P. 1
Pengaruh Orientasi Sistem Pembelajaran Dan Motivasi Belajar

Pengaruh Orientasi Sistem Pembelajaran Dan Motivasi Belajar

|Views: 707|Likes:
Dipublikasikan oleh aqw_vnnaa

More info:

Published by: aqw_vnnaa on Jan 14, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2011

pdf

text

original

PENGARUH ORIENTASI SISTEM PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

(Studi Eksperimen di SMP Negeri 16 Bandar Lampung)

Oleh

Sutjipto

Tesis
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN tI,-..
:; :.;

M.e..

.y

.

":

btt-W Mt.t -S-

kl

: A:4A

"•■

t

PROGRAM PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2006

1.-

ABSTRACT

The Influence of Orientation System of Learning and Learning Motivation toward the Learning Output Bahasa dan Sastra Indonesia (Student Experiment took Place at SMPN 16 Bandar Lampung) By SUTJIPTO

The aim of this experiment is to know the influence of orientation system of learning and learning motivation toward the learning output of Bahasa dan sastra Indonesia. Learning strategy implemented in this experiment is the learning which is oriented to the process and the aim, mean while learning motivation focuses on two different categories, they are strong motivation and low motivation. The experiment was held at SMPN 16 Bandar Lampung in the academic year 2.005/2006. The method applied is the experiment with factorial design 2 x 2 and the total sampling 74 students. The data is collected by using the instrument in the form of objective test Bahasa dan Sastra Indonesia and the other one is structured questioner to measure learning motivation of student. The analysis of the experiment of learning output Bahasa dan Sastra Indonesia and the instrument of learning motivation is similar that is 0,87. Technique to analyze data uses analysis variant (ANAVA) and then continued with Tukey at the significant level = 0,05. The result of the analysis shows, Firstly: There is no different learning output of Bahasa dan Sastra Indonesia between students thought with the learning system oriented to the process with one oriented to the goal Fhitung (5,873) > Ftabei(1,671). Secondly: For students who have high motivation, and they are tought with the learning system oriented to the process, the result of Bahasa dan Sastra Indonesia is much better comparing to the ones who thought using the learning system oriented to the goal Fhitung (5,152) > Ftabei(1,697). Thirdly: For students who have low motivation, and taught with the learning system oriented to the process, the result of Bahasa dan Sastra Indonesia is better than the ones who thought with the learning system oriented to the goal Fhitung (4,948) > Ftabei(1,967). Fourthly: There is an influence of interaction between learning system and learning motivation toward learning output of Bahasa dan Sastra Indonesia (Fhit = 7,61 > Ftab = 3,96).

The implication of this experiment shows that there is an influence of interaction between the learning system and the learning motivation toward the learning output of Bahasa dan Sastra Indonesia of the students. This influence can give teachers input to determine strategy, technique, method, and approach to be implemented in the classroom it will be more meaningful if students ability is considered in order to increase students learning motivation. The learning system which is oriented to the process is strongly influenced by the competency of teachers in the innovative system. If a teacher is creative and innovative in terms of learning system, activities and learning process in the classroom will give positive effect in increasing students motivation toward learning.

ABSTRACT Pengaruh Orientasi Sistem Pembelajaran dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia (Studi Eksperimen di SMP Negeri 16 Bandar Lampung). Oleh SUTJIPTO

