Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN

PREFERENSI PAKAN Epilachna sp.

OLEH :
EVY NUR ASTUTY (F05111018)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2014

A. PENDAHULUAN
Kesukaan hewan terhadap pakannya sangat tergantung kepada jenis dan jumlah pakan
yang tersedia. Bila jumlah pakan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pakan yang
dibutuhkan, perpindahan kesukaan terhadap jenis pakan dapat terjadi (Cambell, 2002).
Jika ketersediaan suatu jenis pakan di suatu lingkungan rendah, maka jenis makanan itu
kurang dimanfaatkan sebagai makanannya, namun jika ketersediaannya tinggi atau berlimpah
dari biasanya maka akan dikonsumsi lebih tinggi (sering). Switching atau perpindahan suatu
jenis pakan ke jenis pakan lain berdasarkan pengalaman sebelumnya dapat terjadi apabila
ketersediaan makanan di lingkungannya sudah terbatas (Cambell, 2002).
Kesukaan atau yang dikenal dengan preferensi hewan spesifik dari suatu jenis, namun
dapat berubah oleh pengalaman. Preferensi berarti bahwa jenis makanan itu lebih diperlukan
dibandingkan jenis makanan lain yang terdapat di lingkungan. Preferensi hewan terhadap
suatu jenis makanan atau mangsa tertentu sifatnya tetap dan pasti, tidak dipengaruhi poleh
ketersediaannya di lingkungan (Jumar, 2000).
Preferensi makanan dapat diamati melalui percobaan-percobaan dengan kondisi
terkontrol seperti di laboratorium, faktor biotik dan abiotik dilingkungan alam tersebut dapat
mengubah aspek kualitatif dan kuantitatif makanan yang dikonsumsihewan (Jumar, 2000).
Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Mereka mudah
dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni
serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Di negara-negara Barat, hewan ini dikenal dengan
nama ladybird atau ladybug. Awam menyebut kumbang koksi sebagai kepik, karena
ukurannya dan perisainya yang juga keras, namun kumbang ini sama sekali bukan dari
bangsa kepik (Hemiptera). Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa
anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada
beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman (Nanao,
2004).
Tubuhnya berbentuk nyaris bundar dengan sepasang sayap keras di punggungnya. Sayap
keras di punggungnya berwarna-warni, namun umumnya berwarna mencolok ditambah
dengan pola seperti totol-totol. Sayap keras yang berwarna-warni itu sebenarnya adalah sayap
elitra atau sayap depannya. Sayap belakangnya berwarna transparan dan biasanya dilipat di
bawah sayap depan jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap

belakangnya secara cepat, sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan
direntangkan untuk menambah daya angkat. Sayap depannya yang keras juga bisa berfungsi
seperti perisai pelindung (Nanao, 2004).
Kumbang koksi memiliki kaki yang pendek serta kepala yang terlihat membungkuk ke
bawah. Di kakinya terdapat rambut-rambut halus berukuran mikroskopis (hanya bisa dilihat
dengan mikroskop) yang ujungnya seperti sendok. Rambut ini menghasilkan bahan
berminyak yang lengket sehingga kepik bisa berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit
seperti di kaca atau di langit-langit (Nanao, 2004).
Mayoritas dari kepik adalah karnivora yang memakan hewan-hewan kecil penghisap
tanaman semisal kutu daun (afid). Larva dan kepik dewasa dari spesies yang sama biasanya
memakan makanan yang sama. Kepik makan dengan cara menghisap cairan tubuh
mangsanya. Beberapa jenis kepik semisal kepik Jepang dan kepik dari spesies Epilachna
admirabilis diketahui sebagai herbivora karena memakan daun. Kepik tersebut biasanya
meninggalkan jejak yang khas pada daun bekas makanannya karena mereka tidak memakan
urat daunnya. Epilachna admirabilis diketahui memakan daun tanaman budidaya semisal
daun terong sehingga merusak tanaman (Pracaya, 2008).
Preferensi dan distribusi geografi kelompok hewan Epilachna sp. Sangat penting, tidak
hanya dari satu sisi pandangan evolusioner, tetapi juga untuk program manajemen hama yang
efektif. Epilachna admirabilis merupakan serangga perusak daun dan kuncup daun. Serangga
ini menghisap cairan dalam daun. Tanaman yang biasa dimakan serangga ini adalah dari
golongan Solanaceae atau keluarga Terong-terongan (Idris, 2007).

