Anda di halaman 1dari 31

Kompilasi ABS SBK

Kompilasi ABS SBK

I. Mukadimah
Visi propinsi Sumatera Barat adalah ingin menjadikan masyarakat
Sumatera Barat sejahtera dunia akhirat. Visi tersebut akan sulit dicapai bila
tidak dirumuskan misi yang jelas, tujuan yang akan dicapai, dan sasaran yang
hendak diraih, serta cara yang akan ditempuh untuk mewujudkan tujuan
tersebut secara tepat. Berhasilnya teknik pencapaian tujuan dimaksud, di
antaranya adalah pemahaman masyarakat dan para ninik mamak pemangku
adat Minangkabau terhadap nilai-nilai adat dan agama dalam kehidupan
sehari-hari. Ninik mamak sebagai pemimpin masyarakat adat Minangkabau
sebagian besar berada di propinsi Sumatera Barat kini, sedang menghadapi
perubahan besar, sebagai akibat dari proses globalisasi dan dunia informasi.
Minangkabau sejak dahulu hingga sekarang, tatanan kehidupan
masyarakatnya sangat ideal karena didasari nilai-nilai, norma-norma adat dan
agama Islam yang menyeluruh, dalam satu ungkapan adat berbunyi Adat
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Adat dan syarak di Minangkabau
merupakan benteng kehidupan dunia akhirat yang disebutkan dalam petatah
adat “kesudahan adat ka balairung, kasudahan syarak ka akhirat”. Mamangan
ini menyiratkan teguhnya benteng orang Minangkabau yang terkandung di
dalam adat dan kokohnya perisai Islam yang di pagar oleh syarak.
Fenomena sekarang terlihat norma lama yang luhur mulai agak memudar,
sementara tatanan baru belum pula terbentuk. Nilai-nilai kehidupan pada
mulanya bersifat kebersamaan di masa sekarang agak cendrung bersifat
individual. Nilai-nilai kehidupan selama ini tumbuh di nagari, sekarang
kecendrungan masyarakat lebih suka hidup di perkotaan. Pada masa doeloe
norma kehidupan berpegang kepada budi dan rasa malu, sekarang cenderung
mulai meninggalkan sifat tenggang rasa, dan fenomena seperti itu sering
menjadikan adat Minangkabau yang mempunyai banyak sekali nilai-nilai ideal
itu, mulai jadi bahan cercaan.
Nilai-nilai universal dalam masyarakat Minangkabau berkaitan dengan
nilai-nilai adat dan syarak dapat dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu: (1)
nilai-nilai ketuhanan, (2) nilai-nilai kemanusiaan, (3) nilai-nilai persaudaraan
atau ukhuwah Islamiyah / kesatuan dan persatuan, (4) nilai musyawarah dan
demokrasi, (5) raso pareso / akhlak / budi pekerti, (6) gotong royong / sosial
kemasyarakatan.
Keenam nilai-nilai tersebut sangat dipahami oleh para ninik mamak
pemangku adat Minangkabau dan menjadi prilakunya sehari-hari, karena ninik
mamak adalah suri teladan bagi anak kemenakannya.

1 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Fenomena terjadi akhir-akhir ini sosok ninik mamak kurang dihargai oleh
kemanakannya. Anak kemenakan seolah-olah tidak ambil pusing lagi dengan
ninik mamaknya. Terkadang perkataan ninik mamak sering tidak diacuhkan
oleh kemanakannya. Bahkan kehadiran ninik mamak di tengah-tengah anak
kemanakannya seolah-olah tidak diperlukan lagi.
Saat ini terjadi krisis kepercayaan terhadap ninik mamak oleh anak
kemenakan. Ninik mamak seharusnya memegang kendali dan menentukan
dalam pembentukan kepribadian anak kemenakan. Penyebab terjadinya krisis
kepercayaan di kalangan anak kemenakan terhadap ninik mamak saat ini di
antaranya adalah karena kurangnya pemahaman Ninik Mamak Pemangku Adat
Minangkabau terhadap nilai-nilai adat dan syarak. Jika masalah ini dibiarkan
terus menerus, maka tidak mustahil masyarakat Minangkabau yang dikenal
masyarakat beradat, mungkin hanya akan tinggal kenangan, dan hanya
menjadi sebuah catatan sejarah bahwa dulu masyarakat Minangkabau sangat
menjunjung tinggi adatnya yang kokoh dipagari oleh nilai-nilai agama atau
syarak.

II. Adat di Minangkabau


Orang Minangkabau terkenal dengan adatnya yang kuat. Adat sangat
penting dalam kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu dalam petatah
Minangkabau diungkapkan, hiduik di kanduang adat. Maka, ada empat
tingkatan adat di Minangkabau.

1. Adat Nan Sabana Adat


Adat nan sabana adat adalah kenyataan yang berlaku tetap di alam, tidak
pernah berubah oleh keadaan tempat dan waktu. Kenyataan itu mengandung
nilai-nilai, norma, dan hukum. Di dalam ungkapan Minangkabau dinyatakan
sebagai adat nan indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan, diasak
indak layua, dibubuik indak mati; atau adat babuhua mati. Adat nan sabana
adat bersumber dari alam.
Pada hakikatnya, adat ini ialah kelaziman yang terjadi sesuai dengan
kehendak Allah. Maka, adat Minangkabau tidak bertentangan dengan ajaran
Islam. Hal itu melahirkan konsep dasar pelaksanaan adat dalam kehidupan
masyarakat Minangkabau, yakni adat basandi syarak, syarak basandi
kitabullah dan syarak mangato, adat mamakai. Dari konsep itu lahir pulalah
falsafah dasar orang Minangkabau yakni alam takambang jadi guru.
Adat nan sabana adat menempati kedudukan tertinggi dari empat jenis
adat di Minangkabau, sebagai landasan utama dari norma, hukum, dan aturan-
aturan masyarakat Minangkabau. Semua hukum adat, ketentuan adat, norma
kemasyarakatan, dan peraturan-peraturan yang berlaku di Minangkabau
bersumber dari adat nan sabana adat.

2 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

2. Adat Nan Diadatkan


Adat nan diadatkan adalah adat buatan yang dirancang, dan disusun oleh
nenek moyang orang Minangkabau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari. Aturan yang berupa adat nan diadatkan disampaikan dalam petatah dan
petitih, mamangan, pantun, dan ungkapan bahasa yang berkias hikmah.
Orang Minangkabau mempercayai dua orang tokoh sebagai perancang,
perencana, dan penyusun adat nan diadatkan, yaitu Datuak Parpatiah Nan
Sabatang dan Datuak Katumangguangan.
Inti dari adat nan diadatkan yang dirancang Datuak Parpatiah Nan
Sabatang ialah demokrasi, berdaulat kepada rakyat, dan mengutamakan
musyawarah untuk mufakat. Sedangkan adat yang disusun Datuak
Katumangguangan intinya melaksanakan pemerintahan yang berdaulat ke
atas, otokrasi namun tidak sewenang-wenang. Sepintas, kedua konsep adat itu
berlawanan. Namun dalam pelaksanaannya kedua konsep itu bertemu,
membaur, dan saling mengisi. Gabungan keduanya melahirkan demokrasi
yang khas di Minangkabau. Diungkapkan dalam ajaran Minangkabau sebagai
berikut:
Bajanjang naiak, batanggo turun.
Naiak dari janjang nan di bawah, turun dari tanggo nan di ateh.
Titiak dari langik, tabasuik dari bumi.
Penggabungan kedua sistem ini ibarat hubungan legislatif dan eksekutif di
sistem pemerintahan saat ini.

3. Adat Nan Taradat


Adat nan taradat adalah ketentuan adat yang disusun di nagari untuk
melaksanakan adat nan sabana adat dan adat nan diadatkan sesuai dengan
keadaan dan kebutuhan nagarinya. Adat ini disusun oleh para tokoh dan
pemuka masyarakat nagari melalui musyawarah dan mufakat. Dari pengertian
itu lahirlah istilah adat salingka nagari.
Adat nan taradat disebut juga adat babuhua sentak, artinya dapat
diperbaiki, diubah, dan diganti. Fungsi utamanya sebagai peraturan
pelaksanaan dari adat Minangkabau. Contoh penerapannya antara lain dalam
upacara batagak pangulu, turun mandi, sunat rasul, dan perkawinan, yang
selalu dipagari oleh ketentuan agama, di mana syarak mangato adaik
mamakaikan.

4. Adat Istiadat
Adat istiadat merupakan aturan adat yang dibuat dengan mufakat niniak
mamak dalam suatu nagari. Peraturan ini menampung segala kemauan anak
nagari yang sesuai menurut alua jo patuik, patuik jo mungkin. Aspirasi yang
disalurkan ke dalam adat istiadat ialah aspirasi yang sesuai dengan adat jo

3 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

limbago, manuruik barih jo balabeh, manuruik ukuran cupak jo gantang,


manuruik alua jo patuik.
Ada dua proses terbentuknya adat istiadat. Pertama, berdasarkan usul
dari anak nagari, anak kemenakan, dan masyarakat setempat. Kedua,
berdasarkan fenomena atau gejala yang tumbuh dan berkembang di dalam
masyarakat. Ini diungkapkan dalam kato pusako:
Tumbuah bak padi digaro, tumbuah bak bijo disiang.
Elok dipakai, buruak dibuang.
Elok dipakai jo mufakat, buruak dibuang jo rundiangan.
Adat istiadat umumnya tampak dalam bentuk kesenangan anak nagari seperti
kesenian, langgam dan tari, dan olahraga.