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh orientasi sistem pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa dan sastra Indonesia. Strategi pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran yang berorientasi pada proses dan pembelajaran yang berorientasi pada tujuan, sedangkan motivasi belajar terfokus pada dua ketegori yaitu motivasi kuat dan lemah. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 16 Bandar Lampung tahun ajaran 2005/2006. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Jumlah sampel 74 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berbentuk tes objektif hasil belajar bahasa dan sastra Indonesia dan angket terstruktur motivasi belajar siswa. Analisis uji cobs menghasilkan reliabilitas konsistensi internal instrumen hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia dan instrumen motivasi belajar sama yaitu 0,87. Teknik analisis data menggunakan analisis varian (ANAVA) yang dilanjutkan dengan Tukey pada tingkat signifikansi = 0,05. Hasil analisis menunjukkan: Pertama, tidak terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa dan sastra Indonesia antara siswa yang diajar dengan sistem pembelajar berorientasi pada proses dengan sistem pembelajaran berorientasi pada tujuan Fhitung (5,873) > Ftebel(1,671). Kedua, bagi siswa yang memiliki motivasi kuat, hasil belajar Bahasa dan sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran berorientasi proses lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan Fhitung (5,152) > Ftabei(1,697). Ketiga, bagi siswa yang memiliki motivasi lemah, hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran berorientasi proses lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan Fhitung (4,948) > Ftabel(1,967). Keempat, terdapat pengaruh interaksi antara sistem pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia (Fhit = 7,61 > Ftab = 3,96).

Implikasi penelitian adalah adanya pengaruh interaksi antara sistem pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa. Pengaruh ini akan memberi masukan pada para pengajar dalam rangka pernilihan sistem (strategi, teknik, metode, dan pendekatan) yang akan diterapkan pada proses belajar mengajar di kelas. Hal ini sangat bermakna jika kemampuan siswa disertakan dalam rangka peningkatan motivasi belajar. Sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam sistem yang inovatif. Jika guru, kreatif dalam inovasi sistem pembelajaran, maka aktivitas PBM berdampak pada peningkatan motivasi siswa.

Judul Tesis

: PENGARUH ORIENTASI SISTEM PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 16 Bandar Lampung) : SUtjipto

Nama Mahasiswa

No. Pokok Mahasiswa : 0123011046 Program Studi Fakultas : Pascasarjana Teknologi Pendidikan : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETIJJUI 1. Komisi Pemuimbing

Dr. H. Budi Koestoro, M.Pd.
NIP 131129056

Dr. Cu u Su -arsyah, M.A.
NIP 131604529

2. Ketu.

ogram Pascasarjana

Dr. H. Budi Koestoro, M.Pd.
NIP 131129056

C

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua

: Dr. H. Budi Koestoro, M.Pd.

Sekretaris

: Drs. Sugiman, M.Pd.

Penguji Utama : Dr. Siskandar : Dr. Sudjarwo, M.S.

Penguji I

Penguji II

: Dr. Cucu Sutarsyah, M.A.

akultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Tanggal Lulus Ujian Tesis :

DAFTAR ISI

ABSTRAK LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Identifikasi Masalah 1.3 Pembatasan Masalah 1.4 Perumusan Masalah 1.5 Tujuan Penelitian 1.6 Kegunaan Penelitian n ii iv

............................................. ............................................. ...................................................... ...................................................... ...................................................... ......................................................

1 12 13 14 15 16

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PIKIR, DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori ................................................................................................17 2.1.1 Sistem Pembelajaran ........................................................................ 17 2.1.2 Orientasi Sistem Pembelajaran .......................................................20 2.1.3 Motivasi Belajar ................................................................................. 24 2.1.4 Hasil Belajar ....................................................................................... 37 2.2 Kerangka Pikir ........................................... 41 2.2.1 Pengaruh Orientasi Sistem Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa ........................................... 45 2.2.2 Pengaruh Orientasi Sistem Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia bagi Siswa Yang Bermotivasi Kuat ........................................... 46 2.2.3 Pengaruh Orientasi Sistem Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia bagi Siswa yang Bermotivasi Lemah ........................................... 48 2.2.4 Interaksi Orientasi Sistem Pembelajaran dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia............................................................................................49 2.3 Paradigma Penelitian ................................................................................. 51 2.4 Rumusan Hipotesis .................................................................................... 52

