Anda di halaman 1dari 12

Buletin Edisi I, Desember 2014

HAWE BULETIN
Refleksi Intelektualitas

LEGISLATIF
?

EKSEKUTIF
?

PEMIMPIN
?

SAYA

KABAR KAMPUS:
FIB Menolak PEMIRA

Senyap: Tak adakah


yang Mengeluarkan Suara
Untuk Kebenaran???

HAYAMWURUK
REFLEKSI BUDAYA DAN INTELEKTUALITAS MAHASISWA

LEMBAGA PERS MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO

PENERBIT:
Lembaga Pers Mahasiswa
Hayamwuruk
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro.
PEMIMPIN UMUM:
Fakhrun Nisa

KABAR KAMPUS

FIB Menolak PEMIRA


Oleh: Listi Athifatul U.
Reporter: Deviana K; Risma W.

SEKRETARIS UMUM:
Farida Sukma Dewi
PEMIMPIN REDAKSI:
Ayu Mumpuni
SEKRETARIS REDAKSI:
Dian Karina L
EDITOR:
Intan Larasati A

REDAKTUR ARTISTIK:
Diah Wahyu Asih
STAF REDAKSI:
Sri Widya Ningsih

Dok. Hawe

REDAKTUR PELAKSANA:
Nurul Maulina W Z

MMT penolakan Pemira yang terpasang


di depan Fakultas Ilmu Budaya

PEMIMPIN LITBANG:
Muhammad Habib
STAF LITBANG:
Indah Zumrotun
Dinni Ariska
Deviana Kurniawati
Listi Athifatul Ummah
Resza Mustafa
PEMIMPIN PERUSAHAAN:
Suci Rahayu
STAF PERUSAHAAN:
Hendra Friana
Proto Spica
Novi Handayani
Elly Ratnasari
Wawan Prasetya
Risma W
ALAMAT REDAKSI:
Gedung A (Lantai 3)
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro.
Jalan Prof. Soedarto S.H.,
Tembalang, Semarang.

2|

Buletin Edisi I, Desember 2014

KABAR KAMPUS

(bersambung ke hal 11)

Buletin Edisi I, Desember 2014

|3

KABAR KAMPUS

Senyap: Tak adakah yang Mengeluarkan Suara


Untuk Kebenaran???
Oleh: Novi Handayani.
Reporter: Resza Mustafa

Dok. BEM FIB Undip

Sejarah telah memperlihatkan semua hal tentang kerakusan, kesombongan, kekejaman, keikhlasan,
pengorbanan, dan daya juang di mana semua orang dapat bercermin. Namun tampaknya manusia lebih
bernafsu membuat sejarah ketimbang belajar dari Sejarah.

4|

Buletin Edisi I, Desember 2014

KABAR KAMPUS
bertekad untuk memecahkan
belenggu kesenyapan dan
ketakutan yang selama ini sudah
menjadi teman sejati untuk para
korban.
Dengan semakin banyaknya
orang terlibat yang dia temui, si
bungsu menyadari bahwa ada
pembelokan sejarah pada tahun
1965. Apa yang diketahui oleh
kebanyakan orang tidak sesuai
dengan kenyataan yang terjadi.
Termasuk Ramli, kakaknya yang
tidak tahu apa-apa diangkut secara
paksa dan dibunuh dengan sadis.
Tapi dari semua para pembunuh
yang harusnya bertanggung jawab
atas kematian Ramli tersebut tidak
ada satu pun yang menyesal, dan
mereka semua merasa melakukan
hal yang benar dengan membunuh
dengan dalil membela negara.
Bahkan pamannya sendiri yang
sangat taat pada agama juga terlibat
dalam pembunuhan Ramli.
Kalau menurut saya
sebenernya ya, ada hal di balik
sejarah Indonesia, ada hal besar
yang semua orang tuh nggak tahu.
Mau dibuka juga, bagaimana pun
caranya orang yang membelokkan
sejarah itu orang yang berkuasa di
negeri ini. Serba salah. Komentar
Muhammad Irzal Adikurnia,
mahasiswa Ilmu Komunikasi
setelah menyaksikan film tersebut.
Kalau menurut saya iya
dibelokkan sebeanrnya, sampai
sekarang saya setiap membaca
pengetahuan tentang G30SPKI itu
tuh nggak bilang kalau itu bener,
film ini pun saya nggak bilang

