Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)


DI PT.TELKOM PATI

USEETV LAYANAN BERBASIS IPTV NETWORK

Disusun Oleh
Nama

: Hirroe Wijaya Ani Kesuma

NIM

: 5302411174

Jurusan/Prodi : Teknik Elektro/Pend. TIK, S1

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014

ii

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) telah disahkan oleh PT. TELKOM Pati
dan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.
Hari

Tanggal

Dosen Pembimbing

Pembimbing Lapangan

Jurusan Elektro

PT. Telkom Pati

Anggraini Mulwinda

Yani Sutrisna

NIP. 197812262005012002

NIK. 631653

Mengetahui,

Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Elektro

a.n Kakandatel Pati

Drs. Suryono, M.T

Anshar Daut

NIP. 195503161985031001

NIK. 720199

iii

ABSTRAK

Hirroe Wijaya Ani Kesuma


USEETV LAYANAN BERBASIS IPTV NETWORK
PT. Telkom IndonesiaPati
Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer-Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang
Tahun 2014

Laporan ini merupakan laporan yang disusun oleh penulis untuk


membedah lebih dalam tentang UseeTV, sebuah layanan yang sedang gencar
dipromosikan oleh PT. Telkom. Alasan pemilihan UseeTV sebagai fokus utama
di sini karena melakukan penyetingan UseeTV merupakan salah satu kegiatan
yang kami lakukan di tempat PKL. Semoga laporan ini dapat menjadi salah satu
referensi dan sumber pengetahuan baru yang membedah perkembangan
telekomunikasi dan hiburan di Indonesia.
Untuk mendukung dalam memahami prinsip kerja IPTV Network, dalam
hal ini penulis mengambil data melalui wawancara kepada pihak Telkom terkait
produk yang mereka tawarkan. Selain itu dukungan materi dari berbagai sumber
pustaka pun turut memperjelas informasi dari narasumber.
Di dalam laporan ini akan dibahas mengenai UseeTV, terkait dengan
installasi, serta berbagai macam teknologi yang dimanfaatkan oleh PT. Telkom
untuk memberikan layanan ini. Salah satu perkembangan teknologi yang
diperoleh selama menempuh kegiatan PKL di PT. Telkom Pati adalah
pemanfaatan GPON (Gigabit Passive Optical Network), sebuah teknologi baru
yang sedang dikembangkan di PT. Telkom. Melalui GPON, memungkinkan bagi
PT. Telkom memberikan sebuah layanan berupa video streaming yang kini
sedang gencar dipromosikan dengan nama UseeTV. Sebuah teknologi yang
sebenarnya merupakan penyempurnaan dari layanan TV berlangganan Groovia
yang sebelumnya sudah diperkenalkan oleh PT. Telkom kepada pelanggan.
Melalui prinsip kerja IPTV Network, PT. Telkom mampu memberikan layanan
TV berlangganan yang dikenal dengan UseeTV yang memiliki banyak
keunggulan, yang salah satunya yaitu dapat melakukan playback untuk tayangan
tujuh hari sebelumnya.
Selama proses instalasi dan aliran data ini dapat dipastikan dibutuhkan
teknisi yang paham langkah penyetingan dengan benar, sehingga meminimalisasi
terjadinya galat. Apabila terjadi galat, dengan pemahaman konsep IPTV Network
maka pemecahan masalah akan didapat.
Kata kunci : GPON, video streaming, teknologi, IPTV Network

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
kelancaran dalam menyusun Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini sehingga
dapat diselesaikan dengan tepat waktu.Ucapan terima kasih tak lupa penulis
sampaikan kepada Orang Tua, Pihak Universitas Negri Semarang dan Pihak
Kakandatel Pati.
Laporan yang berjudul USEETV LAYANAN BERBASIS IPTV
NETWORK ini berisikan hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang
dilaksanakan dari tanggal 20 Januari 2014 hingga tanggal 1 Maret 2014 di Kantor
Telkom Pati. Selain berisi hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan, laporan ini
membahas lebih dalam mengenai suatu tema yang diambil sebagai tindak lanjut
dari sedikit ilmu yang didapat dalam melakukan Praktek Kerja Lapangan.
Penulis berharap Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat
bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

