Anda di halaman 1dari 9

PENGGABUNGAN USAHA

A. Pengertian Penggabungan Badan Usaha


Penggabungan Usaha (Business Combination) : penyatuan dua atau lebih perusahaan
yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan
perusahaan lain atau memperoleh kendali control atas aktiva dan operasi perusahaan lain.
Konsep Akuntansi dari BC direfleksikan dalam PSAK No. 22 tentang Akuntansi
Penggabungan Usaha. Penggabungan Usaha (Business combination) adalah penyatuan dua
atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan
menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva
dan operasi perusahaan lain.

B. Alasan-alasan Penggabungan Usaha


1. Manfaat biaya (cost advantage), melalui penggabungan usaha perusahaan dapat
memperoleh fasilitas dengan cost yang lebih rendah
2. Risiko lebih rendah (lower risk), membeli lini produk dan pasar yang telah didirikan
biasanya risikonya lebih kecil dibandingkan dengan mengembangkan produk baru
3. Berkurangnya penundaan operasi (fewer operating delays), melalui penggabungan,
fasilitas-fasilitas pabrik yang diperoleh dapat segera beroperasi.
4. Mencegah pengambilalihan (avoidance of takeovers), perusahaan-perusahaan kecil
lebih cenderung untuk diambil alih dibandingkan dengan perusahaan besar yang telah
melakukan penggabungan usaha.
5. Akuisis harta tidak berwujud (acquisition of intangible assets), akuisisi atas harta tak
berwujud yang berupa hak paten, hak atas mineral, database pelanggan atau keahlian
manajemen merupakan motivasi utama sebuah perusahaan melakukan penggabungan.

C. Struktur Organisasi dan Pelaporan Keuangan


Ketika perusahaan meluaskan usahanya atau mengubah struktur organisasinya dengan
mengakuisisi perusahaan lain atau melalui divisi internal, struktur baru harus diteliti untuk
menentukan prosedur pelaporan akuntansi yang sesuai. Beberapa pendekatan yang dapat
diterapkan, tergantung pada kondisi yang ada :
1) Merger. Penggabungan usaha di mana aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang
diakuisisi digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan pengakuisisi tidak

menimbulkan tambahan komponen organisasi. Dengan demikian, pelaporan keuangan


berdasarkan struktur organisasi awal.
2) Kepemilikan kendali (controlling ownership). Penggabungan usaha di mana
perusahaan yang diakuisisi tetap sebagai entitas legal terpisah dengan mayoritas
kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan pengakuisisi menimbulkan hubungan
induk anak perusahaan.
3) Kepemilikan minoritas (minority interest) atau kepemilikan non pengendali
(noncontrolling ownership). Pembelian kepemilikan kurang dari 50% di perusahaan
lain tidak mengakibatkan timbulnya penggabungan usaha atau situasi pengendalian.
4) Kepemilikan menguntungkan lainnya (other beneficial interest) Suatu perusahaan
dapat memiliki kepemilikan pada entitas lain walaupun tanpa ada kepemilikan
langsung pada entitas tersebut. Kepemilikan terseut timbul karena adanya perjanjian
yang dibuat oleh entitas tersebut atau melalui perjanjian operasi atau keuangan.

D. Bentuk Penggabungan Usaha


1. Merger : sebuah perusahaan mengambil alih semua operasi dari entitas lain dan
entitas yang diambil alih tersebut dibubarkan.
Contoh : A membeli aktiva perusahaan B, sehingga yang berdiri hanya perusahaan A
saja.
2. Konsolidasi : sebuah perusahaan yang baru dibentuk untuk mengambil alih aktivaaktiva dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang terpisah, dan entitas-entitas
yang terpisah tersebut dibubarkan.
Contoh : A dan B bergabung membentuk usaha baru bernama D
PT Bank Mandiri merupakan contoh penggabungan usaha konsolidasi. PT Bank
Mandiri merupakan penggabungan dari Bank Bumi Daya (BBD), Bank Ekspor-Impor
(EXIM), Bank Dagang Negara (BDN), dan Bank Pembangunan Daerah Indonesia
(Bapindo) sekitar tahun 1998.
3. Akuisisi Saham : sebuah perusahaan mengakuisisi saham berhak suara dari
perusahaan lain dan kedua perusahaan tersebut tetap beroperasi sebagai entitas hukum
yang terpisah, tetapi timbul hubungan induk anak (parent-subsidiary). Definisi
akuisisi menurut PSAK No.22, adalah sebagai berikut :
Akuisisi (Acquisiton) adalah suatu penggabungan usaha di mana salah satu
perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi

perusahaan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui


suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.

