Anda di halaman 1dari 15

kelompok

Fahmi Cahya Sudrajat


Robi Hardiansyah Akbar

HADATS

Pengertian Hadats Menurut Bahasa


Kata hadats berasal dari bahasa Arab yang
artinya menurut bahasa adalah sesuatu peristiwa
atau juga dapat diartikan kotoran atau tidak suci.

Pengertian Hadats Menurut Istilah


Sedangkan secara istilah, oleh banyak ulama
hadats itu diberi definisi dengan beragam redaksi,
diantaranya adalah:
Status hukum syari (hukmi)
ialah keadaan tidak suci bagi seseorang sehingga
menjadikan tidak sah dalam melakukan suatu
ibadah tertentu.

Definisi Al Hanafiyah:
baik lewat kedua lubang kemaluan atau lewat
lubang lainnya, baik sengaja atau tidak sengaja.
Definisi Al Hanabilah:
Segala yang mewajibkan wudhu atau mandi
janabah.

Intinya hadats itu adalah sebuah keadaan


dimana seseorang terlarang hukumnya melakukan
beberapa ritual ibadah, dan dihilangkan atau
diangkat hadats itu lewat wudhu, mandi janabah
atau tayammum.

Thaharah dari hadats ini disebut juga


thaharah hukmi, karena sesungguhnya yang tidak
suci itu bukan bendanya melainkan status
hukumnya. Sehingga mensucikannya bersifat ritual
hukum saja, tidak ada pembersihan atau
penghilangan secara fisik atas noda atau najis.
Thaharah hukmi didapat dengan cara berwudhu,
mandi janabah atau tayammum.

Perbedaan Hadats dengan Najis


Hadats punya beberapa persamaan dengan najis,
namun punya perbedaan. Di antaranya adalah:
Hadats Bukan Benda Tapi Status Hukum
Berbeda dengan najis yang merupakan benda
yang bisa dilihat berdasarkan warnanya, baunya
atau rasanya di lidah, hadats bukan berbentuk
sebuah benda.

Hadats adalah status hukum seseorang


karena melakukan suatu perbuatan atau mengalami
suatu kejadian. Misalnya, seorang yang buang air
kecil dan air besar, maka dia berstatus menanggung
hadats kecil. Walau pun dia telah beristinja dan
membersihkan semua najis yang melekat.

Dan wanita yang mendapat haidh, dia


berstatus menanggung hadats besar.
Walaupun haidhnya telah berhenti total dan
sama sekali tidak keluar lagi. Namun selama
dia belum mandi janabah yang fungsinya
mengangkat hadats besar, statusnya tetap
dalam keadaan berhadats besar.

Macam-Macam Hadats
1. Hadats Kecil
Ialah keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia
menjadi suci maka ia harus wudhu atau jika tidak ada air,
maka dengan tayammum.
Contohnya:
Keluar sesuatu dari dua lubang yakni qubul dan
dubur. Atau menyentuhnya
Karena hilang akal sebab mabuk, gila tau sebab lain
seperti tidur.
Bersentuhan kulit antara pria dan wanita yang bukan
mukhrim.

1. Hadat Besar
adalah keadaan seseorang tidak suci dan supay suci
maka ia harus mandi atau jika tidak ada air/berhalangan
maka denga tayammum.
Cantohnya:
Bertemunya kelamin laki-laki dengan perempuan
(bersetubuh) baik keluar mani maupun tidak.
Apabila bertemu dua khitan maka sungguh ia wajib
mandi meskipun tidak keluar mani. (HR. Muslim).
Keluar mani, baik karena mimpi atau sebab lain.
Haid.

Hal-hal yang Terlarang Bagi Orang


yang Berhadats Kecil
Shalat
Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian


jika ia berhadats sampai ia berwudhu. (HR. Al-Bukhari )

Thawaf
Menyentuh dan membawa mushaf al-Quran.
Sebagian ulama ada yang membolehkan
menyentuh dan membawa mushaf bagi orang
yang berhadats kecil.

Hal-hal yang Terlarang Bagi Orang


yang Berhadats Besar
Shalat
Thawaf
Menyentuh mushaf atau membawanya dan
membaca al-Quran
Berpuasa

SYUKRON
BIN
THANK YOU