Semarang, Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................. ii
ABSTRAK ............................................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vii
DAFTAR LAMPIRANviii
BAB I ......1
1.1 Latar Belakang1
1.2 Tujuan dan Manfaat... 2
1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan 4
1.4 Pengumpulan Data. 4
BAB II ......................................................................................................................5
2.1 Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan .............................................................5
2.2 Analisis Hasil Kerja......................................................................................10
BAB III ..................................................................................................................23
4.1 Kesimpulan ...................................................................................................23
4.2 Saran .............................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................25
LAMPIRAN ...........................................................................................................26

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Logo UseeTV................................................. 11


Gambar 2.2 ADSL Splitter.. 11
Gambar 2.3 Set top box UseeTV. 12
Gambar 2.4 Set top box UseeTV dihubungkan dengan televisi......... 13
Gambar 2.5 Menu Konfigurasi Set top box UseeTV.......................... 13
Gambar 2.6 Menu Koneksi Set top box UseeTV ............................... 14
Gambar 2.7 Menu Sistem Informasi Set top box UseeTV.................. 14
Gambar 2.8 Tampilan EPG................................................................. . 15
Gambar 2.9 Jaringan GPON secara Skematis...................................... 17
Gambar 2.10 Kelompok Fungsi Arsitektur IPTV................................. 20
Gambar Lampiran 1 Dokumentasi Praktik Kerja Lapangan... 26

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daftar Kegiatan Praktik Kerja Lapangan 7

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 ............... 26
Lampiran 2 ... 27
Lampiran 3 .. 28
Lampiran 4 29

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Saat ini kemajuan teknologi yang dimiliki oleh PT. Telkom
Indonesia sudah memanfaatkan teknologi GPON (Gigabit Passive Optical
Network) yang memungkinkan bagi provider, dalam hal ini PT. Telkom
Indonesia, untuk memberikan pelayanan dengan lebih baik. Kecepatan
akses internet yang lebih baik sangat didukung dengan penggunaan
teknologi GPON ini.
Melalui teknologi GPON, PT. Telkom meluncurkan sebuah produk
layanan berbasis IPTV Network yang diperkenalkan dengan nama
UseeTV. UseeTV sendiri merupakan suatu layanan video streaming dan
saluran tv streaming yang memiliki kemampuan untuk dapat diputar ulang
dari tujuh hari sebelumnya. Sebuah kelebihan yang belum dimiliki oleh
produk yang sudah ada di pasaran.
Melihat kelebihan yang cukup menarik perhatian, maka penulis
menggali lebih dalam produk UseeTV ini. Hal yang akan dijabarkan lebih
lanjut pada Bab II berkaitan dengan proses installasi UseeTV,
perlengkapan yang digunakan untuk dapat mengakses UseeTV, dan proses
aliran data dari GPON hingga sampai ke pelanggan.

1.2

Tujuan dan Manfaat


1.2.1

Tujuan

Dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, terdapat dua tujuan yang


hendak dicapai yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
1. Tujuan umum
Program Praktek Kerja Lapangan secara umum bertujuan untuk
melatih mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh
selama mengikuti perkuliahan, serta dapat memperdalam kajian ilmu
yang dipilih, juga mampu memahami tantangan dan kebutuhan dalam
dunia kerja, sehingga diharapkan mahasiswa sudah terlatih untuk
mengahadapi berbagai permasalahan dalam pekerjaan ketika berkarir
nanti.
2. Tujuan Khusus
Beberapa hal yang menjadi tujuan khusus dalam pelaksanaan Praktik
Kerja Lapangan diantaranya :
a. Mampu bekerja dalam kelompok dalam menyelesaikan proses
instalasi UseeTV.
b. Mampu membedah teknologi terbaru terkait dengan produk
komersil milik suatu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi,
khususnya yang berkaitan dengan UseeTV.
c. Memahami lebih dalam mengenai konsep IPTV Network.
d. Memahami manfaat teknologi GPON yang sedang dikembangkan
oleh Telkom.

1.2.2

Manfaat
1. Manfaat untuk mahasiswa
Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan, mahasiswa
memperoleh kesempatan untuk memperdalam ilmu yang telah
didapat dalam perkuliahan dengan mengaplikasikannya dalam
berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan.Selain
itu, mahasiswa dapat mempelajari tentang kondisi nyata dalam
suatu lingkungan kerja.
2. Untuk Institusi Universitas Negeri Semarang
Melalui Praktik Kerja Lapangan, pihak Universitas Negeri
Semarang

dapat

instansi/perusahaan

menjalin
tekait,

dalam

kerjasama
menumbuhkan

dengan
potensi

individu agar siap dalam menghadapi segala tantangan di dunia


kerja. Selain itu pihak Universitas Negeri Semarang juga dapat
mengambil manfaat yang berkaitan dengan perkembangan ilmu
dan teknologi, sehingga dapat menjadi sarana referensi
pengetahuan mengenai teknologi mutakhir.
3. Untuk Perusahaan/Instansi Tempat PKL
Melalui Praktek Kerja Lapangan, maka pihak perusahaan
membuka peluang untuk mempromosikan produk yang
dihasilkan oleh perusahaan, dengan menjadikan mahasiswa
sebagai salah satu duta dari perusahaan itu ke lingkungan
universitas.

