Anda di halaman 1dari 5

JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 2, NO.

1, MARET 2011: 20-24

Pengembangan Aplikasi Video on Demand pada Sistem Internet Protocol


Televison melalui Jaringan Intranet
Agus Wagyana* dan Nuhung Suleman
Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta, Depok 16425, Indonesia
*

E-mail: awagyana@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendapatkan aplikasi atau layanan video on demand (VoD) berbasis web pada sistem internet
protocol television (IPTV) yang berjalan di jaringan intranet kampus dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan
perkuliahan, seperti penyediaan informasi berbentuk tayangan video atau televisi, pengajaran yang menggunakan materi
berbentuk video tutorial, simulasi jaringan, dan lain-lain. Sistem VoD IPTV ini disusun dari Darwin Streaming Server
atau DSS (untuk mengelola koleksi video secara streaming), LAMP web server (untuk menampilkan halaman dan menu
berbasis web), hub switch (yang mampu mendukung unicasting dari server ke banyak client) dan user yang memiliki
akses ke jaringan. User bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk menjelajah, memilih, dan menayangkan secara streaming
konten video yang dibutuhkannya pada komputer atau pesawat TV yang dilengkapi IPTV set-top-box (STB). Hasil
pengujian memperlihatkan bahwa aplikasi ini sudah mampu menyediakan konten video on demand yang bisa diakses
secara streaming melalui internet browser atau melalui media player yang mendukung protokol RTSP. Hasil
pengukuran transfer paket video pada jaringan intranet memperlihatkan bahwa protokol reliable UTP memiliki jumlah
paket yang diterima dan kecepatan aliran bit yang relatif lebih tinggi dibandingkan TCP dan UDP.

Abstract
Video on Demand Application Development on Internet Protocol Television System through Intranet Network.
This study aims to obtain an application or service video on demand (VoD) system on the web-based internet protocol
television (IPTV) which runs on the campus Intranet network and can be used to support lectures, such as the provision
of information on the form of video or television show, teaching the use of the material form of video tutorials, network
simulation, and others. IPTV VoD system is composed of Darwin Streaming Server or DSS (for managing the collection
of streaming video), LAMP web server (for displaying pages and web-based menu), switch hub (which is capable of
supporting unicasting from server to multiple clients) and users who have access to the network. Users can utilize this
application to browse, select, and display streaming video content is needed on the computer or TV sets equipped with
IPTVset-top-box (STB). Test results show that this application is able to provide video content on demand which can be
accessed by streaming over the Internet browser or media player that support RTSP protocol. Video packet transfer
measurement results on an intranet network showed that UTP Reliable protocol has a number of packets received and
the speed bit stream which is relatively higher than TCP and UDP.
Keywords: Darwin streaming server (DSS), internet protocol television (IPTV), video-on-demand (VoD)

lain. Sayangnya, sejauh ini jaringan intranet kampus


belum banyak dimanfaatkan untuk layanan VoD-IPTV
tersebut.

1. Pendahuluan
IPTV merupakan salah satu teknologi digital terkini yang
mampu mengkonvergensikan teknologi telekomunikasi,
data, informasi, dan penyiaran. Salah satu layanan
penting yang dapat disediakan oleh televisi protokol
internet ini adalah video on demand (VoD). Layanan ini
dapat digunakan untuk berbagai keperluan di
lingkungan lokal, seperti kampus, misalnya untuk
menyiarkan berbagai konten video, seperti materi
kuliah, pengumuman, tutorial, bahan pelatihan, dan lain-

Penelitian ini bertujuan mendapatkan aplikasi berbasis


web yang bisa menyediakan koleksi video berkaitan
dengan materi perkuliahan dan memungkinkan proses
pemutarannya dilakukan sesuai kebutuhan (on-demand)
penggunanya pada komputer atau pesawat televisi yang
dilengkapi IPTV set-top-box (STB). Koleksi video dapat
diputarkan secara streaming melalui sistem IPTV

