Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PROSES INDUSTRI

KIMIA
INDUSTRI PROSES KIMIA

OLEH : KELOMPOK 4 GENAP


1. SITI MAISARAH (120405048)
2. ASTRI DEVI (120405072)
3. MARIO P.J SARAGI (120405074)
4. M. ABROR ZAMZAMI (120405110)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014/2015
1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di era modern sekarang ini semua pekerjaan dan kebutuhan manusia
sudah dilakukan dengan berbagai macam teknologi. Kebutuhan manusia mulai
dari kebutuhan primer, sekunder serta tersier tidak luput dari yang namanya
teknologi. Salah satu disiplin ilmu yang berperan penting dalam kemajuan
teknologi ini adalah Teknik Kimia. Teknik Kimia adalah disiplin ilmu yang
mempelajari tentang proses pengolahan bahan mentah menjadi sesuatu yang dapat
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sarjana Teknik Kimia sangat dibutuhkan disetiap industri proses kimia.
Berbagai bidang ilmu Teknik Kimia terdapat di dalam sebuah Industri proses
kimia. Penggolongan bidang ilmu teknik kimia didasarkan pada produk yang akan
dihasilkan oleh industri tersebut. Maka sangat diharapkan lulusan Teknik Kimia
benar-benar paham dengan ilmu yang dipelajarinya. Karena pengaplikasian ilmu
teknik kimia itu sangat luas. Salah satu diantaranya adalah dalam proses
pembuatan dry ice.
Oleh sebab itu pada makalah ini kami akan menjelaskan mengenai Industri
Proses Kimia dan proses pembuatan es kering (dry ice)
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.

Apakah defenisi dan ilmu dasar Industri Proses Kimia?

2.

Apakah itu Industri Proses Kimia?

3.

Bagaimana Klasifikasi Industri Proses Kimia?

4.

Bagaimana blok diagram proses kimia dan diagram alir proses (flowsheet)?

5.

Apakah defenisi dry ice?

6.

Bagaimana proses dan pemrosesan dalam industry kimia pembuatan dry ice?

7.

Apakah alat-alat industri proses yang digunakan dalam produksi dry ice?

8.

Bagaimana reaksi yang terjadi pada industry kimia yang memproduksi dry
ice?

1.3. Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah :
1. Mengetahui defenisi dan ilmu dasar Industri Proses Kimia.
2. Mengetahui tentang Industri Proses Kimia.
3. Mengetahui Klasifikasi Industri Proses Kimia.
4. Mengetahui blok diagram proses kimia dan diagram alir proses (flowsheet).
5. Mengetahui defenisi dry ice
6. Mengetahui proses dan pemrosesan dalam industri kimia pembuatan dry ice
7. Mengetahui alat-alat industri proses yang digunakan dalam produksi dry ice
8. Mengetahui reaksi yang terjadi pada industry kimia yang memproduksi dry
ice.
1.4. Manfaat
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan
mengenai aplikasi ilmu teknik kimia di Industri Proses Kimia dan proses
pembuatan dry ice.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Defenisi dan Ilmu Dasar Industri Kimia
Industri proses kimia adalah industri yang mengolah bahan baku/bahan
mentah menjadi suatu hasil/produk dengan memanfaatkan proses-proses. Prosesproses kimia yang dilakukan dalam industri proses kimia adalah reaksi kimia dan
peristiwa kimia fisik. Definisi lain dari industri proses kimia adalah suatu
kesatuan aktivitas manusia yang dimulai dari pengolahan sumber daya alam, lalu
mengubahnya ke dalam berbagai bahan, baik yang berupa bahan konsumsi
maupun obyek untuk diolah kembali, dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
umat manusia (Arhidayat, 2008)
Ilmu dasar Industri Kimia diantaranya berupa peristiwa kimia fisik yaitu :

Pencampuran molekuler bahan-bahan dengan rumus dan struktur molekul


yang berlainan.