Selain itu, pihak perusahaan dapat menerima

umpan

balik

dari

mahasiswa

yang

bertujuan

untuk

memperbaiki kinerja perusahaan, serta produk yang tengah


dipromosikan.

1.3

Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan pada :
Lokasi :PT. Telkom Indonesia Kandatel Pati yang bertempat di Jl. Pati.
Tanggal : 20 Januari 1 Maret 2014.

1.4

Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah
sebagai berikut :
1. Wawancara, yaitu melakukan 4 ubli jawab secara langsung dengan
pihak perusahaan / staff yang ahli dalam bidang terkait, yaitu Staff
Ahli bidang teknik dan Pembina Lapangan.
2. Studi pustaka, yaitu dengan membaca literaturyang menjadi sumber
pengetahuan dalam memecahkan suatu permasalahan.

BAB II
ISI

2.1 Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan


2.1.1 Penjelasan Kegiatan Secara Umum
Praktek kerja lapangan dilaksanakan selama 40 hari yaitu pada tanggal
20 Januari 2014 sampai dengan 28 Februari 2014 di PT.Telkom Pati.
Kegiatan PKL dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB
sesuai jam kerja per hari. Kegiatan PKL dilaksanakan di salah satu ruang
PT.Telkom Pati.
2.1.2 Penjelasan Kegiatan Secara Khusus
Dalam melaksanakan kegiatan PKL, penulis melakukan beberapa tugas
yang diberikan oleh perusahaan. Tugas yang harus dilaksanakan bukan hanya
tugas yang berkaitan dengan teknik dan instalasi, namun juga tentang proses
marketing dengan memanfaatkan teknologi.
Pada penugasan yang berkaitan dengan teknik dan instalasi,
pembimbing lapangan mengarahkan dalam proses instalasi UseeTV.
Sementara itu dalam penugasan tentang proses

marketing dengan

memanfaatkan teknologi, pembimbing lapangan memberikan arahan untuk


membuat sebuah media guna mempromosikan produk Telkom yaitu Speedy
Internet Instan dan Indi School.

2.1.2.1 Proses Instalasi UseeTV


Dalam perkembangannya kini, PT. Telkom cenderung lebih
menekankan pada layanan berbasis jaringan internet melalui telepon rumah
berlangganan.Jaringan internet Speedy yang mempunyai kecepatan akses
antara 250 hingga 512 Kbps memungkinkan digunakan untuk streaming
video tanpa buffering.

Melihat kelebihan itu maka PT. Telkom

menyediakan layanan TV streaming yang memiliki kualitas gambar Standar


Definition.

Layanan TV berlangganan milik PT. Telkom yang sudah

banyak dipromosikan ini adalah UseeTV.


Selain memiliki layanan dengan kualitas gambar Standar Definition
ini, UseeTV juga dapat memutar ulang (flashback) acara yang sudah
ditayangkan pada 7 hari sebelumnya.

Sehingga pelanggan tidak akan

melewatkan acara favorit yang tidak dapat diikuti pada 7 hari sebelumnya.
Berkaitan dengan peningkatan kualitas gambar, apabila pelanggan ingin
menikmati gambar dengan kualitas yang lebih baik maka dapat memilih
kualitas High Definition.

Keunggulan ini jelas menjadi andalan dalam

promosi produk milik PT. Telkom ini.


Berkaitan dengan produk milik PT. Telkom ini, pembimbing
lapangan memberikan instruksi kepada penulis untuk mempelajari proses
instalasi produk.

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan proses

instalasi meliputi spliter, modem UseeTV, dan set up box.

