Anda di halaman 1dari 34

Metabolisme adalah seluruh reaksi biokimiawi yang

terjadi di dalam sel tubuh makhluk hidup


dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam proses yaitu
anabolisme (penyusunan) dan katabolisme
(penguraian)
Hasil proses metabolisme berupa energi dan zat-zat
lain yang diperlukan oleh tubuh.

Karbohidrat merupakan sumber utama energi dan

panas tubuh
tersusun atas untaian (polimer) molekul glukosa
sebagian besar dalam bentuk glukosa (sekitar 80%),
lainnya dalam bentuk fruktosa dan galaktosa.
Glukosa dalam darah masuk lewat vena porta hepatica
masuk ke sel hati glukosa diubah menjadi glikogen
Sebaliknya, jika tubuh kekurangan glukosa, maka
glikogen akan segera diubah lagi menjadi glukosa
(glikogenolisis)

Unsur lemak dalam makanan (dietary lipids) yang

memiliki peranan penting dalam proses fisiologis adalah:


trigliserida (TG), posfolipid (PL), dan kolesterol (Kol).
Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus
dengan cara difusi di dalam sel mukosa asam lemak dan
gliserol mengalami resintesis (bergabung lagi) menjadi
trigliserida , Kolesterol juga mengalami reesterifikasi
menjadi ester kolesterol , Trigliserida dan ester kolesterol
bersatu diselubungi oleh protein menjadi kilomikron
keluar dari sel mukosa usus secara eksositosis diangkut
lewat sistem lmasuk ke dalam sirkulasi darah imfatik
di
dalam pembuluh darah dihidrolisis oleh enzim lipase
endotel menjadi menjadi asam lemak (FFA) dan gliserol.
FFA
disimpan dalam jaringan lemak (adipose tissue)
atau jaringan perifer.

Protein tersusun atas sejumlah asam amino yang

membentuk suatu untaian (polimer) dengan ikatan


peptida , juga memiliki gugus amina (-NH2) dan gugus
karboksil (-COOH)
Beberapa jenis protein antara lain:
Glikoprotein yaitu protein yang mengandung karbohidrat
Lipoprotein yaitu protein yang mengandung lipid
Asam amino esensial adalah golongan asam amino yang
harus tersedia dalam diet karena tidak dapat disintesis oleh
tubuh, sedangkan asam amino non-esensial adalah
golongan asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh
(dalam hati)

adalah peningkatan berat badan melebihi batas

kebutuhan skeletal dan fisik sebagai akibat akumulasi


lemak berlebihan dalam tubuh. (Dorland, 2002).
penumpukan lemak yang berebihan ataupun
abnormal yang dapat mengganggu kesehatan (WHO,
2011)
kesimpulan adalah kondisi berat badan yang melebihi
dari berat badan ideal seseorang karena adanya
penumpukan zat gizi terutama lemak, karbohidrat
dan protein

Faktor genetik.
Faktor lingkungan
Faktor psikis
Faktor kesehatan

Obat-obatan
Faktor perkembangan.
Aktivitas fisik

Teknologi

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:

1. Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%


2. Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
3. Obesitas berat : kelebihan berat badan >100%
(Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara
orang-orang yang gemuk)

Tipe Obesitas Berdasarkan Bentuk Tubuh


Obesitas Tipe Buah Apel, lemak disimpan di bawah kulit

dinding perut dandi rongga perut sehingga gemuk di perut


dan mempunyai bentuk tubuhseperti buah apel
Obesitas Tipe Buah Pear, lemak disimpan di bawah kulit
bagian daerah pinggul dan paha, sehingga tubuhberbentuk
seperti buah pear
Tipe Obesitas Berdasarkan Keadaan Sel Lemak
Obesitas Tipe Hyperplastik, terjadi karena jumlah sel lemak

yang lebih banyak dibandingkan keadaannormal, tetapi ukuran


sel-selnya tidak bertambah besar
Obesitas Tipe Hypertropik , ukuran sel lemak menjadi lebih
besar dibandingkan keadaan normal, tetapi jumlah sel tidak
bertambah banyak dari normal
Obesitas Tipe Hyperplastik Dan Hypertropik, jumlah

dan ukuran sel lemak melebihi normal

Besti adalah seorang mahasiswi tinggi badan 168 cm dan


berat badan 122 kg, mengalami cedera lutut sewaktu
bermain voli di kampusnya. Oleh pusat pelayanan
kesehatan mahasiswa dirujuk ke poli gizi RSHS. Hasi
dari pemeriksaan fisik, wawancara, anamnesa dan lainlain ternyata Besti selama ini masukan DIET setiap
harinya adalah sebagai berikut : 140 gram protein, 120
gram lemak dan 590 gram karbohidrat. Kurang
konsumsi air, kadar serat dan buah-buahan

1 gram protein = 4 kkal

140 gram protein = 140 x 4 kkal = 560 kkal/ hari


1 gram lemak = 9 kkal
120 gram lemak = 120 x 9 kkal = 1.080 kkal/ hari
1 gram karbohidrat = 4 kkal
560 gram karbohidrat = 590 x 4 kkal = 2.360 kkal/ hari
Jumlah total energi masukan diet Besti = 4.000 kkal/
hari

Sebagai hasil pencernaan dan absorsi jenis gula dan

jenis zat tepung ada di dalam darah sebagai glukosa.