iv

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian 3.2 Metode Penelitian 3.3 Populasi dan Sampel 3.4lnstrumen Penelitian 3.5 Definisi Konseptual dan Definisi Opersional 3.5.1 Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia 3.5.2 Motivasi Belajar Siswa 3.5.3 Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Proses 3.5.4 Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Tujuan 3.6 Pelaksanaan Eksperimen 3.7Validasi dan Reliabilitas 3.8Teknik Analisis Data BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 66 4.1 Hasil 4.1.1 Deskripsi Data .................................................................................. 66 4.1.1.1 Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa secara Keseluruhan ................................................................................... 66 4.1.1.2 Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa yang Bermotivasi Belajar Kuat ............................................................. 68 4.1.1.3 Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa yang Bermotivasi Belajar Lemah ......................................................... 70 4.1.2 Uji Persyaratan Analisis 4.1.2.1 Uji Normalitas Distribusi Data 4.1.2.2 Uji Homogenitas Data 72 72 78 53 53 55 55 56 57 57 59 59 60 63 64

83 4.1.3 Pengujian Hipotesis 4.1.2 Perbandingan Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa yang Diajar dengan Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Proses dengan Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa yang Diajar dengan Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Tujuan .........................84 4.1.3 Perbandingan Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa Bermotivasi Belajar Kuat yang Diajar dengan Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Proses dengan Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa Bermotivasi Belajar Kuat yang Diajar dengan Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Tujuan ............................................................86

4.1.4 Perbandingan Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa Bermotivasi Belajar Lemah yang Diajar dengan Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Proses dengan Hasil Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa Bermotivasi Belajar Lemah yang Diajar dengan Sistem Pembelajaran yang Berorientasi pada Tujuan ...............................................87 4.2 Pernbahasan ......................................................................................... 89 4.2.1 Hasil Analisis............................................................................... 89 4.2.2 Hasil Pengamatan Kelas ............................................................ 96 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 99 5.2 Implikasi.............................................................................................. 103 5.3 Saran.................................................................................................. 107 DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 108 LAMPIRAN Lampiran 1: Angket Motivasi Belajar........................................................... 112 Lampiran 2: Rencana Pembelajaran........................................................... 115 Lampiran 3: Tugas dan Soal ........................................................................132 Lampiran 4: Olah Data................................................................................. 142

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan, implikasi, dan saran. Kesimpulan yang rumusannya bersifat umum menjadi dasar bagi pengkajian selanjutnya berupa saransaran.

5.1 Kesimpulan 1. Secara keseluruhan atau dalam keadaan tidak dikelompokkan menurut motivasi belajar siswa, tidak terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa dan sastra Indonesia yang nyata antara siswa yang diajar dengan menggunakan sistem pembelajaran berorientasi proses

dengan siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi tujuan. Rata-rata hasil belajar Bahasa dan Sastra

Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran berorientasi proses dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi tujuan relatif sama. Demikian pula dengan standar deviasi kedua sistem pembelajaran tersebut, ternyata relatif sama. Hal ini ditunjukkan dengan uji t, diperoleh t h ; tu ng(5,873) >
t

tabel(1,671) dan tingkat signifikansi 0,000 <

0,05. Besarnya perbedaan tersebut ditunjukkan dengan selisih ratarata antara hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembetajaran yang berorientasi pada proses
99

100 dengan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan yaitu sebesar 7,24. 2. Rata-rata hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia kelompok siswa yang bermotivasi belajar kuat dan diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi proses Iebih tinggi daripada hasil belajar belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran berorientasi tujuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem pembelajaran berorientasi pada proses Iebih balk bagi siswa yang memiliki motivasi belajar kuat dibandingkan dengan penggunaan sistem pembelajaran berorientasi pada tujuan. Hal ini ditunjukkan dengan uji t, diperoleh thitung(5,
152

) > ttabei(1,697)

dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Besarnya perbedaan tersebut ditunjukkan dengan selisih rata-rata antara hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa bermotivasi belajar kuat yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses dengan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa bermotivasi belajar kuat yang diajar . dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan yaitu sebesar 7,49. 3. Rata-rata hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia kelompok siswa yang bermotivasi belajar lemah dan kepadanya diajar dengan sistem pemebelajaran berorientasi pada tujuan Iebih tinggi daripada hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia kelompok siswa yang diajar

