Anda di halaman 1dari 23

DRAF-1

SERATUS BUTIR NILAI DASAR


KEPRIBADIAN DAN SIKAP HIDUP ORANG MINANGKABAU

(Penjabaran Adat Basandi Syara, Syarak Basandi Kitabullah)

No. Adat Mamakai Syarak Mangato Rumusan Norma


1 nan kuriak iyolah kundi, Nilai-nilai yang terkandung Ajaran tertinggi adat Minangkabau adalah budi
nan merah iyolah sago, dalam pepatah ini senafas (kemuliaan). Budi adalah sikap dan sifat kemuliaan
nan baiak iyolah budi, dengan Al Qur’an antara lain yang dimiliki oleh seseorang. Hanya dengan budi,
nan indah iyolah baso (Ali Imran: 159), (Faathir 10) pertalian yang akrab antar anggota masyarakat dapat
diwujudkan. Allah juga menyuruh manusia untuk
berbudi dan berakhlak mulia, berlemah lembut dan
mencari kemuliaan, tidak boleh berlaku kasar.
2 Iduik baraka, mati bariman Nilai-nilai yang terkandung Orang minang itu hidup selalu dinamistidak berputus
dalam pepatah ini senafas asa dan senatiasa mendapatkan jalan keluar yang
dengan Al Qur’an antara lain berkehormatan tidak boleh iman bergoncang sehingga
(Al Baqarah :201), Al sampai matipun tetap beriman
Qashash : 77)
3 duduak marauik ranjau, tagak maninjau Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau sangat menghargai waktu, tidak
jarah, hari sahari diparampek, malam dalam pepatah ini senafas ada waktu yang boleh terbuang sia-sia, baik waktu
samalam dipatigo dengan Al Qur’an antara lain untuk beribadah maupun waktu untuk bekerja. Allah
(Al ‘Ashr: 1-3) sangat menegaskan supaya manusia memanfaatkan
waktu
4 raso dibaok naik pareso dibaok turun Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus selalu mengutamakan
Alua patuik jalan batampuah dalam pepatah ini senafas keseimbangan perasaan dan pikiran, karena Allah
dengan Al Qur’an antara lain menjadikan segala sesuatunya dalam keadaan seimbang
(Al Mulk:3)
5 bajalan luruih bakato bana Nilai-nilai yang terkandung Bagi orang Minangkabau kebenaran dan kejujuran
dalam pepatah ini senafas adalah prinsip hidup yang harus dipegang dalam
dengan Al Qur’an antara lain kondisi dan situasi apapun. Allah juga memerintahkan
(Al Maidah:8) kita untuk menegakan kebenaran dan berlaku adil
6 kayu gadang ditangah koto, ureknyo tampek Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau ketika memimpin selalu bersikap
baselo, batangnyo tambek basanda,
1
dahannyo tampek bagantuang, daunnyo dalam pepatah ini senafas dan bertindak secara adil serta mampu mengayomi
tampek balinduang, aianyo ka diminum, dengan Al Qur’an antara lain siapapun. Allah menyuruh kita untuk bertindak adil,
buahnyo ka dimakan (Al Baqarah : 30, Al An’am : sesuai dengan penunjukan manusia sebagai khalifah di
165 dan An Nahl : 90) bumi
7 lamak di awak katuju diurang Semangat kehidupan Orang Minangkabau dalam setiap tindakannya selalu
keagamaan masyarakat mempertimbangkan rasa serta memikirkan dampak
Minangkabau tetap dalam baik dan buruknya terhadap orang lain.
kesimbangan antara hak
inividu dan hak masyarakat
8 dima bumi dipijak, di sinan langik Nilai-nilai yang terkandung Orang Minang selalu mampu menyesuaikan diri
dijunjuang dalam pepatah ini senafas dengan kondisi apapun. Memiliki kesadaran yang
dengan Al Qur’an antara lain tinggi terhadap ruang dimana mereka berada. Sebagai
(Al hujarat : 13) etnik yang memiliki tradisi merantau, orang
Minangkabau dapat berinteraksi dengan berbagai suku
bangsa, dan semangat lintas budaya.
9 kamanakan barajo ka mamak, mamak Nilai-nilai yang terkandung Bagi orang Minangkabau kebenaran merupakan
barajo ka pangulu, pangulu barajo ka dalam pepatah ini senafas hirarkhi tertinggi dari seluruh hirarkhi sosial kehidupan
mufakat, mufakat barajo ka nan bana, nan dengan Al Qur’an antara lain mereka. Allah mengingatkan supaya manusia selalu
bana badiri sandirinyo (Al Baqarah : 147) berpegang pada kebenaran (Al Haq).
10 hiduik basuku mamaga suku, hiduik ba Nilai-nilai yang terkandung Orang Minang selalu menjaga dan memelihara
kampuang mamaga kampung, hiduik ba dalam pepatah ini senafas lingkungan tempat dia hidup, selalu menjaga martabat
nagari mamaga nagari antara lain dengan Al Qur’an keluarga, kaum dan bangsa tanpa memandang
(At Tahrim:6) perbedaan, karena Allah menempatkan manusia dalam
derajat yang sama kecuali ketaqwaannya.
11 kato panghulu kato manyalasai, kato manti Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus piawai dalam
kato barubuang, kato malin kato hakikaik, dalam pepatah ini senafas menyelesaikan setiap masalah dengan arif dan
kato dubalang kato mandareh dengan Al-Qur’an antara lain bijaksana. Hikmah dan kebijaksaan adalah jalan
menyelesaikan setiap masalah secara profesional dan
proporsional.
12 didahulukan salangkah, ditinggikan Dekatnya hubungan antara Orang Minangkabau meyakini bahwa seseorang
sarantiang pemimpin dengan yang pemimpin tidak boleh jauh dari orang yang
dipimpin dipimpinnya.
13 basilang kayu dalam tungku, di sinan api Perbedaan itu adalah rahmat Orang Minang memandang bahwa perbedaan pendapat
mangko ka iduik bukanlah penghalang untuk bersilaturrahmi. Perbedaan
pendapat akan menghasilkan keputusan yang baik.

