Anda di halaman 1dari 9

Sejarah Pembentukan Bursa Berjangka Di Indonesia

Pemerintah Indonesia sejak lama sudah sadar akan perlunya suatu sarana lindung nilai
(Bursa Berjangka). Sederetan menteri sejak zaman Presiden Soeharto mencoba memfasilitasi
berdirinya Bursa Berjangka dan mencegah menjadikannya suatu Kasino. Bermain di bursa
manapun banyak mengandung resiko apalagi di luar negeri yang tidak jelas keberadaan
bursanya. Apakah benar amanat diteruskan atau tidak, tidak jelas. Pemerintah mengambil
tindakan mulai tahun 1977, yaitu :
1) Melarang penyaluran amanat keluar negeri (instruksi Mendag No. 03/M/lNS/VI/77).
2) Mendirikan BAPPEBTI (Badan Pelaksana Bursa Komoditi) serta PT.Kliring dan
Jaminan Bursa Komoditi (PP No.35 Tahun 1982)
Karena banyak tantangan dari para Commission House dan karena citra bursa
komoditi sudah dirusak oleh mereka serta kurangnya pengetahuan masyarakat, usaha
pemerintah untuk mendirikan bursa komoditi tidak berhasil. Adanya Bulog, berbagai "tata
niaga" dan kebiasaan pejabat yang dengan "super human wisdom" menentukan "harga wajar"
memang tidak memungkinkan adanya bursa berjangka.
Tahun 1991 Pemerintah mulai banting setir. Kalau dahulu mereka mencoba
menentukan komoditi mana yang pantas diperdagangkan derivatifnya di Bursa Berjangka,
mereka sudah mulai bertanya kepada "pelaku" pasar anggota berbagai asosiasi, yaitu :
Apakah komoditi yang saudara perdagangkan siap dibursakan? jawabannya wakil asosiasi
memang menarik hanya 3 asosiasi bersedia yaitu : AEKI, AIMMI dan GAPKI.
Diikuti dengan keputusan Bappebti No. 07/BAPEBTI/KP/XJ/1991 untuk mengangkat
team kecil yang sudah mulai bekerja bulan Agustus 1991. Dibulan Juli 1992 kedua team kecil
berhasil merampungkan bab XIII dan bab X dan Peraturan Tata Tertib Bursa yang akan
dijalankan Bappebti dengan suatu peraturan pemerintah. Pemerintah berubah pikiran dan
minta swasta saja yang mendirikan bursa. Pertemuan dilakukan dengan Menteri Muda
Perdagangan bulan Nopember 1992 dan baru pada tanggal 26 Pebruari 1993 diangkat suatu
team kecil dengan Keputusan Menteri.
Anggota tim adalah utusan dan FAMNI (AIMMI dan GAPKI) dan AEKI. Team ini
mengumpulkan uang untuk membiayai konsultan dan Australia dan Malaysia untuk membuat
studi kelayakan, rencana usaha dan rancangan tata tertib bursa.Disamping itu pemerintah juga
mengusahakan adanya Undang-Undang Perdagangan Berjangka untuk untuk mengatur
perdagangan berjangka yang ada di Indonesia. Usaha AEKI dan FAMNI untuk
menghilangkan kata komoditi dari RUU tidak berhasil, usaha untuk memasukkan produk
1

finansial secara eksplisit juga tidak berhasil tetapi diserahkan kepada Presiden. Team yang
ditunjuk Memperindag untuk mempersiapkan berdirinya bursa ditolak DPR dan dijadikan
alasan untuk menunda keluarnya undang-undang itu. Desas - desus tanpa bukti beredar
bahwa ada pihak-pihak membiayai penundaan itu. Juga disebar desas - desus bahwa AEKI
dan FAMNI ingin memonopoli bursa berjangka. UndangUndang No. 32 tahun 1997 yang
akhirnya keluar. Undang-undang tersebut jelas:
Tidak menutup kemungkinan ada Iebih dan 1 (satu) bursa (tidak monopoli)
Melarang pendiri terafiliasi
Melarang pemegang saham memiliki atau menguasai lebih dan 1 (satu)saham
Pemegang saham baru (selain pendiri) harus pialang sedangkan kita tahu tidak ada
satupun pendiri pialang
Mengharuskan direksi independen dan profesional

Mengharuskan paling sedikit 1 (satu) komisanis mewakili masyarakat.