III. Adat Basandi Syarak


Sebelum Islam masuk ke Minangkabau, orang Minang memanfaatkan
alam sebagai sumber ajarannya. Mereka menggali nilai-nilai yang diberikan
alam. Ini diungkapkan dalam filsafat orang Minangkabau alam takambang jadi
guru.
Ketika agama Islam masuk, adat di Minangkabau secara hakikinya tidak
bertentangan dengan ajaran syarak dalam agama Islam, karena alam yang
telah dijadikan pedoman hidup masyarakat Minangkabau adalah ciptaan Allah
semata. Itulah sebabnya ketika Islam masuk langsung diterima oleh orang
Minangkabau. Maka, kalaupun dalam sejarah, timbulnya Perang Paderi tidak
semata karena disebabkan pertentangan kaum adat dan kaum agama (Islam),
akan tetapi karena pemurnian ajaran syarak di dalam pelaksanaan adat
semata, sebagai akibat dari amar makruf nahi munkar. Akan tetapi
pemerintahan kolonial Belanda, memakai peristiwa ini sebagai alat politik adu
domba.
Namun pada tahun 1811 penguasa adat di Minangkabau, yakni Sultan
Begagarsyah mempermaklumkan perang bahu membahu antara seluruh
masyarakat anak nagari di Minangkabau, melawan pemerintahan kolonial
Belanda. Kaum adat dan kaum agama menyatukan pendapat dalam
pertemuan pangulu tigo luhak beserta para ulamanya. Pertemuan ini
melahirkan Piagam Bukik Marapalam yang menegaskan bahwa antara adat
dan Islam tidak bertentangan.
Adat bapaneh, syarak balinduang.
Syarak mangato, adat mamakai.

4 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Adat bapaneh, syarak balinduang maksudnya adat bagaikan tubuh,


agama sebagai jiwa. Antara tubuh dan jiwa tidak bisa dipisahkan. Syarak
mangato, adat mamakai maksudnya syarak memberikan hukum dan syariat,
adat mengamalkan apa yang difatwakan agama. Kesimpulan piagam ini lazim
disebut adat jo syarak sanda-manyanda, kemudian lebih dikenal lagi dengan
adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Kelarasan di Minangkabau
Laras (lareh) adalah dasar pemerintahan menurut adat Minangkabau.
Kelarasan adalah sistem pemerintahan menurut adat Minangkabau. Ada dua
kelarasan di Minangkabau, yaitu Kelarasan Bodi Caniago dan Kelarasan Koto
Piliang.

Bodi Caniago Koto Piliang

Dikembangkan dan dipimpin oleh Dikembangkan dan dipimpin oleh Datuak


Datuak Parpatiah Nan Sabatang Katumangguangan

Berdaulat pada rakyat, diungkapkan: Berpusat pada pimpinan, diungkapkan:


putuih rundiangan dek sakato nan babarih nan bapaek
rancak rundiangan disapakati nan baukua nan bacoreng
kato surang dibulek-i titiak dari ateh, turun dari tanggo
kato basamo kato mufakat tabujua lalu, tabalintang patah
saukua mako manjadi, sasuai mako
takanak
tuah dek sakato, mulonyo rundiang
dimufakati
di lahia lah samo nyato, di batin buliah
diliek-i

Semboyannya mambasuik dari bumi Semboyannya titiak dari ateh

Bersifat demokratis Bersifat otokratis

Pengambilan keputusan mengutamakan Pengambilan keputusan berpedoman


kata mufakat. Keputusan diambil pada kebijaksanaan dari atas. Segala
berdasarkan kesepakatan bersama, bentuk keputusan datangnya dari atas.
bukan hanya berasal dari pimpinan saja, Masyarakat tinggal menerima apa yang
akan tetapi masyarakatnya ikut telah ditetapkan.
dilibatkan.

Penggantian gelar pusaka secara hiduik Penggantian gelar pusaka secara mati
bakarelaan, artinya penghulu bisa batungkek budi, artinya penghulu baru
diganti jika sudah tidak mampu lagi bisa diganti jika sudah meninggal
melaksanakan tugasnya
5 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Pewarisan gelar disebut gadang bagilia, Pewarisan gelar disebut patah tumbuah
artinya gelar penghulu boleh digilirkan hilang baganti, artinya gelar penghulu
pada kaum mereka walau bukan harus tetap di pihak mereka yang
saparuik, asalkan melalui musyawarah saparuik (sekeluarga).
adat

Rumah gadang lantainya rata saja dari Rumah gadang mempunyai anjung pada
ujung sampai pangkal lantai kiri dan kanan

Menurut tambo, daerah kebesarannya: Menurut tambo, daerah kebesarannya:


 Tanjuang Nan Ampek  Langgam Nan Tujuah
1. Tanjuang Alam 1. Singkarak – Saningbaka
2. Tanjuang Sungayang 2. Sulik Aia – Tanjuang Balik
3. Tanjuang Barulak 3. Padang Gantiang
4. Tanjuang Bingkuang 4. Saruaso
 Lubuak Nan Tigo 5. Labutan – Sungai Jambu
1. Lubuak Sikarah 6. Batipuah
2. Lubuak Simauang 7. Simawang – Bukik Kanduang
3. Lubuak Sipunai  Basa Ampek Balai
Susunan kebesaran ini dinamakan Lareh 1. Sungai Tarab
Nan Bunta. 2. Saruaso
3. Padang Gantiang
4. Sumaniak
Susunan kebesaran ini dinamakan Lareh
Nan Panjang.

Kekuasaan penghulu sama di nagari, Penghulunya bertingkat-tingkat, disebut


disebut pucuak tagerai. pucuak bulek, urek tunggang.
Tingkatannya adalah panghulu pucuak,
panghulu kaampek suku, dan panghulu
andiko.

Pemahaman Adat Minangkabau Terhadap Nilai-Nilai


ABSSBK.
Nilai-nilai Adat Basandi Syarak di kelompokkan menjadi enam kelompok
yaitu:
(1)Nilai ketuhanan Yang Maha Esa,
(2)Nilai kemanusiaan,
(3)Nilai persatuan dan kesatuan,

6 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

(4)Nilai demokrasi dan musyawarah,


(5)Nilai budi pekerti dan raso pareso,
(6)Nilai sosial kemasyarakatan.

Dasar pikiran yang berhubungan dengan nilai-nilai, yaitu nilai ketuhanan,


kemanusiaan, kesatuan dan persatuan, musyawarah dan demokrasi, serta
nilai-nilai sosial kemasyarakatan di antaranya adalah :

1. NILAI-NILAI KETUHANAN YANG MAHA ESA


Nilai-nilai ketuhanan dalam adat dikategorikan dalam bidal yang meliputi:
a. Si Amat mandi di luhak, parigi bapaga bilah, samo dipaga
kaduonyo, adat basandi syarak, syarak basandi kitabbullah, sanda
manyanda kaduonyo.
“ menjaga adat yang Islami”
b. Pangulu tagak di pintu adat, malin tagak di pintu syarak, manti
tagak di pintu susah, dubalang tagak di pintu mati.
“ pembagian tugas yang baik, sesuai fungsi masing-masing,
mesti bekerja dengan professional.”
c. Indak dapek sarimpang padi, batuang dibalah ka paraku, indak
dapek bakandak hati, kandak Allah nan balaku.
“selalu berusaha, dinamis, tidak berputus asa, (rencana
di tangan manusia keputusan di tangan Allah SWT).”
d. Limbago jalan batampuah, itu nan hutang ninik mamak, sarugo
dek iman taguah, narako dek laku awak.
“kuat beramal karya yang baik, jauhi maksiyat.”
e. Jiko bilal alah maimbau, sado karajo dibarantian, sumbahyang
bakaum kito daulu.
“menghidupkan surau, menjaga ibadah
masyarakat, jamaah yang kuat dan memajukan
pendidikan agama dengan baik,”
f. Jiko urang Islam indak bazakat, harato kumuah diri sansaro.
“zakat kekuatan membangun umat, menghindar dari harta
yang kotor, menjauhi korupsi.”
g. Kasudahan adat ka balairung, kasudahan dunia ka akhirat, salah ka
Tuhan minta taubat, salah ka manusia minta maaf.
“(menyesali kesahalan, mohon ampunan atas kesahalan,
dan berjanji tidak akan melakukan lagi)”

7 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

h. Tadorong jajak manurun, tatukiak jajak mandaki. Adat jo syarak


kok tasusun, bumi sanang padi manjadi.
“ menjaga pelaksanaan adat dan agama selalu berjalan
seiring”.

