Anda di halaman 1dari 2

Reksa Dana berbentuk PERSEROAN/KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF adalah Emiten yang kegiatan usahanya

menghimpun dana dengan menjual SAHAM/UNIT PENYERTAAN, dan selanjutnya dana dari penjualan saham
tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis Efek yang diperdagangkan di Pasar Modal dan pasar uang.
Reksa Dana terbuka adalah Reksa Dana yang dapat menawarkan dan membeli kembali sahamsahamnya dari
pemodal sampai dengan sejumlah modal yang telah dikeluarkan, sedangkan Reksa Dana tertutup adalah Reksa
Dana yang tidak dapat membeli kembali saham-saham yang telah dijual kepada pemodal.
Yang dimaksud dengan "persyaratan dan tata cara perizinan dalam ayat ini adalah ketentuan mengenai,
antara lain:
a. izin usaha;
b. ketentuan yang wajib diatur dalam anggaran dasar;
c. kepengurusan; dan
d. permodalan.
Yang dimaksud dengan nilai aktiva bersih dalam Pasal ini adalah nilai pasar yang wajar dari suatu Efek dan
kekayaan lain dari Reksa Dana dikurangi seluruh kewajibannya.
Yang dimaksud dengan "kontrak penyimpanan kekayaan dalam ayat ini, antara lain memuat:
a. pemisahan Efek Reksa Dana dari Kustodian;
b. pencatatan mutasi kekayaan Reksa Dana;
c. larangan penghentian kegiatan Kustodian sebelum ditunjuk Kustodian pengganti; dan
d. pembuatan dan penyampaian laporan kepada direksi Reksa Dana, Manajer Investasi, dan
Bapepam.
Manajer Investasi berdasarkan ayat ini dibebani tanggung jawab atas kerugian Reksa Dana yang timbul
karena pengelolaan yang tidak dilakukan dengan itikad baik dan tidak dengan penuh tanggung jawab
untuk kepentingan Reksa Dana.
Untuk melaksanakan kegiatan sebagai Perusahaan Efek diperlukan berbagai persyaratan di antaranya
keahlian dan permodalan yang cukup
Efek atau dalam istilah bahasa Inggris disebut security adalah suatu surat berharga yang bernilai serta dapat
diperdagangkan . Efek dapat dikategorikan sebagai hutang dan ekuitas seperti obligasi dan saham. Perusahaan atapun
lembaga yang menerbitkan efek disebut penerbit. Efek tesebut dapat terdiri dari surat pengakuan hutang, surat berharga
komersial, saham, obligasi, unit penyertaan kontrak investasi kolektif (seperti misalnya reksadana, kontrak berjangka atas
efek, dan setiap derivatif dari efek).

Izin usaha sebagai Penjamin Emisi Efek berlaku juga sebagai izin usaha Perantara Pedagang Efek.
Dengan demikian, Perusahaan Efek yang telah memiliki izin tersebut, di samping dapat bertindak sebagai Penjamin
Emisi Efek, juga dapat bertindak sebagai Perantara Pedagang Efek
Sedangkan Perusahaan Efek yang hanya memiliki izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek tidak dapat
melakukan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek.
pelaksanaan penjaminan emisi Efek
pelaksanaan perdagangan Efek
pengelolaan Portofolio Efek.
Izin untuk bertindak sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek berlaku juga sebagai izin Wakil Perantara
Pedagang Efek. Oleh karena itu, orang perseorangan yang memiliki izin Wakil Penjamin Emisi Efek dapat
mewakili Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara
Pedagang Efek. Sedangkan orang perseorangan yang memiliki izin Wakil Perantara Pedagang Efek hanya dapat
mewakili kepentingan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek.

Kegiatan Penasihat Investasi adalah memberikan nasihat mengenai penjualan atau pembelian Efek dengan
memperoleh imbalan jasa. Oleh karena itu, Penasihat Investasi harus memenuhi persyaratan tertentu seperti
keahlian dalam bidang analisis Efek. Termasuk dalam kegiatan Penasihat Investasi adalah kegiatan yang dilakukan
oleh perusahaan pemeringkat Efek. Untuk memastikan hal tersebut sebelum melakukan kegiatannya, Penasihat
Investasi diwajibkan terlebih dahulu memperoleh izin usaha dari Bapepam.
Kegiatan usaha Perusahaan Efek atau Penasihat Investasi pada dasarnya dilandasi oleh adanya kepercayaan dari
nasabah. Oleh karena itu, dalam melaksanakan kegiatannya Perusahaan Efek atau Penasihat Investasi harus
mendahulukan dan menjaga kepentingan nasabahnya sepanjang kepentingan nasabah tersebut tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan wajib menghindarkan segala tindakan
yang bertentangan dengan kepentingan nasabah yang bersangkutan.
Karena hubungan antara nasabah dan Perusahaan Efek atau Penasihat Investasi didasarkan pada kepercayaan,
sudah sepatutnya Perusahaan Efek atau Penasihat Investasi mengetahui keinginan, kemampuan, serta latar
belakang nasabah. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, Perusahaan Efek atau Penasihat Investasi dapat
menentukan arah dalam pemberian jasanya sesuai dengan keadaan nasabah
sehingga dapat dihindarkan keadaan di mana Perusahaan Efek atau Penasihat Investasi menyalahgunakan
kepercayaan yang diberikan untuk kepentingan sendiri dengan mengorbankan kepentingan nasabahnya.