Anda di halaman 1dari 24

Indikasi untuk induksi persalinan:review terbaik

Latar Belakang, Harga induksi untuk persalinan meningkat.


Tujuan, Untuk meninjau bukti yang mendukung indikasi untuk induksi.
Mencari Strategi, Kami terdaftar indikasi untuk induksi persalinan dan kemudian meninjau
kembali bukti-bukti. Kami mencari MEDLINE dan Cochrane perpusatakaan antara tahun 1980
dan April 2008 menggunakan beberapa syarat-syarat dan kombinasi, termasuk induksi
persalinan,

prematur

perpecahan

membran,

post-term

kandungan,

prematur

pecah

selaput(PROM), kehamilan ganda, Diduga macromasia, diabetes, gestational diabetes


militus,penyakit jantung, anomali janin, systemic lupu erythematosi, oligohydramnio,
alloimmunization, penyakit rhesu, kolestasis intrahepatic dari kehamilan(IHCP) dan pembatasan
pertumbuhan di dalam kandungan (IUGR). Kami melakukan penelaahan atas indikasi literatur
pendukung masing-masing
Kriteria Seleksi, Kami mengindentifikasi 1387 abstrak dan meninjau 418 teks penuh artikel.
Kami preferentially termasuk berkualitas tinggi yang sistematis review atau uji acak besar.
Dimana ada penelitian seperti itu, kita termasuk bukti terbaik yang tersedia dari percobaan kecil
acak dan penelitian observasional.
Hasil Utama, Kami menyertakan 34 artikel lengkap. Untuk indikasi masing-masing, kita
menugaskan tingkat bukti dan nilai rekomendasi yang didasarkan pada sistem tingkatan/
Grade.Rekomendasi untuk induksi persalinan untuk postterm kehamilan, PROM, dan prematur
perpecahan membran, dekat dengan istilah plumonal yang didukung oleh bukti. Induksi untuk
IUGR sebelum mengurangi kematian janin didalam kandungan, meningkat operasi sesar
deliverie dan neonatal kematian. Bukti tidak cukup untuk mendukung induksi untuk perempuan
yang menderita diabetes yang membutuhmasing-masingkehamilan ganda, janin macromaia
oligohydramnios, kolestasis kehamilan, pihak ibu yang memiliki penyakit jantung, dan janin
gastroschisis.
Kesimpulan Penulis, Penelitian dibutuhkan untuk menentukan risiko dan manfaat bagi banyak
induksi umumnya menganjurkan indikasi klinis.

PENDAHULUAN
Sejak

tahun

1980an,

tingkat

induksi

persalinan

terus

meningkat. Induksi saat ini terjadi karena hampir 24% dari bayi yang lahir antara 37 dan 41
minggu kehamilan di USA. Harga induksi prematur kehamilan juga meningkat. Dalam survei
besar Amerikat Serikat yang melibatkan 1573 wantita dengan kehamilan tunggal 41% daru
responden melaporkan mengalami percobaan induksi medis tenaga kerja.
Induksi mungkin dapat dianjurkan untuk mereduksi fetal atau neonatus morbiditas dan
kematian sebagai post-term kandungan, oligohydramnio, mencurigai pembatasan pertumbuhan
di dalam kandungan (IUGR) dan fetal gastroschisi, untuk meminimalkan keadaan tidak sehat
pihak ibu, seperti penyakit jantung dan pra-eklampsia/ eklampsia, atau pertolongan untuk
keduanya ibu dan embrio seperti ketuban pecah, perpecahan membran(PROMdi macromasia
dan fetal/janin. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi setiap bukti yang mendukung
setiap indikasi untuk induksi persalinan.
METODE
Kami mengumpulkan daftar indikasi untuk induksi. Dengan penuh perhatian kami
mencari literatur bahasa Inggris dengan menggunakan MEDLINE dan database/basis data
berikut: Meninjau ulasan sistematik dari database Cochrane, Jurnal Club ACP, Meninjau Efek
Database Abstrak, Daftar kontrol percobaan Cochrane, Daftar Metodologi Cochrane, NHS
Institu Nasional Pengkajian Teknologi Kesehatan Penelitian Kesehatan database, dan Evaluasi
Database Ekonomi NHS. Pencarian tersebut periode dari Januari 1980 hingga April 2008.
Kami menggunakan kombinasi dari istilah pencarian berikut:induksi persalinan,
indikasi ketuban pecah dini/membran prematur, postterm kehamilan, fetal macromasia,
diabetes gestasional atau diabetes, oligohydramnios, percobaan anterpartum, nonstres
test/profile biofisik, pembatasan pertumbujan di dalam kandungan/keterlambatan(IUGR),
untuk usia kehamilan kecil, hipertensi kehamilan akibat pre-eklampsia, kehamilan ganda,
penyakit jantunng, gastroschisis, fetal malformasi, cacat jantung atau bawaan,
alloimunization/ Rh penyakit. Kami menyertakan penelitian indikasi yang dieksplorasi untuk
induksi persalinan dibandingkan dengan melalui operasi sesar. Kami mengeluarkan
pembandingan dari beberapa metode yang berbeda dari induksi persalinan atau mengevaluasi
pilihan dari induksi. Judul dan abstrak dikaji kembali untuk pengecualian yang mungkin

dikeluarkan oleh 2 penulis resensi buku(EM dan JC). Jika kedua penulis tersebut mengkaji
kutipan, kami eliminasi publikasi dari penelaahan lebih lanjut. Jika setidaknya satu resensi buku
termasuk kutipan atau jika ada informasi yang cukup untuk determinasi judul dan abstrak, kami
mendapatkan artikel enuh untuk di review. Sebagian besar abstrak dikeluarkan karena tidak
sesuai topik, dibandingkan beberapa metode induksi/komentar, surat/pendapat. Kami juga
memeriksa kembali daftar referensi dari semua tinjauan sistematis yang terkait untuk
penelitian/pembelajaran tambahan.
Semua artikel lengkap ditinjau kembali secara independen oleh 2 penulis(E.M dan J.C)
untuk kesuaian yang termasuk. Kami mengikuti proses inklusi yang digariskan oleh Bristish
medical melalui jurnal klinis Evidence3 untuk kinerja sistematis best evidence dengan cara
berikut: untuk setiap indikasi untuk induksi, termasuk meninjau secara sistematik
diindentifikasikan dengan pencarian yang kami lakukan, melakukan percobaan acak secara
bersama-sama(RCTs) yang diterbitkan setelah pencarian tanggal sistematik. Kami juga mencari
tambahan apapun yang sesuai RCTs yang tidak dimasukkan dalam tinjauan sistematik.Untuk
indikasi tinjauan sistematis, termasuk bukti-bukti terbaik yang tersedia, termasuk RCTs, nonacak uji klinis terkontrol, penelitian kohort, penelitian kasus kontrol, dan kasus seri dalam
serangkaian cara hirarki. Untuk beberapa indikasi, penelitian yang diterbitkan dibandingkan
dengan induksi atau operasi sesar. Dalam kasus ini, kita termasuk membandingkan penelitian
operasi sesar/pengiriman cepat untuk manajemen kehamilan.
Untuk masuk dalam review ini, harus memunyai satu laporan atau lebih dari hasil berikut:
cara persalinan, morbiditas ibu dan janin/fetal atau morbiditas neonatal kematian. Morbiditas ibu
didefinisikan sebagai chorioamnionitis, endometritis, tranfusi, trauma perineum yang parah/lma
rawat inap. Morbiditas neonatal didefinisikan sebagai unit perawatan intensif neonatal/ Neonatal
intensive care unit (NICU) masuk 5menit apgar skor < 7, sindrom ganguan pernapasan/
respiratory distress syndrome(RDS), distosia bahhu, Cedera lahir, meningitis, pneumonia/radang
paru-paru, ensefalopati hypoxicischaemic, mekonium sindrom aspirasi/sepsi.
Masing-masing peringkat kualitas penelitian ditugaskan untuk penelitian masing-masing
dan kajian sistematis oleh 2 independen tinjauan(E.M dan J,C) yang sesuai denagan penilaian
kualitas penilaian pendoman sistem antar jariangan di perguruan Skotlandia.
Perbedaan dalam penugasan kualitas nilai diselesaikan dengan persetujuan. Ketika review
kami menemukan bahwa induksi mengakibatkan peningkatan statistik dalam salah satu hasil dari