Nilai-nilai Adat dalam Syarak


Nilai-nilai ketuhanan dalam syarak meliputi beberapa aspek nilai di
antaranya ;

a. Mengabdi hanya kepada Allah

Allah Swt. berfirman:

(57 :‫)الذريت‬ ‫وما خلقت الجن والنس ال ليعبدون‬


“Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya
mereka menyembah-Ku” (adz-Zariyat: 56)

‫وما امر الليعبدوا ال مخلصين له الدين حنفاء ويقموا الصلوة ويؤتوا الذكوة‬
(5 :‫وذلك دين القيمة )البينة‬

“Pada hal tidak diperintahkan mereka, melainkan supaya mereka


menyembah Allah dengan mengikhlaskan agama karena-Nya dengan
menjauhi kesesatan, dan (supaya) mereka mendirikan shalat dan
memberi zakat, karena yang demikian itulah agama yang lurus”. (al-
Bayinah: 5)

b. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah.

Allah berfirman:

(20 :‫)النفال‬ ‫يايها الذين امنوا اطيعوا ال ورسوله ولتولوا عنه وانتم تسمعون‬
“Wahai ummat yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya
dan janganlah kamu berpaling dari padanya, padahal kamu mendengar”.
(al-Anfal: 20)

‫ومن يطع ال والرسول فاولئك مع الذين انعم ال عليهم من النبيين‬


(6 :‫والصديقين والشهداء والصالحين وحسن اولئك رفيقا )الناس‬

“Karena siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka mereka itu
adalah beserta ummat yang Allah beri nikmat atasnya, dari Nabi-Nabi,
Shiddiqin, Syuhada dan Shalihin dan alangkah baiknya mereka ini
sebagai sahabat karib”. (an-Nisa: 69)

c. Berserah diri kepada ketentuan Allah.

8 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Allah berfirman:

‫وعسى ان تكرهوا شيئا خيرلكم وعسى ان تحبوا شيئا وهو شر لكم وال يعلم‬
(216 :‫وانتم لتعلمون )البقرة‬

“ Mungkin kamu benci kepada sesuatu, padahal ia itu satu kebaikan bagi
kamu, dan mungkin kamu suka akan sesuatu tapi ia tidak baik kamu, dan
Allah itu Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya”. (al-Baqarah:
216)

(157 :‫)البقرة‬ ‫الذين إذا اصابتهم مصيبة قالوا انا ال وانا اليه راجعون‬
“Yang apabila terjadi terhadap mereka suatu kesusahan, mereka
berkata: Sesungguhnya kami ini milik Allah dan sesungguhnya kepada-
Nyalah kami akan kembali”. (al-Baqarah: 156)

d. Bersyukur kepada Allah

Allah berfirman

(7 :‫)ابراهيم‬ ‫واذا تأذن ربكم لئن شكرتم لزيدنكم ولئن كفرتم ان عذابى لشديد‬
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan kamu memberi tahu jika kamu berterima
kasih niscaya Aku akan tambah nikmat bagi kamu, bila kamu tidak
bersyukur akan nikmat maka azab-Ku itu sangat pedih”. (Ibrahim: 6-7)

e. Ikhlas menerima keputusan Allah.

‫ولو انهم رضوا ما اتهم ال ورسوله وقالوا حسبنا ال سيؤتينا ال من فضله‬


(59 :‫)التوبة‬ ‫ورسوله انا إلى ال راغبون‬
“Dan alangkah baiknya jika mereka ridha dengan apa yang Allah dan
Rasul-Nya berikan kepada mereka, sambil mereka berkata: cukuplah
Allah bagi kami, sesungguhnya Allah dan rasul-Nya akan beri kepada
kamu karunia-Nya, sesungguhnya kami mencintai Allah”. (al-Taubah: 59)

‫كتب ال مقا د ير الخل ئق قبل ان يخلق السموات والرض بخمسين الف‬


(‫سنه )رواه مسلم‬

“Allah telah menentukan kepastian/ketetapan terhadap semua makhluk-


Nya sebelum Allah menciptakan langit dan bumi 50.000 tahun”. (HR.
Muslim)

f. Penuh harap kepada Allah


Allah berfirman:

9 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

‫وا ما تعرضن عنهم ابتعاء رحمة من ربك ترجوها فقل لهم قولميسورا‬
(28 :‫)بني اسرائيل‬
“Dan jika engkau berpaling dari mereka, karena mengharapkan
(menunggu) rahmat dari Tuhanmu, yang engkau harapkan, maka
berkatalah kepada mereka dengan ucapan yang lemah lembut”. (bani
Isra’il: 28)

(5 :‫)العنكبوت‬ ‫من كان يرجوا لقاء ال فان اجل ال رات وهو السميع عليم‬
“Siapa saja yang mengharapkan pertemuan (dengan) Allah, maka
sesungguhnya waktu (perjanjian) Allah akan datang, dan Dia yang
Mendengar, yang Mengetahui”. (al-Ankabut: 5)

‫ان الذين امنوا والذين هاجروا وجاهدوا فى سبيل ال اولئك يرجون رحمت ال وال‬
(218 :‫غفور رحيم )البقرة‬
“Sesungguhnya ummat yang beriman dan berhijrah serta bekerja keras
(berjihad) di jalan Allah, mereka itu (ummat yang) berharap rahmat Allah
dan Allah itu Pengampun, Penyayang”. (al-Baqarah: 218)

g. Takut dengan rasa tunduk dan patuh

‫انما يعمر مساجد ال من أ من بال واليوم ال خر واقام الصلوة واتى‬


(18 :‫)التوبة‬ ‫الزكوة ولم يخسى ال ال فعسى اولئك ان يكونوا من المهتدين‬
“Sesungguhnya ummat yang memakmurkan masjid Allah ummat yang
beriman kepada Allah dan hari kemudian dan mendirikan shalat dan
membayarkan zakat. Maka Allahlah yang lebih berhak kamu takuti, jika
memang kamu ummat yang beriman”. (al-Taubah: 13

(44 :‫)المائدة‬ ‫فل تخشوا الناس واخشون ولتشتروا بأ يا تي ثمنا قليل‬


“Janganlah kamu takut kepada manusia tetapi takutlah kepada-Ku (Allah)
dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah
(sedikit)”. (al-Maidah: 44)

(28 :‫العلماؤا … )فاطر‬ ‫امنا يخشى ال من عباده‬


“Tidak ada yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya kecuali
ulama (berilmu)”. (Fathir: 28)

h. Takut terhadap siksaan Allah

Allah Berfirman:

10 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

‫ان في ذلك لية لمن خاف عذاب الخرة ذلك يوم تجموع له الناس وذلك يوم‬
(103 :‫مشهود … )هود‬

“Sesungguhnya di dalam itu ada tanda bagi orang yang takut kepada
azab akhirat: ialah hari yang dikumpulkan padanya manusia dan ialah
hari yang akan disaksikan”. (Hud: 103)

‫كمثل الشيطن اذ قال لل نسان اكفر فلما كفر قال اني بريء منك انى‬
(16 :‫اخاف ال رب العالمين … )الحشر‬

“(Mereka adalah) seperti syetan tatkala berkata kepada mereka: kufurlah


setelah manusia itu kufur, ia berkata: Aku berlepas diri dari padamu,
karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan bagi alam semesta”.
(al-Hasyr: 16)

i. Berdo’a memohon pertolongan Allah.

Allah berfirman:

‫واذا سألك عبادي عنى فانى قريب أ جيب دعوة الداع إذا دعان فليستجبوا لى‬
(186 :‫)البقرة‬ ‫وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون‬
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka
katakanlah bahwa Aku dekat (hampir), Aku akan …

(60 :‫)المؤمن‬ ‫وقال ربكم ادعونى استجب لكم‬


“Dan telah berkata Tuhan kamu: berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku
kabulkan doa untukmu”. (al-mukmin: 60)

(180 :‫)العراف‬ ‫ول السماء الحسنى فادعوه بها‬


“Dan bagi Allah nama-nama yang baik, oleh karena itu berdo’alah
kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu”. (al-A’raf: 180)

(106 :‫)يونس‬ ‫ول تدع من دون ال مال ينفعك ول يضرك‬


“Jangan kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak bisa memberi
manfaat kepadamu dan tidak bisa memudarakan (membahayakan)”.
(Yunus: 106)

j. Cinta dengan penuh harap kepada Allah.


Allah berfirman:

(8-7 :‫)النشراح‬ ‫وإ لى ربك فارغب‬ ‫فإ ذا فرغت فانصب‬


11 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

“Lantaran itu, apabila kamu telah selesai mengerjakan sesuatu tugas


maka kerjakanlah tugas baru dengan baik. Dan kepada Tuhanmu maka
hendaklah kamu berharap dengan rasa cinta”. (al-Insyirah: 7-8)

(32 :‫)القلم‬ ‫عسى ربنا أ ن يبدلنا خيرا منها إ نا إلى ربنا راغبون‬
“Mudah-mudahan Tuhan kita mengganti untuk kita (kebun) yang lebih
baik dari pada itu. Sesungguhnya kepada Tuhan kitalah kita berpegang
baik”. (al-Qarim: 32)

Dalam adat diungkapkan “indak dapek salendang pagi, ambiak galah ka


paraku, indak dapek bakandak hati, kandak Allah juo nan balaku”.
Bahwa bimbingan syarak berlaku dalam adat, disebutkan: “kasudahan
dunia ka akhirat, kasudahan adat ka balairung, syarak ka ganti nyawa, adat ka
ganti tubuah”.