Tentunya

perlengkapan ini akan disediakan oleh pihak Telkom jika ada pelanggan

yang berminat untuk berlangganan, tanpa harus mencari peralatan tersebut


di pasaran.
Selama proses instalasi, penulis dipandu tahap demi tahap. Dimulai
dengan proses pemasangan dari line phone yang dipasang pada spliter.
Setiap telepon berlangganan memiliki spliter yang menjadi bawaan dari
kabel telepon. Selanjutnya dilakukan penyetelan pada modem UseeTV dan
set up box. Setelah seluruh device diatur, maka output dapat dilihat pada
layar.
2.1.2.2 Daftar Kegiatan Praktik Kerja Lapangan
Kegiatan praktek kerja lapangan yang penulis lakukan terdiri dari
kegiatan di bidang manajemen, marketing dan teknik. Daftar kegiatan
prakek kerja lapangan di PT. Telkom Pati dijabarkan di dalam tabel berikut
ini :
Tabel 2.1
Daftar Kegiatan Praktik Kerja Lapangan
No
1
2

Hari/Tanggal
Senin
20 Januari 2014
Selasa
21 Januari 2014

Rabu
22 Januari 2014

Kamis
23 Januari 2014

Jumat
24 Januari 2014

Kegiatan
Pengenalan dan
Gambaran Umum
Pembuatan Media
Promosi Produk PT.
Telkom
Pembuatan Media
Promosi Produk PT.
Telkom
Pembuatan Media
Promosi Produk PT.
Telkom
Pembuatan Media
Promosi Produk PT.

Keterangan
Insidentil

Rutin

Senin
27 Januari 2014

Selasa
28 Januari 2014
Rabu
29 Januari 2014
Kamis
30 Januari 2014
Jumat
31 Januari 2014
Senin
3 Februari 2014
Selasa
4 Februari 2014
Rabu
5 Februari 2014
Kamis
6 Februari 2014
Jumat
7 Februari 2014
Senin
10 Februari 2014
Selasa
11 Februari 2014
Rabu
12 Februari 2014
Kamis
13 Februari 2014
Jumat
14 Februari 2014
Senin
17 Februari 2014
Selasa
18 Februari 2014
Rabu
19 Februari 2014
Kamis
20 Februari 2014
Jumat
21 Februari 2014
Senin
24 Februari 2014
Selasa

8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27

Telkom
Pengenalan Perangkat
Keras Penunjang
Jaringan
Pemasangan Access
Point
Setting pasang UseeTV

Setting pasang UseeTV


Libur

Mapping BTS Telkom


pada Google Earth
Mapping BTS Telkom
pada Google Earth
Pengenalan Perangkat

Pengenalan Perangkat

Pengenalan Perangkat

Validasi Data Cabut

Validasi Data Cabut

Validasi Data Cabut

Input data Pelanggan

Input data Pelanggan

Pengumpulan Referensi
Laporan
Pengumpulan Referensi
Laporan
Pengumpulan Referensi
Laporan
Pengumpulan Referensi
Laporan
Pengumpulan Referensi
Laporan
Pengerjaan Laporan

Pengerjaan Laporan

28
29
30

25 Februari 2014
Rabu
26 Februari 2014
Kamis
27 Februari 2014
Jumat
28 Februari 2014

Pengerjaan Laporan

Pengerjaan Laporan

Pengerjaan Laporan

Sumber : Arsip penulis, 2014


2.1.2.3 Deskripsi Kegiatan Insidentil
Kegiatan insidentil merupakan kegiatan yang dilakukan tanpa rencana
atau bersifat dadakan.Selain kegiatan rutin yang dilaksanakan di dalam
perusahaan, kegiatan insidentil terkadang juga mengiringi kegiatan rutin yang
sedang dilaksanakan.

Berikut ini penjelasan kegiatan insidentil yang

dilaksanakan penulis diantaranya pemasangan Access Point dan cek


kecepatan Speedy melalui Ookla.
2.1.2.4 Deskripsi Kegiatan Rutin
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilaksanakan penulis setiap
hari baik di dalam maupun di luar jam kerja.

Kegiatan tersebut berupa

proyek yang harus dikerjakan sebagai tugas yang diberikan oleh perusahaan.
Proyek tersebut dilaksanakan secara berkelompok yaitu bersama rekan PKL
lain yang bertugas di dalam satu divisi tersebut. Kegiatan rutin tersebut
diantaranya berupa pembuatan video multimedia untuk promosi yang
memanfaatkan Microsoft Power Point.
Selain pembuatan video multimedia untuk promosi, pembimbing
lapangan memberi instruksi untuk melakukan mapping BTS PT. Telkom
wilayah Kudus. Pemetaan dilakukan di Google Earth, sehingga lebih akurat

10

sesuai dengan Garis Lintang dan Garis Bujur. Selain itu untuk tugas yang
berkaitan

dengan

manajemen,

pembimbing

menginstruksikan

untuk

melakukan pengecekan setiap pelanggan melalui saluran telepon.