kalau itu bener. Setiap baca


buku G30SPKI juga nggak bilang
itu bener , kalau ada yang bilang
G30SPKI itu bohong juga saya
nggak percaya, maksudnya nggak
akan langsung percaya karena
memang ada yang berat ke
Pemerintah ada yang berat ke PKI.
Tapi buat apa ada pelajaran
Sejarah? Buat apa ada jurusan
Sejarah? Kalau emang sejarahnya
masih tanda tanya. Tambah
Mahasiswa semester lima tersebut.
Film Dokumenter tersebut
memang berusaha mengungkap apa
yang sebenarnya terjadi pada tahun
1965, maka tak heran jika film ini
termasuk film kontroversial di
akhir tahun 2014 ini. Apalagi
mengingat bahwa di Malang, film
ini dihentikan dan tidak boleh
diputar oleh Pria Bersorban. Dinar
mengatakan bahwa dua hari
sebelum pemutaran film Senyap di
Undip, ada surat edaran dari
Pembantu Rektor III yang
ditujukan kepada Dekan. Surat
tersebut merupakan surat lanjutan
dari Kapolres Tabes,. yang
menyebutkan bahwa aktivitas
untuk menyampaikan pendapat dari
satu kelompok di muka umum
harus melampirkan surat izin.
Sebenernya tidak ada pengertian
yang spesifik di dalam surat itu
tentang pemutaran film Senyap,
tetapi Dinar merasa bahwa hal
tersebut merupakan satu peringatan
tersirat karena bahasa yang masih
abu-abu dan bersayap-sayap.
Jika dilihat lebih jauh, rupanya
peringatan atas pemutaran film

Senyap itu juga diterima oleh


beberapa penyelenggara di luar
lingkungan akademis. Seperti yang
dialami oleh KomunitasHisteria
yang mendapatkan peringatan dan
kecaman yang keras dari umum.
Tetapi, karena universitas memiliki
otonomi sendiri maka Dinar tidak
ragu-ragu untuk menjadi
koordinator pelaksana pemutaran
film senyap , menurutnya, seluruh
mahasiswa berhak mendapatkan
pengetahuan baru.
Saya malu, seharusnya
bangsa kita terus-menerus
mendapatkan pengetahuan dalam
bentuk apapun biar manusiamanusianya bisa memproyeksi diri.
Ini salah nggak, ini bener nggak
seperti itu. Apa salahnya sih belajar
soal peristiwa G30SPKI toh itu
bukan indoktrinisasi politik. Orangorang yang menyaksikan film itu
juga tidak disebut bangsa
komunis., Tutur Dinar
Muhammad Tria Saputra, salah
satu penonton film Senyap
mengatakan bahwa dengan
menonton film Senyap ini dia
mendapatkan lebih banyak
pengetahuan tentang sejarah,
Seperti bahwa ternyata G30SPKI
itu tidak hanya di daerahku saja,
melainkan di daerah lain juga ada.
Pergerakannya juga sama., dari
mereka yang dijemput paksa,
hingga bagaimana para korban
dibunuh dengan sangat brutal.,
Lanjut mahasiswa semester tiga
tersebut.***

kunjungi juga media online kami dengan berita yang lain di:
www.lpmhayamwuruk.org

@lpmhayamwuruk

Hawe Sastra Undip

Redaksi menerima sumbangan artikel/opini untuk diterbitkan di buletin. Diketik rapi 3-5 halaman folio
dilengkapi identitas pribadi (KTP/KTM). Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah
maksud dan isi tulisan. Naskah dapat dikirim ke alamat redaksi atau via surel:
lpmhayamwuruk@gmail.com

Buletin Edisi I, Desember 2014

|5

LENSA KAMPUS

Jangan hanya
sekadar baca!
Follow up
dengan tindakan nyata!

