Anda di halaman 1dari 2

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan penurunan simpanan

nutrisi, imaturitas produksi enzim, otot abdominal lemah, dan refleks lemah.
Tujuan : nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan
Kriteria hasil :
-

Bayi mendapat kalori dan nutrien esensial yang adekuat


Mempertahankan pertumbuhan dan peningkatan berat badan dalam kurva normal
dengan penambahan berat badan tetap, sedikitnya 20-30 gram/hari.

Intervensi

Rasional

Mandiri :
1. Kaji maturitas refleks berkenaan
dengan pemberian makan (misalnya :
mengisap, menelan, dan batuk)
2. Auskultasi adanya bising usus, kaji
status fisik dan statuys pernapasan

3. Kaji berat badan dengan menimbang


berat badan setiap hari, kemudian
dokumentasikan
pada
grafik
pertumbuhan bayi

4. Pantau masuka dan dan pengeluaran.


Hitung konsumsi kalori dan elektrolit
setiap hari
5. Kaji tingkat hidrasi, perhatikan
fontanel, turgor kulit, berat jenis urine,
kondisi membran mukosa, fruktuasi
berat badan.

1. Menentukan metode pemberian


makan yang tepat untuk bayi
2. Pemberian makan pertama bayi stabil
memiliki peristaltik dapat dimulai 612 jam setelah kelahiran. Bila distres
pernapasan ada cairan parenteral di
indikasikan dan cairan peroral harus
ditunda
3. Mengidentifikasikan adanya resiko
derajat dan resiko terhadap pola
pertumbuhan. Bayi SGA dengan
kelebihan cairan ekstrasel
kemungkinan kehilangan 15% BB
lahir. Bayi SGA mungkin telah
mengalami penurunan berat badan
dealam uterus atau mengalami
penurunan simpanan lemak/glikogen.
4. Memberikan informasi tentang
masukan aktual dalam hubungannya
dengan perkiraan kebutuhan untuk
digunakan dalam penyesuaian diet.
5. Peningkatan kebutuhan metabolik dari
bayi SGA dapat meningkatkan
kebutuhan cairan. Keadaan bayi
hiperglikemia dapat mengakibatkan
diuresi pada bayi. Pemberian cairan
intravena mungkin diperlukan untuk
memenuhi peningkatan kebutuhan,
tetapi harus dengan hati-hati ditangani
untuk menghindari kelebihan cairan

6. Kaji
tanda-tanda
hipoglikemia;
takipnea dan pernapasan tidak teratur,
apnea, letargi, fruktuasi suhu, dan
diaphoresis. Pemberian makan buruk,
gugup, menangis, nada tinggi,
gemetar, mata terbalik, dan aktifitas
kejang.

Kolaborasi :
7. Pantau pemeriksaan laboratorium
sesuai indikasi
Glukas serum
Nitrogen urea darah, kreatin,
osmolalitas serum/urine, elektrolit
urine
8. Berikan suplemen elektrolit sesuai
indikasi misalnya kalsium glukonat
10%

6. Karena glukosa adalah sumber utama


dari bahan bakar untuk otak,
kekurangan dapat menyebabkan
kerusakan SSP
permanen.hipoglikemia secara
bermakna meningkatkan mobilitas
mortalitas serta efek berat yang lama
bergantung pada durasi masingmasing episode.
Kolaborasi :
7. Hipoglikemia dapat terjadi pada awal
3 jam lahir bayi SGA saat cadangan
glikogen dengan cepat berkurang dan
glukoneogenesis tidak adekuat karena
penurunan simpanan protein obat dan
lemak.
Mendeteksi perubahan fungsi ginjal
berhubungan dengan penurunan
simpanan nutrien dan kadar cairan
akibat malnutrisi.
8. Ketidakstabilan metabolik pada bayi
SGA/LGA dapat memerlukan
suplemen untuk mempertashankan
homeostasis.