E. Jenis / Sifat Penggabungan Usaha


1. Integrasi Horizontal : penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau
pasar yang sama.
2. Integrasi Vertikal : penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang
berbeda, secara berturut-turut, tahapan produksi dan atau distribusi.
3. Konglomerasi adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk atau jasa
yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam.

F. Konsep Metode Akuntansi dari Penggabungan Usaha


1. Metode Penyatuan Kepemilikan (Pooling of Interest Method) : kepemilikan
perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap
tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Aktiva dan kewajiban dicatat sebesar
nilai bukunya. Jumlah saldo laba ditahan atau defisit jika ada dari badan usaha yang
bergabung harus diteruskan. Badan usaha yang baru sebagai kelanjutan dari semua
badan usaha yang bergabung, baik dalam bentuk suatu badan usaha tunggal maupun
sebagai induk perusahaan dengan satu atau beberapa anak perusahaan
2. Metode Pembelian (Purchase Method) : penggabungan usaha merupakan suatu
transaksi yang memungkinkan suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari
perusahaan-perusahaan. Aktiva dan kewajiban dicatat sebesar nilai wajarnya. Biaya
perolehan dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi sesuai
dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Setiap kelebihan biaya perolehan
atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan
diamortisasi maksimum 20 tahun menurut PSAK No. 19. Di Amerika, goodwill tidak
diamortisasi, tetapi setiap akhir periode goodwill dievaluasi untuk melihat ada
tidaknya penurunan nilai (impairment) dan apabila ada melakukan write off atas
goodwill sebesar penurunan nilai tersebut). Goodwill diamortisasi dan dibukukan
sebagai beban secara sistematis selama masa manfaatnya. Amortisasi ini
menunjukkan bahwa goodwill mengalami penurunan kemampuan dalam memberikan
kontribusi laba perusahaan di masa mendatang. Harta kekayaan yang diperoleh dalam
transaksi penggabungan dicatat atas dasar harga perolehannya yang diukur dengan
uang atau bila pembayarannya tidak dilakukan secara tunai, maka harus diukur

dengan menilainya secara wajar sesuai dengan kejadiannya atau dengan nilai yang
wajar dari harta kekayaan yang bersangkutan.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengestimasi masa manfaat goodwill
meliputi :
a. Ramalan umur bisnis atau industri yang bersangkutan
b. Pengaruh keusangan produk, perubahan dalam permintaan dan faktor ekonomi
lainnya
c. Ekspektasi sisa masa kerja para manajer, atau kelompok karyawan yang
menjalani tugas penting
d. Antisipasi tindakan para pesaing atau calon pesaing
e. Ketentuan hukum peraturan yang berlaku

3. Perlakuan Biaya Penggabungan Usaha pada Metode Pooling of Interest dan Metode
Purchase
Metode Pooling of Interest

Metode Purchase

Biaya

Biaya biaya yang terjadi

Biaya pemerolehan dalam

Penggabungan

mempengaruhi penggabungan usaha

metode pembelian diukur dengan

Usaha

dan untuk mengintegrasikan operasi

jumlah kas yang dikeluarkan atau

dari perusahaan-perusahaan yang

nilai wajar aktiva lain yang

bergabung dalam suatu penyatuan

didistribusikan atau surat

merupakan beban perusahaan

berharga yang diterbitkan.

gabungan.
Biaya

Perusahaan pengakuisisi dapat

Biaya perolehan meliputi biaya

Langsung

mengeluarkan biaya langsung (direct

langsung penggabungan (seperti

cost) yang dapat diatribusikan

akuntansi, hukum, konsultan, dan

langsung pada akuisisi tertentu. Biaya

biaya-biaya pendiri).

langsung ini terdiri dari biaya registrasi


dan emisi saham, honorarium tenaga
profesional seperti akuntan, penasihat
hukum, penilai dan konsultan lain
sehubungan dengan akuisisi.
Biaya Tidak

Biaya administrasi umum, termasuk Biaya-biaya tidak langsung

Langsung

biaya divisi akuisisi, dan biaya lain seperti gaji manajemen,

yang tidak dapat diatribusikan secara penyusutan, dan sewa tidak


langsung pada akuisisi tertentu, tidak diakui sebagai biaya perolehan
diakui sebagai biaya perolehan tetapi tetapi dibebankan pada saat
dibebankan pada saat terjadi pada terjadinya.
periode berjalan.