Fakultas Ilmu Budaya,


tapi warganya belum
membudayakan
membuang sampah
pada tempatnya.

6|

Buletin Edisi I, Desember 2014

LENSA KAMPUS

Ada di Laci meja dosen,


tempat terasing sekalipun.

Sudah dewasa kan?


Buletin Edisi I, Desember 2014

|7

REFLEKSI NEGERI

Hari Anti Korupsi Internasional


sebagai Refleksi dan Usaha Pemberantasan Korupsi
Oleh: Sri Widya Ningsih

Dok. Inet

8|

Buletin Edisi I, Desember 2014

REFLEKSI NEGERI
rusaknya akhlak dan runtuhnya
nilai kejujuran dalam diri
seseorang. Bahkan acapkali pelaku
korupsi adalah orang-orang di
lingkaran kekuasaan eksekutif dan
legislatif yang notabene merupakan
pembuat dan pelaku kebijakan.
Menurut Lord Action
kekuasaan yang kuat cenderung
korup. Tesis Action ini memang
benar adanya alias nyata terjadi di
kalangan eksekutif dan legislatif
pemerintahan. Contohnya, hampir
setiap hari stasiun televisi dengan
berbagai nama menayangkan
tentang kasus korupsi yang
melibatkan pejabat , sebut saja
kasus suap daging sapi yang
menyebutkan pelaku bernama
Bunda Putri hingga menarik nama
Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, kasus suap MK yang
melibatkan Akil Mochtar dan kasus
korupsi dalam mega proyek
Hambalang menyeret nama Anas
Urbaninggrum dan komplotannya.
Ironi memang ketika
mengetahui bahwa kegiatan yang
seharusnya illegal terkesan
permisif dan dibiarkan. Maka tidak
berlebihan jika pekerjaan rumah
yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia adalah Korupsi.
Berbicara mengenai
antikorupsi, maka hal yang perlu
kita ketahui adalah apa itu anti

korupsi?. Anti korupsi adalah


suatu tindakan atau gerakan yang
dilakukan oleh pemerintahatau
masyarakat untuk memberantas
tindakan korupsi. Jika ada gerakan
anti korupsi maka tentu hal yang
terbersit dalam benak kita adalah
bagaimana upaya pemberantasan
dan pencegahannya?.
Seperti yang saya
tuliskan di beberapa paragraf
sebelumnya, bahwa korupsi
disebabkan karena rapuhnya
integritas dari para pelakonnya.
Maka dari itu sebagai upaya
pencegahan korupsi adalah dengan
menumbuhkan integritas dalam diri
setiap warga Negara, karena
dengan integritas yang kuat dari
dalam diri masyarakat entah itu
dari kalangan pejabat, aparatur
pemerintah , akademisi hingga
rakyat biasa maka akan terpatri
suatu komitmen dalam hatinya
untuk menunaikan tugas dengan
jujur dan bersih. Jika seluruh rakyat
Indonesia memiliki integritas yang
kuat maka otomatis daerah-daerah
pun bebas korupsi. Peringatan Hari
Antikorupsi Internasional ini bisa
menjadi refleksi sekaligus
introspeksi untuk lebih baik dan
mampu memberantas korupsi serta
menurunkan posisi Indonesia dari
daftar Negara terkorup.***

Buletin Edisi I, Desember 2014

H : Katanya calon ketua BEM


FIB 2015 ada dua
pasangan ya?
W : Oh ya? Syukur deh nggak
jadi aklamasi, kan malu
kalau aklamasi.
H : Waktu nonton film kemarin,
listriknya sempet padam
lho
W : Wah, cucok banget ya
sama judul filmnya,
SENYAP.
H : Yah, bentar lagi ujian akhir.
W : Udah nyiapin contekan?
H : Kamu kok jarang berangkat
kuliah, nggak pernah
belajar juga.
ntar kalau nilainya jelek
gimana?
W : di-SP-in aja.

