Anda di halaman 1dari 42

ENDAPAN SKARN

Sutarto
Teknik Geologi UPN Yogyakarta

TERMINOLOGI
Kata
"skarn" pertama kali digunakan di
pertambangan Swedia untuk sebuah material gangue
kalk-silikat yang kaya akan bijih-Fe dan endapanendapan sulfida terutama yang telah me-replace kalsit
dan dolomit pada batuan karbonat. Metamorfosa dan
metasomatosa kontak yang melibatkan batuan
samping terutama
batuan karbonat seringkali
menghasilkan skarn dan endapan skarn.

TERMINOLOGI
Istilah calc-silicate hornfels digunakan untuk
batuan-batuan kalk-silikat yang berukuran relatif halus
yang dihasilkan oleh metamorfosa pada batugamping
tidak murni seperti batugamping lanauan atau
batulanau gampingan. Istilah skarnoid digunakan
untuk batuan kalk-silikat, yang berukuran relatif halus,
miskin Fe, komposisinya dikontrol oleh protolithnya.
Secara genetik skarnoid terbentuk
antara proses
hornfels metamorfosa murni dan metasomatosa murni
(kadang disebut sebagai infiltrasi skarn).

Big Gossan 3060/L Geology and DDH

(Tw) Marble

Kkeh
(Te) Intrusi Diorit

Kkel
(Tw) Skarn

Kkes
(Te) Intrusi Diorit

ENDAPAN
MAGMATIK

ENDAPAN HIDROTERMAL

MAGMATIK

GREISEN

PORFIRI

SKARN

EPITERMAL
H.S.

EPITERMAL
L.S

M.S.V.

Intrusi

Basaltik-Ultra
basa

Pluton
granitik

Sub vulkanik
granitikandesitik

Sub vulkanik
granitikandesitik

Andesitik

andesitik

Dasitik/graniti
k

Host rocks

Basaltik-ultra
basa

Pluton
granitik

Garanitikandesitik

karbonat

Vulkanik,
sedimen

Vulkanik,
sedimen

Vulkanik
dasitik

Tipe ubahan

greisen

Potasik, filik,
argillic,,profilitik
anvanced
argillic

Potasik,skarn,p
rofilitik

advanced
argillic
,Profilitik,
argillic

Filik, argillic,
profilitik
anvanced
argillic

Silisik,interne
dietargillic

Mineral
ubahan

Topas,
kuarsa,
muskovit,tur
malin

Biotit,
KF,kuarsa,serisit
,pirit,ilit,epidot,k
lorit,kalsitkaoli
nit,alunit

Garnet,diopsit,
magnetit,wolas
tonit,tremolit,b
iotit, klorit

Kaolinit,alunit,
diaspor.pirofilit
, ilit

Serisit,ilit,klorit
, epidot, kalsit,
adularia
kaolinit

Barit, gipsum,
anhidrit,ilit,ku
arsa

Mineral bijih
utama

Kromit,
pendlandit,
magnetit

Kasiterit,wolf
ramit,scheeli
te

Bornit, kalkosit
kalkopirit,
molibdenit

Bornit, kalkosit
kalkopirit,
molibdenit

Enargir,
luzonit,
tenantit

Sfalerit,
galena,
kalkopirit

Sfalerit,galena
, kalkopirit

Komoditi
logam

Cr, Ni, Pt

Sn,W

Cu, Mo, Au, Sn,


W

Cu, Mo, Au,


Sn, W

Au, Cu,Ag

Au, Ag

Zn, Pb, Cu
Au, As

Tekstur utama

Diseminasi,
berlapis

Diseminasi,
stockwork

Diseminasistockwork, urat

Diseminasistockwork,
urat

Diseminasireplacement
masif

Urat,
stockwork

Masif,
berlapis

Keterangan
lain

Kristalisasi
langsung
dari magma

Zona ubahan
umumnya
konsentris,
tonase besar dg
kadar rendah

Zona ubahan
umumnya
konsentris,
tonase besar
dg kadar
rendah

Equivalen dg
sistem gunung
api aktif

Equivalen
dengan
geotermal aktif

Berasosiasi
dengan
vulkanisme
bawah laut

KLASIFIKASI
Berdasar host rock-nya
Klasifikasi
skarn
pada
umumnya
banyak
mempertimbangkan tipe batuan dan asosiasi mineral
dari batuan yang di-replace. Pengertian endo-skarn
dan exo-skarn mengacu pada skarnifikasi batuan
beku dan batugamping yang terkait.
Endo-skarn adalah proses skarnifikasi yang terjadi
pada batuan beku, sedangkan
exo-skarn adalah skarnifikasi pada batugampiong
sekitar batuan beku.

