Anda di halaman 1dari 6

Dahniar Ika Kusuma Putri

D3 Teknik Kimia/ 1-E


Suatu fungsi keadaan yang
menunjukkan spontanitas dari suatu
proses kimia dalam hal perubahan
entalpi dan entropi dari suatu sistem

Energi Bebas
Proses Irreversible

Proses Reversibel

Entropi
Hub. Hukum
Termodinamika
II
Perubahan kecil
dalam bentuk
entropi dapat
sama dengan
atau lebih besar
dari

Entropi Molar
Standar

Nilai S Relatif
Sistem

Entropi Standar
Reaksi

S = K ln W

a.Pengaruh
Perubahan Suhu
So naik maka
Suhu naik
b.Keadaan Fisik
dan Perubahan
Fasa
Entropi positif
bila ada
perubahan fasa
dari teratur ke
kurang teratur

S reaksi = So - So
reaktan

K = konstanta
Boltzman
= 1,38 x 10-23

Eksotermik ->
Entropi +
Endotermik ->
Entropi -

c.Pelarutan Solid
dan Solvent
d.Pelarutan Gas
e.Ukuran atom
nak maka entropi
naik

Energi Bebas Helmholtz = A


A = U- TS
A = A2- A1
Isotermal = A = U - T S

Energi Bebas Gibbs = G


G=H-TS
dql = - dqs
dql = dqs = O
dsL = dqs/TS

KESETIMBANGAN FASA
Fase

Keadaan materi yang selalu homogen bak sifat kimia maupun


fisiknya
Kaidah Fase
Hubungan antara derajat kebebasan (F) dalam suatu sistem (C)
Gibbs
dan fase (P)
F = C-P+2
Diagram Fase Contoh : Diagram Fase Air Pada Tekanan Rendah
Satu
F = 1- P + 2
Komponen
F=3P
Diagram Fase F = 4 P
Dua
C=2
Komponen
Diagram Fase F = C P + 2, C = 3
Tiga
Bila P dan T ditetapkan
Komponen
F=3P

Persamaan
Clapeyron

dG = vdP sdT
Bila P sedikit diperbesar, titik didih akan meningkat
dGcair = vcairdP scairdT
dGuap = vuapdP suapdT
dGcair = dGuap
vcairdP scairdT = vuapdP suapdT

Kesetimbangan
Kimia
Pada reaksi yang berlangsung bolak balik, ada saat dimana laju terbentuknya
produk sama dengan laju terurainya kembali produk menjadi reaktan. Pada
keadaan ini, biasanya tidak terlihat lagi ada perubahan. Keadaan reaksi dengan
laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi baliknya (ke kiri)
dinamakan keadaan setimbang. Reaksi yang berada dalam keadaan setimbang
disebut Sistem Kesetimbangan
Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Kesetimbangan
Perhatikan reaksi pembentukan gas amonia berikut :
N2(g)+ 3H2(g) 2NH3(g) H = -92 kJ
Aksi yang diberikan
N2ditambah
N2dikurangi
H2ditambah
H2dikurangi
NH3ditambah
NH3dikurangi

Aksi yang diberikan


Tekanan diperbesar
Tekanan dikurangi

Suhu dinaikkan
Suhu diturunkan

Arah pergeseran
Ke kanan(produk bertambah)
Ke kiri(produk berubah menjadi
reaktan)
Ke kanan(produk bertambah)
Ke kiri(produk berubah menjadi
reaktan
Ke kiri(produk berubah menjadi
reaktan)
Ke kanan(produk bertambah)
Arah pergeseran
Kesetimbangan akan bergeser ke
arahkanan, sebab jumlah molnya lebih
kecil yaitu 2 mol.
Kesetimbangan akan bergeser ke
kiri,karena jumlah molnya lebih besar
yaitu 4 mol
Reaksi akan bergeser ke kiri yaitu
reaksi yang bersifat endothermis
Reaksi akan bergeser ke kiri yaitu
reaksi yang bersifat eksotermis

Kinetika Kimia
Laju Reaksi

Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk


satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk
setiap satuan waktu.
Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan
sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M), dengan
demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya
konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil
reaksi setiap satu satuan waktu (detik). Satuan laju reaksi
dinyatakan dalam satuan mol dm det atau mol /liter detik.

vi =
Energi aktivasi

((

Energi aktivasi adalah energi kinetik minimum yang


diperlukan oleh partikel-partikel peraksi untuk membentuk
kompleks teraktivasi.
K = Aeln K = ln A -

Orde Reaksi

Orde reaksi merupakan jumlah eksponen faktor konsentrasi


yang terdapat dalam hukum laju reaksi
1.Reaksi Orde Nol
- k3
C-Co = -ko.t
2.Reaksi Orde Satu

]
]

= k1 (t-tv)

3. Reaksi Orde Dua


]

]
]