2
14 gayuang basambuik, kato bajawek Nilai-nilai ukhuwah, senafas Orang Minang selalu tanggap terhadap berbagai
antara lain dengan al Qur’an persoalan yang terjadi. Apapun yang terjadi harus
(Al Hujurat : 10) direspon sesuai porsinya.
15 anak dipangku kamanakan dibimbiang, Nilai-nilai tanggungjawab, Orang Minangkabau dalam membina keluarganya
urang kampuang dipatenggangkan senafas antara lain dengan al selalu dalam koridor budi pekerti dengan
Qur’an (At Tahrim:6) mempertimbangkan keseimbangan dalam membina
anak dan kemenakan.
16 gadang indak malendo, Cadiak indak Nilai-nilai saling menghargai, Orang Minangkabau harus menghargai manusia tanpa
mambuang kawan, Gapuak indak senafas antara lain dengan al memandang status sosial dan menghargai semua
mambuang lamak Qur’an (Al Hujurat: 13) ciptaan Tuhan bagaimanapun bentuknya.

17 maatok sabalun tirih, malantai sabalun Nilai kehati-hatian dan Orang Minangkabau selalu mempersiapkan diri untuk
lapuak waspada senafas dengan Al menghadapi segala kemungkinan dan mempersiapkan
Qur’an (Al Hasyr: 18) hari esok
18 manimbang samo barek, maukua samo Nilai-nilai keadilan, senafas Orang Minangkabau selalu bertindak jujur dan adil
panjang antara lain dengan al Qur’an
(Al A’raf:29), (An Nisa:135),
(Al Mukmin;20)
19 pandai maatak maetokan, pandai maagak Nilai-nilai kecerdasan, Orang Minangkabau selalu bersikap adil dan
maagiahan senafas antara lain dengan al proporsional. Allah pun menciptakan sesuatu menurut
Qur’an (Al-Qamar : 49) ukurannya (proporsional)
20 saukua mako manjadi, sasuai mangko Nilai-nilai kemufakatan. Orang Minangkabau belum akan melaksanakan dan
takanak melakukan sesuatu sebelum semuanya terencana
dengan baik dan mendapatkan kesepakatan bersama
21 rajo alim rajo disambah, rajo lalim rajo Nilai-nilai konsistensi dalam Orang Minangkabau dalam kepatuhannya terhadap
disanggah mematuhi pemimpin, senafas pemimpin tidak bersifat membabi buta, tetapi tetap
dengan Al Qur’an antara lain bersikap kritis. Bagi Orang Minangkabau, tidak ada
surat (An Nisa’: 59) kepatuhan untuk pemimpin yang zalim
22 nan tuo dimuliakan, nan ketek dikasihi, Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam pergaulan hidupnya selalu
samo gadang lawan baiyo dalam pepatah ini senafas bersikap santun dan menempatkan sesuatu pada
antara lain dengan al Qur’an tempatnya. Allah juga memerintahkan agar setiap
(Isra’:23) orang berbuat baik kepada orang tuanya.
23 tibo dikaba baik bahimbauan, tibo dikaba Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam pergaulan sosialnya selalu
buruak bahambauan, jauh cinto mancinto, dalam pepatah ini senafas menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan
dakek jalang manjalang antara lain dengan al Qur’an berempati dengan kesulitan masyarakat disekitarnya