KLASIFIKASI
Berdasar mineraloginya
Einaudi (1982a) membagi exo-skarn berdasarkan kandungan mineralmineral kalk-silikat-nya menjadi :

Calcic skarn
Dibentuk oleh replacement pada batugamping, yang banyak mengandung
mineral-mineral Fe-Ca silikat seperti garnet ( seri andradit-grosularit ),
klino-piroksen ( seri diopsit-hedenbergit ), wolastonit, skapolit, epidot dan
magnetit
Magnesian skarn . Dihasilkan dari replacement batuan dolomitik dan
dicirikan oleh hadirnya mineral-mineral Mg-silikat seperti diopsit, forsterit,
serpentin, magnetit dan talk pada lingkungan yang miskin silika,
sedangkan pada lingkungan yang kaya silika sering hadir tremolit-aktinolit

KLASIFIKASI
Berdasar kandungan logamnya
Disamping klasifikasi di atas, yang juga banyak digunakan adalah
klasifikasi yang didasarkan oleh asosiasi kandungan
logamnya, yang dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu:
Fe-skarn,
W- skarn,
Mo- skarn,
Cu-Au skarn,
Zn-Pb- skarn, dan
Sn- skarn

TATANAN TEKTONIK
Skarn terbentuk pada daerah dimana terjadi magmatisme pada
batugamping. Tatanan tektonik skarn
banyak berhubungan
dengan sistem porfiri pada batas lempeng konvergen, baik pada
active continental margin (continental arc) maupun island arc
(busur kepulauan).

Tipe skarn

Logam

Tatanan tektonik

Batuan intrusi

Mineral bijih

W (calcic)

W,Mo,Cu
(Zn,Bi)

Continental margin
Syn-/late orogenic

diorit -kuarsa
monzonit -kuarsa

skelit,molibdenit,
kalkopirit,pirhotit,pirit

Sn (calcic)

Sn, F
(Be, W)

continental margin
late to post orogenic

granit

kasiterit, arsenopirit,
pirhotit, stanit

Sn (magnesian)

Sn, F
(Be, B)

continental margin
late to post orogenic

granit

kasiterit,arsenopirit stanit,
pirhotit, spalerit

Cu (calcic)

Cu, Au
(Mo, W, Zn)

continental margin
syn to late orogenic

granodiorit monzonit-kuarsa

Kalkopirit, bornit, pirit,


hematit, magnetit

Zn-Pb
(calcic)

Zn, Pb, Ag
(Cu,W)

continental margin
syn to late orogenic

granodiorit-granit
diorit-syenit

spalerit, galena,
kalkopirit, arsenopirit

Mo (calcic)

Mo, W
(Cu,Bi,Zn)

continental margin
late orogenik

monzonit-kuarsa
granit

molibdenit, skelit, pirit,


bismutinit, kalkopirit

Fe (calcic)

Fe
(Cu, Zn)

continental margin
syn-orogenic

granodiorit- granit

magnetit,pirit,kalkopirit,
spalerit, pirhotit

Fe (magnesian)

Fe
(Cu, Co, Au)

oceanic island arc,


rifted cont. margin

diorit
gabro-syenit

magnetit, kalkopirit, cobaltit,


pirhotit

Au

Au, Cu

Acretted oceanic
back arc basin

monzodiorit

arsenopirit, pirhotit,
kalkopirit,magnetit,pirit

Batas Lempeng Divergen


Batas Lempeng Konvergen

Batas Lempeng Konvergen

KENAMPAKAN INTERAKSI PADA BATAS LEMPENG TEKTONIK BUMI

Proses
magmatisme-hidrotermalvulkanisme
pada
batas
lempeng
konvergen. Salah satu lempeng menyusup
di bawah lempeng yang lain. Proses ini
banyak bertanggung jawab terhadap
pembentukan bahan galian.

Epitermal Au, Ag
Porfiri/skarn Cu, Au

Kuroko Zn, Cu

porfiri/skarn Cu, Mo
Nodul Mn
dg Cu, Ni, Co

Sn, W
F

Lempeng Eurasia

Lempeng Amerika Utara

Lempeng Pasifik

Lempeng Afrika

Lempeng Hindia-Australia

Lempeng Nazca
Lempeng
Amerika Selatan

Lempeng Antartik

Batas lempeng tektonik yang besar

STADIA PEMBENTUKAN SKARN

Stadia 1: isokimia metamorfosa

Stadia ini melibatkan reaksi dekarbonisasi dan


dehidrasi yang membentuk mineral-mineral kalk-silikat.
Kisaran temperatur adalah 900-500C.
Pada proses ini seringkali juga terbentuk hornfels kalksilikat, yang berukuran relatif halus,yang
mencerminkan komposisi dan tekstur batuan protolithnya.
Proses metamorfosa ini tidak berhubungan dengan
pembentukan bijih, namun dapat meneyebabkan
terjadinya penambahan permeabilitas.

Sisa marmer di dalam exoskarn.


Marmer terbentuk lebih awal dibanding skarn

Metamorfisme Kontak

Stadia 2: metasomatosa

Proses metasomatisme yang disebabkan sistem magmatikhidrothermal sering kali akan meng-overprint zona aureole
proses metamorfosa.
Menghasilkan mineral-mineral skarn anhydrous
Fluida magmatik-hidrotermal tersebut akan menerobos dan
bereaksi dengan batugamping dan atau yang telah
termetamorfkan, melepas Ca dan CO2, yang sebagian terdifusi
kembali ke dalam pluton membentuk endo-skarn.
Proses metasomatosa ini umumnya akan diikuti pembentukan
endapan-endapan sulfida. Temperatur rata-rata pada stadia ini
adalah 600-400C.
Pada zona yang dalam skarn mempunyai ukuran yang relatif lebih
kecil dibanding dendan zona aureole metamorfiknya, sedangkan
didekat bagian atas dari sistem skarn sering melebar diluar zona
aureole (Meinert, 1993).

