Anda di halaman 1dari 398

ILMU KESEHATAN JIWA

DAN
PSIKIATRI

Oleh : Dr. K.Tirka Nandaka , SpKJ


Departemen Psikiatri FK Universitas Hang Tuah
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy
permit
RSAL
Dr.without
RAMELAN

DEFINISI
Jiwa : psike , mind , mental
Keseluruhan proses fungsi otak
Blm dapat dipotret dengan alat
Aktivitas saja EEG, BM, PET dlll
di observasi komponen somatik dan perilaku
sbg indicator atau parameter
Terikat dalam tubuh( substrat anatomik ) berfungsi
bersama tubuh sebagai kesatuan.

Roh = istilah Agama = non materi yg dapat berdiri


sendiri dan berkepribadian . Contoh : hantu, sukma
,arwah,dll
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

WHO tentang Keswa :


Suatu kondisi yang memungkinkan
perkembangan fisik, intelektual dan emosional
berkembang secara optimal dari seseorang
Perkembangan itu selaras dengan keadaan
orang lain.
Kondisi yang dimaksud meliputi aspek-aspek :
Fisik = organo-biologi
Mental
Sosial

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

PENGERTIAN-PENGERTIAN
Psikologi : Ilmu yang mempelajari prosesproses mental dan perilaku pada manusia
dan binatang.
Cakupannya sangat luas setaraf dengan
Biologi, Sosiologi dan sebagainya
Ilmu Kesehatan Jiwa : Ilmu yang mempelajari
tentang kesehatan dengan penekanan aspek
kejiwaan (mental) dalam hal peningkatan,
pencegahan, perawatan, terapi dan
rehabilitasi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

Ilmu kedokteran jiwa atau Psikiatri :


Cabang dari Ilmu Kedokteran yang mengkaji
segala hal yag berhubungan dengan gang
guan jiwa atau sakit jiwa dalam hal
diagnosis,manajemen terapi,pening
katan,pencegahan,rehabilitasi gangguan jiwa
dan pembinaan kesehatan jiwa

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

Ilmu Kesehatan jiwa masyarakat :


Pengetahuan untuk melaksanakan program
masyarakat dengan menggunakan
pendekatan masyarakat dan berorientasi
pada masyarakat dalam hal peningkatan
kesehatan jiwa, pencegahan, pengobatan
dan rehabilitasi.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

Disebut juga kesehatan jiwa pencegahan.


Pencegahan primer :Usaha mengurangi kasus-kasus
baru gangguan jiwa dalam masyarakat dengan
mengurangi atau menghilangkan hal-hal yang dapat
menimbulkannya.
Pencegahan sekunder : Usaha menemukan kasus /
diagnosis dini dan pengobatan segera sehingga lamanya
penyakit atau gangguan dipersingkat.

Pencegahan tersier : Usaha mengurangi cacat atau


fungsi yang defek akibat penyakit atau gangguan. Disini
peran rehabilitasi sangat penting.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

Kegiatan :

Ceramah-ceramah, Promosi Keswa, Pusat informasi


dan layanan konsultasi Keswa

Memonitor masyarakat secara teratur untuk


menemukan mereka yang rentan atau yang sedang
menderita gangguan jiwa dan factor-faktor atau
keadaan yang mempengaruhinya.

Merencanakan, menentukan dan menetapkan skala


prioritas mengenai tujuan yang berhubungan dengan
kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Melaksanakan penelitian epidemiologi gangguan jiwa

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

FUNGSI PERAWAT DALAM PROGRAM


KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
MEMBANTU INDIVIDU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT BAIK YG SAKIT MAUPUN YG SEHAT
UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN YG
MENUNJANG KESEHATAN ATAU PENYEMBUHAN
MEMBANTU INDIVIDU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN
PENGOBATAN
SEBAGAI TIM KESEHATAN BEKERJA SAMA DAN
SALING MEMBANTU DALAM MELAKSANAKAN
PROGRAM KESEHATAN SECARA MENYELURUH

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

PERANAN PERAWAT JIWA DI PAV PSIKIATRI


THERAPEUTIC ROLE
- PERAN DALAM TERAPI
- MENCEGAH PENYAKIT
- MEMBERI PELAYANAN PERAWATAN
- PSIKOTERAPI TERBATAS : T A K
MOTHER SUBSTITUTE
- PERAN PENGGANTI FIGUR IBU
- MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEHINGGA PASIEN MERASA
AMAN,
DITERIMA, DILINDUNGI, DIPERHATIKAN,
MENDAPAT DUKUNGAN UNTUK MEMPERCEPAT PROSES
PENYEMBUHAN

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

10

Gangguan jiwa
(Mental disorder)
Sakit Jiwa
(Mental illness)
Penyakit jiwa
(mental disease)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

11

Gangguan jiwa : lebih luas ( gangguan


perilaku dan psikologis)
Sakit Jiwa : penekanan pada penderitaan,
ketidaknyamanan dan hambatan psikologis.
Penyakit jiwa : istilah gangguan jiwa
berat dan kronis

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

12

Mental disorder
Ada syndromes
Distress=menderita
Harus ada disfungsi sosial
Definisi :
Suatu pola perilaku dan psikologis yang
secara klinis bermakna yang berkaitan
dengan suatu gejala serta menimbulkan
penderitaan ( distress ) dan atau
terganggunya fungsi penting seseorang (
disfungsi sosial) atau pekerjaan.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

13

Tidak sehat jiwa adalah:


Keadaan kejiwaan / mental seseorang
sedemikian rupa sehingga ada disfungsi
dalam pola pikir, emosi, perilaku,
kecerdasan, kepribadian sehingga
menggangu dalam hubungannya dengan
diri sendiri / lingkungannya

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

14

KRITERIA SEHAT JIWA


Memenuhi batasan kesehatan jiwa
Rumusan oleh WHO

Dapat menyesuaikan diri dengan konstruktif

Kepuasan dari hasil pekerjaan atau perjuangan

Lebih puas memberi daripada menerima

Bebas dari rasa tegang dan cemas

Berhubungan dengan orang lain : saling tolong

Menerima kekecewaan dipakai pelajaran

Menyelesaikan rasa permusuhan secara


konstruktif

Punya kasih sayang yang besar

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

15

Menurut Skinner
Kepribadian berintegrasi baik

Menerima diri sendiri : harga diri, percaya diri,


memahami diri, tahu kekurangan dan kelebihan diri

Diterima oleh orang lain : orangtua, teman, peran :


atasan bawahan

Efisiensi dalam pekerjaan atau studi : konsentrasi


baik, tenang, tanggung jawab dapat dipercaya.

Bebas dari konflik dalam diri sendiri. Senang


dengan pekerjaan , realistis, matur, dapat
menikmati hiburan, menguasai emosi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

16

Menurut Gail W Stuart , diidentifikasi sebagai


kriteria kesehatan jiwa yaitu
Sikap positif terhadap diri sendiri
Pertumbuhan, perkembangan dan aktualisasi
diri
Integrasi dan ketanggapan emosional
Otonomi dan kemantapan diri
Persepsi realitas yang akurat
Penguasaan lingkungan dan kompetensi sosial
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

17

SIKLUS KEHIDUPAN
Siklus kehidupan adalah suatu progresi
perkembangan seseorang dari lahir sampai
mati.
Dengan mengenali berbagai kebutuhan dan
masalah seseorang tidak terlepas dari
mengenali siklus kehidupan seseorang.
Jadi bila ingin mengenali seseorang harus
mengetahui siklus kehidupan seseorang.
Pentingnya siklus kehidupan untuk:
Memahami seorang manusia secara utuh
Mengenal variasi manusia
Adanya berbagai perubahan yang terjadi
Adanya tuntutan masyarakat yang berbedabeda
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

18

Proses perkembangan manusia meliputi beberapa


aspek perkembangan antara
lain
1.Organobiologik (fisik) : perkembangan anatomis
dan fisiologis
2.Psikososial : manusia berkembang dalam matriks
sosialnya yaitu perkembangan mental
emosional seseorang dalam usaha
menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Teori
Erik H Erikson (neo Freudian).
3.Psikoseksual : perkembangan emosional dari
Instinks seksual dari bayi sampai dewasa. Teori
Sigmund Freud
4.Kognitif melalui perkembangan proses pikir dan
kemampuan intelektual. Teori Jean Piaget.
5.Moral : (mengenal baik / buruk dalam masyarakat
sesuai dengan norma-norma yang berlaku
dalam masyarakat) proses belajar
menyesuaikan dengan norma-norma di dalam
suatu lingkungan masyarakat atau budaya.
tirka nandaka,dr,spkj
(Teori Laurence
Kohlberg).prod,
19
don't copy without permit

Kelima aspek ini harus dilihat secara


keseluruhan (gestalt) untuk menilai individu,
yang membuat manusia unik dan inidividual.
Faktor-faktor yang menentukan dalam proses
pematangan dipengaruhi oleh :
Faktor internal (giver) : genetic blue print,
internal interaction, biological, nature
Faktor eksternal (nurturing): pendidikan,
interaksi lingkungan, dari keluarga sampai
lingkungan.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

20

Dari hasil faktor internal dan eksternal


menghasilkan suatu keseimbangan
tertentu. Bagaimana out come bisa
terjadi?

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

21

TEORI PSIKOSEKSUAL SIGMUND FREUD


Freud bapak psikoanalis metapsikologi (aliran
dalam psikologi)
perilaku manusia dari segi diluar biologi teori
dinamika (mencari suatu keseimbangan
perilaku berdasarkan keadaan saat tersebut)
Teori Freud meliputi beberapa aspek antara lain:
1.Topografi teori (strata alam kesadaran): yang
tepenting dalam teori ini ditemukannya alam
tidak sadar, beliau mengatakan hanya
sebagian kecil yang kita sadari.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

22

2.Struktural teori : Id, Ego, Superego.


Mekanisme defensif : mengulas bagaimana
instink bila tidak terpuaskan
3.Psikoseksual teori. (psiko dalam arti psikiatri =
behavior)
4.Mental ekonomi : akan memfungsikan secara
mental atau fisik menurut hukum ekonomi,
dengan mendapatkan hasil sebanyakbanyaknya dan penggunaan energi seminimal
mungkin (optimum satisfaction by minimum
energy).
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

23

Teori Psikoseksual disebut juga The Last


Theory dari Freud, menurut teori tersebut
ada 4 instink (Basic Instink) yang dimiliki
manusia :
1. Vital instink : haus, lapar, makan, minum.
2. Agresif instink : self defence
3. Death instink : thanatos
4. Seksual instink : eros dikaitkan dengan
libido / pelasure

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

24

Pada umumnya kita selalu mencari


kepuasan/kenikmatan (pleasure) dan
mengela rasa sakit. Pleasure identik dengan
daya tarik seksual
Dari 4 instink tersebut yang terpenting secara
psikologis adalah seksual instink karena
mempunyai dampak yang luas
Sex sangat kuat dampak tabunya sehingga
paling banyak direpresi di alam tidak sadar,
sehingga paling banyak timbul macammacam reaksi. Instink
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

25

Instink seksual dibawa anak sejak lahir dalam


bentuk diffus dan undifferentiated dan
melalui masa perkembangan setahap demi
tahap dikenal dengan genital sex
Seksualitas secara umum mencapai dan
mencari kenikmatan, tergantung dimana
insting seksualitas terfokus
Seluruh badan merupakan area erotis .Freud
mengemukakan beberapa area badan utama
yang menempati tempat yang high priority.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

26

TEORI KEPRIBADIAN SIGMUND FREUD


Teori Struktural :
Id : naluri, pikiran primitive, insting, plesure
principal,proses primer,tidak peduli kenyataan,tidak
punya kemampuan
menghambat,mengawasi/memodifikasi dorongan
naluri tergantung Ego orang lain.
Ego :tugasnya menghindari ketidak senangan,
mengatur pelepasan dorongan naluri agar sesuai
dengan kenyataan. Prinsip kenyataan : rasa/sense ,
uji dan adaptasi. Punya mekanisme defens.
Super ego : identifikasi terhadap figur, terbentuk
norma-norma ke dalam diri lewat proses
internalisasi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

27

Teori Topografi :
Pikiran sadar :
Menghayati pikiran dan tindakan
Logis,realistis dan perilaku beradab
Kamar keluarga
Pikiran Tak sadar :
Represi
Tempat penimbunan pikiran/ingatan tidak
nyaman.
Gudang bawah tanah
Sulit di akses bisa dgn tehnik Hipnosa
Pikiran pra sadar :
Tempat penyimpanan informasi tak
disadari tapi mudah di akses
Filling cabinet
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

28

Teori psikosexual :
Fase Oral (0-1 tahun )
Kenikmatan pada oral
Bila fiksasi : verbal agresif, merokok, minum
alkohol.
Fase Anal (1-2 tahun )
Feses=bagian dari diri org lain jorok/jijik
Mengeluarkan versus menahan
ambivalensi
Rasa sosial=bersih versus kotor
Bila fiksasi : keras kepala, peragu,
obsesif,kikir,sadistik.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

29

Fase Phallic (3-5 tahun )


Anak laki : kecemasan kastrasi, mencintai
ibunya, identifikasi ayahnya kompleks
Odipus
Anak perempuan : Penis envy, benci ibunya,
identifikasi ayah untuk menghasilkan anak
sbg pengganti penis yg dihilangkan ibu
konflik hilang beralih perhatian ke laki-laki
lain kompleks elekstra
Bila fiksasi : Nerosa

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

30

Fase Latent ( 5-11)


Tahap Odipal ditekan, dorongan
libidinal tenang
Fase Genital
Berlangsung sejak pubertas dan
seterusnya
Objek yg sesungguhnya

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

31

STRESS DAN ADAPTASI


Stress : setiap tuntutan penyesuaian
diri yang dapat mengganggu
homeostasis ( keseimbangan ) kita
Stress positif : diperlukan sebagai
motivasi
Stress negative (Distress= tertekan ) :
mengganggu keseimbangan seseorang

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

32

Sumber-sumber stress :
Frustrasi :Ada hambatan akan maksud
dan tujuan
Konflik : Keharusan untuk memilih dua
pilihan
Tekanan hidup sehari-hari, Keluarga ,
ekonomi
Krisis : Kematian, kecelakaan, bencana

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

33

Fase-fase Stress :
Alarm reaction
Pembangkitan emosi , ketegangan,
kewaspadaan meningkat
Pertahanan
Pola-pola nerotik
Perubahan perilaku (fobi,obsesi-kompulsi)
Gejala ditransfer ke alat tubuh (
konversi,psiko somatik )
Kepayahan
Psikosa
Disintegrasi kepribadian yang lengkap
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

34

CARA ADAPTASI / PENYESUAIAN DIRI AKIBAT


STRES

1.Task Oriented : berorientasi pada tugas


obyektif
Realistis/ rasional
Disadari
Cara :
Fight : dihadapi secara frontal
Flight : Penarikan diri, melupakan ,
meniadakan
Kompromi : win-win solution

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

35

Contoh : Bila gagal dalam bisnis


tertentu
Bekerja keras fight
Menghentikan usaha, beralih usaha
flight
Kerjasama dg orang lain kompromi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

36

2.Cara penyesuaian diri dengan


mekanisme pembelaan ego
Bila harga diri terancam
Tidak realistis/ distorsi
Menipu diri : keterlibatan energi psikis
Tidak disadari : bawah sadar.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

37

Contoh mekanisme pembelaan ego :


Fantasi : keinginan tak terkabul
Denial : tidak berani melihat / menghadapi kenyataan
dissosiasi
Rasionalisasi : pembenaran
Identifikasi : menambah rasa percaya diri dengan
menyamakan diri dengan orang lain
Represi : menekan pikiran yang tidak nyaman
Regresi : manja, ngambek
Reaksi formasi : Bertindak berlawanan
Sublimasi : menyalurkan nafsu sex olahraga
Kompensasi : menutup satu kelemahan
Displacement : salah pindah
Undoing : pelepasan : penebusan : menghukum diri
sendiri
Universalisasi
Proyeksi
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

38

Tahap-tahap penyesuaian diri :


Mempelajari dan menentukan
persoalan
menyusun alternative penyelesaian
menentukan tindakan yang lebih
menguntungkan
bertindak
menilai hasil tindakan : bila perlu
ambil langkah lain

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

39

Bila stress lama :


Seseorang akan mencari jalan keluar.
Supaya tetap dapat berfungsi dengan
optimal walaupun sudah tidak efisien
lagi, dengan jalan penyaringan dan
peniadaan informasi atau perasaan
yang masuk

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

40

Perjalanan stress
Penyesuaian diri secara fisik dan
psikologik baik , efektif weladapted
sehat jiwa= MATUR
Penyesuaian gagal penyesuaian
diri tidak sesuai , berlebihan
maladaptasi terus menerus
kepayahan disintegrasi pribadi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

41

Kemampuan mengatasi masalah


(coping) dan Strateginya

Strategi terfokus pada masalah


Mengubah pada diri sendiri
mengubah tingkat aspirasi
mencari alternatif pemenuhan kebutuhan
mempelajari ketrampilan baru

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

42

Proses menjalankan strategi


terfokus pada masalah
Identifikasi pokok masalah
Menentukan alternatif pemecahan
efektifitas waktu, biaya, manfaat dll
Menentukan pilihan alternatif
Menjalankan alternatif pilihan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

43

Strategi terfokus pada emosi


Gagal mengendalikan stressor
Mencegah emosi negatif yang menghambat
Ada beberapa strategi :
1. Strategi perilaku
2. Kognitif
3. Perenungan
4. Pengalihan
5. Penghindaran negatif

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

44

STRATEGIES
Strategi perilaku
Latihan fisik
Ketrampilan baru
Pengetahuan baru
Mengalihkan pikiran kita dari masalah

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

45

Strategi Kognitif
Menyingkirkan sementara pikiran ttg
masalah
Mengubah cara pandang thd makna
stressor
Penilaian ulang terhadap stressor

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

46

Strategi Perenungan
Isolasi diri
Perenungan : perasaan tdk enak
Afirmasi : betapa buruknya tanpa
langkah nyata untuk mengubahnya
Konsekewnsi dari stressor

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

47

Strategi pengalihan
Aktivitas yg menyenangkan
Olahraga, rekreasi, hobby

Meningkatkan perasaan kendali kita


Menjauhkan diri dari pikiran negatif

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

48

Strategi penghindaran negatif


Aktivitas yang membahayakan
Narkoba, sex bebas

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

49

Pencegahan distress
Tingkatkan ikatan sosial : banyak
teman, kelompok,kerabat dll
Dukungan sosial dan emosi
Sharing / curhat
Nasehat orang lain

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

50

Tehniks melawan distress


Latihan kebugaran
Latihan biofeedback : mengenali ketegangan
lakukan relaksasi
Latihan Relaksasi progresif : sesi latihan dgn
menegangkan otot kemudian relaksasi
Latihan Meditasi atau Yoga : latihan nafas
dan relaksasi pikiran
Teknik Kognitif dan modifikasi perilaku :
Mengubah pikiran negatif yg sebabkan
stress mengubah respons stress dgn jalan
mengubah perilaku, gaya hidup,
menciptakan, menemukan situasi lingkungan
yg kondusif
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

51

TIMBULNYA GANGGUAN JIWA


Intervensi 3 variable
Berat ringannya stress
Sumberdaya penyesuaian individu :
maturitas, intelektual, daya tahan stress:
organobiologi, psikoedukasi dan social.
Diathesis-stress= kerentanan=bakat
timbul berbagai klinis gangguan jiwa

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

52

Daya tahan stress dipengaruhi :


Organobiologi : genetic, neurologis
Psikoedukasi:pola asuh , pendidikan,
learning process
Sosial budaya : termasuk spiritual

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

53

Kepribadian yang matang bisa timbul


gangguan jiwa
stressor sangat berat
Stresor ringan tapi lama
Stresor ringan tapi spesifik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

54

HUBUNGAN DAYA TAHAN STRESS DGN


KUATNYA STRESSOR
kuat

sakit

stressor

sehat

Daya tahan mental


kuat

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

55

PERAN ORGANOBIOLOGI DALAM GANGGUAN JIWA


Etiologi gangguan mental secara umum tidak terlepas
dari faktor-faktor organo-biologi, psiko edukasi dan
psikososial budaya.
Faktor neurobiologi menekankan pada fungsi
biomolekuler di dalam otak yang meliputi neurokimia
atau neurotransmiter, neurohormonal dan neurogenetika
serta perannya dalam gangguan psikiatrik.
Faktor organik atau neuro-psikiatri menekankan pada
bagian-bagian otak (gangguan neurologis) yang
berkaitan dengan psikopatologi (gangguan psikiatrik).
Pemahaman tentang neurobiologi sangat penting untuk
mengerti timbulnya psikopatologi dan cara kerja dari
psikofarmaka.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

56

Neurotransmiter Otak
Neurotransmiter adalah suatu molekul kimiawi disintesis
dalam neuron dan dapat membawa sinyal antar neuron.
Pelepasan suatu neurotransmiter oleh suatu neuron
disertai pengikatan molekul neurotransmiter oleh suatu
reseptor pada neuron lain disebut proses
neurotransmiter kimiawi.
Ada tiga jenis utama neurotransmiter dalam otak yaitu:
Neurotransmiter Amin Biogenik
Katekolamin : Dopamin, norepineprin, epineprin yang disintesis dari
asam amino tyrosin.
Indolamin : serotonin, disintesis dari asam amino tryptofan.
Serotonin sering disebut 5-HT (5-Hidroksi triptofan)

Acetilkholin
Histamin
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

57

Neurotransmiter asam amino


Bersifat exitatory : Glutamat
Bersifat inhibisi : GABA
Neurotransmiter peptida
Berperan sebagai neuromodulator yaitu
memodulasi respon neuron terhadap
neurotrasmitter lain.
Reseptor Neurotransmiter
Ada dua jenis reseptor:
Reseptor yang terikat dengan protein G.
Reseptor yang berlokasi langsung pada saluran
ion neuron.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

58

Neuron

Reseptor

Pre sinap
Pasca sinap

Celah sinap

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

59

Peranan Neurotransmiter pada Skizofrenia


Aktivitas abnormal dari dopamin dalam otak dapat
menimbulkan gejala skizofrenia. Dalam otak
terdapat empat jaras dopamin yaitu:
Sistem mesokorteks
Jaras dopamin berproyeksi dari ventral
tegmentum ke regio kortex, orbito frontal dan pra
frontal. Sistem ini berfungsi mengatur motivasi,
konsentrasi, memulai aktivitas bertujuan, terarah
dan kompleks serta tugas-tugas fungsi exekutif.
Penurunan aktivitas dopamin pada sistem ini
dikaitkan dengan gangguan kognitif, motorik dan
hedonia yang merupakan manifestasi gejala
negatif dari skizofrenia dan symptoms depresi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

60

Sistem meso-limbik
Jaras ini berproyeksi ke regio limbik seperti nukleus
akunben, amigdala, hipokampus, nukleus dorsalis-media
thalamus dan girus singulat. Sistem ini mengatur expresi
emosi, belajar dan penguatan dan kemampuan hedonia.
Peningkatan aktifitas dopamin pada sistem ini dikaitkan
dengan gejala positif dari skizofrenia.
Sistem nigrostriatal
Jaras ini berasal dari substantia nigra ke ganglia basalis
dan berfungsi mengatur aktivitas motorik.
Gangguan pada sistem ini oleh pemakaian psikotropika
menyebabkan timbul gejala ekstrapiramidal (EPS).

