Anda di halaman 1dari 16

Mukjizat Syahadat (Melalui Pendekatan

Numerik Al Quran) 2
Sumber: https://belajarnumerikalquran.wordpress.com/2014/09/11/mukjizat-syahadat-melaluipendekatan-numerik-al-quran-2-5/

1 Vote

Melanjutkan bahasan sebelumnya, telah disampaikan bahwa yang dimaksudkan dengan mukjizat
syahadat adalah mukjizat Al Quran. Dimana dibalik pesan untuk bersyahadat tersebut, ternyata
tersembunyi pesan untuk mempelajari dan memahami Al Quran dalam rangka lebih
meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ke 4 rukun Islam setelahnya (Shalat, Zakat,
Puasa dan Hajj).
Ada sebuah ayat di Al Quran yang sudah demikian familiar dikalangan ummat Islam, yang jelas
mendukung pemahaman tentang korelasi antara Syahadat dan Al Quran, yaitu Qs. 29 Al
Ankabuut 45 yang merupakan ayat pertama dari juz 21 :
Bacalah Kitab (al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan
laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.
Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dari ayat tersebut jelas mengisyaratkan tentang kedudukan syahadat (membaca, mempelajari dan
memahami Al Quran) lebih didahulukan dari rukun Islam yang ke dua (shalat). Dari kalimat
Bacalah Kitab (Al Quran) yang telah diwahyukan kepada (Muhammad) dan laksanakanlah
shalat, jelas disini mengisyarakat betapa pentingnya kita mempelajari dan memahami Al Quran,
sehingga dengan semakin baiknya tingkat kepahaman kita akan ilmu Al Quran, maka seiring itu
pula ilmu tersebut akan menghantarkan kita kepada tingkat penegakan shalat yang mampu
mencegah perbuatan keji dan mungkar, Insya Allah.
Lebih lanjut, kajian numerik Al Quran tentang Syahadat akan akan membahas beberapa uraian
sebagai berikut :
Masjidil Haram sebagai Simbolik dari Al Quran
Telah dipaparkan sebelumnya tentang Kabah adalah merupakan sebuah simbol dari Al Quran.
Bagaimana dengan Masjidil Haram ?, karena pada ayat di Qs. 2, Al Baqarah 150, jelas tertera
lafadz Masjidil Haram.

Dihubungkan dengan kalimat syahadat, yang pengucapannya berulangkali kita lakukan pada saat
shalat yaitu ketika dalam posisi tahyat, dengan serta merta diiringi pula dengan
menegakan/mengangkat jari telunjuk kita, yang tentunya arah tunjuk jari tersebut akan searah
dengan arah kiblat shalat. Cobalah perhatikan bentuk kepalan tangan kita, pada saat pengucapan
syahadat tersebut. Ternyata bentuk tersebut menyerupai bentuk Masjidil Haram bila dilihat dari
arah atas. Seperti gambar di bawah ini.

Gambar tersebut, adalah visualisasi Masjidil Haram sebelum terjadinya renovasi besar-besaran
belakangan ini. Namun pada kondisi akhir pun, bentuk dasar seperti di atas masih dipertahankan.
Perhatikanlah bentuk tersebut, bukankah bentuknya menyerupai bentuk kepalan tangan ketika
dalam posisi syahadat pada waktu tahyat? Apakah hanya kebetulan, ataukah ada pesan
tersembunyi di sana?. Berikut adalah analisa numeriknya :

Sekilas bentuk visualisasi tersebut jelas membentuk salah satu abjad dalam hijiyah, yakni
ajad MIM ( ) atau abjad ke 24, atau lebih jelasnya adalah :

Artinya, ketika kita bersyahadat (dalam shalat) pada saat posisi tahyat ternyata memilki
konektifitas dengan Masjidil Haram. Karena baik Masjidil Haram dan bentuk kepalan
tangan dengan posisi jari telunjuk di tegakkan (posisi syahadat) sama-sama berkorelasi
dengan huruf MIM (huruf ke 24). Bagaimana sistematika numeriknya, sehingga
mengisyaratkan bahwa Masjidil Haram pun merupakan sebuah simbolik dari Al Quran.