minat, kami menghitung jumlah yangdiperlukan untuk mengobati/ number needed to treat(NNT)
atau

merugikan

(NNH).

Ini

adalah

jumlah

wanita

yang

perlu

menjalani induksi untuk menghasilkan satu lebih sedikit atau hasil tmabahan yang dihasilakan.
Untuk setiap putatif indikasi untuk induksi, kekuatan keseluruhan bukti ilmiah yang mendukung
percobaan yang ditugaskan. Dalam mengevaluasi kekuatan bukti untuk setiap indikasi untuk
induksi, kita berpegang/mempertahankan pada tingkat/grade sistem 6-8 yang mengklasifikasikan
secara keseluruhan sebagai bukti kulatis tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Rekomendasi
yang dihasilkan dari dasar bukti yang diklasifikasikan sebagai basis kuat atau berdasarkan atas
kekuatan bukti yang lemah dan keseimbangan manfaat dan yang merugikan pengobatan.
Untuk menetapkan setiap nilai indikasi rekomendasi, kita menugaskan salah satu dari
empat kategori: bersih manfaat/ net benefits, di mana induksi persalinan jelas tidak lebih baik
atau membahayakan, trade-off, dimana ada tarik menarik penting diantara kerugian dan
keuntungan, uncertain trde-offdimana tidak jelas apakah induksi persalinan tidak lebaik ayau
membahayakan, net ham/tidak membahayakandimana induksi jelas tidak lebih berbahaya
dari yang lebih baik. Kami rekomendasikan yang diklaasifikasikan sebagaistrong/kuat jika
kalitas tinggi dan bukti-bukti yang menunjukan manfaat dari induksi persalinan. Kami
rekomndasikan yang diklasifikasikan sebagaiweak/lemah jika tingkat bukti sudah baik tapi ada
yang penting anatar keuntungan dan kerugian atau jika trade off tidak meyakin atau bukti tidak
menunujukan manafaat dari induksi. Kami juga diklasifikasikan srbagaiweak jika tingkat buti
yang moderat, rendah atau sangat rendah tidak ada bukti mengenai kerja induksi dalam situasi
klinis tertentu, kami tidak membuat rekomendasi.
HASIL
Kami meninjau kembali 1387 abstrak dari database elektronik dan bibliografi pencarian.
Kami mendapatkan kembali 418 artikel lengkap yang dikaji oleh dua penulis resensi buku.
Berdasarkan meninjau strategi dan kriteria inklusi yang diuraikan di atas, 34 penelitian termasuk
dalam review ini. Termasuk penelitian yang tercantum dalam Tabel 1. Aliran kutipan, abstrak
dan artikel lengkap melalui proses pemeriksaan diuraikan dalam Gambar 1. Tidak ada penelitian
yang
mengevaluasi

induksi

persalinan

dibandingkan

dengan

manajemen

kehamian

untuk perempuan dengan ibu sistemik lupus erythematosis, alloimmunisation/sel darah merah,

atau pengujian diidentifikasikan tidak meyakinkan/curiga fetal/janin antepartum. Bukti tentang


induksi persalinan di semua keadaan lain dirangkum di bawah ini.

Tabel 1. penelitian yang tercantum.


Post-term kehamilan
Kami mencari strategi untukmengidentifikasi sistematik 2 tinjauan yang menggabungkan
perempuan secara acak untuk induksi persalinan dengan berbgaia macam metode termasuk,
melepaskanmembran, amniotomy, gel prostaglandin E2 (PGE2), misoprostol, laminaria, pipa
foley ke dalam saluran tubuh dan ekstra-amniotic/ketuban yang mengandung garam untuk
manejemn kehamilan. Manajemen kehamilanbiasanya didefinisikan sebagai tes kehamilan(tes
biokimia/pemantauan denyut jantung janin dan ketuban). Kadang-kadang diikuti dengan induksi
persalainan di 42,43 atau 44 minggu kehamilan, tetapi berbeda dalam temuan utama mereka .
untuk hasil primer

dari perinatal kematian, review sistematik Cochrane yang ditulis oleh

Gulmezoglu terdiri dari 12 subyek uji coba dengan yang pokok 5939, yang dilakukan atara tahun

1969 dan 2005 membandingkan induksi persalinan dengan pemantauan antenatal serial/ 41
minggu kehamilan(287 hari). Dari jumlah tersebut ada 10 persidangan dimana perempuan secara
acak di 41 minggu usia kehamilan dan 2 persidangan dimana perempuan secara acak di 42 usia
kehamilan. Analisis gabungan data dari 12 percobaan ini ditemukan 1 kematian janin/neonatus di
2986. kehamilan di alokasiokan untuk induksi persalinan versus 9janin/neonatus kematian di
anatra 2.953. kehamilan dialokasikan untuk manajemen kehamilan (risiko relatif 0.30, 95% CI:
0.090.99, NNT = 369). Penulis menggabungkan 6 penelitian termasuk gabungan 1713 peserta(4
melibatkan secara acak usia kehamilan di 41 minggu dan 2 melibatkan secara acakusia
kehamilan di 42minggu) yang melaporkan kejadian sindrom aspirasi mekonium pada bayi yang
baru lahir. Iduksi persalinan diakitkan sedikit dengan kasus sindrom aspirasi mekonium dari
manajemen kehamilan((12 of 860 [1.4%] versus 31 of 853 [3.6%]), meskipun perbandingan ini
secara statistik hanya subkelompok 41 minggu (relative risk 0.29, 95% CI: 0.120.68,NNT =
41). Penulis tidak menemukan perbedaan pengiriman caesar dalam 10 percobaab acak
perempuan di usia kehamilan 41 minggu (559 dari 2883 [19.4%] versus 630 dari 2872[21.9%])
dan 5 uji acak perempuan di usia kehamilan 42minggu.(110 dari 407 [27.3%] versus 111 dari
403[27.5%]).