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

61

Sistem tuberro infundibular


Berproyeksi dari badan sel di hipotalamus ke hipofisis
dan bekerja menghambat sekresi prolactin.
Gangguan sistem ini oleh pemakaian psikotropika dapat
menimbulkan gejala hiperprolactinemia yaitu:
Gangguan haid
Galactorhea, gynaecomastica, impotensia, disfungsi sex,
infertil, obesitas.
Perubahan mood
Osteoporosis
Gangguan autoimun
Ca mama

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

62

Dopamine System
Nigrostriatal pathway
Mesocortical pathway
Hypoactivity causes negative
symptoms and cognitive
disorders

Tuberoinfundibular pathway
Controls prolactin secretion.
Blockade of dopaminergic
transmission can cause
hyperprolactinemia

This pathway involved in the control of


movement. Excessive blockade of
dopamine receptors can lead to the
development of EPS

Mesolimbic pathway
Hyperactivity causes
positive symptoms

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

63

Positive Symptoms:
Hostility
Excitability
Delusions
Persecution
Hallucinatory
Conceptual disorganization
Grandiosity
Negative Symptoms:
Emotional with drawal
Passive apathetic with drawal
Difficulty in abstract thinking
Blunted affect
Lack of spontaneity / flow of conversation
Stereotyped thinking
Poor rapport

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

64

Paling sedikit terdapat lima hipotesa jaras serotonin pada


susunan saraf pusat:
Aksi obat antidepresan yang menghambat trasporter
serotonin diduga melalui jaras rafe medial menuju
korteks prefrontal.
Aksi obat untuk gangguan obsesif-kompulsif diduga
melalui jaras dari rafe medial menuju ganglia basalis.
Jaras dari rafe menuju korteks limbik berkaitan dengan
fungsi pengaturan serotonin atas emosi, termasuk panik,
ingatan dan anxietas.
Efek serotonin terhadap perilaku makan dan selera
makan berkaitan dengan jaras dari rafe medial menuju
hipotalamus.
Efek serotonin pada fungsi seksual berkaitan dengan
jaras dari rafe turun menuju korda spinalis.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

65

Beberapa tipe reseptor serotonin


SUBTIPE 5 HT-RKELAINAN5 HT1A
Depresi, anxietas
5 HT1B 5HT1DBMigren
5 HT1D Depresi, Gangguan makan
5 HT2ASimptom negatif Gangguan
sirkulasi
5 HT2CAnxietas,Serangan panik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

66

KESIMPULAN
Para peneliti melihat peran serotonin pada skizofrenia berdasarkan
kepada:
Aspek neurotransmiter serotonergik yang berhubungan dengan kerja obat
anti psikotik.
Bukti abnormalitas serotonergik pada skizofrenia.
Respon pasien-pasien skizofrenia terhadap modulasi farmakologis.
Peran serotonin dalam mekanisme aksi obat anti psikotik.
Dengan mengetahui peran serotonin pada skizofrenia secara lebih
mendalam, saat ini dikembangkan obat antipsikotik atipikal yang
mengikuti konsep serotonin-dopamin antagonis. Antipsikotik atipikal
mengatasi timbulnya gejala negatif ada skizofrenia disamping gejala
positif, dan memberi efek sampig ekstrapiramidal yang rendah. Dengan
demikian kualitas hidup penderita skizofrenia dapat lebih meningkat.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

67

PERANAN NEUROTRANSMITER PADA


DEPRESI
Pada gangguan depresi terdapat tiga gejala
utama (Trias Symptoms) yaitu:
Mood yang menurun
Hilangnya minat atau rasa senang
Hilangnya energi diri
Neurotransmiter yang terlibat di sini antara lain
serotonin, noradrenergik, dopamin, GABA serta
axis HPA.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

68

PERANAN NEUROTRANSMITER PADA


GANGGUAN CEMAS
Ada tiga neurotransmiter utama yang
terlibat dalam gejala cemas, yaitu
serotonin, norepineprin dan GABA
disamping keterlibatan neurohormonal
yaitu axis HPA.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

69

PERAN NEUROHORMONAL
Neurohormon adalah suatu zat yang
dilepaskan ke dalam aliran darah
kemudian masuk ke ruang extra neuronal
dan mempunyai efek pada neuron.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

70

Reaksi stress berjalan melalui dua jalur mekanisme neurohormonal.


1. Jalur hipopisis adreno kortikal untuk stress kronis
Stres kronis merangsang hipotalamus untuk mengeluarkan CRH.
Rangsangan diteruskan ke hipopisis yang mengeluarkan ACTH.
Terjadi rangsangan pada kelenjar adrenal bagian kortek untuk mensekresi
glukokortikoid akibatnya kortisol darah meningkat.
2. Jalur hypopisis adreno medula untuk stress akut
Stres akut merangsang pengeluaran epineprin atau norepineprin
Selanjutnya rangsangan diteruskan ke batang otak di locus ceroleus.
LC merangsang sistem saraf otonom.
Terjadi pengeluaran epineprin / norepineprin di batang otak
Di perifer pada medula kelenjar adrenal juga terjadi rangsangan untuk
memproduksi epineprin / norepineprin.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

71

Pada gangguan psikiatri tertentu dapat melibatkan


banyak neurotransmiter, sehingga tidak dapat
diklaim bahwa suatu gangguan psikiatrik hanya
melibatkan neurotransmiter tertentu secara
spesifik. Hal inilah mendasari kenapa pada
gangguan depresi misalnya kadang-kadang kita
memberikan antipsikotik selain antidepresi.
ASETILKOLIN DAN ANTIKOLINERGIK
Dua tipe umum reseptor asetilkolin yaitu :
Reseptor muskarinik
Reseptor nikotinik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

72

PERAN NEUROBIOLOGIS KETERGANTUNGAN


OPIAT
Opiat mempengaruhi fungsi otak melalui
interaksinya dengan reseptor opioid endogen.
Opiad endogen antara lain endorfin dan
enkefalin.
Ada beberapa jenis reseptor opioid endogen
yaitu mu, kappa, delta, teta. Reseptor-reseptor
ini terdistribusi di seluruh regio otak dan medula
spinalis.
Ganglion dorsalis, kornu dorsalis, medula
spinalis, masa abu-abu periaqua duktus dan
talamus berperan dalam rasa nyeri.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

73

Perubahan neurobiologik pada


ketergantungan opiat adalah:

Perubahan expresi gen opioid endogen.


Perubahan konsentrasi Ca intra seluler.
Perubahan jumlah reseptor.
Perubahan afinitas ikatan reseptor.
Perubahan jaras neuron.
Peningkatan konsentrasi antagonis
peptida endogen.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

74

ASPEK NEUROPSIKIATRI
Pada kasus-kasus pasca stroke sering kita dapatkan kelainan
psikiatrik yang gambaran psiko patologinya beraneka ragam
berkaitan dengan neuro-anatomi dari lesi.
Syndrome Mania
Terdapat lesi di bagian-bagian otak:
Talamus kanan
Hemisper kanan: area kortek limbik seperti orbito frontal,
basotemporal dan kandatus.
Frontal inferomedial.
Syndrome Cemas
Adanya lesi di daerah:
Korteks : biasanya disertai depresi berat
Subkorteks : ganglia basalis

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

75

Psikosis Pasca Stroke


Adanya halusinasi visual terjadi akibat lesi
vaskuler fokal di jaras visual lobus temporalis,
parietalis dan oksipitalis. Biasanya pada lesi di
hemispere kanan.
Halusinasi autoscopy (pasien melihat dirinya
sendiri), biasanya di sebabkan oleh perdarahan
subarakhnoid.
Halusinasi akustik akibat lesi struktur otak di
kortek auditorik temporal.
Waham : sering disebabkan oleh trombus dan
perdarahan intraserebri pada temporo parietal
kiri atau subkorteks.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

76

Perubahan Kepribadian Pasca Stroke

Kerusakan pada lobus frontalis bilateral terutama


daerah orbitofrontalis dapat menimbulkan
perubahan kepribadian, antara lain:
Impulsif, eforia, lelucon tak wajar.
Disinhibisi, afek labil, daya nilai dan tilikan buruk.
Kurang mempertimbangkan perasaan orang lain.
Reduplicative paremresia.
Lesi lobus frontal medial:
Akinesia
Gangguan memori, konfabulasi
Lesi temporal antero-medial bilateral:
Sindroma Kluver-Bucy yaitu: rakus, hiperfagi,
plasiditas, perubahan tingkah laku sexual,
mengexplorasi secara kompulsif obyek-obyek di
lingkungannya dan agnosia.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

77

Lesi di kaudatus ventro medial:


Disinhibisi
Lesi paramedia talamus dan globus
palidus:
Apati
Lesi kortikobulbar desenden bilateral:
Tertawa-tawa sendiri dan menangis
Disartria dan disfasia
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

78

PSIKOPATOLOGI
KAJIAN TENTANG PROSES MENTAL ABNORMAL
BERANGKAT DARI FUNGSI-FUNGSI MENTAL
FUNGSI SENSORIUM/ KESADARAN
FUNGSI KOGNITIF : ORIENTASI, MEMORI, MEMBACA
TULIS,KONSENTRASI,VISUOSPASIAL,ABSTRAKSI,IN
TE LEGENSI.
FUNGSI PIKIRAN : PROSES PIKIR DIBENTUK
contoh;non realistik,ARUS contoh ; asosiasi longgar,
inkoheren,sirkumstansial. ISI PIKIRAN ; IDE, GAGASAN
contoh; waham, preokupasi,obsesi.
FUNGSI PERSEPSI : PENCERAPAN HALUSINASI,
ILYUSI
FUNGSI PSIKOMOTOR :PERILAKU contoh ; katatonik,
tremor,tic
FUNGSI EMOSI : PERASAAN contoh sedih, cemas,
takut, senang
FUNGSI JUDGEMENTAL : DAYA NILAI,INSIGHT ;
realitas, sosial, moral
tirka nandaka,dr,spkj prod,
79
don't copy without permit

LAIN-LAIN ( fungsi mental )


KEMAUAN
PENGENDALIAN IMPULS
SPIRITUAL

Kumpulan gejala syndrome


KRITERIA DIAGNOSIS
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

80

GEJALA DAN TANDA (SIGN AND SYMPTOMS)


GANGGUAN KESADARAN
KESADARAN :
1.Kemampuan individu mengadakan hubungan dengan diri
dan lingkungan dengan panca indera.
2. Kemampuan mengadakan pembatasan terhadap diri
dan
lingkungan dengan atensi.
3. Kemampuan orientasi waktu, tempat dan orang.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

81

KESADARAN MENURUN
Kemampuan persepsi, pengertian, pemikiran serta
orientasinya berkurang secara keseluruhan
kwantitatif
Contoh : Disorientasi tempat,waktu dan orang
halusinasi optik, amnesia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

82

GRADASI KESADARAN MENURUN

APATIS
- Acuh pada lingkungan
- Perlu rangsangan kuat untuk menarik
perhatian
SOMNOLENT
- Rangsangan harus lebih kuat lagi
SOPOR
- Respons harus kuat
- ingatan, orientasi dan pertimbangan sdh
hilang
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

83

SOPOROKOMATOUS
-Peralihan sopor dan koma
KOMA
-Tak ada respons, reflek pupil(-), pupil
melebar, reflek muntah hilang, reflek pa
tologis (+)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

84

KESADARAN MENINGGI

Respons yang meninggi terhadap


rangsang
Warna-warni lebih cerah
Suara-suara lebih keras
Pada pemakaian zat stimulan amfetamin

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

85

KESADARAN BERKABUT
Menurun dan menyempit
Khas pada delirium

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

86

TIDUR

Menurunnya kesadaran yang reversibel


Baca : Gangguan tidur

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

87

HIPNOSA

KESADARAN YANG MENYEMPIT


Dari FOKUS EXERNALmenjadi FOKUS INTERNAL
ALFA , TETA STATE
SUBCONSCIOUS

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

88

DISSOSIASI
Memisahkan diri secara psikologik dari kesadaran

Kehilangan kesadaran dari sebagian atau


keseluruhan integritas diri
Klinis : baca pada gangguan
disosiasi/konversi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

89

GANGGUAN PERHATIAN
Gangguan kemampuan :

Mengarahkan
Memusatkan
Mempertahankan
Mengalihkan
PERHATIAN

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

90

GANGGUAN INGATAN / MEMORI

REGISTRASI ; PENCATATAN
PENYIMPANAN; RETENSI
PEMANGGILAN KEMBALI; RECALL

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

91

MACAM-MACAM GANGGUAN INGATAN


AMNESIA :Ketidakmampuan mengingat kembali
suatu pengalaman
- Retrograde Amnesia : Lupa sebelum kejadian
- Anterograde : lupa setelah kejadian
PARAMNESIA
- Deja vu : seperti pernah melihat sebelumnya
- Jamais vu : Seperti belum pernah melihat
- Fausse reconnaiiance : merasa pasti mengenal
HIPERMNESIA : Ingatan yang meningkat ( Retensi
dan Recall)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

92

GANGGUAN ORIENTASI

ORIENTASI :Kemampuan mengenal


lingku ngan serta hubungannya dalam
waktu dan ruang terhadap dirinya sendiri
dan hubungannya dengan orang lain
(waktu, tempat,orang )
DISORIENTASI : GANGGUAN
ORIENTASI

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

93

GANGGUAN EMOSI
EMOSI : Kompleks perasaan yg melibatkan komponen
fisik,psikologis dan perilaku
Afek : ekspresi emosi yg tampak
Mood : emosi yang meresap dan dipertahankan , disebut juga suasana
hati
Eutim : emosi normal
Hipotim : emosi yang menurun
Hipertim : emosi menaik
DEPRESI
Komponen psikologis : emosi menurun ; sedih, murung
MANIK
Lawan dari depresi : emosi meningkat

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

94

EFORIA
Senang, riang-gembira berlebihan
ELASI
Lebih tinggi dari eforia
EXTACY
Lebih keras lagi
EXALTACY
Lebih keras lagi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

95

KECEMASAN :takut yg mengambang; ketegangan


motorik, hiperaktivitas otonomik, hiperarousal
ANHEDONIA : Tdk mampu merasakan ke senangan
KESEPIAN : merasa ditinggalkan
KEDANGKALAN EMOSI : berkurang secara kwantitatif
INAPROPRIATE : kwalitatif terganggu; tidak sinkron
dengan ide

LABIL : berubah-ubah
SWING MOOD : variasi sepanjang hari
AMBITENDENCY : DUA AFEK BERLAWANAN TIMBUL
BERSAMAAN
APATI : Berkurangnya afek/emosi terhadap suatu hal atau
segala hal disertai rasa terpencil dan tak peduli
AGRESI: MURKA
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

96

GANGGUAN KEMAUAN

ASPEK DIRI
ASPEK SOSIAL
ASPEK PEKERJAAN

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

97

GANGGUAN PSIKOMOTOR
Gerakan tubuh yg dipengaruhi keadaan jiwa individu
KELAMBATAN
- Hipoaktivitas
- Substupor Katatonik :mematung
- Katalepsi : mempertahankan posisi tertentu
- Fleksibilitas cerea : seperti lilin
PENINGKATAN
- Hiperkinetik
- Gaduh gelisah katatonik : tdk bertujuan tanpa ada
rangsang dari luar

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

98

TIK : kedutan involunter, sekejap,berulang


SIKAP ANEH : sengaja sikap aneh
GRIMAS : mimik wajah aneh, berulang
STEREOTIPIK :gerakan anggota badan berulang-ulang
selalu sama, tdk bertujuan
MANNERISME ; teatrikal, berulang
EKHOPRAXIA : menirukan gerakan orang lain secara
otomatis
EKHOLALIA : menirukan ucapan orang lain secara
otomatis
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

99

OTOMATISME PERINTAH ; melakukan perintah otomatis


NEGATIVISME : berbuat berlawanan dari yg diminta
KATAPLEXI : mendadak lemas / pingsan
REAKSI KONVERSI ; lumpuh
VERBIGERASI ; kata-kata yg sama
GANGGUA BERJALAN : KAKU
KOMPULSI : melakukan sesuatu atas desakan kuat dari ide
yg tidak rasional.
GAGAP : berbicara terhenti-henti karena spasme otot.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

100

GANGGUAN PIKIRAN
PROSES PIKIRAN : ingatan, pemahaman,
penalaran, pertimbangan
Terdiri dari Arus pikir dan bentuk pikir
Isi pikir :tema, gagasan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

101

GANGGUAN BENTUK PIKIRAN

AUTISTIK : Hidup dengan dunianya sendiri


NON REALISTIK : Alasan tidak masuk akal
DEREISME : Proses mental tidak sesuai dengan
pengalamannya yang sedang berjalan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

102

GANGGUAN ARUS PIKIR


Cara dan lajunya proses asosiasi dalam pemikiran yang
timbul

Perseverasi : Berulang menceritakan ide


Asosiasi longgar :ide satu dengan yang lain
tidak nyambung
Inkoherensi :arus pikir yang tidak beraturan
shg dalam satu kalimat tidak mempunyai arti
Blocking : jalan pikir tiba-tiba berhenti
Logorhea :banyak bicara tanpa kontrol

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

103

Flight of idea :perubahan yg cepat satu ide ke ide


yang lain yg belum selesai.
Clang asosiasi :mengucapkan kata yang mempunyai
persamaan arti
Neologisme :Membuat kata-kata baru yang tidak
dipahami orang lain
Irelevansi : Isi pikir tidak sesuai dengan yang
diminta
Circumstantial : tidak langsung pada pokok pikiran
Permainan kata : membuat sajak yang inadekuat

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

104

GANGGUAN ISI PIKIRAN=gagasan, ide


Fantasi : isi pikir tentang sesuatu keinginan tak terpenuhi
Fobi : Rasa takut terhadap suatu yang irasional
- agorafobia
- ailurofobia
- akrofobia
- astrofobia
- eritrofobia
- klaustriofobia
- niktofobia
- dll
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

105

Obsesi : Pikiran yang intrusif, irasional, berulang


Preokupasi : terpaku pada satu ide
Pikiran in adekuat : non realistik (bukan waham)
Pikiran bunuh diri
Ideas of reference
Alienasi : rasa terasing
Pikiran isolasi sosial
Low of self esteem
Guilty feel
Pesimisme
Waham : keyakinan yang salah, tidak bisa dikoreksi, tidak
ada bukti nyata, tidak berkaitan budaya/keyakinan, tidak
sesuai dgn intelektual

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

106

GANGUAN PERSEPSI
Daya mengenal,kwalitas, hubungan,mengartikan serta perbedaanya melalui
panca indera

Halusinasi : timbul tanpa rangsangan dari luar


- seluruh panca indera
- hipnagogik : sebelum tertidur
- hipnapompik : sebelum terbangun
Ilusi : timbul oleh karena ada rangsang (distorsi)
Depersonalisasi : merasa diri aneh
Derealisasi :merasa lingkungan aneh
Gangguan somatosensorik : anestesia , mikropsia, makropsia,
nyeri dsb
Agnosia : tidak mampu mengenal barang