Berikut penjelasannya :

Bila angka 24 disubstitusikan menjadi nomor surat adalah Qs. 24 An Nuur dengan 64
jumlah ayat. Nilai nomor surat ditambahkan dengan jumlah ayatnya : 24 + 64 = 88.
Nilai 88 adalah sama dengan nilai numerik pada kata Al Quran (). Atau lebih
jelasnya lihat skema di bawah ini :
Tulisan Al Quran :

Sepertinya mulai terlihat, konektifitas antara Masjidil Haram dan Al Quran. Dan perlu di
ingat pula bahwa salah satu nama lain dari Al Quran pun adalah An Nuur.
Nilai 88 yang diperoleh, kembali disubstitusikan menjadi nomor surat ke 88 yaitu, Al
Ghasiyah dengan 26 ayat. Nilai 88 + 26 = 114. Nilai 114 adalah sama dengan jumlah
surat di Al Quran.

Ternyata dibalik bentuk Masjidil Haram tersebut mengandung pesan tentang Al Quran
(simbolik dari Al Quran). Hal ini semakin menegaskan tentang makna dari Qs. 2 Al Baqarah
ayat 150 (yang sudah disampaikan pada tulisan Mukjizat Al Quran seri pertama), bahwa
Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah
Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu,
agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di
antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku
Sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk..
bermakna : dari mana saja kita keluar dan di mana saja kita berada, selalulah berpedoman
pada Al Quran.

Bentuk Masjidil Haram memiliki keterkaitan dengan huruf Mim (huruf ke 24), dan surat
ke 24 adalah An Nuur (Cahaya). Hal ini cukup membuktikan mengapa penampakan
Masjidil Haram dari sebuah satelit di luar angkasa, terlihat bercahaya walaupun pada saat
itu kondisi alam di Masjidil Haram adalah malam hari. Subhanallah.
Dengan sebuah uraian pada skema di bawah ini, kembali ditegaskan tentang makna
simbolik dari Masjidil Haram dan Kabah adalah merupakan simbolik dari Al Quran
:Setelah mengurai nilai numerik dari nomor surat dan jumlah ayat Surat An Nuur
(24+64=88), yang hasilnya sama dengan nilai numerik kata Al Quran, kali ini adalah
penguraian nilai numerik dari 4 huruf hijaiyah pada nama surat ke 24 (An Nuur) yang
menghasilkan nilai 92.

Surat ke 92 adalah Al Lail (Malam) dengan jumlah ayat 21. Bukankah telah dijelaskan
sebelumnya bahwa nilai 21 adalah sama dengan nilai deret hitung dari 6 atau (1 + 2 + 3 +
4 + 5 + 6 = 21) ? dan nilai 6 adalah sama dengan jumlah sisi bangunan Kabah. Hal ini
juga dapat menjelaskan mengapa Masjidil Haram tetap terlihat bercahaya (Qs. 24, An
Nuur) pada malam hari (Qs. 92, Al Lail), walau dilihat dari satelit sekalipun.
Bermula dari uraian tentang Qs. 24 (An Nuur) yang juga merupakan nama lain dari Al
Quran, ternyata di dalamnya terkandung pula kesetaraan nilai tentang Kabah. Kembali
dibuktikan disini tentang konektifitas antara Syahadat Masjidil Haram Kabah dan Al
Quran.

Masjidil Haram Al Quran dan Muhammad saw


Dalam sebuah riwayat dari Aisyah ra ketika ia ditanya seseorang : Bagaimanakah akhlak
Rasulullah ?, lantas ia menjawab Ini, sambil menunjukkan Al Quran. Memang demikianlah
adanya, sehingga secara menyeluruh bagi ummat Islam, sangat dikenal bahwa Muhammad saw
adalah Al Quran yang berjalan.
Bagaimanakah keterkaitan sistematika numerik Al Qurannya? Berikut jawabannya :

Telah dijelaskan di atas bagaimana visualisasi Masjidil Haram dan bentuk kepalan tangan
ketika dalam posisi bersyahadat (pada saat tahyat) terkoneksi dengan huruf MIM (24).
Bila ke 2 MIM ini disandingkan dan digunakan perhitungan matematik yang sedikit
berbeda akan terlihat sbb :

