Anda di halaman 1dari 26

PRECEPTOR :

dr Prawindra Irawan, SpKK, Mkes


Disusun Oleh :
Azarel Jimmy
0815152

Herpes Genitalis (HG)


- Penyakit Menular Seksual (PMS)
- Etiologi oleh Herpes simpleks virus (HSV)
- Besifat rekuren, sering subklinis vesikel
berkelompok dengan dasar eritematosa
- Berlangsung seumur hidup
- Prevalensi meningkat penting !!

Tes serologik data seroprevalensi HSV-1


dan HSV-2
Berhubungan dengan jumlah mitra seksual,
usia pertama kali berhubungan seksual,
riwayat PMS lain
Seroprevalensi >>data prevalensi
Subklinis, lokasi sulit untuk diperiksa, sulit
akses kesehatan, perilaku
HSV-2 >>HSV-1

Herpes Simpleks Virus 1 dan 2


Virus double stranded DNA
HSV-1 orolabial dan okular
HSV-2 genital
Antigen utamaglikoprotein dalam amplop
Mudah inaktivasi dalam suhu kamar dan
pengeringan

Virus masuk
melalui
mikrolesi ke
epitel mukosa
atau kulit

Multiplikasi di
tempat virus
masuk

Berjalan ascenden
menginfeksi ujung
saraf sensoris

Fase laten

Reaktivasi

Degenerasi balon
sel epitel sehingga
timbul vesikel

Masuk ke inti sel


neuron di ganglia
sensorik

Vesikel dengan dasar eritematosa


Gejala lebih ringan daripada infeksi primer
Timbul akibat faktor presipitasi :
- trauma fisik (koitus), obat imunosupresif
- psikis (ggn emosional), kelelahan
Dapat ditemukan gejala prodromal

HSV merupakan kofaktor infeksi HIV


Protein HSV, (infected cell protein) ICPO dan
ICP4 akan replikasi HIV
Pelepasan virus HSV sering bila hitung CD4 <
200ml

Jarang menimbulkan komplikasi


dibandingkan infeksi primer
Bersifat fokal superinfeksi lesi oleh bakteri

Isolasi virus pada biakan jaringan gold


standard
Identifikasi perubahan patologis jar biopsi
Imunologik (imunofluoresens,
imunoperoksidase, ELISA) antigen virus
PCR identifikasi DNA virus
Pemeriksaan serologik

Diagnosis yang tepat diperlukan untuk :


- Memberikan konseling pada penderita
tentang daya penularan setiap kali timbul
episode
- Mengidentifikasi orang yang berisiko
tinggi menularkan secara subklinis
- Mengidentifikasi wanita yang berisiko
menularkan virusnya pada janin yang
dikandung
- Mengkonfirmasi diagnosis pada penderita
yang telah diterapi

Tujuan yang hendak dicapai :


-Memperpendek perjalanan klinis penyakit
termasuk mencegah timbulnya komplikasi
-Mencegah terjadinya rekurensi pada
penderita dengan infeksi laten
-Mengurangi transmisi virus
Pengobatan HG dapat dibagi menjadi 3
kategori yaitu profilaksis, pengobatan
nonspesifik, dan pengobatan spesifik

Diberikan edukasi dan konseling yaitu :


- penerangan tentang penyakitnya yang
menular sebaiknya abstinensia
- Proteksi individual dengan busa spermisid
dan dan kondom
- faktor pencetus sedapat mungkin dihindari
- Konsultasi psikiatrik

1. analgetik, antipiretik, antipruritik


2. zat-zat pengering antiseptik
Povidon topikal untuk mengeringkan lesi,
mencegah infeksi sekunder, mempercepat
penyembuhan

3. antibiotika atau kotrimoksazol


- mencegah infeksi sekunder

Ada 3 jenis obat analog yang


direkomendasikan yaitu asiklovir, valasiklovir,
dan famsiklovir

1. Terapi episodik atas prakarsa penderita


- pada penderita yang sering berpergian
dan susah mendapat obat
- individu yang sering mengalami rekurensi
terutama ada stres
- I : riwyat lesi multiple atau serangan lama
Dosis : 5x200 mg/hr selama 5 hri

2. terapi supresif terus menerus


- >> 6x kambuh dalam 1tahun
- >> 1x kambuh dalam 2 bulan
- Bila kekambuhan jadi beban psikologis
- bila manfaat terapi lebih baik daripada
biaya pengobatan
Dosis minimal : 2x200mg/ hr ditingkatkan
hingga 4x200mg setelah episode sembuh
Cara ini efektif dan aman untuk waktu
minimal 1 tahun, penilaian ulang interval 6
bulan
Efektif mencegah pelepasan virus
asimtomatik

3. Terapi topikal
- krim asiklovir 5% mengurangi keparahan
dan lamanya episode HGR
- mengurangi rasa nyeri dan gatal

Risiko transmisi kecil


Pemeriksaan sitologik pada kehamilan 3236 minggu dan biakan duh tubuhinkubasi
4 hrhasil (-) 2x berturut-turut, tidak ada
lesi genital partus pervaginam
Seksio sesarea bila ada lesi genital atau
HGR subklinis
Pemberian asiklovir tidak dianjurkan pada
wanita hamil dengan HGR

Umumnya asiklovir masih memberikan


respon yang baik pada pada penderita HG
dan HIV (+)
Dosis : 5x200-400mg / hr selama 5-10 hri
Risiko disseminata atau tidak dapat oral
diberikan IV 3x5 mg/kg BB/hr selama 7-14
hari
Infeksi sistemik dianjurkan asiklovir IV 3x10
mg/kgBB paling sedikit selama 10 hari,
pengobatan supresif 2x 400mg/ hr hingga
keadaan imunokompromise teratasi

Meskipun telah banyak perkembangan baru,


namun sampai saat ini pengobatan belum
mampu mengeliminasi HSV-2 dari tubuh
sehingga rekurensi selalu timbul
Pengobatan dapat mengontrol rekurensi baik
simtomatik maupun asimtomatik
Perlu dipikirkan cost effectiveness metode
pengobatan ini