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

107

GANGGUAN INTELEGENSI

RETARDASI MENTAL :Perkembangan


yang terhambat atau terhenti ; tidak
pernah mencapai optimal
Umur mental
X 100 = IQ
Umur kronologis

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

108

PENAMPILAN
Tampak lebih tua : pada penyakit kronis, depresi
Terlau kritis, rapi,hati-hati, keras kepala, pakaian
cerah ciri sifat obsesi/ anankastik
Tidak rapi, pakaian berlapis-lapis ciri-ciri skizofrenia
Pakaian merangsang, seduktif khas kepribadian
Histrionik
Kusut, sedih, tidak bergairah pada depresi
Pakai kacamata hitam ciri- ciri paranoid
Kotor, bau, aneh , kurus, kaku pada pasien stupor
katatonik
Pakaian tidak menarik , cuek, tidak bersolek sifat
frigid
Memakai pakaian lawan jenis pada gangguan
preferensi sex transvestisme
Tangan diremas, bibir dikulum,kaki bergerak,bicara
bergetar, pada orang cemas
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

109

STATUS PSIKIATRI
DATA PASIEN : demografi
KELUHAN UTAMA
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
RIWAYAT SAKIT TERDAHULU
RIWAYAT HIDUP
STATUS MENTALIS
Penampilan : rambut dan pakaian rapi
Perilaku : tenang atau tegang
Sikap terhadap pemeriksa : bersahabat, ketakutan, curiga
Afek : cemas
Mood : Hipotim/sedih
Berbicara : pelan, lirih, gagap
Pikiran :Proses pikir; asosiasi longgar, isi pikir; waham kebesaran
Persepsi : halusinasi dengar memerintah
Daya nilai realitas : terganggu
Daya nilai sosial terganggu
nandaka,dr,spkj prod,
Tilikan diri : buruk, derajat 1tirka
don't copy without permit

110

Fungsi kognitif dan sensorium


Kesadaran : Compos mentis
Orientasi : waktu, tempat dan orang baik
Memory :panjang, sedang, pendek, segera, working
memory
Atensi : kemampuan konsentrasi
Baca tulis
Visuospatial : jarak, geometrik
Abstraksi
Intelegensi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

111

Kemauan : aspek diri, sosial, pekerjaan


Pengendalian impuls
Taraf dapat dipercaya
Pemeriksaan tambahan : MMPI, CT-scan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

112

DALAM KEDOKTERAN JIWA / PSIKIATRI


DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA BERDASARKAN
EVALUASI MULTIAKSIAL
Aksis I : Klinis, diagnosis utama atau fokus
perhatian
Aksis II: Retardasi mental , kepribadian .
Aksis III : Kondisi Medis Umum
Aksis IV : Stressor Psikososial
Aksis V : Fungsi Global Seseorang
GAF Current : saat diperiksa
GAF Highest Level Past Year (HLPY) : Nilai tertinggi
yang pernah dicapai dalam satu tahun terakhir
GAF saat keluar perawatan
Skore penilaian GAF merujuk pada suplemen PPDGJ-III
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

113

AKSIS I
NAMA GANGGUAN JIWA
DIBAGI BERDASARKAN :
1. ORGANIK DAN NON ORGANIK (FUNGSIONAL)
2. PSIKOTIK DAN NON PSIKOTIK
ORGANIK GANGGUAN MENTAL ORGANIK
DELIRIUM.. F0
DEMENSIA..F0
AMNESTIK SINDROME..FO
PSIKOTIK ORGANIK..F0
PENYALAHGUNAAN ZAT PSIKOAKTIF ( DRUG ABUSE )..F1

PSIKOTIK NON ORGANIK ( FUNGSIONAL )..F2


SKIZOFRENIA
PASIKOTIK AKUT
GANGGUAN WAHAM
nandaka,dr,spkj prod,
PSIKOSA TAK KHAS tirka
don't copy without permit

114

NON PSIKOTIK
NEROSA
GANGGUAN MOOD : DEPRESI, MANIK, BIPOLAR,
SIKLOTIMIK, DISTIMIA F3
GANGGUAN NEROTIK : ANXIETAS, OBSESI-KOMPULSI,
GANGGUAN STRESS ( PTSD) F4
GANGGUAN SOMATOFORM : SOMATISASI, HIPOKONDRIK,
PAIN SOMATOFORM, BODY IMAGE DISMORFIC,
GANGGUAN DISOSIASI DAN KONVERSI F4
SINDROME PERILAKU TERKAIT GANGGUAN FISIOLOGIS : TIDUR,
SEX , MAKAN.F5
GANGGUAN KEPRIBADIAN MASUK KE AKSIS II ( F6)
RETARDASI MENTAL AMSUK KE AKSIS II.. (F7)
GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ..(F8) : AUTISME
SINDROME PERILAKU DAN EMOSI ONSET PADA ANAK DAN
REMAJA ANAK HIPERAKTIF..( F9)
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

115

Diagnosis multi aksis

Aksis I : Skizofrenia Paranoid


Aksis II : Ggn.Kepribadian Histrionik
Aksis III : Hipertensi grade III
Aksis IV : Perceraian
Aksis V :
GAF current : 30-40
GAF HLPY : 90-100
GAF KRS : 80 - 100

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

116

HIRARKI DIAGNOSIS DALAM PSIKIATRI


Salah satu kegiatan yang penting bagi
seorang dokter dalam mengkaji pasien
adalah prosedur menetapkan " NAMA
PENYAKIT " yang disebut diagnosa.
Diagnosis ialah suatu nama yang diberikan
kepada suatu kumpulan gejala (syndrome )
tertentu yang berkaitan dengan suatu
etiologi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

117

Hirarki diagnosis merupakan urutan organisasi yang


bersifat vertical dari atas ke bawah, dimana
diagnosis yang terletak lebih atas dapat
mengandung unsur psikopatologi dari organisasi
yang lebih bawah tetapi mempunyai kelebihan
spesifik
Diagnosis suatu posisi hirarki F tertentu tidak
mempunyai gejala spesifik dari hirarki F diatasnya.

Contoh : Diagnosis F 2 bisa mempunyai gejala dari


F3, F4, F5 dan seterusnya, tetapi F2 tidak
mempunyai gejala spesifik dari Fl. atau FO.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

118

SKEMA PIRAMIDA HIRARKI DIAGNOSIS


FO.Gangguan mental
organic.
Fl. Zat psikoaktif.................................................................
F2. Kelompok
psikotik..................................................................
F3. Gangguan
mood/afek............................................................
F4. Gangguan Neurotik.................................................
F5. Gangguan Terkait fisiologis..................................
F6. Gangguan Kepribadian......................................
F7. Retardasi Mental...............................................
F8. Gangguan Perkembangan psikologis.............
F9. Gangguan masa kanak dan remaja.................

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

119

MENTAL DISORDER

CHANGE OF BEHAVIORE
CHANGE OF PSYCHOLOGICAL
CLINICALLY SIGNIFICANT
CAN CAUSE DISTRESS AND OR SOCIAL
DYSFUNCTIONS

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

120

WHATS KIND ?
F0 F9
ORGANIC MENTAL DISORDER ( OMD)? LAB, CT-

SCAN, MRI ,ETC


PSYCOTEST : MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE )
DEMENTIAS= BAD SCORE

NON ORGANIC MENTAL DISORDER( FUNCTIONAL ) ?


PSYCHOTEST : MINNESOTA OF MULTYPHASIC PERSONALITY
INVENTORY (MMPI) TO EVALUATE ABOUT AXIS I AND II
ANSIETAS, DEPP, PSYCHOTIC,MANIAC, FOBIA, OCD, OR
PERSONALITY DISORDER, ETC

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

121

DELIRIUM
DEMENTIA
OTHERS

OMD

DELIRIUM: DEFICIT OF ATTENTION DUE TO CLOUDY OF CONSCIOUSNESS( but


GCS =456) if done MMSE normaly or less can not do MMPI
DEMENTIA : DEFICIT OF MEMORY( COGNITIVE) DUE TO ALZHEIMERS NON
ALZHEIMERS MMSE bad score < 6
OTHERS : TUMOR, TRAUMA, INFECTIONS, DRUG INTOXICATION ,ETC
PSYCHOLOGICAL SYNDROMES ACCOMPANY WITH NEUROLOGICAL SIGNS
AND SYMPTOMS FEBRIS, PROFUSE VOMITING, ENURESIS, CONVULSION,
HEMIPHARESE, PROGRESIVE CHEPALGIA
LABORAT, CT-SCAN, MRI, ETC
Psychotest : random

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

122

MANAGEMENT
CAUSAL
SYMPTOMATIS : HALOPERIDOL, ANALGETIC,
ETC

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

123

F0
Gangguan Mental Organik
Definisi : Gangguan mental yang berkaitan dengan
penyakit atau gangguan sistemik atau kondisi
medis umum baik di otak maupun tempat lain
Gambaran umum

Gangguan fungsi kognitif


Seperti : daya ingat, daya pikir ( intelek) daya
belajar, dsb.

Gangguan sensorium ( pada delirium )


Seperti : Gangguan kesadaran dan perhatian

Adanya syndrome gangguan mental yang


menonjol seperti : halusinasi, waham, gangguan
emosi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

124

Jenis- jenis
DEMENSIA
a.Sindrome akibat penyakit di otak yang bersifat kronis
dan progresif yang
di tandai dengan gangguan
fungsi luhur kortikal dari otak yang multiple
Contoh : Gangguan Daya ingat, daya pikir,
orientasi, berhitung, berbahasa, daya belajar, daya
nilai, berpikir abstrak, visuospasial dsb

b. Adanya BPSD ( behavioral and psychological


symptoms of dementia ) seperti wandering,
paranoid dsb, sehingga sangat mengganggu
aktivitas dan hubungan social sehari-hari
b.Tidak ada gangguan kesadaran
c.Paling sedikit sudah 6 bulan
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

125

Jenis-jenis Demensia
1.Demensia tipe Alzeimer
Ciri-ciri : Ada gejala demensia lengkap dimana
onsetnya bertahap dengan kemunduran lambat
dan onsetnya sulit ditentukan kapan dimulai.
Syaratnya tidak ada penyakit otak yang telah
dipastikan seperti Neuro sifilis, perdarahan otak
dsb.
2.Demensia tipe vaskuler
Ciri-ciri :Ada gejala demensia dimana gangguan fungsi
kognitifnya tidak lengkap atau tidak merata.
Misalnya hanya hilang daya ingat atau daya pikir
tetapi daya nilai masih baik
Onset mendadak. Biasanya disertai gejala neurologist
fokal seperti hemiparesis.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

126

DELIRIUM
Ciri-ciri :
Gangguan sensorium dan perhatian
Sensorium : berkabut sampai koma
Perhatian : 3 P Menurunnya kemampuan :
1. memusatkan,
2. mempertahankan
3. mengalihkan

Gangguan kognitif secara umum


Gangguan persepsi : halusinasi optic dsb.
Menurunnya daya ingat, daya pikir, abstrak, waham yang
bersifat sementara, inkoherensi ringan atau orientasi.
Daya ingat jangka pendek dan segera terganggu tetapi daya
ingat jangka panjang baik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

127

Gangguan psikomotor :
Hipo atau hiper aktivitas
Kagetan
Waktu bereaksi lambat.
Gangguan siklus tidur bangun :
Insomnia
Siklus tidur terbalik
Mimpi buruk
Gejala memburuk pada malam hari
Gangguan emosional :
Depresi atau eforia
Cemas atau takut
Apatis atau mudah marah.
Onset cepat, hilang timbul dapat sampai
6 bulan.
Kelompok psikotik organic
Seperti : Halusinasi organic , waham organic dsb.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

128

Catatan mengenai SOO :


Istilah SOO dalam PPDGJ- 1 : Suatu kumpulan
gejala gangguan mental akibat terganggunya
fungsi / metabolisme otak, tanpa sebab atau
etiologi yang jelas.
SOO akut : ditandai oleh penurunan
kesadaran. Misalnya Delirium (saja)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

129

SOO kronis : misalnya Demensia(saja)


Istilah GMO pada PPDGJ-1 belum ada.
Akut dan kronisnya SOO ditentukan atas
reversibilitas gangguan. ( bukan waktu )
Sedangkan menurut PPDGJ-2: Istilah SOO tetap
sama. Tetapi muncul istilah GMO yaitu : sindrom
mental / perilaku akibat gangguan/ metabolisme
otak yang etiologinya jelas diketahui : misalnya ;
Delirum oleh karena alcohol, Demensia oleh karena
penyakit Alzeimer dsb.

Dalam PPDGJ-3 SOO dan GMO menjadi satu istilah


yaitu GMO yang dimasukkan dalam blok F0.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

130

F1
GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU AKIBAT
PENGGUNAAN
ZAT PSIKOAKTIF ( NAPZA )
Dibedakan menjadi beberapa kondisi klinis sebagai
berikut :

Intoksikasi akut
Yaitu suatu kondisi peralihan timbul akibat penggunaan
alcohol dan zat psikoaktif sehingga timbul gangguan mental
( kesadaran, kognitif, persepsi, afek dan perilaku ). Kalau
berat berkait dengan dosis OD dengan berbagai
komplikasi klinis (disebutkan jenis komplikasinya).
Intoksikasi berkurang bila efek zat psikoaktif berkurang.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

131

Penggunaan yang merugikan

Pola penggunaan zat yang merugikan kesehatan


Belum ada syndrome ketergantungan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

132

Sindrome ketergantungan

Ketergantungan fisik :

Ketergantungan psikologis

Toleransi : perlu dosis yang naik untuk dapat efek yang sama
With drawal ( putus zat, sakaw )

Adiksi ( craving, sugest, nagih dsb )

Sulit mengendalikan perilaku penggunaan zat


Mengabaikan minat lain
Tetap menggunakan walaupun tahu itu
membahayakan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

133

Keadaan putus zat

Gejala Fisik : demam, flulike syndrome, berdebar-debar, pin


point pupil, cramp perut, kejang dsb
Gejala psikologis : anxietas, depresi, insomnia dsb.

Gangguan psikotik
Gejala psikotik setelah penggunaan zat psikoaktif
Misalnya :
Lir-skizofrenia
Predominan waham
Depresi
Manik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

134

Sindrome amnestik

Gangguan daya ingat jangka pendek


Tidak ada gangguan daya ingat segera

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

135

Jenis- jenis zat psikoaktif


Zat psikoaktif Opiad ( heroin, putaw )

Intoksikasi
Penekanan susunan syaraf pusat ; sedasi, tenang, eforia
Konstipasi
Penekanan respirasi
Analgesia
Mual / muntah
Cadel
Hipotensi orthostatic
Bradikardia
Pin point pupil

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

136

Putus Zat

mengantuk
flulike.
Lakrimasi
Dilatasi pupil
Vasodilatasi
Insomnia
Suhu badan tinggi
Takikardia
Berkeringat
Sugest, craving, cemas, gelisah, iritabel
Atralgia, sakit dan kramp perut, tremor

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

137

Penyalah gunaan amfetamin ( inex, sabu-sabu )


MDMA = ECTASY, MDEA= EVA, MMDA DAN DOM
1. Intoksikasi

Bersifat stimulant

Peningkatan kesadaran
Insomnia
Mood meningkat
Percaya diri meningkat
Palpitasi, aritmia, takikardia hipertensi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

138

2.Keadaan putus zat


Fase awal : depresi, agitasi, anxietas dan craving diikuti
capek, insomnia, hiperfagia.
Fase pertengahan : menurunnya energi mental, keletihan,
anhedonia
Fase akhir : menghilangnya craving

Psikotik
Gangguan mood
kecemasan
impotensi
gangguan tidur

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

139

Komplikasi :

Serangan jantung, stroke, kejang,


penekanan pernapasan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

140

F2
KELOMPOK PSIKOTIK
(SKIZOFRENIA, GANGGUAN SKIZOTIPAL DAN GANGGUAN
WAHAM MENETAP SERTA PSIKOTIK AKUT )
Konsep Psikosa
Penghayatan akan Realitas terganggu ( Sense Of Reality
terganggu )
Kemampuan menilai realitas terganggu ( RTA terganggu )

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

141

Skizofrenia
Adalah suatu syndrome psikotik yang ditandai oleh
penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari
pikiran, afek yang tumpul, afek tidak wajar atau perilaku
yang bizarre.
Konsep E Bleuler 4 A
1.Gejala primer : Asosiasi pikiran terganggu, afek terganggu,
abulia (kemauan) terganggu, autisme.
2. Gejala sekunder : Waham, halusinasi, katatonik.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

142

Kriteria diagnosis

Isi pikir yang extreme

Isi pikir menggema ( echo)


Isi pikiran tertanam sesuatu ( insertion) atau isi pikir diambil (
withdrawal )
Siar pikir (broadcasting )

Waham yang extreme

Waham dikontrol/ dikendalikan


Waham dipengaruhi ( influence )
Waham tidak berdaya ( passivity)
Waham persepsi : pengalaman inderawi tak wajar

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

143

Halusinasi dengar
Memerintah (commanding)
Diskusi satu dengan yang lain tentang dirinya (
comment)
Halusinasi dari bagian tubuh tertentu
Waham bizarre
Atau dua dari gejala berikut :

Halusinasi lain selain dengar


Assosiasi longgar, inkoherensi
Katatonik
Gejala negative

Syarat minimal 1 bulan


Disfungsi social / disstres

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

144

Dalam menulis diagnosis system multiaxial harus dicantumkan


penjelasan penyakitnya sebagai berikut :
F2X. 0 Berkelanjutan

1 Episodik dengan kemunduran progresif

2 Episodik dengan kemunduran stabil

3 Episodik berulang

4 Remisi tak sempurna

5 Remisi sempurna

6 Lainnya

7 Periode pengamatan kurang dari 1 tahun

Contoh : F21.0 = Skizofrenia hebefrenik, berkelanjutan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

145

Skizofrenia DSM IV
A.

Terdapat 2 atau lebih gejala ini selama 1 bulan :


1.Waham
2.Halusinasi
3.Bicara disorganisasi
4.Perilaku disorganisasi atau katatonik
5.Gejala negatif : afek datar, alogia / avolition
6. Boleh ada 1 gejala saja bila :
waham bizar
Halusinasi berkomentar
Halusinasi bercakap-cakap
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

146

B. Disfungsi sosial atau pekerjaan


C. Terus menerus selama 6 bulan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

147

JENIS-JENIS SKIZOFRENIA
Didasarkan atas gejala-gejala yang menonjol
Skizofrenia paranoid
Yang menonjol adalah waham dan atau halusinasi
Skizofrenia hebefrenik
Yang menonjol gangguan proses berpikir dan afek
tumpul / tidak wajar.
Usia 15 25 tahun

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

148

Skizofrenia katatonik
Yang menonjol gejala psikomotor yang extreme : seperti
stupor, furor, negativisme, rigiditas, flexibilitas cerea,
command automatisme.