Hasil pertama : dari huruf MIM (24) dengan sistem penjumlahan (2 + 4) bernilai = 6.
Dalam nomor urut ke 6 huruf hijaiyah adalah HA :
Hasil ke dua : dari huruf Mim (24) dengan sistem perkalian (2 x 4) bernilai = 8.
Dalam nomor urut ke 8 huruf hijaiyah adalah DAL :
Bila digabungkan ke 4 huruf di atas maka akan terbentuk kata : (Muhammad)
Tentu bukan sebuah kebetulan bukan, mengapa syahadat rasul yang dimaksud adalah
kesaksian kita terhadap kepada Muhammad saw?. Terlihat sangat jelas keterkaitan antara
Masjidil Haram Muhammad Al Quran. Dalam qs. 90 Al Balad ayat 1 dan 2 cukup
menegaskan hal ini : Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah) dan engkau
(Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini.

Khusus dalam kaitan antara huruf MIM (24) dan Qs. 47 (Muhammad), mari kita cermati
terjemah dari Surat ke 47 ayat 24 :
Maka tidakkah mereka memperhatikan Al-Quran, ataukah hati mereka sudah terkunci?
dan Surat ke 24 ayat 47
Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul
(Muhammad), dan kami menaati (keduanya). Kemudian sebagian dari mereka berpaling
setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman.
Semoga kita tidak termasuk dari golongan-golongan orang di maksud di atas, dimana bilamana
hati sudah terkunci, maka Al Quran bukan merupakan suatu hal yang penting lagi, tak perlu
dikaji lagi, tak perlu diperhatikan lagi, bahkan tak perlu di baca lagi. Dan semoga kita tidak pula
termasuk pada golongan orang yang munafik, yang mengaku beriman pada Allah dan Rasul
hanya sebatas lisan saja, namun sikap dan perilaku seorang muslim yang seharusnya berpedoman
pada Al Quran, tidak tercermin dalam hidupnya
Syahadat dan Shalawat pada Shalat

Setelah kita bersyahadat dalam shalat (posisi tahyat), dilanjutkan dengan membacakan doa
shalawat nabi. Shalawat tersebut, ditujukan kepada 2 sosok nabi yang ada di antara 25 nabi yang
wajib di imani, yaitu Muhammad saw dan Ibrahim as. Pertanyaannya, mengapa ke 2 nabi
tersebut yang dicantumkan? Mengapa bukan nabi Adam as (nabi pertama) dan nabi Muhammad
saw (nabi terakhir) misalnya. Atau nabi pertama yang mendapatkan kitab (Musa as / Taurat) dan
nabi Muhammad saw (Al Quran), atau kombinasi-kombinasi lainnya. Ada pesan apakah di balik
ini semua ? Mari coba kita mengerti melalui pendekatan numerik Al Quran :

Di Al Quran posisi surat Muhammad adalah surat ke 47 dengan 38 jumlah ayatnya.


Bila dilanjutkan substitusi nilai 38 menjadi nomor surat yaitu surat Shaad. Surat ini
adalah salah satu surat di Al Quran yang nama suratnya diambil dari huruf
hijaiyah, yaitu huruf ke 14 (Shaad / ).
Selanjutnya kembali dilihat di Al Quran, surat ke 14 adalah surat Ibrahim, yang
berjumlah 52 ayat.
Dari uraian di atas cukup menjelaskan mengapa shalawat pada shalat mengabadikan ke 2
sosok nabi ini. Sebuah pesan menapaktilasi ajaran ke dua sosok kekasih Allah, yang ke
dua nya sama-sama memiki hubungan yang khas dan khusus dengan Kabah dan Masjidil
Haram.
Nilai awal dari paparan di atas yaitu bermula dari surat 47, bila ditambahkan dengan
uraian akhirnya yaitu jumlah ayat dari surat Ibrahim (52 ayat), menjadi : 47 + 52 = 99.
Nilai 99 merupakan jumlah ayat dari Qs. 15 (Al Hijr). Kedua nilai ini kembali
dijumlahkan sehingga menjadi 15 + 99 = 114 (jumlah ayat Al Quran). Untuk kesekian
kalinya, pembuktian keterkaitan ini terulang kembali, mungkin tak perlu di jelaskan lagi,
atau untuk lebih jelasnya paparan tentang sistematika numerik antara Ibrahim Kabah
Al Hijr rukun Iman rukun Islam Syahadat Al Quran. Ada baiknya membuka
kembali tulisan kami yang pertama (Mukjizat Syahadat).