Gambar 1. diagram Flow


Sanchez-Ramos meninjau termasuk 16 penelitian dengan 6.588 subyek pokok yang
diacak untuk menjalani induksi persalinan atau manajemen kehamilan di luar 41 minggu usia
kehamilan. Penelitian ini diterbitkan antara 1969 dan 2002, dan 12 dari penelitian ini termasuk
dalam Cochrane review. Ada sedikit perinatal Kematian antara kehamilan dialokasikan untuk
induksi persalinan (3 of3159 versus 10 of 3067) walaupun perbedaan ini tidak mencapai statistik
yang signifikan (OR 0.41, 95% CI: 0.141.18). Sanchez-Ramos juga menemukan bahwa
kebijakan induksi persalinan mengakibatkan operasi sesar lebih sedikit dari pemantauan
antenatal (661 dari 3292 [20.1%] versus 709 dari 3216[22.0%], NNT = 51). Secara khusus
induksi persalinan yang terkait dengan operasi sesar lebih sedikit untuk meyakinkan menilai
rekaman jantung bayi (143 dari 2295 [6.2%] versus 183 dari 2301 [8.0%], NNT = 58). Meskipun
Gulmezoglu tidak menemukan perbedaan dalam opersi sesar dan Sanchez-Ramos melaporkan
penurunan inflasi, review tidak menemukan bahwa induksi persalinan operasi sesar meningkat,
bahkan dalam subkelompok wanita dengan service yang kurang baik.
Kami mengidentifikasi satu RCT yang diterbitkan setelah sistematis ulasan pencarian
tanggal. Penelitian ini, dilakukan di Norwegia antara 2002 dan 2004, secara acak 508 wanita
dengan
kehamilan tunggal pada usia kehamilan 41 minggu (289 hari) untuk induksi persalinan
menggunakan kombinasi amniotomy, oksitosin, PGE2 atau misoprostol atau untuk surveilans
janin serial sampai awal persalinan spontan, penilaian kehamilan normal atau 300 hari usia
kehamilan. Penelitian ini tidak menemukan perbedaan dalam morbiditas janin atau neonatus atau
dalam mode pengiriman antara kelompok-kelompok. Para penulis melakukan wawancara telepon
dengan peserta 6 bulan setelah operasi dan menemukan bahwa 74% peserta induksi pilihan di
lebih dari 41 minggu usia kehamilan untuk pemantauan antenatal serial. 74% wanita
acak untuk induksi mengatakan mereka akan lebih suka manajemen dalam kehamilan masa
depan dibandingkan dengan 38% dari wanita secara acak untuk pemantauan antenatal serial.
RINGKASAN
Induksi persalinan untuk kehamilan diluar41 minggu usia kehamilan(287hari)
dapat mengurangi perinatal kematian dan sindrom aspirasi mekonium dan tidak melakukan
operasi sesarlebih dari pemantauan antenatal serial, bahkan di kalangan perempuan leher rahim

yang tidak menguntungkan untuk induksi. Bukti kualitas: tinggi, rekomendasi untuk induksi
persalinan diluar 42 minggu usia kehamilan:kuat.
PROM-term
Kami mengidentifikasi tiga tinjauan sistematis penelitian evaluasi pengelolaan PROM.
Sistematik 13-15 yang ditinjau mozurkewich dan wolf dan oleh Dare et. Induksi dipercepat
dibandingkan (melalui oxytocin, pge2 atau

caulophyllum)dengan manajemen konservatif .

Percepatan induksi didefinisikan dimulai 2 dan 12jam setelah membran pecah. Manajemen
konservatif biasanya didefinisikan sebagai pengamatan dari 24jam sampai 4hari stelah membran
pecah diikuti dengan induksi persalinan spontan jika tidak ada hasil. mozurkewich dan wolf
termasuk uji coba dengan7.493 peserta sedangkan Dare et al terdiri dari 12 uji coba dan 6.814
peserta. Dari Jumlah tersebut, 7 percobaab termasuk kedalam 2 tinjauan. Menemukan adanya
perbedaan tingkat operasio sesar.infeksi neonatus.
Sementara Mozurkewich dan Wolf meneliti hasil secra terpisah dengan metode induksi
persalinan, Dare et al. Menghitung hasil dari induksi persalinan dengan metode apapun
dibandingkan

dengan

manajemen

kehamilan.

Dalam

analisis

'semua

metode',

Dare et al.menemukan bahwa kebijakan persalinan dipercepat untuk mengurangi penerimaan


NICU dari sekitar 17,0 untuk 12,6%(6 penelitian, 5679 peserta, resiko relatif 0.73, 95%CI: 0.58
0.91, NNT = 23). Kedua tinjauan sistematis ditemukan mengurangi insiden chorioamnionitis dan
endometritis dengan dipercepat induksi persalinan dibandingkan dengan manajemen kehamilan.
Untuk efek induksi persalinan dengan metode apapun pada chorioamnionitis, Dare et al.
gabungan 10 penelitian termasuk 6.611 perempuan. Induksi persalinan dikurangi chorioamnionitis 9,9-6,8% (resiko relativ 0.74, 95% CI: 0.560.97,NNT = 33). Untuk hasil percepatan
induksi persalinanoleh metode pada endometritis, Dare et al. gabungan empat penelitian
termasuk

445

endometritis

subyek.
postpartum

Perbandingan
induksi

ini
persalinan

menemukan
dikurangi

bahwa
dari

8,3-2,3% (resiko relativ 0.30, 95% CI: 0.100.95, NNT = 17). Dare et al. melaporkan
peningkatan kepuasan ibu dengan induksi persalinan dibandingkan dengan manajemen
kehamilan,meskipun

temuan

ini

didasarkan

pada

percobaan

tunggal

yang

besar.

Temuan dari kedua tinjauan sangat dipengaruhi oleh hasil penelitian PORM-term multisenter
besar oleh hannah et al.

Tabel 2. kesimpulan
Tinjauan sistematis oleh lin et al dialamatkan berbeda pertanyaan klinis: peran induksi
persalinan dengan

misoprostol untuk ketuban pecah dini/prelabour perpecahan prematur

membran. Penulis menggabungkan 6 penelitian kecil termasuk total dari 451peserta


membandingkan induksi persalina dengan misoprostol dengan plasebo. Dalam analisis ini
penggunaan misoprostol juga secara signifikan meningkatkan kemungkinan dari vagina kurang
dari 12jam tetapi tidak kurang dari 24jam dibandingkan wantita yang menggunakn plasebo.
Misoprostol juga secara signifikan berkenaan dengan tachysystole rahim, tetapi tidak sindrom
hyperstimultan dibandingkan dengan plasebo. Tidak ada perbedaan dalam cara persalinan,
operasi sesar untuk janin, chorioamnioniti, sepsis neonatal/NICU yang ditemukan.
Kami mengidentifikasi dua RCTs kecil membandingkan induksi dengan misoprostol
dengan plasebo yang diterbitkan setelah tanggal pencarian tinjauan sistematis. Hasil untuk
penelitian da Graa da Krupa, secara acak 150 peserta untuk misoprostol vagina atau plasebo,
tiba saatnya untuk pengiriman. Penulis menunjukkan waktu yang lebih pendek dari perekrutan
hingga pengiriman dengan misoprostol dibandingkan dengan plasebo. Vagina menggunakan
mistrostol menghasilakn operasi sesar yang signifikan lebih sedikit drai plasebo (20 versus
30.7%), tetapi juga mengakibatkan abnormalitas kontraktil lebih pada rahim. Tidak ada
perbedaan signifikan lain yang diamati. Kecuali dengan temuan pada mode pengiriman, hasilnya
dalam perjanjian meta analisis yang diterbitkan lin et al. Percobaan lain baru-baru ini dari
mistrosto untuk post term di acak 130perempuan dng PROM dan cervice tidak menguntungkan
bagi oral misoprostol atau plasebo, diikuti oleh oksitosin. jika wanita tidak bersalin setelah pecah