3
(Al Hujurat : 10)
24 nan bungkuak makanan saruang, nan Nilai-nilai yang terkandung Bagi orang Minangkabau siapa saja yang berbuat salah
bingkuak makanan barih dalam pepatah ini senafas pasti akan mendapatkan balasannya. Hukum harus
antara lain dengan al Qur’an ditegakkan bagi siapa yang melanggarnya
(Az Zumar : 51), (Isra’ : 7 )
25 duduak basamo balapang-lapang, duduak Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam kehidupannya harus selalu
surang basampik-sampik dalam pepatah ini senafas berbagi dan tolong menolong dengan semangat
antara lain dengan al Qur’an kebersamaan.
(Al Maidah : 2)
26 kamanakan manyambah lahia, mamak Nilai saling menghargai Orang Minangkabau harus memberikan perhatian
manyambah bathin kepada yang muda sebagai penerus peradaban.
27 bajalan usah maningadah, bakato usah Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam hidupnya tidak baoleh
mandereh dalam pepatah ini senafas sombang dan angkuh.
dengan al Qur’an antara lain
(Al Isra’ : 37 dan Lukman :
31)
28 barek samo dipikua, Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus menjunjung tinggi semangat
ringan samo dijinjiang. dalam pepatah ini senafas tolong menolong dan kebersamaan. Beban dan
antara lain dengan al Qur’an penderitaan orang lain tidak boleh dibiarkan
(Al Maidah : 2) ditanggung sendiri
29 malawan guru jo kajinyo, malawan mamak Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau boleh melakukan perlawanan
jo adatnyo dalam pepatah ini senafas terhadap siapapun dengan cara-cara yang santun sesuai
dengan al Qur’an antara lain dengan porsinya masing-masing. Allah juga
(An Nahl:125) memerintahkan kita untuk menyeru manusia ke jalan
yang benar dengan hikmah dan pelajaran yang baik
30 tarapuang samo hanyuik, tarandam samo Nilai-nilai kebersamaan Orang Minangkabau harus mempunyai semangat
basah kebersamaan, apapun akibat dari tindakan bersama
harus ditanggung secara bersama-sama
31 nan indak samo dicari, nan lai samo Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus saling tolong menolong
dimakan, mandapek samo balabo, dalam pepatah ini senafas dengan semangat kebersamaan, berusaha bersama
kahilangan samo barugi, dengan al Qur’an antara lain untuk kesejahteraan bersama
(Al Maidah : 2)
32 barek samo dipikua ringan samo dijenjeng, Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus menjaga kebersamaan dan
sadanciang bak basi, saciok bak ayam, dalam pepatah ini senafas persatuan dalam pergaulan sosialnya.
kailia sarangkuah dayuang, kamudiak antara lain dengan al Qur’an
saantak galah, ka bukik samo mandaki, ka

4
lurah samo manurun, (Ali Imran : 103)
33 bajalan si ganjua lalai, pado pai suruik nan
Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus arif, lemah lembut dan tegas
labiah; samuik tapijak indak mati, alu dalam pepatah ini senafas dalam hidupnya.
tataruang patah tigo antara lain dengan al Qur’an
(Al Fath : 29)
34 duduak samo randah, tagak samo tinggi Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam pergaulannya harus dengan
dalam pepatah ini senafas semangat egaliter, memposisikan setiap orang pada
antara lain dengan al Qur’an posisi yang sederajat dan seimbang
(Al Hujurat : 13 )
35 samo saujuik sapangana, samo sapaham Nilai-nilai yang terkandung Bagi Orang Minangkabau kesepahaman dalam
sahakikaiak. dalam pepatah ini senafas melakukan sesuatu merupakan prinsip yang harus
dengan al Qur’an antara lain dimiliki
surah (Ali Imran : 159)
36 nak mulia batabua urai, nak kayo rajin Nilai-nilai yang terkandung Bagi orang Minangkabau segala sesuatu tidak dapat
mancari dalam pepatah ini senafas diperoleh hanya dengan menunggu, segalanya akan
antara lain dengan al Qur’an dapat diperoleh dengan usaha yang rajin dan tulus
(Al Baqarah : 286), (Al
‘Ankabut : 69)
37 kok kayo ndak kamamintak, kok cadiak Orang Minangkabau harus mempunyai prinsip bahwa
ndak kabatanyo, kok kuaik ndak harga diri tidak dapat diukur dengan apapun
kabalinduang, kok bagak ndak kabaparang
38 dari pado baputiah mato, labiah elok Orang Minangkabau harus mempunyai prinsip bahwa
baputiah tulang lebih baik mati dari pada menjual harga diri
39 musuah indak dicari, basuo pantang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus selalu berani menghadapi
diilakkan dalam pepatah ini senafas kenyataan.
dengan al Qur’an antara lain
(Al Ahqaf : 13)
40 tabujua lalu tabalintang patah Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau berprinsip bahwa kebenaran harus
dalam pepatah ini senafas selalu ditegakkan walau apapun rintangannya.
antara lain dengan al Qur’an
(Yunus : 108), (Al Maidah :
48), (Az Zukhruf:78)
41 tangan mancancang, bahu mamikua Orang Minangkabau harus berprinsip bahwa segala
sesuatu yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan
oleh siapa yang melakukannya.

