Anda di halaman 1dari 15

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN

SORGUM(Sorghum bicolor L.)


KELOMPOK
Rhindy Dewi Puspita
Muhammad Darussalam. T
Cahyo Suminar
Lukman Adicahyo
Angga Imam Restu

(12671)
(12696)
(12884)
(12948)
(13023)

Tanaman Sorgum
Kelebihan
1. Budidaya mudah, murah, efisien, dan
dapat dikembangkan di lahan marginal.
2. Bahan pangan serta bahan baku
industri pakan dan pangan.
3. Daya adaptasi agroekologi yang luas,
tahan terhadap kekeringan, lebih tahan
terhadap hama dan penyakit dibanding
jagung dan gandum.

Klasifikasi
Tanaman sorgum menurut USDA (United States
Departement of Agriculture)
Kerajaan
: Plantae
Subkerajaan : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Subkelas
: Commelinidae
Ordo
: Cyperales
Famili
: Poaceae
Genus
: Sorghum Moench
Spesies
: Sorghum bicolor L.

Klasifikasi
Salah satu jenis tanaman serealia
Lingkungan tumbuh:
Ketinggian
Suhu

: 0-500 meter
: 23-30 C
(optimum 25-27 C)
pH optimum : 6,0-7,5

Teknik budidaya

Persiapan Lahan
Pemilihan varietas
Waktu tanam
Penanaman dan pola tanam
Pemeliharaan

Panen
Tanaman dipanen pada saat biji telah
mencapai masak fisiologis.
Dipanen pada umur 3 s/d 4 bulan.
Pemanenan sebaiknya saat cuaca terang.

Pasca Panen
Pengeringan
Perontokan
Pewadahan dan penyimpanan

Kesimpulan
Sorgum merupakan tanaman cukup
potensial untuk dikembangkan di
Indonesia.
Teknik budidaya sorgum meliputi
persiapan
lahan,
pemilihan
varietas, waktu tanam, penanaman
dan pola tanam, dan pemeliharaan,
serta panen dan pasca panen.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Persiapan Lahan
Pengolahan tanah
Pembuatan drainase
Membuat petakan

Lahan mengandalkan residu air


Pengolahan tanah secara ringan
Pemberian pupuk organik
Pengolahan tanah: 2-4 minggu sebelum tanam

Pemilihan Varietas
Konsumsi
UPCA S1, Keris, Badik dan Hegari Genjah

Pakan ternak
tahan hama penyakit, tahan rebah, tahan
disimpan dan dapat diratun.

Waktu Tanam
Awal musim hujan

Penanaman dan Pola


Tanam
Monokultur
75 x 40 cm dengan 4 tanaman/lubang dan
75 x 20 cm: 2 tanaman/lubang.

Tumpangsari
Stripcropping (dengan 1 baris): 200 x 25 cm dan
Stripcropping (dengan > 2 baris): 75 x 25 x 400 cm.
Benih ditanam kedalaman 4-5 cm, (5-12 biji/lubang).
Pengairan(menjaga kelembaban hingga 1 bulan).

Pemeliharaan
Penyulaman
Umur sama
Pengairan
Masa tanaman tidak boleh kekurangan air:
Tanaman berdaun empat
Selama pertumbuhan (3-6 kali dalam 4-10 hari)
pagi/ sore hari

Pemeliharaan

Penyiangan
Dangir/ bumbun
Pemangkasan
Pengendalian hama dan penyakit
Gulma: dilakukan secara manual atau menggunakan
herbisida.
Hama: Insektisida untuk hama berasal dari tanah.
Penyakit: fungisida.