2. NILAI-NILAI KEMANUSIAAN
Nilai-nilai kemanusiaan ini dinyatakan dalam adat meliputi:
a) Duduak samo randah, tagak samo tinggi, duduak sahamparan, tagak
sapamatang.
“menjaga kesetaraan dalam bermasyarakat.”
b) Sasakik sasanang, sahino samalu, sabarek sapikua.
”peduli dan solidaritas mesti dipelihara.”
c) Kaba baiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan.
“setia kawan, dengan pengertian membagi berita
baik kepada semua orang.”
d) Nan ketek dikasihi, nan samo gadang lawan baiyo, nan tuo dihormati.
Nan bungkuak ka tangkai bajak, nan luruih ka tangkai sapu, satampok ka
papan tuai, nan ketek ka pasak suntiang, panarahan ka kayu api.
“santun dan hormat terhadap orang yang lebih tua,
memungsikan semua elemen masyarakat yang ada.”
e) Kok gadang jan malendo, panjang jan malindih, cadiak jan manjua.
“berbuat sesuai dengan aturan yang berlaku,
cerdik tidak memakan lawan.”
f) Nan buto paambuih lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah
pangajuik ayam, nan binguang pangakok karajo, nan cadiak lawan baiyo,
nan pandai tampek batanyo, nan tahu tampek baguru, nan kayo tampek
batenggang, nan bagak ka parik paga dalam nagari.

12 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

“memberikan tugas sesuai dengan kemampuan,


menghargai sesama.”

Nilai-nilai kemanusiaan dinyatakan dalam syarak :

a. Kewajiban untuk menghargai persamaan (egaliter)

Allah berfirman:

‫يايها الناس إ نا خلفناكم من ذكر وأ نثى وجعلنكم شعوبا وقبا ئل لتعارفوا إ ن أ‬


(13 :‫الحجرات‬ .‫ إ ن ال عليم خبير‬،‫كرمكم عند ال أ تقاكم‬
“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di
antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
mengenal”. (al-Hujurat: 12)

b. Menghormati persamaan manusia lain.

Sabda rasulullah

(‫)رواه الترمذي‬ ‫ليس المسلم بالطعان ول اللعان ول الفاحش ول البذئ‬


Tidaklah termasuk muslim apabila bersikap penohok, pelaknat, sikap
kejam dan pencaci (HR. Tirmidzi)

c. Mencintai sesama saudara muslim

(‫)رواه البخارى ومسلم‬ ‫ل يؤمن أ حدكم حتى يحب ل خيه ما يحب لنفسه‬
Tidaklah dikatakan seorang muslim, sehingga dia menyenangi apa yang
disenangi oleh saudaranya, sebagaimana dia menyenangi apa yang
disenanginya (HR. Bukari Muslim)

d. Pandai berterima kasih

Sabda rasulullah

(‫)ابو داود واحمد‬ ‫ل يشكر ال من ل يشكر الناس‬


Tidak dapat bersukur kepada Allah orang yang tidak pernah berterima
kasih atas kebaikan orang lain (HR. Abu Daud dan Ahmad

e. Memenuhi janji

Allah berfirman

‫وأ فوا بعهد ال إذا عاهدتم ول تنقضوا اليمان بعد توكيدها وقد جعلتم ال‬
(91 :‫)النحل‬ ‫عليكم كفيل إ ن ال يعلم ما تفعلون‬
13 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Dan penuhilah janji-janji tatkala kamu berjanji, dan janganlah kamu


mengingkari itu sebab kamu telah menjadikan Allah sebagai pemelihara.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-Nahl:
91).

f. Tidak boleh mengejek dan meremehkan orang lain

Firman Allah:

‫يأ يها الذين أ منوا ل يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيرا منهم‬
(11 :‫)الحجرات‬
Janganlah kamu mengejek atau merendahkan diri orang lain, saudara
atau teman dekatmu dengan membicarakan kekurangan atau membuka
aib dan cacatnya, atau menjulukinya sampai menyakitkan hatinya,
sesungguhnya perbuatan demikian adalah sikap yang tercela.

g. Tidak mencari kesalahan

Allah berfirman:

‫ول يغتب بعضكم بعضا أ يحب أ حدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه‬
(12 :‫)الحجرات‬
Dan janganlah mengumpat atau menceritakan kesalahan sebagian dari
kamu terhadap sebagian yang lain, sukakah kamu memakan daging
saudaramu yang sudah menjadi bangkai, sedangkan kamu membencinya
(al-Hujurat: 12)

h. Bergaul baik dengan menjaga persaudaraan dan persatuan

Allah berfirman

‫إ نما المؤمنون إ خوة فأ صلحوا بين أخويكم واتقوا ال لعلكم ترحمون‬


.(10 :‫)الحجرات‬
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah
supaya kamu mendapat rahmat (al-Hujurat: 10).
i. Tidak boleh sombong

(19 :‫… )لقمان‬ ‫ول تمشى في ال رض مرحا‬


Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong
(Lukman: 18)

3. NILAI-NILAI PERSATUAN DAN KESATUAN

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam adat


a. Tagak kampuang paga kampuang, tagak suku paga suku, tagak
banagari paga nagari

14 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

b. Satinggi-tinggi tabang bangau, kumbalinyo ka kubangan juo, hujan


ameh di rantau urang, hujan batu di kampuang awak, kampuang
halaman tatap dikana juo
c. Jauh bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak dirasoi
d. Malu tak dapek dibagi, suku tak dapek diasak, raso ayia ka
pamatang, raso minyak ka kuali
e. Takajuik urang tagampa awak, kaba baiak bahimbauan, kaba
buruak bahambauwan
f. Banabu-nabu bak cubadak, baruang-ruang bak durian, nan
tangkainyo hanya sabuah, nan batangnyo hanyo satu, saikek
umpamo lidi, sarumpun umpamo sarai, satandan umpamo pinang,
sakabek umpamo siriah.
4.3.1 Nilai Persatuan dan Kesatuan
4.3.1.1 Umumnya NMPA Minangkabau memahami secara benar pengertian
mamangan tentang “bulek kato ka mupakat”.
4.3.1.2 Umumnya NMPA Minangkabau memahami mamangan tentang “banyak
indak buliah dibuang, saketek indak buliah disimpan” secara benar
(sesuatu itu harus dimunculkan dari bawah).
4.3.1.3 NMPA Minangkabau umumnya memahami mamangan tentang
“kemenakan barajo ka mamak” dengan pemahaman yang benar.
4.3.1.4 Pada umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami mamangan
tentang “pikia palito hati” secara baik dan benar, walaupun demikian
masih ada juga sebagian kecilnya yang tidak memahaminya secara
benar.
4.3.1.5 Umumnya memahami mamangan tentang “janji babuek batapeki” dapat
memahaminya.
4.3.1.6 Umumnya mereka memahami secara baik dan benar mamangan tentang
“nan rajo kato mupakat” dengan pengertian kemufakatan di atas
segalanya.
4.3.1.7 Pada umumnya mereka memahami mamangan tentang “duduak basamo
ba lapang-lapang” dengan baik dan benar.
4.3.1.8 Umumnya mereka dapat memahami mamangan tentang “elok di ambiak
jo mupakat, buruak di buang jo etongan” dengan pengertian yang tepat
dan benar.
4.3.1.9 Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami secara benar dan tepat
maksud mamangan “randah tak dapek dilangkahi tinggi tak dapek
dipanjek”.

15 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

4.3.1.10 Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami mamangan tentang


“bersilang kayu dalam tungku sinan nasi mangko masak” dengan tepat
dan benar.

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam syarat meliputi:


a. Bersatu tidak boleh bercerai-cerai

.‫يأ يها الذين أ منوا إ تقوا ال حق تقاته ول تموتن إل وأ نتم مسلمون‬


‫ واذكروا نعمت ال عليكم إذ كنتم أعداء‬،‫واعتصموا بحيبل ال جميعا ول تفرقوا‬
‫ وكنتم على شفا حفرة من النار فأ نقذ‬،‫فأ لف بين قلوبكم فأ صبحتم بنعمته إخوانا‬
.(103-102 :‫)ال عمران‬ ‫ كذلك يبين ال لكم أ ياته لعلكم تهتدون‬،‫كم منها‬
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan
sebenar-benar takwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam
keadaan berserah diri kepada Allah dan berpegang teguhlah kamu
semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-cerai dan
ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kamu dulu bermusuh-
musuhan, maka Allah mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu
karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara (QS. Ali Imran; 102-
103).
b.Orang yang beriman ibarat sebuat bangunan
Sabda Rasulullah saw

(‫)رواه البخارى ومسلم‬ ‫أ لمؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا‬


Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, bagi suatu bangunan yang
menopang satu bagian terhadap bagian lainnya (HR. Bukhri dan Muslim.
Firman Allah SWT

‫ضربت عليهم الذلة أ ين ما ثقفوا إل بحبل من ال وحبل من الناس وبأؤ‬


‫ ذلك بأ انهم كانوا يكفرون بأ يات ال‬،‫بغضب من ال وضربت عليهم المسكنة‬
.(112 :‫ ذلك بما عصوا وكانوا يعتدون )ال عمران‬،‫ويقتلون ال ابياء بغير حق‬
Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka
berpegang kepada tali (agama) Allah dan tlai (perjanjian) dengan
manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan
mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir
kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang
benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui
batas (QS. Ali Imran: 112).