Pengubahan fase, antara lain : penguapan, pengembunan, pengkristalan

Pemisahan campuran menjadi zat-zat penyusunnya yang lebih murni

2.2 Pengenalan Industri Proses Kimia


Pabrik kimia/industri kimia bertugas untuk melakukan pengolahan bahan
mentah/bahan baku/raw material, menjadi hasil/produk yang digunakan.
Pengolahan dilakukan / dapat bersifat fisik maupun kimia.
Sedangkan proses secara umum merupakan perubahan dari masukkan
(input) dalam hal ini bahan baku setelah melalui proses maka akan menjadi
keluaran (output) dalam bentuk produk.
Industri proses kimia juga ada yang namanya dikenal dengan industri
manufaktur, seperti salah satu produk yang sudah disebutkan di atas itu adalah
gelas. Pabrik yang membuat gelas kerjanya cuma mencetak-cetak lelehan kaca
menjadi aneka bentuk gelas saja. Sedangkan industri proses kimia adalah yang
memproses bahan-bahan baku (dari alam maupun buatan pabrik lain) untuk
membuat kaca/gelas menjadi bahan baku untuk membuat gelas siap cetak.

Bahan baku membuat kaca/gelas itu adalah jenis bahan-bahan tambang


seperti pasir kwarsa/silika, dolomit, dan felspar yang ditambahkan dengan
beberapa macam bahan baku pembantu lalu diproses menjadi kaca/gelas (biasanya
berupa lembaran atau bijih) melalui aneka alat-alat proses disebut industri proses
kimia. Lembaran-lembaran kaca/gelas itu dibawa ke pabrik lain untuk dilakukan
pelelehan lembaran kaca lalu mencetaknya menjadi aneka bentuk gelas, kaca
rumahan, mangkok, atau wadah-wadah kaca lainnya. Sampai batas ini, kita bisa
menyebut industri tersebut sebagai industri manufaktur.
Hal yang sama juga berlaku pada produk olahan plastik (ember, kantong
plastik, kabinet, pulpen, casing hp/alat-alat elektronik, penggaris, kancing baju,
pipa/selang, botol, derigen), produk olahan logam (paku beton, besi beton, drum,
jarum peniti, uang logam, gunting, bodi kendaraan, panci aluminium, kaleng, dan
lainnya), produk farmasi (aneka jenis obat-obatan berbentuk tablet/kapsul), serta
produk-produk olahan karet dan serat.
Jenis-jenis industri proses kimia disertai contoh nama-nama perusahaan yang
pernah kita dengar:
1. Industri petrokimia dan turunannya seperti PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia
Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri
Petrochemical Center, PT Tripolita Indonesia, PT Polyprima Karyareksa, PT
Medco Methanol Bunyu, PT Trans Pacific Petrokimia Indotama,

PT

Petrokimia Nusantara Interindo, PT Polytama Propindo, PT Kaltim Methanol


Industri, PT Unggul Indah Corporation, PT GT Petrochem Industries, PT
Petro Oxo Indonesia, PT Polypet Karya Persada, PT Mitsubishi Chemicals,
PT Amoco Mitsui, PT Polysinso Eka Perkasa, PT Dunia Kimia Utama, PT
Sri Melamin Rejeki.
2. Industri perminyakan dan gas seperti PT PERTAMINA, PT Medco Energi
Indonesia, Total E&P Indonesia, VICO Indonesia, Chevron-Texaco
Indonesia,

Mobil

Oil

Indonesia,

Shell

Indonesia,

PETRONAS,

PETROCHINA, PT Badak NGL, PT Perusahaan Gas Negara (PGN),


UNOCAL Indonesia, Beyond Petroleum (BP).
3. Industri makanan dan minuman seperti PT Ultrajaya Milk, PT Ceres
Indonesia, Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bogasari, PT Multi Bintang

Indonesia, PT Aqua Golden Missisipi, PT Mayora Indah, PT Sari Husada, PT


Nestle Indonesia, PT Coca Cola Indonesia, PT Miwon Indonesia, PT
Ajinomoto Indonesia, PT ABC Heinz Indonesia, Garuda Food, Orang Tua.
4.

Industri kebutuhan rumah tangga (household) dan toiletries seperti PT


UNILEVER Indonesia, PT Kao Indonesia, PT Sayap Mas Utama, PT Wings
Surya Surabaya, PT Sinar Antjol, P & G Indonesia, PT Sara Lee Indonesia,
PT Johnson & Johnson Indonesia, PT Cussons Indonesia.

5.

Industri oleokimia seperti PT Ecogreen Oleochemical, PT Sumiasih


Oleochemical, PT Sinar Mas, PT Cognis Indonesia, PT Sinar Olechemical
International, PT Cisadane Raya Chemical, PT Flora Sawita Chemindo, PT
Asianagro Agungjaya.