membran dalam 12 jam. 17misoprostol oral menghasilkan lebih sedikit waktu untuk pengiriman
dan perlu dikurangi untuk oksitosin tidak ada perbedaan dihasil yang lain.
Ringkasan
Dipercepat induksi persalinan setelah PROM mengurangi chorioamnionitis, endometritis,
dan penerimaan ke unit perawatan intensif neonatal. Kualitas bukti: tinggi, kelas rekomendasi
untuk induksi persalinan: kuat.
Prelabour prematur pecah membran
Kami mengidentifikasi satu review sistematis membandingkan pengiriman disengaja oleh
induksi persalinan dengan plasebo dengan Prelabour prematur pecah membran(PPROM) antara
30 dan 36minggu usia kehamilan. Tinjauan sistemtis ini dikombinasikan dgn 4 RCTs kecil
dengan total 389 peserta. Penelitian termasuk demonstrasi diperlukan kematangan paru janin
untuk masuk. Antibiotik dan steroid tidak diberikan dalam salah satu percobaan manapun,
perawatn kehamilan dalam percobaan mungkin belom sebanding dengan perawatan kehamilan
yang sebenarnya karena saat ini sedang dipraktekkan.
Dalam analisis penulis menemukan bahwa induksi chorioamnionitis berkurang secara
signifikan (9 dari 190 versus 41 dari 199, selisih resikp 0.16, 95% CI 0.23 samapi 0.10, NNT
=6). Selain itu, panjang disingkat dengan induksi persalinan (dari 4.5 samapi 2.5 hari,
menimbang perbedaa 1.39, 95% CI: 2.03,0.75). Tidak ada perbedaan dalam hasil persalinan
termasuk prinatal kematian yang dikonfirmasi awal onset sepsis neonatal, RDS, pendarahan
intraventricular, necrotizing enterokolitis atau panjang bayi.
Singkatnya, tidak ada penelitian definitif untuk menetapkan waktu optimal pengiriman
setelah PPROM dilakukan. Usia kehamilan dimana induksi persalinan harus membawa keluar
sesuatu yang berkenaan dengan paru-paru. Sebuah RCT multisenter lebih lanjut menjelaskan
waktu pengiriman risiko dan manfaat induksi.
Ringkasan
Pada
kejadian

wanita

dengan

chorioamnionitis.

PPROM,

Subjek

dalam

induksi
uji

persalinan
coba

yang

mengurangi
tersedia,

mungkin tidak mewakili pasien saat ini dengan PPROM, karena mereka tidak menerima
glukokortikoid atau antibiotic. Usia kehamilan optimal untuk induksi persalinan tidak ditetapkan.
Kualitas bukti: moderat, kelas rekomendasi untuk induksi persalinan: lemah.
Diduga macrosomia

Kami mengidentifikasi dua tinjauan sistematis menangani induksi untuk pendugaan macrosomia.
Pemeriksaan oleh irion dan Boulvain termasuk hanya 2 RCTs kecil yang melibatkan 313 wanita.
Pemeriksaan oleh Sanchez-Ramos et al termasuk 2 RCTs serta 9 penelitian observasional
termasuk 3.751 peserta. Penelitian RCTs diteliti secara terpisah. Meskipun perbedaan-perbedaan
metodologis, Sanchez-Ramos menyetujui hasil utama analisis mereka. Tidak menemukan adanya
perbedaan dalam operasi sesar/distosia bahu. Sanchez-Ramos melakukan analisis penelitian
secara acak menyarakan bahwa risiko untuk operasi sesar dapat ditingkatkan ketika induksi
persalinana dilakukan untuk pendugaan macromasia (149 dari 898 [16.6%] versus 214 of 2540
[8.4%], NNH =12), menemukan tidak dikonfirmasi dalam RCTs kecil. Penelitian acaka yng
lebih besar sedang dilakukan untuk menerangkan lebih jauh pertanyaan tersebut.

Ringkasan
1. induksi persalinan tidak meningkatkan hasil dalam pengaturan kecurigaan
macromasia janin. Kualitas bukti:moderat, kelas rekomendasi terhadap induksi
persalinan :lemah.
2. induksi persalinan dapat ditingkatkan dalam pengiriman sesar. Tingkat
bukti:rendah, kelas rekomendasi:lemah.
Kehamilan ganda
Kami mengidentifikasikan satu review sistematis menangani pertanyaan apakah
morbiditas janin dan mortalitas kehamilan ganda dapat dikurangi dengan induksi. Ini termasuk
tinjauan Cochrane. Sebuah RCT tunggal mengalokasikan 36 kehamilan ganda untuk induksi
pada 37minggu usia kehamilan/plasebo. Penulis resensi buku menemukan penelitian ini sangat
kuat untuk mendeteksi perbaikan dalammorbiditas/mortalitas prinatal dengan induksi. Tinjauan
tersebut tidak menemukan perbedaan dalam berat lahir, rute pengiriman atau pihak ibu atau hasil
neonatal. Penulis menyimpulkan bahwa ada data yang cukup untuk saat ini mendukung pilihan
kehamilan ganda yang dinyatakan tidak rumit kehamilan setelah 37minggu usia kehamilan.
Rekomendasi pasti untuk waktu pengiriman untuk kehamilan ganda harus menunggu
kelengkapan yang besar, RCTs yang cukup bertenanag sedang berlangsung/diproses.
Ringkasan

Yang diinduksi hanya RCT untuk kehamilan ganda pada usia kehamilan 37minggu, tidak
tepat untuk menentukan manfaat dan kerugian induksi. Kualitas bukti: rendah, kelas
rekomndasi:rendah
Oligohydramnios
Kami mengidentifikasi penelitian secara acak dari induksi persalinan untuk
oligohydramnios yang terisolasi, dalam penelitian ini, peneliti meneliti secara acak 54 wanita
dengan oligohydramnios dan kehamilan di usia kehamilan 41minggu(288hari)untuk induksi
persalinan.plasebo sampai 42minggu. Wanita dengan IUGR yang dicurigai, cardiotocography
janin normal/ abnormal doppler arteri umbilikalis penelitian tersebut.pengeceualian, peneliti
tidak menemukan perbedaan dalam hasil penelitian berat lahir, cara persalinan, Ph darah pusar,
skor Apgar/perawatan intesif neonatal. Namun, penelitian ini berada dibawah kekuatan untuk
mendeteksi potensi manfaat induksi untuk oligohydramnios dan tidak belajar induksi yang
terisolisasi oligohydramnios di usia kehamilan lainnya. Saat inibuti yang cukup untuk
merekomendasikan induksi persalinan rutin untuk oligohydramnios
Ringkasan
Induksi persalinan untuk oligohydramnios pada istilah dianjurkan oleh pendapat ahli
untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas perinatal, namun hanya tersedia manfaat potensial
RCT yang tidak tepat untuk tes ini. Kualitas bukti:rendah, kelas rekomendasi lemah.
Diabetes mellitus yang membutuhkan insulin
Kami mengidentifikasikan satu review sistematis, yang termasuk salah satu RCT yng digunakan
untuk 200 wanita dengan insulin yang membutuhkan gestational diabetes militus/ pra diabtes.
Baik di usia kehamilan 38minggu/perawatan kehamilan. Penelitian tidak menemukan janin
macrosomia yang diidentifikasikan sebagai berat lahir >4000 g yang menurun secara bermakna
oleh induksi persalinan (resiko relatif 0.56, 95% CI: 0.320.98,NNT = 8). Berat lahir dari 23%
dari bayi yang lahir dikelola wanita diatas 90 perseratus dibandingkan dengan 10% bayi lahir
yang diinduksikan untuk perempuan. Ada lebih banyak kasusu distosia nahu dalam kelompok,
namun perbedaan ini secara statistik signifikan tidak ada perbedaan pada janin/ morbiditas ibu.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasikan temuan, mengevaluasi janin, bayi
dan morbiditas ibu.