4. Nilai-nilai Demokrasi dan Musyawarah

Nilai-nilai demokrasi dan musyawarah dalam adat meliputi


beberapa aspek

16 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

a. Bulek aia ka pambuluah, bulek kato ka mufakek, bulek dapek


digolongkan, pipiah buliah dilayangkan.
b. Kato nan banyak dari bawah, banyak indak buliah dibuang,
saketek indak buliah disimpan.
d. Kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka pangulu,
pangulu barajo ka mufakek, mufakek barajo ka nan bana, bana
badiri sandirinya, manuruik alua jo patuik.
e. Pikia palito hati, tanang hulu bicaro, aniang saribu aka, dek
saba bana mandatang
f.Suri tagantuang batanuni, luak taganang nan basawuak, kayu
batakuak barabahkan, janji babuek batapati.
g. Duduak basamo balapang-lapang, duduak surang basampik-
sampik, kato surang babulati, kato basamo dipaiyokan
h. Baiyo-iyo jo adiak, batido-tido jo kakak, elok diambiak jo
mufakek, buruak dibuang jo etongan.
i.Sabalik bapaga kawek, randah tak dapek dilangkahi, tinggi tak
dapek dipanjek.
j.Galugua buah galugua, tumbuah sarumpun jo puluik-puluik,
badampiang jo batang jarak, basilang kayu dalam tungku, sinan nasi
nasi mangko masak.
k. Saukua mangko manjadi, sasuai mangko takana, nan bana
kato saiyo, nan rajo kato mufakek.
4.3.2 Nilai Demokrasi dan Musyawarah
4.3.2.1 Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami maksud mamangan
tentang “tagak kampung paga kampung” secara baik dan benar.
4.3.2.2 Sebagian besar NMPA Minangkabau dapat memahami maksud
mamangan tentang “malu tak dapek dibagi” dengan benar dan baik.
4.3.2.3 Sebagian besar NMPA Minangkabau memahami mamangan tentang
“satinggi-tinggi tabang bangau hinggoknyo ka kubangan juo” dengan
baik dan benar, namun demikian masih ada di antara NMPA
Minangkabau pemahamannya belum tepat.
4.3.2.4 NMPA Minangkabau umumnya memahami mamangan tentang “jauh
banyak diliek lamo iduik banyak dirasai” secara baik dan benar (perlu
adanya pengalaman hidup).
4.3.2.5 Sebagian besar NMPA Minangkabau memahami maksud mamangan
tentang “nan tampuak hanyolah sabuah nan batang iyolah satu” dengan
benar dan baik (bersatu dalam perbedaan), sedangkan yang lainnya
tidak memahami secara tepat dan benar.

17 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

4.3.2.6 Umumnya NMPA Minangkabau memahami maksud mamangan tentang


“nan tampuak hanyo sebuah” secara benar dan tepat (satu keturunan).
4.3.2.7 NMPA Minangkabau umumnya memahami maksud mamangan tentang
“satinggi-tinggi tabang bangau hinggoknyo ka kubangan juo” dengan
tepat dan benar (kita semua akan kembali ke asal).
4.3.2.8 Walaupun pemahaman mereka bervariasi namun sebagian besar NMPA
Minangkabau dapat memahami maksud mamangan tentang “suku tak
dapek di asak” secara benar dan tepat (suku tak bisa dipertukarkan).
4.3.2.9 Walaupun ada variasi pemahaman NMPA Minangkabau, namun
umumnya mereka memahami mamangan tentang “raso aie ka
pamatang raso minyak ka kuali” dengan benar dan tepat (menyatu
dengan lingkungan di mana berada).
4.3.2.10 Nampaknya NMPA Minangkabau umumnya memahami maksud
“tagampa awak” secara baik dan benar sesuai dengan maksud
mamangan tersebut.
Nilai-nilai demokrasi dan musyawarah dalam syarak meliputi beberapa aspek
yang jelas dalam tata cara melaksanakan musyawarah serta perilaku, di
antaranya ;
Firman Allah SWT

،‫ ولو كنت فظا غليظ القلب لنفضوا من حولك‬،‫فبما رحمة من ال لنت لهم‬
‫ إ ن‬،‫فاعف عنهم واستغفرلهم وشاورهم فى المر فإ ذا عزمت فتوكل على ال‬
.(159 :‫)ال عمران‬ ‫ال يحب المتوكلين‬
Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah ia menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah
mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah
dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali
Imran: 159).
Firman Allah SWT

.(38 :‫)الشورى‬ ‫… وأمرهم شورى بينهم ومما رزقناهم ينفقون‬


“…Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara
mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami
berikan kepada mereka” (QS. Al-Syura: 38).
Sabda Rasulullah SAW

‫ما خاب من اتخار ول ندم من اشتشار‬


Tidak akan gagal orang yang mengerjakan istikharah dan tidak pula
menyesal orang yang melakukan musyawarah

18 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Sabda Rasulullah

‫المستشار مؤتمن‬
“Orang-orang yang melakukan musyawarah akan tentram (aman)”

5. NILAI-NILAI AKHLAK / BUDI PEKERTI


Nilai-nilai budi pekerti / akhlak dalam adat meliputi:
a. Nan kuriak kundi, nan merah sago, nan bayiak budi, nan indah baso

b. Satali pambali kumayan, sakupang pambali katayo, sakali lancuang ka


ujian, salamo hiduik urang tak picayo
c. Batanyo lapeh arak, barundiang sudah makan

d. Raso dibaok nayiak, pareso dibaok turun

e. Sulaman manjalo todak, naiak sampan turun parahu, punyo padoman


ambo tidak, angin bakisa ambo tau
f. Bajalan paliharo kaki, bakato paliharo lidah

g. Pisang ameh baok balayia, masak sabuah di dalam peti, utang ameh
dapek dibayia, utang budi dibaok mati.
h. Dek ribuik rabahlah padi, dicupak Datuak Tumangguang, jikok hiduik
indak babudi, duduak tagak ka mari tangguang.
i. Nilai Budi Pekerti dan Raso Pareso
1. Sebagian besar NMPA Minangkabau dapat memahami
makna mamangan tentang “nan bayiak iyolah budi”
dengan baik dan benar.
2. Sebagian besar mereka memahami maksud
mamangan tentang “nan indah iyolah baso” dengan
banar.
3. Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami
maksud mamangan tentang “nan baiak iyolah budi nan
indah iyolah baso” secara tepat dan benar.
4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh
NMPA Minangkabau memahami maksud mamangan
“utang budi dibaok mati” secara tepat dan benar.
5. NMPA Minangkabau seluruhnya dapat memahami
maksud mamangan tentang “sekali lancuang kaujian
salamo iduik urang tak picayo” dengan baik dan benar.
6. Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami
mamangan tentang “barunding sesudah makan”
dengan benar.
19 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

7. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa


NMPA Minangkabau dapat memahami maksud
mamangan tentang “pareso dibao turun” secara baik
dan benar (memikirkan akibat sebelum berbuat).
8. Umumnya NMPA Minangkabau memahami maksud
mamangan “raso dibao naik” secara tepat dan benar
(mempergunakan akal sehat sebelum berbuat).
9. Nampaknya sebagian besar NMPA Minangkabau dapat
memahami mamangan tentang “punyo pedoman ambo
tidak angin bakisa ambo tau” dengan baik dan benar.
10. Sebagian besar NMPA Minangkabau dapat memahami
arti dan maksud mamangan tentang “bakato paliharo
lidah” secara baik dan benar.

Nilai-nilai budi pekerti dan akhlak dalam syarak sangat banyak


ditemukan:
Firman Allah SWT

‫ فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن‬،‫ قد تبين الرشد من الغي‬،‫ل إ كراه في الدين‬


(256 :‫ وال سميع عليم )البقرة‬،‫بال فقد إ ستمسك بالعروة الوثقى ل انفصام لها‬
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu barang
siapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali tali yang amat kuat
yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. (QS. al-Baqarah: 256)

Firman Allah SWT

:‫)التغابون‬ ‫هو الذي خلقكم فمنكم كا فر ومنكم مؤمن وال بما تعملون بصير‬
(2
Dialah yang menciptakan kamu, maka diantara kamu ada yang kafir dan
diantaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan (QS. Al-Taghabun: 2)

Firman Allah SWT

‫ ربنا ل‬،‫ لها ما كسبت وعليها ما ا كتسبت‬،‫ل يكلف ال نفسا إ ل وسعها‬


‫ ربنا ول تحمل علينا إ صرا كما حملته على الذين‬،‫تؤخذنا إ ن نسينا أو اخطأنا‬
‫ انت‬،‫ وارحمنا‬،‫ واغفرلنا‬،‫ واعف عنا‬،‫ ربنا ول تحملنا ما ل طقة لنا به‬،‫من قبلنا‬
.(286 :‫مولنا فانصرنا على القوم الكفرين )البقرة‬
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang
20 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang


dikerjakannya, (mereka berdoa): ya Tuhan kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau
bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami,
janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami
memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami dan rahmatilah kami.
Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir (QS.
Al-Baqarah: 286).
Sabda Rasulullah SAW

(‫)رواه البخارى‬ ‫يسروا ول تعسروا وبشروا ول تنفروا‬


Permudahlah jangan mempersulit dan gembirakanlah jangan menakut-
nakuti (HR. Bukari).