6.

Industri kimia anorganik dan gas industri seperti PT Asahimas Chemical, PT


Lautan

Luas,

PT

Indo

Acidatama,

PT

Multi

Nitrotama

Kimia,

PT Peroksida Indonesia, PT Timur Raya Tunggal, PT South Pacific Viscous,


PT Indo Bharat Rayon, PT Mahkota Indonesia, PT Satomo Indovyl
Monomer, PT Industri Soda Indonesia , PT Air Liquide, PT BOC Gases
Indonesia, PT Samator Gas.
7.

Industri peternakan seperti PT Charoen Pokphan Indonesia , PT Medion,


PT JAPFA Comfeed, PT Sierad Produce.

8.

Industri pertambangan dan pengolahan bahan tambang seperti PT Aneka


Tambang, PT Timah, PT Freeport Indonesia, PT Newmont Indonesia,

PT

Tambang Batubara Bukitasam, PT Kaltim Prima Coal, PT Adaro Indonesia,


PT Indonesia Asahan Aluminium, PT International Nikel Indonesia, PT
Semen Gresik, PT Semen Padang, PT semen Baturaja, PT Holcim Indonesia,
PT Indocement Tunggal Prakarsa, PT Asahimas Flat Glass, PT Surya Toto
Indonesia, PT KIA Keramik, PT Mulia Keramik, PT Kujang United Catalyst.
9.

Industri pertanian dan pengolahan hasil pertanian seperti PT Perkebunan


Nusantara, Pabrik Gula Rajawali, Pabrik Gula Madukismo, PT Astra Agro
Lestari, PT Sorini Indonesia, PT Medco Ethanol Lampung, Wilmar Group,
PT Pabrik Gula Gunung Sugih, PT Suba Indah, Pabrik Gula Cinta Manis, PT
Sinar Alam Permai.

10. Industri kehutanan dan pengolahan hasil hutan seperti PT PERHUTANI, PT


TeL Pulp and Paper, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Kertas Padalarang, PT
Riau Andalan Pulp and Paper, PT Gajah Tunggal, PT Goodyear Indonesia, PT
Tjiwi Kimia, PT Kertas Leces, PT Inkaba.
11. Industri farmasi dan kosmetika seperti PT Sari Ayu, PT Bayer Indonesia, PT
Sido Muncul, PT Konimex, PT Tempo Scan Pacific, PT Bintang Toejoeh, PT
Martina Berto (Mustika Ratu), PT Dexa Medika, International Flavor and
Fragrance, Firmenich, PT Kimia Farma, PT Indo Farma, PT Sanbe Farma, PT
Kalbe Farma. PT Merck Indonesia, PT Squibb Indonesia.
12. Industri cat dan pewarna seperti PT ICI Paint Indonesia, PT Kansai Paint
Indonesia, PT Dystar Indonesia, PT Clariant Indonesia.

2.3 Klasifkasi Industri Proses Kimia


Yang termasuk ke dalam industri proses kimia adalah :
a.

Industri kimia dasar yaitu industri proses kimia yang menghasilkan produk
zat kimia dasar, seperti asam sulfat (H2SO4), amoniak (NH3), etanol/alkohol,
asam sulfat, asam cuka, soda kue, soda api/NaOH, dan produk kimia dasar
lainnya.

b.

Industri pengolahan minyak bumi (petroleum refinery) yang menghasilkan


produk-produk bahan bakar minyak (BBM), seperti: bensin, solar, LPG,
kerosene, bahan bakar penerbangan, solar, minyak diesel. Produk-produk
selain komponen bahan bakar minyak (non BBM) juga dihasilkan, seperti:
pelumas, lilin (wax), aspal, pelarut organik dan non organik (solvent) maupun
produk petrokimia.

c.

Industri petrokimia yaitu industri yang mengolah zat atau bahan yang berasal
dari fraksi minyak bumi, seperti: etilen (C2H4) dan propilen (C3H6).

d.

Industri pengolahan logam yaitu industri yang melakukan pengolahan logam.

e.

Industri oleokimia yaitu industri yang mengolah zat atau bahan yang berasal
dari fraksi minyak atau lemak nabati atau hewani, seperti pabrik CPO (Crude
Palm Oil).

f.