20

JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 2, NO. 1, MARET 2011: 20-24

berbasis jaringan intranet untuk menjamin kualitas


layanannya.
Sistem IPTV. IPTV menyediakan layanan televisi
digital melalui protokol internet (IP). Layanan ini
meliputi TV multicasting, video on demand, triple play,
voice over IP (VoIP), dan akses web/e-mail. IPTV
merupakan konvergensi dari layanan komunikasi,
komputasi, dan konten juga perpaduan penyiaran dan
telekomunikasi [1].
Sistem IPTV memerlukan dukungan koneksi broadband
dengan jaminan QoS untuk memberikan berbagai
layanannya. IPTV bisa didukung dengan berbagai
teknologi akses seperti diperlihatkan pada Gambar 1.
Beberapa standar yang digunakan pada sistem IPTV
adalah sebagai berikut [2]: a) Codec untuk video
menggunakan standar ITU-T H.264 (ISO/IEC MPEG-4
Part 10), b) Pengiriman multicast stream menggunakan
protokol IGMP (RFC 2236), c) Pengiriman uniticast
streams menggunakan TS (ISO 13818-1) over RTP
(RFC 1889) over UDP (RFC 768), atau TS over RDP, d)
Layanan berbasis On Demand, seperti VoD,
menggunakan protokol standar, yaitu HTTP (RFC 2616)
atau RTSP (RFC 2326).
Layanan VoD. Pengiriman layanan VoD menggunakan
aliran trafik unicast untuk mengirimkan video yang
interaktif. Video dikirimkan melalui protokol transpor
media dan user berinteraksi dengan aliran media dengan
menggunakan protokol kontrol. Koleksi atau pustaka
video disimpan pada video server dan diputarkan
melewati jaringan dengan menggunakan teknik

streaming. Pengguna dapat memilih konten yang ingin


disaksikan dari tayangan daftar indeks atau katalog pada
layar display-nya.
VoD mirip seperti penyewaan DVD (DVD rental).
Salinan film dikirimkan ke pelanggan dan di-playback
dengan perintah-perintah seperti: play, pause, resume,
fast-forward, rewind, dan stop [3].
Beberapa protokol penting yang digunakan pada layanan
VoD adalah [3]: a) Real time streaming protocol
(RTSP): Session control protocol yang digunakan untuk
mengirimkan konten interaktif; b) Real time protocol
(RTP): Media transport protocol yang digunakan untuk
mengirimkan konten multimedia. RTP menggunakan
UDP atau TCP sebagai protokol transport; c) MPEG
Transport stream: MPEG-TS berisi aliran multiplexed
video dan audio yang dikirimkan melalui media transport
protocol seperti RTP/UDP atau UDP.

2. Metode Penelitian
Diagram alir tahapan pengembangan aplikasi VoD
berbasis IPTV pada jaringan intranet ini diperlihatkan
pada Gambar 3.
Konfigurasi dan Spesifikasi Sistem. Konfigurasi
sistem diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 3. Diagram Alir Pengembangan Aplikasi


Gambar 1. Komponen Sistem IPTV

Gambar 2. Penyampaian Layanan VoD

21

Gambar 4. Konfigurasi sistem VoD IPTV

22

JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 2, NO. 1, MARET 2011: 20-24

Tabel 1. Video Streaming Server

atau VLC Player [5] ke alamat DSS, dengan url: rtsp:


//192.168.30.1/nama_file_video.

