Anda di halaman 1dari 3

http://ngangkasi.wordpress.com Ngangsu Kawruh lan Sinau

Generasi Bahasa Pemrograman II : Membuat Program Menggunakan Assembly

Bahasa Asembly merupakan bahasa pemrograman generasi II yang relatif sulit karena pemrograman ini lebih dekat ke bahasa mesin, dimana programer harus memahami sistem bilangan biner, hexa dan desimal, namun di balik kesulitasn tersebut tersimpan ‘power’ rahasia dari bahasa pemrograman, karena orang yang pandai bahasa assembly maka baginya mudah untuk mengutak-atik software(virus, password, security, jaringan dll)sehingga bagi Anda yang minat ke bidang tersebut sebaiknya memperlajari bahasa Assembly . Untuk membuat program Assembly di perlukan :

1. Software Assembly (file Tasm.exe dan Tlink.exe). disini menggunakan Tasm versi 5 yang banyak terdapat internet.(jika tidak menemukan hub. ngangkasi)

2. Editor yang digunakan untuk menuliskan kode program, di sini menggunakan EDIT yaitu editor under DOS.

Agar program yang sudah di buat dapat di eksekusi, maka perlu pengaturan peletakannya pada folder program assembly

1. Instal program Assembly, letakkan foldernya di C:/Tasm

2. Selanjutnya semua file program yang di buat letakkan di C:/Tasm/Bin

3. Amati di folder tersebut harus ada file Tasm.exe dan Tlink.exe

Untuk mencoba programnya, coba ikuti langkah berikut :

1.

Masuk ke under Dos, dari star klik run ketikkan cmd atau dari start-program- acssessoris-Command Promt

2.

Masukklah ke C:/

3.

Ketikkan Cd Tasm, jika sudah masuk ke folder Tasm ketiklah Cd Bin

4.

Pada posisi C:/Tasm/Bin, ketikkan EDIT

5.

Setelah masuk ke editor EDIT, ketikkan kode program berikut :

.model small

.code

Org 100h

Proses :

Mov ah, 02h Mov dl, ‘A’ Int 21h

End

Int 20h

proses

http://ngangkasi.wordpress.com Ngangsu Kawruh lan Sinau

6. Simpanlah kode program tersebut dengan nama A.asm (.asm adalah ekstention program/pengenal file sehingga bisa di eksekusi)

7. Keluar dari EDIT

8. Ketika di DOS ketikkan:

C:/Tasm/Bin> Tasm a.asm Perintah ini akan mengubah file a.asm ke bentuk file a.obj Selanjutnya ketikkan

C:/Tasm/Bin> tlink/t a Perintah ini mengubah a.obj menjadi a.com Hal yang perlu di perhatikan adalah ketika perintah TASM masih muncul error maka lakukan perbaikan dengan cara masuk kembali ke menu EDIT dan lihat pada baris mana kesalahan terjadi. Hal lain yang perlu di perhatikan adalah:

- Jangan menggunakan huruf besar pada perintah tlink/t (TLINK/T)

- Jangan menuliskan .asm pada nama file

9. Untuk menjalankan hasil program C:/Tasm/Bin>a (tekan enter) Sehingga hasilnya :

A

Ha yang perlu di perhatikan:

1. Desimal Untuk menuliskan angka dalam bentuk desimal, bisa digunakan tanda ‘d’ pada akhir angka tersebut atau tanpa diberi tanda ‘d’, sehingga setiap angka yang tidak ada embel-embel ‘b’/biner , ‘h’/hexa, maka dianggap desimal. Misal

mov cx, 26 bisa juga ditulis mov cx,26d

2. Biner Untuk menuliskan angka dalam bentuk biner (0,1), harus ditambahkan tanda ‘b’ pada akhir angka tersebut Misal

Mov cx, 10000b

3. Hexadesimal Untuk menuliskan angka dalam bentuk hexadesimal (0,1,….F), harus di tambahkan tanda ‘h’. Hal yang perlu di perperhatikan bahwa jika angka pertama dari hexa adalah berupa karakter (A,B,C,D,E,F), maka angka 0 di depannya harus di tambahkan. Bila hal ini tidak di lakukan maka assembler akan menganggap sebagai suatu label, bukan sebagai hexa Contoh benar:

Mov cx, 0Ah Contoh salah:

Mov cx, Ah

http://ngangkasi.wordpress.com Ngangsu Kawruh lan Sinau

4. Karakter Penulisan karakter atau string diapit oleh tanda petik dua (“) atau petik satu (‘) Contoh

‘ini adalah karakter’ atau “ini adalah karakter”

5. Komentar Untuk memberikan komentar pada source file digunakan tanda ‘;’ apapun yang dituliskan dibelakang tanda ‘;’ akan dianggap sebagai komentar. Contoh

Mov ah, 02h

; copy 02h ke register ah

6. Perintah Mov Perintah mov digunakan untuk mengcopy nilai atau angka menuju suatu register, variabel atau memory, adapun syntax untuk perintah Mov adalah :

Mov Tujuan, Asal

7. Perintah Int Di dalam Assembly, perintah ini banyak digunakan untuk menginterupsi program agar melakukan sesuai yang di minta perintah int. Contoh :

Mov ah, 02h Mov dl, ‘A’ Int 21h

; servis perintah int 21 untuk mencetak karakter

; interupsi untuk mencetak karakter

Error / kesalahan yang sering dialami dalam pemrograman assembly:

1. Salah meletakkan file sehingga muncul komentar file tidak ditemukan Seharusny diletakann di Tasm/bin, atau folder yang terdapat file tasm.exe dan tlink/exe

2. Salah menuliskan nama file ketika perintah Tasm

C:/Tasm/bin>tasm abc.asm tertukar menjadi C:/Tasm/bin>tasm acb.asm

3. Salah mendeteksi kesalahan pada baris perintah kode program

4. Salah memperbaiki kesalahan Mov ah. 02h ; servis perintah int 22h untuk mencetak karakter Yang diperbaiki int22h bukan pada ah.02h

5. Salah menuliskan perintah TLINK/T > misal tlink\t , tlink/t abc.asm

6. Salah tidak mengeksekusi kembali menggunakan Tasm dan Tlink/t ketika melakukan perubahan program

( Bersambung/Ngangkasi)