2. Aplikasi Metode Purchase


Ilustrasi : PT Rian menerbitkan 120.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp
10.000 untuk memperoleh aktiva bersih PT Puji dalam suatu usaha secara pembelian pada
tanggal 1 Juli 2007. Harga pasar saham biasa PT Rian pada tanggal tersebut Rp 16.000 per
lembar saham. Tambahan biaya-biaya langsung untuk penggabungan usaha terdiri dari biaya
bapepam sebesar Rp 8.000.000, biaya akuntan sehubungan dengan pencatatan di Bapepam
sebesar Rp 12.000.000, biaya-biaya percetakan dan penerbitan sertifikat saham biasa sebesar
Rp 30.000.000 dan biaya-biaya pendiri dan konsultan sebesar Rp 90.000.000.

Penerbitan 120.000 lembar saham dicatat pada buku PT Rian

Setiap kelebihan biaya perolehan investasi terhadap nilai wajar dicatat sebagai
goodwill. Saldo yang dicatat dalam akun investasi pada PT Puji dialokasikan dengan
menggunakan suatu ayat jurnal pada buku PT Rian. Ayat jurnal tersebut akan tampak sebagai
berikut :
Accounts Receivables

xxx

Inventories

xxx

Fixed assets

xxx

Goodwill

xxx

Accounts Payables

xxx

Notes Payables

xxx

Investments on Puji

xxx

G. Contoh soal penggabungan Usaha


Pada tanggal 1 Januari 2014, PT. A mengakuisisi semua asset milik PT. B. Biaya
untuk membeli PT.B diperoleh oleh PT. A melalui penerbitan saham sebanyak 10.000
lembar dengan nilai nominal per lembarnya Rp 10, dan saham tersebut dijual dengan Rp.
60 per lembarnya. Diketahui neraca PT. B sebelum akuisisi adalah sebagai berikut :

Neraca PT. B
Rekening

Nilai Buku Nilai


Wajar

Kas dan Piutang

40.000

40.000

Persediaan

60.000

80.000

Tanah

50.000

70.000

Bangunan dan Peralatan

400.000

350.000

Akumulasi depresiasi

(150.000)

Hak Patent

80.000

Total Aktiva

400.000

620.000

Hutang lancar

100.000

110.000

Modal Saham

100.000

Agio Saham

50.000

Laba Di Tahan

150.000

Jumlah Modal
Total hutang dan modal

510.000
400.000

620.000

Penyelesaian :
Jika PT. A menggunakan metode pooling of interest (penyatuan kepentingan) dan
metode purchase (pembelian) dalam pencatatan, maka untuk mencatat akuisisi tersebut
danmenyusun neraca setelah penggabungan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :

Metode Pooling Of Interest


10 x 10.000 = 100.000
Karena modal baru = modal lama, maka agio saham dan laba ditahan tidak berubah,
jika seandainya modal baru > modal lama, maka selisih tersebut menjadi pengurang agio
saham, jika agio saham tidak cukup untuk menutupi selisihnya maka menjadi pengurang laba
ditahan. Jika modal baru < modal lama, maka menjadi penambah agio saham dan laba
ditahan.

Jurnal menggunakan Pooling Of Interest


Rekening

Debit

Kas dan Piutang

40.000

Persediaan

60.000

Tanah

50.000

Bangunan dan Peralatan

400.000

Kredit

Hutang lancar

100.000

Modal Saham

100.000

Agio Saham

50.000

Laba ditahan

150.000

Akm. Dep. Bangunan & Peralatan

150.000

Neraca PT. A setelah penggabungan


Kas dan Piutang

40.000

Persediaan

60.000

Tanah

50.000

Bangunan dan Peralatan

400.000

Akm.
Peralatan

Dep.

Bangunan

dan (150.000)

Total Aktiva

400.000

Hutang Lancar

100.000

Modal Saham

100.000

Agio Saham

50.000

Laba ditahan

150.000

Total Hutang dan Modal

400.000

Metode Purchases
Perhitungan
Nilai pasar modal saham 60 x 10.000

600.000

Nilai pasar aktiva bersih (total aktiva total 510.000


hutang )
Goodwill

90.000

Jurnal menggunakan metode purchases


Rekening

Debit

Kas dan Piutang

40.000

Persediaan

80.000

Tanah

70.000

Bangunan dan Peralatan

350.000

Hak Patent

80.000

Goodwill

90.000

Kredit

Hutang Lancar

110.000

Modal Saham

100.000

Agio Modal Saham

500.000

Neraca PT. A setelah penggabungan

Kas dan Piutang

40.000

Persediaan

80.000

Tanah

70.000

Bangunan dan peralatan

350.000

Hak Patent

80.000

Goodwill

90.000

Total Aktiva

710.000

Hutang Lancar

110.000

Modal Saham

100.000

Agio Modal Saham

500.000

Total Hutang dan Modal

710.000