Garnet-klinopiroksen exoskarn
Fase skarn anhidrous

Prograde anhidrous skarn

Kenampakan mikroskopik garnet (zoning) yang di-replaced sebagian oleh diopsid dan
kuarsa.Sampel BG150W02-237.65m. (perbesaran 40 x, kiri nikol silang kanan nikol sejajar)

Stadia alterasi hidrotermal retrograde

Pada proses ini terjadi alterasi retrograde terhadap kumpulan


mineral kalk-silikat metamorfik dan metasomatik prograde.
Dicirikan oleh pembentukan mineral-mineral hydrous seperti
lempung (kaolinit, monmorilonit, nontronit), klorit, kalsit,
kuarsa, hematit, pirit dan atau silika-pirit.
Mineralisasi sulfida pada vein sebagian besar terdiri dari pirit,
spalerit, galena dan tennantit.
Stadia ini bersamaan dengan fase akhir alterasi kuarsa-serisitpirit dan argilik pada intrusi porfir, oleh karena itu didominasi
oleh air meteorik. Alterasi retrograde ini akan mempunyai
penyebaran yang lebih luas pada zona yang lebih dangkal.

K-feldspar-biotit hornfels dipotong oleh urat epidot-anhidritsilika-garnet pirit-kalkopirit yang terbentuk pada fase
retrograde exoskarn. Lok. 3060/L 38/7-8

Alterasi-Mineralisasi Akhir

Mineralisasi sulfidaCu-Au
Pada umumnya hadir pada proksmal garnet skarn
Dan batas antara exoskarn dengan marmer

Mineralisasi sulfida dan Cu-Au

Mineralisasi sulfidaCu-Au
Pada umumnya hadir pada proksmal garnet skarn
Dan batas antara exoskarn dengan marmer

ALTERASI DAN MINERALISASI

Kehadiran variasi mineral-mineral ubahan pada skarn salah


satunya dikontrol oleh komposisi wall rocksnya, apakah
batugamping murni, dolomit, batugamping lempungan, batuan
beku, atau batuan yang lain .

HOST ROCK
(BATUAN INDUK)

METAMORF KON.
700 -500
dehid & dekarbon

SKARN TAK HID.


600 - 400
fluida magmatik

SKARN HIDROUS
400 - 200
meteorik konvektif

MINERALISASI
500 - 300, bersama
skarn tak hid dan
hid

murni

marmer kalsit

garnet

akt-epid-ks-kal

Fe Cu W Zn Pb

cherty

woll-kal

diop,woll,vesuv

biot,ilv,lp,zeol

Ag,Au,Mo,Bi,Sb

tak murni

woll-gnt

epid,plag,scap

Sn,Co sulfida dan

lempungan

vesuv-gnt-diop

ks, kal

oksida

murni

marmer dolom

forsterit

cherty

trem,talk,dolom

tak murni

talktrem dio

fors-diop-spin

lempungan

tre-dio-kf-ks-epid-plagklo

vesuv, gnt

SERPIH DAN LANAU


(lp,mika, qz, fspr)

mika hornfels
biot-kf-kd-epi-pla
diop, woll, gnt

gnt, akt

klo, lp, mika

Fe, Cu, Zn, Pb


sulfida, skelit

VOLKANIK MAFIK

hb-pla-mt-epid

gnt, epid

mt-akt-epid-klo

Fe Cu sulfida

klinopx
gnt, vesuv, woll,
tulit

plog,klo,lp
lp, anhy,ks, kal,
zeol

Fe Cu sulfida,
oksida

BATUGAMPING

DOLOMIT

INTRUSI min.mafik
felspar

talk,trem,serp

Fe Cu B Be

humit group
anhy,ks

oksida, sulfida
silikat

Zonasi Skarn
Meinert (1997) membagi zona skarn berturut-turut dari batas batuan
intrusi menjadi proksimal skarn (garnet>klino-piroksen), intermediet
skarn (garnet = klino-piroksen), distal skarn (klino-piroksen>garnet), dan
marmer.

PROKSIMAL SKARN
(garnet>clino-px)

PROKSIMAL SKARN
(garnet=clino-px)

PROKSIMAL SKARN
(garnet<clino-px)

MARMER

Klino-piroksen

garnet

Skarn garnet pd Tw
3060/L-ST.36
Coklat kemerahan,butiran kasar
Disertai sulfida

Skarn garnet pd Kkel


3020/L-ST.38
Coklat kehijauan, butiran halus
Tidak disertai sulfida

Klino-piroksen
Diopsid?

Proksimal

Hedenbergit?

Distal?

Maturnuwun