Anda di halaman 1dari 27

ETIKA, HUKUM DAN DISIPLIN MEDIS

E TIKA , H UKUM DAN D ISIPLIN M EDIS Kelompok C2
E TIKA , H UKUM DAN D ISIPLIN M EDIS Kelompok C2
  • Kelompok C2

E TIKA , H UKUM DAN D ISIPLIN M EDIS Kelompok C2

1.

Dokter

RUMUSAN MASALAH
RUMUSAN MASALAH

melakukan dilatasi dan curettage tanpa

segera

inform consent

  • 2. Mengatakan kepd suster utk menanyakan kpd pasien apakah dia bersedia diopname diRS sampai keadaannya benar2 pulih.

  • 3. Meninggalkan pasien tanpa berbicara kepada pasien dan dirawat oleh dokter lain

1. Dokter RUMUSAN MASALAH melakukan dilatasi dan curettage tanpa segera inform consent 2. Mengatakan kepd suster
SASARAN BELAJAR
SASARAN BELAJAR

Mahasiswa mengetahui dan mampu menjelaskan :

  • Menjelaskan etika, hukum dan disiplin medis

  • Membedakan isu etika, hukum dan disiplin medis

  • Menganalisa suatu kasus apakah terdapat isu etika, hukum dan disiplin medis

SASARAN BELAJAR Mahasiswa mengetahui dan mampu menjelaskan :  Menjelaskan etika, hukum dan disiplin medis 

NORMA

DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN

ATURAN PENERAPAN KEILMUAN KEDOKTERAN DISIPLIN ATURAN ATURAN HUKUM PENERAPAN KEDOKTERAN HUKUM ETIKA ETIKA KEDOKTERAN (KODEKI)
ATURAN
PENERAPAN
KEILMUAN
KEDOKTERAN
DISIPLIN
ATURAN
ATURAN
HUKUM
PENERAPAN
KEDOKTERAN
HUKUM
ETIKA
ETIKA
KEDOKTERAN
(KODEKI)
ETIKA KEDOKTERAN
ETIKA KEDOKTERAN

Etik (Ethics) dr kata Yunani ethos akhlak, adat kebiasaan, watak,perasaan, sikap,yang baik, yang layak.

Kamus Kedokteran, etika pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam satu profesi.

Jadi,

Etika kedokteran kajian yang muncul dalam praktik pengobatan secara sistematik, hati hati dan analisis terhadap keputusan moral perilaku.

ETIKA KEDOKTERAN Etik (Ethics) dr kata Yunani ethos  akhlak, adat kebiasaan, watak,perasaan, sikap,yang baik, yang

Landasan etika kedokteran:

  • Sumpah Hipokrates,

  • Deklarasi Geneva,

  • International Code of Medical Ethics,

  • Lafal Sumpah Dokter,

  • Kode etik Kedokteran Indonesia (KODEKI),

  • Perhimpunan Hukum Kesehatan Indonesia (PERHUKI),

  • Deklarasi Helsinky,

  • Deklarasi Sydney,

  • Deklarasi Oslo dan

  • Deklarasi Tokyo.

Landasan etika kedokteran:  Sumpah Hipokrates,  Deklarasi Geneva,  International Code of Medical Ethics, 

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem

pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi:

  • Kode etik kedokteran

  • Kode etik keparawatan

  • Kode etik RS

  • MKEK

  • MAKERSI

  • MKDKI

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi:  Kode etik kedokteran

Asas Asas Etika medis Traditional

Asas-Asas Etika Medis

KONTEMPORER

1.

Beneficence

  • 2. Non maleficence (Primum non nocere)

  • 3. Menghormati hidup manusia

  • 4. Konfidensialitas

  • 5. Kejujuran (veracity)

  • 6. Tidak mementingkan diri

  • 7. Budi Pekerti Tingkah laku luhur

1.

  • - Menghormati otonomi pasien

  • - Universal Human right

  • - HAM

2.

Keadilan /justice

3.

