Anda di halaman 1dari 3

Laporan Pendahuluan _______________________________________________________________ BAB I 1

BAB I
TANGGAPAN TERHADAP KAK
1.1

Umum
Konsultan berpendapat bahwa TOR tersebut sudah memadai dan telah
memberikan gambaran yang cukup jelas sebagai pedoman dalam rangka
pembuatan Proposal ini. Konsultan akan dapat melaksanakan tugas-tugas
yang akan dipercayakan kepadanya, dan segala persyaratan yang diuraikan
dalam TOR tersebut telah cukup jelas dimengerti.
Kerangka Acuan Kerja tersebut telah memberikan acuan kepada Konsultan
yang meliputi antara lain sebagai berikut :
1. Latar Belakang
2. Maksud dan Tujuan
3. Sasaran
4. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa
5. Sumber Pendanaan
6. Lokasi Pekerjaan

1.2.

Tanggapan
Dalam

beberapa

hal,

konsultan

akan

menyampaikan

tanggapan

dan

pendapatnya terhadap Term of Rerence (TOR), antara lain sebagai berikut :


Kerangka Acuan Kerja atau Term of Reference (TOR) tersebut pada
dasarnya masih bersifat umum, sehinggah kurang banyak memberikan
informasi tentang kawasan yang nantinya direncanakan, luas kawasan
tersebut dan juga bangunan-bangunan yang ada disekitar kawasan
tersebut.
Kerangka Acuan Kerja tidak menyebutkan tentang gambaran umum
lokasi perencanaan, sarana dan prasarana pendukung disekitar kawasan
yang dimaksud.

Laporan Pendahuluan _______________________________________________________________ BAB I 2

Kerangka Acuan Kerja yang disusun sebaiknya menjelasakan kondisi dan


status Propasal dan Pra Design yang akan menjadi acuan dalam
Penyusunan rencana Teknis. Informasi ini penting bagi konsultan untuk
mendapatkan

gambaran

rinci

tentang

pekerjaan

yang

sedang

dilelangkan.

1.3

Maksud, Tujuan dan Sasaran


Maksud dan Tujuan
1. Merencanakan bangunan gedung serbaguna untuk menunjang kegiatan

pariwisata danau buatan khususnya di Kota.


2. Menciptakan

pengaruh

positip

di

kawasan

wisata

danau

buatan

perdagangan untuk percepatan dan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi


Kota .
Sasaran
Sasarannya adalah :
Agar terlaksananya desain yang benar-benar tepat sasaran yang sesuai
dengan spesifikasi teknis yang ada dilapangan.
Agar bangunan nantinya dapat menampung kegiatan secara efisien
sesuai dengan fungsinya.
Agar bangunan dapat menerima beban, baik yang berasal dari manusia
maupun dari alam.
Keandalan terhadap keseluruhan, baik karena penggunaan bangunan
dan sifat bahan maupun cuaca.
1.4 Ruang Lingkup Kegiatan
1. Melakukan observasi dengan Owner menyangkut masalah program
fungsi

bangunan.

Observasi

dengan

owner

dilakukan

dengan

mengadakan wawancara tentang berapa kebutuhan ruangan, jumlah


orang yang akan menempati bangunan serta apa-apa saja yang akan
mengisi bangunan yang nantinya akan menjadi beban terhadap
struktur bangunan.

Laporan Pendahuluan _______________________________________________________________ BAB I 3

2. Melakukan penyelidikan daya dukung tanah.


Letak titik-titik di tempat mana harus diadakan penyelidikan tanah
ditentukan, setelah mempelajari hasil pekerjaan topografi. dari hasil
pekerjaan itu dibuat rencana layout desain yang ditentukan.
titik sondir Penyelidikan tanah dilakukan dengan menggunakan sondir
pada beberapa buah titik, hal itu dilakukan untuk dapat mengetahui
kondisi tanah yang akan dijadikan sebagai bahan dalam perancangan
struktur pondasi nantinya.
3. Melakukan kajian secara langsung mengenai bentuk-bentuk arsitektur
dilingkungan sekitar lokasi perencanaan.
4. Mengumpulkan data-data Pemerintah setempat mengenai KDB, KLB
dan Ketinggian Bangunan.
5. Menyusun dan menyajikan perencanaan dalam bentuk gambar kerja,
Rencana Kerja dan syarat syarat (RKS), kriteria kriteria, Rincian
Pekerjaan, serta rencana Volume Pekerjaan (RAB).
1.5.

Data Kegiatan
Data data Pekerjaan Pembangunan Gedung Serbaguna sebagai berikut :
a. Kegiatan
: Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana
Pariwisata
b.

Pekerjaan

Pekerjaan Pembangunan Gedung Serbaguna

c.

Lokasi

Danau Buatan,

d.
e.

Jangka waktu
Sumber dana

:
:

30 (tiga puluh) hari kalender


-

f.

T. A

2xxx