Industri agrokimia yaitu industri yang memproduksi aneka pupuk dan bahan
kimia untuk budidaya pertanian, seperti pestisida, urea, ammonium sulfat.

g.

Industri makanan dan minuman, seperti: gula, susu, kopi, mie instan, garam,
tepung tapioka, penguat rasa, sari buah, yoghurt, tahu, kecap, minyak goreng,
suplemen, dan makanan-minuman lainnya.

h.

Industri bahan pewarna dan pencelup yang memproduksi bahan pewarna dan
pencelup baik untuk makanan maupun tekstil

i.

Industri bahan peledak memproduksi bahan peledak yang digunakan untuk


peledakan sumber minyak, tambang batubara.

j.

Industri bubur kertas (pulp) dan kertas memproduksi bubur kertas dan kertas
dari bahan baku kayu.

k.

Industri semen dan keramik memproduksi semen dan keramik

l.

Industri karet, kulit dan plastik memproduksi karet, kulit dan plastik

m. Industri alat-alat rumah tangga seperti gelas, ember/gayung, panci aluminium,


teflon, dan alat rumah tangga lainnya
n.

Industri pembersih dan toiletries memproduksi sabun/detergen, pasta gigi,


krim pelembab, kosmetika, sampo, parfum.

o.

Industri kemasan memproduksi botol/gelas air mineral, kantong plastik,


kertas-kertas kemasan, derigen, drum.

p.

Industri alat-alat tulis memproduksi tinta, pulpen, penggaris plastik, lem.

q.

Industri obat-obatan/farmasi memproduksi obat batuk, sakit kepala, saki


perut, flu, suplemen energi, dan obat-obatan lainnya.

r.

Industri perumahan/bangunan memproduksi cat, semen, batubata, paku, besi


beton, pipa PVC.

s.

Industri otomotif memproduksi oli/pelumas, jok kendaraan, kerangka (body)


kendaraan, ban.

t.

Industri sandang memproduksi benang sintesis, polyester, nilon, kancing baju,


sol sepatu, kulit untuk tas dan sepatu.

u.

Industri pertanian dan perternakan memproduksi pupuk, pestisida, hormon


tanaman, pakan ternak, vaksin ternak.

2.3 Klasifikasi Industri Proses Kimia


Industri diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Industri dasar atau hulu
Industri hulu adalah industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi
barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku
untuk kegiatan industry yang lain. Misalnya: industry kayu lapis, industry
alumunium, industry pemintalan dan industry baja.
Industri hulu mempunyai ciri-ciri padat modal, skala besar, menggunakan
teknologi maju dan teruji.Lokasinya selalu dipilih dekat dengan bahan
baku yang mempunyai sumber energy sendiri, dan pada umumnya lokasi
ini belum tersentuh pembangunan.
b. Industri Hilir
Industri hilir adalah industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi
barang jadi sehingga yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau
dinikmati oleh konsumen. Industri ini sebagai perpanjangan proses dari
industry hulu. Misalnya : Industri Pesawat terbang, industri konveksi,
industry otomotif dan industri meubeler.
c. Industri kecil
Industri kecil adalah industri yang memiliki ciri-ciri modal relatif kecil,
teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari
kalangan keluarga, produknya masih sederhana dan lokasi pemasarannya
masih terbatas (berskala lokal). Misalnya : industri kerajinan dan industri
makanan ringan.

2.4 Penyusunan Blok Diagram Proses Kimia dan Diagram Alir (Flowsheet)
Salah satu contoh Industri Proses Kimia ini adalah pabrik pengolahan CPO.
Proses ini sering disebut sebagai refining (pengolahan, pemurnian, etc). Tujuan
utama pengolahan (refining) CPO ini jelas utk menghilangkan zat-zat non-

triglyceride tsb. Dari komposisi di atas, jelaslah bahwa proses utamanya akan
meliputi:
1. Menghilangkan gum atau phosphatides (degumming), yg pertama kali mesti
dilakukan krn gum ini menaikkan viskositas CPO.
2. Menghilangkan FFA, yg biasanya dgn dinetralisasi
3. Menghilangkan warna dengan mengambil pigment2 yg termasuk di dlmnya
adalah beta karoten. Proses ini sering disebut sbg bleaching.
4. Menghilangkan bau (biasanya jg disebabkan oleh keberadaan FFA). Proses ini
umum disebut sbg deodorization
5. Jika diinginkan, kita jg bias memisahkan olein dan stearin. Olein adalah
komponen palm oil yg berfasa cair dan stearin adalah komponen palm oil yg
berfasa padat.

