Anda di halaman 1dari 11

1. Dimana lokasi dan fungsi dari hipotalamus ?

FISIOLOGI HIPOTHALAMUS
a.Lokasi

hipotalamus lebih rendah ke talamus. Ini adalah


posterior ke Chiasm optik dan berbatasan di sisi oleh
lobus temporal dan saluran optik.
Bagian dari otak depan yang dikenal sebagai diencephalon juga
disertakan dalam sistem limbik.. diencephalon ini terletak di bawah
belahan otak dan berisi thalamus dan hipotalamus.

b.Fungsi

Ini merupakan pusat kontrol untuk fungsi otonom banyak


dari sistem saraf perifer . Koneksi dengan struktur dan
sistem saraf endokrin memungkinkan hipotalamus untuk
memainkan peran penting dalam mempertahankan
homeostasis . Misalnya, pembuluh darah hubungan antara
hipotalamus dan kelenjar pituitari memungkinkan hormon
hipotalamus untuk mengendalikan sekresi hormon
hipofisis.. Sebagai sistem limbik struktur, hipotalamus juga
mempengaruhi berbagai tanggapan emosional.((Hipotalamus
juga merupakan pusat emosional penting, mengendalikan molekul yang
membuat Anda merasa gembira, marah, atau sedi, mengatur suhu tubuh,
tidur kelenjar pineal yang menghasilkan melatonin, makan minum/
haus,)

Hipotalamus terlibat dalam beberapa fungsi tubuh termasuk:

Fungsi Kontrol Otonom


Fungsi Kontrol endokrin

Homeostasis
Fungsi Kontrol Motor

Makanan

Peraturan Siklus tidur

Sumber :
http://biology.about.com/od/anatomy/p/Hypot
halamus.htm
Hipofisis posterior yang mengantur siapa?
2. Kelenjar apa saja yang dibutuhkan untuk menghasilkan hormon dan
hormon yang dihasilkan dan fungsi dari hormon tsb?
Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid,
paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.
a. Hipofisis
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan
menghasilkan bermacam-macam hormon yang
mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu
kelenjar hipofisis disebut master gland. Kelenjar hipofisis
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian
tengah, dan bagian posterior

Gbr. Kelenjar-kelenjar endokrin dalam


tubuh manusia

Hormon yang dihasilkan


Hormon Somatotropin (STH), Hormon
pertumbuhan (Growth Hormone / GH)

Fungsi dan gangguannya


merangsang sintesis protein
dan metabolisme lemak,
serta merangsang

pertumbuhan tulang
(terutama tulang pipa) dan
otot. kekurangan hormon ini
pada anak-anak-anak
menyebabkan
pertumbuhannya terhambat
/kerdil (kretinisme), jika
kelebihan akan
menyebabkan pertumbuhan
raksasa (gigantisme). Jika
kelebihan terjadi pada saat
dewasa, akan menyebabkan
pertumbuhan tidak
seimbang pada tulang jari
tangan, kaki, rahang,
ataupun tulang hidung yang
disebut akromegali.
Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating
Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan
dan perkembangan kelenjar
gondok atau tiroid serta
merangsang sekresi tiroksin

Adrenocorticotropic hormone (ACTH)

Mengontrol pertumbuhan
dan perkembangan aktivitas
kulit ginjal dan merangsang
kelenjar adrenal untuk
mensekresikan
glukokortikoid (hormon yang
dihasilkan untuk
metabolisme karbohidrat)

Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH)

Membantu kelahiran dan


memelihara sekresi susu
oleh kelenjar susu

Hormon gonadotropin pada wanita :


1.

Follicle Stimulating Hormone (FSH)

2.

Luteinizing Hormone (LH)

Merangsang pematangan
folikel dalam ovarium dan
menghasilkan estrogen
Mempengaruhi pematangan
folikel dalam ovarium dan
menghasilkan progestron

Hormone gonadotropin pada pria :


1.

FSH

2.

Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)

Merangsang terjadinya
spermatogenesis (proses
pematangan sperma)
Merangsang sel-sel

interstitial testis untuk


memproduksi testosteron
dan androgen

Hipofisis pars media


hormon
MSH (Melanosit Stimulating Hormon)

Fungsi
Mempengaruhi warna kulit individu,
dengan cara menyebarkan butir
melanin, apabila hormon ini banyak
dihasilkan maka menyebabkan kulit
menjadi hitam.

b. Tiroid (Kelenjar Gondok)


Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat
daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel
tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu
panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja
keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan
metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi
pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang
menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan
dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus
Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme meningkat, denyut
nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain yang nampak adalah
bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.
c. Paratiroid l Kelenjar Anak Gondok
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang
berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini
menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di
tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan
kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini
mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak
mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah
sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.

