Anda di halaman 1dari 10

Diskusi Kasus

Tinea Cruris

Oleh:
Pratiara Syamir Fasa, S.Ked
04114705099

Pembimbing:
dr. Mutia Devi, SpKK

BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA/
RSUP DR.MOHAMMAD HOESIN
PALEMBANG
2013

HALAMAN PENGESAHAN
Diskusi Kasus

Tinea Cruris

Oleh:

Oleh:
Pratiara Syamir Fasa, S.Ked
Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
kepaniteraan klinik senior di Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas
Kedokteran Universitas Sriwijaya Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang
periode 2 Desember 2013 6 Januari 2014.

Palembang, Desember 2013


Pembimbing

dr. Mutia Devi, SpKK

STATUS PASIEN
I. IDENTIFIKASI
Nama

: An. YB

Usia

: 3 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Suku

: Palembang

Bangsa

: Indonesia

Alamat

: Jl. Musi II, Palembang

No rekam medik : 403375


Kunjungan pertama ke Poli IKKK RSUD Palembang Bari, tanggal 16 Desember
2013
II. ANAMNESIS
(Alloanamnesis dengan ibu pasien, pada tanggal 16 Desember 2013, pukul 11.00
WIB)
Keluhan Utama:
Bercak merah disertai sisik dan sebagian luka lecet di sela paha dalam kanan dan
kiri serta lipat paha kiri yang semakin luas sejak 1 pekan yang lalu.
Keluhan Tambahan:
Gatal
Riwayat Perjalanan Penyakit :
Kisaran 2 bulan yang lalu, timbul bintil, merah, sebanyak 1 buah pada
batang kelamin. Pasien mengeluh gatal dan sering menggaruknya hingga lecet.

Ibu pasien menaburi bedak herosin 4 kali sehari. Keluhan gatal berkurang, bintil
merah tetap ada.
Kisaran 1 bulan yang lalu, bintil merah pada batang kelamin bertambah
banyak. Pasien mengeluh gatal dan sering menggaruknya hingga lecet. Ibu pasien
menaburi bedak herosin 4 kali sehari. Keluhan gatal berkurang, bintil merah tetap
ada.
Kisaran 2 minggu yang lalu, bintil merah di batang kelamin bertambah
banyak. Pasien sering menggaruknya hingga lecet. Timbul keluhan bercak merah
di sela paha dalam kanan, sela paha dalam kiri dan lipat paha kiri sebesar uang
logam seratus rupiah. Pasien sering menggaruk bintil merah dan bercak merah
hingga lecet. Ibu pasien kemudian mengoleskan salep cina namun ibu pasien lupa
nama obatnya sebanyak 3 kali sehari, bedak herosin tidak diberikan lagi. Keluhan
bintil merah dan bercak merah masih ada serta gatal tidak berkurang.
Kisaran 1 pekan yang lalu, bintil merah di batang kelamin semakin
bertambah banyak. Keluhan bercak merah di sela paha dalam kanan dan sela paha
dalam kiri meluas menjadi seukuran telapak tangan bayi. Bercak merah di lipat
paha kiri meluas menjadi seukuran setengah telapak tangan bayi. Bintil merah di
batang kelamin serta bercak merah di sela paha dalam kanan dan kiri semakin
luas setelah dioleskan salap cina. Pasien semakin sering menggaruk hingga lecet.
Beberapa hari kemudian timbul keropeng pada lecet dan sisik putih pada
permukaan bercak. Pasien kemudian berobat ke poliklinik IKKK RSUD
Palembang Bari.
Riwayat Penyakit Dahulu:
- Riwayat timbul bercak merah disertai gatal sebelumnya disangkal.
Riwayat Penyakit Dalam Keluarga:
-

Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama berupa bercak merah disertai
gatal disangkal

Riwayat Higienitas:
-

Pasien mandi dua kali sehari dengan air sumur dan sabun batangan.

Pasien mengganti baju dan pakaian dalam dua kali sehari

Pasien tidak mengganti pakaian setelah bermain di luar rumah

Pasien menggunakan pakaian dalam keadaan kulit basah terutama setelah


buang air kecil

Pasien tidak menggantu popok sekali pakai meskipun sudah penuh.

Riwayat Sosial Ekonomi:


Pasien adalah anak pertama dari ayah seorang TNI dengan penghasilan rata-rata
Rp 1.500.000,- dan ibu seorang ibu rumah tanggga.
Kesan: sosial ekonomi menengah ke bawah
III.PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan Umum : tampak sakit ringan
Kesadaran

: kompos mentis

Tekanan Darah

: tidak dilakukan

Nadi

: 110 x/menit

Pernapasan

: 30 x/menit

Suhu

: 36,8 C

Tinggi Badan

: 90 cm

Berat Badan

: 15 kg

Status gizi

: gizi baik

Keadaan Spesifik
Kepala
Mata

: konjungtiva palpebra tidak anemis, sklera tidak ikterik

Hidung

: tidak ada kelainan

Telinga

: tidak ada kelainan

Mulut

: tidak ada kelainan

Tenggorokan

: tidak ada kelainan

Leher

: tidak ada kelainan

Thoraks

: bentuk dada simetris, sela iga tidak melebar, retraksi


dinding dada tidak ada.