5
42 bajalan ba nan tuo, bakato ba nan pandai, Nilai-nilai kearifan dan Orang Minangkabau dalam setiap apa yang akan
barundiang banan cadiak. keahlian. dilakukan harus selalu bermusyawarah dan belajar dari
pengamalam masa lalu.
43 kok singkek uleh mauleh, kurang tukuak Nilai-nilai solidaritas dan Orang Minangkabau dalam hidupnya harus mempunyai
manukuak tolong- menolong. Senafas semangat kolektif dengan saling tolong menolong dan
dengan Al qur’an (Al Maidah: bahu membahu. Allah SWT juga menganjurkan bahwa
2) bertolong-tolonganlah kamu dalam kebaikan.
44 ndak ado kusuik ndak salasai, ndak ado Nilai-nilai kesungguhan yang Orang Minangkabau dalam hidupnya harus selalu
karuah nan ndak janiah terkandung dalam pepatah ini optimis, segala sesuatu ada jalannya, tidak ada sesuatu
senafas antara lain dengan al yang buntu dalam hidup.
Qur’an (Al ‘Ankabut : 69)
45 ingek sabalun kanai, kulimek sabalun abih Orang Minangkabau dalam bertindak harus selalu hati-
hati dan memperhitungkan segala kemungkinan yang
akan terjadi kemudian sebagai akibat dari apa yang
akan dilakukannya.
46 tau jo raso jo pareso, ingek di rantiang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau menimbang tindakannya dengan
kaman cucuak, tau di dahan kamaimpok dalam pepatah ini senafas keseimbangan perasaan dan pikiran, untuk dapat
antara lain dengan al Qur’an menghindari malapetaka yang mungkin terjadi.
(Al Mulk:3)
47 pandai manggantang aia lauik, pandai Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau memiliki kemampuan dan
mauleh rueh nan putuih dalam pepatah ini senafas kearifan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit dan
antara lain dengan al Qur’an menjadi mediator yang baik
(Al Hujurat: 9)
48 mambuhua indak mambuku, mauleh indak Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau memiliki kepiawaian menyatukan
mangasan dalam pepatah ini senafas atau menyelesaikan sesuatu yang bertentangan
antara lain dengan al Qur’an (konflik) atau perbedaan, demi mencari kebaikan, dan
(Al Hujurat:9 dan 10) Allah menyuruh kita untuk mendamaikan 2 kelompok
yang berselisih secara adil.
49 ingek-ingek nan diateh, nan dibawah kok Orang Minangkabau harus sadar dengan ruang dan
maimpok berhati-hati dalam bertindak, malapetaka bisa datang
dari mana saja.
50 bulek jangan basuduik, picak jangan Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau jika telah mengambil kesepakatan,
basandiang dalam pepatah ini senafas jangan berubah atau keluar dari kesepakatan tersebut
antara lain dengan al Qur’an
(Al Fath : 10)