2.5 Defenisi Dry ice


Dry ice yaitu karbondioksida yang dibeku-kan sehingga bisa digunakan
sebagai pengganti es batu. Es kering ini tidak mencair namun menguap menjadi
gas. Menggunakan es kering tidak akan menyebabkan wadah menjadi basah atau
10

lembab. Es kering memiliki temperatur yg lebih rendah dari es biasa, yaitu -79 C
(yaitu 79 C dibawah titik nol). Es kering dibuat di pabrik yang khusus membuat
itu, yaitu dengan cara memasukkan cairan karbondioksida ke ruangan yang
bertekanan tinggi. Pada saat tekanan dikeluarkan, karbondioksida cair itu akan
berubah menjadi butir-butir padat yang kemudian dibentuk menjadi dry ice alias
es kering.
Sumber karbon dioksida banyak terdapat dialam namun secara komersil
dapat diperoleh dari :
a) Gas hasil pembakaran yang mengandung Hidro karbon dimana
kandungannya 10 sampai 18 %.
b) Hasil samping proses kalsinasi batu kapur dimana kandungan karbon
dioksida 10 samapai 40 %.
c) Hasil samping proses fermentasi dimana kandungan CO2 lebih kurang
99 %.
Dry ice banyak dibutuhkan untuk industri yang memerlukan pendinginan,
terutama industri ice Cream dan makanan. Di Negara industri banyak
membutuhkan dry ice sebagai pendingin pada pembuatan peralatan-peralatan
berat dan logam yaitu pendingin pada waktu pembelahan logam.
Di Indonesia dry ice banyak digunakan untuk pendingin makanan,
pembuatan ice cream dan sedikit digunakan untuk :

Keperluan rumah sakit

Untuk pembuatan gas buatan pada pentas seni

Pengisi minuman

2.6 Proses dan Pemrosesan dalam Industri Kimia pembuatan dry ice.
1. Dimulai dengan produksi gas yg mengandung konsentrat CO2 (karbondioksida)
tinggi. Gas-gas ini dapat berupa produk sampingan dari proses produksi gas-

11

gas lain, misal gas amonia dan nitrogen dari gas alam cair maupun dari proses
fermentasi skala besar.
2. Gas yg kaya karbondioksida ini kemudian dimampatkan dan diturunkan
suhunya sampai -78,5 C sehingga berubah wujud menjadi cair (uap air yg
terkena suhu dingin akan berubah menjadi cair).
3. Tekanan/pemampatan kemudian dikurangi. Ketika ini terjadi, sebagian kecil
CO2 menguap, dan kemudian suhu turun dengan cepat di CO 2 cair yg tersisa.
Temperatur yg benar-benar dingin membuat CO 2 cair ini mengeras menjadi
seperti salju dan akan tetap seperti itu.
Skala Industri:

Gambar a. Diagram Alir Produksi Dry Ice (S.S Lab Asia)


Untuk menghasilkan jumlah besar es kering, pendinginan evaporatif
diperlukan. Karbon dioksida cair diproduksi dengan mengompresi gas karbon
dioksida. Karena suhu zat meningkat saat dikompresi, gas harus didinginkan
selama proses kompresi untuk mendorong pembentukan cairan. Jika gas di dalam
tangki sudah mencapai suhu kamar, pencairan mulai terjadi ketika tekanan
mencapai sekitar 6.000 kilopaskal. Jika keran tabung karbon dioksida cair dibuka,
sebagian diantaranya akan berusaha melarikan diri, menyebabkan momentum
rata-rata molekul serta suhunya menjadi turun. Setelah semua panas lingkungan
menguap, suhu cairan turun di bawah titik beku dan muncullah karbon dioksida
padat yang disebut es kering. Es kering biasanya disimpan dalam kontainer
terisolasi. Bila terkena udara, es ini segera melepaskan gas karbon dioksida.
Karena perbedaan suhu antara es kering dan lingkungan cukup besar, maka
perubahan fasa terjadi langsung dari padat ke gas, tanpa melalui fase cair.
12