Berkata benar / truth telling / veracity

8
8

Penyimpangan atau pelanggaran etika kedokteran yang sering terjadi:

Sanksi pelanggaran kode etik

  • indikasi medis tidak jelas

  • tindakan medic

yang

menyimpang

dari

pedoman baku pelayanan

medic,

  • pasien tidak diberitahu mengenai tindakan yang akan dilakukan dan persetujuan tindak medic tidak dibuat

  • MKEK

  • penyelesaian pelanggaran etik kedokteran tidak

selalu disertai bukti fisik

  • pembinaan

Penyimpangan atau pelanggaran etika kedokteran yang sering terjadi: Sanksi pelanggaran kode etik  indikasi medis tidak

HUKUM

peraturan perundangan yg dibuat oleh suatu kekuasaan (hukum pidana, hukum perdata,

hukum tata negara, dll).

Hukum Kesehatan semua ketentuan hukum yg berhubungan langsung dengan pemeliharaan kesehatan serta penerapannya (medical care &

medical service)

HUKUM → peraturan perundangan yg dibuat oleh suatu kekuasaan (hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara,

Melanggar hukum:

  • Criminal malpractice (intentional, kelalaian, ceroboh dan lack of skill

  • Civil malpraktek

  • Administrative malpraktek.

Melanggar hukum:  Criminal malpractice (intentional, kelalaian, ceroboh dan lack of skill  Civil malpraktek 

Persamaan Etika dan Hukum

  • - alat utk mengatur tertib hidup masyarakat

  • - objek : tingkah laku manusia

  • - mengandung hak & kewajiban

  • - menggugah kesadaran untuk bersikap manusiawi

  • - Sumber : hasil pemikiran

Persamaan Etika dan Hukum - alat utk mengatur tertib hidup masyarakat - objek : tingkah laku

PERBEDAAN

ETIKA

1.Berlaku utk lingkungan profesi

2.Disusun atas kesepakatan anggota profesi

  • 3. Tidak seluruhnya tertulis

  • 4. Sanksi pelanggaran : tuntunan

5.Pelanggaran diselesaikan : Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran

Indonesia (MKDKI)

6.Barang bukti : tidak selalu bukti fisik

HUKUM

Berlaku utk umum

Disusun badan pemerintah

Seluruhnya tertulis

Sanksi pelanggaran : tuntutan

Pelanggaran diselesaikan : pengadilan

Barang bukti : selalu bukti fisik

PERBEDAAN ETIKA 1.Berlaku utk lingkungan profesi 2.Disusun atas kesepakatan anggota profesi 3. Tidak seluruhnya tertulis 4.

Pelanggaran etik murni

  • Menarik imbalan jasa yang tidak wajar dari klien / pasien atau menarik imbalan

jasa dari sejawat dokter dan dokter gigi

beserta keluarga kandunganya.

  • Mengambil alih pasien tanpa persetujuan sejawatnya.

  • Memuji diri sendiri di depan pasien, keluarga atau masyarakat

  • Pelayanan kedokteran yang diskriminatif.

  • kolusi dengan perusahaan farmasi atau apotik.

  • Tidak pernah mengikuti pendidikan kedoteran berkesinambungan.

  • Dokter mengabaikan kesehatannya sendiri.

  • Perilaku dokter tersebut di atas tidak dapat dituntut secara hukum tetapi perlu mendapat nasihat atau teguran dari organisadi profesi atau atasannya.

Kasus etikolegal

  • Pelayanan kedokteran di bawah sadar (Malpraktek)

  • Menerbitkan surat keterangan palsu

  • Membocorkan rahasia pekerjaan / jabatan dokter

  • Pelecehan seksual.

Pelanggaran etik murni  Menarik imbalan jasa yang tidak wajar dari klien / pasien atau menarik
DISIPLIN KEDOKTERAN
DISIPLIN KEDOKTERAN

Disiplin mnrt UU No 29 Tahun Pasal 55 ayat 1 aturan-aturan dan atau ketentuan penerapan

keilmuan dalam pelaksanaan pelayanan yang harus diikuti oleh dokter dan dokter gigi.

DISIPLIN KEDOKTERAN Disiplin mnrt UU No 29 Tahun Pasal 55 ayat 1  aturan-aturan dan atau

Disiplin kedokteran merupakan kepatuhan

memenuhi:

  • standard of care,

  • clinical standard,

  • standard of competence,

  • standard of professional attitude

  • aturan atau ketentuan dalam asuhan medis.

