Anda di halaman 1dari 2

1.

Kelebihan pada sistem pneumatik:


Ramah lingkungan / bersih (jika terjadi kebocoran dalam sistem perpipaan).
Udara sebagai tenaga penggerak memiliki jumlah yang tak terbatas
Lebih cepat dan responsif jika dibandingkan dengan hidrolik
Harganya yang murah
Kekurangan pada sistem pneumatik:
Daya mekanik yang dihasilkan kecil
Membutuhkan perawatan yang lebih tinggi, karena udara sebagai penggeraknya biasanya
kotor dan mengandung air sehingga gesekan antara piston cylinder dan rumah cylinder besar
dan mempercepat kerusakan pada air cylinder.
Kelebihan pada sistem hidrolik:
Memiliki daya mekanik yang besar
Cylinder hidrolik lebih awet bila dibandingkan dengan cylinder pneumatik (air cylinder).
Oli sebagai tenaga penggeraknya tidak akan habis/berkurang bila tidak terjadi kebocoran.
Sehingga hanya diperlukan investasi diawal.
Kekurangan pada sistem hidrolik:
Tidak ramah lingkungan (jika terjadi kebocoran dalam sistem perpipaan).
Harga oli yang cukup mahal.
Kurang responsif bila dibandingkan dengan pneumatik.
2. System control pneumatic :
= sebuah sistem penggerak yang menggunakan tekanan udara sebagai tenaga penggeraknya.

Cara kerja sistem pneumatik

Udara disedot oleh kompresor dan disimpan pada reservoir air ( tabung udara) hingga
mencapai tekanan kira-kira sekitar 6 9 bar. Kenapa harus 6 9 bar?? Karena bila tekanan
hanya dibawah 6 bar akan menurunkan daya mekanik dari cylinder kerja pneumatik dan
sedangkan bila bertekanan diatas 9 bar akan berbahaya pada sistem perpipaan atau

kompresor. Baca berapa standar tekanan maksimal yang terdapat pada nameplate reservoir air
dari kompresor. Selanjutnya udara bertekanan itu disalurkan ke sirkuit dari pneumatik dengan
pertama kali harus melewati air dryer (pengering udara) untuk menghilangkan kandungan air
pada udara. Dan dilanjutkan menuju ke katup udara (shut up valve), regulator, selenoid valve
dan menuju ke cylinder kerja. gerakan air cylinder ini tergantung dari selenoid. Bila selenoid
valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke inlet dari air cylinder maka piston akan
bergerak maju sedangkan bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke outlet
dari air cylinder maka piston akan bergerak mundur. Jadi dari selenoid valve inilah
penggunaan aplikasi pneumatik bisa juga di kombinasikan dengan elektrik, seperti PLC
ataupun rangkaian kontrol listrik lainnya. Sehingga mempermudah dalam pengaplikasiannya.
3.