6
51 warih nan dijawek, pusako nan ditolong, Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau selalu menempuh jalan yang telah
bajalan tatap dinan pasa, bakato tatap di nan dalam pepatah ini senafas ditetapkan, dan selalu mengatakan sesuatu yang benar.
bana antara lain dengan al Qur’an
(Isra’ : 81)
52 basasok bajarami, bapandan bapakuburan, Orang Minangkabau harus dapat menunjukkan asal-
batunggua bapanabangan usulnya
53 bamamak bakamanakan, babako babaki, Orang Minangkabau harus memiliki kesadaran tentang
basumando, basumandan, baipa babisan hubungan kekerabatan yang berakar pada sistem
matrilinial.
54 tagangnyo bajelo-jelo, kanduanyo Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau memiliki sikap tegas tapi
badantiang-dantiang; hati lapang paham dalam pepatah ini senafas [“fleksibel”] dalam tindakan, berjiwa besar dan
saleso, pasiah lidah pandai barundiang antara lain dengan al Qur’an memiliki kemampuan untuk berunding.
(Al Fath : 29)
55 tau jo raso jo pareso, ingek di rantiang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau bersifat rendah hati, tidak
kaman cucuak, tau di dahan kamaimpok dalam pepatah ini senafas menonjolkan diri, seperti dilambangkan ilmu padi
antara lain dengan al Qur’an semakin berisi semakin merunduk. Allah juga
(Al Lukman;18) mengingat bahwa jangan kita berjalan dimuka bumi
dengan sombong
56 manimbang samo barek, maukua samo Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus selalu bertindak adil,
panjang dalam pepatah ini senafas objektif dalam memutuskan setiap perkara yang
dengan al Qur’an antara lain dihadapkan kepadanya. Allah juga memerintahkan kita
(Al A’raf:29), (An Nisa:135), untuk selalu bertindak dan bersikap adil
(Al Mukmin;20)
57 pandang jauah dilayangan, pandang dakek Orang Minangkabau harus melihat segala sesuatu
ditukiakan; tibo dimato indak dipiciangan , dengan jelas, dan tidak menghindar dari tanggungjawab
tibo diparuik indak dikampihan ada padanya.
58 nan bana kato saiyo, nan rajo kato mufakaik Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus menghargai kesepakatan
dalam pepatah ini senafas bersama sebagai hasil mufakat. Allah memerintahkan
dengan al Qur’an antara lain kita untuk selalu menepati janji
(Ali Imran : 76 )
59 adaik ado bari mambari, adaik indak Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus membantu orang lain kalau
basalang tenggang dalam pepatah ini senafas dia memiliki, dan harus saling pengertian jika sama-
dengan al Qur’an antara lain sama dalam kesulitan. Allah
(Ali Imran; 92)
60 kato surang babulati, kato basamo Orang Minangkabau secara prinsip menempatkan
7
bapaiyokan persoalan bersama sebagai masalah utama. Allah…
61 elok diambiak jo mufakaik, buruak babuang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus mencari yang baik melalui
jo etongan dalam pepatah ini senafas proses mufakat, dan membuang yang buruk dengan
dengan al Qur’an antara lain menggunakan akal sehat. Allah menyuruh kita untuk
(Ali Imran: 159) menyelesaikan masalah melalui musyawarah
62 kayu batakuak barabahan, janji babuek Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus memiliki komitmen dan
batapati dalam pepatah ini senafas kesetian terhadap kesepakatan atau janji yang telah
dengan al Qur’an antara lain dibuat. Allah juga menyuruh kita untuk menepati janji
(Al Fath:10)
63 dibarih paek makan, ditakuak tabangan tibo Orang Minangkabau harus bertindak sesuai dengan
aturan atau kesepakatan yang telah dibuat.
64 barih ndak buliah dilampaui, cupak ndak Orang Minangkabau harus selalu patuh dan taat
buliah dilabiahi terhadap tatanan yang berlaku dalam masyarakatnya.

65 anak dipangku kamanakan dibimbiang,anak Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus mampu menempatkan
dibimbiang jo pancarian kamanakan dalam pepatah ini senafas keluarnya secara proporsional dan menyiapkan anak
dipangku jo pusako dengan al Qur’an antara lain dan kemenakannya menjadi generasi masa depan yang
(At Tahrim:6), (An Nisa:9) kuat. Allah pun menyuruh untuk memelihara keluarga
kita dari siksaan azabnya.
66 adaik rusuah tunai-manunai tagamang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus saling bantu membantu
jawek-manjawek, dalam pepatah ini senafas dalam kesusahan.
dengan al Qur’an antara lain
(Al Maidah : 2)
67 hati gajah samo dilapah, hati tungau samo Orang Minangkabau harus memegang nilai
dicacah, gadang agiah baumpuak, ketek kebersamaan dan adil dalam membagi sesuatu sesuai
agiah bacacah takarannya.
68 tau diereang jo gendeng, tau dikieh kato Orang Minangkabau mesti arif dengan segala kondisi
sampai’ yang ada dilingkungan sekitarnya baik lahir maupun
batin
69 manyauk diilie-ilie, bakato dibawah-bawah Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus rendah hati dan tidak
dalam pepatah ini senafas sombong. Allah mengingatkan kita untuk tidak
dengan al Qur’an antara lain sombong ketika berjalan dimuka bumi
(Al Lukman;18)
70 ingek sabalun kanai, kulimek sabalum habih Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus waspada terhadap segala
dalam pepatah ini senafas kemungkinan yang akan terjadi, baik terhadap

