Anda di halaman 1dari 21

BAGIAN 4

Sampling Variable pada


Pengujian Substantif

Pengujian Substantif
Tujuan Pengujian Substantif: Menilai dapat
dipercaya / tidaknya informasi kuantitatif
yang disajikan manajemen.
Informasi dipercaya jika tidak mengandung
salah saji yang material.
Pengujian dapat dilakukan dengan metode
sampling statistik maupun metode sampling
non statistik
2

Metode sampling
1. Metode sampling statistik:
Sampling Variabel Sederhana (Mean Per
Unit estimation)
Dolar Unit Sampling /sampling satuan
mata uang. Keunggulan SMU adalah:
bukti yang bernilai besar cenderung
terpilih jadi sampel walaupun tanpa
menstratifikasi populasi
2. Metode Sampling Nonstatistik
3

Tahapan dalam
Sampling Variabel Sederhana
1. Perencanaan audit
2. Menetapkan jumlah unit yang
akan disampel
3. Memilih sampel
4. Menguji sampel
5. Mengestimasi keadaan
populasi
6. Membuat simpulan hasil audit
4

Tahap I. Perencanaan Audit

Menetapkan tujuan audit


(yaitu menguji kelayakan
informasi kuantitatif)
Menentukan tingkat
keandalan dan risiko
sampling (risiko dan )
Menentukan batas
toleransi nilai salah saji
(TS)
5

Risiko Sampling
Risiko Sampling pada Pengujian Substantif:
1. Risiko Keliru Menolak ()
Risiko keliru menyatakan suatu informasi tidak layak
dipercaya, padahal sebenarnya tdk ada kesalahan
yg material
2. Risiko Keliru Menerima ()
Risiko keliru menyatakan suatu informasi layak dipercaya,
padahal sebenarnya mengandung kesalahan material
Risiko Keliru Menerima () biasanya ditetapkan sebesar dua kali
Risiko Keliru Menolak () atau = 2
6

Batas Toleransi Salah Saji (TS)

Adalah batas nilai kesalahan


dalam populasi yang dapat
ditolerir oleh auditor

Batasnya ditetapkan dengan


memperhatikan nilai yang
dianggap material (menurut
pertimbangan / judgment
auditor).
7

Contoh Perencanaan Audit


a. Tujuan Audit

Menguji Kelayakan Informasi Kuantitatif,


misalnya pengeluaran kas tahun 2002.
Populasi: bukti pengeluaran kas tahun
2002, yaitu 100.000 unit (N) dengan
Nilai Buku Rp6.250.000,00 (NB).

b. Tingkat
Keandalan
dan Risiko
Sampling

Confidence level : perkiraan derajat


populasi yang terwakili oleh sample
95% atau Risiko sampling 5%.

c. Batas
toleransi
nilai salah
saji (TS)

TS 5,88% dari Nilai Buku, atau


Rp367.500,00.

Kesalahan sampling (E)

selisih antara hasil sampling dg populasinya.

Toleransi kesalahan sampling maksimum dr hasil sampling

TS
E
1 (B / Z )

E
TS
B
Z

=
=
=
=

Kesalahan Sampling
Toleransi Salah Saji = 367.500
Z untuk (), atau Z (1-10%) =1,65
z (), atau Z (1-5%) = 1,96

367 .500
E
199 .529
1 (1,65 / 1,96 )
9

Tahap II.
Menetapkan Jumlah (Unit) Sampel

N .Z .S
n

n = Unit Sampel
N = Unit Populasi
Z = Faktor Keandalan pada risiko keliru
menolak (Gunakan Tabel Normal)
S = Standar Deviasi Populasi
E = Kesalahan Sampling

10

Contoh Menetapkan Jumlah (Unit) Sampel

N .Z .S
n

N = 100.000
Z = Nilai factor kehandalan pada tingkat .
Nilai z dicari pada table normal. Yaitu Nilai Baris + Nilai
Kolom pada perpotongan (1-)/2. Untuk 5%=1,9+0,06=1,96
mulai dari angka 0,4750 (1-0,05)/2.
S = Standar deviasi sample,dihitung dr sample pendahuluan.
Misalnya dari sample pendahuluan atas 30 bukti dihitung
dengan rumus
( X X )2
S

diketahui S = 15,27.
E = Kesalahan Sampling

(n 1)

11

Jumlah (Unit) Sampel

N .Z .S
n

Jadi, jumlah sampel yang diperlukan adalah


225 unit bukti.
12

Tahap III. Memilih Sampel


Memilih 225 bukti dari 100.000 bukti yang
ada.
Karena merupakan sampling statistik,
pemilihan sampel harus dilakukan secara
acak (acak sederhana maupun sistematik)
Lihat slide metode pengambilan sampel.