Ringkasan
induksi persalinan pada wanita dengan diabetes militus dalam kehamilan dapat mengurangi janin
macromasia. Kualitas bukti: moderat/sedang. Tingkat rekomendas: lemah
Intrahepatic kolestasis kehamilan
Kami mengidentifikasi satu penelitian kontrol kasus dan satu kasus seri,
menanggapi pertanyaan apakah hasil perinatal di IHCP dapat ditingkatkan oleh induksi. Dalam
penelitian casekontrol, Rioseco et al. dibandingkan dengan hasil perinatal (berdasarkan, nilai
rekaman jantung janin abnormal, Apgar skor <7 pada 1 dan 5 menit, dan pada usia kehamilan
yang masih kecil) di antara 320 kasus yang dikelola secara aktif dengan pengujian induksi
kehamilan dan tenaga kerja di 38 minggu dengan 320 wanita, kontrol yang disampaikan pada
lembaga yang sama dan tidak memiliki intrahepatic kolestasis kehamilan (IHCP). Karena tidak
ada perbedaan hasil itu menunjukkan antara kasus dan kelompok kontrol, penulis menyimpulkan
bahwa induksi persalinan sangat bermanfaat. Roncaglia et al., Diikuti 206 perempuan dengan
kolestasis kehamilan. Dalam kasus seri ini, 56 perempuan telah melahirkan secara prematur. Dari
sisanya, 146 dari 150 perempuan mengalami induksi persalinan pada 37 minggu kehamilan atau
pada saat diagnosis. Penulis menemukan tingkat kematian janin intrauterin, dalam seri ini
perempuan secara aktif berhasil secara signifikan dalam literatur yang dipublikasikan (0 dari 218
versus 14 dari 888, NNT = 63). Berdasarkan data ini, penulis merekomendasikan induksi
persalinan.
Ringkasan
Satu penelitian kohort perempuan dengan IHCP menunjukkan bahwa induksi persalinan
dapat mengurangi kematian janin intrauterin dibandingkan dengan kontrol lain, tapi temuan ini
harus dikonfirmasikan dengan benar dilakukan calon kelompok penelitian dan RCTs. Kualitas
bukti: sangat rendah, kelas rekomendasi: lemah.
Hipertensi / pre-eklampsia / eklampsia
Kami

tidak

mengidentifikasi

penelitian

yang

membandingkan

induksi

persalinan dengan plasebo untuk pra-eklampsia ringan atau hipertensi, meskipun satu/lebih RCT
pusat induksi persalinan versus konservatif manajemen untuk eklampsia ringan atau prahipertensi. Kami mengidentifikasi dua RCTs dibandingkan induksi persalinan dengan
plasebo, dalam penentuan pre-eklampsia berat jauh dari panjang. Penelitian secara acak pda 38
wanita dengan pra-eklampsia berat antara 28 dan 34 minggu untuk induksi persalinan atau

caesar bagian atau untuk plasebo sampai 34 minggu usia kehamilan. Pada wanita yang
ditugaskan untuk perawatan kehamilan, persalinan sebelum 34 minggu dilakukan untuk
memburuknya pre-eklampsia, pengembangan hemolisis, peningkatan enzim hati dan rendah
platelet count (HELLP) syndrome, atau tanda-tanda comprmise janin. Ditugaskan untuk
perawatan kehamilan sekitar rata-rata 7 hari, dan secara signifikan lebih sedikit dari neonatus
yang lahir dari ibu hamil yang ditugaskan untuk perawatan yang dibutuhkan (2 dari 18 versus 7
dari 20) atau memiliki satu atau lebih komplikasi neonatus (6 dari 18 versus 15 dari 20).
Penelitian Sibai termasuk 95 wanita dengan berat pra-eklampsia antara 28 dan 32 minggu
kehamilan yang secara acak untuk pengiriman dipercepat, entah dengan induksi atau operasi
caesar,

atau

perawatan

kehamilan.

Penelitian

ini

menemukan

bahwa

plasebo

rata-rata 15,4 hari, peningkatan berat lahir, dan mengurangi morbiditas neonatal yang diukur
dengan penerimaan dan NICU/hari dari perawatan NICU yang diperlukan. Sebuah perbandingan
pengiriman dengan induksi bagian versus caesar tidak dilakukan. Dari catatan, kehamilan dengan
tanda-tanda kompromi janin, multifetal kehamilan, penyakit medis yang mendasari, atau dengan
sindrom HELLP atau platelet rendah (<100 000) dikeluarkan dari penelitian.
Selain itu, kami mengidentifikasi tujuh kasus seri induksi persalinan dengan operasi
caesar untuk eklampsia berat. Penelitian-penelitian dalam agregat menjawab pertanyaan tentang
berbagai induksi gagal pada sia kehamilan dan pertanyaan apakah percobaan kerja yang
berbahaya bagi janin dibandingkan dengan operasi caesar elektif. Penulis menemukan bahwa
induksi persalinan menyebabkan caesar pengiriman di sebagian besar kasus di mana maka
dicoba

di

usia

kehamilan

kurang

dari

30-34

minggu.

Sebagian

besar

seri tidak menemukan bukti, membahayakan janin atau neonatus ketika induksi persalinan
dilakukan, dan dua penulis menemukan hubungan ke tenaga kerja untuk menjadi bermanfaat
dalam

mengurangi

morbiditas

neonatal.

Sebaliknya,

dalam

keluarga

kecil

seri dari pengaturan negara berkembang, operasi caesar elektif tampaknya terkait dengan cacat
janin atau neonatus kematian.
Selain itu, kami mengidentifikasiakn tujuh seri induksi membandingkan kasus persalinan
dengan operasi caesar untuk SWE menemukan satu penelitian yang acak 50 pasien dengan
eklampsia nulipara dan tidak menguntungkan status serviks ke bagian operasi caesar atau induksi
persalinan dengan miso-prostol. Penelitian ini, dilakukan di lingkungan negara berkembang,

ditemukan panjang menurun dan 'komplikasi 'dengan induksi persalinan dibandingkan dengan
operasi caesar, namun underpowered untuk mendeteksi perbedaan neonatal hasil.
Ringkasan
1. Induksi persalinan untuk eklampsia ringan: Tidak ada penelitian membandingkan
manfaat dan kerugian. Kualitas bukti: bukti, grade rekomendasi: tidak ada rekomendasi.
2. manajemen Calon untuk eklampsia dari berat lahir meningkatkan panjang dan
mengurangi morbiditas neonatus. Kualitas bukti: sedang, kelas rekomendasi: lemah.
3. Induksi

persalinan

versus

operasi

caesar

dengan

berat

pre-eklampsia jauh. induksi persalinan terkait dengan tingginya tingkat bagian


intrapartum caesar tapi tidak ada salahnya meningkat bila dibandingkan dengan operasi
caesar

elektif.

