Anda di halaman 1dari 11

Nota Retur dan Nota

Pengembalian
PMK-65/PMK.03/2010

Pengertian
Nota Retur adalah Nota yang dibuat oleh penerima BKP karena
adanya pengembalian atas BKP yang telah dibeli/diterimanya.

Nota Pembatalan adalah nota yang dibuat oleh penerima jasa


kena pajak dalam hal Jasa Kena Pajak yang diserahkan ternyata
dibatalkan, baik sebagian maupun seluruhnya oleh Penerima
Jasa.

Mengurangi
Pajak Masukan dari Pengusaha Kena Pajak Pembeli (Penerima Jasa)

Biaya atau harta bagi Pengusaha Kena Pajak Pembeli (Penerima Jasa)

Biaya atau harta bagi Pembeli (Penerima Jasa) yang bukan Pengusaha Kena Pajak

Saat retur / Saat Pembatalan


Saat Barang Kena Pajak tersebut
dikembalikan oleh Pembeli.

Saat dilakukannya pembatalan seluruhnya


atau sebagian hak atau fasilitas atau
kemudahan oleh pihak Penerima Jasa.

Nota retur harus dibuat pada saat Barang


Kena Pajak dikembalikan.

Nota pembatalan harus dibuat pada saat


Jasa Kena Pajak dibatalkan.

Nota retur tidak lengkap, tidak dibuat, tidak


disampaikan maka pengembalian BKP
dianggap tidak terjadi

Nota pengembalian tidak lengkap, tidak


dibuat, tidak disampaikan maka pembatalan
jasa kena pajak dianggap tidak terjadi

Tata Cara Pembuatan Nota Retur


Nota retur paling sedikit harus
mencantumkan:
a. nomor urut nota retur
f.
b. nomor, kode seri, dan tanggal
Faktur Pajak dari BKP yang
dikembalikan
c. nama, alamat, dan NPWP Pembeli g.
d. nama, alamat, NPWP PKP Penjual h.
e. jenis barang, jumlah harga jual
BKP yang dikembalikan

PPN atas BKP yang dikembalikan,


atau PPN dan PPnBM atas BKP
yang tergolong mewah yang
dikembalikan
tanggal pembuatan nota retur
nama dan tanda tangan yang
berhak menandatangani nota
retur

Tatacara Pembuatan Nota Retur


Bentuk dan ukuran nota retur dibuat sesuai dengan
kebutuhan administrasi Pembeli.
Nota retur dibuat paling sedikit dalam rangkap 2 (dua) yaitu:
lembar ke-1: untuk PKP Penjual;
lembar ke-2: untuk arsip Pembeli.

Dalam hal Pembeli bukan PKP, nota retur dibuat paling


sedikit dalam rangkap 3 (tiga), dan lembar ke-3 harus
disampaikan ke KPP tempat Pembeli terdaftar.

Tata Cara Pembuatan Nota Pembatalan


Nota pembatalan paling sedikit harus
mencantumkan:
a. nomor nota pembatalan
e.
b. nomor, kode seri dan tanggal
Faktur Pajak dari Jasa Kena Pajak f.
yang dibatalkan
c. nama, alamat, dan NPWP
g.
Penerima Jasa
d. nama, alamat, NPWP PKP Pemberi h.
Jasa Kena Pajak

jenis jasa dan jumlah penggantian


Jasa Kena Pajak yang dibatalkan
PPN atas Jasa Kena Pajak yang
dibatalkan
tanggal pembuatan nota
pembatalan
nama dan tanda tangan yang
berhak menandatangani nota
pembatalan

Tata Cara Pembuatan Nota Pembatalan


Bentuk dan ukuran nota pembatalan dibuat sesuai dengan
kebutuhan administrasi Pembeli.
Nota pembatalan dibuat paling sedikit dalam rangkap 2 (dua)
yaitu:
olembar ke-1: untuk Pengusaha Kena Pajak Pemberi Jasa Kena
Pajak;
olembar ke-2: untuk arsip Penerima Jasa.

Dalam hal Penerima Jasa bukan PKP, nota pembatalan dibuat


paling sedikit dalam rangkap 3 (tiga), dan lembar ke-3 harus
disampaikan ke KPP tempat Penerima Jasa terdaftar.

Pelaporan Nota Retur dalam SPT PPN


Nota retur harus dilaporkan dalam SPT Masa PPN, agar dapat
mengurangi PPN/PPnBM SPT Masa PPN sebelumnya.
Pengurangan PPN dan PPnBM oleh PKP penjual dilakukan dalam
Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dibuatnya Nota Retur.
Dalam hal Nota Retur belum dapat diperhitungkan maka Nota Retur
dapat diperhitungkan oleh PKP penjual dalam Masa Pajak diterimanya
Nota Retur tersebut.
Pengurangan PPN dan PPnBM, harta, atau pengurangan biaya oleh
pembeli dilakukan dalam Masa Pajak dibuatnya Nota Retur.