Anda di halaman 1dari 6

IDENTITAS PASIEN

Nama

: An. P

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 7 tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: Kelas 1 Sekolah Dasar

Alamat

: Bogares Kidul Rt 8 Rw 2

Tanggal berobat

: 9 Desember 2014

A.

Keluhan Utama
Pasien mengeluh lepuh-lepuh seperti disundut rokok dan terasa sangat gatal di
wajah, leher, dan dada bagian atas sejak 10 hari SMRS.

B.

Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak sepuluh hari SMRS, pada kulithidung timbul lepuh-lepuh seperti
disundut rokok dengan bula kemerahan berisi cairan sebesar ujung jarum pentul.
Ibu pasien mengatakan bahwa pasien sering menggaruk-garuk kulitnya karena
gatal. Bula-bula kemerahan berisi cairan tersebut sebagian ada yang pecah dan
membentuk keropeng. Ibu pasien tidak mengeluhkan adanya demam pada pasien.
Semenjak bula-bula ini muncul, pasien menjadi lebih rewel dari biasanya, susah
makan dan sulit tidur.
Sembilan hari SMRS, ibu pasien mengatakan lepuh-lepuh dan bula
kemerahan ini semakin bertambah banyak di sekitar mulut serta meluas ke dahi,
pelipis dan dagu. Kemudian Ibu pasien membawa pasien berobat ke Puskesmas
dan diberikan obat minum dan salep (Ibu pasien tidak tahu nama obat). Namun
setelah diberikan obat, keluhan pasien tidak berkurang.
Dua hari SMRS, ibu pasien mengatakan lepuh-lepuh dan bula kemerahan
meluas ke daerah leher, serta jumlahnya semakin banyak. Ukurannya pun ada
yang menjadi lebih besar.

Satu hari SMRS, Ibu pasien mengatakan keluhan pasien tidak berkurang,
tetapi semakin meluas ke dada bagian atas, sehingga Ibu pasien membawa pasien
ke Puskesmas kembali untuk kontrol, dan dirujuk ke poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUD Dr. Soeselo Slawi.

C.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien belum pernah mengalami gejala penyakit seperti ini sebelumnya.

D.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ditemukan gejala penyakit yang sama dalam keluarga pasien.

PEMERIKSAAN FISIK
1. STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Baik, tampak sakit sedang.
Kesadaran

: Compos Mentis

Vital Sign

Tekanan Darah

: tidak dilakukan

Nadi

: 105 x/menit

Suhu

: 37 0C

Pernapasan

: Tidak dapat dievaluasi (pasien tidak kooperatif)

Berat badan

: 22 kg

Tinggi Badan

: 85 cm

Status Gizi

: Cukup

Kepala
Bentuk

: Normocephali, tampak UKK pada pada perbatasan antara kulit kepala


dan wajah daerah frontal, dan dahi.

Mata

: Conjunctiva pucat (-/-), Sklera kuning (-/-)

Hidung

: Septum deviasi (-), sekret (-), tampak UKK pada kulit hidung.

Mulut

: Bibir kering (-), karies dentis (-), faring hiperemis (-), tampak UKK pada
daerah sekitar mulit dan dagu.

Telinga

: Tanda radang (-), sekret (-)

Leher

: deviasi (-), pembesaran tiroid (-), pembesaran kelenjar getah bening (-),
tampak UKK pada leher.

Thorax

Inspeksi

: Bentuk normal, gerak nafas simetris.

Palpasi

: Tidak dilakukan

Perkusi

: Tidak dilakukan

Auskultasi

Jantung

: S1S2 reguler,murmur (-), gallop (-)

Paru

: SN vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-

Abdomen

: Datar, supel.

Ekstremitas

: Oedem (-), Tremor (-).

2. STATUS DERMATOLOGIKUS
Distribusi

: Regional

Ad Regio

: dahi, hidung, sekitar mulut, dagu, leher dan dada bagian atas.

Lesi

: Pustul, vesikel-bula, eritema, tampak krusta dan ekskoriasi. Multipel,


diskret sebagian konfluen, bentuk bulat, tidak teratur, ukuran miliar
sampai numular, diameter bervariasi antara 0,2 2 cm, batas tegas,
menimbul dari permukaan kulit. Tidak tampak tepi yang aktif, sebagian
kering dan sebagian basah.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan pewarnaan Gram untuk mengetahui adanya bakteri kokus Gram positif
(Staphylococcus atau Streptococcus). Namun pada pasien ini pemeriksaan ini tidak dilakukan.

RESUME
Seorang penderita anak laki laki berusia 7 tahun, beragama Islam, pendidikan kelas 1
sekolah dasar (SD), tinggal bersama ayah, ibu, dan 1 orang kakak. Pendidikan terakhir ayah dan
ibu pasien SMA. Pekerjaan ayah pasien tidak tetap (serabutan), sedangkan ibu pasien tidak
bekerja (ibu rumah tangga). Pasien datang berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr.
Soeselo Slawi tanggal 4 Oktober 2010 pukul 10.30 WIB dengan keluhan utama lepuh-lepuh
seperti disundut rokok dan terasa sangat gatal di wajah dan leher sejak 10 hari SMRS
(alloanamnesis dengan Ibu pasien). Pada anamnesis didapatkan sejak 10 hari SMRS, pada kulit
kepala dan dahi pasien timbul vesikel dan bula dengan jumlah multipel, berukuran milier sampai
numuler disertai pruritus yang meluas ke leher dan dan dada bagian atas. Higiene pasien kurang.
Pada pemeriksaan fisik status generalis didapatkan dalam batas normal. Pada
pemeriksaan dermatologis didapatkan pada wajah, leher dan dada bagian atas tampak pustul,
vesikel-bula, eritema, tampak krusta dan ekskoriasi, lesi multiple diskret sebagian konfluens,
bentuk bulat, tidak teratur, ukuran miliar sampai numuler diameter 0,2 2 cm, batas tidak tegas,
menimbul dari permukaan kulit. Tidak tampak tepi yang aktif, kering.

DIAGNOSIS KERJA
Impetigo vesikobulosa dan impetigo krustosa

DIAGNOSIS BANDING
1. Dermatitis seboroik dengan infeksi sekunder
2. Pemfigus Vulgaris
3. Ektima
4. Dermatofitosis
5. Varisela
USULAN PEMERIKSAAN
Pemeriksaan mikrobiologis : Kultur dan tes sensitivitas

PENATALAKSANAAN
1. UMUM
a. Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit dan cara pengobatannya.
b. Menerangkan pada Ibu pasien untuk mencegah pasien menggaruk karena dapat
menyebabkan luka.
c. Anjuran kepada Ibu pasien agar segera mengelap pasien bila berkeringat dan mengganti
pakaiannya.
d. Menerangkan kepada Ibu pasien bahwa obat minum yang diberikan 4x 1 sendok teh
sehari harus dihabiskan.
e. Menerangkan kepada Ibu pasien untuk datang kembali (kontrol) stelah 5-7 hari.

2. KHUSUS
a. Topikal
Antibiotika topikal : Bactroban ointment, dioleskan 2x sehari.
b. Sistemik
Antibiotik : Augmentin sirup diminum 4x 1 sendok teh/hari

PROGNOSIS

Quo ad Vitam

: ad bonam

Quo ad fungtionam

: ad bonam

Quo ad sanationam

: ad bonam