6. NILAI-NILAI SOSIAL KEMASYARAKATAN


Nilai-nilai sosial kemasyarakatan adat dan syarak meliputi antara lain
a. Nan buto pahambuih lasuang, nan lumpuah pengajuik ayam,
nan pakak palatuih badia
b. Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, nan barek
makanan bahu, nan ringan makanan jinjiang.
c. Takajuik urang tagampa awak, kaba baiak bahimbauan, kaba
buruak bahambauan.
d. Bungka ameh manahan asah, ameh batua manahan uji, kato
batua manahan sudi, hukum batuah manahan bandiang.
e. Nan tak untuak jan diambiak, nan bakeh yo diunyi, turuik
alua nan luruih, tampuah jalan nan pasa
f. Sawahlah diagiah pamatang, ladanglah diagiah bamintalak,
lah tantu hinggo jo batehnya, lah tahu rueh jo buku
g. Ketek taraja-raja, gadang tarubah tidak, lah tuo jadi
parangai.
“ Pendidikan di rumah tangga tentang perilaku dan budi
pekerti
sangat penting. Menanamkan perilaku bertanggung
jawab
sejak kecil ”
h. Kato sapatah dipikiri, jalan salangkah ma adok suruik
“ Hati-hati dalam berucap dan bertindak “
i.Syarak mangato, adat mamakai, syarak mandaki, adat manurun

“ Ketetapan syarak dipakai dalam adat “

21 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

j.Sasakik sasanang, sahino samalu, nan ado samo dimakan, kok


indak samo ditahan, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Ka
bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun, tatilungkuik samo
makan tanah, talilantang samo makan angin.
“ Gotong royong wajib ditumbuhkan di tengah
masyarakat
Minangkabau (Sumbar), menggerakkan potensi moril
materil,
untuk membangun nagari, dan menghapus
kemiskinan”
4.3.3 Nilai Sosial Kemasyarakatan
4.3.3.1 Hanya sebagian kecil NMPA Minangkabau yang dapat memahami
maksud mamangan tentang “nan buto paambuih lasuang, nan lumpuah
pengajuik ayam” secara benar (fungsi kemanusiaan), dan sebagian
besar kurang memahaminya secara benar.
4.3.3.2 Pada umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami maksud
mamangan tentang “barek samo dipikul ringan samo dijunjing” secara
tepat dan benar (suka bergotong royong).
4.3.3.3 Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami maksud mamangan
tentang “takajuit urang tagampa awak” dengan benar(sifat tolong
menolong).
4.3.3.4 Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami mamangan tentang
“hukum batuah manahan banding” dengan tepat dan benar
(menegakkan nilai-nilai keadilan).
4.3.3.5 Umumnya NMPA Minangkabau dapat memahami maksud mamangan
tentang “nan tak untuak jan di ambik” secara tepat dan benar (menjaga
keseimbangn antara hak dan kewajiban).
4.3.3.6 Sebagian besar NMPA Minangkabau memahami secara baik dan benar
maksud mamangan tentang “lah tau rueh jo buku” (mematuhi aturan
yang ada).
4.3.3.7 Sebagain besar NMPA Minangkabau dapat memahami maksud “lah
gadang barubah tidak” secara benar dan tepat.
4.3.3.8 Sebagian besar NMPA Minangkabau dapat memahami mamangan
tentang “kato sapatah dipikiri” secara tepat dan benar (memikirkan hal
yang akan disampaikan sebelum berbicara).
4.3.3.9 Umumnya pemahaman NMPA Minangkabau tentang maksud mamangan
tentang “syarak mangato adat mamakai” berada pada pemahaman
yang benar (perjalanan adat penghulu seiring dengan ulama).

22 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

4.3.3.10 Sebagian besar NMPA Minangkabau memahami maksud “sasakik


sasanang” dengan pengertian yang tepat dan benar (rasa
kebersamaan).

Nilai-nilai sosial kemasyarakatan dalam syarak sebagai berikut:


a. Saling tolong menolong
Firman Allah SWT
(2 :‫تعاونوا على البر واتقوا ول تعاونوا على الثم والعدوان )المائدة‬
Saling tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa dan
janganlah kamu tolong menolong berbuat dosa dan permusuhan (QS. Al-
Maidah: 2).
Sabda Rasulullah SAW
(‫انصر اخاك ظالما أو مظلوما )رواه البخارى‬
Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi (HR. Bukari)
Sabda Rasulullah
(‫ليس منا من لم يرحم صغيرنا ولم يعرف حق كبيرنا )رواه ابو داود وترمذى‬
Tidak termasuk umatku orang yang tidak mengasihi generasi muda dan
tidak menghormati orang tua (HR. Abu Daud dan Tirmizi).
Sabda Rasulullah
‫تحجزة من ظلمه فذلك نصره‬
“Hindarkanlah atau cegahlah dia dari bertindak aniaya itulah cara
menolongnya”
c. Tidak boleh keluar dari kelompok (jama’ah)
(‫وعليكم بالجمعة فمن شذ شذ في النار )رواه ترميذ‬
Kamu harus hidup dalam jama’ah siapa saja yang mengasingkan diri dari
jama’ah, dia akan menyendiri masuk ke dalam api neraka (HR. Tirmizi).
d. Waspada dan menjaga keselamatan bersama
Allah berfirman
.(25 :‫وتقوا فتنة ل تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة )النفال‬
Takutlah kamu kepada fitnah yang tidak hanya menimpa kepada orang
yang zalim saja (QS. al-Anfal: 25)
Allah SWT berfirman
(3 :‫وتواصوا بالحق وتواصو بالصبر )العصر‬
Saling menasehatilah tentang kebenaran dan saling menasehatilah
dengan kesabaran (al-Ashr: 3)
Sabda Rasulullah SAW
(‫إذا استنصح احدكم اخاه فالينصح له )رواه البخارى‬

23 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Jika kamu dimintai nasehat oleh salah seorang saudaramu, maka


berikanlah nasehatmu kepadanya (HR. Bukari)
Sabda Rasulullah SAW:
‫ ل ولكتابه ولرسوله ولمة المسلمين عامتهم‬:‫ فقال‬:‫الدين النصيحة سئل لمن؟ فقال‬
Agama itu nasehat, kemudian ditanyakan kepada beliau, bagi siapa
nasehat itu? Rasulullah menjawab: bagi Allah, bagi kitab-kitabnya, bagi
rasulnya, bagi para pemimpin muslim, dan jama’ah pada umumnya (HR.
Muslim)

e. Berlomba mencapai kebaikan


Allah SWT berfirman
(146 :‫فاستبقوا الخيرات … )البقرة‬
Dan saling berlombalah kamu untuk berbuat kebaikan dimana kamu
berada (QS. al-Baqarah: 146)
Sabda Rasulullah SAW
(‫اتق ال حيث ما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن )رواه الحاكم والترمذي‬
Bertakwalah selalu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah
selalu perbuatan salahmu dengan kebaikan, semoga dapat terhapus
kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan selalu bersikap
ikhlas (terpuji). (HR. Hakim dan Tarmizi).

f. Tidak boleh mencela dan menghina


Allah SWT berfirman
‫يايها الذين امنوا ل يسخر قوم من قوم عسى ان يكونوا خيرا منه‬
‫ول نساء من عسى ان يكن خيرا منهن ول تلمزوا انفسكم‬
‫ول تنابزوا باللقاب بئس السم الفسوق بعد اليمان‬
.(11 :‫ومن لم يتب فاولئك ثم الظلمون )الحجرات‬
Wahai umat yang beriman, janganlah hendaknya terjadi suatu kaum
menghina kaum yang lainnya, boleh jadi yang dihina ternyata lebih baik
keadaannya daripada yang menghina. Demikian juga janganlah para
wanita itu menghina kelompok wanita yang lainnya, karena boleh jadi
wanita yang dicela itu lebih baik dari yang mencela. Janganlah saling
mencerca dan janganlah berolok-olok dengan sebutan-sebutan yang
jelek. Seburuk-buruk sebutan fasik sesudah orang itu beriman (al-
Hujurat: 11).

g. Menepati janji
Firman Allah:
‫ل يحل لمسلم ان يحجر اخاه فوق ثلث يلتقيان‬
Penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan diper-
tanggungjawabkan (al-Isra’: 34)
24 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Firman Allah SWT:


(1 :‫يايها الذين امنوا اوفوا بالعقود )المائدة‬
Wahai umat yang beriman, penuhilah selalu janji-janjimu (QS. al-Maidah:
1)
Firman Allah SWT:
(177 :‫والموفون بعهدهم إذا عاهدوا )البقرة‬
Dan orang-orang yang selalu menyempurnakan janji-janjinya, jika ia
membuat perjanjian (QS. al-Baqarah: 177)
h. Bersikap adil
Allah SWT berfirman:
(29 :‫قل امر ربي بالقسط )البقرة‬
Katakanlah: telah memerintahkan Tuhanku agar berbuat adil (QS. al-
A’raf: 29)
Allah SWT berfirman:
‫يايها الذين امنوا كونوا قوامين ل شهداء بالقسط ول يجرمنكم شنان قوم على ال تعدلوا اعدلوا هو اقرب للتقوى ان ال‬
.(8 :‫خبير بما تعملون )المائدة‬
Wahai umat yang beriman, hendaklah kamu menjadi manusia yang lurus
karena Allah dan menjadi saksi, dan janganlah kebencian atas suatu
kaum menyebabkan kamu tidak adil. Berlaku adilah kamu, karena adil itu
lebih dekat kepada takwa (kebaktian). Bertakwalah kamu kepada Allah,
karena sesungguhnya Allah amat mengetahui terhadap apa yang kamu
kerjakan. (QS. al-Maidah: 8).

Allah SWT berfirman:


(199 :‫خذ العفو وأمر بالمعرف واعرض عن الجاهلين )العراف‬
Berilah maaf dan anjurkanlah orang untuk berbuat adil dan hindarilah
pergaulan dengan orang-orang bodoh (kecuali untuk mendidik mereka).
(QS. al-A’raf: 199)

Sabda Rasulullah SAW:


(‫اتق ال حيث ما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن )رواه الحاكم والترمذي‬
Bertakwalah selalu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah
selalu perbuatan salahmu dengan kebaikan, semoga dapat terhapus
kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan selalu bersikap
ikhlas (terpuji) (HR. al-Hakim dan Tirmizi).

Tidak boleh bermusuh-musuhan


Rasulullah SAW bersabda:

‫ ل‬:‫ قال رسول ال صلى ال عليه وسلم‬:‫عن ابى هريرة رضى ال عنه قال‬
‫تحاسدوا ول تباغضوا ول تجسسوا ول تسسو ول تناجشوا وكونوا عبد ال اخوانا‬
.(‫)متفق عليه‬
25 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda; janganlah kamu
saling mendengki, saling membenci, saling mencari kesalahan yang lain,
saling mengumpat dan jangan pula saling menipu. Tetapi jadilah kam
hamba-hamba Allah penuh persaudaraan (HR. Bukhari dan Muslim).

Sabda Rasulullah SAW

(‫)رواه بخارى ومسلم‬ ‫سباب المسلم لسوق وقتاله كفر‬


Mencerca seorang muslim adalah fasiq, dan membunuh seorang muslim
adalah kufur (HR. Bukhri dan Muslim)

Sabda Rasulullah SAW:

(‫)رواه البخارى‬ ‫انصر اخاك ظالما أو مظلوما‬


Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi (HR.
Bukhari).

Sabda Rasulullah:

.(‫)رواه ابو داود وترميذي‬ ‫ليس منا من لم يرحم صغيرنا ولم يعرف حق كبيرنا‬
Tidak termasuk umatku orang yang tidak mengasihi generasi muda dan
tidak menghormati orang tua (HR. Abu Daud dan Tirmizi)
Sabda Rasulullah:

‫تحجزه من ظلمه فذلك نصره‬


Hindarkanlah atau cegahlah dia dari bertindak aniaya itulah cara
menolongnya.

Sabda Rasulullah:

(‫له )رواه ابو داود‬ ‫المسلم اخو المسلم ل يظلمه ول يخذ‬


Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, karena itu tidak
menganiaya saudaranya, tidak merendahkan derajatnya dan tidak
menanggapinya sepele dan hina (HR. Abu Daud).

Tidak boleh bermarahan.


Rasulullah SAW bersabda:

‫ل يحل لمسليم ان يهجر اخاه فوق ثلث‬


Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya (sesama
muslim) lebih dari tiga hari (HR. Bukari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi,
Muwatha’ dan Ahmad).

Allah SWT berfirman:


26 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

‫يايها الذين امنوا كونوا قوامين ل شهداء بالقسط ول تجر منكم شنان قوم‬
(8 :‫)المائدة‬ ‫على ال تعدلوا اعدلوا هو اقرب للتقوى ان ال خير بما تعملون‬
Wahai umat yang beriman, hendaklah kamu menjadi manusia yang lurus
karena Allah dan menjadi saksi dan janganlah kebencian atas suatu
kaum menyebabkan kamu tidak adil. Berlaku adillah kamu, karena adil
itu lebih dekat kepada takwa (kebaktian). Bertakwalah kamu kepada
Allah, karena sesungguhnya Allah amat mengetahui terhadap apa yang
kamu kerjakan. (QS. al-Maidah: 8).
Allah SWT berfirman:

.(199 :‫)العراف‬ ‫خذ العفو وأمر بالعرف واعرض عن الجاهلين‬


Berilah maaf dan anjurkanlah orang untuk berbuat adil dan hindarilah
pergaulan dengan orang-orang bodoh (kecuali untuk mendidik mereka).

Pengamalan Nilai-Nilai Adat Basandi Syarak


Pauh IX, di Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat. Nagari Pauh IX
penduduknya berasal dari pendatang dari daerah Saniang Baka dan Muaro
Paneh. Di Nagari Pauh IX terdapat beberapa suku yaitu Koto, Sikumbang,
Melayu, Tanjung, Jambak, Caniago, dan Guci. Kelengkapan NMPA Minangkabau
yang ada disini adalah: penghulu, nan tuo, pandito adat (malin) dan rang
basako (dubalang).
Sistem pewarisan pemangku adat terjadi bila seorang penghulu
meninggal dunia. Hal ini sesuai dengan mamangan yang berbunyi: “Sileh baju
tanah tasirah di kuburan”. Pemikiran pengganti penghulu yang meninggal
melalui sistem pewarisan yang disebut, gadang balega cayo batimbang,
kalupuak pakai memakai malatakkan parmato di kapuaknyo”. Ada juga dengan
cara “Iduik bakarilaan mati batungkek budi”. Maksudnya jika usia tidak
mengizinkan lagi maka dapat ditunjuk penggantinya melalui musyawarah
kaum atau suku.
Kanagarian Pariangan, di Kecamatan Pariangan, Kebupaten
Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat. Nagari Pariangan mempunyai
ninik mamak nan salapan dan suku nan salapan, adalah: 1) Datuk Sinaro,
suku Piliang, 2) Datu Basar, suku Koto, 3) Datuk Tinaro, suku Dalimo Panjang,
5) Datu Kayo, suku Pisang, 6) Datuk Suri Dirajo, suku Dalimo Singkek, 7) Datuk
Marajo Japang, suku Piliang Laweh, 8) Datuk Tan Bijo, suku Sikumbang. Di
samping ninik mamak nan salapan sebagai pimpinan adat, ada Tuangku nan
barampek sebagai pimpinan syarak, yaitu ; 1) Tuangku Piliang jo Malayu,
Panjang jo Piliang, Laweh, dan 4) Tuanku Dalimo Singkek jo Sikumbang.
Sedangkan pimpinan tertinggi menurut adat dan syarak di kenagarian
Pariangan adalah: “Bandaro Kayo” sebagai tampuak tangkai alam
Minangkabau.

27 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Nilai-Nilai Ketuhanan. Pemahaman nilai-nilai ketuhanan masyarakat