Penugasan rutin ini dilakukan secara kelompok. Artinya dibutuhkan
pembagian tugas agar setiap peserta PKL dapat diberdayakan secara optimal.
Sehingga tugas dapat diselesaikan secara tepat waktu dan memuaskan.

2.2

Analisis Hasil Pekerjaan


2.2.1 Penjelasan tentang UseeTV
UseeTV

merupakan

salah

dipromosikan oleh PT. Telkom.

satu

produk

yang

sedang

gencar

Memanfaatkan teknologi GPON yang

memungkinkan untuk layanan IPTV, Telkom menyuguhkan layanan saluran


TV berlangganan dengan nama UseeTV. UseeTV sebenarnya merupakan
pengembangan dari Groovia, layanan video dan tvstreaming yang
sebelumnya sudah diperkenalkan oleh PT. Telkom. Namun produk Groovia
ini kurang mendapat sambutan yang baik di pasar.

11

Gambar 2.1 Logo UseeTV


Tentunya untuk menikmati layanan UseeTV ini, pelanggan harus
berlangganan layanan Speedy terlebih dahulu. Hal ini karena untuk dapat
menjalankan layanan UseeTV dibutuhkan akses kecepatan internet yang
tinggi dan stabil.Selain itu untuk pemasangan perangkat agar internet dapat
digunakan untuk mengirim saluran TV didapatkan dari PT. Telkom.
Prosedur pemasangan perangkat UseeTV ini melalui line phone yang
sudah didapatkan pelanggan ketika mulai melakukan langganan telepon di
PT. Telkom. Melalui line phone disambungkan pada splitter. Fungsi dari
splitter adalah untuk memisahkan sinyal analog dan sinyal digital, sehingga
tidak terjadi gangguan pada telepon saat internet berjalan, begitupun
sebaliknya.

Gambar 2.2 ADSL Splitter


Setelah melalui splitter barulah digunakan modem UseeTV yang
digunakan untuk akses channel yang disediakan UseeTV. Setelah disambung

12

pada modem, saluran diarahkan pada Set top box. Fungsi dari Set top box ini
adalah sebagai interface dari modem digital Speedy / UseeTV ke pesawat
televisi.

Gambar 2.3 Set top box UseeTV


Beberapa penjelasan di atas merupakan langkah teknis dalam
merangkai perangkat keras untuk dapat menikmati layanan UseeTV.
Sementara untuk langkah teknis dalam penggunaan dan penyettingan awal
pada televisi dilakukan menggunakan nomor ID langganan Speedy dan
password yang sudah diberikan oleh pihak Telkom. Setelah proses selesai,
barulah dapat dinikmati layanan UseeTV, tv streaming yang dapat
melakukan playback dari channel yang telah tayang tujuh hari
sebelumnya.
2.2.2

Proses Instalasi UseeTV


Langkah awal dalam melakukan setting UseeTV adalah memasang

set top box UseeTV. Pemasangan memperhatikan kabel yang harus saling
terhubung antara set top box dengan televisi sendiri. Memastikan bahwa
kabel audio masuk pada port audio left dan right, video dan s-video yang

13

menghubungkan antara televisi dengan set top box. Seperti dapat dilihat
pada gambar 2.4 di bawah.

Gambar 2.4 Set top box UseeTV dihubungkan dengan televisi


Setelah dipastikan tertancap dengan benar, maka langkah
selanjutnya adalah melakukan setting pada set top box. Setting yang
dilakukan adalah penyettingan DHCP termasuk sandi konfigurasi yang
default yaitu 6321, memasukkan username dan password. Biasanya
username yang dimasukkan adalah nomor langganan Speedy, sementara
password-nya diberi secara rahasia oleh pihak Telkom. Seperti yang dpat
dilihat pada gambar 2.5 dan gambar 2.6 di bawah.

Gambar 2.5 Menu Konfigurasi Set top box UseeTV

14

Gambar 2.6 Menu Koneksi Set top box UseeTV


Setelah semua dipastikan terisi dengan benar, baru dilanjutkan
pada pengecekan IP pada set top box UseeTV. Kita masuk pada menu
Sistem Informasi dan kemudian memilih menu Info Jaringan. Perhatikan
menu Network Info dan pastikan bahwa IP yang tercantum adalah
10.x.x.x. Apabila pada Network Info tertera IP 192.168.1.x maka setting
network belum sempurna. Saat seluruh pengaturan sudah benar maka
dilakukan reboot. Seperti yang dapat dilihat pada gambar 2.7 di bawah.