Depresi pasca Skizofrenia


Telah menderita skizofrenia minimal 1 tahun
Kemudian timbul gejala depresi dan menonjol

Skizofrenia residual
Pernah menderita skizofrenia minimal 1 tahun
Kemudian timbul gejala sisa berupa gejala-gejala negative
yang menonjol

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

149

Skizofrenia simpleks
Ada gejala-gejala negative
Tetapi tidak pernah ada gejala psikotik yang
overt seperti halusinasi, waham atau lainnya
yang jelas.
Gelandangan psikotik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

150

Gangguan Skizotipal
Afek tak wajar
Perilaku ganjil, aneh, eksentrik
Magical thinking
Cirkumstansial, metafora, overelaborat

Gangguan Waham menetap


Satu-satunya gejala berupa waham yang bersifat pribadi
Lebih dari 3 bulan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

151

Gangguan Psikotik Akut dan sementara


Onset akut kurang dari 2 minggu
Syndrome beraneka ragam dan berubah
cepat ( polimorfik )
Adanya stressor yang jelas

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

152

Jenis- jenis gangguan psikotik akut


dan sementara :
Gangguan psikotik polimorfik akut tanpa
gejala skizofrenia
Onset akut kurang dari 2minggu
Beberapa jenis halusinasi atau waham yang
berubah ubah
Tidak ada gejala skizofrenia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

153

Gangguan psikotik polimorfik akut dengan gejala


skizofrenia
Sama dengan diatas
Ada gejala skizofrenia

Gangguan psikotik Lir-skizofrenia


Sudah memenuhi syarat skizofrenia
Tapi kurang dari 1 bulan
Dalam DSM-IV disebut skizofreniform

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

154

Gangguan psikotik akut dengan predominan waham


Onset kurang dari 2 minggu
Dominan waham dan halusinasi
Tidak memenuhi kriteria skizofrenia atau polimorfik

Gangguan Waham Induksi


Dua orang atau lebih mengalami system waham yang sama
Bila dipisahkan , orang dengan waham terinduksi akan
hilang wahamnya.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

155

Gangguan skizoafektif
Ada gejala skizofrenia dan gejala afektif bersama-sama
timbul dalam waktu yang bersamaan.
Ada 2 tipe
-1. Tipe manik

Ada gejala skizofrenia dengan syndrome


penyerta manik
-2. Tipe depresif
Ada gejala skizofrenia dengan penyerta
syndrome depresi.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

156

NEROSA
Suatu konsep
Bukan diagnosa
Maldaptasi secara psikologis terhadap
diri dan lingkungan karena tidak
terselesai kannya konflik intrapsikis
yang tidak disadari (uncounscius)
masa lalu .
Timbul manifestasi gejala klinis
gejala Nerotik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

157

PSIKODINAMIKA NEROSA
Kajian patogenesa secara psikologis

Reaksi yang abnormal dari individu untuk


menghilangkan kecemasan akibat konflik
yang tidak dapat diatasi
Kecemasan mengganggu ketenangan

Menghilangkan rasa tidak nyaman dgn cara

MOT
MPE konversiperubahan perilaku
Transfer ke tubuh
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

158

Manifestasi neurosis :
1.Ekspresi cemas
Gelisah
Khawatir
Takut
Iritabilitas
hiperarrousal
Gangguan konsentrasi
2.Ekspresi depresif (dimasukkan kedalam ggn.mood)
Murung
Pesimis
Putus asa
Hilang minat
Rasa bersalah/dosa
Rasa hampa
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

159

Ggn.Pseudo kognitif
Rendah diri
3.Keluhan somatik

Ggn makan

Ggn berat badan

Ggn sex

Ggn GI tract

Ggn tidur

Letih lesu

Kel otonom

Neurasthenia

Kel kardiovaskular

Kel fisik lain

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

160

4.Komorbiditas Neurosis

Cardiovaskular

Neurologik

Imuno endokrinologi

Neoplasma dan penyakit


degeneratif

Intoksikasi zat/NAPZA

Disfungsi ereksi
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

161

Psikosomatik : kecemasan disalurkan


pada organ yg disarafi saraf vege tatif,
sesuai persarapan

Obsesi-Kompulsi :represi, isolasi,


undoing, reaksi formasi
Fobi : represi, salah pindah,
simbolisasi
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

162

NEROSA HISTERIKA
Fungsi badaniah atau mental hilang tanpa dikehendaki, gejala hilang timbul
terutama bila menghadapi keadaan yang menimbulkan emosi yg hebat dan
mempunyai arti simbolik konflik

Reaksi Konversi :represi, isolasi terjadi


reaksi disosiasidisalurkan ke organ
somatomotorik dan somatosensorik, tdk
sesuai persarafan
Gejala dengan kesan gangguan
neurologis : Paralise,afonia, kejang, akinesia
Somatomotorik

Buta, Tuli, parestesia Somatosensorik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

163

GEJALA DENGAN KESAN GANGGUAN OTONOMIK : MUNTAH,

MUAL

Gejala dengan kesan gangguan endokrin :


Pseudocyesis
Primary gain :
- mempertahankan agar konflik internal tetap diluar
kesadaran cemas hilang
- Pertengkarankonflikmarahafonia atau
lumpuh
- Melihat peristiwa traumatikkonflik denial
buta
- Takut hamil atau sangat ingin hamilkonflik
pseudocyesis
-Perasaan jijik atau benci konflik muntah

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

164

SECONDARY GAIN
Mendapatkan keuntungan atau kompensasi
- Lumpuh : menghindari tugas
- Buta : agar dilayani
- Impotensi : untuk menghindari istri yang jahat

Reaksi DISOSIASI
Cemas hebat mengakibatkan fungsi
kepribadian terpisah sehingga unsur-unsur
kepribadian yang terintegrasi bekerja sendirisendiri

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

165

F3
Kelompok Gangguan Mood atau Afek
Emosi
: Kompleks perasaan yang melibatkan
komponen psikis, pikiran dan perilaku yang
berkaitan dengan mood
dan afek.
Afek
: Ekspresi emosi yang tampak ( diobervasi
) sesaat.
Mood
: Emosi yang meresap dalam diri dan di
pertahankan.
Dalam kelompok ini juga terdapat kasus dengan
gejala psikotik, sehingga pemisahan kelompok
psikotik dan non psikotik tidak kaku.
Gangguan mood/afek : bisa menurun (depresi) atau
meningkat (manik).
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

166

Gangguan afektif (mood) dibedakan


menurut :
1.Episode tunggal atau multiple
2.Tingkat keparahan
a.Mania : dengan gejala psikotik atau
tidak
b.Depresi : ringan,sedang dan berat
3.Dengan atau tanpa gejala somatik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

167

GANGGUAN MANIK
Trias sindrome manik :
1.Afek/mood meningkat (elasi,ephoria,
grandiosity)
2.Peningkatan aktifitas fisik
(psikomotorik meningkat)
3.Peningkatan aktifitas mental
(logorea,flight of ideas)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

168

Episode manik
1.Hipomania : derajatnya lebih ringan
daripada mania
2.Mania tanpa gejala psikotik
-minimal 1 minggu
-energi meningkat :
aktivitasmeningkat,percepatan dan
kebanyakan bicara,tidur kurang,ide
kebesaran dan optimis
- Tanpa gejala psikotik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

169

Mania dengan gejala psikotik


- Ada gejala mania
- Gejala waham,irritabilitas,halusinasi
yang sesuai dengan afek

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

170

Gangguan afektif bipolar


- minimal 2 episode berulang
- antara 2 episode pernah sembuh sempurna
a.Gangguan afekif Bipolar episode kini hipomanik
- pernah ada episode afektif sebelumnya (baik
manik,depresif,campuran atau hipomanik sendiri)
- saat ini episode hipomanik

b.Gangguan afektif bipolar episode kini manik tanpa


gejala psikotik.
- saat ini ada episode manik tanpa waham atau
halusinasi
- sebelumnya pernah menderita episode afektif
sebelumnya.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

171

Gangguan afektif bipolar episode kini manik


dengan gejala psikotik.
- episode saat ini ada manik dengan waham
atau halusinasi.
d.Gangguan afektif bipolar episode kini
depresi ringan atau sedang.
e.Gangguan afektif bipolar episode kini
depresi berat tanpa gejala psikotik.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

172

f.Gangguan afektif bipolar episode kini


depresi berat dengan gejala psikotik.
g.Gangguan afektif bipolar episode kini
campuran
- adanya episode saat ini : gejala
campuran : manik,hipomanik dan
depresif.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

173

BIPOLAR
GGN. MOOD = EMOSI YG MERESAP
2 KUTUB MOOD YG BERTOLAK
BELAKANG
ISTILAH DLM DSM-IV DIBAGI
BIPOLAR I DAN BIPOLAR II
PPDGJ III GANGGUAN AFEKTIF
BIPOLAR
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

174

EPIDEMIOLOGI
DEPRESI BERAT PREV SEUMUR
HIDUP =15 %
BIPOLAR I =2 % LBH TINGGI DARI
SKIZOFRENIA
BIPOLAR I
ONSET USIA RATA2 = 30 THN
ONSET DEPRESI = 40 TAHUN
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

175

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

176

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

177

ETIOLOGI

DOPAMIN
SEROTONIN
NOREPINEPRIN
NT ASAM AMINO
GABA = INHIBITOR
GLUTAMAT = EXITE

FENOMENA KINDLING PEMBANGKITAN


PRS ELEKTROFISIOLOGIS SUBTRESHOLD
BERULANG SISTEM LIMBIK
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

178

PSIKODINAMIKA
MELANIE KLEIN = KEGAGALAN MASA
KANAK UNTUK MENDAPATKAN INTROJEKSI
MENCINTAI DLM RANGKA MELEPASKAN
DIRI DARI LOVE OBJECT
MANIA : MEK DEFENSIF UTK
MENGIDEALKAN ORG LAIN, MENYANGKAL
ADANYA AGRESI THD ORG LAIN SAYA
SEPERTI DIA YG HEBAT
MENGEMBALIKAN LOVE OBJECT YG
HILANG GRANDIOSITY
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

179

BIPOLAR I
EPISODE MANIK TUNGGAL : DGN GJL
PSIKOTIK ATAU TANPA PSIKOTIK
EPISODE KINI HIPOMANIK
EPISODE KINI MANIK : DGN GJL
PSIKOTIK ATAU TANPA PSIKOTIK
EPISODE KINI DEPRESI : DGN GJL
PSIKOTIK ATAU TANPA PSIKOTIK
EPISODE KINI CAMPURAN
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

180

EPISODE MANIK

MOOD MENINGGI, IRITABLE SCR PERSISTEN


MINIMAL 1 MINGGU

DISERTAI MIN 3 Gx SBB :


HARGA DIRI MELAMBUNG / BESAR
KBTHN TIDUR MENURUN
BANYAK BICARA
FLIGHT OF IDEAS
MDH BERALIH PERHATIAN
AGITASI / PENINGKATAN AKTIVITAS
BERLEBIHAN DLM AKTIVITAS YG
MENYENANGKAN : BELANJA, INVESTASI BODOH,
SEX BEBAS DLL
DISFUNGSI SOSIAL
tirka nandaka,dr,spkj prod,
181
don't copy without permit
BKN AKIBAT ZAT

Gambaran Umum
Pasien mania tampak eksitasi, banyak bicara,
kadang-kadang tampak lucu, dan sering
hiperaktif. Pada saat mengalami psikotik dan
disorganisasi, membutuhkan pengikatan fisik
dan suntikan obat sedatif intra muskular
Mood, Afek, dan perasaan
Pasien mania menunjukkan euforia,
tetapi bisa sangat mudah tersinggung,
terutama apabila tampak mania dalam
beberapa waktu
Ambang batas frustasinya rendah,
dapat mengarah pada perasaan marah
dan hostilitas, mengancam
Secara emosional labil , berubah dari
tertawa kemudian tersinggung
kemudian depresi adalam waktu atau
jam
tirka nandaka,dr,spkj prod,
182
don't copy without permit

HIPO MANIK
GEJALA LEBIH RINGAN
LAMA MOOD MENINGGI = 4 HARI

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

183

EPISODE DEPRESI BERAT


MINIMAL 2 MINGGU
MINIMAL MEMUAT MOOD TERDEPRESI
ATAU HILANG MINAT / RASA SENANG

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

184

MINIMAL 5 GEJALA BERIKUT

MOOD TERDEPRESI SEPANJANG HARI


HILANG MINAT / RASA SENANG
BB MENURUN MIN 5%
GANGGUAN TIDUR SETIAP HARI
AGITASI/ RETARDASI MOTORIK
HILANG ENERGI DIRI
MERASA BERSALAH / TDK BERGUNA
GANGGUAN BERPIKIR : MEMUTUSKAN,
KONSENTRASI
BERPIKIR TTG MATI / IDE BUNUH DIRI
DISFUNGSI SOSIAL
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit
BUKAN KRN ZAT

185

MODUS DEPRESI BERAT

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

186

BIPOLAR II
=EPISODE DEPRESI BERAT REKURENS
DGN HIPOMANIA
ADANYA 1 ATAU LEBIH RWYT EPISD
DEPRESI BERAT
ADANYA MIN 1 EPSD HIPOMANIK
SIKLOTIM : BENTUK RINGAN DARI
BIPOLAR II
DISTIMIA : DEPRESI RINGAN KRONIS
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

187

DD SKIZOFRENIA-AFEKTIF (SKIZO AFEKTIF)


sulit untuk membedakan episode manik dengan
skizofrenia
Keceriaan, elasi, dan mood yang meningkat biasanya
terdapat pada episode manik daripada skizofrenia
Kombinasi dengan mood mania, pembicaraan yang
cepat, hiperaktifitas, hampir pasti mengarah pada
diagnosa episode mania
Onset episode mania biasanya cepat, dan diamati
sebagai perubahan yang dapat diperhatikan dari
perilaku pasien sebelumnya
Setengah dari seluruh pasien bipolar I mempunyai
riwayat keluarga dengan gangguan mood
Gejala manik dari orang yang berasal dari kelompok
minor (hispanik dan kulit hitam) sering salah diagnosa
dengan skizofrenia
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

188

Contoh Dx. Bipolar I episode kini manik dgn gejala


Psikotik
Memenuhi syarat manik
Disertai gejala psikotik yg bersifat singkat atau
sementara
Tdk penuhi Gx khas skizofrenia

Catatan : PPDGJ-III
Gangguan afektif bipolar episode kini manik dgn gejala
psikotik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

189

2. Dx. Bipolar I episode kini depresi berat dg


gejala psikotik

Waham sejalan mood : dunia hancur..


..tdk berdaya.., bersalah
Tdk sejalan ; ..kejaran, waham kontrol
Tdk penuhi Gx khas Skizofrenia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

190

3.Dx. Skizoafektif
PENUHI SYARAT SKIZOFRENIA
ONSET MUNCUL BERSAMA-SAMA DG
GANGGUAN MOOD
CONTOH PENULISAN DX ;
BIPOLAR I EPISODE KINI MANIK DGN
GEJALA PSIKOTIK
DD. SKIZOAFEKTIF
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

191

PERJALANAN PENYAKIT

Siklotimik sering didiagnosa secara retrospektif


pada bipolar I, tidak diidentifikasikan adanya
gangguan kepribadian yang berhubungan
dengan bipolar I
Bipolar I biasanya dimulai dengan depresi (75%
wanita, 67% laki-laki) dan gangguan yang terjadi
berulang
Banyak pasien mengalami episode manik dan
depresif, 10-20% mengalami hanya episode
manik saja
Episode manik biasanya mempunyai onset yang
cepat (jam atau hari) dan bisa lebih dari
beberapa minggu
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

192

Mania yang tidak diobati berlangsung selama 3


bulan, sehingga klinisi tidak boleh menghentikan
obat sebelum masa itu.
90 % yang mengalami episode manik tunggal,
biasanya akan mendapatkan gx yang lain
Ketika gangguannya memberat, waktu antara
episode menjadi berkurang
Setelah 5 episode, waktu antar episode menjadi
stabil, yaitu 6-9 bulan
5-15% pasien dengan gangguan bipolar
mempunyai 4 atau lebih episode per tahun dan
dapat diklasifikasikan sebagai rapid cyclers
Gangguan bipolar I pada anak dan orangtua.
Insiden bipolar I pada anak adalah 1 % dan dapat
terjadi pada usia 8 tahun
Biasanya salah diagnosa dengan skizofrenia atau
gangguan perilaku menentang
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

193

PROGNOSIS
Bipolar I dengan onset dini mempunyai prognosa
buruk

Gejala manik sering pada orang tua, walaupun


penyebabnya luas, termasuk kondisi medis
nonpsikiatrik, dementia, delirium, bipolar I
Data tentang bipolar I yang sebenarnya terjadi
pada orang tua, masih jarang
Pasien bipolar I prognosisnya lebih buruk
dibandingkan dengan gangguan depresi mayor

40-50% pasien bipolar I mungkin mengalami


episode manik dalam 2 tahun pertama
Walaupun lithium profilaksis memperbaiki
perjalanan penyakit dan prognosa biplar I, hanya
50-60% pasien
dapatprod,
mengendalikan gejala
tirkayang
nandaka,dr,spkj
194
don't litium
copy without permit
mereka dengan

Sebuah studi dimana dalam 4 tahun pasien


bipolar I diikuti, disimpulkan bahwa status
pekerjaan yang buruk, ketergantungan
alkohol, gejala psikotik, depresi, gejala
depresi interepisode, dan laki-laki
memberikan prognosa yang buruk
Durasi episode manik yang pendek, sedikit
pikiran bunuh diri, problem medis dan
psikiatrik yang sedikit prognosa baik
7 % pasien bipolar I tidak mengalami
kekambuhan
45% mempunyai lebih dari satu episode
40% menjadi kronik
Episode manik antara 2 30 episode, rataratanya sekitar 9 episode
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

195

Follow up jangka panjang : 15 % pasien


bipolar I menjadi baik, 45% mengalami
kekambuhan, 30% remisi sebagian, dan
10 % kronis
1/3 dari seluruh pasien mengalami
gejala yang kronik dan penurunan
fungsi sosial

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

196

TERAPI
PSIKOTERAPI : CBT, INTERPERSONAL,
KELUARGA
MOOD STABILIZER LINI I : LITIUM, ANTI
EPILEPSI CBZ ,VALPRAOC, DAN TERBARU
TOPIRAMAT( TOPAMAX)
ANTI DEPRESANT HANYA PD FASE
DEPRESI
LINI II : KLONAZEPAM,VERAPAMIL (HAMBAT
SAL CA), CLONIDIN, ANTI PSIKOTIK

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

197

MANAGEMENT
PADA AKUT MANIA ( REF) :
HALDOL 5MG TIAP 2 -4 JAM
KLONAZEPAM 1MG 4 6 KALI
LORAZEPAM 2 MG 4 6 KALI
JANGKA PANJANG : MOOD STABILIZER
LAIN : ECT

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

198

TOPAMAX
(TOPIRAMAT)

POTENSIASI GABA
ANTAGONIS GLUTAMAT
BLOKADE SAL Na DAN Ca
INHIBISI CA

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

199

Efek Samping Topamax bersifat


sementara dan dapat ditoleransi
Efek samping paling sering dilaporkan:
CNS related, tingkat ringan sampai
sedang
Ataxia
- Fatigue
impaired concentration
- Paresthesia
confusion
- Somnolence
dizziness

Efek samping lebih sering pada dosis


tinggi (600-1000 mg/hari) daripada dosis
target (200-400 mg/hari)
Titrasi cepat lebih sering menyebabkan
efek samping
Shorvon SD. Epilepsia, 1996

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

200

Efek Samping Topamax dapat


dimanage
Efek samping klinis lain:
Nephrolithiasis:
1.5% dari 1,200 orang dewasa, sama dengan
acetazolamide
Sebagian besar kasus akan hilang sendiri
dengan keluarnya batu ginjal secara spontan
Turun berat badan: Ringan, tergantung dosis
Terobservasi pada 3 bulan pertama terapi TPM,
puncaknya setelah 12-15 bulan
Reversible parsial setelah terapi jangka
panjang
tirka nandaka,dr,spkj prod,
Paresthesia
201
don't copy without permit

Shorvon, Epilepsia, 1996; Wasserstein, Epilepsia, 1995

Topiramate menurunkan berat badan


pasien obesitas
Lebih dari 50% wanita yang menggunakan asam valproate
mengalami kenaikan berat badan 8.8kg setelah 1.5 tahun1

TOPAMAX : dikaitkan dengan penurunan berat badan


signifikan dibandingkan baseline (p<0.001)

Penurunan berat badan setelah 7


bulan2
BMI

Category

Rata-rata perubahan berat


badan dibandingkan baseline

<25kg/
m2

Normal

-1.9 kg

25Overwei
30kg/m
ght
2

-2.6 kg

>30kg/

tirka nandaka,dr,spkj
1. El-Khatib et al. Seizure 2007;16:226-232
2. Guerrini etprod,-4.7
Obesitas
2
don't
copy
without permit
al. Seizure 2005;14:371-380
m

kg

202

Acuan Pemakaian Topiramate


( ACUAN EPILEPSI)
Indikasi (Usia > 2 tahun)
1. Monoterapi pada pasien yang baru
terdiagnosa epilepsi, atau untuk konversi
ke monoterapi pada pasien epilepsi.
2. Terapi adjunctive pada pasien dengan
kejang parsial atau kejang umum primer
3. Terapi adjunctive untuk kejang pada
Lennox Gastaut Syndrome
4. Prophylaxis migraine

Topamax Prescribing Information

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

203

Dosis pada Orang Dewasa


Target Dosis Awal:
Monoterapi: 100mg/hari
Terapi Add on : 200mg/hari

Dapat ditingkatkan sampai


200-500mg/hari

50 mg

50 mg

50 mg

50 mg

50 mg

Week 3

Week 4

25mg
25mg
25mg

25mg

Week 1

Week 2

Topamax Prescribing Information

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

204

Cara Switching
Dosis Rata2 : 150mg/day (Dewasa)

CBZ 800mg / OXC 1200mg)


CBZ 600mg / OXC 900mg

25mg
25mg

25mg

W1

50
mg

25mg

50
mg

50
mg

W2

W3

W4

Kowalik A et al. Acta Neurol Scand

50
mg

75
mg

75 mg CBZ 400 mg /
OXC 600mg
CBZ 200 mg /
OXC 300mg

75
mg

75
mg

75 mg

W5

W6W8

W9W11

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit
2008;117:159-166

W11- W13W13 W15


205

Gangguan Depresi
Psikodinamis : loss of love object
1.Gejala utama : trias gejala depresi ( mood menurun,
hilang minat / rasa senang ,
energi diri
yang menurun )
2.Gejala tambahan :
a.konsentrasi dan perhatian berkurang
b.harga diri dan kepercayaan diri berkurang
c.perasaan bersalah dan tidak berguna
d.masa depan suram dan pesimis
e.ide bunuh diri
f.gangguan tidur
g.nafsu makan berkurang
3.Minimal 2 minggu
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

207

A.Episode depresi ringan


- satu episode (pertama kali)
- sekurangnya ada 2 dari 3 trias gejala
- ada minimal 2 gejala tambahan
- sebutkan ada tidaknya gejala somatik
B. Episode depresi sedang
- satu episode (pertama kali)
- minimal ada 2 dari 3 trias gejala
- ada minimal 3 gejala tambahan
-sebutkan ada tidaknya gejala somatik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