|9

ENGLISH CORNER

AEC: ASEAN ECONOMIC COMPETITION


Oleh: Indah Zumrotun

Dok. Inet

10 |

Buletin Edisi I, Desember 2014

ENGLISH CORNER
came to Indonesia and he
joined in a TOEFL test. His reason
is he wanted to get a TOEFL
certificate for applying a job
vacancy to be a TAXI driver in
Indonesia.
According to the story above
we can imagine that AEC will be a
hard economic competition for
Indonesia. The story may make
undergraduate people in Indonesia
imagine such a horrible thing.
Indonesia has a fantastic number
of unemployment, so what if the
existence of AEC program will
only increased the amount of

AEC can also be a very


dangerous program for Indonesia
because of the Indonesian habits.
Indonesian people are very
consumptive people and they also
prefer to choose and use foreign
goods. However, if the habits
cannot be controlled, AEC will be
only beneficial for foreign country
because there will be a lot of
foreign products are sold in
Indonesia. That situation will stub
out the local products of Indonesia
for sure.
Actually, ASEAN Economic
Community is a good chance for

Indonesia to expand
Indonesia's business, to show
about Indonesia's wealth and
culture, and to open up
employment opportunities as many
as possible. Though, those
purposes will be able to be
achieved if Indonesia has a power
to compete in AEC program. The
preparation in this last twelve
months will be a very important
time for us. So, as the college
student of humanities who will
also take a part in this competition,
what have you prepared guys?***

FIB Menolak PEMIRA (Lanjutan dari hal 3)


Alasannya untuk pndidikan
politik kepada mahasiswamahasiswa baru. Terjadi diskusi
disana hingga sampailah pada
keputusan ini.
Hal itu diamini oleh Henda
Luthfiana, salah satu mahasiswa
FIB. Sebagai salah satu mahasiswa
FIB yang mendukung keputusan
menolak Pemira di FIB, dia
mengatakan bahwa dia mempunyai
alasan sendiri mengenai hal itu.
sebagai seorang organisatoris, dia
melihat aktivitas BEM Universitas
kurang terlihat. Kurang adanya
sosialisasi dari keputusan dan
pelaksanaan Pemira tahun ini juga
menjadi salah satu alasan utama
mengapa dia bersikap acuh kepada
pemira tahun ini, dan lebih
memilih untuk berada di dalam
golongan putih.
Namun meskipun begitu, baik
Dinar maupun Henda
mengharapkan apapun yang terbaik
dari Pemira tahun ini. Hampir
serupa, mereka mengharapkan
siapapun yang terpilih nantinya
bisa melaksanakan tugasnya sesuai
kewajiban dengan baik.

mengemban tugasnya dengan


baik, kan senat juga jarang terlihat
tugasnya. Kalau bisa senat tuh
dilihatin, senat itu tugasnya apa,
wewenangnya apa enggak cuma
mengevaluasi organisasi yang ada
dibawahnya tetapi kerjanya itu
memang bener kelihatan.
Terangnya.
Sedangkan Dinar
mengungkapkan beberapa poin
harapannya. Di antaranya adalah
system pemilihan di Undip bisa
dirubah. Demokrasi tidak hanya
milih golongan tertentu saja, tapi
harus menjadi milih seluruh warga
universitas diponegoro. Harapan
saya: yang pertama, untuk kawankawan yang sudah lama
berorganisasi, sudah saatnya kita
meninggalkan sistematika,
neosentrisme, sistimatika
premidiolisme, punya
keberpihakan kepada golongan
mereka, menganggap system yang
paling benar. Semoga mereka bisa
berpikir lebih universal lagi.
Dinar juga mengharapkan agar
mahasiswa-mahasiswa baru,
terutama di Fakultas Ilmu Budaya,