Kebutuhan uang dan menghilangkan citra bahwa bursa tidak akan dimonopoli oleh
AEKI dan FAMNI diikutsertakan PT. Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi untuk
menampung calon pendiri non AEKI - non FAMNI dengan perjanjian historis yang
disaksikan Bappebti. Pada tanggal 8 Juni 1998. UU No. 32 tahun 1997 keluar pada saat krisis
ekonomi memuncak. Selama tahun 1998 boleh dikatakan tidak ada minat untuk melakukan
apa-apa di sektor ini.
Tingkah laku Pemerintah kambuh Iagi dengan larangan ekspor sawit. Baru setelah
keluar PP No. 9 tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 gerakan pendirian bursa dimulai lagi.
AEKI dan FAMNI bekerja cepat, rekrutmen calon pendiri dilakukan dan anggota masingmasing dan dari luar. Orang-orang baru yang sama sekali tidak mengerti bursa berjangka,
bermodal kecil dan belum pernah membaca Undang-undang No. 32 tahun 1997 dan PP No. 9
tahun 1999 termasuk pelanggar undang-undang dan peraturan pemerintah berlomba-lomba
masuk. Ada juga usaha untuk memasukkan pihak-pihak terkait.
Bappebti mengharuskan bahwa semua pendiri Iayak dan patut. Setelah pemeriksaan
beberapa calon ditolak. Ada yang tidak Iayak dan patut, ada yang ditolak karena terafiliasi
dan ada yang mengundurkan diri karena keinginannya tidak terpenuhi. Satu jam sebelum
pertemuan pembentukan perseroan tanggal 19 Agustus semua itu baru selesai. AEKI dan
FAMNI berhasil mengumpulkan 29 perusahaan tidak terafiliasi dan industri (kopi, sawit,
keuangan dan perdagangan) banyak diantaranya baru bertemu pertama kali dalam satu

perseroan dalam waktu begitu pendek (5 bulan sejak ditunjuk menjadi promotor) dalam
keadaan masih krisis.
Pada tanggal 11 Juli 2000 jam 16.00 dimasukkanlah permohonan untuk ijin usaha
suatu bursa berjangka sudah diajukan kepada Bappebti. ini merupakan permohonan ijin usaha
pertama untuk satu bursa berjangka dalam sejarah Republik Indonesia
Pada tanggal 21 November 2000 BBJ resmi mendapatkan izin dari BAPPEBTI.
Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, akhirnya Bursa Berjangka Jakarta
resmi berdiri dan mulai resmi melakukan perdagangan pertamanya sejak tanggal 15
Desember 2000. Komoditas yang pertama kali diperdagangkan di Bursa Berjangka
Jakarta(BBJ) adalah Kopi Robusta dan Olein.
Kemudian pada 1 Januari 2002 mulai diluncurkan komoditi Emas(Gold) yang
dipercaya akan menarik minat para investor dan dapat meramaikan perdagangan berjangka
ini. Karena Emas adalah barang yang sangat diminati dikalangan masyarakat indonesia dan
harganya selalu cenderung untuk naik.
Pengertian Bursa Berjangka
Bursa berjangka adalah

