Anda di halaman 1dari 36

FITOKIMIA

Retno Wahyuningrum
Fakultas Farmasi
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

6. MINYAK ATSIRI

Minyak Atsiri
Minyak atsiri=minyak terbang=minyak
eteris=minyak esensial
Minyak atsiri merupakan suatu senyawa yg
memiliki aroma seperti tumbuhan asalnya dan
apabila dibiarkan di udara terbuka akan cepat
menguap tanpa meninggalkan bekas
Penting secara ekonomi  sebagai bahan dasar
parfum dan flavouring agent
Dalam satu tanaman biasanya ditemukan
banyak minyak atsiri yang bercampur 
memberikan aroma khas tanaman penghasilnya

Sifat-sifat Minyak Atsiri


1. berupa campuran
2. memiliki bau yang khas & spesifik  khas tanaman
3. memiliki rasa getir, kadang tajam & menggigit 
memberi kesan panas atau dingin
4. menguap pada suhu kamar  murni
5. tidak bisa disabunkan & tidak bisa tengik
6. tidak stabil terhadap pengaruh oksigen, sinar UV
dan panas
7. indeks biasnya tinggi
8. umumnya bersifat optis aktif
9. kelarutan dalam air kecil

Penggunaan Minyak Atsiri


Pengobatan  antiseptik, analgesik,
hemolitik & sedatif, stimulan dan obat sakit
perut
Aditif makanan  flavouring agent, juga
untuk merangsang sekresi enzim
pencernaan
Industri  parfum, bahan perekat,
household needs
dll

Keberadaan dalam Tanaman


Persebaran luas  pada banyak
familia, pada berbagai jaringan.
Familia tanaman yang
menghasilkan minyak atsiri antara
lain: Compositae, Labiatae,
Myrtaceae, Pinaceae, Rosaceae,
Rutaceae, Umbelliferae.

Keberadaan dalam Tanaman:


Jaringan
1. rambut kelenjar pada Labiatae
2. sel parenkim pada Piperaceae
3. saluran minyak (rittae) pada Umbelliferae
4. rongga skizogen & lisigen pada Pinaceae
& Rutaceae
5. semua jaringan pada Coniferae
6. mahkota bunga pada berbagai bunga
7. korteks pada kayu manis
8. perikarp buah pada Umbelliferae

Penggolongan Minyak Atsiri


berdasar Gugus Fungsinya
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ma hidrokarbon  sabinena dan pinena pada minyak


kemukus
Ma alkohol  menthol pada minyak mint
Ma fenol  eugenol pada minyak cengkeh, kreosol
pada pine tar
Ma eter fenol  anetol pada minyak adas
Ma oksida  sineol pada minyak kayu putih
Ma ester  metil salisilat pada minyak gondopuro
Ma aldehida  vanilin; sinamaldehida pada kayu
manis

Penggolongan Minyak Atsiri


(Guenther, 1987)
1. Turunan Terpena  berhubungan dengan
isoprena, biasanya monoterpena atau
seskuiterpena
2. Turunan Hidrokarbon alifatik
3. Turunan Benzena (Fenilpropanoid)
4. Senyawa lain-lain

1. Turunan Terpena: Monoterpena


CH2OH

O
OH

geraniol

menthol

Kelompok

Jumlah
cincin

Jumlah
Ikatan
rangka
p

camphor

Contoh

Asiklik

linalool, mirsena, geraniol

Monosiklik

Felandrena, limonena,
menthol, menthan

Bisiklik

Tujon, karena, pinena, kamfor,

Tak beraturan

Tujaplisin, nepetalakton,
loganin

Turunan Terpena: Monoterpena


CH 2 OH
O

Myrcene

Geraniol

-Terpinene
O

Menthone

Cineole

OH

Menthol

Carvone

Thujone

Turunan Terpena : Seskuiterpena

Tersusun oleh 15
atom C, bisa dibagi
menjadi 4
kelompok:
1. asiklik (farnesol,
nerolidol)
2. monosiklik
(bisabolena, asam
absisat)
3. bisiklik (betaselinena, karotol,
karyofilena, alfakadinena)
4. Seskuiterpena lakton
(xantinin, xantonin)

CH
CH

CH

Turunan Terpena:
Seskuiterpena
OH

CH 2 OH
Farnesol

Bulgarene

Eudesmol
O

Atractylone

Caryophyllene

Aromadendrene

OH
Germacrone

Linderene

2. Turunan Hidrokarbon Alifatik


Merupakan senyawa dengan struktur
berupa rantai lurus  bisa berupa alkohol,
aldehida, keton, asam, eter dan ester
Lazim ditemukan pada daun dan buah
Contoh:
1. n-heptana pada Pinus sp
2. alkohol daun  nonadiena-2,6-ol-1
pada daun ketimun.