208

C.Episode depresif berat tanpa gejala psikotik


- Trias gejala harus lengkap
- minimal 4 gejala tambahan
- tidak ada gejala psikotik
D.
Episode depresi berat dengan gejala
psikotik
- trias gejala harus lengkap
- minimal ada 4 gejala tambahan
- ada waham,halusinasi atau stupor depresif
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

209

E.Gangguan Depresi Berulang


Syarat:
episode rata rata 6 bulan
antara episode ada pemulihan sempurna
minimal pernah 2 episode (masing
masing minimal selama 2 minggu)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

210

Gangguan depresi berulang episode kini


ringan
minimal pernah 2 episode (masing masing
minimal 2 minggu)
episode saat ini depresi ringan
sebutkan ada tidaknya gejala somatik
Gangguan depresi berulang episode kini
sedang
episode kini depresi sedang
sebutkan ada tidaknya gejala somatik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

211

Gangguan depresi berulang episode kini


berat tanpa gejala psikotik.
episode kini berat tanpa gejala gejala
psikotik
Gangguan depresi berulang episode kini
berat dengan gejala psikotik
episode kini depresi berat dengan gejala
gejala psikotik
Gangguan depresi berulang kini remisi
tanpa ada gejala depresi yang memenuhi
kriteria
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

212

F.Gangguan Suasana Perasaan (mood)


Menetap
Siklotimia
adanya periodik gejala depresi ringan dan
hipomania ringan
tidak memenuhi kriteria gangguan depresi atau
manik

Distimia
afek depresi yang berlangsung lama lebih dari 2
tahun
Tidak memenuhi kriteria gangguan depresi atau
manik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

213

F4
Kelompok Cemas
(Gangguan Neurotik,Somatoform , Gangguan
terkait Stress serta Dissosiasi )

Konsep Neurosis Freud


Adanya konflik intra psikis ( bawah sadar ) masa
lalu yang tidak terselesaikan dengan baik yang
menimbulkan maladaptasi terhadap diri dan
lingkungan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

214

ANXIETAS (=Cemas)
Trias Gejala
1.Kecemasan/kekhawatiran irrasional
2.Hiperaktivitas otonomik
3.Ketegangan motorik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

215

1.Anxietas Fobik
Definisi :
Gangguan neurotik yang dicirikan oleh ketakutan
berlebihan dan irrasional terhadap obyek atau
situasi tertentu yang menyebabkan seseorang
bereaksi menghindar.
Trias gejala fobia :
1.Ketakutan irrasional
2.Adanya obyek fobic atau situasi fobic
3.Perilaku penghindaran

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

216

Jenis anxietas fobia :


a.Fobia khas : Takut
darah,kucing,sperma,ketinggian,dsb
b.Fobia sosial : Takut akan pusat perhatian
c.Agora fobia : takut akan tempat terbuka atau
situasi mengancam rasa aman
Penatalaksanaan
a.Psikologik : terapi behavioral (terapi Perilaku)
b.Farmaka : anti anxietas (Clobazam),anti
depresan (SSRI,MAOI)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

217

2.Gangguan Anxietas (cemas)


A.Gangguan Panik
Definisi ; kondisi gangguan neurotic yang dicirikan
oleh serangan serangan kecemasan bersifat
katastrofik (panic),episode singkat,berulang,tanpa
faktor pencetus yang jelas.
Trias panik gejala :
1.Serangan kecemasan yang hebat
2.Berulang dan episode singkat ( ada awal dan ada
akhir )
3.Tanpa faktor pencetus yang jelas (unpredictable)
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

218

Manifestasi klinis :
-Ketakutan yang hebat (takut mati,takut gila,takut
serangan jantung)
-Serangan seolah mengenai organ vital seperti jantung
sehingga segera mencari pertolongan
-Diikuti dengan kondisi cemas antisipasi
-Disertai dengan agorafobia atau tidak
Penatalaksanaan
a.Psikologik
-Psikoterapi supportif
-Terapi perilaku
-Relaksasi
-Hipnoterapi
b.Farmakologik
-Anti cemas (alprazolam)
-Anti depresan (SSRI,Imipramin)
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

219

Gangguan Cemas Menyeluruh (Generalized Anxiety


Disorder = GAD)
Definisi : Kondisi gangguan neurotik yang dicirikan oleh
kekuatiran berlebihan dan tidak realistik terhadap berbagai
peristiwa kehidupan sehari hari.
Trias gejala :
1.Kecemasan kadang kadang disertai afek depresi
2.Ketegangan motorik dan hiperaktifitas otonom
3.Keluhan somatik kronis
4.Lama 6 bulan atau lebih (DSM-IV) , menurut PPDGJ-3 beberapa
minggu atau lebih.
Penatalaksanaan
a.Psikologik
-Terapi kognitif
-Psikologi supportif
b.Farmakologik
-Anti anxietas (Clobazam)
-SSRI
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

220

3.Ganguan Obsesi Kompulsi


Definisi : Kondisi gangguan neurotik yang dicirikan
oleh pikiran obsesif yaitu : dorongan Yang intrusive (
tidak dapat ditahan ) berupa gagasan (ide),bayangan
pikiran,atau impuls yang timbul berulang ulang
dalam bentuk yang sama.Atau tindakan konvulsif
yaitu : perilaku stereotipik,berulang tanpa tujuan
yang jelas.
Trias Obsesif - Konvulsif
1.Gagasan obsesif yang sangat mengganggu
2.Perilaku konvulsif (cuci tangan berulang ulang)
atau ritualistik.
3.Afek depresif
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

221

4.Gangguan Somatoform
Definisi : Gangguan yang dicirikan
keluhan keluhan gejala fisik berulang
dengan permintaan pemeriksaan medik
( doctor shopping ) walaupun tidak ada
bukti adanya kelainan atau penyakit
fisik.Pasien sering menghindari diskusi
kemungkinan yang terkait dengan
kehidupannya.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

222

A.Gangguan Somatisasi
Definisi : Kondisi gangguan neurotik yang dicirikan
oleh keluhan keluhan somatik (badaniah) yang
banyak (multiple),berulang dan tidak konsisten
Trias gejala :
1.Keluhan somatik,banyak organ
2.Keluhan berpindah pindah dan tidak berespons
baik terhadap pengobatan
3.Dokter shooping
4. Onset pertama kali usia kurang dari 30 tahun (
menurut DSM-IV)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

223

B.Gangguan hipokondrik
Definisi : Gangguan neurotik yang dicirikan adanya
keyakinan yang menetap terhadap suatu
penyakit serius yang melandasi keluhan
keluhan fisik,padahal tidak ada bukti adanya
kelainan atau penyakit fisik.
Trias gejala :
1.Keyakinan adanya suatu penyakit
2.Minta pemeriksaan dokter berulang ulang
3.Tidak ada bukti adanya kelainan
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

224

5.Gangguan Terhadap Stress Berat dan Gangguan Penyesuaian


Definisi : Gangguan neurotik yang timbul setelah terpapar
dengan suatu kejadian traumatik atau perubahan penting
dalam kehidupan.
Jenis jenisnya :
A.Post Traumatic Stress Dissorder (PTSD)
Setelah terpapar dengan kejadian traumatik maka timbul :
Trias gejala :
1.Re experienced (pengalaman kembali)
2.Avoidance (penghindaran)
3.Hyper arousal (peningkatan kesadaran)
B.Reaksi Stress Akut
Sama dengan PTSD tetapi timbulnya lebih cepat dan adanya
gejala tambahan berupa gejala dissosiatif (kaku),acuh dengan
lingkungan,depersonalisasi,amnesia dissosiatif

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

225

C.Gangguan Penyesuaian
Definisi : Gangguan neurotik yang dicirikan oleh karena adanya
faktor perubahan dalam kehidupan.yang secara klinis tidak
berat atau parah.
Trias gejala:
1.Ada stressor (perubahan kehidupan)
2.Timbul afek depresi dan atau cemas
3.Timbul dalam waktu 1 bulan dan sembuh dalam waktu 6 bulan
(kecuali karena afek
depresi berkepanjangan)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

226

Gangguan Dissosiatif / Konversi


Definisi : gangguan neurotik yang dicirikan
adanya kehilangan (sebagian atau
keseluruhan ) dari integritas diri, tetapi
tidak ada bukti gangguan fisik / organik.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

227

Jenis-jenisnya :
A.Amnesia Dissosiatif
Definisi : Hilangnya daya ingat terutama kejadian
penting yang baru terjadi tetapi tidak ada gangguan
organik
B.Fugue Dissosiatif
Definisi : Adanya amnesia dissosiatif ditambah
melakukan pengembaraan (vagabond )

C.Stupor Dissosiatif
Definisi : Berkurangnya gerakan gerakan volunter
dan respon normal terhadap rengsangan luar.

Trias gejala:
1.Adanya stupor
2.Tidak ada gejala fisik
3.Adanya kesadaran yang baik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

228

D.Gangguan Trans dan Kesurupan


Trance : Kehilangan sementara aspek
penghayatan akan identitas diri dan
kesadaran terhadap lingkungan, diluar
kemauannya dan bukan merupakan aktivitas
biasa.
Kesurupan (possesion trance) : Keadaan
trance ditambah seseorang berperilaku
seakan akan dikuasai oleh kepribadian lain.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

229

E.Gangguan Motorik Dissosiatif


Definisi : ketidakmampuan untuk mengendalikan
seluruh atau sebagian anggota gerak.
F.Konvulsi Dissosiatif (Pseudo Seizures)
Definisi : mirip kejang epileptik tetapi jarang gigit lidah
dan kesadaran masih baik.
G.Anestesia dan Kehilangan Sensorik Dissosiatif
Definisi : Bukan menggambarkan kondisi klinis
sebenarnya.

H.Syndroma Ganser = jawaban kira kira


I.Gangguan Kepribadian Multiple = Kepribadian yang
berubah ubah.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

230

BEDA KEJANG EPILEPSI DAN KONVERSI


EPILEPSI
LAMA
:2 menit
TEMPAT
:sembarang
KESADARAN
:terganggu
REFLEK PATOLOGIS
:+
REFLEK CAHAYA
: EXTREMITAS
:ekstensi
INCONTINENSIA
:+
MULUT BERBUIH
:+
MATA MEMBELIAK
:+
LIDAH TERGIGIT
:+
SIFAT KEJANG :tonik,klonik
KESADARAN
:menurun
AMNESIA
:+
PENYEBAB
:organik
PENGOBATAN :dilantin

KONVERSI
5-15 menit/ lama
ada orang lain
masih bicara
+
flexi/ genggam
tak teratur
normal
parsial
stressor psikologis
psikoterapi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

231

Histeria Kelompok
Klinis : Respon emosional berupa teriakan
panic,agitasi,dramatikal,
Psikodinamika :
-Suatu kelompok mengalami tekanan yang berat
-Sejumlah kecil kelompok sebagai pencetus gejala diikuti
anggota yang lain
-Biasanya latar belakang budaya sama
Penatalaksanaan
-Kelompok pencetus dipisah
-Berikan jaminan bahwa problemnya dapat diatasi
-Dapat melibatkan tokoh masyarakat
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

232

F5
Sindrom perilaku yang berhubungan dengan
gangguan fisiologi dan faktor fisik
Dulu sering disebut psikosomatik / psikofisiologis
Jenis-jenisnya ;
Gangguan makan

1.Anoreksia Nervosa
- Mengurangi berat badan dengan sengaja
- Merangsang muntah
- Memakai pencahar
- Ketakutan gemuk patologi

2.Bulimia Nervosa
- Ketagihan (craving) makan
Ketakutan gemuk patologi : merangsang muntah,
dsb.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

233

3.Makan berlebihan yang berhubungan dengan


gangguan psikologi
Reaksi obesitas

4.Muntah Psikologis

- Hiperemis Gravidarum

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

234

Gangguan Tidur (non organic)


Ada 2 kelompok :
1.Dyssomnia
Gangguan tidur primer dalam hal: jumlah tidur,
kwalitas tidur atau waktu tidur.
Jenis-jenisnya :
a.Insomnia
- Kesulitan masuk tidur / mempertahankan
tidur atau kwalitas tidur buruk.
- Preokupasi : tidak bisa tidur
- Tidak puas tidur
- Minimal 3 X dalam seminggu dalam 1 bulan
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

235

2. PARASOMNIA

Peristiwa episodic abnormal yang terjadi selama


tidur
Jenis-jenisnya :
a.Somnambulisme (Sleepwalking)
- Terbangun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
(tanpa disadari)
- Tidak ingat yang terjadi
- Sulit dibangunkan
- Biasanya 1/3 awal dari waktu tidur

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

236

b.Night Terrors (Terror tidur)


Jawa : Ketindihan, Bali : Geleh
- Terbangun,. Teriak-teriak, panic, cemas, tubuh
bergetar, hiperaktivitas otonomik
- 1-10 menit, biasanya 1/3 awal tidur
- Kebingungan setelah dibangunkan
- Tidak ingat kejadian
c.Nightmares (mimpi buruk)
- Terbangun dari tidur malam/siang karena mimpi yang
menakutkan
- Dapat mengingat mimpinya

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

237

Disfungsi Seksual
Gangguan dimana seseorang tidak mampu berperan
dalam
hubungan seksual yang diharapkan, gangguan
tersebut
dapat berupa :
1. Kekurangan minat ( Desire )
2. Kekurang Nikmatan
3. Gagal dalam respon fisiologik dari genital
Gagal ereksi atau lubrikasi
Gagal orgasme / lama

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

238

Jenis-jenisnya ;
a.Hilangnya ( berkurangnya ) nafsu sex
Contoh ; Frigiditas
Tetapi tidak menyingkirkan kenikmatan kalau
sedang melakukan hubungan sex
b.Kurangnya kenikmatan sexual
Penolakan sex ( sex aversion )
Ada perasaaan negatif tentang sex
Kurang kenikmatan sexual
Bisa mengalami orgasme
tetapi tidak
nikmat.nahlo

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

239

c.Kegagalan dari respon genital:


Tidak bisa ereksi (impotensi)
Pada wanita : kering
d.Disfungsi orgasme:
Tidak terjadi atau lambat
Ejakulasi dini:
Tidak mampu mengendalikan ejakulasi
e.Vaginismus:
Spasme otot-otot vagina
f.Disparenia:
Nyeri pada saat hubungan seksual
g.Dorongan sex yang berlebihan :
Laki-laki: Satiriasis
Wanita : Nimfomania
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

240

Gangguan mental dan perilaku yang


berhubungan dengan masa nifas
Gangguan mental berhubungan dengan
masa nifas tidak lebih dari 6 minggu
pasca partus.
Jeni-jenisnya :
a.Post partum Depression
b.Psikosis masa nifas ( psikosis puerperalis)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

241

Faktor psikologik dan perilaku yang berhubungan


dengan gangguan atau penyakit.
Gambaran utama :
Terdapat suatu gangguan fisik yang timbul atau
kambuh berkaitan erat dengan factor psikologik.
Dahulu disebut gangguan psikosomatik.
Contoh :
Asma bronchial
Tukak lambung
Colitis ulcerative
Colitis mucus
Urtikaria
Dermatitis excema
Penyalah gunaan zat yang tidak menyebabakan
ketergantungan : antasida, jamu, vitamin.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

242

F6
GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA
DEWASA
Batasan
Kondisi klinis yang bermakna dan pola perilaku yang
cenderung menetap.
Ciri kepribadian atau gambaran kepribadian khas :
Expresi pola hidup yang khas dari seseorang.
Pola-pola cara berhubungan dari cara pikir tentang diri
dan lingkungan yang khas.
Pola perilaku/psikologis yang belum memenuhi criteria
gangguan kepribadian
Misalnya : ciri kepribadian histrionic , dsb.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

243

Gangguan Kepribadian Khas

Definisi: Ciri kepribadian seorang


dewasa ( 18 tahun keatas ) yang tidak
fleksibel
Sulit menyesuaikan diri dalam
lingkungan hidupnya,
Mengakibatkan hendaya dalam
fungsi sosial atau pekerjaan
Menimbulkan penderitaan subyektif
bagi dirinya.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

244

Kepribadian dikelompokkan dalam 3 Cluster :

Cluster A ( Kelompok Aneh )


Kepribadian schizoid
Kepribadian paranoid
Kepribadian skizotipal ( masuk F2 )

Cluster B ( Kelompok Heboh )


Kepribadian Dissosial / anti sosial
Kepribadian emosional tak stabil/ Borderline
Kepribadian Histrionik
Kepribadian Narsisistik ( menurut DSM-IV)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

245

Cluster C ( kelompok Pencemas )


Kepribadian Menghindar
Kepribadian Dependen
Kepribadian Anankastik ( obsesi-

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

kompulsi)

246

Jenis-jenisnya :
Gangguan kepribadian Paranoid

- Pendendam
- Curiga / pencemburu
- Perasaan bermusuhan
- Merasa dirinya penting/ besar
- Mudah merasa dirinya disekongkoli atau konspirasi
pihak lain

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

247

Gangguan kepribadian Skizoid


- Sulit merasa senang
- Emosi dingin, emosi datar
- Tidak mampu menunjukkan kehangatan, kelembutan
ataupun kemarahan terhadap orang lain.
- Tidak butuh pujian atau tidak peduli
- Tidak tertarik sex
- Tidak punya teman dekat
- Suka fantasi, tidak peduli dengan norma

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

248

Gangguan kepribadian Dissosial


- Anti social ( pola pelanggaran akan hak orang lain /
norma )
- Disebut juga psikopat
- Tidak peduli akan perasaan orang lain
- Sikap tidak bertanggung jawab
- Tidak mampu menjaga hubungan yang lama
- Ambang frustasi rendah
cenderung
agresif
- Menyalahkan orang lain
- Tidak punya rasa salah , tidak punya nurani

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

249

Gangguan kepribadian Emosional tak stabil


Impulsif/ agresif
Tanpa mempertimbangkan akibat
Ada 2 tipe :
Tipe impulsive
Tipe ambang ( Borderline )

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

250

Gangguan kepribadian Histrionik


- Kebutuhan akan pusat perhatian
- Dramatikal ( dibuat-buat )
- Bersandiwara ( teatrikal )
- Suka membesar-besarkan soal
- Mudah dipengaruhi oleh orang lain
- Afek labil dan dangkal
- Excitement, seductive ( merangsang, menggoda )
- Sangat peduli dengan daya tarik fisik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

251

Gangguan kepribadian Anankastik

- Peragu dan terlalu hati-hati


- Terpaku akan hal-hal yang rinci (detail),
- peraturan, daftar, organisasi atau jadwal
- Perfeksionisme, teliti
- Kaku dan keras kepala
- Memaksa orang lain untuk mengikuti aturan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

252

Gangguan kepribadian Cemas ( menghindar )


- Keengganan untuk terlibat dengan orang lain
kecuali yakin akan disukai
- Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan
yang banyak melibatkan kontak inter
personal karena takut kritikan atau ditolak.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

253

Gangguan kepribadian Dependen


- Membiarkan orang lain untuk mengambil
sebagian besar keputusan penting untuk
dirinya
- Meletakkan kebutuhan diri lebih rendah
- Ketakutan akan ditinggal sendirian
- Keterlambatan untuk membuat keputusan
sehari-hari

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

254

Gangguan kepribadian campuran


Misalnya kepribadian paranoid dan skizoid

Perubahan Kepribadian Yang Berlangsung


Lama
Perubahan kepribadian yang berlangsung lama setelah
menjalani katastrofia
Minimal lamanya 2 tahun
Misalnya : korban penyiksaa

Perubahan kepribadian lama setelah menderita


gangguan jiwa

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

255

Gangguan kepribadian pasif-agresif ( menurut DSM-IV)


- Obstruksionisme ( senang menghalang-halangi )
- Menolak tugas social atau pekerjaan rutin
- Cemburu dan dengki terhadap kelebihan orang lain
- Perasaan permusuhan dan dosa datang silih
berganti
- Mengeluh tidak dihargai orang lain
- Cemberut dan argumentative
- Suka mengkritik dan mencemooh atasan
- Tidak bisa tegas secara langsung akan kebutuhan
atau harapannya

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

256

Gangguan kepribadian depresif ( menurut


DSM-IV)
- Tidak gembira secara kronis
- Bermuram durja, pesimistik
- Suka mengkritik, menghina,
menyalahkan diri sendiri
- Preoukpasi dengan peristiwa negative,
perasaan tidak berdaya

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

257

Gangguan kepribadian narsisistik ( menurut DSM-IV)


- Kebutuhan akan pujian kebesaran
- Perasaan hebat, ingin terkenal
- Preokupasi dengan fantasi kesuksesan, kekuatan,
kepintaran kecantikan dan cinta sejati
- Percaya bahwa dirinya penting yang hanya
dimengerti oleh orang penting
- Kurang bisa berempati
- Arogan , sombong
- Suka mengexploitasi orang lain untuk mendapatkan
keuntungan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

258

Gangguan Kebiasaan dan Impuls


1.
2.
3.
4.
5.