101 dengan sistem pembelajaran berorientasi tujuan. Berdasarkan ratarata dan basil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem pembelajaran berorientasi pada tujuan lebih baik bagi siswa yang memiliki motivasi belajar Iemah dengan penggunaan sistem pembelajaran berorientasi pada proses. Hal ini ditunjukkan dengan uji t, diperoleh thitung(4,948) >
t
tabel(

1

,967) dan tingkat signifikansi 0,000 <

0,05. Besarnya perbedaan tersebut ditunjukkan dengan selisih ratarata antara hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa

bermotivasi belajar Iemah yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses dengan basil beiajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa bermotivasi belajar Iemah yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan yaitu sebesar 7,31. 4 terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara penerapan strategi pembelajaran dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap basil belajar
i Bahasa dan sast r a Indones a

Dengan demik an dapat

i

disimpulkan bahwa dengan menyertakan atau memperhatikan tingkat motivasi belajar siswa dalam sistem pembelejaran yang berbeda ternyata mampu memberikan hasil belajar Bahasa dan Sastra

Indonesia yang berbeda. 5. Secara umum siswa yang memiliki motivasi berprestasi kuat

memperoleh basil belajar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Dari basil penelian tersebut dapat dinyatakan bahwa peran motivasi dalam meningkatkan

102 basil belajar siswa sangat besar. Berdasarkan basil tersebut, peran guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar

mengajar di kelas sangat dominan. Guru harus mampu membuat skenario proses belajar mengajar dengan melihat kondisi siswa. Dengan berpijak pada kondisi tersebujt, selanjutnya guru menyikapi dengan strategi khusus untuk memotivasi siswanya. Motivasi belajar siswa harus menjadi orientasi sentral guru, karena pada akhirnya keberahasilan siswa menjadi tanggung jawab guru. 6. Sistem pembelajaran yang berorientasi proses diyakini mampu meningkatkan kompetensi siswa dalam bersosialisasi, berkomunikasi, dan berimprovisasi dibandingkan dengan sistem pembelajaran yang berorientasi tujuan. 7. Variasi dan inovasi dalam penggunaan sistem pembelajaran dapat meningkatkan semangat siswa dalam proses belajar mengajar.
D

engan variasi sistem pembelajaran, siswa

` dai h il uarC iiieroSa uvSan atcaU

jenuh dalam proses belajar mengajar di kelas.

103 5.2 Implikasi

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat memberikan masukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya bagi siswa SMPN 16 Bandar Lampung. Dari

kesimpulan penelitian ini terdapat implikasi sebagai berikut:

Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tanpa
dikelompokkan berdasarkan motivasi belajar siswa, hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa berbeda antara siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses dengan siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan. Terdapat keunggulan pada pembelajaran dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses dibandingkan dengan pembelajaran dengan sistem pembeiajaran yang berorientasi pada tujuan. Alasan yang diperoleh sebagian besar siswa menyatakan belajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses tidak merasa jenuh hingga akhir pelajaran dan lebih mengerti dalam menerima basil pembelajaran. Berdasarkan basil tersebut diperlukan adanya kemampuan tenaga pengajar untuk memperhatikan

proses pembelajaran yang tidak hanya mengutamakan basil beiajarnya saja. Proses pembelajaran tersebut diperlukan agar siswa merasa lebih

menyenangi belajar Bahasa dan Sastra Indonesia dan siswa akan lebih mengerti makna pembelajaran tersebut.

104

Kedua, basil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa bagi siswa
yang memiliki motivasi belajar yang kuat, basil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses lebih tinggi dibandingkan dengan basil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan pendekatan yang berorientasi pada tujuan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang kuat cenderung lebih baik basil belajarnya apabila diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses. Siswa yang bermotivasi belajar kuat akan lebih mudah mengerti dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan demikian guru hendaknya tetap menggunakan sistem pembelajaran dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses untuk dapat meningkatka n basil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa.

