Anda di halaman 1dari 5

Sabtu, 27 Maret 2010

Salah Duduk, Saraf Bisa Terjepit


Kompas.com Sering kali kita merasakan nyeri dan ngilu pada beberapa bagian tubuh
tertentu setelah melakukan aktivitas yang berat atau duduk terlalu lama. Mungkin saja ini
bukan nyeri biasa. Jika frekuensi nyeri termasuk sering dan menjalar ke bagian tubuh
lain, bisa jadi itu gejala penjepitan saraf atau yang dikenal dengan nama saraf terjepit.
Saraf terjepit merupakan bagian dari nyeri punggung bawah atau low back pain. Pada
tulang, ada bagian yang disebut diskus (bantalan atau sambungan di antara dua tulang)
yang berfungsi semacam peredam beban (shockbreaker). Kalau diskus meleset dan
bergeser, tulang langsung menekan saraf dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat.
Rasa nyeri tadi sangat khas. Nyeri dapat menjalar ke bagian tubuh lain sesuai penjalaran
dari jaringan saraf yang terjepit. Apabila saraf yang terjepit berasal dari bagian leher,
nyeri dapat menjalar sampai ke tangan. Apabila nyeri berasal dari pinggang, penjalaran
bisa sampai ke lutut, bahkan betis.
"Nyeri yang sangat khas disebut nyeri radikuler. Kadang pasien bisa menunjukkan dari
mana dan sampai mana rasa nyeri tersebut menjalar," ungkap Dr Tiara Aninditha, Sp.S,
ahli saraf dari RS Cipto Mangunkusumo. Bagian tubuh yang paling sering mengalami
penjepitan saraf, tambahnya, adalah leher dan pinggang karena paling sering digunakan
untuk bergerak.
Tak hanya lansia
"Sering kita menganggap saraf terjepit hanya dialami lansia yang semakin tua semakin
rapuh tulangnya. Sebenarnya orang usia produktif pun dapat mengalami penjepitan saraf
ini," tutur Dr Tiara.
Pada lansia, saraf terjepit bisa karena bantalan yang menyambungkan dua tulang menjadi
elastis. Akibatnya, tulang langsung menekan tulang lain dan terjadi penjepitan saraf yang
menimbulkan nyeri pada bagian tubuh tersebut. Saraf terjepit pada lansia juga dapat
terjadi karena pengapuran atau tumbuhnya tulang muda yang runcing pada tulang
belakang sehingga menekan saraf dan terasa sakit.
Osteoporosis (pengeroposan tulang) juga dapat menyebabkan saraf terjepit pada lansia.
Pada osteoporosis, yang berkurang adalah massa tulangnya. "Jadi, ibarat tembok,
semennya yang berkurang," tuturnya. Kasus nyeri pinggang jenis ini lebih sering terjadi
pada wanita daripada pria.
Cenderung membungkuk
Pada usia produktif, biasanya saraf terjepit terjadi karena aktivitas harian yang terlalu
berat. Sering mengangkat beban berat yang hanya bertumpu pada satu bagian tubuh akan
membuat tulang di bagian tersebut tertekan dan mengenai saraf sehingga timbul nyeri.

"Posisi duduk yang salah juga dapat menyebabkan saraf terjepit. Kita sering duduk
dengan posisi membungkuk. Ini salah. Posisi duduk yang baik adalah tegak dan
menyandar," ujarnya.
Kelainan bentuk tulang punggung (skoliosis) juga dapat menjadi penyebab saraf terjepit.
"Biasanya kelainan tulang punggung ini karena kebiasaan berdiri dan duduk yang salah
sehingga tulang punggung jadi tidak lurus atau cenderung membungkuk," katanya.
Kanker dan TB
Banyak kondisi lain yang dapat menimbulkan saraf terjepit, salah satunya tuberkulosis,
biasa disingkat TBC atau TB. Kuman TB yang tak cepat ditangani dapat menyebar dan
memakan tulang sehingga tulang jadi keropos dan langsung mengenai saraf.
Kanker dan tumor juga bisa menyebabkan saraf terjepit: "Pada kasus ini, kanker atau
tumor sudah menyebar ke tulang sehingga jadi rapuh. Saraf terjepit langsung oleh
tulang," ungkapnya.
Tak sedikit pula saraf terjepit akibat trauma jatuh. Seseorang yang pernah jatuh dengan
posisi terduduk, kemungkinan dapat mengalami retak tulang belakang dan saraf terjepit.
(GHS/putri)
Chiropractic is a health care discipline and profession that emphasizes diagnosis,
treatment and prevention of mechanical disorders of the musculoskeletal system,
especially the spine, under the hypothesis that these disorders affect general health via the
nervous system. It is generally categorized as complementary and alternative medicine
(CAM), a characterization that many chiropractors reject. Although chiropractors have
many attributes of primary care providers, chiropractic has more of the attributes of a
medical specialty like dentistry or podiatry. The main chiropractic treatment technique
involves manual therapy, including manipulation of the spine, other joints, and soft
tissues; treatment also includes exercises and health and lifestyle counseling. Traditional
chiropractic assumes that a vertebral subluxation or spinal joint dysfunction interferes
with the body's function and its Innate Intelligence, a vitalistic notion that brings ridicule
from mainstream science and medicine.