Demikianlah, paparan singkat tentang lanjutan tulisan kami sebelumnya (berjudul Mukjizat
Syahadat). Kembali dalam tulisan ini disampaikan betapa posisi rukun Islam pertama yaitu
Syahadat (mempelajari dan memahami Al Quran), memiliki peran yang teramat sangat penting
dalam ke Islaman, sebuah pondasi kokoh yang mampu memperkuat rukun-rukun Islam
setelahnya (Shalat Zakat Puasa dan Hajj).
Akhirul kalam, sebagai hamba Allah yang tidak luput dari khilaf, kritik membangun dan saran
serta masukan dari pembaca, akan menjadi motivasi bagi kami untuk melakukan perbaikanperbaikan atas khilaf dan pemahaman kami. Terima kasih, wassalam
By
http://www.belajarnumerikalquran.wordpress.com
http://www.belajarnumerikalquran.blogspot.com
Bagamana menurut anda tentang pos ini ?
Menarik & Informatif
VotePolldaddy.com

Biasa aja

Tidak MenarikOther:

Nama(wajib)
Email(wajib)
Website

Komentar(wajib)

Bagikan ini:

Twitter1
Facebook10
Google
Pinterest

Terkait
Mukjizat Syahadat (Melalui Kajian Numerik Al Quran)dalam "Syahadat"
SISTEMATIKA NUMERIK AL QURAN MENGENAI MUHAMMAD SAW ADALAH AL
QURANdalam "Muhammad saw"
PSIKOLOGI QUR'ANI (PARADIGMA NUMERIK STRUKTUR ALQURAN)dalam "Numerik
Al Quran"
By ip23 Posted in Syahadat Tagged alquran, alquran numerik, ka'bah, masjidl haram,
muhammad, mukjizat alquran, numerik alquran, syahadat
3

Navigasi pos
FANA
Pembuktian 17 Rakaat Shalat (Melalui Paradigma Numerik Al Quran) 1

3 comments on Mukjizat Syahadat (Melalui Pendekatan


Numerik Al Quran) 2
1. Ping-balik: Mukjizat Syahadat (Melalui- Pendekatan Numerik Al-Quran) 2 |
2.

sandwich panel
24 September 2014 @ 7:59 pm
PT. Bondor Indonesia
Insulated Panel Systems have been supplied to various projects around the globe for over
30 years. With its Timber
Free, CFC Free, Ozone Safe materials, the systems are able to help the users to save
energy, time as well as money.
In Indonesia, Bondor Insulated Panel Systems has been installed at more than 1,200
projects since 1995. To
make sure that the product meet the International standards, PT. Bondor Indonesia has
received ISO 9001 for Quality
Management System in 2005.
sandwich panel
insulated panel
cold storage
room storage
Suka

Rate This
Balas
3. Ping-balik: Grafik Lafadz Allah (Melalu Pendekatan Numerik Al Quran) |

Berikan Balasan

Cari

Posting
Pos Favorite
Posts | Pages
All | Today | This Week | This Month

Mukjizat Syahadat (Melalui Pendekatan Numerik Al Quran) 2


5/5 (1 vote)

Top Posts & Halaman

SISTEMATIKA NUMERIK AL QURAN MENGENAI MUHAMMAD SAW


ADALAH AL QURAN
Grafik Qur'ani
Ciri Ciri Khusus Al Quran Format 18 Baris

Pos-pos Terakhir: Belajar Numerik Al Quran


SISTEMATIKA NUMERIK AL QURAN MENGENAI MUHAMMAD SAW ADALAH
AL QURAN
PSIKOLOGI QURANI (PARADIGMA NUMERIK STRUKTUR ALQURAN)
Perpecahan 73 Golongan (Berdasarkan Analisa Numerik Al Quran)

Konektifitas Basmalah dan Sistematika Al Quran (Berdasarkan Analisa Numerik Al


Quran)
Menangkap Pesan Rukun Haji Melalui Pendekatan Numerik Al Quran
FANA
Grafik Lafadz Allah (Melalu Pendekatan Numerik Al Quran)
Pembuktian 17 Rakaat Shalat (Melalu Pendekatan Numerik Al Quran) 3
Pembuktian 17 Rakaat Shalat (Melalui Pendekatan Numerik Al Quran) 2
Pembuktian 17 Rakaat Shalat (Melalui Paradigma Numerik Al Quran) 1