13

Tahap IV. Menguji Sampel


Pengujian dilakukan dengan menerapkan
prosedur audit yang telah ditetapkan
Menghitung Standar Deviasi (S) sampel
(dari 225 unit sample) dg rumus sbb:

(X

X)
( n 1)

14

Menghitung standar deviasi sample


No

Nilai
Buku

Nilai Audit
Xi

Xi-X

[Xi-X]2

45,00

45,00

-16,00

256,00

21,00

21,50

-39,50

1.560,25

78,00

73,00

12,00

144,00

224

54,00

45,00

-16,00

256,00

225

66,00

66,00

5,00

25,00

Total

14.175,00

13.725

Rata-rata

57.344,00

2
(
Xi

X
)

(n 1)

57.344

16,00
(225 1)

61,00

15

Tahap V
Mengestimasi Keadaan Populasi

NI = NX

CRS

NI
NX

= Nilai Interval
= Estimasi nilai buku berdasarkan rata-2
hasil sampel
CRS = Cadangan Risiko Sampling

PS = NB - NX
PS
NB

= Proyeksi Salah Saji


= Nilai Buku Populasi
16

Mengestimasi Keadaan Populasi


NX = N x X
Dari hasil sampling kita bisa membuat perkiraan
Nilai Buku berdasarkan Rata-Rata sample (NX).
Yaitu Unit Populasi (100.000) dikalikan Rata-Rata
Sample (Rp61,00) = Rp6.100.000.
Keadaan Populasi yang dianggap wajar tidak harus sama
persis dengan Nilai Buku berdasarkan Rata-Rata sample
(NX), yang penting masih berada pada Nilai Interval
Populasi (NI).
Dengan kata lain terletak antara perkiraan batas bawah
dan perkiraan batas atas (terletak antara NX -CRS
dengan NX+CRS).
17

Mengestimasi Keadaan Populasi


CRS atau cadangan risiko sampling yang dihitung :

NxBxS 367.500 100.000x1,65x16 191.500


CRS TS

225

n
Dengan demikian
Batas bawah
= Rp5.908.500
NB berdasar rata-rata sampel = Rp6.100.000
Batas atas
= Rp6.291.500
Dari Nilai Buku Populasi unaudited (NB) dan Nilai Buku
berdasarkan Rata-Rata sample (NX ) kita bisa menghitung
proyeksi salah saji; yaitu NB - (NX). Dalam hal ini Rp6.250.000Rp6.100.000=Rp150.000
18

Tahap VI
Membuat Simpulan Hasil Audit
Membandingkan Nilai Buku (NB) dengan Nilai
Interval (NI). Bila NB berada di dalam batas
perkiraan NI (diantara batas bawah dan batas
atas), maka populasi dapat diterima atau
dipercaya bebas dari salah saji yang material
Membandingkan PS dgn TS. Jika PS<TS, maka
populasi bebas dari salah saji yang material.
Salah saji masih di bawah batas toleransi.

Aspek kualitatif dari salah saji perlu diteliti,


apakah ada indikasi fraud dan pengaruhnya
terhadap informasi terkait
19

Contoh Simpulan Hasil Audit


Karena NB sebesar Rp6.250.000 terletak dalam NI
yaitu antara batas bawah Rp5.908.500 dan batas
atas Rp6.291.500 maka dapat disimpulkan bahwa
jumlah pengeluaran yang dilaporkan bebas dari
salah saji yang material.
Hal tersebut bukan berarti tidak ada kesalahan.
Dari hasil sampling diketahui ada kesalahan
sebesar Rp150.000 namun kesalahan tersebut
masih didalam batas toleransi sebesar Rp367.500.
20

B. Sampling Non Statistik pada


Pengujian Substantif
Semua tahap dilakukan berdasarkan
judgement, sehingga sangat tidak konsisten
Sebagai jalan keluar, dalam analisis
menambahkan unsur matematis. Modelnya
dikenal sebagai Sampling Non Statistik
Formal yaitu:
- Unit sampel ditetapkan n = (NB x FK) / TS
- Proyeksi Salah Saji PS = (NB / NS) x SS
- Simpulan Audit membandingkan TS dg PS

21