Jantung

: HR= 110x/menit, murmur tidak ada, gallop tidak ada.

Paru-paru

: vesikuler (+) normal, ronchi tidak ada, wheezing tidak


ada.

Abdomen

: datar, lemas, nyeri tekan tidak ada, hepar dan lien tak
teraba, bising usus dalam batas normal.

Ekstremitas atas

: tidak ada kelainan

Ekstremitas bawah

: tidak ada kelainan

Status Dermatologikus
Regio femoralis medial dextra et sinistra, regio inguinalis sinistra:
Plak, eritem, multiple, irregular, ukuran 2-3 x 2-5 cm, berbatas tegas, diskret
sebagian konfluens dengan tepi aktif berupa papul eritematosa, multipel, diameter
0,2-0,4 cm, sebagian permukaan ditutupi skuama, putih, sedang, selapis dan
sebagian terdapat erosi-ekskoriasi.
Regio dorsum penis:
Papul, eritem, multiple, diameter 0,2-0,3 cm, diskret sebagian konfluens.

Gambar 1. Regio femoralis medial dextra

Gambar 2. Regio femoralis medial sinistra, regio inguinalis sinistra

Gambar 3. Regio Dorsum Penis

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


Pemeriksaan mikroskopik preparat kerokan kulit dengan KOH 10% didapatkan
hifa panjang (+)
V. RESUME
Anak laki-laki, berusia 3 tahun beralamat dalam kota datang pertama kalinya
ke Poli IKKK RSUD Palembang Bari dengan keluhan utama timbul Bercak
merah disertai sisik dan sebagian luka lecet di sela paha dalam kanan, sela paha
dalam kiri dan lipat paha kiri yang semakin luas sejak 1 pekan yang lalu. Kisaran
2 bulan lalu, timbul papul, eritem, soliter, lentikuler di regio dorsum penis disertai
pruritus terutama saat berkeringat. Kisaran 2 pekan lalu, papul eritem menjadi
multipel dan timbul plak eritem, numular, bulat, berbatas tegas di regio femoralis
medial dekstra et sinistra dan regio inguinal sinistra. Papul eritem dan plak eritem
disertai pruritus terutama saaat berkeringat. Kisaran 1 pekan yang lalu, papul
eritem bertambah banyak dan plak eritem bertambah luas 2-3 x 2-5 cm, berbentuk
polisklik, tepi lebih aktif berupa papul, eritem, multipel, diameter 0,2-0,4 cm ,
sebagian dilapisi skuama, putih, sedang, selapis dan terdapat erosi. Papul eritem
dan plak eritem disertai pruritus yang bertambah terutama saat berkeringat. Dari

pemeriksaan fisik status generalis dan keadaan spesifik dalam batas normal. Pada
status dermatologikus Regio femoralis medial dextra et sinistra, regio inguinalis
sinistra didapatkan plak, eritem, multiple, irregular, ukuran 2-3 x 2-5 cm, berbatas
tegas, diskret sebagian konfluens dengan tepi aktif berupa papul eritematosa,
multipel, diameter 0,2-0,4 cm, sebagian permukaan ditutupi skuama, putih,
sedang, selapis dan sebagian terdapat erosi, multiple, lentikuler, diskret. Pada
regio dorsum penis papul, eritem, multiple, milier, diskret sebagian konfluens.
Pemeriksaan mikroskopik preparat kerokan kulit dengan KOH 10% didapatkan
hifa panjang (+).
VII. DIAGNOSIS BANDING
- Tinea cruris
- Kandidiasis intertrigenosa
- Dermatitis kontak alergi ec popok
VIII. DIAGNOSIS KERJA
Tinea cruris
IX. PEMERIKSAAN ANJURAN
Biakan dalam media agar Sabouraud
IX. PENATALAKSANAAN
Umum:
1. Menjelaskan kepada ibu pasien mengenai kemungkinan penyakitnya
disebabkan jamur.
2. Menasehati pasien untuk tidak menggaruk lesi karena akan menyebabkan
lesi semakin luas.
3. Menyarankan kepada ibu pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur
dan tidak menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter.

4. Menjelaskan kepada ibu pasien cara menggunakan obat dan menjelaskan


pengobatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
5. Menyarankan kepada ibu pasien untuk tidak menggunakan pakaian yang
ketat atau pakaian yang tidak menyerap keringat saat bermain

serta

langsung mengganti pakaian pasien setelah bermain agar tidak lembab.


6. Menyarankan kepada ibu pasien untuk sering mengganti popok sekali pakai
terutama setelah buang air kecil.
Khusus:
Topikal:
Salep ketokonazol 2% dioleskan 2 kali pada bercak merah selama 2 minggu.
Sistemik:
Cetirizin tablet 1x5 mg/hari/po bila gatal.
X.

PROGNOSIS

Quo ad vitam

: bonam

Quo ad functionam

: bonam

Quo ad sanationam

: bonam

10