Statistik Blog

9,154 hits

Blog yang Saya Ikuti

Halaman

Alamat
o
o

Hubungi Kami
Lokasi Kami
Galeri Buku
o Al Quran Mushaf Ustmani Format 18 Baris
o Beli Buku..
o Karakter Diri Dalam Juz Al Quran
o Matematika Al Quran
o Matematika Shalat
o Menyingkap Tabir Basmalah

o
o
o
o
o
o
o
o
o

Modul Format & Struktur Al-Quran 1


Modul Format & Struktur Al-Quran 2
Modul Format & Struktur Al-Quran 3
Pengenalan Numerik Al Quran
Pesan Pesan Numerik 1
Pesan Keilmuan pada Qs. 96 (Al Alaq) ayat 1 5
Psikologi Qurani
Rahasia Putaran Shalat
Struktur Matematika Al Quran
Grafik Qurani
o Basmalah & Sistematika Genap Ganjil 114 Surat Al Quran
o Grafik Allah (Sistematika Nomor Surat & Jumlah Ayat Al Quran)
o Grafik Hati (30 Juz)
Grafik Hati Juz 01
Grafik Hati Juz 02
Grafik Hati Juz 03
Grafik Hati Juz 04
Grafik Hati Juz 05
Grafik Hati Juz 06
Grafik Hati Juz 07
Grafik Hati Juz 08
Grafik Hati Juz 09
Grafik Hati Juz 10
Grafik Hati Juz 11
Grafik Hati Juz 12
Grafik Hati Juz 13
Grafik Hati Juz 14
Grafik Hati Juz 15
Grafik Hati Juz 16
Grafik Hati Juz 17
Grafik Hati Juz 18
Grafik Hati Juz 19
Grafik Hati Juz 20
Grafik Hati Juz 21
Grafik Hati Juz 22
Grafik Hati Juz 23
Grafik Hati Juz 24
Grafik Hati Juz 25
Grafik Hati Juz 26
Grafik Hati Juz 27
Grafik Hati Juz 28
Grafik Hati Juz 29
Grafik Hati Juz 30
o Grafik Lafadz Allah Pada Al Quran Mushaf Ustmani 18 Baris
Hadist
o Hadist Keutamaan Al Quran

Hadist Qudsi Tentang Al Faatihah


Jadwal Belajar
o Hari kerja
o Materi Hari Kamis
o Materi Hari Senin
o Saya ingin belajar lebih jauh lagi
Konsultasi
LAQS
Parameter
o Arti 16 Halaman Juz A
o Arti 16 Halaman Juz B
o Ciri Ciri Khusus Al Quran Format 18 Baris
o Daftar 114 Surat
o Jumlah Surat Ayat Juz di Al Quran
o Landasan Metode Penggunaan Al Quran 18 Baris
o Parameter 32 Abjad Al Quran
o Parameter Dasar
Perihal
Umpan Balik

Numerik Al Quran
Meta

Mendaftar
Masuk log
RSS Entri
RSS Komentar
WordPress.com

al quran numerik

Mebel Jati Susan Gallery

numerik al quran

Al Quran Hati
Al Quran Ustmani Format 18 Baris
Belajar Numerik Al Quran
Belajar Numerik Al Quran di Bandung
Darul Qohar
Psikologi Al Quran

Terapi Autis Dengan Al Quran

Grafik Lafadz Allah

Al Quran Format 18 Baris

Buku Pesan Keilmuan Pada Qs. 96-AlAlaq


1-5

Buku Menguak Tabir Basmalah

Grafik Hati 30 Juz

September 2014
S S R K J S M
Okt
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Ikuti Blog melalui Email


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan
tentang pos baru melalui surat elektronik.
Bergabunglah dengan 463 pengikut lainnya.

Blog di WordPress.com. | The iTheme2 Theme.


Ikuti

Follow Belajar Numerik Al Quran


Get every new post delivered to your Inbox.
Bergabunglah dengan 463 pengikut lainnya.
Buat situs dengan WordPress.com