Gambar 2.7 Menu Sistem Informasi Set top box UseeTV


Setelah proses reboot selesai, kemudian akan muncul EPG.
Artinya layanan Unicast sudah benar. Pengecekan layanan UseeTV dapat

15

dilakukan dengan melihat kesesuaian channel dengan paket langganan.


Seperti yang dapat dilihat pada gambar 2.8 di bawah.

Gambar 2.8 Tampilan EPG

2.2.3

GPON (Gigabit Passive Optical Network)


GPON adalah suatu teknologi akses ang dikategorikan sebagai

Broadband Access berbasis kabel serat optik evolusi dari BPON. GPON
merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984
dan hingga bersaing dengan GEPON (Gigabit Ethernet PON), yaitu PON
versi IEEE yang berbasiskan teknologi ethernet.

GPON mempunyai

dominasi market yang lebih tinggi dan roll out lebih cepat dibandingkan
GEPON. Standar G.984 mendukung bit rate yang lebih tinggi, perbaikan
keamanan dan pilihan protocol layer 2 (ATM, GEM , atau Ethernet). Baik
GPON ataupun GEPON, menggunakan serat optik sebagai medium
transmisi. Satu perangkat akan diletakkan pada sentral, kemudian akan
mendistribusikan traffic Triple Play (Suara/VoIP, Multi Media/Digital
Play TV dan Data / Internet) hanya melalui media 1 core kabel optik di sisi

16

subscriber atau pelanggan. Sesuatu yang menjadi ciri khas dari teknologi
ini dibanding teknologi optik lainnya semacam SDH adalah teknik
distribusi traffic-nya dilakukan secara pasif. Dari sentral hingga ke arah16
subscriber akan didistribusikan menggunakan pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8,
1:16, 1:32, 1:64). GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple
access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan
broadcast 16ke arah16 downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps.
Model paketisasi data menggunakan GEM (GPON Encapsulation
Methode) atau ATM cell untuk membawa layanan TDM dan packet based.
GPON jadi memiliki efisiensi bandwith yang lebih baik dari BPON (yang
hanya 70%), yaitu 93%.
Prinsip kerja dari GPON itu sendiri ketika data atau sinyal dikirim
dari OLT, maka ada bagian yang bernama splitter yang berfungsi untuk
memungkinkan fiber optik tunggal dapat mengirim ke berbagai ONU,
untuk ONU sendiri akan memberikan data-data dan sinyal yang diinginkan
user. Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint, dari fiber
ke arsitektur premise network dimana unpowered optical splitter (splitter
fiber) fiber optik tunggal.
Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time Division
Multiplexing) sehingga mendukung layanan T1, E1, dan DS3. Tidak
seperti sistem multiplekser lainnya, GPON mempunyai layer PMD
(Physical Media Dependent) yang dilengkapi dengan FEC (Forward Error
Corection). ONU mempunyai kemampuan untuk mentransmisikan data di

17

3 mode power. Pada mode 1, ONT akan mentransmisikan pada kisaran


daya output yang normal. Pada mode 2 dan 3 ONT akan mentransmisikan
3-6 Db lebih rendah daripada mode 1 yang mengizinkan OLT untuk
memerintahkan ONT menurunkan daya apabila OLT mendeteksi sinyal
dari ONT terlalu kuat atau sebaliknya, OLT akan memeberi perintah ONT
untuk menaikkan daya jika terdeteksi sinyal dari ONT terlalu rendah.
Skema jaringan GPON dapat dilihat pada gambar 2.9 di bawah.
.

Gambar 2.9 Jaringan GPON secara Skematis

2.2.4

Konsep IPTV Network


Penggunaan GPON pada teknologi yang dikembangkan oleh PT.

Telkom membawa dampak yang sangat besar. Selain dari segi efisiensi
dalam hal komponen kabel, dengan GPON dapat dikembangkan sebuah
teknologi yang memungkinkan untuk memberikan layanan video
streaming yang realtime tanpa buffer yang mengandalkan jaringan
internet. Teknologi itu dikenal sebagai IPTV Network.