Tindakan berulang yang tidak mempunyai


rasional
yang jelas
Prilakunya tidak dapat dikendalikan
Mula-mula ada periode ketegangan
setelah
terjadi tindakan terasa lega

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

259

Jenis-jenisnya
Judi Patologi
- Berulang, menetap
- Merugikan fungsi social

Bakar Patologis
- Melakukan pembakaran berulang-ulang tanpa motif yang
jelas
-Sangat tertarik melihat kebakaran
Kleptomania ( Curi Patologis )
- Tidak setiap kesempatan digunakan
Mula-mula tegang, setelah tindakan lega
Trikotilomania
- Dorongan yang kuat cabut rambut
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

260

Gangguan Identitas Jenis Kelamin


Ada gangguan pola perilaku terhadap jenis kelamin
Jenis-jenisnya :

Transeksualisme
- Ada keinginan hidup diterima sebagai anggota dari
kelompok lawan jenisnya
- Ada upaya operasi ganti kelamin atau terapi hormone
- Minimal lamanya 2 tahun
Transvestisme peran ganda
- Menggunakan pakaian lawan jenis
- Tanpa hasrat ganti kelamin
- Tidak ada perangsang sexsual terhadap pakaian yang
dikenakan
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

261

Gangguan identitas jenis kelamin masa kanak


- Keinginan menjadi jenis kelamin lawan jenisnya
- Menolak atribut jenis kelamin yang dipakainya
4. Gangguan psikologis dan perilaku yang
berhubungan dengan perkembangan dan orientasi
sexual.
Pada akhir diagnosis diberi tambahan sbb :
X Homosexual
X Heteroxexual
X Bisexual
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

262

Jenis-jenisnya :

Gagguan maturitas sexual


Ketidak pastian akan identitas jenis kelaminnya

Orientasi sexual ego distonik


Mengharapkan yang lain
Tidak nyaman dengan kondisi saat ini

Gangguan hubungan sexual


Oleh karena kelainan orientasi sex atau preferensi
sexual sehingga timbul hambatan psikologis
hubungan sex.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

263

Gangguan preferensi Seksual


Perilaku cara-cara memuaskan sexsualnya

Jenis-jenisnya :
Fetishisme
Menggunakan benda dari lawan jenis untuk memberi
kepuasan sexnya, seperti : celana dalam, sepatu,
dsb
Trasvestisme Fetishistik
Memakai pakaian lawan jenisnya untuk memuaskan
sexnya

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

264

Ekshibisionisme
Kecenderungan berulang dan menetap untuk
memamerkan alat kelamin pada orang lain
Voyeurisme
Kecenderungan berulang dan menetap
melihat orang sedang berhubungan sex
Melihat orang yang sedang melepas pakaian
Diikuti masturbasi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

265

Pedofilia
Kecenderungan preferensi terhadap
anak-anak
Sado-masokisme
Melibatkan pengikatan, penyiksaan atau
penghinaan
Sado = Menyiksa, Masokisme = disiksa.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

266

F7
RETARDASI MENTAL
Definisi
Suatu Keadaan perkembangan mental yang terhenti
atau tidak lengkap.
Dimasukkan dalam axis II

Secara kwantitatif dikatakan retardasi mental bila IQ


nya kurang dari 70. sedangkan IQ 70 90 dikatakan
sebagai borderline.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

267

Gambaran Klinis
Keterlambatan keterampilan psikomotorik
Keterlambatan kecerdasan secara menyeluruh.
Misalnya : aspek kognitif, motorik, social, bahasa.
Biasanya disertai gangguan Fisik . Misalnya :
kelainan EEG, wajah tidak proporsional dsb.
Dalam mendiagnosis ada ketentuannya yaitu :
Diberikan keterangan di belakang jenis Retardasi
Mentalnya yakni :
F7x. 0. Tidak ada hendaya (gangguan ) perilaku
1. Ada hendaya perilaku
8. Hendaya lainnya
9. Tanpa penyebutan hendaya perilaku

Contoh : F72.1 Artinya Retardasi mental berat


dan terdapat hendaya perilaku yang memerlukan
perhatian atau terapi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

268

Jenis jenis Retardasi Mental

Retardasi mental ringan


IQ : 50 69
Ada kesulitan akademik
Penggunaan bahasa terlambat

Retardasi sedang
IQ : 35 49
Dapat berkomunikasi seadanya untuk memenuhi
kebutuhan dasar

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

269

Retardasi mental berat


IQ 20 34
Gangguan motorik
Kelainan klinis dari SSP

Retardasi mental sangat berat


IQ dibawah 20
Pemahaman dan penggunaan bahasa
terbatas
Ada disabilitas neurologik dan fisik yang
berat.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

270

F8
Gangguan Perkembangan Psikologis
( Pada anak )

Gambaran Umum
Onset pada bayi/ anak
Kelambatan perkembangan fungsi otak
Misalnya : Bahasa, keterampilan atau koordinasi
motorik
Terus menerus : tidak ada kejadian kekambuhan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

271

Jenis-jenisnya
1.
Gangguan perkembangan berbicara
dan
berbahasa
2.
Gangguan perkembangan belajar
3.
Gangguan perkembangan Pervasif :
kelainan fungsi-fungsi individu dalam
semua situasi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

272

Poin 3. Gambaran umum Gangguan


Perkembangan Pervasif

Kelainan dalam interaksi social timbal-balik :


tidak mampu senyum social, tidak mampu
menatap mata orang lain
Gangguan pola komunikasi : bahasa tidak
dipakai untuk berkomunikasi
Minat dan aktivitas terbatas : stereotipik,
permainan terbatas.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

273

Poin 3 . Jenis-jenis Gangguan Perkembangan Pervasif

Autisme Infantile
Gangguan interaksi social timbal-balik
Gangguan Komunikasi
Perilaku terbatas dan berulang
Muncul sebelum usia 3 tahun

Sindrome Rett
Terdapat gambaran gangguan perkembangan
pervasif
Mula-mula perkembangan anak tampak normal
kemudian kehilangan ketrampilan tangan (
progressive motor deterioritation ) : hilangnya
kemampuan gerakan bertujuan . Contoh :
gerakan-gerakan cuci tangan, tepuk-tepuk
tangan, menjilat-jilat barang.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

274

ASD
Sindrome Asperger
Ada gambaran gangguan perkembangan
pervasif tetapi : perkembangan bahasa
dan kognitif baik.
Anaknya tetap pintar, tetapi suka sendiri

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

275

F9
Gangguan Perilaku dan Emosional Dengan
Onset Biasanya pada Masa Kanak dan
Remaja
Ciri-ciri utama :
Kurang perhatian dan aktifitas berlebihan.
Kecemasan.
Perubahan perilaku.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

276

1. Gangguan Hiperkinetik ( banyak gerak ).


Gejala :
Aktivitas berlebihan dan perhatian
berkurang
dimana saja berada.
Kegelisahan ( tidak bisa diam ).
Kecerobohan, sering mengganggu temantemannya, suka bikin onar, usil.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

277

Macam-macamnya ada 2 :
a. Gangguan aktifitas dan perhatian
Populer dengan nama ADHD : ATTENTION DEFICIT
and HIPERACTIVITY DISORDER.
Klinis :
Ada gejala hiperkinetik diatas tanpa gangguan tingkah laku.
Usia diatas 5 tahun.

b. Gangguan tingkah laku hiperkinetik.


Klinis : Campuran gangguan hiperkinetik dan
tingkah laku berat.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

278

2. Gangguan Tingkah Laku.


Klinis :
Pola tingkah laku dissosial, agresif, menentang,
berulang dan menetap.
Pelanggaran hak atas orang lain, kejam
terhadap binatang, merusak, merampas,
membolos, mencuri, berdusta, perilaku
provokatif, berkelahi.
Minimal lamanya 6 bulan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

279

Macamnya :
a. Gangguan tingkah laku yang terbatas pada
lingkungan keluarga.
Diluar rumah hubungan social baik.
b. Gangguan tingkah laku tak berkelompok.
Rusaknya hubungan dengan kelompok teman
sebaya
c. Gangguan tingkah laku berkelompok.
Sebagai anggota yang setia dan mengadakan
ikatan persahabatan yang langgeng dengan
kelompoknya.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

280

d. Gangguan sikap menentang.


Adanya perilaku menentang, ketidakpatuhan (
disobedient ), perilaku provokatif, negativistik,
bermusuhan, membangkang.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

281

3. Gangguan Emosional ( pada anak )


Jenis-jenisnya :
a. Gangguan cemas perpisahan ( Separation
Anxiety Disorder)
Cemas yang berlebihan berkaitan dengan
perpisahan dari orang yang bermakna ( ibu,
bapak, pembantu, dsb ).
Klinisnya :-Tidak mau sekolah, tidur minta
ditemani, takut sendirian.
- Mual, muntah, sakit kepala, dsb.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

282

b. Gangguan cemas sosial


takut dan menghindari orang lain
c. Gangguan persaingan antar saudara
Populer dengan sebutan Sibling Rivalry.
Ciri :
Rasa persaingan/ iri hati terhadap saudara.
Setelah kelahiran adik.
Klinis :
Regresi : gangguan BAB, perilaku bayi, rewel
sebelum tidur.

Nakal terhadap adiknya.


- Mencari perhatian.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

283

4.

Gangguan Fungsi Sosial


Jenisnya :
a. Mutisme Selektif.
Ciri :-Kemampuan berbicara dalam situasisituasi tertentu ( selektif )
terganggu.
-tidak ada kelainan organic
b. Gangguan Kelekatan Reaktif.
Ciri : -Ada pola asuh yang
keras/
penelantaran.
- Kelekatan yang abnormal.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

284

c. Gangguan Kelekatan tak Terkendali


Ciri :-Ramah/ mau kepada semua
orang.
- Kelekatan selektifnya kabur.
- Tidak percaya orang lain.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

285

5. Gangguan TIC.
Gerakan mendadak, cepat, sekejap dan gerakan
terbatas. Atau hasil vocal yang timbul.
Macamnya :
a.Gangguan TIC sementara
tidak lebih dari 12 bulan.
b.Gangguan TIC motorik atau vocal kronik
lebih dari 1 tahun.
c.Syndrome de la Tourette.
Gangguan campuran TIC motorik dan vocal multiple.
Cirinya :
Letupan vocal seperti mendehem, bunyi ngorok.
Disertai ucapan cabul atau gerakan-gerakan simbol
cabul.
Berhenti saat tidur.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

286

5. ENURESIS ( Non Organik ).

-buang air seni tanpa dikehendaki.


-usia lebih dari 5 tahun.
6.ENKOPERESIS ( Non organik ).
pengeluaran tinja secara tidak layak.
7.Gangguan makan .
penolakan makan yang tidak wajar termasuk
ruminasi.
8.PIKA
Terus menerus makan zat yang tidak bergizi (
Tanah, Cat, Batu, Beras, dsb)
Gangguan Gerakan Stereotipik.
Gerakan Volunter, berulang, stereotipik, non
fungsional.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

287

9. Stuttering

Stammering
Gagap
Pengulangan suara atau perpanjangan
suku kata atau kata, gugup atau terhenti
bicara.
10.Cluttering ( bicara cepat dan tersendat )
Gangguan kelancaran alurnya namun
tanpa pengulangan atau kegugupan.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

288

KEDARURATAN PSIKIATRIK

Pasien jiwa dengan risiko ancaman yang


nyata pada diri dan orang lain
Memerlukan intervensi segera
Contoh : Tindak kekerasan, bunuh diri,
mutilasi diri, penelantaran diri, gangguan
daya judgemental .

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

289

AGITASI ( GADUH GELISAH )


Kondisi meningkatnya kegaduhan mental dan
kegiatan motorik
Dapat terjadi pada berbagai gangguan jiwa
Sebagai awal tindak kekerasan

Etiologi psikiatri :
paranoid / psikotik
daya nilai realitas terganggu
impulsive / gangguan kepribadian
hipoksia, hipertiroid, asidosis
obat : antikolinergik, digitalis, simpatomimetik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

290

PERSIAPAN UMUM DALAM MENGEVALUASI PASIEN


AGITASI

Melindungi diri sendiri

ketahui sebanyak mungkin tentang pasien


sebelum menemui

serahkan ke tim terlatih

waspada terhadap tindak kekerasan

perhatikan factor keamanan ( pintu,


peralatan )

jangan sendirian

ciptakan suasana bersahabat

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

291

Mencegah cedera
gunakan segala cara
Cegah tindak kekerasan :
Beritahu pasien : tindakan kekerasan tidak
dikehendaki
Jangan mengancam pasien
Bujuk, tenang, Bantu pasien menilai kenyataan
Tawarkan pengobatan
Beritahu pasien bahwa akan di isolasi/ fiksasi
Periksa vital sign
Rencanakan tindakan selanjutnya.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

292

Bunuh diri
Kematian yang diperbuat secara sengaja
Penyebab psikiatrik
Krisis
Putus asa dan tak berdaya
Konflik hidup dan stress
Keinginan melarikan diri dari kenyataan
Impulsive dan berbagai spectrum gangguan jiwa
Risiko tinggi
Pria , usia lanjut, isolasi social
Riwayat keluarga bunuh diri
Nyeri kronis
Pengangguran, jomblo
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't
copy without
Riwayat percobaan
bunuh
diripermit

293

Klinis
80% berhasil pada : pasien gangguan afektif
25% pada alkoholik
Parasuisida : usaha bunuh diri berulang,
menyangkal bunuh diri berulang
Misalnya : overdosis obat

EVALUASI DAN PENGELOLAAN


jangan tinggalkan sendirian, singkirkan benda
berbahaya
nilai ; upaya rencana atau impulsive, memberitahu
orang lain ? lega atau kecewa ditolong ? adakah
factor penyebab ?
terapi sesuai kausa
waspada pada pasien skizofrenia : cara yang aneh
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

294

PENYALAHGUNAAN NAPZA
NARKOTIKA : PUTAW
PSIKOTROPIKA: ATIVAN, BROMAZEPAM
ZAT ADIKTIF LAINNYA : VOLATIL AGENT
Zat psikoaktif : zat / bahan mempengaruhi tubuh,
SSP, menimbulkan perubahan aktivitas mentalemosional dan perilaku.
UU RI no 22 / 1997
Narkotika : zat atau bahan dari tanamam , sintetis
atau semi sintetis yg dapat menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran, hilang rasa, hilangkan
nyeri dan timbulkan ketergantungan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

295

Faktor predisposisi
Faktor Individu :
rasa ingin tahu
tidak tegas
low of self esteem
gangguan kepribadian , kurang kuatnya spiritual
Faktor lingkungan
mudah didapat
komunikasi orangtua kurang
tekanan dari peer group

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

296

Tahap-tahap pemakaian Napza

Experimental use : coba-coba , ingin tahu

Social use : untuk senang-senang

Situasional use : sedih, gagal, kecewa

Abuse : penyalahgunaan : pola penggunaan bersifat


patologis/klinis, menyimpang, minimal 1 bulan dan
terganggunya fungsi social dan atau pekerjaan.

Dependence : ketergantungan : toleransi dan with drawal.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

297

Komplikasi medis Napza


Overdosis
Bahan pencampur / pelarut : racun
Sepsis, abses, hepatitis, HIV/AIDS
Penelantaran diri, Penyakit kulit, gizi buruk,
anemia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

298

Secara umum gangguan mental dan perilaku akibat


penggunaan zat psikoaktif dapat bermanifestasi
sebagai berikut :

Intoksikasi akut ( tanpa atau dengan komplikasi )

Harmful use : penggunaan yang merugikan

Dependence syndrome : ketergantungan :kompulsif,loss


control,perilaku memakai untuk cegah withdrawal,
toleransi, terus menggunakan

Withdrawal state

Gangguan psikotik

Sindrome amnestik

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

299

Perubahan neurobiologik pada ketergantungan


opiat adalah:

Perubahan expresi gen opioid endogen.


Perubahan konsentrasi Ca intra seluler.
Perubahan jumlah reseptor.
Perubahan afinitas ikatan reseptor.
Perubahan jaras neuron.
Peningkatan konsentrasi antagonis peptida
endogen.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

300

Komplikasi medis spesifik

Opioid : obstipasi kronis, gangguan mens, impotensi

Ganja : bronchitis, imunitas menurun, aliran darah koroner


menurun, fungsi kognitif turun

Kokain : ulserasi/perforasi septum nasal, aritmia kordis,


malnutrisi, anemia

Amphetamin : perdarahan intracranial, aritmia kordis,


malnutrisi, anemia

Alkohol :gastritis, perlemakan hati sirosis hepatic, kanker


saluran cerna

kardiomiopati, cacat bawaan pada janin

Inhalansia : toksis terhadap hati, otak, sumsum tulang ,


ginjal dan otot jantung.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

301

Opiad ( heroin )
Fase intoksikasi

Penekanan SSP : sedasi, apatis, eforia


Motilitas GI tract menurun
Penekanan respirasi
Analgesia
Mual, muntah
Cadel
Bradikardia
Pin point pupil
Kejang ( OD pada petidin )
Tx. Nalokson 0.8 mg / 15 menit 0,4 mg / jam
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

302

Fase Putus zat


Mengantuk, flu-like syndrome
Lakrimasi, dilatasi pupil
Vasodilatasi umum, insomnia, TD naik, suhu badan
tinggi
Diare, mual , piloereksi, sugest ,
Gelisah , myalgia, artralgia, kramp perut, nafsu
makan turun
Gemetar, tremor, kejang kecil

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

303

Terapi :
Detoksifikasi : netralisir zat
Pemeliharaan :metadon 20-30 mg/ hari, bruprenorpin
( subutex ) 8mg /hari , Naltrekson
Psikoterapi
Rehabilitasi :TC

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

304

PENELANTARAN DIRI
Suatu keadaan pengabaian akan kebutuhan dasar
diri oleh karena gangguan kondisi kejiwaan.

Termasuk kedaruratan psikiatri : dapat menimbulkan


gangguan medis dan membahayakan diri sendiri.

Skizofrenia Katatonik-stupor
Gejala negative afek tumpul, mematung, isi pikir miskin
, mutisme, menarik diri ,kemauan tidak ada
membahayakan diri : tertabrak kendaraan, dan sebagainya
Tidak makan dan minum dehidrasi/ hipoglikemi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

305

Gangguan manik

hiperaktif, tidak tidur, aktifitas mental meningkat, logore


dehidrasi

kewaspadaan kurang
Gangguan depresi berat

Kemauan menurun

Pasive suicide : mogok makan dan minum , menolak


diobati
Anoreksia nervosa

Citra tubuh ( body image ) bahwa dirinya gemuk mirip


waham ketakutan menjadi jelek meskipun kurus. Tidak
makan dan minum atau sengaja dimuntahkan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

306

Bulimia

Makan lahap berlebihan dan cepat, kurang dari 2 jam


dengan sembunyi-sembunyi lalu diet ketat,
dimuntahkan lagi, obat pencahar, diuretika.

Menyesal telah makan banyak.


Akibat zat psikoaktif

Amfetamin : stimulansia dehidrasi

Opiad : nafsu makan hilang, kepedulian diri hilang


Delirium
Demensia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

307

Pengekangan dan Seklusi


Pengekangan atau fiksasi merupakan intervensi yang sangat
berguna meskipun terkesan sadis dan merisaukan pasien
dan keluarganya.
Langkah langkah :
Pastikan informed consent ke keluarga
Beritahu ke pasien bahwa tindakan pengekangan untuk
membantu dirinya dan beri kesempatan bila ia memilih
menghentikan perilaku yang mengarah kepada
pengekangan.
Beri kesempatan minum obat.
Siapkan personil 4 orang dan peralatan yang terbuat dari
kulit (idealnya)
Kedua kaki pasien dilebarkan kedua sisi tubuh diikat seperti
ikatan burung rajawali
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

308

lengan diikat di satu sisi tubuh dan lengan yang


lain diikat diatas kepala.
Kepala diletakkan lebih tinggi untuk kenyamanan
dan cegah aspirasi
Dokter memulai terapi dengan intervensi verbal,
berikan medikasi sampai tenang.
Obsevasi tanda vital setiap 30 menit
Kekangan diperiksa secara periodik untuk
kenyamanan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

309

Seklusi adalah isolasi pasien di lingkungan dengan


stimulus rendah. Indikasi sama dengan
pengekangan hanya derajatnya lebih ringan.
Langkah-langkah seklusi :
Pastikan informed consent ke keluarga
Jelaskan bahwa seklusi hanya dilakukan selama
pasien tidak dapat mengontrol perilakunya
Hindari objek yang berbahaya
Periksa pasien tiap 15 menit
Bila ada kekerasan seperti membenturkan kepala ke
dinding lakukan pengekangan.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

310

FARMAKOTERAPI PADA PASIEN JIWA

Manajemen pada pasien jiwa umumnya ada 4 yaitu :


1. Farmakoterapi : obat-obatan
2. Terapi fisika : ECT , TMS ( baru )
3. Psikoterapi : Suportif, rekonstruktif dan reedukatif
4. Rehabilitasi : okupasi , vokasi
Psikofarmakologi : Ilmu yang mengkaji obat-obatan yang berpengaruh
terhadap fungsi-fungsi mental dan perilaku.
Pemberian obat-obatan pada pasien jiwa umumnya berorientasi pada :
1. Gejala sasaran : pilihan obat
2. Dosis
3. Lama pemberian
4. Efek samping
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Situasi dan kondisi individual
2. Penyesuaian secara bertahap ( stepwise )
3. Monitoring
4. Management ( terencana dan terprogram )
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

311

Jenis-jenis psikofarmaka (psikotropika ) dalam


psikiatri
1. Anti psikotik untuk pasien psikotik : skizofrenia,
paranoid, waham, keadaan gaduh gelisah
2. Anti depresi
3. Anti Mania
4. Anti Ansietas : tegang, cemas
5. Obat tidur ( anti insomnia )
6. Anti obsesif kompulsif
7. Anti panic

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

312

ANTIPSIKOTIK
Sinonim : Neuroleptik, Trankuilizer mayor,
Gejala sasaran ( target Syndrome ) : Sidrome psikosis
Hendaya berat menilai realitas : Kesadaran diri terganggu serta daya nilai
social ( judgement ) , tilikan diri terganggu , hendaya berat dalam fungsifungsi mental : Fungsi pikiran : Asosiasi longgar, waham, gangguan
persepsi : halusinasi, gangguan emosi yang tidak sesuai, perilaku aneh.