Salah satu Industri yang memanfaatkan limbah CO2 hasil proses


fermentasi adalah PT Molindo Raya. PT. Molindo Raya yang bergerak dalam
industri fermentasi adalah produsen utama Ethanol di Indonesia. Dengan kapasitas
terpasang sebesar 40.000 Kl/hari (330 hari kerja pertahun), operating capacitynya
saat ini adalah 35.000 Kl/tahun. PT Molindo Raya memanfaatkan hasil samping
proses fermentasi untuk diolah menjadi dry ice.
Bahan Pendamping untuk proses pembuatan dry ice dari hasil samping
proses fermentasi antara lain, kalium bikarbonat, sodium karbonat, asam sulfat,
oil, air, karbon aktif dan steam.
Proses pembuatan dry ice adalah gas CO2 yang didapatkan dari hasil
samping fermentasi dipekatkan dari 99,5% menjasi 99,9%. Gas dimasukkan
absorber secara counter current dengan alcohol encer. Setelah itu dimasukkan
srubber. Larutan dari srubber dikembalikan ke fermentor sedang gas dimasukkan
ke gas holder. Dari gas holder CO2 ditekan sampai 75 psi abs, dengan kompresor 1
stage, sehingga dapat dialirkan ke absorber yang memakkai potassium bichromat
sebagai absorbent. Di dalam scrubber H2S di absorsi (mengoksidai kotoran dari
gas) dan H2S dikembalikan ke fermentor dan gas dari scrubber 3 dipisahkan lagi
menggunakan larutan sodium carbonat dan terakhir gas dimasukkan ke oil
scrubber untuk mengambil minyak dari compressor. CO2 yang sudah dimurnikan
masuk stage dua dan ditekan sampai 400 psi, lalu didinginkan sampai 0F dalam
Brine collr dan dilewatkan stage tiga sehingga tekanan menjadi 900 sampai 1020
psi. Akhirnya CO2 didinginkan secara cepat sampai -40F dan tekanan 147 psi.
Gas yang dikondensasi secara perlahan-lahan dengan amoniak dicampur
dengan CO2 yang didinginkan mendadak sehingga diperoleh dry ice.

2.7 Alat-alat Industri Proses yang digunakan dalam Produksi Dry Ice
Untuk pembuatan dry ice dalam skala kecil atau skala rumahan, dapat
digunakan serbuk padat CO2 yang terdapat pada tabung pemadam kebakaran.
Namun untuk skala pabrik diperlukan alat-alat seperti :

13

1. Kompressor
Kompressor ini digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tekanan gas
CO2
2. Dryer
Dryer berfungsi untuk mengeringkan kadar air yang terbawa oleh gas CO2.
3. Refrigerator
Refrigerator berfungsi untuk menurunkan suhu gas yang naik akibat
terjadinya penurunan tekanan.
4. Liquifier
Liquifier berfungsi sebagai tempat terjadinya pencairan gas CO2.
5. Liquid storage
Liquid storage berfungsi sebagai tempat penyimpanan cairan CO2

BAB III
PENUTUP
Industri Proses Kimia dapat dibagi menjadi 3 yaitu : Industri hulu, Industri
hilir dan Industri kecil. Hasil samping proses fermentasi dimana kandungan CO2

14

lebih kurang 99 % dapat dimanfaatkan menjadi dry ice dengan bahan pendamping
antara lain, kalium bikarbonat, sodium karbonat, asam sulfat, oil, air, karbon aktif
dan steam. Dry es adalah karbondioksida yang dibekukan sehingga bisa
digunakan sebagai pengganti es batu.

DAFTAR PUSTAKA

15

Fathurrochman.

2013.

Industri

Proses

Kimia.

http://fathurrochman21.

blogspot.com/2013/01/industri-proses-kimia.html. Diakses pada tanggal 11


September 2014.
Juwita, Desi. 2014. Defenisi Es Kering, Sifat, Kegunaan, dan Pembuatannya.
http://www.amazine.co/. Diakses pada 13 September 2014.
Magnetoice. 2012. Defenisi-Defenisi Dangerous Goods. http://magnetoice
wordpress. com/. Diakses pada 13 September 2014.
Maulana, Toni. 2012. Membaca Diagram Alir Proses. http://tonimaulan.
blogspot.com/. Diakses pada tanggal 11 September 2014.

16