Ketiga, basil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai
motivasi belajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang lemah, basil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada tujuan. Hasil penelitaian ini juga menunjukkan bahwa siswa yang bermotivasi belajar lemah yang diajar dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses, basil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang diperoleh lebih tinggi. Hal ini disebabkan pembelajaran yang menggunakan sistem

pembelajaran yang berorientasi pada proses lebih rnenekankan pada proses

105 belajar mengajar yang dijalankan. Sistem pembelajaran ini lebih

memperhatikan karakteristik siswa yang sedang diajar. Dengan demikian seorang guru hendaknya menggunakan pembelajaran yang berorientasi pada proses, sehingga guru dapat lebih memperhatikan karakteristik siswa yang diajar. Guru hendaknya memberikan perhatian yang lebih kepada siswa yang mempunyai motivasi belajar yang lemah. Diharapkan siswa yang bermotivasi belajar yang lemah tersebut akan lebih memahami dan merasa lebih terpacu untuk belajar iebih giat.

Keempat,

siswa

yang

mempunyai

motivasi

belajar

yang kuat

cenderung mendapatkan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang tinggi. Dengan demikian perlu diberikan dorongan yang bail; kepada siswa sehingga mereka mempunyai kemauan belajar yang lebih balk. Hal ini dapat dilakukan oleh para guru maupun orang tua siswa untuk motivasi belajar yang balk bagi setiap siswa maupun anaknya.
Kelima, motivasi merupakan hal penting yang harus selalu dimiliki oleh

siswa. Banyak strategi, teknik, pendekatan, atau metode yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru dituntut selalu melihat dan memperhatikan tingkat motivasi belajar tiap individu siswa sehingga guru memiliki referensi untuk membimbing individu siswa secara benar dan sungguh-sungguh. Di sisi lain, guru hendaknya selalu menjelaskan pada selujruh siswa tentang kompetensi yang harus dikuasai setiap mulai prose:: belajar mengajar.

106 5.3 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang teiah disimpuikan, dapat diajukan saran-saran sebagai berikut 1. Guru hendaknya menerapkan pembelajaran dengan sistem yang berorientasi pada proses sehingga hasil belajar yang didapatkan Iebih maksimal. 2. Guru hendaknya mengetahui motivasi belajar setiap siswa, sehingga dalam memberikan bimbingan Iebih memperhatikan siswa yang

bermotivasi belajar lemah agar mereka mampu meraih prestasi yang baik. 3. Guru dituntut untuk mempunyai kemampuan memotivasi siswa agar Iebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. 4. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optima:, hendaknya guru mengetahui latar belakang siswa, tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam kurikulum, penguasaan materi pelajaran yang hendak disampaikan, dan sistem pembelajaran yang akan diterapkan, serta perencanaan PBM. 5. Seluruh sekolah (khususnya SMP) hendaknya muiai menerapkaa sitem pendidikan dengan menggunakan sistem pembelajaran yang berorientasi pada proses. 6. Kepada para peneliti, disarankan bagi mereka yang aartar bidang kajian ini untuk 'Iebih tertokns ^=.. a p

107 melibatkan lebih banyak lagi variabel dan responden, sehingga aspekaspek lain yang diduga memiliki sumbangan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia dapat terdeteksi. Juga diperlukan upaya nyata dalam perluasan daerah penelitian yang tidak hanya terbatas di Bandar Lampung saja, sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Adkins, Dorothy C. 1974. Test Construction Development and Interpretation of Achievement Test. Ohio: Charles E. Merril Publishing, Co. Anastasi, Anne. 1993. Psikologi Terapan, Jakarta: Grafindo Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Atmadi, A. & Setiyaningsih, Y. 2000. Transformasi Pendidikan Memasuki Milenium Ketiga. Yogyakarta: Kanisius.