18

IPTV (Internet Protocol Television) adalah suatu sistem dimana


layanan digital 18 ublic 18 e dikirimkan menggunakan Internet Protocol
melalui jaringan infrastruktur diantaranya termasuk koneksi yang
berkecepatan tinggi. Sebuah sistem IPTV memungkinkan ratusan saluran
TV dan video dilihat pada jumlah pelanggan yang tidak terbatas selama
TV dan PC terhubung pada jaringan internet yang stabil.
Komponen utama untuk dapat menggunakan IPTV diantaranya :
a. Internet Protocol (IP)
Merupakan format paket dan skema alamat yang memungkinkan untuk
adanya akses internet.UPD (User Datagram Protocol) adalah protocol
yang biasa dipakai.Protocol ini menghubungkan sumber data dan tujuan IP
guna mengakses informasi dalam sistem.
b. Televisi (TV)
Televisi bersifat sebagai media untuk menayangkan gambar dan audio.
Pada IPTV, data berupa audio dan visual dikirimkan melalui jaringan
internet dan ditayangkan melalui televisi (TV) ini. Sementara itu IP yang
digunakan bukanlah sebuah IP 18ublic, namun IP pribadi.
Sebagai suatu teknologi baru yang memungkinkan untuk
menikmati video yang berkualitas tinggi seperti real time full motion
video, IPTV memiliki berbagai macam feature diantaranya :
a. IPTV dapat menyiarkan secara live atau prerecorded digital video
berbagai macam program, serta dapat melakukan capturing dan
transmisi program dari berbagai source.

19

b. IPTV dapat melakukan scheduling / penjadwalan program sesuai


dengn kebutuhan pelanggan dan penyedia layanan.

Sehingga

memungkinkan untuk memilih program yang diminati.


c. IPTV dapat memberikan layanan yang ekonomis namun tidak
mengorbankan kualitas layanan gambar.

Hal ini karena teknologi

bandwith transmisi yang efisien, yaitu IP multicasting.


d. IPTV mendukung format standar MPEG (Motion Picture Experts
Group) untuk memberikan high quality, full motion video. Feature ini
merupakan tambahan terhadap standar CODEC (compression /
decompression) untuk menjamin kualitas gambar yang optimal sesuai
dengan spesifikasi aplikasi dan bandwidth yang ada.
e. IPTV cenderung lebih efisien dalam segi tenaga, ruang dan biaya.
2.2.5

Arsitektur IPTV
Untuk dapat melakukan fungsi dalam mengirimkan aliran data,

IPTV memiliki requirement khusus yang didukung oleh 5 kelompok


bagian dalam suatu arsitektur, yaitu Content Operation, Service Operation
& Management, Media Distribution & Delivery, Customer dan System
Management & Security . Susunan dari kelompok itu dalam sistem IPTV
seperti gambar di bawah.

20

Content Operation

System
Management
& Security

Service Operation & Management

Customer

Media Distribution & Delivery

Gambar 2.10 Kelompok Fungsi Arsitektur IPTV


Pada masing-masing kelompok sendiri masih terdapat berbagai
macam komponen pendukung yang membentuk suatu kesatuan fungsi.
Misalnya pada kelompok fungsi Service Operation & Management
terdapat beberapa bagian diantaranya yaitu Content Engine yang mengatur
masalah manajemen konten, Billing / Acounting yang mengatur masalah
bill / pembayaranan berlangganan, Portal yang mengatur akses pelanggan
ke konten yang disimpan.
Akan tetapi secara garis besar, bagian dari kelompok fungsi
memiliki satu fungsi umum dari kelompok fungsi. Pada kelompok fungsi
manajemen jaringan (System Managementand Security Function Set)
merupakan kelompok fungsi yang khusus menangani pengawasan dan
perlindungan terhadap sistem.

Selain itu juga menangani masalah

pengawasan kualitas layanan agar dapat memberi kepuasan pada

21

pelanggan.

Kelompok ini juga bertanggungjawab dalam memeriksa

kegagalan layanan maupun sistem, dan memastikan perlindungan terhadap


layanan.
Pada kelompok konten (Content Operation Function Set) fokus
menangani masalah penyediaan program-program TV. Selain itu juga
menangani masalah penyediaan konten multimedia lainnya, karena
biasanya saluran IPTV yang disediakan provider juga menyediakan
layanan saluran radio.
Pada kelompok fungsi manajemen dan operasi layanan (Service
Operation & Management Function Set) fokus utamanya dalam
pengendalian dan pengaturan khusus layanan IPTV.