tempat/fasilitas

memperjual

belikan

kontrak

atas

sejumlah komoditi atau instrumen keuangan dengan harga tertentu yang penyerahan
barangnya disepakati akan dilakukan pada saat yang akan datang. Kontrak itu dibuat antara
pihak-pihak yang saling tidak tahu lawaan transaksinya. Kontrak adalah mengikat pada saat
terjadinya kesepakatan antara pembeli dan penjual meskipun mereka saling tidak tahu lawan
transaksinya. Tidak ada pasar sekunder untuk kontrak dalam perdagangan berjangka. Semua
kontrak adalah kontrak primer dan setiap kontrak (dengan subjek kontrak tertentu) yang
terjadi (dibuka) harus didaftarkan pada otoritas bursa setempat, jadi kontrak diciptakan di
bursa.
Perbedaan Bursa Berjangka dan Bursa Saham
Kontrak perdagangan berjangka tidak diterbitkan sebagaimana dalam penerbitan
saham tetapi "terbentuk" sewaktu ada pihak pembeli (disebut dengan istilah long) dan ada
pihak penjual (yang disebut short) Pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak
baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk menutup posisi long
sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long selalu berpasangan,
dimana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short. di Bursa saham,
jumlah efek yang terdaftaradalah terbatas. Penjual, kecuali emiten, tidak dapat menciptakan
saham itu, karena di pasar modal penjual harus memiliki atau meminjam efek, sebelum boleh
menjualnya. Sedangkan pada bursa berjangka, pihak pembeli dan penjual kontrak
3

menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk
menutup posisi long sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long
selalu berpasangan, dimana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short.
Di pasar berjangka, investor mungkin merealisasi rugi atau laba, baik waktu membeli
maupun menjual, bila transaksi pembelian ataupun penjualan itu ditutup posisinya. Baik
pembeli maupun penjual mungkin tidak merealisasikan rugi atau laba kalau pembelian atau
penjualan itu terus membuka posisinya. Sedangkan pada pasar modal, penjual tidak
boleh short. Investor di pasar modal hanya akan mungkin merealisasi rugi atau laba pada
waktu menjual saham yang dimilikinya. Kemungkinan laba hanya ada pada penjual,
sedangkan pembeli hanya akan merealisasikan rugi atau labanya pada waktu menjual.
Dipasar modal yang terjadi adalah perdagangan fisik di mana jual beli saham
dilakukan secara fisik, sehingga terjadi serah terima saham secara fisik dengan kewajiban
membayar senilai 100% dari transaksi, sedangkan dalam perdagangan berjangka yang
diperdagangkan adalah kontrak/janji atau kesepakatan untuk menyerahkan atau menerima
suatu barang tertentu di kemudian hari. Sebagai penjual atau pembeli dalam pasar berjangka
wajib menyerahkan sejumlah dana hanya sekitar 5 10% dari nilai komoditi yang
ditransaksikan sebagai itikad baik (good faith) yang disebut margin.
Kliring Derivatif
Atas setiap kontrak yang terdaftar dan merupakan suatu kontrak terbuka, Lembaga
Kliring akan melakukan perhitungan keuntungan dan kerugian atas kontrak tersebut
berdasarkan harga penyelesaian yang ditetapkan oleh Bursa. Biasanya ada suatu badan yang
bertanggung jawab untuk mengkliringkan dan menjamin penyelesaian transaksi kontrak
berjangka / derivatif / Spot dan kontrak serah secara teratur, wajar, dan efisien sehingga
mampu memelihara integritas pasar.
Sewaktu bursa derivatif seperti CBOE dan LIFEE bertanggung jawab atas penyediaan
suatu sarana untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan ketertiban, penyelesaian transaksi
dilakukan oleh Clearing Corporation (perusahaan kliring) atau yang biasa disebut
dengan Clearing Houses . Contoh lain di Indonesia, P.T. Bursa Berjangka Jakarta selaku
penyelenggara dan penanggung jawab bursa perdagangan berjangka, namun kliring dan
penyelesaian transaksi dilakukan oleh P.T Kliring Berjangka Indonesia juga ada Bursa
Komoditi

dan

Derivatif

Indonesia (BKDI) atau Indonesian

Commodity

Derivatives

Exchange atau ICDX yang kliringnya dilakukan oleh PT. ISI


Penyelesaian Transaksi dalam Bursa Berjangka
Atas transaksi berjangka yang dilakukan maka ada 4 cara yang biasanya dilakukan
untuk menyelesaiakan transaksi yang dilakukan untuk menutup posisi, yaitu:
1) Penyelesaian transaksi secara likuidasi.
4

2) Penyelesaian transaksi secara tukar menukar fisik berjangka.