Buletin Edisi I, Desember 2014

tidak mudah terpengaruh dan


diintervensi terhadap pengaruh
luar. Juga, dia mengharapkan dari
keaktifan mahasiswa baru agar
lebih peduli tentang pa yang terjadi
di dalam kampus mereka.
Harapan mahasiswa baru yang
mungkin masih belum tahu apaapa, bisa melihat dan
menintrepetasikan berbeda-beda.
Aku pingin mahasiswa-mahasiswa
baru baik itu dari FIB atau dari
fakulas-fakultas lain yang menolak,
begitu, yang penting adalah
kepercayaan mereka dulu. Yang
kedua, aku ingin mahasiswa baru
itu bukan menerima secara praktis,
lalu mereka kembali duduk di kursi
sks mereka. Tetep dipertanyakan,
ada apa toh ini. mereka lebih
condong ke rasa ingin tahu yang
tinggi dan menanyakan rasa ingin
tahunya mereka, seperti itu. dan
yang paling penting aku
mengharapkan mahasiswamahasiswa baru-ku jangan sampai
kalian terpengaruh. Kalian mudah
diintervensi, kalian mudah
diombang-ambingkan keidealisme
kalian.***

| 11

TTS HAWE

MENDATAR
1. Pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan
S1 Sastra Jepang
4. Binatang peliharaan
6. sekam (padi); tangkai padi (merang)
8. juta; kelipatan satu juta (106; 1.000.000)
9. International Business Association of
Phuket
12. deram meriam dsb;
14. Nama jajanan pasar tradisional
16. senyawa oksigen yg bersifat biner,
umumnya dng logam (spt Na2O) atau
bukan logam (spt NO2)
18. cairan yg terbentuk dr campuran dua
zat, zat yg satu terdapat dl keadaan
terpisah secara halus atau merata di dl
zat yg lain
20. Puisi

21. Gagasan (ungkapan) yg terlalu sering


dipakai
22. Perbesar (Inggris)
24. Nama Depan Pembantu Dekan I
26. Paman; mamak (dr pihak ibu);
27. Provinsi yang ibu kotanya dulu bernama
Ujung Pandang
28. Tempat bermain, msl untuk judo;
bantalan tempat jatuh, msl pd olahraga
lompat galah; matras
MENURUN
2. Kacang yang sudah dikupas (Jawa)
3. Pidato
4. hasrat dan keinginan yg kuat untuk
berbuat, melakukan, atau mengikuti
sesuatu
5. tidak lain dr; hanya; saja

7. bentuk perkawinan yg menggambarkan si


suami untuk sementara tinggal pd
kerabat istri sampai jujurnya lunas (dl
adat Batak)
8. Juara Moto GP Tahun 2014
10. Penghuni asli; yang berasal dari tempat
tersebut
11. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus
13. jalan; dasar (yg dipakai sbg pegangan
hidup, bekerja, dsb)
15. bungkus besar yg berisi beberapa
bungkus (tt rokok, korek api, dsb)
17. Komisi Penyiaran Indonesia
19. .. Tobing, Drummer T.R.I.A.D
20. gerak jaringan krn tarikan urat;
23. Satuan berat
25. Undang-undang; Hukum

Syarat dan Ketentuan:


- Lomba TTS ini terbuka bagi seluruh mahasiswa FIB (tidak berlaku bagi pengelola dan alumni Hayamwuruk).
- Jawaban ditulis pada selembar kertas dengan mencantumkan identitas dan nomor handphone yang dapat dihubungi beserta satu
lembar fotocopy KTM.
- Kirimkan Jawaban langsung ke Kantor LPM Hayamwuruk (dapat dimasukkan ke Kotak surat) paling lambat 5 Januari 2015.
- Pemenang akan diumumkan pada buletin edisi selanjutnya.
- tiga pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Hayamwuruk.