8
dengan al Qur’an antara lain melemahnya perekonomian ataupun melemahnya
(An Nisa:9) pendidikan anak kemenakan
71 maminteh sabalun anyuik, malantai sabalun Orang Minangkabau harus arif dengan segala gejala
lapuak yang terjadi.
72 nan tirih makanan pati, nan ratak makanan Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus mampu membenahi dan
simpai dalam pepatah ini senafas menyelesaikan berbagai persoalan yang telah terjadi
dengan al Qur’an antara lain
(Al Hujurat:9)
73 kok lai usah dimakan, kok indak baru Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam menjalani kehidupannya
dimakan dalam pepatah ini senafas harus hemat dan mempersiapkan diri untuk kondisi-
dengan al Qur’an antara lain kondisi susah. Allah juga melarang kita untuk boros
(Al Isra’ : 27) atau mubazir.
74 nak mulia tapeki janji, nak gadang sapo nan Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus sopan dan selalu menepati
ketek dalam pepatah ini senafas janji.
dengan al Qur’an antara lain
(Al Fath:10), (Almaidah:1)
75 pikia nan palito hati, nanang nan baribua Orang Minangkabau harus memikirkan dan
aka memperhitungkan segala perkataan dan pekerjaan yang
akan dilakukan
76 indak kuniang karano kunyik, indak lamak (Hadist: “katakanlah yang Orang Minangkabau harus tahan terhadap godaan-
karano santan benar itu walapupun pahit”) godaan dalam menegakkan kebenaran.
77 putiah tahan sasah, hitam tahan tapo Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus tahan ujian (cobaan) baik
dalam pepatah ini senafas dan buruk.
dengan al Qur’an antara lain
(Al Baqarah: 153,214)
78 tau dibayang kato sampai, tau dikiyeh kato Orang Minangkabau harus cerdas dan arif dalam
bandiang memahami berbagai fenomena yang terjadi
79 nan tau jo korong kampuang, tau dianak jo Orang Minangkabau harus memahami dan
kamanakan memperhatikan kondisi sosial kemasyarakat yang ada
disekelilingnya.
80 tau dituah sisiak ayam, tau dibulang nan Orang Minangkabau harus sudah mengerti terhadap
bakicuah persoalan dengan membaca tanda-tanda yang muncul
81 nan tau dicakah jo kaik, tau dibayang kato Orang Minangkabau harus cerdas membaca fenomena
sampai
82 tau diangin nan basiru, tau karang nan Orang Minangkabau harus paham tentang pekerjaan

9
manonggok yang akan dilakukan dan tahu bagaimana cara
melakukannya.
83 kurang rambah parak basamak, kurang Orang Minangkabau harus mampu menyusun
sisiak tuneh manjadi perencaan secara baik dan matang sebelum pekerjaan
tersebut dilakukan
84 kurang tukang binaso kayu, kurang alim Orang Minangkabau harus mengakui kelebihan orang
binaso kitab lain, karena sebuah pekerjaan jangan sampai
diserahkan kepada yang bukan ahlinya
85 usah nak gadang dari batang usah nak tinggi Orang Minangkabau harus tahu diri, tahu dengan
dari pucuak ukuran kemampuannya
86 muluik manih kucindan murah, baso baik Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus bersopan santun dan ramah
gulo dibibia dalam pepatah ini senafas dalam bertutur.
dengan al Qur’an antara lain
(Al Fath:29)
87 mangaruak sahabih gauang, maawai sahabih Orang Minangkabau dalam memilih pekerjaan harus
raso menyesuaikan dengan kemampuannya dan melakukan
marosok sapanjang tangan, baretoang pekerjaan tersebut sampai selesai
sampai sudah
88 basilek diujuang lidah, malangkah kapangka Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau ketika melakukan sesuatu harus
karih, manitih dimato padang dalam pepatah ini senafas memulai dengan musyarawarah dengan
dengan al Qur’an antara lain memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi
(Ali Imran: 159) dan siap dengan segala resiko yang mungkin muncul
89 gelek samiang padi, gayuang sajamba Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau harus mempunyai kearifan yang
makan dalam pepatah ini senafas tinggi dan mampu menyelesaikan masalah dalam waktu
dengan al Qur’an antara lain yang sesingkat-singkatnya.
(Al Hujurat: 9)
90 capek ndak buliah wak dahulu, lambek ndak Orang Minangkabau harus menempatkan sesuatu pada
dapek wak kudian tempatnya dengan tetap mengedepankan musyawarah
91 harato dibao dipulangan, harato ditapeki Orang Minangkabau harus mampu bersikap arif
dipaliharo dimanapun ia berada
92 tingginyo kaik-kaitan, randahnyo jambo- Orang Minangkabau tidak boleh menganggap enteng
jamboan segala pekerjaaan, lakukan segala sesuatu sesuai
kemampuan
93 ndak ado rotan, akapun jadi tali Orang Minangkabau harus mampu memanfaatkan apa
yang ada