Disiplin kedokteran merupakan kepatuhan memenuhi:  standard of care,  clinical standard,  standard of competence,

Pelanggaran disiplin adalah pelanggaran terhadap aturan-aturan

dan/atau ketentuan penerapan keilmuan, yang pada hakekatnya dapat

dikelompokkan dalam 3 hal, yaitu :

  • Melaksanakan Praktik Kedokteran tidak sesuai dengan kompetensinya

  • Tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesional dengan baik

  • Berperilaku

yang tercela yang merusak martabat dan keluhuran

profesi kedokteran

Pelanggaran disiplin adalah pelanggaran terhadap aturan-aturan dan/atau ketentuan penerapan keilmuan, yang pada hakekatnya dapat dikelompokkan dalam

BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN

  • 1. TIDAK KOMPETEN/ CAKAP

  • 2. TIDAK MERUJUK

  • 3. PENDELEGASIAN KPD NAKES YG TDK KOMPETEN

  • 4. DR/ DRG PENGGANTI TDK BERITAHU KE PASIEN,

TDK PUNYA SIP

  • 5. TDK LAIK PRAKTIK (KESEHATAN FISIK & MENTAL)

  • 6. KELALAIAN DLM PENATALAKSANAAN PASIEN

BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN 1. TIDAK KOMPETEN/ CAKAP 2. TIDAK MERUJUK 3. PENDELEGASIAN KPD NAKES YG
  • 7. PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN BERLEBIHAN

BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN
BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN
  • 8. TDK BERIKAN INFORMASI YG JUJUR

  • 9. TDK ADA INFORMED CONSENT

    • 10. TDK BUAT/ SIMPAN REKAM MEDIK

    • 11. PENGHENTIAN KEHAMILAN TANPA INDIKASI MEDIS

    • 12. EUTHANASIA

    • 13. PENERAPAN PELAYANAN YG BLM DITERIMA KEDOKTERAN

    • 14. PENELITIAN KLINIS TANPA PERSETUJUAN ETIS

    • 15. TDK MEMBERI PERTOLONGAN DARURAT

    • 16. MENOLAK/ MENGHENTIKAN PENGOBATAN TANPA ALASAN

YG SAH

  • 17. MEMBUKA RAHASIA MEDIS TANPA IZIN

  • 18. BUAT KETERANGAN MEDIS TDK BENAR

BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN 8. TDK BERIKAN INFORMASI YG JUJUR 9. TDK ADA INFORMED CONSENT 10.

BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN

  • 20. PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIK/NARKOTIK TANPA INDIKASI

  • 21. PELECEHAN SEKSUAL, INTIMIDASI, KEKERASAN

  • 22. PENGGUNAAN GELAR AKADEMIK/ SEBUTAN PROFESI, PALSU

  • 23. MENERIMA KOMISI THD RUJUKAN/ PERESEPAN

  • 24. PENGIKLANAN DIRI YG MENYESATKAN

  • 25. KETERGANTUNGAN NAPZA

  • 26. STR, SIP, SERTIFIKAT KOMPETENSI TDK SAH

  • 27. IMBAL JASA TDK SESUAI TINDAKAN

  • 28. TDK BERIKAN DATA/ INFORMASI ATAS PERMINTAAN MKDKI

BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN 20. PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIK/NARKOTIK TANPA INDIKASI 21. PELECEHAN SEKSUAL, INTIMIDASI, KEKERASAN 22.

Sanksi

disiplin :

MKDKI UU

Pasal 69 ayat (3) :

No. 29 Tahun 2004

1.Pemberian peringatan tertulis

2.Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik; dan/atau

3.Kewajiban

mengikuti

pendidikan

atau

pelatihan

di

institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi

Sanksi disiplin : MKDKI  UU Pasal 69 ayat (3) : No. 29 Tahun 2004 1.Pemberian
ETIKA DOK NORMA MORAL - MASALAH MORAL
ETIKA DOK
NORMA MORAL
- MASALAH MORAL

1.