Kualitas

bukti:

sangat

rendah,

kelas

dari

rekomendasi: lemah.
4. Induksi persalinan

versus

caesar

untuk eklampsia:

induksi persalinan

dapat

mempersingkat panjang maternal tinggal dan mengurangi komplikasi. Kualitas Evidence:


rendah, kelas rekomendasi: lemah.
Diduga IUGR
Kami mengidentifikasi dua RCTs pengiriman awal untuk IUGR. Penelitian Pembatasan
Pertumbuhan Intervensi sebuah multisenter RCT yang dialokasikan 548 perempuan dengan 588
janin antara 24 dan 36 minggu dengan kompromi janin dicurigai (pusat penelitian abnormal
Doppler arteri) untuk pengiriman segera (Apakah dengan induksi atau operasi caesar) atau
plasebo sampai dokter kandungan itu tidak yakin tentang perlunya untuk pengiriman. Calon
mengelolaan menghasilkan perpanjangan rata-rata 4 hari kehamilan dibandingkan dengan
induksi langsung dalam penelitian ini. Ada lebih stillbirths pada kelompok intervensi tertunda,
tapi yang seimbang dengan peningkatan kematian neonatal pada awal kelompok intervensi.
Secara keseluruhan, tidak ada perbedaan perinatal kematian, tapi induksi segera meningkatkan
jumlah

persalinan

yang

dihasilkan

dalam

operasi

caesar.

Dua

tahun

tindak lanjut penelitian tentang perkembangan bayi dilakukan pada 98% peserta bertahan acak.
Tidak ada keseluruhan perbedaan cacat parah di antara kelompok. Namun, pada subkelompok
kehamilan acak sebelum 31 minggu kehamilan, ada lebih banyak anak dengan berat cacat di

pengiriman segera, kelompok dibandingkan dengan pengiriman tertunda kelompok (14 dari 107
[13%] versus 5 dari 83[5%]).
Intervensi yang tidak proporsional, Pertumbuhan intrauterin, Percobaan pada penelitian
Term adalah membandingkan induksi RCT dengan plasebo untuk pembatasan pertumbuhan
janin. Penelitian ini acak 33 wanita dengan IUGR diduga (lingkar perut janin
di perseratus >10) untuk induksi langsung atau plasebo. Penelitian ini tidak tepat untuk
menilai

perbedaan

dalam

cara

pengiriman

atau

morbiditas

perinatal

atau kematian. Manajemen Calon mengakibatkan kehamilan perpanjangan oleh rata-rata 14,9
hari. Tidak ada keuntungan dari induksi persalinan didokumentasikan selain perlu dikurangi
untuk
sebuah

pengawasan
RCT

antenatal.

multisenter

besar

Para
untuk

peneliti

sedang

menentukan

apakah

melakukan
induksi

dari

persalinan dapat mengurangi perinatal kematian


Ringkasan
1. Dalam

kehamilan

prematur

dengan

IUGR

diduga,

induksi

persalinan tidak mengurangi perinatal kematian. Pengiriman caesar kurang kemungkinan


dengan plasebo. Kualitas bukti: tinggi, kelas rekomendasi: lemah.
2. induksi

RCT

yang

IUGR

dicurigai

strategis

setiap

tersedia

tidak

manfaat

atau

saat

memiliki

ini

kekuatan

merugikan

bagi

untuk
statistik

persalinan

persalinan
untuk

induksi.

Kualitas

bukti: rendah, kelas rekomendasi: lemah.


Gastroschisis
Kami

mengidentifikasi

satu

RCT

elektif

janin

kelahiran

prematur

dengan gastroschisis. Penelitian ini mencakup 42 wanita dengan gastroschisis pra-lahir yang
didiagnosis secara acak, induksi persalinan pada usia kehamilan 36 minggu atau hamil
awal

hamil

primer.

hasil

penelitian

ini

adalah

waktu

untuk

neonatal

dan

lama tinggal di rumah sakit. Kedua diinduksi dan dikaitkan dengan tingginya tingkat operasi
caesar(39%), terutama untuk janin gawat. Ada kecenderungan menuju waktu yang lebih singkat
untuk enteral penuh (30,5 vs 37,5hari) dan tinggal di rumah sakit lebih pendek terhadap neonatus
(47,5 hari versus 53 hari) pada kelompok induksi, meskipun hal ini berbeda dan secara statistik
tidak signifikan. Penelitian ini tidak memiliki kekuatan statistik untuk mendeteksi perbedaan

kematian intrauterin atau neonatal. Dengan demikian, penelitian ini tidak menunjukkan definitif
manfaat untuk induksi elektif di 36 minggu kehamilan.
Ringkasan
Tidak
persalinan

ditunjukkan
pada

usia

manfaat

kehamilan

36

atau
minggu

keruguan
untuk

janin

bagi
gastroschisis,

induksi
tetapi

hanya percobaan yang tersedia adalah underpowered untuk mendeteksi paling keluardatang.
Kualitas bukti: rendah, kelas rekomendasi:lemah. Untuk semua indikasi, kualitas bukti dan
tingkatan rekomendasi dirangkum dalam Tabel 2
Diskusi
Bukti terbaik kami menunjukkan tinjauan literatur bahwa induksi persalinan dalam
jangka pengaturan klinis pasca-kehamilan dapat mengurangi mekonium sindrom aspirasi dan
perinatal Kematian. Namun, risiko perinatal kematian mutlak dengan plasebo sangat kecil.
Meskipun induksi persalinan pada usia kehamilan 41minggu telah dikritik karena sangat banyak
induksi persalinan diperlukan untuk mencegah satu perinatal kematian, nomor kami diperlukan
untuk mengobati perkiraan induksi (NNT = 369) lebih baik dibandingkan dengan intrapartum
profilaksis untuk grup streptokokus B (GBS)-positif perempuan (NNT = 1.191) dan penapisan
universal untuk GBS (NNT = 5.704), intervensi secara rutin direkomendasikan di Amerika
Serikat, Kanada, danAustralia. Pengiriman caesar tidak meningkat dengan kebijakan
induksi persalinan di luar 41 minggu usia kehamilan.
Induksi persalinan untuk ketuban pecah dini pada waktu mengurangi chorioamnionitis,
endometritis,

dan

NICU

penerimaan

tanpa

pengiriman

caesar

meningkat.