Glukosa disimpan didalam hati dan otot tulangtulang sebagai glikogen.
Glikogen dalam otot digunakan sewaktu aktivitas otot
& diisi kembali dg glukosa gula darah menurut
kebutuhan.
Lipid dan karbohidrat disimpan dalam hati dalam
bentuk trigliserida dan glikogen.

Protein : polimer asam amino

Protein struktural adalah protein yang berfungsi struktural

misalnya kolagen, keratin, dll


Protein fungsional adalah yg mengerjakan fungsi tertentu
misalnya enzim, hormon
Pencernaan protein : protein dalam makanan dicerna
proteosa
pepton
polipeptida
asam amino
Protein dalam lambung
selanjutnya pencernaan
diteruskan dalam usus oleh enzim-enzim endopeptidase
dan enzim - enzim eksopeptidase
dipeptida dicerna
oleh dipeptidase
asam amino yang terbentuk akan
diserap masuk ke dalam darah

Lemak yang tidak segera diperlukan setelah diabsorsi

disimpan tubuh di dalam jaringan adiposa


Bila diperlukan keluarkan dari tempat penyimpanan itu
dan di dalam hati akan diubah menjadi gliserol dan asam
lemak
Masalah utama sifatnya yang tidak larut dalam air
Lemak diemulsi oleh garam empedu disintesis oleh
liver dan disimpan dalam empedu mudah dicerna dan
diserap
Transportasi membentuk kompleks dengan protein
lipoprotein
Garam empedu bersifat amfifatik mengemulsi lemak
membentuk misel
Lemak dipecah oleh lipase pankreas

Fungsi air :
Sebagai bahan yang dapat mendispersikan berbagai

senyawa polar ada dalam bahan makanan.


Sebagai pelarut senyawa polar
Berperan pada proses metabolism bahan gizi
Sebagai alat transportasi zat gizi
Sebagai pelumas persendian
Menjaga stabilitas suhu tubuh
Mineral merupakan unsur Esensial bagi fungsi normal
sebagian enzim dan sangat penting dalam
pengendalian komposisi cairan tubuh 65% adalah air
dalam bobot tubuh

Air - Mineral - Vitamin

Dilakukan tubuh selama 24 jam Non Stop


Contoh
Exogenous water

Pengeluaran

Minuman

1300 ml

Makanan

1100 ml

Urine

1500 ml

Bernafas

500 ml

Kulit (Keringat dan Uap Air)


Endogenous water

500 ml
300 ml

Total

2700 ml

200 ml
Total

The ratio (exogenous water + endogenous) / eliminated water is 1

2700 ml

MAKRO MINERAL :

KEBUTUHAN MINERAL MAKRO


Dibutuhkan >100 miligram/hari
MIKRO MINERAL :
MINERAL MIKRO dibutuhkan tubuh
KURANG DARI 15 mgram/hari

Tidak mempunyai nilai kalori


Berperan sebagai co-enzym

Klasifikasi vitamin :
Vitamin larut lemak, Yaitu vitamin A, D, E, dan K
Vitamin larut air, Vitamin C, Vitamin B1 (Tiamin),

Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B6 (Piridoksin,


Piridoksal, dan Piridoksamin), Vitamin B12 (Kobalamin)

Pengukuran Antropometri
BMI (Body Mass Index) : BB (kg)
TB (m)2

BMI Besti

: 122 kg = 122 kg = 43, 226


(1,68)2 m 2,822 m

Sehingga bisa diambil kesimpulan berat badan Besti


termasuk kategori obesitas class III

Metabolisme berperan mengubah zat-zat makan

seperti : glukosa, asam amino, dan asam lemak


menjadi senyawa-senyawa yang diperlukan untuk
proses kehidupan seperti : sumber energi (ATP).
Energi tersebut antara lain berguna untuk:
aktivitas otot
sekresi kelenjar
memelihara membran potensial se saraf dan sel otot
sintesis subtansi sel
Sedangkan zat-zat lain dari protein berguna untuk
pertumbuhan dan reparasi jaringan tubuh

Metabolisme Karbohidrat
Jika konsumsi karbohidrat berlebihan
intake glukosa
melimpah
pembongkaran glukosa untuk sumber tenaga berkurang
glukosa akan diubah menjadi glikogen (glikogenesis).
Pembentukan glikogen dapat terjadi di semua sel tubuh
terutama di hati dan otot (5-8% dari seluruh sel).
Glukosa dapat dipecah menjadi asetil Ko-A
diubah
menjadi lemak yang kemudian disimpan di dalam hati dan
jaringan adiposa (lemak) terutama di peritoneum.

