Anda di halaman 1dari 3

Fakta Psikologi

21 Juli 2013
Anantomi Gerakan Wudhu Menurut Pandangan Medis
1. Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Ritual Wudhu
Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas (Henry Netter, 1906).Akan tetapi secara
embriologis pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat
penulangan (Leslie Brained Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat pusat penulangan yang
menyatu, membentuk tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu dekat dengan bilangan hari
dalam satu tahun. Dalam kajian penulis, didapatkan adanya rahasia matematis tersebut. Ada dua
premis (dari hadits dan atsar) :
a. Apabila kamu ditimpa demam satu hari, kemudian kamu bersabar, kamu akan mendapat
pahala seperti ibadah satu tahun (Atsar dari Ali bin Abi Thalib)
b. Tiap tiap ruas tulang anak adam itu ada sedekahnya setiap harinya (HR Bukhari Muslim,
termasuk Hadits Arbain)
Dari dua premis tersebut dapat dihubungkan, bahwa tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang
mendekati bilangan hari dalam setahun. Tulang tulang penyusun anggota wudhu jumlahnya
tertentu,
dikalikan masing masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan
menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia.
Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu :
a. Lengan dan tangan : 30 buah
b. Tungkai dan kaki : 31 buah
c. Wajah : 12 buah
d. Rongga mulut dan hidung : 41 buah
e. Kepala : 12 buah
Bagian tubuh poin a d dijumlahkan menghasilkan angka 114. Angka tersebut dikalikan 3 oleh
karena pembasuhan waktu melakukan wudhu sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e
tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12,
didapatkan angka 345, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijiriyah, sekaligus sama
dengan jumlah seluruh tulang manusia.
2. Wudhu dan Aliran Darah Perifer

Dalam hadits riwayat empat Imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam
Ahmad Hambali) diterangkan
Sempurnakanlah dalam berwudhu dan gosoklah sela sela jari kalian... perintah ini secara
medis sangat bermakna. Mengapa sela sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan
serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela sela jari itu sudah
barang tentu memperlancar
aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa
banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari jari.
Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela
sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling
banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 230
ujung saraf peraba.
3. Titik titik penting terdapat di Anggota Wudhu
Kita dapat memahami bahwa anggota wudhu yang dibasuh adalah bagian bagian tubuh yang
biasanya banyak bersentuhan dengan dunia luar. Bagian bagian tersebut umumnya tidak
tertutup pakaian, abhakan memang menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga
paling banyak mengalami kontaminasi (kotoran), dan oleh karena secara logis paling perlu
dibasuh. Inilah aspek higine dalam ritual wudhu.
Disisi lain, daerah ujung lengan (siku ke bawah) dan ujung tungkai
(lutut kebawah) terdapat titik titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam
memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya.
Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik titik
penting tersebut.
berwudhu dan gosoklah sela sela jari kalian...
perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela sela jari yang disebut?, ternyata di
bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela
sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin
pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran
darah dan berakibat pembusukan jari jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani
amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela
sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling
banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 230
ujung saraf peraba.
4. Ear Acupunture

Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang spesialis kedokteran di China. Menurut
ilmu akupuntur telinga adalah representasi dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan
bentuk tubuh saat masih berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah
bagian sering dipasan anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat tersimpanya organ
organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik terhadap fungsi organ
dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seakan akan
melakukan stimulasi daerah punggung dan ruas ruas tulang belakang.
Ilmu Brain Gym juga menjelaskan gerakan pasang telinga. Caranya, telinga digosok gosok
sendiri dengan lembut, hingga timbul warna kemerahan dan dirasakan dengan sensasi yang lebih
hangat. Metode ini menambah konsentrasi dan daya serap belajar anak disekolah. Akibatnya
prestasi juga meningkat. Sebaiknya anak anak diajari untuk melakukan ini secara sadar, saat
memulai belajar, baik di sekolah maupun dirumah
Sumber: https://www.facebook.com/faktapsikologi/posts/491618740933147