Namun,

tidak ada perbedaan dalam morbiditas infeksi neonatal telah ditunjukkan. Terbatas bukti
menunjukkan bahwa induksi persalinan dapat mengurangi chorioamnionitis tanpa memburuk
morbiditas neonatal dalam penentuan PPROM prematur di minggu 30-36 kehamilan, terutama
jika jika fetal dewasa berkenaan dengan paru-paru
Kami juga menemukan bukti berkualitas tinggi yang menunjukkan bahwa tingkat
dari

kematian

janin

intrauterin

dapat

dikurangi

dengan

induksi

persalinan, dalam penentuan IUGR, tetapi kematian intrauterin dapat diimbangi oleh kematian
neonatal sehingga perinatal kematian secara keseluruhan tidak dikurangi.
Bukti yang mendukung induksi persalinan untuk insulin diabetes mellitus yang
membutuhkan, oligohydramnios, dan kehamilan ganda adalah konklusif, karena tidak ada cukup

kekuatan statistik RCTs untuk mengevaluasi hasil ibu dan bayi yang baru lahir. Saat ini tidak
cukup bukti berkualitas tinggi untuk merekomendasikan induksi rutin persalinan dalam
pengaturan. Demikian juga, tidak ada efek menguntungkan induksi untuk macrosomia diduga
telah ditemukan
literatur ini mendukung induksi tertunda pada ibu yang dipilih secara hati-hati dengan
berat pra-eklampsia karena hal ini dapat mengakibatkan peningkatan neonatal luar. Induksi
persalinan untuk eklampsia berat pra-remote bisa diasosiasikan dengan tingginya tingkat operasi
caesar.
review kami mungkin telah dibatasi oleh pencarian untuk literatur berbahasa Inggris dan
dengan publikasi biasa. Kami menemukan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk
mengidentifikasi
pengaturan

risiko

potensi

insulin

dan

manfaat

diabetes

induksi

persalinan

mellitus,

dalam
oligohy-

dramnios, kehamilan ganda, gastroschisis, penyakit jantung, dan IUGR. penelitian lebih lanjut
untuk menentukan waktu yang optimal pengiriman dalam pengaturan PPROM juga
diperlukan.
Kesimpulan
Wanita mengambil keputusan tentang induksi harus memiliki bukti terbaik yang tersedia
untuk membantu mereka membuat pilihan informasi tentang risiko dan manfaat dari prosedur.
Dokter harus menggunakan bukti terbaik yang tersedia untuk mendukung membuat keputusan
dan perlu untuk mengakui ketika tidak cukup bukti tersedia untuk definitif panduan perawatan.
Sejumlah indikasi umum untuk induksi persalinan tidak memiliki dasar bukti yang kuat dari
yang untuk membimbing praktek. Peneliti dan lembaga donor harus memprioritaskan penelitian
yang dapat membantu Pedoman perawatan definitif dalam situasi seperti ini.
Kontribusi untuk penulis
E.M., J.C. dan E.K. melakukan pencarian literatur yang dibutuhkan untuk review ini. EM
dan JC meninjau semua abstrak dan artikel lengkap. Semua dilakukan penilaian kualitas
penelitian, menulis dan mengedit naskah. K.K. dan V.J.K. berpartisipasi dalam perumusan
metode

kajian

ini

dan

naskah dan penugasan nilai bukti


Rincian etika persetujuan

membantu

dalam

penulisan

dan

pengeditan

Ini adalah bukti terbaik review data sebelumnya yang telah diterbitkan dan tidak
memerlukan persetujuan etika
Pendanaan
Proyek ini secara finansial didukung oleh Koneksi melalui hibah dari Yayasan Amal New
Hampshire.
Referensi
1. Martin JA, Hamilton BE, Sutton PD, Ventura SJ, Menacker F, Kirmeyer S, et al. Births:
final data for 2005. Natl Vital Stat Rep 2007;56.
2. Declercq ER, Sakala C, Corry MP, Applebaum S. Listening to Mothers II: Report of the
Second National US Survey of Womens Childbearing Experiences. New York, NY:
Childbirth Connection, 2006.
3. Anonymous.

BMJ

clinical

evidence

systematic

reviews.

2007[http://clinicalevidence.bmj.com/ceweb/about/systematic_reviews.jsp]. Accesse 10
December 2007.
4. Scottish Intercollegiate Guidelines Network. Critical appraisal: notes and checklists. 2007
[www.sign.ac.uk/methodology/checklists.html]. Accessed 10 December 2007.
5. Oxford Centre for Evidence-Based Medicine Levels of Evidence: Number Needed to
Treat (NNT). Oxford: Centre for Evidence-Based Medicine. [www.cebm.net/index.aspx?
o=1044]. Accessed 11 February 2008.
6. Guyatt G, Vist G, Falck-Ytter Y, Kunz R, Magrini N, Schunemann H. An emerging
consensus on grading recommendations? Evid Based Med 2006;11:24.
7. Guyatt G, Gutterman D, Baumann MH, Addrizzo-Harris D, Hylek EM, Phillips B, et al.
Grading strength of recommendations and quality of evidence in clinical guidelines:
report from an American College of Chest Physicians Task Force. Chest 2006;129:174
81.
8. Atkins D, Best D, Briss PA, Eccles M, Falck-Ytter Y, Flottorp S, et al. Grading quality of
evidence and strength of recommendations. BMJ 2004;328:1490.
9. Sanchez-Ramos L, Olivier F, Delke I, Kaunitz AM. Labor induction versus expectant
management for postterm pregnancies: a systematic review with meta-analysis. Obstet
Gynecol 2003;101:131218.

10. Gulmezoglu AM, Crowther CA, Middleton P. Induction of labour for improving birth
outcomes for women at or beyond term. Cochrane Database Syst Rev 2006:CD004945.
11. Heimstad R, Skogvoll E, Mattsson L-A, Johansen OJ, Eik-Nes SH, Salvesen KA.
Induction of labor or serial antenatal fetal monitoring in postterm pregnancy: a
randomized controlled trial. Obstet Gynecol 2007;109:60917.
12. Heimstad R, Romundstad PR, Hyett J, Mattsson L-A, Salvesen KA. Womens
experiences and attitudes towards expectant management and induction of labour for
post-term pregnancy. Acta Obstet Gynecol Scand 2007;86:9506.
13. Mozurkewich EL, Wolf FM. Premature rupture of membranes at term: a meta-analysis of
three management schemes. Obstet Gynecol 1997;89:103543.
14. Lin MG, Nuthalapaty FS, Carver AR, Case AS, Ramsey PS. Misoprostol for labour
induction in women with term premature rupture of membranes: a meta-analysis. Obstet
Gynecol 2005;106:593601.
15. Dare MR, Middleton P, Crowther CA, Flenady VJ, Varatharaju B. Planned early birth
versus expectant management (waiting) for prelabour rupture of membranes at term (37
weeks or more). Cochrane Database Syst Rev 2006:CD005302.
16. da Graca Krupa F, Cecatti JG, de Castro Surita FG, Milanez HMBP, Parpinelli MA.
Misoprostol versus expectant management in premature rupture of membranes at term.
BJOG 2005;112:128490.
17. Levy R, Vaisbuch E, Furman B, Brown D, Volach V, Hagay ZJ. Induction of labour with
oral misoprostol for premature rupture of membranes at term in women with
unfavourable cervix: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial. J Perinat Med
2007;35:1269.
18. Hartling L, Chari R, Friesen C, Vandermeer B, Lacaze-Masmonteil T. A systematic
review of intentional delivery in women with preterm prelabor rupture of membranes. J
Matern Fetal Neonatal Med 2006; 19:17787.
19. Sanchez-Ramos L, Bernstein S, Kaunitz AM. Expectant management versus labour
induction for suspected fetal macrosomia: a systematic review. Obstet Gynecol
2002;100:9971002.
20. Irion O, Boulvain M. Induction of labour for suspected fetal macrosomia. Cochrane
Database Syst Rev 2000:CD000938.