Gambaran klinis akut : agitasi, hiperaktivitas psikomotor, impulsive,


menyerang, gaduh gelisah, destruktif , mengomel, marah-marah, bicara
ngelantur, dll
Hendaya berat dalam fungsi kehidupan sehari-hari.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

313

Mekanisme kerja antipsikotik


Dasar : Psikosis terjadi akibat peningkatan aktivitas
neurotransmitter terutama Dopamin (disamping
serotonin )
Mekanisme kerja obat dengan memblokade
reseptor dopamine dan atau reseptor serotonin (
5HT2 ) pasca sinap di otak

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

314

Profil efek samping obat


1.
Sedasi dan inhibisi psikomotor
2.
Gangguan otonomik : hipotensi, antikolinergik ( parasimpatis ) : mulut
kering, kesulitan miksi dan defekasi, hidung tersumbat, mata kabur.
3.

Neurologis : Gangguan extrapiramidal : distonia akut , akatisia,


syndrome parkinsonisme (25%) : tremor, bradikinesia dan rigiditas.

4.

Gangguan endokrin : prolaktin meningkat :amenorhoe,


gynaekomastia, over weight.

5.
6.
7.
8.

Hematologik : agranulositosis
Metabolik : Jaundice
Kulit : dermatitis , fotosensitif
Mata : pigmentasi irreversible pada retina (tioridasin )

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

315

Efek samping Ireversible : Tardive diskinesia : gerakan involunter


berulang pada otot reserpin 2,5mg/hari (dopamine depleting
agent)
Efek berbahaya Sindrome Neuroleptik Maligna : reaksi
idiosinkrasi
Suhu badan tinggi
Sindrome extrapiramidal berat
Disfungsi otonomik
Kesadaran terganggu
Terapi : Suportif, dopamine agonist : bromokriptin 7,5mg/hari
L-dopa 2 X 100mg atau amantadin 200mg/hari

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

316

Golongan Antipsikotik
1.
Phenothiazin

rantai alifatik : Klorpromazin ( Largactil) dan levo-Klorpromazin


(Nozinan )

rantai piperazin : perfenazin (Trilafon), trifluoperazin (stelazin) dan


flufenazin( anatensol)

rantai piperidin : thioridazin (Melleril)

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Butirofenon : Haloperidol (serenace)


Difenil-butil piperidin : Pimozid(orap)
Benzamid : Sulpirid(dogmatil)
Dibenzodiazepin : Clozapin(clozaril)
Benzisoksasol : Risperidon(risperdal)
Aripiprazol(Abilify)
Dibenzotiepin : Zotepin
Palliperidon : Invega

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

317

Generasi Antipsikotik
I . FGA ( first generation antipsikotik )
1. Potensi rendah : Clorpromazin
2. Potensi tinggi : haloperidol
II. SGA ( second generation antipsikotik )
1.
2.

Serotonin-Dopamin antagonis : risperidon, ziprazidon


Multiacting reseptor targeted agents (MARTA ) : Clozapin,
olanzapin, quetiopin, zotepin

III. TGAs ( third generation antipsychotic )


Dopamin system Stabilizers : Aripiprazole

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

318

Perjalanan Farmakoterapi Skizofrenia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

319

Perjalanan Farmakoterapi Skizofrenia


Dalam kurun waktu 1950 1970 Anti-psikotik konvensional
seperti CPZ, perfenazin dan haloperidol merupakan pilihan
utama
- 30% kegagalan terapi dan banyaknya efek samping yang
timbul menjadi masalah
1970, Anti-psikotik atipikal pertama diperkenalkan, Clozaril
selanjutnya diperkenalkan anti-psikotik atipikal lainnya.
- Terutama menunjukkan perbaikan pada efek samping
yang
timbul pada konvensional, terutama EPS

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

320

Karakter reseptor serotonin


SUBTIPE 5 HT
5 HT1A
5 HT1B, 5HT1Db
5 HT1D

KELAINAN
Depresi, anxietas
Migren
Depresi,
Gangguan makan

5 HT2A

5 HT2C

Simptom negatif
Gangguan sirkulasi
Anxietas,Serangan
panik
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

321

Dopamine System
Nigrostriatal pathway
Mesocortical pathway
Hypoactivity causes negative
symptoms and cognitive
disorders

Tuberoinfundibular pathway
Controls prolactin secretion.
Blockade of dopaminergic
transmission can cause
hyperprolactinemia

This pathway involved in the control of


movement. Excessive blockade of
dopamine receptors can lead to the
development of EPS

Mesolimbic pathway
Hyperactivity causes
positive symptoms

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

322

Peranan antagonis reseptor 5-HT2A

Membantu
mengurangi
gejala depresi

Antipsikotik
atipikal adalah
antagonis
reseptor
5-HT2A

Jaras Nigrostriatal
memicu pelepasan
dopamin

mencegah
EPS

Jaras Mesokortikal
memicu pelepasan
dopamin

memperbaiki
aspek
kognitif

Jaras Mesolimbik
Tidak mempengaruhi
pelepasan dopamin

Source: PKT Seroquel

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

mempertahankan
efek antipsikotik

323

Efek Antidepresan pada Quetiapine (Seroquel)

5-HT1A
agonis
Mengatur
tingkatan
dopamin

Memberikan
efek sebagai
antidepresan

5-HT2A
antagonis

Shayegan
DK, Stahl SM. CNS Spectr
2004; 9: 6-14.
tirka nandaka,dr,spkj
prod,

don't copy without permit

324

Aripriprazol ( Abilify)
Parsial agonis D2
Parsial Agonis 5HT1
Antagonis 5HT2
Dopamin stabilizer
mengendalikan gejala positif dan negatif

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

325

Farmakokinetik Seroquel (Quetiapine)


Parameter kunci Farmakokinetik Seroquel

Parameter
Tmax
T
Frekuensi Dosis
Metabolisme
(<5%
berubah),

Nilai
1 1.5 jam
~ 7 jam
Dua kali sehari
dimetabolisme dalam jumlah besar
dikeluarkan dalam bentuk tidak
metabolisme terutama oleh P450

3A4 dan
yang inaktif.
Pengikatan protein
Efek makanan
Efek merokok

oleh P450 2D6, menjadi metabolit

~83 %
Tidak ada pengaruh
Tidak ada pengaruh

tirka nandaka,dr,spkj
Source: Seroquel (Quetiapine):
International Productprod,
Review
don't copy without permit

326

Efikasi Seroquel (Quetiapine)


Efikasi atipikal Seroquel tidak sebatas pada gejala positif saja,
melainkan gejala negatif, kognitif dan afektif

Positif

Negatif

Kognitif

Afektif

Antipsikotik
Tipikal
Antipsikotik
Atipikal
Source: PKT Seroquel

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

327

Quetiapine Pengikatan Reseptor Neurotransmitter


D1

D2

Reseptor

5HT2A

A1, 2 = a1, a2 adrenergik


5HT1A

D1,2 = dopamin
H1 = histamin
5HT1A, 2A = serotonin
M = muskarinik

A1

H1

A2

1. Antagonis parsial pada reseptor dopamin D1 & D2 memberikan penghambatan


dopamin yang adekuat .
2. Antagonis pada reseptor serotonin 5HT2A dan agonis 5HT1A memiliki peranan
penting dalam menjaga keseimbangan dopamin dan serotonin
3. Merupakan kombinasi yang tepat pada terapi Skizofrenia dan Bipolar Mania.
tirka nandaka,dr,spkj
Source: Seroquel prescribing
information prod,
don't copy without permit

328

Profil Pengikatan Reseptor Golongan Antipsikotik Atipikal Yang


Memberikan Efek Klinis
Afinitas
reseptor
[(1/Ki) x
100]

Afinitas
reseptor
[(1/Ki) x
100]

1000

Olanzapine

1000

1000

100

100

100

10

10

10

0.1

0.1

1000

D2

5-HT2A 5-HT1A

Ziprasidone

1000

5-HT2A 5-HT1A

D2

Aripiprazole

0.1

1000

10

10

10

x 100] <0.1

5-HT2A 5-HT1A

0.1

D2

5-HT2A 5-HT1A

Clozapine

100

100

D2

Seroquel

Binding

100

0.1

[(1/K )
i

Risperidone

Functional
activity

D2

5-HT2A 5-HT1A

0.1

D2

5-HT2A 5-HT1A

Meltzer 1994; Shayegan & Stahl 2004


tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

329

Receptor binding Olanzapine vs others

tirka nandaka,dr,spkj prod,


Richard Clarck et al, Drug Review 2006 don't copy without permit

330

CLOZARIL vs. Anti Psikotik Konvensional


Perbaikan klinis terlihat nyata, baik

EFEKTIFITAS

jangka pendek maupun panjang


Efektifitas pada pts resisten lebih baik
Lebih jarang terjadi relaps

TOLERABILITAS

Pasien lebih puas karena efek samping


lebih sedikit (motorik & mulut kering)
Pada pengobatan jangka panjang lebih
dapat diterima pasien

KEAMANAN

Tidak ada perbedaan (spt mortalitas)


tirka nandaka,dr,spkj prod,
permit

Wahlbeck K, et al. The Cochrane Database or Systematic


Review
don't
copy1999
without

331

Clozaril vs. Anti-psikotik Atipikal


AP atipikal lain belum dapat menunjukkan efektifitas dan
tolerabilitas yang sama dengan Clozaril
Walaupun AP atipikal telah menunjukkan lebih sedikit EPS tapi
ternyata efek samping lain muncul pertambahan BB yg sering
disertai DM tipe 2 dan hiperkolesterolemia

tirka nandaka,dr,spkj prod,

Barbui C, et al. CNS Drugs 2005; Freedman R. NEJMdon't


2005; Lieberman
JA, NEJM
2005; Tuunainen A, et al. The
copy without
permit
Cochrane Database of Systematic Review 2000

332

Efek Samping dari Anti-Psikotik


Atipikal: Pergeseran Resiko
Masalah Sebelumnya

Masalah Saat Ini

Diabetes

Efek samping Neurologis

EPS + TD
Pe+an
BB Resistensi
Insulin

QTc

Hiperglikemi
a

CVD

Pe+an
BB

Hiperglikemia

CVD

Resistensi
Insulin
Hiperlipidemi
a

EPS

QTc

Dislipidemia

Walaupun AP atipikal telah menunjukkan lebih sedikit EPS tapi ternyata efek
samping lain muncul pertambahan BB yg sering disertai DM tipe 2 dan
hiperkolesterolemia
tirka
nandaka,dr,spkj prod,
333
don't copy without permit

Keamanan
Efek samping

Clozaril

Olanzapine

Quetiapine

Risperidone

76

74

67

56

16

13

31

Hipersomnia

45

32

33

25

Urinary hesitancy/mulut
kering/konstipasi **

20

47

Sex drive/sexual
arousal/sexual orgasm

33

11

13

25

33

11

13

-7.6

-6.6

-13.2

15.4

20

13

15

18

1.4 (-23 28)

6.2 (-23 109)

1.1 (-30 47)

3.9 (-5 23)

0.5
(-2.7 6.9)

1.0
(-4.4 9.2)

-0.4
(-9.5 5.1)

0.5
(-2.2 4.5)

Total sedang berat


Insomnia*

Gynecomastia/galactorrhea
Sialorrhea***
Mean Prolactin Level(ng/ml)4
Weight > 7%
Weight change(lb)
Weight change/Tx Duration
(lb/month)

Semua atipikal mempunyai profil efek samping menonjol yang berbeda-beda.


Namun tidak ada perbedaan yang bermakna dari sisi keamanannya
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit
McEvoy JP et al. Am J Psychiatry 2006; 163:600610

334

* p=0.02, ** p=0.002, *** p<0.02

Table. Adverse Effects of Antipsychotic Agentsa


Conventional
Antipsychotics

Clozapin

Risperidon

Olanzapin

Quetiapin

Ziprasidon

EPS

0 to + +b,c

0b

0b

0b to +c

0b

0b

Tardive dyskinesia

+++

(+)

Seizures

0 to +

+++

Sedation, somnolence

+ to + + +

+++

+d

+d

+d

Neuroleptic malignant
syndrome

Orthostatic hypotension

+ to + + +

0 to + + +

+d

0d

QTc

0 to + +

0 to +

0 to +

0 to +++

Liver transaminase increase

0 to + +

0 to +

0 to +

0 to +

0 to +

0 to +

Anticholinergic adverse
effects

0 to + + +

+++

Agranulocytosis

+++

Protactin increase

+ + to + + +

+ to + +

0c

0d

0e

Decreased ejaculatory
volume

0 to +

Weight gain

0 to ++

+++

+++

Nasal congestion

0 to +

0 to +

0 to +

0 to +

0 to +

CNS

Other

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

335

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

336

ANTI DEPRESI
Sinonim : Thymoleptik, psychic energizer
Gejala sasaran : syndrome depresi
Trias gejala :
Perasaan hati yang murung ( mood/afek menurun )
Hilang minat dan rasa senang
Energi diri turun : kurang tenaga, mudah lelah
Gejala tambahan :
Konsentrasi dan perhatian menurun
Rasa harga diri dan percaya diri menurun
Merasa bersalah dan berdosa , tidak berguna
pesimistik , pandangan masa depan suram
ide bunuh diri, mutilasi
gangguan tidur/ sex
gangguan nafsu makan
Hendaya fungsi sehari hari
Gejala-gejala diatas minimal 2 minggu.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

337

Mekanisme kerja obat


Dasar : Depresi akibat dari penurunan aktivitas
neurotransmitter aminergik seperti serotonin, noradrenergic,
dopamine di system limbic
Obat antidepresi ;
Menghambat re-uptake aminergik neurotransmitter
Menghambat kerja enzim penghancur aminergik
neurotransmitter
Efek Samping :
Sedasi ( mengantuk , kewaspadaan berkurang, fungsi kognitif
menurun )
Efek antikolinergik
Efek antiadrenergik alfa
Efek neurotoksik
Over dosis : Intoksikasi trisiklik : Atropin Toxic Syndrome
Exitasi SSP, Hipertensi,Hiperpirexia,konvulsi, delirium
Tindakan : Lavage lambung, diazepam, prostigmin
Monitoring EKG
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

338

Penggolongan
Trisiklik : Amitriptilin, imipramin(tofranil),
clomipramin(anafranil),
tianeptin(stablon),opipramol(insidon)
Tetrasiklik : Maprotilin(ludiomil), Mianserin(toflon),
amoxapin(asendin)
Monoamin Oxydase Inhibitor : moclobemid(aurorix)
Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor :
Sertralin(Zoloft), paroxetin(seroxat),
fluoxetin(prozac) , fluvoksamin(luvox)
Atypical antidepresan : trazodon(trazone)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

339

OBAT ANTI MANIA


Sinonim : Mood modulators, mood stabilizer
Sidrome mania ;
Dalam jangka waktu paling sedikit satu minggu
hampir setiap hari terdapat keadaan emosi
(mood/afek ) yang meningkat ( elasi, eforia, ekstasi )
Keadaan tersebut disertai paling sedikit empat gejala
berikut :
1.Peningkatan aktivitas ( kerja , social, sex,
motorik )
2.Logore
3.Flight of Ideas
4.Grandiosity
5.Tidur kurang
6.Mudah beralih perhatian
7.Aktivitas resiko tinggi
8.Hendaya fungsi social
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

340

Gold standar : Lithium karbonat (priadel)


Mekanisme kerja obat :
Mengurangi supersensitivitas dari reseptor dopamine,
meningkatkan aktivitas kolinergik muskarinik dan
menghambat cyclic AMP dan fospoinositida
Efek samping :
Mual-muntah, kelemahan otot
Tidak ada efek samping Ekstrapiramidal dan sedasi, Tyroksin
menurun TSH meningkat, gangguan daya ingat

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

341

Pada Mania akut :


Haloperidol injeksi bila perlu rapid
neuroleptization
Lithium 2-3 kali 500 mg per hari 1-2
minggu ( efek primer ) 0,8 mg 1,2
mEq/L. = hati-hati jangan lebih dari
1,5 meq/L

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

342

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

Nurmiati Amir, Majalah Jiwa 2006

343

Aksi sinergis pada patofisiologi kejang

OAE Spektrum Luas


pada
Kejang Parsial maupun Kejang Umum

1.

Menghambat kanal natrium

2.

Potensiasi GABA

3.

Antagonis reseptor glutamat tipe kainate

4.

Menghambat kanal kalsium

5.

tirka nandaka,dr,spkj prod,

Inhibisi enzim karbonik anhidrase.


don't copy without permit

344

TOPAMAX:
Satu-satunya OAE Golongan Baru dengan rekomendasi Level
A pada semua tipe kejang
Epilepsi Parsial Refrakter

Epilepsi Umum
Refrakter

Terapi
adjunctive di
Dewasa

Terapi
adjunctive di
Anak

Monoterapi

Primer

Lennox
Gastaut
Syndrome

Gabapentin

Level A

Level A

Level U

Level U

Lamotrigine

Level A

Level A

Level B

Level U

Level A

Topiramate

Level A

Level A

Level A

Level A

Level A

(hanya Kejang
Umum Tonik
Klonik)

Oxcarbazepin
e

Level A

Levetiracetam
Zonisamide
Level
Level
Level
Level

Level A

Level A

Level U

Level A

Level U

Level U

Level A

Level U

Level U

A: Terbukti efektif, berdasarkan studi-studi klinis yang sudah dipublikasi


B: Kemungkinan besar efektif
tirka nandaka,dr,spkj prod,
C: Kemungkinan kecil efektif
don't
copy
without
U: Data tidak cukup atau bertentangan: terapi
atau test
tidak
terbukti permit

345

ANTI ANSIETAS
Sinonim : Psycholeptic, minor tranquilizer, anxiolitic
Sindrome Anxietas
Adanya perasaan cemas/ khawatir yang tidak realistic
terhadap 2 atau lebih hal yang dipersepsi sebagai ancaman (
bawah sadar ) .
Trias Gejala :
Cemas : Peka, irritable, sulit konsentrasi, hiperarousal,
konsentrasi turun
Ketegangan motorik
Hiperaktivitas otonom

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

346

Gambaran klinis :
Gangguan anxietas umum
Gangguan panic
Gangguan fobia
Gangguan Obsesi kompulsi
Gangguan Stress Pasca Trauma
Gold standar : Benzodiazepam
Mekanisme kerja
Sindrome anxietas akibat dari penurunan aktivitas GABA(
Gamma Amino Butiric Acid ) ergik . GABA mempunyai sifat
inhibisi dari firing neuronal terutama di system inhibisi
talamik dan kortek.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

347

Efek samping
Adiksi
Overdosis / intoksikasi : kesadaran menurun, confuse,
disartria, reflek fisiologis menurun, pernapasan depresi.
Teratogenik trimester I
Paradoxal reaction ( pada lansia dan anak )
Kontraindikasi
Glaukoma, myasthenia gravis, penyakit paru kronik
Terapi efek samping : Benzodiazepin antagonis : Flumazenil
(Anexate ) ampul 0,5 mg/5cc (IV)

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

348

Macam-macam
1.Diazepam dan klordiazepoxid :
broadspektrum
2. Clobazam : Efek ngantuk kurang
3. Alprazolam : Cemas antisipasi dan efek
antidepresi
4. Non benzodiazepine : Sulpirid : cemas
dengan gejala somatic
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

349

ANTI INSOMNIA
Sinonim : Hipnotik, obat tidur
Obat acuan : fenobarbital
Sidrome Insomnia
Kesulitan masuk tidur ( lebih dari setengah jam )
Tidur terfragmentasi
Untuk sebagian besar hari-hari

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

350

Tidur Normal :
Satu siklus tidur : stadium jaga, stadium NREM dan stadium
REM
Satu siklus berlangsung 90 menit sehingga terjadi 4-5 siklus.
Tidur ringan : 1 dan 2
Tidur dalam : 3 dan 4 (NREM Sleep)
Tidur dangkal (REM) terjadi mimpi
Efek samping : supresi SSP
Jangka panjang : rage reaction : perilaku ganas
Macam-macamnya :
Nitrazepam , Triazolam, Eztazolam, cloralhidrat