10
94 bakato sapatah dipikiaan, bajalan salangkah Orang Minangkabau dalam hidupnya selalu bersikap
maliek suruik hati-hati, segala sesuatu tidak boleh dilakukan secara
serampangan dan ceroboh.
95 urang kampuang patenggangkan, tenggang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam kehidupan bermasyarakat
nagari jan binaso, tenggang sarato jo dalam pepatah ini senafas harus selalu berbuat baik. Allah SWT dalam banyak
ubeknyo dengan al Qur’an antara lain firmannya juga menyatakan kecintaannya kepada
(Al Baqarah:195) orang-orang yang berbuat baik
96 hilang rono dek panyakik, hilang bangso Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam hidupanya tidak boleh
dek indak baameh dalam pepatah ini senafas berpangku tangan, harus rajin berusaha untuk
dengan al Qur’an antara lain kesejahteraan hidupnya. Allah menguruh kita untuk
(Al Jumu’ah:10) mencari karuniannya (berusaha) dengan cara
bertebaran dimuka bumi.
97 manusia tahan kieh, binatang tahan palu, Orang Minangkabau memiliki sensitifitas dan kepekaan
kilek camin kamuko, kilek baliuang kakaki intuisi yang sangat tinggi.
98 pantangan ikan dibuang sisiak, pantangan Orang Minangkabau dalam pergaulannya selalu
buruang dibuang sayok, pantangan urang menghargai orang lain dengan selalu
ditinggakan meikutsertakannya dalam setiap aktifitas yang
dilakukan
99 saratuih kito dalam dandang, kakok jabatan Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau dalam membangun masyarakatnya
masing-masing dalam pepatah ini senafas selalu bekerjasama dengan peranan masing-masing
dengan al Qur’an antara lain sesuai keahliannya. Allah menyuruh kita untuk
(Annisa 58) menyerahkan sebuah pekerjaan kepada ahlinya.
100 bahimat sabalum habis, sadiokan payuang Nilai-nilai yang terkandung Orang Minangkabau berprinsip bahwa masa depan
sabalun hujan dalam pepatah ini senafas anak cucu harus dipikirkan dengan cara menjaga
dengan al Qur’an antara lain keseimbangan pusaka/alam yang diterimanya untuk
(Annisa: 9) diteruskan kepada anak cucu. Allah mengingatkan agar
kita tidak meninggalkan generasi yang lemah setelah
kita.

Catatan Terjemahan ayat Al Quran:


1. (Ali Imran: 159), (Faathir 10)
a. (Ali Imran;159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun

11
bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
b. (Al Faathir;10). Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik
perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka
azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.

2. (Al Baqarah :201), Al Qashash : 77)


a. (Al Baqarah;201). Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"
b. (Al Qashash;77). Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah
kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berbuat kerusakan.

3. (Al ‘Ashr: 1-3)


“1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

4. ( Al Mulk:3)
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

5. (Al Maidah:8)
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi
dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.

6. (Al Baqarah : 30, Al An’am : 165 dan An Nahl : 90)


a. (Al Baqarah:30). Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
b. (Al An’am:165). Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas
sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu
amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
12
c. (An Nahl:90). Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan
Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat
mengambil pelajaran.

7.

8. (Al hujarat : 13)


Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa -
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

9. (Al Baqarah : 147)


Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

10. (At Tahrim:6)


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

11. (Al-Baqarah: 269)


Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang
berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

12.

13.