Turunan Hidrokarbon Alifatik


CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH2-OH
Alkohol daun

CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH2-CH=CH-CH2-OH
Nonadiena-2,6-ol-1

CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH2-CH=CH-CH=O
Nonadiena-2,6-al-1

3. Turunan Benzena
Diturunkan dari n-propil benzena
(fenilpropana)
Ditemukan dalam berbagai tingkat oksidasi
 cincin aromatik bisa mengikat gugus
hidroksi, metoksi dan metilen dioksi; rantai
cabang propil bisa mengikat gugus hidroksil,
karboksil atau lakton
Contohnya safrol, eugenol, miristin, kumarin,
vanilin, kubebin

4. Senyawa Lain-lain

Khas pada tanaman tertentu saja, memiliki


kerangka struktur yang tidak bisa dimasukkan ke
dalam salah satu golongan yang sudah dibahas
Contohnya: alil isotiosianat pada minyak
mustard & Cruciferae pada umumnya, alil sulfida
pada bawang putih, sekunder butil propenil
sulfida, n-butil merkaptan dan dikrotil sulfida 
baunya khas, tidak enak

Senyawa Lain-lain
CH2=CH-CH2-N=C=S
Alil isotiosianat

CH2=CH-CH2-S-CH2-CH=CH2
Dialil sulfida

CH3-CH2-CH(CH3)-S-S-CH=CH-CH3
Sekunder-butil propenil disulfida

CH3-CH2-CH2-CH2-SH
N-butil merkaptan

CH3-CH=CH-CH2-S-CH2-CH=CH-CH3
Dikrotil sulfida

Isolasi Minyak Atsiri


Ditemukan dalam konsentrasi yang kecil 
membutuhkan banyak bahan awal
Ekstraksi bisa dilakukan dengan berbagai cara:
1. Destilasi (destilasi air, destilasi uap-air,
destilasi uap)
2. Ekstraksi pelarut
3. Enflurasi
4. Pemerasan
Menghasilkan campuran minyak atsiri

1. Destilasi
Prinsip : bahan dipanaskan lalu senyawa
yang diinginkan akan menguap dan
dengan pendinginan akan terjadi
kondensasi sehingga terbentuk destilat
Relatif mudah dan murah

1.a. Destilasi Air


Syarat : bahan terendam air
Air akan masuk ke dalam sel penyimpan minyak atsiri
dan akan membawa keluar minyak atsirinya, dengan
pemanasan akan menguap dan dengan pendinginan
akan terjadi kondensasi
Keuntungan : baik untuk bahan yang menggumpal
jika langsung kena uap
Kerugian : tidak baik untuk bahan yang mengandung
komponen yang mudah tersabunkan, mempunyai
titik didih tinggi, mudah terhidrolisis
Contoh : bubuk almond, bunga wawar, bunga jeruk

1. b. Destilasi uap air


Ada penyekat, air tidak bercampur dengan bahan yang
disuling
Uap air masuk ke dalam bahan, lalu membawa minyak atsiri
Syarat : bahan yang digunakan tidak terlalu halus
Metode ini paling banyak dipakai
Keuntungan :
1. Dekomposisi lebih kecil karena bahan tidak kontak dengan
air
2. Titik didih campuran uap dan air pada 1 atm hampir 100C,
resiko kelebihan panas dapat dihindari
3. Kondensasi minyak dan air dalam pendingin terjadi dalam
waktu yang sama, sehingga pemisahan lebih efektif

1.c. Destilasi uap


Uap dihasilkan oleh ketel lain (terpisah)
Keuntungan :
1. Titik didih campuran uap dan air pada 1 atm hampir
100C, resiko kelebihan panas dapat dihindari
2. Kondensasi minyak dan air dalam pendingin terjadi
dalam waktu yang sama, sehingga pemisahan lebih
efektif
3. Uap melindungi minyak dari oksidasi
4. Bagian tanaman membengkak dengan adanya uap
sehingga memudahkan pembebasan minyak
Kerugian : Diperlukan konstruksi ketel yang lebih kuat dan
alat pengaman yang lebih baik

2. Ekstraksi Pelarut
Prinsip : perkolasi
Bahan yang akan diekstraksi ditempatkan dalam
wadah, lalu dialiri pelarut, pelarut akan menembus
sel jaringan dan turun melalui pipa dengan
membawa minyak atsiri
Keuntungan : pelarut dapat menembus jaringan
bunga dan melarutkan minyak yang ada dalam
kelenjar minyak
Kerugian : mahal, alat rumit, dan perlu tenaga
terlatih, pelarut mudah terbakar

3. Enfluerage
Prinsip : penyerapan minyak atsiri oleh lemak
Hasilnya berupa pomade : lemak yang telah jenuh
dengan minyak atsiri
Ada dua jenis enfluerage :
1. Ekstraksi dengan lemak dingin
Untuk bunga yang masih meneruskan proses fisiologi
pembentukan minyak atsiri setelah dipetik (melati,
sedap malam)
2. Ekstraksi dengan lemak panas
Untuk bunga yang tidak meneruskan proses fisiologi
pembentukan minyak atsiri setelah dipetik (mawar,
akasia)

4. Pemerasan/Pengepresan
Prinsip : pengepresan bahan sehingga minyak atsiri
keluar
Keuntungan : mudah dan murah
Kerugian :
1. Penggunaan terbatas (biji, kulit buah, buah)
2. Hasil pemerasan masih bercampur kotoran dan air,
perlu disaring dan dipisah dari air
Metode ecuelle : bahan dimasukkan ke dalam wadah
yang dapat berputar dan di dalamnya berduri
sehingga bahan tertusuk-tusuk sehingga minya
atsiri keluar. Contoh : kulit jeruk

Biosintesis Minyak Atsiri


Ada dua jalur utama:
jalur asam mevalonat  untuk turunan
terpena (ingat lagi materi terpenoid!!!)
jalur asam sikimat  untuk turunan
benzena (fenilpropanoid)

Biosintesis: Jalur Asam


Mevalonat

Jalur Asam Sikimat

Anda mungkin juga menyukai