Bloom, Benyamin S. 1981. Taxonomy of Educational Objectives. Longman Inc. Briggs,

New York:

Leslie J. 1977. Instructional Design Principles and Applications. Educational Technology Anglewood Cliffs New Yersey: Publications.

Chan, Stevan M. 2002. Pendidikan Liberal : Berbasis Sekolah (Education and the Democratic Idea). Yogyakarta: Kresi Wacana. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997. Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Kamus Besar Bahasa

Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pola Induk Pengembangan Silabus Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. - - - - - - - - -. 2003.

Penyelenggaraan School Reform dalam Konteks MPMBS

SMU. Jakarta: Direktorat Dimenum.
Depdikbud. 1994. Pedoman Pelaksanaan Penilaian di Sekolah Dasar. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Direktorat Pendas. Dewey, John. (alih bahasa: John de Santos). 2002. Pengalaman dan Pendidikan (Experience and Education). Yogyakarta: Kepel Press.

108

109

Dick, W. & Carey L. 1978. The Systematic Design of Introduction. Illnois: Scott & Co. Publication. Edwards, H. Cliford, et.all. 1988.

Planning, Teaching, and Evaluating: A Competency Approach. Chicago: Nelson-Hall.

Gafur, Abd., dkk. Disain lnstruksional. Solo: Tiga Serangkai. Gagne, Robert M. 1977. The Condition of Learning. New York: Halt-Rinehart and Winston. Gagne, Robert M and Laslie J. Briggs. 1985. Principles of Instructional Design. Florida: Halt-Rinehart and Winston, Florida University. Good, Thomas L., and Jere E. Brophy. 1990. Educational Psychology a Realistic Approach. New York: Longman.

Hamalik, Oemar. 2001. Proses 8a/ajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. - - - - - - - - - . 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara. Irawan, 1994. Teori Belajar, Depdikbud. Jung, John. 1978. Understanding Human Motivation. Publising Co. Inc. Jurnal Bahasa Indonesia. 1995. New York: Macmilan

Pemelajaran Bahasa Indonesia secara Integratifdan Terpadu, Nomor 1, Malang: FPBS IKIP.

Keeves, John P. 1988. Educational Researrch Methodology and Measurement: an Internasional Hand Book, Sydney: Pergamont Press. Krech, David. Dkk. 1988. Individual in Society. Singapura: B & JO Enterprice Pte Ltd. Laporan Pengawas Moneva. 2003: Provinsi Lampung Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di dalam Kelas. Jakarta: Gramedia.

1 1.0

Makmun, Abin Syamsuddin. 2002. Psikologi Pendidikan: Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Remaja Rosda Karya. Miller, John P. (Penyadur: Abdullah Munir Mulkhan). 2002. Cerdas di Kelas Sekolah Kepribadian: Rangkuman Model Pengembangan Kepribadian dalam Pendidikan Berbasis Kelas. Yogyakarta: Kreasi Wacana. Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. ------- , 2002. Kurikulum Berbasis Sekolah: Konsep, Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Strategi, dan

Nawawi, Hadari. 1995. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT.Haji Masagung. Purwanto, M. Ngalim. 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Reigeluth, Charles M. 1983. Instructional Design, Theories and Models. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publisher Inc. Romiszowski, AS. 1990. Designing Instructional Systems. New York: Nicols Publishing Co. Sardiman AM. 1984. lnteraksi dan Motivasi belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Skinner, Charles E. (Ed). 1958. Essentials of Educatinal Psychology. New York: Prentice Hall Inc. Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sobur, Alex. 2002. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suciati, 1994. Teori Motivasi, Jakarta: Depdikbud Sudjana, Nana. 1988. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

111

Sudjana S., HD. 2001. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Falah Production. Suryabrata, Sumadi, 1983. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Penerbit. PT Raja Grafindo Persada. Suroso. 1999. Perencanaan Pembelajaran, Modul Pengembangan Budaya Kepada Kewirausahaan. Jakarta: Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPKM) Universitas Negeri Jakarta. Winkel, WS. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->