3) Penyelesaian transaksi secara penyerahan fisik aset turunan.
4) Penyelesaian transaksi secara tunai.
Penjamin Transaksi Berjangka
Kontrak derivatif adalah suatu kontrak yang memiliki tingkat gejolak harga yang amat
tinggi, kadang-kadang lebih bergejolak daripada aset acuannya (underlying asset) dan ini
dapat menjadikan salah satu pihak menderita kerugian yang sangat besar sehingga tidak
mampu menyelesaikan transaksi. Pada suatu kondisi perdagangan yang aman maka para
pihak yang melakukan transaksi memerlukan suatu kepastian bahwa lawan transaksinya pasti
akan memenuhi kewajibannya dalam keadaan pasar yang bagaimanapun juga tanpa
terkecuali. Kebutuhan ini dapat menjadikan suatu pengaturan yang rumit dalam prosedur
transaksi seperti taksasi kredit, penetapan batasan transaksi, dan lain-lain pengaturan untuk
masing-masing pelaku transaksi, dan ini akan menjadikan perdagangan berjangka kehilangan
daya tariknya.
Untuk menghindari hal tersebut diatas maka lembaga kliring akan melakukan fungsi
novasi atau subtitusi untuk transaksi kontrak berjangka/derivatif yang didaftarkan oleh
anggota kliring pembeli dan penjual, dimana lembaga kliring akan menjamin hak dan
kewajiban pembeli untuk setiap anggota lliring penjual dan akan menjamin hak dan
kewajiban penjual terhadap setiap anggota kliring pembeli.
Lembaga kliring dalam melaksanakan fungsinya sebagai lembaga penjamin dan
pengelolaan risiko menerapkan beberapa cara dalam mengelola risiko yang dihadapinya,
yaitu:

Pembinaan dan pengawasan kondisi keuangan anggota kliring.


Pemungutan dan pengelolaan margin.
Penyesuaian harga harian
Pemisahan dana anggota kliring dalam rekening terpisah.
Dana kliring.
Penanggulangan cedera janji.

Margin Pada Transaksi berjangka


Lembaga kliring dalam melaksanakan perannya sebagai lembaga yang melaksanakan
kliring serta penjaminan atas transaksi anggota berjangka akan mengenakan 2 macam margin
yaitu :
Margin awal atau biasa disebut initial margin atau juga margin deposit yaitu adalah
dana yang khusus dicadangkan untuk menutup kerugian-kerugian yang mungkin
timbul karena transaksi perdagangan margin selama berlakunya kontrak transaksi
perdagangan margin.
5

Margin Mark-To-Market. Dimana pada setiap akhir hari perdagangan lembaga kliring
akan menilai ulang setiap posisi terbuka yang ada dengan menyesuaikannya terhadap
harga penyelesaian yang terjadi pada akhir hari perdagangan tersebut (proses "mark to
market"), dan sebagai akibat dari proses penilaian ulang tersebut maka akan timbul
kelebihan dan kekurangan margin yang disebut variation margin dan lembaga kliring
secara otomatis akan mendebet rekening dari anggota kliring yang mengalami
kekurangan margin dan mengkredit rekening anggota kliring yang mengalami
kelebihan margin.
Pihak-Pihak yang Terkait Dalam Kegiatan Bursa Berjangka Komoditi
Perdagangan berjangka melibatkan beberapa pihak terkait antara lain Menteri
Perdagangan, BAPPEBTI, Bursa Berjangka, Lembaga Kliring dan Penjaminan Berjangka,
Pialang Berjangka dan Wakil Pialang Berjangka, Pedagang Berjangka, Penasihat Berjangka
dan Wakil Penasihat Berjangka, Sentra Dana Berjangka, Pengelola Sentra Dana Berjangka
dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka, Bank Penitipan, dan Nasabah. Khusus untuk
perdagangan berjangka di luar negeri melibatkan Bursa Berjangka di Luar Negeri dan Badan
Pengawas Berjangka Luar Negeri. Lebih jelasnya mekanisme transaksi antara pihak-pihak
dalam perdagangan berjangka dapat diuraikan sebagai berikut:
Untuk dapat melakukan kegiatan perdagangan didalam bursa berjangka yang
memperdagangkan komoditi dari pedagang berjangka, terlebih dahulu harus menjadi
anggota/nasabah dari pialang berjangka yang menjadi anggota dari bursa berjangka, hal ini
sesuai dengan yang terdapat dalam Pasal 31 ayat 1 Undang- Undang No.32 Tahun 1997,
namun jika ingin melakukan transaksi dibursa berjangka luar negeri maka harus menjadi
anggota/nasabah dari pialang berjangka anggota kliring atau langsung mendaftar menjadi
anggota pialang yang ada diluar negeri. Jika hanya ingin melakukan investasi dengan tidak
terlibat dalam pengambil keputusan hanya perlu menjadi peserta dari Sentra Dana Berjangka.
Bursa Berjangka Luar Negeri
Bursa Berjangka Luar Negeri adalah Bursa Berjangka yang daftarnya ditetapkan oleh
BAPPEBTI. Bursa Berjangka ini antara lain: Chicago Board of Trade, Chicago Mercantile
Exchange, New York Board of Trade, Malaysia Derivatives Exchange, Hongkong Exchange
and Clearing Limited, Singapore Exchange, Tokyo Grain Exchange, Tokyo Commodity
Exchange, Osaka Mercantile Exchange dan Korean Stock Exchange.
Lembaga Kliring Berjangka