2. PELANGGARAN: DILEMA NORMA INTERNAL (BAIK - BURUK) 3. DAMPAK - KUALITAS MORAL - KEHORMATAN PROFESI
2.
PELANGGARAN:
DILEMA NORMA
INTERNAL
(BAIK - BURUK)
3.
DAMPAK
-
KUALITAS MORAL
-
KEHORMATAN
PROFESI
4.
LINGKUP
-
PERILAKU ETIK
DISIPLIN DOK HUKUM DOK 1. NORMA DISIPLIN ~ STD PROFESI 1. NORMA HUKUM (KOMPETENSI, YAN, PRLKU)
DISIPLIN DOK
HUKUM DOK
1.
NORMA DISIPLIN
~ STD PROFESI
1.
NORMA HUKUM
(KOMPETENSI,
YAN, PRLKU)
2.
PELANGGARAN →
LANGGAR STANDAR
2.
PROFESI
PELANGGARAN
NORMA HUKUM
(BENAR – SALAH)
(BENAR - SALAH)
3.
KUALITAS PROFESI
(LAYANAN, PERILAKU)
3.
PENYELESAIAN
KONFLIK/
- KEHORMATAN
KEDAMAIAN
PROFESI
4.
KOMPETENSI
4.
YANMEDIK
PERATURAN HK TTG
YAN KEDOKTERAN
PERILAKU PROF
ETIKA DOK DISIPLIN DOK HUKUM DOK 5. BENTUK: KODE ETIK PROFESI 5. ATURAN DISIPLIN KEDOKTERAN 5.
ETIKA DOK
DISIPLIN DOK
HUKUM DOK
5.
BENTUK: KODE
ETIK PROFESI
5.
ATURAN DISIPLIN
KEDOKTERAN
5.
UU, PP, PERMEN,
KEPPRES DLL
6.
DISUSUN: ORG.
PROFESI
6.
KOMPILASI OLEH KKI
6.
NEGARA (DPR +
PEMERINTAH)
7.
SANKSI
7.
SANKSI
7.
SANKSI
-
MORAL/HT NURANI
~ TEGURAN -
REEDUKASI
~ CABUT STR /SIP
- PID: DENDA/
-
NASEHAT/
TEGURAN
PENJARA
- PDT:
-
PENGUCILAN
GANTI RUGI
-
ADMINISTRASI:
PENCABUTAN
8.PENGADILAN:
8.
YANG MEMERIKSA
8.
MKDKI:
-
MKEK
-
DOKTER
-NEGERI
-TUN
-
MKEKG
-
DOKTER GIGI
ANGGOTA: HAKIM
-
ANGG PROFESI
-
SARJANA HUKUM

PELANGGARAN & CARA PENANGANAN

DR

DRG

ETIKA

DISIPLIN SENGKETA HUKUM SENGKETA NON HUKUM
DISIPLIN
SENGKETA HUKUM
SENGKETA
NON HUKUM

MKEK

MKDKI

PERADILAN PIDANA

PERADILAN PERDATA

PERADILAN TUN

PELANGGARAN & CARA PENANGANAN DR DRG ETIKA DISIPLIN SENGKETA HUKUM SENGKETA NON HUKUM MKEK MKDKI PERADILAN

LEMBAGA MEDIASI

(ADR)

Dr.

P

adlh

seorng

dr

spesialis

obgyn yg

berpengalamam. Beliau bru saja akan

menyelesaikan tugas jaga malamnya disebuah rs ketika seorang wanita muda dtg dg ditemani olh ibunya utk berobat. Pasien lalu menceritakan

keluhannya yaitu mengalami pendarahan

pervaginam&sangat kesakitan. Dr P kemudian melakukan pemeriksaan&menduga bahwa kemungkinan pasien mengalami

Dr. P adlh seorng dr spesialis obgyn yg berpengalamam. Beliau bru saja akan menyelesaikan tugas jaga

keguguran/mencoba melakukan aborsi. Dr. P segera melakukan dilatasi&curettage&mengatakan kepd suster utk menanyakan kpd pasien apakah dia bersedia diopname diRS sampai keadaannya

benar2 pulih. Tdk lama kemudian dr Q dtg utk menggantikan dr P, yg langsung pulang tanpa berbicara kpd pasien.

Langgar etika
Langgar
etika
Dr. P adlh seorng dr spesialis obgyn yg berpengalamam. Beliau bru saja akan menyelesaikan tugas jaga

Langgar

disiplin

KESIMPULAN
KESIMPULAN

Untuk menjadi seorang dokter yang professional hendaklah tidak melakukan bentuk pelanggaran pelanggaran baik dilihat aspek etik, disiplin dan hukum. Karena didalam praktik kedokteran, satu aspek tidak bisa dipisahkan dari aspek lainnya.

KESIMPULAN Untuk menjadi seorang dokter yang professional hendaklah tidak melakukan bentuk pelanggaran – pelanggaran baik dilihat

THANK YOU & GOD BLESS

THANK YOU & GOD BLESS 