Pengaturan ini

biasanya berkaitan dengan kualitas layanan gambar yang dibeli oleh


pelanggan.Pada UseeTV terdapat 2 macam layanan gambar yaitu High
Definition (HD) dan Standard Definition (SD).
Sementara pada kelompok fungsi Media Distribution and Delivery
Function Set berfokus pada kualitas stream konten IPTV yang dialirkan ke
pelanggan. Namun perlu diperhatikan bahwa dalam aliran data ini juga
disertai dengan fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan
streaming.

Sedangkan untuk sistem pengiriman dan distribusi media

disesuaikan dengan topologi yang memungkinkan untuk tujuan profit yang


tinggi namun tidak mengurangi kualitas layanan.
Pada kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah
fungsi yang mengatur masalah eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi

22

pelanggan. Hal ini perlu diperhatikan karena kepuasan pelanggan atas


layanan sangat bergantung pada fungsi ini.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teknologi GPON sangat memungkinkan untuk menyediakan layanan
video yang disalurkan melalui jaringan internet.Di PT. Telkom pengembangan
dan pemanfaatan GPON cukup dapat dinikmati oleh pelanggan.Salah satu dari
pemanfaatan GPON, digunakanlah fasilitas IPTV Network untuk menyediakan
layanan saluran TV berlangganan. Produk ini dikenal dengan nama UseeTV.
Proses instalasi UseeTV membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang
tinggi.

Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman tentang langkah-langkah

penyetingan agar sistem berjalan dengan baik. Langkah-langkah itu yakni :


1. Melakukan pemasangan set top box UseeTV dengan televisi.
2. Melakukan penyetingan DHCP, sandi konfigurasi, username dan
password pada set top box.
3. Melakukan pengecekan IP pada menu Sistem Informasi.
4. Melakukan proses reboot hingga muncul EPG.

3.2 Saran
Untuk Universitas Negeri Semarang
-

Sebaiknya pihak universitas dapat memanfaatkan kegiatan PKL ini


sebagai sarana promosi produk output dari universitas dengan
melakukan pengawasan kegiatan secara terstruktur dan kunjungan guna
23

24

pembinaan secara terorganisasi, sehingga dapat dibangun suatu


kerjasama yang lebih baik dengan pihak perusahaan nantinya.
-

Melakukan pembinaan lebih matang kepada mahasiswa sebelum


memilih tempat untuk melaksanakan kegiatan PKL.

Untuk PT. Telkom Pati


-

Melakukan promosi lebih intensif terhadap produk-produk Telkom yang


dapat dilakukan dengan jemput bola, yaitu datang ke rumah pelangganpelanggan, kemudian memberikan layanan gratis untuk jangka waktu
seminggu, sehingga pelanggan tahu lebih dalam dengan produk Telkom
dan dapat memberikan feedback sesuai yang diharapkan. Feedback ini
tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan pelanggan yang lebih banyak,
namun juga bertujuan melihat sejauh mana produk dapat diterima oleh
pasar termasuk mengetahui kelemahan-kelemahan di dalamnya.
Demikian kesimpulan dan beberapa saran yang dapat penulis

sampaikan semoga dapat bermanfaat.

25

DAFTAR PUSTAKA

Artikel non-personal. 2007. Network Infrastructure.


http://www.ericsson.com/res/thecompany/docs/publications/ericsson_review/2007
/2_NetworkInfastructure.pdf. Diakses pada tanggal 26 Februari 2014.
Artikel non-personal. 2012. GPON (Gigabit Passive Optical Network).
http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=11
38:gpon-gigabit-passive-optical-network&catid=10:jaringan&Itemid=14. Diakses
pada tanggal 26Februari 2014.
Telkom. 2012. Deskripsi Speedy. http://telkomspeedy.com/product-description.
Diakses pada 19 April 2014.
Karim, Abdul. 2013. Arah Teknologi. http://smktelkom-bjb.sch.id/web/?p=2503.
Diakses pada tanggal 9Juni 2014.
Ismail, Nanang. 2006. Laporan Akhir Tugas Besar. Sistem Keamanan pada IPTV
(Internet Protocol Television).Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Institut
Teknologi Bandung. Bandung.
Divisi Solution Convergence. 2013. Buku Panduan UseeTV Cable. PT.
Telekomunikasi Indonesia Tbk.

26

LAMPIRAN
Lampiran 1

Gambar Lampiran 1 Dokumentasi Praktek Kerja Lapangan

27

Lampiran 2

28

Lampiran 3

29

Lampiran 4