OS

Linux Ubuntu Server


(Maverick Meerkat)

10.10

Prosesor

Intel Core 2 Duo

Memory

DDR2 4 GB

Hardisk Drive

1 TB

Aplikasi

Darwin Streaming Server (DSS)


versi 6.0.3 [4]

IP address

192.168.30.1

Net Mask

255.255.255.0

Kompresi dan Hinting. Kompresi dan dekompresi


pada DSS bisa menggunakan video dan audio codec
seperti ditunjukkan pada Tabel 3 dan 4 [6]. Aplikasi
yang digunakan adalah Apple Quicktime Pro.
Pengembangan Halaman Web VoD-IPTV. Software
utama yang digunakan untuk pembuatan aplikasi web
VoD-IPTV ini adalah WYSIWYG Web Builder [7] dan
Kompozer [8]. Hasil pembuatan aplikasi dapat terlihat
pada Gambar 5.
Tabel 3. Video Codec DSS

Tabel 2. Web Server

OS

Linux Ubuntu Desktop 10.10


(Maverick Meerkat)

Prosesor

Intel Dual Core T2390 1,86 GHz

Memory

DDR2 1 GB

Hardisk Drive

120 GB

Aplikasi

LAMP Server (Apache, MySQL, PHP)

IP address

192.168.30.2

Net Mask

255.255.255.0

Spesifikasi perangkat video streaming server dan web


server adalah sebagaimana Tabel 1, dan Tabel 2.

Format file
Video Codec
.mov
Cinepak, H.261, H.263, MPEG-4 Video,
Sorenson Video
.mp4
MPEG-4 Video
.3gp
MPEG-4 Video
Tabel 4. Audio Codec DSS
Format file
Audio Codec
.mov
IMA 4:1, MPEG-4 Audio, QDesign Music
2, Qualcomm PureVoice, uLaw 2:1
.mp4
MPEG-4 Video (AAC Low Complexity)
.3gp
AMR-NB (Speech), AAC Low Complexity

Setup Video Streaming Server dan Web Server. Video


streaming server DSS digunakan untuk mengelola
permintaan video secara streaming. Server ini diaktifkan
dengan menjalankan skrip perl:
$ sudo usr/local/sbin/streamingadminserver.pl
Konfigurasi (setting) server dapat dilakukan melalui
Internet browser (web front-end) ke alamat video server
DSS (http://192.168.30.1:1220). Direktori untuk
menyimpan semua video adalah: /usr/local/movies/.
File video yang disimpan harus dalam format streaming
yang sudah dikompresi dan di-hint.
Web server digunakan untuk menyimpan aplikasi
berbasis web yang menampilkan halaman file-file
pustaka video. Folder untuk menyimpan halaman/menu
web ada di: /var/www/. Setiap video memiliki link ke
file video streaming yang ada di folder movies DSS.
Koleksi video dapat diputarkan di komputer client
dengan menjalankan aplikasi Internet browser melalui
url web server (http://192.168.30.2/vod-iptv) atau
menggunakan aplikasi media player yang mendukung
protokol streaming RTSP, seperti QuickTime Player

Gambar 5. Halaman Beranda

Gambar 6. Halaman Katalog

JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 2, NO. 1, MARET 2011: 20-24

23

Gambar 8. Grafik Throughput (ntop)

Gambar 7. Halaman Pustaka Video

Tabel 5. Hasil Pengukuran Paket Video dengan OpenRTSP

Video/H264

Bit rate
(kbit/s)
201.426905
186.892421
191.977384
196.449358
217.110477
193.197821

Jumlah Paket

TVHSW.mp4
CRT.mp4
LCDTV.mp4
Sony_GoogleTV.mp4
AppleTV.mp4
IPTVWorks.mp4

2091
19865
8954
8696
1671
5304

Packet Loss
(%)
0
0
0
0
0
0

Inter-packet gap (ms)


