan normal sangat
mempengaruhi terhadap hasil rajangan. Untuk meningkatkan kondisi hasil
pengepresan, UKM Bapak Ahmad Yulianto memerlukan tambahan tenaga
untuk mengatur kestabilan tekanan. Dari sini pengeluaran tambahan akan
terjadi yaitu tenaga serta waktu dan biaya.
Dengan alat ini proses pengepresan tidak memerlukan tambahan tenaga dan
diulangi, tenaga yang dibutuhkan juga hanya cukup satu orang.
Nilai tambah produk dari sisi iptek
Proses pengepresan yang dilakukan pihak UKM dengan manusia secara
manual. Dari pencucian pengukusan sampai pengepresan dilakukan secara
manual semua.
Kelemahan dari alat manual
a. Tingkat kepadatan kurang
b. Tekanan tidak bisa stabil
c. Banyak yang rusak karena kepadatannya kurang.
d. Kebutuhan tenaga kerja dan lahan luas

Bila memakai rancangan alat dari Tim PKMT maka akan di dapat :
a. Kualitas kepadatan akan lebih terjaga
b. Tidak perlu tenaga tambahan
c. Tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit
d. Tekanan pengepresan dapat stabil
e. Waktu pengepresan lebih cepat
f. Kemungkinan rusak karena kurangnya tekanan tidak ada
Dampak sosial secara nasional
Sistem pengepresan yang seperti pada rancang bangun ini akan mampu
dipakai untuk proses pengepresan pada produk antara lain :

Rambak

Emping

Dengan kondisi seperti ini bila suatu saat proses pengepresan ampas tahu
tidak dipakai, maka alat ini bisa dipakai untuk alat pengepresan pada produk
lain. Dengan demikian kelangsungan hidup UKM bisa mendapat suntikan
dari usaha lain. Bahkan tenaga kerja kemungkinan bisa bertambah.

G. Tinjauan Pustaka
Wibowo, S.T., M.T. (2006) yang melakukan pengembangan Teknologi Tepat
Guna Mesin Penghancur Terak sebagai Bahan Baku Bangunan.
Suherman (2004) yang melakukan pengembangan Teknologi Terapan tentang
mixer pengaduk roti dengan double garpu di desa Sukoharjo.
Dengan dua tinjauan pustaka di atas, menguraikan tentang penghancuran dan
pengadukan menggunakan silinder yang digerakkan oleh puli dari motor
listrik.

Adapun yang perlu direncanakan adalah :


Gaya untuk menghancurkan ampas tahu
b'

a'

Ds

a
b

Gambar 1. Silinder Penghancur


F

= a x Ag

Ag

= Luas bidang gesek (mm)

= Tegangan geser ampas (mm)

= Gaya penghancur

=Fxr

= Torsi yang diperlukan (kg.mm)

= Jari-jari silinder penghancur (mm)

= Gaya penghancur

H. Metode Pelaksanaan Program


a. Rumusan rancang bangun

Wawancara dengan pihak mitra kerja sama UKM

Mencari dan mengumpulkan data tentang hal-hal yang berkenaan


dengan syarat yang harus dipenuhi dalam proses pengepresan limbah
tahu.

Mencari dan mengumpulkan data tentang faktor-faktor yang


berpengaruh pada pengepresan limbah tahu.

b. Pemecaan Masalah

Membuat alat rancang bangun yang sesuai dengan kapasitas produksi


yang dibutuhkan seperti gambar terlampir.

Menentukan bahan baku pembuat alat pres limbah tahu agar hasil
produksi lebih bersih dan higienis.
5

Metode yang Digunakan


MITRA UKM

AKADEMIS

SURVEI

KESEPAKATAN

PERENCANAAN

KONSEP

PROSES
PENGERJAAN

UJI KERJA
ALAT

PROSES
PRODUKSI

a. Tim peneliti PKMT melakukan survei untuk mendapatkan gambaran dari


pihak UKM secara utuh, tentang kondisi UKM itu sendiri.
b. Diskusi untuk mendapatkan hal yang perlu diberikan solusi tentang
permasalahan yang ada agar tidak salah arah dan hasil alat yang dibuat
bisa bermanfaat.

c. Menerjemahkan kesepakatan permasalahan dari yang disampaikan pihak


UKM ke dalam sket gambar kerja.
d. Diskusi dengan pihak mitra untuk dilakukan koreksi dari sisi efektifitas
kerja alat.
e. Didasarkan dari gambar kerja dilakukan perhitungan biaya produksi.
f. Proses pengerjaan.
g. Melakukan uji kerja alat.
Hal ini dilakukan guna melihat sejauh mana tingkat efektifitas dari
rancang bangun alat. Bila ditemukan masalah atau kekurangan maka
dilakukan perubahan perubahan seperlunya.
h. Penyerahan alat ke industri mitra
Pemantauan bisa dilakukan secara berkala baik melalui sarana
telekomunikasi ataupun datang langsung ke UKM

I. Jadwal Kegiatan
No

Jenis Kegiatan

Bulan ke
1

Survei dan identifikasi kebutuhan bahan


serta gambar kerja

Pemantapan rancangan alat

Perhitungan akhir biaya

Pembuatan alat

Kontrol

Uji coba alat

Finishing

Penyusunan Laporan

Penyerahan alat

10

Kontrol Produksi

J. Rancangan Biaya

No
1

Jenis Kegiatan

Volume

Satuan Biaya

Jumlah

( Rp )

( Rp )

Bahan Bahan Habis Pakai


a. Poros

1 paket

1.000.000

1.000.000

b. Transmisi

1 paket

500.000

500.000

c. Plat

1 paket

750.000

750.000

d. Besi Siku

1 paket

500.000

500.000

e. As Berulir

1 paket

750.000

750.000

f. Bantalan

1 paket

750.000

750.000

g. Besi Pejal

1 paket

500.000

500.000

h. Besi Kanal

1 paket

1.000.000

1.000.000

a. Transportasi dalam kota

1 paket

500.000

500.000

b. Transportasi luar kota

1 paket

1000.000

1000.000

1 paket

500.000

500.000

Transportasi dan Akomodasi

Lain lain
a. Tes Kinerja Alat
b. Laporan :

Pembuatan/Pengolahan

1 paket

500.000

500.000

Penyusunan

1 paket

250.000

250.000

Pengiriman

1 paket

250.000

250.000

c. Dokumentasi

1 paket

250.000

250.000

d. Upah Tukang

1 paket

750.000

750.000

JUMLAH

9.000.000

K. DAFTAR PUSTAKA

Diharjo, K. (2001). Karakteristik Lelah Poros Baja S45C Bertakik V


Akibat Beban Amplitudo Konstan dan Beban Tiba-Tiba. Thesis Program
Pasca Sarjana UGM: Yogyakarta.

Khurmy, R.S. and Gupta, J.K. (1982). Text Book of Machine Design.
Third Edition Eurasia Publising House: New Delhi.

Ir. Sularso, MSME, Kiyokatsu Suga. Dasar Perencanaan dan Pemilihan


elemen Mesin. PT Pradnya Paramita: Jakarta.