Lembaga Kliring Berjangka adalah badan usaha yang bertugas menyediakan fasilitas
yang cukup untuk terlaksananya penyelesaian transaksi Kontrak Berjangka, menyusun
peraturan dan tata tertib Lembaga Kliring Berjangka serta menyelenggarakan dan
menyediakan sistem atau sarana untuk pelaksanaan kliring sebagai penjaminan transaksi di
Bursa Berjangka.
Pialang Berjangka
Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Komoditi
berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan /
atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi Kontrak Berjangka.
Pialang Berjangka Anggota Kliring Tertentu
Pialang Berjangka Anggota Kliring Tertentu adalah perusahaan yang dapat
menawarkan dan / atau menyalurkan amanat Nasabah untuk transaksi kontrak berjangka ke
bursa luar negeri. Saat ini telah diberikan persetujuan kepada 3 perusahaan Pialang
Berjangka, yaitu PT. Pacific 2000 Futures, PT. Asia Kapitalindo Komoditi Berjangka, dan PT.
Jalatama Artha Berjangka.
Pedagang Berjangka
Pedagang Berjangka adalah Anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan
transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka untuk diri sendiri atau kelompok usahanya.
Penasihat Berjangka
Penasihat Berjangka adalah Pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain
mengenai jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dengan menerima imbalan.
Sentra Dana Berjangka
Sentra Dana Berjangka adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana secara
kolektif dari masyarakat untuk diinvestasikan dalam Kontrak Berjangka.
Pengelola Sentra Dana Berjangka
Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah pihak yang melakukan usaha yang berkaitan
dengan penghimpunan dan pengelolaan dana dari peserta Sentra Dana Berjangka untuk
diinvestasikan dalam Kontrak Berjangka.
Bank Penitipan
Bank Penitipan adalah bank tempat menyimpan rekening terpisah milik Nasabah.
Nasabah
7