36.332742
36.898050
36.190966
37.717478
35.567345
36.219184

Tabel 6. Pengukuran Paket video dengan Load Streamingtool

Nama File Video

Jumlah Paket
yang diterima
RelUDP
2449 1507 2451
TCP UDP

TVHSW.mp4
CRT.mp4
LCDTV.mp4
Sony_GoogleTV.mp4
AppleTV.mp4
IPTVWorks.mp4

Jumlah
Paket
yang hilang
TCP UDP

Jumlah paket yang Acknowledge


tidak berurutan
ment

RelTCP UDP
UDP
0
0
0

RelRelTCP UDP
UDP
UDP
0
0
0
1268

2638 1634 2641

1278

2745 1745 2748

1438

2478 1536 2482

1272

2297 1521 2310

1146

2641 1797 2544

1283

3. Hasil dan Pembahasan


Pengujian dan pengukuran dilakukan dengan aplikasi
loadstreamingtool, openRTSP [9], dan ntop [10]. Hasilhasil pengukurannya diperlihatkan pada Gambar 9,
Tabel 3 dan Tabel 4.
Gambar 8 memperlihatkan perubahan throughput
jaringan pada saat memutarkan sejumlah file video (6
video dengan durasi yang bervariasi) secara berututan
mulai dari 1 sampai 6 video sekaligus, selama 15 menit
Kenaikan nilai throughput sebanding dengan banyaknya
streaming file video yang aktif. Nilai troughput
maksimum terjadi pada saat ke-6 file diputarkan sekitar
1,7 Mbps.

Kecepatan aliran bit (Kbit/s)


TCP

UDP

Rel-UDP

462,561133
462,849023
503,093164
459,855664
433,019992
478,181445

286,664849
288,731836
319,671680
290,007227
288,174509
320,975391

462,762500
463,395419
503,503516
460,555273
433,835156
478,841992

Tabel 3 memperlihatkan bahwa setiap video yang


diputarkan memiliki jumlah paket yang diterima yang
berbeda-beda tergantung durasi videonya. Sedangkan
kecepatan transfer bit dan inter-packet gap relatif sama
dengan rata-rata, bertutut-turut 197,8424 kbit/s dan
36,4876 ms. Tidak terjadi packet loss karena koneksi
jaringan yang masih sederhana.
Tabel 4 memperlihatkan perbandingan transfer paket
video dengan protokol TCP, UDP, dan reliable UDP
(yang digunakan DSS). Hasilnya memperlihatkan
bahwa protokol reliable UDP memiliki jumlah paket
yang diterima dan kecepatan aliran bit yang relatif lebih
tinggi dibandingkan TCP dan UDP, tetapi dengan
menggunakan banyak paket acknowledgment.

24

JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 2, NO. 1, MARET 2011: 20-24

4. Simpulan

Daftar Acuan

Secara umum aplikasi VOD berbasis IPTV ini sudah


mampu menyediakan pustaka video edukatif dan
memungkinkan user mengakses setiap koleksi video
secara streaming melalui jaringan intranet sesuai
kebutuhannya (on demand) melalui aplikasi internet
browser atau media player yang mendukung protokol
RTSP. Sistem ini bisa direalisasikan dengan
menggunakan perangkat LAMP web server (untuk
menyimpan halaman dan menu web) dan Darwin
streaming server atau DSS (untuk mengelola koleksi
video agar bisa diakses secara streaming). Kedua server
ditempatkan pada sistem operasi Linux Ubuntu (versi
server dan desktop 10.10). Hasil pengukuran transfer
paket video pada jaringan intranet memperlihatkan
bahwa protokol reliable UDP memiliki jumlah paket
yang diterima dan kecepatan aliran bit yang relatif lebih
tinggi dibandingkan TCP dan UDP.

[1] R. Jain, IEEE Multimed. Mag. 12/3 (2005) 95.


[2] Y. Xiao, X. Du, J. Zhang, F. Hu, S. Guziani, IEEE
Commun. Mag. 45/11 (2007) 126.
[3] Ixia, IPTV-Video Server Testing (Test Plan),
http://www.ixiacom.com, 2006.
[4] Apple
Inc.,
Open
Source,
http://developer.apple.com/opensource/server/
streaming, 2007.
[5] VideoLAN, http://www.videolan.org/, 2007.
[6] BlueHost,
http://soundscreen.com/streaming/
compress_hint.html, 2007.
[7] Trafficmedia,
http://www.wysiwygbuilder.com,
2007.
[8] Kompozer, http://kompozer.net, 2009.
[9] Live555, http://www.live555.com/, 2009.
[10] Ntop, http://www.ntop.org, 2009.