d. Kelenjar Adrenal l Suprarenal l Anak Ginjal


Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal
terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks)
dan bagian tengah (medula).
Hormon dan pengaruh hormon yang dihasilkan kelenjar adrenal dapat dilihat pada Tabel.
Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala sebagai
berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah, terasa sakit di
dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin
meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak.
Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak
mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.
e. Pankreas
Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai
pulauLangerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon
insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan
glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk
disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain
menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja
antagonis dengan hormon insulin.
Hormon dan Fungsi Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Adrenal
f. Ovarium
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium
juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu
sebagai berikut.
1. Estrogen
Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH.
Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder
pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan
wanita dengan Aria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan
payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.
2. Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan
berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah
pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan
kehamilan.
g. Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain
menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan

hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi menimbulkan dan


memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar,
mempunyai kumis, dan jakun.

http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0092%20Bio%202-11a.htm

3. Apa saja klasifikasi dari hormon?

Klasifikasi
Berdasarkan zat kimia:
Hormones can be divided into five major classes:
(1) amino acid derivatives such as dopamine, catecholamine,
and thyroid hormone (TH);
(2)small neuropeptides such as gonadotropin-releasing
hormone (GnRH), thyrotropin-releasing hormone (TRH),
somatostatin, and vasopressin;
(3) large proteins such as insulin, luteinizing hormone (LH), and
PTH produced by classic endocrine glands;
(4) steroid hormones such as cortisol and estrogen that are
synthesized from cholesterol-based precursors; and
(5) vitamin derivatives such as retinoids (vitamin A) and
vitamin D. A variety of peptide growth factors, most of which
act locally, share actions with hormones. As a rule, amino acid
derivatives and peptide hormones interact with cell-surface
membrane receptors. Steroids, thyroid hormones, vitamin D,
and retinoids are lipid-soluble and interact with intracellular
nuclear receptors.
Fauci, Longo. Harrisons Principles of Internal Medicine.
17th ed. 2008, McGraw-Hill companies.
Berdasarkan mekanisme kerjanya :
I. Hormon yang terikat pada reseptor intraselular
Androgen
Kalsitriol (1,25(OH)2-D3)
Estrogen
Glukokortikoid
Mineralokortikoid
Progestin

II.

Asam retinoat
Hormon tiroid (T3 dan T4)
Hormon yang terikat pada reseptor permukaan sel
A. Messenger kedua adalah cAMP :
Katekolamin 2-adrenergik
Katekolamin -adrenergik
Hormon ACTH
Angiotensin II
Hormon antidiuretik (ADH)
Kalsitonin
Chorionic gonadotropin, human (hCG)
Corticotropin-releasing hormone (CRH)
Hormon FSH
Glukagon
Lipotropin (LPH)
Hormon LH
Melanocyte-stimulating hormone (MSH)
Hormon paratiroid (PTH)
Somatostatin
Hormon TSH
B. Messenger kedua adalah cGMP :
Faktor natriuretik atrial (ANF)
Nitrogen oksida (NO)
C. Messenger
kedua
adalah
kalsium
atau
fosfatidilinositol (atau keduanya)
Asetilkolin (muskarinik)
Katekolamin 1-adrenergik
Angiotensin II
Hormon antidiuretik (ADH, vasopresin)
Kolesistokinin
Gastrin
Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)
Oksitosin
Platelet-derived growth factor (PDGF)
Substansi P
Thyrotropin-releasing hormone (TRH)
D. Messenger kedua adalah kinase atau lintasan
fosfat
Chorionic somatomammotropin (CS)
Epidermal growth factor (EGF)

Eritropoietin
Fibroblas growth factor (FGF)
Hormon pertumbuhan (GH)
Insulin
Insulin-like growth factor (IGF-I, IGF-II)
Nerve growth factor (NGF)
Platelet-derived growth factor (PDGF)
Prolaktin (PRL)

Fauci, Longo. Harrisons Principles of Internal Medicine.


17th ed. 2008, McGraw-Hill companies.
4. Organ organ apa saja yang dipengaruhi oleh hormon yang dihasilkan dari
hipofisis?

Sumber : Guy ton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.


Ed.11. Penerbit Buku Kedokteran: EGC.
5. Bagaimana mekanisme umpan balik setiap hormon ?

Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula - Page 5


books.google.com/books?isbn=9794486221
Ethel Slonan
6. Bagaimana hormon saling berkomunikasi ?
Komunikasi Hormon Endokrin Komunikasi Neuroendokrin Komunikasi Parakrin
1. Komunikasi Hormon Endokrin : Target Organ Hormon disekresikan ke dalam
aliran darah untuk mencapai target organ yang akan mempengaruhi aktivitas sel
organ. Kelenjar Hormon Target Komunikasi juga terjadi antara dua kelenjar
endokrin, contoh : pituitari anterior mensekresi beberapa hormon tropin yang
menstimulasi kelenajr endokrin lain untuk mensekresikan hormonnya sendiri
( kelenjar hormon target ).
2. Komunikasi Neuroendokrin : Akson dari saraf tertentu dalam hipotalamus otak
memperluas diri ke pitutari posterior, mensekresi Hormon (Mis : ADH) langsung
ke dalam aliran darah untuk mencapai target organ (Mis : Ginjal)Sel saraf
hipotalamus mensekresi hormon pengatur tertentu sistem vascular portal khusus
yang menghubungkan hipotalamus dengan kelenjar pituitari anterior dalam
aliran darah (Mis : hormon pertumbuhan dan Prolaktin). Kemudian hormonhormon pituitari anterior mencapai target organ masing-masing seperti jaringan
lemak dan kelenjar susu
3.Komunikasi Neuroendokrin : Hormon Pituitari (Mis : ACTH) disekresi sebagai
respon terhadap hormon hipotalamik (Mis : CRH). Hormon dalam sirkulasi darah
akan bertindak sebagai stimulator hormon lain (Tropin) pada beberapa kelenjar
endokrin (misal Korteks adrenal). Korteks adrenal akan mengeluarkan target
hormon final (Mis : Kortisol melalui darah utuk mencapai target organ yang
dikehendaki, seperti : hati)Komunikasi Neuroendokrin Sekresi hormon dari
kelenjar endokrin langsung sebagai respon atas kerja sistem saraf otonom.
Misalnya : hormon medula adrenal dan pineal merupakan hasil kerja sistem saraf
simpatik

4.Komunikasi Parakrin Bentuk lain komunikasi hormonal yaitu komunikasi


hormon jaringan atau lokal Hormon ini berdifusi antar ruang interseluler di
dekatnya pada jaringan yang sama untuk beraksi atas sel di dekatnya ( efek
parakrin ) atau sel yang sama ( efek otokrin) darah tidak lagi menjadi sarana
transportasi jenis hormon lokal ini, kecuali jika sel tersebut adalah sel darah itu
sendiri. Contoh : Prostaglandin

Bagaimana mekanisme pengeluaran hormon dan mekanisme kerjanya?

Mekanisme kerja hormon dalam tubuh


suatu hormon mempengaruhi jaringan target pertama kali
dengan mengaktifkan reseptor target di dalam sel jaringan ,
yang kemudian mengubah fungsi dari reseptor itu sendiri.
Contoh :
a. Perubahan dalam permeabilitas membran
Epinefrin & norepinefrin mempunyai efek yang kuat dalam
membuka atau menutup saluran ion membran untuk
natrium, kalium, atau keduanya, sehingga mengubah
potensial membran sel otot polos spesifik dan
menyebabkan eksitasi dalam beberapa keadaan atau
penghambatan pada keadaan lain.
b. Aktivasi enzim intraseluler saat satu hormon bergabung
dengan satu reseptor membran
Insulin mengikat gugus reseptor membrannya yang
menonjol ke bagian luar sel. Pengikatan ini menghasilkan
perubahan struktural dalam molekul reseptor itu sendiri,
menyebabkan gugus yang menonjol ke bagian dalam
berubah menjadi suatu kinase yang aktif. Kinase ini
kemudian akan meningkatkan fosforilasi dari berbagai zat
yang berbeda di dalam sel. Sebagian kerja insulin secara
sekunder disenbabkan oleh fosforilasi tsb.
c. Aktivasi gen melalui penggabungan dengan reseptor
intraseluler
Beberapa hormon, terutama hormon steroid & tiroid
bergabung dengan reseptor protein di dalam sel.
Kompleks reseptor-hormon yang diaktifkan kemudian
bergabung dengan atau mengaktifkan gugus spesifik dari
DNA inti sel, yang selanjutnya menimbulkan transkripsi
dari gen spesifik untuk membentuk RNA meseenger.
Guy ton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed.11.
Penerbit Buku Kedokteran: EGC.

7. Faktor faktor apa saja yang mempengaruhi kelarutan hormon dalam


tubuh?

8. Bagaimana hubungan hormon dengan metabolisme ?

http://repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/2980.pdf
9. Fungsi utama sistem endokrin ?

10.Bagaimana sintesis dan pelepasan transport, metabolisme dan eliminasi,


inaktivasi dan pengaturannya dari hormon?
11.5 axis hormon dalam memperngaruhi hormon target?