Nasabah adalah pihak yang melakukan transaksi Kontrak Berjangka melalui rekening
yang dikelola oleh Pialang Berjangka.
Pengertian Perusahaan Pialang Berjangka Komoditi
Perusahaan Pialang atau juga disebut Broker Aggota Bursa (AB), adalah pihak yang
membantu nasabah untuk melakukan pembelian atau penjualan efek di bursa. Perusahaan
pialang adalah institusi yang melayani order nasabah untuk menjual atau membeli produkproduk berjangka. Perumpamaan seperti toko grosir yang bertindak sebagai perantara antara
tukang belanja dan perusahaan yang memproduksi makanan-makanan tersebut, perusahaan
pialang bertindak sebagai perantara antara produk-produk yang diperdagangkan dan nasabah
yang hendak membeli atau menjualnya. Dengan demikian, Perusahaan Pialang hanya akan
melakukan pembelian atau penjualan jika sudah mendapat perintah dari nasabah. Harga dan
besarnya volume juga ditentukan oleh nasabah. Jadi perusahaan pialang tidak bisa
menetapkan harga atau jumlah yang akan dibeli / jual sekehendak hatinya. Namun ada juga
perusahaan pialang yang melakukan pembelian atau penjualan atas nama perusahaan pialang
itu sendiri.
Pialang berjangka menawarkan banyak kesempatan bagi investor dengan modal dan
adanya risiko. Spekulator berjangka sama halnya dengan mereka yang berinvestasi pada
saham, obligasi, dan properti yaitu mencari keuntungan dengan mengambil risiko tentunya
dengan ekspektasi mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga. Jadi dapat disimpulkan
bahwa, Perusahaan Pialang yang selanjutnya disebut dengan Pialang Berjangka adalah badan
usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas
amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan / atau surat berharga tertentu sebagai
margin untuk menjamin transaksi tersebut.
Dalam menjaring nasabahnya, Pialang Berjangka wajib dan harus tunduk pada
ketentuan etika/ pedoman perilaku sebagaimana dimaksud dan diatur Undang-Undang No. 32
Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dan Peraturan-peraturan yang
ditetapkan dan dikeluarkan oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka
komoditi). Pasal 50 Undang-Undang No. 32 Tahun 1997, mensyaratkan bahwasanya Pialang
Berjangka dalam menjalankan usahanya dan ketika berhadapan dengan calon nasabah/
nasabah wajib mengetahui latar belakang, keadaan keuangan, dan pengetahuan mengenai
Perdagangan Berjangka dari Nasabahnya (pasal 50 ayat (1) UU No. 32/1997). Bahwa
kemudian, dalam rangka perlindungan Nasabah, Pialang Berjangka wajib terlebih dahulu

menyampaikan Dokumen Keterangan Perusahaan kepada Nasabahnya, yang antara lain


memuat keterangan mengenai organisasi dan kepengurusan perusahaan tersebut.
Adapun yang dikatakan Dokumen keterangan Perusahaan adalah sebagaimana yang
dimaksud Pasal 3 ayat (1) huruf (b) Peraturan Kepala BAPPEBTI No. 64/ BAPPEBTI/ per/
1/ 2009 tentang Perubahan Peraturan Kepala BAPPEBTI No.63/BAPPEBTI/per/9/2008
tentang Ketentuan Teknis Perilaku Pialang Berjangka yakni dokumen Keterangan Perusahaan
berupa profil perusahaan yang telah disetujui BAPPEBTI. Setelah menjelaskan dokumen
keterangan perusahaan, Pialang Berjangka diwajibkan terlebih dahulu untuk menjelaskan
segala risiko yang mungkin dihadapi nasabahnya, sebagaimana tercantum dalam Dokumen
Pemberitahuan Adanya Risiko. Apabila Nasabahnya mengerti dan dapat menerima risiko
tersebut, nasabah tersebut harus menandatangani dan memberi tanggal pada dokumen
tersebut, yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah mengerti.
Perlu diperhatikan, bahwasanya berdasarkan Pasal 7 huruf (b) Peraturan Kepala
BAPPEBTI No.64/ BAPPEBTI/per/1/2009, Pegawai Pialang Berjangka atau pihak lainnya
yang memiliki kepentingan dengan Perusahaan Pialang Berjangka dilarang: secara langsung
atau tidak langsung mempengaruhi calon nasabah atau nasabah dengan memberikan
informasi yang menyesatkan untuk melakukan transaksi Kontrak Berjangka. Jadi, dalam
aktifitasnya mencari nasabah, wakil pialang dan atau marketing Pialang Berjangka tidak
diperkenankan untuk memberikan prediksi keadaan pasar bursa berjangka kepada calon
nasabah/ nasabahnya apalagi menjanjikan suatu keuntungan (profit) dari nilai investasi yang
diberikan.

DAFTAR PUSTAKA
Bodie, Zvi, Alex Kane dan Alan J. Marcus. 2006. Investments. Salemba Empat: Jakarta.
Jalatama. danny. Investasi perdagangan berjangka. 15 April 2012. http://www.dannyjab.
blogspot.com/. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
Gregory.Bursa Berjangka. 29 Oktober 2014. http://www.wikipedia.com/. Diakses tanggal 26
Desember 2014.
9