Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH ILMU BAHAN LISTRIK

Implementasi Bahan
(Konduktor, Isolator, dan semi konduktor)

OLEH:
KELOMPOK 7

EKA ULANG SARI 323 13 049


SYARAHSWATI S. 323 13 031
M. NAIM 323 13 035

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahan listrik dalam sistem tanaga listrik merupakan salah satu elemen penting yang
akan menentukan kualitas penyaluran energi listrik itu sendiri . Bahan listrik yang
sangat populer selama ini meliputi konduktor, semikonduktor, dan isolator . Satu lagi
yang dikenal dengan super konduktor , namun masih dalam penelitian intensif para
ahli. Ketiga bahan tadi secara integratif dalam sistem kelistrikan dimanfaatkan
secara optimal. Seperti konduktor adalah salah satu material paling besar yang
dipakai dalam penyaluran tenaga listrik baik alumunium maupun tembaga atau
campuran dengan bahan lain.
Suatu bahan dapat berbentuk padat , cair atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa
berubah karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan besdasarkan wujud tersebut
dalam teknik listik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.

Bahan penghantar ( Kondukor )

2.

Bahan penyekat ( Isolator )

3.

Bahan setengah penghantar ( Semi konduktor )

4.

Bahan magnetis

5.

Bahan Super konduktor

6.

Bahan nuklir

7.

Bahan khusus ( bahan untuk pembuat kontak-kontak , untuk sekering, dsb )

Penghantar dalam teknik adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik , baik
berupa zat padat , cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka di sebut
konduktor . Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada
umumnya logam bersifat konduktif. Emas , perak , tembaga , alumunium , zink, besi
berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin besar . jadi sebagai penghantar emas
adalah sangat baik , tetapi sangat mahal harganya , maka secara ekonomis tembaga
dan alumunium paling banyak digunakan .
B. Tujuan
Setelah membaca makalah ini pembaca diharapkan dapat mengerti tentang
implementasi bahan atau kegunaan dari bahan konduktor, semi konduktor, dan
isolator.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Bahan Penghantar (Konduktor)

Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan


arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang
konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah yang memiliki
tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam bersifat konduktif. Emas, perak,
tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin
besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat baik, tetapi karena sangat
mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak
digunakan.

Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang menghantarkan listrik


dengan

mudah.

Bahan

ini

mempunyai

daya

hantar

listrik

(Electrical

Conductivity) yang besar dan tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil.


Bahan penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Yang termasuk bahan-bahan penghantar (konduktor) adalah bahan yang
memiliki banyak elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebas ini
akan sangat berpengaruh pada sifat bahan tersebut. Jika suatu bahan listrik
memiliki banyak elektron bebas pada orbit-orbit elektron, bahan ini memiliki
sifat sebagai penghantar listrik. Bahan penghantar memiliki sifat-sifat
penting, yaitu : Daya Hantar Listrik Arus yang mengalir dalam suatu
penghantar selalu mengalami hambatan dari penghantar itu sendiri.
Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi persyaratanpersyaratan sebagai berikut:

1. Konduktifitasnya cukup baik.


2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
3. Koefisien muai panjangnya kecil.
4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar.

Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain:

1. Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya.


2. Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau
aluminium yang diberi campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis
lain, yang gunanya untuk menaikkan kekuatan mekanisnya.
3. Logam paduan (composite), yaitu dua jenis logam atau lebih yang
dipadukan dengan cara kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan
(welding).

Ada 2 (dua) jenis karakteristik konduktor, yaitu:


1. karakteristik mekanik, yang menunjukkan keadaan fisik dari
konduktor yang menyatakan kekuatan tarik dari pada konduktor
(dari SPLN 41-8:1981, untuk konduktor 70 mm? berselubung
AAAC-S pada suhu sekitar 30? C, maka kemampuan maksimal dari
konduktor untuk menghantar arus adalah 275 A).
2. karakteristik

listrik,

yang

menunjukkan

kemampuan

dari

konduktor terhadap arus listrik yang melewatinya (dari SPLN 4110 : 1991, untuk konduktor 70 mm2 berselubung AAAC-S pada
suhu sekitar 30o C, maka kemampuan maksimum dari konduktor
untuk menghantar arus adalah 275 A).
2. Isolator

adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hampir seluruh
bahan non logam adalah isolator. Contoh isolator adalah asbes, kayu kering,
gelas, plastik, karet, udara dll.Dalam bahan isolator , elektron-elektron tidak
bebas bergerak . Hal ini karena setiap atom dari bahan isolator terikat dengan
kuat. Pada isolator, setiap muatan elektron dipegang erat oleh inti atomnya,
sehingga pada suhu ruangan/normal tidak mungkin adanya pengaliran arus
listrik.
Apabila isolator diberi tegangan besar sehingga menghasilkan energi listrik
yang mampu mengatasi energi pengikat elektron, elektron akan dapat
berpindah.

Dengan

demikian

isolator

dapat

mengalirkan

arus

listrik.

Berdasarkan hal itu di katakan bahwa pada tegangan yang tinggi, isolator
dapat berfungsi sebagai konduktor.
3. Semikonduktor
adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara
isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada
temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan bersifat
sebagai konduktor. Bahan semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon
(Si), germanium (Ge), dan gallium arsenide.
Terdapar dua jenis semi konduktor yaitu,

semikonduktor

intrinsik

dan ekstrinsik, semikonduktor intrinsik biasanya hanya terdiri dari Ge atau Si


saja, sedangkan semikonduktor ekstrinsik gabungan dari dua jenis bahan atau
lebih. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena
konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain
(biasa disebut materi doping).
Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah sifat
elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan
menambah sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini disebut dopan.

Pada umumnya, komponen dasar aktif elektronika terbuat dari bahan-bahan


semikonduktor misalnya dioda, transistor, dan IC (Integreted Circuit).

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN :
Pada makalah ini dibahas tentang konduktor, isolator dan semi konduktor. Dan
sangat penting peranan ketiga bahan tersebut dalam rangkaian elektronika dan
elektro dalam industry maupun rumah tangga. Penghantar dalam teknik
elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat
padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor.
bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hampir seluruh bahan non
logam adalah isolator. sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada
di antara isolator dan konduktor adalah semi konduktor