Chiropractic
Chiropractic is an alternative medical system. It takes a different approach from standard
medicine in treating health problems.
The basic concepts of chiropractic are

Your body has a powerful self-healing ability

Your body's structure (mainly the spine) and its function are related
The goal of chiropractic therapy is to normalize this relationship

Chiropractic professionals are doctors of chiropractic, or D.C.s. They use a type of handson therapy called spinal manipulation or adjustment. Many people visit chiropractors for
treatment of low back pain.
Kalau dihitung-hitung dalam satu hari mungkin kita bisa menghabiskan waktu
sampai dengan 10 jam hanya untuk duduk. Mulai dari pagi hari berkendara
menuju tempat kerja, di dalam kantor, istirahat makan siang bahkan saat
beribadah pun kita melakukan gerakan duduk. Gerakan duduk yang salah dapat
menimbulkan penyakit pada tulang belakang yang apabila tidak ditangani sedini
mungkin efek sampingnya baru akan terasa di masa yang akan datang. Tentu
Anda tidak ingin masa tua diisi dengan terus-terusan berobat karena sakit pada
punggung kan? Ikuti tips duduk yang benar dan dapatkan tulang punggung yang
sehat dari sekarang!
##Duduk tegak dengan punggung lurus dan bahu ke belakang
Jika bokong telah menyentuh bagian belakang kursi, tandanya Anda telah
duduk dengan benar. Normalnya, lengkungan pada tulang belakang akan
tampak saat kita duduk. Letakan bantal kecil sebagai penyanggah untuk
membuat posisi lengkungan tulang belakang Anda normal.
##Tekuk lutut pada sudut yang benar
Pastikan posisi lutut lebih tinggi dari pinggul, agar posisi duduk Anda
proporsional.
##Hindari menyilangkan kaki
Biasakan kaki Anda berpijak pada palang kayu yang ada di bawah meja. Dengan
berpijak, kaki akan berada pada posisi tegak dan membuat tubuh Anda
otomatis berada pada posisi duduk yang benar.
##Letakkan kursi dekat dengan meja
Semakin dekat dengan meja tempat Anda bekerja, semakin sedikit pula otot
yang bekerja untuk menariknya. Oleh karena itu, pastikan tempat duduk Anda
dekat dengan tempat Anda bekerja agar otot lebih rileks.
##Istirahatkan lengan dan siku
Regangkan sesekali lengan dan siku Anda sehingga bahu akan terasa lebih
rileks.

##Jangan melintir punggung


Saat Anda akan mengambil barang dalam posisi duduk, putarlah seluruh tubuh
untuk meraihnya. Ini juga berlaku saat Anda duduk di kursi yang dapat diputar.
Sikap duduk yang benar ketika kita sedang berada di dalam kelas itu ternyata
penting buanget...!! Kalau kita duduk dengan posisi yang salah, dapat
penyebabkan hernia nucleus pulposus, yaitu saraf tulang belakang terjepit di
antara kedua ruas tulang belakang sehingga menyebabkan nyeri pinggang, otot
menjadi tegang dan kesemutan. Kita jelas nggak mau khaan???
Jadi, sebaiknya kita duduk dengan posisi punggung lurus dan bahu berada di
belakang serta bokong menyentuh belakang kursi. Caranya, duduklah di ujung
belakang kursi dan bungkukkan badan seolah membentuk huruf C. Setelah itu
tegakkan badan dan tahan untuk beberapa detik kemudian lepaskan posisi
tersebut secara ringan (sekitar 10 derajat). Posisi duduk inilah yang terbaik.
Hindari juga duduk pada kursi yang terlalu tinggi dan jangan memutar pinggang
selama duduk, sebaiknya putar seluruh tubuh.

Definition
By Mayo Clinic staff

CLICK TO ENLARGE
Bridge position

When you experience back pain that shoots down your leg, everyday activities become
difficult or even intolerable. One cause of back pain is a herniated disk, sometimes called
a slipped disk or a ruptured disk.
Your spine is made up of bones (vertebrae) cushioned by small oval pads of cartilage or
disks consisting of a tough outer layer (annulus) and a soft inner layer (nucleus).
When a herniated disk occurs, a small portion of the nucleus pushes out through a tear in
the annulus into the spinal canal. This can irritate a nerve and result in pain, numbness or
weakness in your back as well as your leg or arm.
A herniated disk generally gets better with conservative treatment. Surgery for a herniated
disk usually isn't necessary.

Symptoms
By Mayo Clinic staff
You can have a herniated disk without knowing it herniated or bulging disks
sometimes show up on spinal images of people who have no symptoms of a disk
problem. But some herniated disks can be painful. The most common signs and
symptoms of a herniated disk are:

Sciatica a radiating, aching pain, sometimes with tingling and numbness,


that starts in your buttock and extends down the back or side of one leg
Pain, numbness or weakness in your lower back and one leg, or in your neck,
shoulder, chest or arm
Low back pain or leg pain that worsens when you sit, cough or sneeze

When to see a doctor


If you experience back pain that is disabling for more than a week, call your doctor to be
evaluated. Back pain often interferes with your normal activities for a week to three
weeks. Usually the pain and disability improves significantly in four to six weeks. If
you're able to engage in limited activity but see no improvement in three weeks, then call
your doctor for an appointment. If the pain increases when you're sitting, coughing or
sneezing, a herniated disk might be the cause.
Seek prompt medical attention if:

You lose control of your bladder or bowels


Your pain increases rather than staying about the same or decreasing over time
You develop numbness or weakness in one or both legs

A disk herniation or a spinal tumor may be compressing several nerve roots in your spine.
This compression, known as cauda equina syndrome, is rare but potentially disabling. It
may require emergency surgery.