21. Dodd JM, Crowther CA. Elective delivery of women with a twin pregnancy from 37
weeks gestation. Cochrane Database Syst Rev 2003: CD003582.
22. Ek S, Andersson A, Johansson A, Kublicas M. Oligohydramnios in uncomplicated
pregnancies beyond 40 completed weeks. A prospective, randomised, pilot study on
maternal and neonatal outcomes. Fetal Diagn Ther 2005;20:1825.
23. Boulvain M, Stan C, Irion O. Elective delivery in diabetic pregnant women. Cochrane
Database Syst Rev 2001:CD001997.
24. Rioseco A, Ivankovic MB, Manzur A, Hamed F, Kato SR, Parer JT, et al. Intrahepatic
cholestasis of pregnancy: a retrospective case-control study of perinatal outcome. Am J
Obstet Gynecol 1994;170:8905.
25. Roncaglia N, Arreghini A, Locatelli A, Bellini P, Andreotti C, Ghidini A. Obstetric
cholestasis: outcome with active management. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol
2002;100:16770.
26. Oron G, Hirsch R, Ben-Haroush A, Hod M, Gilboa Y, Davidi O, et al. Pregnancy
outcome in women with heart disease undergoing induction of labour. BJOG
2004;111:66975.
27. Rush RW, Mabin T, Bennett MJ. Induction of labour in pregnancy complicated by heart
disease. S Afr Med J 1983;64:7368.
28. Sau AK, Vasishta K, Dhar KK, Khunnu B. Induction of labour in pregnancy complicated
by cardiac disease. Aust N Z J Obstet Gynaecol 1993;33:379.
29. Odendaal HJ, Pattinson RC, Bam R, Grove D, Kotze TJ. Aggressive or expectant
management for patients with severe preeclampsia between 28-34 weeks gestation: a
randomized controlled trial. Obstet Gynecol 1990;76:10705.
30. Sibai BM, Mercer BM, Schiff E, Friedman SA. Aggressive versus expectant management
of severe preeclampsia at 28 to 32 weeks gestation: a randomized controlled trial. Am J
Obstet Gynecol 1994; 171:81822.
31. Alexander JM, Bloom SL, McIntire DD, Leveno KJ. Severe preeclampsia and the very
low birth weight infant: is induction of labour harmful? Obstet Gynecol 1999;93:4858
32. Blackwell SC, Redman ME, Tomlinson M, Landwehr JB Jr, Tuynman M, Gonik B, et al.
Labor induction for the preterm severe pre-eclamptic patient: is it worth the effort? J
Matern Fetal Med 2001;10:30511.

33. Coppage KH, Polzin WJ. Severe preeclampsia and delivery outcomes: is immediate
caesarean delivery beneficial? Am J Obstet Gynecol 2002;186:9213.
34. Mashiloane CD, Moodley J. Induction or caesarean section for preterm pre-eclampsia? J
Obstet Gynaecol 2002;22:3536.
35. Nassar AH, Adra AM, Chakhtoura N, Gomez-Marin O, Beydoun S. Severe preeclampsia
remote from term: labour induction or elective caesarean delivery? Am J Obstet Gynecol
1998;179:12103.
36. Hall DR, Odendaal HJ, Steyn DW. Delivery of patients with early onset, severe preeclampsia. Int J Gynaecol Obstet 2001;74:14350.
37. Magann EF, Roberts WE, Perry KG Jr, Chauhan SP, Blake PG, Martin JN Jr. Factors
relevant to mode of preterm delivery with syndrome of HELLP (hemolysis, elevated liver
enzymes, and low platelets). Am JObstet Gynecol 1994;170:182832.
38. Tukur J, Umar NI, Khan N, Musa D. Comparison of emergency caesarean section to
misoprostol induction for the delivery of antepartum eclamptic patients: a pilot study.
Niger J Med 2007;16:3647.
39. GRIT Study Group. A randomised trial of timed delivery for the compromised preterm
fetus: short term outcomes and Bayesian interpretation. BJOG 2003;110:2732.
40. Thornton JG, Hornbuckle J, Vail A, Spiegelhalter DJ, Levene M; GRIT Study Group.
Infant wellbeing at 2 years of age in the Growth Restriction Intervention Trial (GRIT):
multicentred randomized controlled trial. Lancet 2004;364:51320.
41. van den Hove MML,Willekes C, Roumen FJME, Scherjon SA. Intrauterine growth
restriction at term: induction or spontaneous labour? Disproportionate intrauterine growth
intervention trial at term (DIGITAT): a pilot study. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol
2006;125:548.
42. Logghe HL, Mason GC, Thornton JG, Stringer MD. A randomized controlled trial of
elective preterm delivery of fetuses with gastroschisis. J Pediatr Surg 2005;40:172631.
43. Hannah ME, Ohlsson A, Farine D, Hewson SA, Hodnett ED, Myhr TL, et al. Induction of
labour compared with expectant management for prelabor rupture of the membranes at
term. TERMPROM Study Group.N Engl J Med 1996;334:100510.

44. Spinnato JA, Shaver DC, Bray EM, Lipshitz J. Preterm premature rupture of the
membranes with fetal pulmonary maturity present: a prospective study. Obstet Gynecol
1987;69:196201.
45. Mercer BM, Crocker LG, Boe NM, Sibai BM. Induction versus expectant management in
premature rupture of the membranes with mature amniotic fluid at 32 to 36 weeks: a
randomized trial. Am J Obstet Gynecol 1993;169:77582.
46. Cox SM, Leveno KJ. Intentional delivery versus expectant management with preterm
ruptured membranes at 30-34 weeks gestation. Obstet Gynecol 1995;86:8759.
47. Naef RW III, Allbert JR, Ross EL, Weber BM, Martin RW, Morrison JC. Premature
rupture of membranes at 34 to 37 weeks gestation: aggressive versus conservative
management. Am J Obstet Gynecol 1998;178:12630.
48. van der Ham DP, Nijhuis JG, Mol BWJ, van Beek JJ, Opmeer BC, BijlengaD, et al.
Induction of labour versus expectant management in womenwith preterm prelabour
rupture of membranes between 34 and 37 weeks (the PPROMEXIL-trial). BMC
Pregnancy Childbirth 2007;7:11.
49. Suzuki S, Otsubo Y, Sawa R, Yoneyama Y, Araki T. Clinical trial of induction of labour
versus expectant management in twin pregnancy. Gynecol Obstet Invest 2000;49:247.
50. Kjos S, Henry OA, Montoro M, Buchanan TA, Mestman JH. Insulinrequiring diabetes in
pregnancy: a randomized trial of active induction of labour and expectant management.
Am J Obstet Gynecol 1993; 169:61115.
51. Koopmans CM, Bijlenga D, Aarnoudse JG, van Beek E, Bekedam DJ, van den Berg PP,
et al. Induction of labour versus expectant monitoring in women with pregnancy induced
hypertension or mild preeclampsia at term: the HYPITAT trial. BMC Pregnancy
Childbirth 2007;7:14.
52. Boers KE, Bijlenga D, Mol BWJ, LeCessie S, Birnie E, van Pampus MG, et al.
Disproportionate Intrauterine Growth Intervention Trial At Term:DIGITAT. BMC
Pregnancy Childbirth 2007;7:12.
53. Leung WC, Lao TT. Routine induction of labour at 41 weeks of gestation: nonsensus
consensus. [comment]. BJOG 2002;109:141617.

54. Angstetra D, Ferguson J, Giles WB. Institution of universal screening for Group B
streptococcus (GBS) from a risk management protocol results in reduction of early-onset
GBS disease in a tertiary obstetric unit. Aust N Z J Obstet Gynaecol 2007;47:37882.

Anda mungkin juga menyukai