14. (Al Hujurat : 10)


Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan
takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

15. (At Tahrim:6)


Sda nomor 10

16. (Al Hujurat: 13)


13
Sda nomor 8

17. (Al Hasyr: 18)


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

18. (Al A’raf:29), (An Nisa:135), (Al Mukmin;20)


a. (Al A’raf:29). Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan." Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu[533] di
setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan
kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)."
b. (An Nisa:135). Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena
Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia[361] kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu
kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar
balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu
kerjakan.
c. (Al Mikmin:20). Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat
menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

19. (Al-Qamar : 49)


49. Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

20.

21. (An Nisa’: 59)


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

22. (Isra’:23)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu
dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

23. (Al Hujurat : 10)


Sda nomor 14
14
24. (Az Zumar : 51), (Isra’ : 7 )
a. (Az Zumar:51). Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara
mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
b. (Isra’;7). Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu
bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk
menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali
pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

25. (Al Maidah : 2)


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram,
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang
mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah
haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu
dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan
dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya
Allah amat berat siksa-Nya.

26.

27. (Al Isra’ : 37 dan Lukman : 31)


a. (Isra’:37) Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat
menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
b. (Lukman: 31) Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya
diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.

28. (Al Maidah : 2)


Sda dengan nomor 25

29.

30.

31. (Al Maidah : 2)


Sda dengan nomor 25
15
32. (Ali Imran : 103)
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu
karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari
padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

33. (Al Fath : 29)


Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi
berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka
tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu
seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di
atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir
(dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di
antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

34. (Al Hujurat : 13 )


Sda nomor 8

35. (Ali Imran : 159)


Sda nomor 1

36. (Al Baqarah : 286), (Al ‘Ankabut : 69)


a. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang
diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa
yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka
tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
b. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan
Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

37.

38.

16
39. (Al Ahqaf : 13)
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

40. (Yunus : 108), (Al Maidah : 48), (Az Zukhruf:78)


a. Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang
mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka
sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu."
b. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab
(yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa
yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki,
niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka
berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa
yang telah kamu perselisihkan itu,
c. Sesungguhnya Kami benar-benar telah memhawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran
itu.

41.

42.

43. (Al Maidah: 2)


Sda nomor 25

44. (Al ‘Ankabut : 69)


Sda nomor 36 b

45.

46. (Al Mulk:3 )


Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

47. (Al Hujurat: 9)

17
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang
satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada
perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil;
sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

48. (Al Hujurat:9 dan 10)


a. Al Hujurat: 9, Sda
b. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu
dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

49.

50. (Al Fath : 10)


Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas
tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan
barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

51. (Isra’ : 81)


Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

52.

53.

54. (Al Fath : 29)


Sda nomor 33

55. (Al Lukman;18)


Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

56. (Al A’raf:29), (An Nisa:135), (Al Mukmin;20)


a. Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan." Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang
dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan
(demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)."

18
b. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun
terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-
kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
c. Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum
dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

57.

58. (Ali Imran : 76 )


(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-
orang yang bertakwa.

59. (Ali Imran; 92)


Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai.
Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

60.

61. (Ali Imran: 159)


Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati
kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

62. (Al Fath:10)


Sda nomor 50

63.

64.

65. (At Tahrim:6), (An Nisa:9)


a. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada
mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
19
b. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang
mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka
mengucapkan perkataan yang benar.

66. (Al Maidah : 2)


Sda nomor 25

67.

68.

69. (Al Lukman;18)


Sda nomor 55

70. (An Nisa:9)


Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang
mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka
mengucapkan perkataan yang benar.

71.

72. Al Hujurat:9)
Sda nomor 47

73. (Al Isra : 27)


Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

74. (Al Fath:10), (Almaidah:1)


a. Sda nomor 50
b. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah
menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

75.

76. H
20
77. (Al Baqarah: 153,214)
a. (Al Baqarah: 153) Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.
b. (Al Baqarah: 214) Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan)
sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah
datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

78.

79.

80.

81.

82.

83.

84.

85.

86. (Al Fath:29)


Sda nomor 33

87. S

88. (Ali Imran: 159)


Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati
kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

21
89. (Al Hujurat: 9)
Sda nomor 47

90.

91.
92.

93.

94.

95. (Al Baqarah:195)


Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat
baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

96. (Al Jumu’ah:10)


Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak
supaya kamu beruntung.

97.

98.

99. (Annisa 58)


Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

100. (Annisa: 9)
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang
mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah
mereka mengucapkan perkataan yang benar.

101. (An Nahl:125)

22
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

102.

103. H

104. (Isra’ : 37)


Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus
bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

105.

106.

107.

23