B. TUJUAN
1. Mengetahui kemampuan pemilihan pakan oleh Epilachna sp. pada beberapa jenis
pakan.
C. MANFAAT
1. Sebagai informasi ilmu pengetahuan tentang jenis pakan yang cenderung dipilih oleh
Epilachna sp.
2. Sebagai informasi mengenai kemampuan switching hewan terhadap makanan
3. Dapat digunakan sebagai dasar pencegahan serangan hama terhadap tanaman
budidaya.
D. ALAT DAN BAHAN
1. Alat:
a. Toples

b. Pipet tetes
c. Alat tulis
2. Bahan:
a. Kumbang Koksi/Kepik Epilachna sp
b. Kertas buram
c. Air
d. Daun famili Solanaceae/Terong-terongan (daun terong, daun buas-buas, daun
cabe)
E. CARA KERJA
1. Sebanyak 10 ekor Epilachna sp. dikoleksi dari habitat daun terong di lingkungan.
2. Daun terong, daun buas-buas, dan daun cabe dikoleksi secukupnya dalam keadaan
segar.
3. Epilachna sp. yang telah didapat dimasukkan dalam toples berventilasi dan dilaparkan
selama 24 jam (tidak diberi makan).
4. Alas toples diberi kertas buram yang dibasahi air bersih 2-3 ml sehingga kertas
menjadi lembab.
5. Tiga jenis daun diletakkan dalam satu toples dengan letak yang diberi jarak antar daun
dan kemudian Epilachna sp. dimasukkan ke daam toples.
6. Pengamatan dilakukan selama 30 menit dengan poin pengamatan berupa waktu yang
diperlukan Epilachna sp. untuk menemukan makanannya, daun mana yang terlebih
dahulu ditemukan, dan jumlah Epilachna sp. pada setiap daun.

No

Jenis Daun

Waktu yang diperlukan Jumlah Epilachna sp. yang


untuk menemukan makanan menemukan makanan selama
30 menit
1
Daun terong
17 detik
4 ekor
2
Daun Buas-buas 19 detik
2 ekor
3
Daun cabe
2 menit 15 detik
F. HASIL PENGAMATAN

G. PEMBAHASAN
Praktikum preferensi atau kesukaan pada pilihan pakan menggunakan hewan Epilachna
admirabilis yang merupakan anggota kumbang koksi herbivora. Epilachna sp. adalah jenis
kumbang koksi berwarna menarik dan sebagai hama daun tanaman budidaya famili
Solanaceae (terung-terungan), seperti semua jenis terung, kentang, dan cabai. Ciri khas
kehadiran hama Epilachna sp. adalah adanya guratan khas pada daun berbentuk garis-garis.
Epilachna sp. memiliki kebiasaan unik dalam makan, yaitu, hanya memakan helai daun dan
meninggalkan urat-urat daun yang menyebabkan daun nampak ada guratan.