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

351

ANTI OBSESIF KOMPULSI


Obat acuan : Klomipramin ( contoh : Anafranil )
Sindrome Obsesif Kompulsif
Paling sedikit 2 minggu mengalami hal-hal sebagai berikut :
Pikiran, bayangan , impuls berulang-ulang
Intrusif , egodistonik
Melaksanakan tindakan kompulsif
Tidak semua ide bisa dilawan
Mekanisme kerja obat
Dasar : Hipersensitivitas dari reseptor serotonergik
Macam-macamnya
Clomipramin
Fluvoxamin
Sertralin
Fluoxetin
Paroxetin
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

352

Hati-hati interaksi obat-obatan


Gol. MAOI dan SSRI Serotonin Malignan
Syndrome : GI tract, agitasi, restlessness
MAOI dan Simpatomimetik : obat flu, noradrenalin,
amfetamin krisis hipertensi
MAOI dan Keju/anggur (tyranin) hipertensi
stroke

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

353

ANTI PANIK
Obat acuan : Imipramin
Sindrome panic :
Serangan panic berulang dalam sebulan
Unpredictable
Episodik , antisipatoric anxiety
Tanpa atau Agorafobia
Mekanisme kerja
Dasar : hipersensitivitas reseptor serotonin di SSP
Komorbid : OCD, Fobia social
Macam-macamnya :
Sama dengan antidepresi

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

354

TERAPI DRUG ABUSE

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

355

INTOKSIKASI ALKOHOL
Berat : stupor, koma, henti nafas, bradikardi,
hipotermi, hipotensi, kejang, dll.
TERAPI :
Pertahankan saluran nafas, atasi koma,
hipotensi, hipotermi, kumbahlambung ( 301), 60100 mg norit kp sonde.
Kejang

diazepam 5-10 mg iv kp ulang

B1 100 mg im/iv, dextrose 50% 50-100 ml


bila curiga hipoglikemi.
Naloxone 0,45-2 mg iv bila curiga opioida
prod,
Haloperidol 5-10tirka
mgnandaka,dr,spkj
imwithout
bilapermit
agitatif
don't
copy

356

INTOKSIKASI OPIOIDA
Suportif, Simptomatik
Naloxone 0,8 mg iv (0,01 mg/bb neonatus)
tunggu 15 mnt, diulang 1,6 mg, 3,2 mg.
0,4 mg iv tiap jam bila perlu

PUTUS OPIOIDA

Simptomatik, klonidin 0,3-0,6/hr,


Analgetika, anti insomnia, anti diare, dll.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

357

INTOKSIKASI
SEDATIVA-HIPNOTIKA

Biasanya dg alkohol
Simptomatik, kp kumbahlambung bila
kurang dari 6 jam
PUTUS ZAT

Simptomatik, tappering off


tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

358

INTOKSIKASI STIMULANSIA

Suportif, Simptomatik
Lorazepam 1-2 mg/jam
Psikotik
haloperidol
Hipertensi : clonidin,propanolol
PUTUS ZAT

Simptomatik, anti depresan


tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

359

PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah terapi atau intervensi yang menggunakan
cara-cara psikologik, dilakukan oleh seseorang yang terlatih
khusus, yang menjalin hubungan kerjasama secara profesional
dengan seorang pasien dengan tujuan untuk :
1.menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala
dan penderitaan akibat penyakit .
2. mengubah perilaku yang terganggu
3. mendorong perkembangan positif dari kepribadian

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

360

JENIS-JENIS PSIKOTERAPI
Pembagian jenis-jenis psikoterapi yang akhir-akhir ini
banyak dianut yaitu :
1. Konseling dan sejenisnya.
2. Terapi perilaku
3. Terapi kognitif
4. Terapi kognitif behavioral
5. Psikoanalisis
6. Terapi kelompok
7. Terapi keluarga
8. Terapi interpersonal
9. Intervensi krisis
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

361

ad.1 (Konseling):
Menurut para ahli sebetulnya konseling tidak
termasuk psikoterapi, oleh karena tidak memenuhi
kriteria dan batasannya; antara lain teknik, tujuan
dan orang yang melakukannya, walaupun hubungan
yang terjadi di dalamnya juga merupakan the
helping relationships. Konseling bukan hanya
hubungan profesional antara dokter-pasien, tetapi
dapat dilakukan dalam berbagai bidang profesi,
misalnya guru, pengacara, penasehat keuangan,
dan sebagainya.
Terdapat dua tipe konseling :
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

362

1. Pengarahan untuk mengatasi kesulitan


pengambilan keputusan.
2. Konseling untuk membantu seseorang dalam
suatu pilihan yang vital (decision counseling
to help people arrive at a vital choice).

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

363

ad.2 (Terapi Perilaku):


Prinsipnya yaitu bahwa semua perilaku, normal maupun
tidak, merupakan hasil dari apa yang dipelajari dan yang
tidak dipelajari. Menurut Eysenck, tidak ada yang
mendasari gejala yang terlihat, kecuali gejala tersebut; oleh
karena itu untuk mengatasi suatu gejala neurosis misalnya,
adalah dengan cara menghilangkan gejala tersebut .
Biasanya dilakukan bila tujuan-tujuan khusus dapat dicapai
. Contohnya pada fobia terhadap penerbangan pada orang
yang sangat ingin melakukan perjalanan sedangkan
perjalanan tersebut hanya dapat ditempuh dengan pesawat
terbang. Biasanya diberikan desensitisasi sistematik,
dengan menggunakan hirarki dari stimulus (stimulus
bertingkat secara bertahap).
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

364

(Terapi kognitif):
Prinsipnya yaitu dasar dari emosi dan perilaku ialah
kognisi. Suatu gangguan emosi atau perilaku terjadi
karena adanya keyakinan yang salah yang irasional
(irrational false beliefs) . Terapi ini fokusnya adalah
asosiasi antara proses pikir dengan berbagai macam
emosi. Indikasinya antara lain pada depresi
neurotik.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

365

ad.4. (Terapi kognitif behavioral):


Dikembangkan oleh Albert Ellis (rational-emotive
therapy). Merupakan penggabungan antara terapi
behavioral dengan terapi kognitif. Banyak dilakukan
terhadap pasien-pasien dengan ansietas, depresi,
dan lain-lain.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

366

ad.5 (Psikoanalisis):
Yang klasik (yang dikembangkan oleh S. Freud), dasarnya ialah
bahwa gangguan jiwa terjadi akibat konflik intrapsikik masa
lalu yang tidak terselesaikan. Yang dilakukan adalah
terhadap konflik tersebut, serta melakukan rekonstruksi
kembali terhadap kepribadian pasien. Fenomena yang
penting disini yaitu transferensi. Banyak kriteria yang harus
dipenuhi untuk melakukan psikoanalisis yang klasik ini. Kini
sejalan dengan teori psikoanalisis yang makin berkembang,
metoda terapinya pun banyak berubah dari yang klasik,
antara lain lebih menekankan interpretasi hubungan yang
terjadi saat terapi berlangsung (the here-and-now
interpretations) .
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

367

ad.6 (Terapi kelompok):


Dilakukan terhadap sekelompok pasien (misalnya
enam atau delapan orang), oleh satu atau dua
orang terapis. Metode dan caranya bervariasi; ada
yang suportif dan bersifat edukasi, ada yang
interpretatif dan analitik. Kelompok ini dapat terdiri
atas pasien-pasien dengan gangguan yang berbeda,
atau dengan problem yang sama, misalnya
gangguan makan, penyalahgunaan zat, dan lainlain. diharapkan mereka dapat saling memberikan
suport dan harapan serta dapat belajar tentang cara
baru mengatasi problem yang dihadapi .
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

368

ad.7 Terapi keluarga


Dilakukan bila struktur dan fungsi dalam suatu
keluarga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Bila ada salah satu anggota keluarga yang
mengalami gangguan jiwa, akan mempengaruhi
keadaan dan interaksi di dalam keluarganya dan
sebaliknya, keadaan keluarga akan
mempengaruhi gangguan serta prognosis pasien.
Untuk itu seluruh anggota keluarga diwajibkan
hadir pada setiap sesi terapi .

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

369

TUJUAN TERAPI
Memecahkan dan menurunkan konflik dan kecemasan
patogenik di dalam matriks hubungan interpersonal
Meningkatkan persepsi dan pemenuhan kebutuhan anggota
keluarga lain oleh anggota keluarga.
Meningkatkan hubungan peran yang sesuai antara jenis kelamin
dan antara generasi
Memperkuat kemampuan anggota individu dan keluarga
sebagai keseluruhan untuk mengatasi tenaga destruksi di dalam
dan di luar lingkungan sekitarnya
Mempengaruhi identitas dan nilai-nilai keluarga sehingga
anggota terorientasi kepada kesehatan dan perkembangan.

Tujuan akhir dari terapi keluarga adalah untuk


mengintegrasikan keluarga ke dalam sistem yang lebih
besar di dalam masyarakat yang diwakili oleh sistem
tersebut seperti sekolah, fasilitas medis, badan sosial,
rekreasional dan kesejahteraan, sehingga keluarga tidak
terisolasi.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

370

Nilai fungsi keluarga dengan sebagai berikut :


Amati interaksi diantara anggota keluarga
Tanyakan hubungan antar anggota keluarga : amati
verbal dan non verbal
Mngembangkan beberapa hipotesis mengenai sistem
keluarga.
Cari adanya segitiga yaitu dalam dua orang yang
berkonflik, cenderung melibatkan orang ketiga dalam
konflik.
Pertahankan netralitas dan empati
Kenali power dalam keluarga dan perseorangan
Fokuskan pada pola hubungan dan cara berinteraksi
habitual.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

371

Tinjau riwayat keluarga dan genogram


Umpan balik dan saran
Bisa dilakukan sejak awal terapi
Berikan banyak pilihan dan alternatif

Susunlah saran atau rujukan

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

372

LANGKAH-LANGKAH PENILAIAN KELUARGA YANG


AKAN DITERAPI
Pra wawancara : terapist harus mendapat informasi
dasar mengenai struktur keluarga dan sifat dari
masalah yang dihadapi
Berilah salam dan jadilah anggota keluarga
dengan membina rapport.
Identifikasi masalah dengan cara mengexplorasi
setiap pandangan anggota keluarga terhadap
masalah, penyelesaian apa yang telah dicoba dan
hasil apa yang diharapkan.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

373

Fokuskan pada pola hubungan dan cara berinteraksi


habitual.

Tinjau riwayat keluarga dan genogram


Umpan balik dan saran
Bisa dilakukan sejak awal terapi
Berikan banyak pilihan dan alternatif
Susunlah saran atau rujukan.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

374

Nilai fungsi keluarga dengan sebagai berikut :


Amati interaksi diantara anggota keluarga
Tanyakan hubungan antar anggota keluarga : amati
verbal dan non verbal
Mngembangkan beberapa hipotesis mengenai sistem
keluarga.
Cari adanya segitiga yaitu dalam dua orang yang
berkonflik, cenderung melibatkan orang ketiga dalam
konflik.
Pertahankan netralitas dan empati
Kenali power dalam keluarga dan perseorangan
Fokuskan pada pola hubungan dan cara berinteraksi
habitual.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

375

MODEL INTERVENSI DALAM TERAPI KELUARGA


Model eksperensial-psikodinamik
Kejujuran dan kejernihan komunikasi sebagai prioritas
utama. Membantu mengungkapkan pola hubungan
keluarga yang tidak disadari
Model Bowen
Adanya emotional triangle ( segitiga emosi) sebagai tiga
bagian : kedekatan dua anggota keluarga cenderung
menyingkirkan yang ketiga. Tjuannya adalah menstabilkan
hot triangle dan bekerja dengan anggota keluarga yang
paling siap secara psikologis, secara individual, sehingga hot
trangle tidak timbul kembali.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

376

Model Sistem Umum


Setiap anggota keluarga adalah sistem dan tiap tindakan
di dalam keluarga menghasilkan reaksi pada salah satu
atau lebih anggotanya. Tiap anggota keluarga diharapkan
memainkan suatu peranan ( pembicara,penyiksa, korban,
penyelamat, pembawa gejala,pengasuh ) yang relatif
stabil. Anggota keluarga yang memenuhi masing-masing
peran dapat berubah. Beberapa anggota keluarga
mengkambinghitamkan salah satu anggota keluarganya
dengan menyalahkannya untuk masalah keluarga. Jika
pasien yang diidentifikasikan membaik, anggota keluarga
lain dapat menjadi kambing hitam. Keluarga digambarkan
sebagai memilih ikatan eksternal dan aturan internal.
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

377

Terapi Residensial
Adalah terapi lingkungan yang tepat khususnya anak-anak
dan remaja dengan gangguan mental yang memerlukan
lingkungan yang sangat terstruktur dan terawasi selama
periode waktu yang cukup panjang . Lingkungan tersebut
mampu memberikan lingkungan yang stabil dan konsisten
dengan monitoring psikiatrik yang baik . Adapun terapi
yang dilakukan antara lain penatalaksanaan perilaku,
lingkungan yang bersifat tenukleus rapetik, psikoterapi,
medikasi dan pendidikan khusus.
Terapi ini memberikan lingkungan hidup yang terstruktur
dimana pasien dapat membentuk perlekatan yang kuat dan
menerima komitmen dari anggota staf terapist. Lingkungan
tersebut menyediakan pengalaman
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

378

emosional korektif dan kesempatan untuk


mempermudah dan meningkatkan perilaku adaptif
pasien terutama jika ditemukan kekurangan
tertentu seperti defisit bicara dan bahasa, retardasi
intelektual, hubungan teman sebaya yang tidak
adekuat, ngompol, kebiasaan makan yang buruk
dan defisit atensi.
Staf terapist terdiri dari perawat, pekerja sosial,
guru, psikiater, psikolog, dokter anak.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

379

Indikasi terapi residensial antara lain : anak dengan


gangguan konduksi, gangguan pengendalian impuls.
Lingkungan terapi antara lain terdapat fasilitas bagi
sekolah tingkat pertama dan program aktivitas di
malam hari. Terdapat ruangan bermain yang cukup
untuk 60 100 pasien serta lokasi strategis.
Tujuan dari pusat terapi ini adalah untuk
memberikan terapi dan pendidikan khusus bagi
anak-anak dan terapi bagi keluarga

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

380

ad.8 (Terapi interpersonal):


Dilakukan terhadap pasien yang mengalami konflik saat
ini dengan pihak-pihak lain yang bermakna sehingga
ia mengalami kesulitan dalam beradaptasi terhadap
perubahan-perubahan dalam karier atau peran sosial
atau pun perubahan hidup lainnya. Banyak dilakukan
terhadap depresi neurosis dan depresi berat
.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

381

ad.9 (Intervensi krisis):


Dilakukan terhadap pasien yang sedang mengalami suatu
krisis dan memerlukan tindakan segera (catatan: krisis yaitu
suatu respon terhadap keadaan bahaya atau penuh resiko
dan dirasakan / dihayati sebagai keadaan yang menyakitkan
/ a painful state), agar tercapai kembali keadaan seimbang
(emotional equilibrium). Dalam terapi ini kita harus
secepatnya membina hubungan interpersonal yang
adekuat serta mengerti peran psikodinamik dan
hubungannya terhadap krisis yang terjadi. Teknik yang
dilakukan yaitu reassurance, sugesti, manipulasi lingkungan
dan medikasi psikotropik. Kita ajarkan kepada pasien untuk
menghindari situasi yang berbahaya untuk mencegah
terjadinya kembali krisis di masa yang akan datang .
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

382

Terapi bermain
Secara psikodinamik fungsi bermain pada anak ada
dua yaitu untuk memenuhi keinginan dan mimpi
serta mengendalikan pengalaman yang traumatik
sehingga dengan bermain berulang maka
kecemasan dapat diatasi. Bentuknya antara lain
sandplay therapy, menggambar orang , rumah dan
pohon, story telling technic, squigle technic.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

383

ELECTRO CONVULSIVE THERAPY


INDIKASI
1. Skizofrenia katatonik
2. Depresi psikotik
3. Respons terhadap obat buruk

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

384

KONTRA INDIKASI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tekanan intra kranial tinggi


Penyakit jantung
Penyakit paru
Gangguan tulang belakang
Epilepsi
Hipertensi
Usia lanjut
Kehamilan
Hernia

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

385

KOMPLIKASI

Nyeri kepala
Nyeri otot
Amnesia
Robekan otot
Luksasio
Fraktur tulang
Apnea
tirka nandaka,dr,spkj prod,
don't copy without permit

386

PROTAP ECT

INFORMED CONSENT
X-FOTO THORAX
EKG
PUASA 6 8 JAM
BAB/BAK : KOSONGKAN
PAKAIAN KENDOR
ALAS DATAR DAN KERAS
GIGI PALSU DILEPAS
SEDIAKAN OKSIGEN
TONGUE SPATEL SUDUT MULUT KANAN
DIIKAT SETELAH ECT

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

387

TRANSCRANIAL MAGNETIC STIMULATOR

SUMBER ENERGY : MAGNETIC


HAMPIR SAMA DG ECT
TIDAK KEJANG
SADAR
TDK AMNESIA
FUNGSI KOGNITIF BAIK

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

388

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

American Psychiatric Association, Diagnostic Criteria From DSM-IVTM, AP press, Washington DC. 1994
Depkes RI, Pedoman Penggolongan dan Diagnosa gangguan Jiwa edisi III, Dirjrn Yanmed, Jakarta.
1993
Depkes RI , Pedoman Terapi Pasien Ketergantungan Narkotika dan Zat Adiktif lainnya, Jakarta.2000
Gabbard Go. Anxiety Disorders: Psychodynamic aspects. In: Kaplan & Sadocks Comprehensive
Textbook of Psychiatry 7th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2000;1472-74.
Kaplan HI, Sadock, Synopsis of Psychiatry 8th ed, Wilkins and William, Baltimore. 2005
Kaplan HI, Sadock, Emergency Psychiatric Medicine 7th ed, Wilkins and William, Baltimore. 2005
Maramis, Prof, dr,SpKJ, Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga press, Surabaya.
Stephen Bazire, Psychotropic drug Directory, Mark Allen Publish. UK.2000
WHO , International Classification of Disesase 10th , New York. 1993

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

389

Green, B., Psychotherapy, in Problem-based Psychiatri, Churchill Livingstone, Medical Division of


Pearson Professional Ltd., 1996, 140-143.
Wolberg, L.R., What is Psychotherapy? In The Techniques os Psychotherapy, Part One, Grune & Stratton,
New York, San Fransisco, London, 1977, 3-4, 15-16.
Kaplan, H.I. & Sadock, B.J., Psychotherapies, in Comprehensive Texbook of Psychiatri VI, Chapter 31, Six
Edition, Vol.2, William & Wilkins, Baltimore, 1995, 1767-1770.
Lubis, D.B., Wawancara Psikiatrik, dalam Pengantar Psikiatri Klinik, Balai Penerbit FKUI, 1989, 58-59, 97,
106, 112.
Lubis, D.B., Pengantar Psikiatri Klinik, Balai Penerbit FKUI, 1989, 43-45, 105.
Lubis, D.B., Ikhtisar Teori dan Klinik Neurosa, Bumi Grafika Jaya, 1979, 5-6.
Fenichel, O., The Psychoanalytic Theory of Neurosis, Basic Book, W.W. Norton & Co., Inc., New York,
1972, 53-63.
Gabbard, G.O., Psychodynamic Psychiatry in Clinical Practice, The DSM-IV Edition, American Psychiatric
Press, Washington, 1994, 3-5.
Sylvia D , Elvira, Kumpulan Makalah Psikoterapi, Balai Penerbit FK-UI.2005
Gabbard, G.O., Individual Psychotherapy, in Psychodynamic Psychiatry Clinical Practice The DSM IV
Edition, American Psychiatric Press, 1994, 91-95.
Janis, I.L., Problems of Short-term Counseling, in Short-term Counseling, Yale University Press, New
Haven and London, 1983, 8-10.
Karasu, T.B., Psychotherapies: An Overview, American J. Psychiatry, 134: 8, 1977, 857-858.
Weissman, M.M., Markowitz, J.C., Interpersonal Psychotherapy, Current status, Arch. Gen. P sychiatry,
51, 1994, 599-601.

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

390

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa atas perkenan Nya lah
buku ini tersusun untuk membantu pengajar dan mahasiswa kedokteran serta
mahasiswa kesehatan lainnya seperti mahasiswa farmasi klinis, sekolah tinggi ilmu
kesehatan dalam proses belajar-mengajar di bidang Ilmu Kesehatan Jiwa dan
Psikiatri. Buku ini jauh dari sempurna, namun demikian besar harapan penulis ikut
menyumbangkan pengalaman klinis sehari-hari baik di bangsal Psikiatri , unit
gawat darurat, di lapangan maupun poli klinik psikiatri. Penulis ucapkan banyak
terima kasih kepada para senior psikiater baik di RSAL Dr. Ramelan , guru-guru
kami di FK-UI maupun sejawat yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter
Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia lainnya. Semoga buku ini bermanfaat untuk
pengembangan akademis dan klinis.

Penulis

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

391

ELECTRO CONVULSIVE THERAPY

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

392

PASIEN TIDAK SADAR DGN ECT

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

393

TRANS CRANIAL MAGNETIC STIMULATOR

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

394

DGN TMS PASIEN LEBIH NYAMAN DAN SADAR

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

395

RUANG ISOLASI

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

396

AUTISTIK

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

397

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

398

tirka nandaka,dr,spkj prod,


don't copy without permit

399