Lemak dalam tubuh berasal dari diet dan sintesa dalam

hati yang di transport ke jaringan adipose untuk disimpan


Cadangan lemak yang tidak digunakan sebagai sumber
energy pada keadaan puasa/kelaparan input energy jauh
lebih besar dari output energy
Metabolisme nutrisi pada Besti terganggu
harus
mengurangi asupan karbohidrat
Asupan lemak yang berlebih juga harus dikurangakan
terjadi penumpukan triasilgliserol yang akan menyebabkan
perlemakan hati.
asupan purin juga harus dikurangi, karena kadar asam urat
yang berlebih menyebabkan penyakit Gout yang
menyerang persendian dan ginjal

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang

menyusun beberapa senyawa organik sederhana


menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks.
Proses ini membutuhkan energi dari luar.
Contoh :
Sintesis makromolekul seperti protein, polisakarida
dan asam nukleat dari bahan-bahan yang kecil

Menentukan berat badan ideal Besti


Berat badan relatif
: [ TB (cm) - 100 ] 10%
= [ 168 100 ] 6,8
Berat badan ideal Besti
= 61,2 kg
Energi Ideal Yang Diperlukan Besti :
BEE (Basal Metabolisme) = BB ideal (kg) X 0,95X 24 jam
= 61,2 kg X 0,95 X 24
= 1395,36 kalori/hari
REE (Rest Energy Exp) : BB x 25 x AF ( dengan AF Besti = 1,6)
= 61,2 x 25 x 1,6
= 2.448 kkal/ hari

Metabolism yang terkait adalah metabolism

interrelationship yaitu metabolism protein,lemak dan


karbohidrat.
Diet yang dianjurkan untuk pencapaian BB ideal
adalah diet rendah protein, lemak dan karbohidrat.

Berat badan ideal Besti


= 61,2 kg
Kebutuhan Protein = 1 gram/ kgBB/ hari
= 1 x 61, 2
= 61,2 gram/ hari
= 61,2 x 4 kkal
= 224,8 kkal/ hari
Kebutuhan Lemak
= 10% dari total kalori (untuk
obes)
= 10% x 2.448 kkal
= 244,8 kkal/ hari
= 244,8
9
= 27,2 gram/ hari

Kebutuhan Karbohidrat = Total Kalori - (Protein + Lemak)


= 2.448 ( 224,8 + 244,8)
= 1978,4 kkal/ hari
= 1978,4
4
= 494,6 gram/ hari

Sistem tubuh bekerja secara optimal


Berkurangnya resiko kanker
Tetap fokus
Terhindar dari penyakit jantung

Bebas depresi

Glukosa juga fruktosa dan galaktosa dalam darah

masuk lewat vena porta hepatica, sinusoid, kemudian


sel hati
oleh sel hati akan diubah menjadi glikogen,
glikogenesis
Sebaliknya jika tubuh kekurangan glukosa, maka
glikogen akan segera diubah lagi menjadi glukosa,
proses ini disebut glikogenolisis
Hal ini dapat terjadi di hati karena hati mempunyai
kedua enzim yang berperan dalam katabolisme
maupun anabolisme karbohidrat

Padatan (feces)

Kolon terutama berfungsi untuk memekatkan dan

menyimpan resedu makanan yang tidak dicerna dan


produk sisa empedu sampai mereka dapat dieleminasi
dari tubuh sebagai feses
gerakan massa di kolon mendorong isi kolon ke dalam
rektum
peregangan rektum yang merangsang
reseptor regang di dinding rektum dan memicu refleks
defekasi, disebabkan oleh sfingter anus internus (otot
polos) untuk melemas dan rektum serta kolon sigmoid
untuk berkontraksi lebih kuat. Apabila sfingter anus
eksternus (otot rangka) juga melemas, terjadi defekasi

Urine
Ginjal berfungsi mengekskresikan produk-produk akhir

metabolisme dalam urine


Setelah terbentuk urine didorong oleh kontraksi peristaltik
melalui ureter dari ginjal ke kandung kemih, sebelum
reseptor regang di dindingnya mulai refleks berkemih,
Refleks ini menyebabkan pengosongan kandung kemih
secara involunter
Keringat
adalah larutan garam encer yang secara aktif dikeluarkan
ke permukaan kulit oleh kelenjar-kelenjar keringat yang
tersebar di seluruh permukaan tubuh
Berkeringat adalah suatu proses evaporatif aktif dibawah
kontrol saraf simpatis

Gas (CO2) dalam Pernafasan

Gas CO2 dikeluarkan dari tubuh melalui proses respirasi


yang terdiri dari 3 proses , Transportasi gas, Difusi gas,
Ventilasi paru
Flatulensi
Gas ini berasal dari dua sumber yaitu ; udara yang tertelan
selama makan (500 ml) dan gas yang dihasilkan oleh
fermentasi bakteri di kolon.
otot-otot abdomen dan sfingter anus eksternus secara
volunter dan simultan berkontraksi tekanan intra
abdomen dapat melawan sfingter anus yang berkontraksi
terjadi gradien tekanan yang mendorong udara keluar
dengan kecepatan tinggi melalui lubang anus
Menyebabkan tepi-tepi lubang anus bergetar,
menimbulkan suara bernada rendah yang khas menyertai
keluarnya gas