Epilachna sp. yang telah dikoleksi dari lingkungan kemudian dibiarkan dalam tempat
tanpa makanan selama 24 jam. Perlakuan ini bertujuan untuk meminimalisir lambatnya
Epilachna sp. dalam memilih pakan yang disukai karena sebelumnya telah makan. Dalam
keadaan lapar, Epilachna sp. akan sensitif dengan aroma makanan dan segera mencari
makanan yang disukai sehingga hasil pengamatan akan semakin baik.
Pada tempat pengamatan, diletakkan kertas buram lembab. Kertas buram lembab akan
mengakibatkan kondisi udara dalam toples pengamatan menjadi lembab dan mengandung
uap air lebih banyak. Kondisi lembab membantu pakan tetap segar, kondisi udara menjadi
dingin, dan membantu menguapkan aroma makanan. Epilachna sp. adalah hewan yang tidak
terlalu suka panas terik namun bukan juga hewan malam.
Pakan yang dipilih ada 3 jenis daun, yaitu daun Terung (Solanum sp.), daun Cabai Rawit
(Capsicum frutescens), dan daun Buas-Buas (Premna cordifolia). Masing-masing daun
diletakkan terpisah sehingga Epilachna sp. dapat bebas memilih pakan yang disukai.
Epilachna sp. menemukan daun terong hanya dalam waktu 17 detik. Daun buas-buas
hanya selisih sedikit ditemukan dalam waktu 19 detik. Sedangkan daun cabai perlu waktu
lama satu ekor Epilachna sp. hinggap di daun, yaitu selama 2 menit 15 detik. Selama
pengamatan 30 menit, terdapat 4 Epilachna sp. yang memilih pakan daun terong, pakan daun
buas-buas sebanyak 2 ekor, dan tidak ada yang memilih pakan daun cabai.
Daun terong merupakan tanaman dari famili Solanaceae dan pilihan utama sebagai pakan
Epilachna sp. Pada daun jenis inilah Epilachna sp. dikoleksi dari lingkungan. Daun terong
memiliki struktur tebal agak keras, berambut-rambut tipis. Epilachna sp. paling mudah
ditemukan di alam pada permukaan bawah daun.
Daun buas-buas adalah pilihan kedua Epilachna sp. sebagai pakan ketika pakan utama
berupa daun terong sudah ditempati banyak Epilachna lain. Sebanyak 2 ekor melakukan
switching atau perpindahan pilihan pakan kepada daun buas-buas. Daun ini juga merupakan
salah satu pakan alami Epilachna sp.
Daun cabai pada pengamaan 30 menit tidak terlihat satu ekorpun Epilachna sp. yang
makan daun jenis ini. Penyebab gagal switching pada daun ini adalah karena ketersediaan
pakan utama berupa daun terong dan daun buas-buas masih cukup tersedia. Jika pakan alami
sudah habis, daun cabai bisa saja dimakan.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kesukaan hewan terhadap pakannya sangat tergantung kepada jenis dan jumlah
pakan yang tersedia.
2. Kumbang koksi (Epilachna admirabilis) adalah salah satu serangga anggota ordo
Coleoptera yang memiliki bentuk bundar kecil dan punggungnya yang berwarnawarni serta pada beberapa jenis berbintik-bintik.
3. Epilachna admirabilis memakan daun tanaman budidaya semisal daun terong
sehingga merusak tanaman.

4. Daun yang menjadi pakan utama adalah daun terong yang ditemukan selama 17 detik
dengan jumlah 4 ekor Epilachna. Switching pakan selanjutnya adalah daun buasbuas yang juga sebagai pakan alami Epilachna ditemukan dalam waktu 19 detik
dengan 2 ekor Epilachna. Daun cabai tidak dipilih oleh Epilachna dalam masa
pengamatan 30 menit.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A., dkk. 2002. Biologi Edisi 5 Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
Idris, H. 2007. Pengaruh Bio-Insekta Kayu Manis terhadap Aspek Biologi
Epilachna. Jurnal Akba Agrosia.

Serangga

Jumar, 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta: Kinka Cipta.


Nanao, Jun dan Nanao-Kikaku. 2004. Seri Misteri Alam 3: Kumbang Koksi. Jakarta: Elex
Media Komputindo.
Pracaya, 2008. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman. Yogyakarta: Kanisius.