Nagari Pauh IX Padang masih tampak dalam penggunaan Masjid. Sebagian
besar masyarakat Nagari Pauh IX beragama Islam. Masjid digunakan oleh
masyarakat Nagari Pauh IX Padang untuk pelaksanaan ibadah sholat setiap
waktu (Shubuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya). Jumlah mereka yang
menggunakannya tidaklah banyak. Masjid di Nagari Pauh IX selain digunakan
untuk ibadah sholat juga digunakan untuk pendidikan Islaminya masyarakat
sekitarnya. Selain itu, di masjid juga digunakan untuk pelaksanaan MTQ dan
Khatam Quran, dan untuk pelaksanaan ijab Qabul (nikah).
Disamping masjid juga ada banyak mushalla, yang digunakan oleh
sebagian besar masyarakat untuk pelaksanaan ibadah sholat lima waktu
(wajib), sholat Tarwih saat bulan puasa. Hampir di setiap nagari di Pauh IX
memiliki surau. Bahkan setiap komplek memilikinya. Bila dibandingkan
jumlahnya, mushalla lebih banyak daripada masjid. Selain tempat ibadah
sholat, mushalla juga digunakan untuk pelaksanaan pendidikan Islami.
Saat-saat situasi azan beberapa anggota masyarakat usia lanjut pergi ke
masjid dan surau untuk melaksanakan ibadah sholat. Namun, jumlah jamaah
yang paling banyak adalah saat sholat Magrib dan Isya.
Pengamalan keagamaan dalam ABSSBK di Kenagarian Pariangan Tanah
Datar, masih jauh dari harapan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk
yang melaksanakan shalat berjama’ah di masjid. Pada umumnya yang
melaksanakan shalat berjama’ah adalah kaum ibu yang sudah tua-tua.
Sementara para remaja lebih senang nongkrong di kedai-kedai sekitar masjid
saat azan berkumandang, sedang kaum bapak sibuk dengan pekerjaannya.
Begitu juga mushalla-mushalla yang ada di Kanagarian Pariangan kurang
dimanfaatkan untuk pembinaan pendidikan anak, bahkan ada mushalla yang
tidak dimanfaatkan sama sekali. Akan tetapi dalam pembayaran zakat dan
zakat fitrah masyarakat melaksanakan dengan sepenuhnya.
Nilai-Nilai Kemanusiaan. Pemahaman masyarakat Nagari Pauh IX
terhadap nilai-nilai kemanusiaan terlihat pada hari baik dan hari buruk. Filosofi
adat yang berbunyi “kaba bayiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan”
masih terlihat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat acara kematian,
mereka selalu melakukan “tagak payuang” sebagai lambang duka. Masyarakat
sekitarnya ikut mendatangi rumah yang ditimpa musibah (manjanguak). Hari
berikutnya, masyarakat juga masih mendatangi rumah yang berduka untuk
menyumbangkan “kaji” (mangaji di rumah yang kemalangan, yaitu
membacakan yasin secara bersama-sama) sebagai rasa ikut membantu si
almarhum melapangkan dari azab kubur. Dalam pesta kebaikan seperti
baralek, di masyarakat Pauh IX Padang ditemukan nilai-nilai kemanusiaan
seperti tetangga terdekat ikut membantu mamasak di rumah si Alek tanpa
diperintahkan terlebih dahulu.

28 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Pengamalan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah masih dijumpai


pengamalannya dalam masyarakat di Kanagarian Pariangan, namun tidak
seerat pada masa lalu. Dahulu aspek kehidupan yang membutuhkan orang
banyak selalu dikerjakan secara gotong royong, seperti dalam mengolah
sawah, pembuatan rumah, perhelatan/upacara perkawinan, pembuatan
masjid/mushalla. Sekarang lebih banyak dikerjakan secara sendiri-sendiri. Yang
masih konsisten sampai sekarang dilaksanakan secara bersama adalah
perhelatan/upacara perkawinan, sedangkan yang lainnya sudah dilaksanakan
secara sendiri-sendiri. Bahkan pembuatan masjid/mushalla tidak lagi
dilaksanakan secara gotong royong.
Nilai Ukhuwah Islamiyah/Kesatuan dan Persatuan. Nilai-nilai
ukhuwah Islamiyah/Kesatuan dan Persatuan juga dapat dijumpai dalam
masyarakat Pauh IX, seperti dalam alek buruak dan alek bayiak. Dalam alek
buruak seperti, kedatangan mereka tanpa diundang terlebih dahulu. Dalam
masyarakat Nagari Pauh IX juga ditemui nilai-nilai ukhuwah Islamiah/Kesatuan
dan Persatuan seperti untuk membangun rumah. Di daerah ini juga ditemui
sebuah kaum yang sangat menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan. Di
dalam kaum, pekerjaan baik dan pekerjaan buruk selalu dikerjakan secara
bersama.
Pengamalan nilai-nilai kemanusiaan di Kenagarian Pariangan masih
diamalkan oleh masyarakat. Salah satu indikator pengamalan masyarakat
adalah “kaba baiak baimbauan, kaba buruak baambauan”. Setiap terjadi
kematian salah seorang anggota masyarakat, maka diumumkan dari masjid
tentang peristiwa tersebut, maka masyarakat berduyun datang ke rumah duka
untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan jenazah. Begitu juga malam-
malam berikutnya, orang berkumpul di rumah duka untuk melaksanakan
tadarusan.
Nilai Musyawarah dan Demokrasi. Nilai musyawarah yang dijumpai
dalam masyarakat Pauh IX seperti terlihat dalam pemberian gelar adat untuk
marapulai dan atau datuak, musyawarah dalam mencari hari baik bulan baik
untuk pesta perkawinan. Nilai-nilai musyawarah dan demokrasi tersebut
terlihat saat ninik mamak dengan ninik mamak berunding tentang apa gelar
yang akan diturunkan kepada kemenakan (marapulai). Keputusan diambil ninik
mamak berdasarkan filosofi “bulek ayia ka pambuluah, bulek kato ka
mufakat”, “karajo bayiak elok dipacapek nak jan tumbuah di nan buruak”.
Pengamalan nilai-nilai musyawarah/demokrasi yang membudaya di
Kanagarian Pariangan disebut dengan “baiyo batido”, salah satu bentuk sistem
musyawarah di Nagari, dalam berbagai aspek kehidupan seperti, mendirikan
rumah baru, mencari jodoh anak perempuan, melakukan perhelatan
perkawinan dan sebagainya.
Nilai Raso Pareso/Akhlak/Budi Pekerti. Nilai-nilai yang berhubungan
dengan raso pareso/akhlak/budi pekerti yang dijumpai dalam masyarakat

29 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Nagari Pauh IX Padang adalah semakin hilangnya identitas keminangkabauan,


terutama rasa malu di dalam diri, seperti berpakaian ketat, memperlihatkan
aurat (anak gadis pergi sekolah atau ke pasar mengenakan pakaian ketat dan
celana pendek), main bola dan main domino dengan anak kemenakan. Hal ini
seperti terlihat di sebuah kedai di Pauh IX, kemenakan dan mamaknya satu
meja domino. Bahkan sama-sama mencari nomor buntut di kedai tersebut.
Nilai-nilai akhlak/budi pekerti dalam masyarakat Kanagarian Pariangan
nampaknya semakin kurang seperti juga masyarakat lain, masyarakat
Kanagarian Pariangan mengalami krisis identitas terutama di kalangan anak
muda. Para remaja dalam berpakaian tidak lagi mengikuti norma-norma agama
dan adat, begitu juga dalam pergaulan, para remaja putri banyak yang
berpakaian tidak menutup aurat. Remaja putra dan putri sering keluar malam
berdua-duan tanpa didampingi oleh muhrimnya.
Gotong Royong/Sosial Kemasyarakatan. Nilai-nilai gotong royong
masih dijumpai dalam masyarakat Nagari pauh IX, terutama dalam
pembangunan masjid, mushalla dan perbaikan/pemeliharaan jalan. Mereka
melakukannya dengan hati ikhlas, bahkan kaum ibunya ikut menyumbangkan
nasi bungkus untuk pelaksanaan gotong royong tersebut.
Nilai-nilai sosil kemasyarakat yang diamalkan oleh masyarakat Pariangan
dapat dilihat dari aplikasi “syarak mangato adat mamakai”. Ini terbukti bahwa
antara Ninik Mamak Pemangku Adat, selalu bekerja sama dengan ulama dalam
membangun dan membina masyarakat. Tradisi-tradisi yang berlaku disana
sulit untuk dibedakan apakah tradisi tersebut adat atau agama, karena tradisi
tersebut disokong oleh Ninik Mamak dan ulama.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Pemerintah Sumatera Barat hendaknya menyediakan dana untuk
peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai adat basandi syarak dengan
perencaanan yang tepat dengan hasil yang berlipat.
Pemerintah Sumatera Barat hendaklah menempatkan nilai-nilai adat dan
syarak sebagai paradigma kultural landasan pembangunan di Sumatera Barat.
ABS-SBK hendaklah diimplementasikan dalam seluruh sendi kehidupan
masyarakat Sumatera Barat. Untuk itu ABS-SBK perlu ditingkatkan
pengkajiannya dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti pendekatan
empiris, normatif, historis dan integralistik.

30 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

DAFTAR BACAAN
Azyumardi Azra. 1999. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju
Milenium Baru. Jakarta: Logis.
Donal Ary, dkk. 1984. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, terjemahan
Arief Farchan. Sutabaya. Usaaha Nasioanl.
Haroen,dkk. 2001. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: Penerbit
I.H.Dt. Rajo Panghulu. 1984. Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di
Minangkabau. Bandung: CV. Remaja Karya.
M. Nasroen. 1971.Dasar Filsafat Adat Minangkabau. Jakarta: Bulan Bitang, 1971
M.R.M. Dt. Radjo Panghoeloe. 1969. Minangkabau: Sejarah Ringkas. Padang:
t.p.
Muchtar Naim. 1984. Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta:
UGM Press.
Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. 2001. Program Pembangunan Daerah
Propinsi Sumatera Barat Tahun 2001-2005. t.p.
Ramayulis. 2003. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Salmadanis, dkk,. 2003. Adat Basandi Syarak: Nilai dan Aplikasinya Menuju
Kembali ke Nagari dan Surau. Jakarta: Kartina Insan Lestari.

31 H Mas’oed Abidin