Anda di halaman 1dari 23

A.

ANALISIS FUNDAMENTAL
Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental
ekonomi suatu perusahaan.Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kinerja keuangan
perusahaan.Sebagian pakar berpendapat teknik analisis fundamental lebih cocok untuk
membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka
panjang.
Analisis fundamental adalah analisis sekuritas yang menggunakan data-data
fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan perusahaan/badan usaha
tersebut. Data fundamental yang dimaksud adalah data keuangan, data pangsa pasar, siklus
bisnis, dan sejenisnya. Sementara data faktor eksternal yang berhubungan dengan badan
usaha adalah kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga, inflasi, dan sejenisnya. Dengan
mempertimbangkan data-data seperti tersebut diatas, analisis fundamental menghasilkan
berupa analisis penilaian badan usaha dengan kesimpulan apakah perusahaan tersebut
sahamnya layak dibeli atau tidak. Jika nilainya mahal atau overvalued, saham tersebut
dianggap nilainya lebih tinggi berdasarkan analisis fundamental melalui perbandingan harga
yang berlaku di pasar. Dengan kata lain harganya sudah terlalu mahal jadi lebih baik tidak
dibeli atau dijual jika memiliki sahamnya. Sementara jika yang terjadi sebaliknya, saham itu
layak untuk dibeli dengan alasan harganya murah.
Analisis ini memiliki horizon jangka panjang, karena selain menggunakan data
historis (berupa laporan keuangan perusahaan) analisis ini juga menggunakan data masa
depan berupa estimasi pertumbuhan perusahaan, estimasi perubahaan ekonomi di masa
mendatang, dan berbagai jenis estimasi lainnya yang dianggap dapat mempengaruhi kinerja
dan kelangsungan usaha. Meskipun menggunakan pendekatan kuantitatif dalam proses
analisisnya, banyak variabel ditentukan berdasarkan judgment, misalnya tingkat pertumbuhan
perusahaan di masa mendatang. Akibatnya, meskipun beberapa orang menggunakan metode
analisis fundamental dengan cara yang sama, hasilnya bisa jadi berbeda. Analisis ini biasa
digunakan untuk jangka panjang, tetapi permasalahannya yang seringkali dihadapi oleh
investor adalah timing dan informasi. Karena tidak semua investor mendapatkan informasi
yang lengkap sehingga jika hanya mengandalkan analisis fundamental, dapat terjadi
kesalahan investasi akibat kurangnya informasi atau kesalahan timing sehingga bisa jadi
1

saham yang dibeli harganya sudah mahal. Untuk mengatasi masalah timing tersebut dapat
dilihat dari pergerakan bursa atau pergerakan saham tersebut melalui analisis teknikal untuk
menentukan sinyal transaksi (sinyal beli/sinyal jual). Dengan menggunakan/menggabung
kedua analisis tersebut secara tepat, bertujuan untuk menghasilkan capital gain yang
optimum.
Secara umum, analisis fundamental ini melibatkan banyak sekali variabel data yang
harus dianalisa, dimana beberapa di antara variabel tersebut yang cukup penting untuk
diperhatikan yaitu :
1.

Pertumbuhan pendapatan (revenue growth)

2.

Rasio laba terhadap saham yang beredar ( earning per share-EPS)

3.

Rasio pertumbuhan EPS

4.

Rasio harga saham terhadap laba perlembar saham (price earning ratio)

5.

Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan ( price earning growth
ratio)

6.

Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio)

7.

Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value)

8.

Rasio hutang perseroan ( debt ratio)

9.

Margin pendapatan bersih (net profit margin)

Analisa fundamental untuk pasar uang


Analisa fundamental memberi pengaruh kepada trend perubahan harga (arah dari harga
suatu mata uang secara keseluruhan) yang lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan
yang dilakukan pemerintah (otoritas moneter) ataupun data-data yang dirilis oleh berbagai
sumber maupun berita-berita tertentu yang belum pasti kebenarannya (market sentiment and
market rumors).
Kategori faktor fundamental
Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks tersebut dapat
dikelompokkan ke dalam empat kategori besar, yaitu :
1. Faktor politik sebagai salah satu alat indikator untuk memprediksi pergerakan nilai
tukar, sangat sulit untuk diketahui timing/waktu terjadinya secara pasti dan untuk
ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu
perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, namun ada kalanya
tidak membawa dampak apa pun terhadap pergerakan nilai tukar.
2

2. Faktor keuangan sangat penting dalam melakukan Analisa Fundamental. Adanya


perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah,
terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan
membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi.
Perubahan kebijakan ini juga memengaruhi nilai mata uang. Tingkat suku bunga
adalah penentu untama nilai tukar suatu mata uang selain indikator lainnya seperti
jumlah uang yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan tingkat suku bunga
tingkat suku bunga ini adalah semakin tinggi tingkat suku bunga semakin kuat nilai
tukar mata uang. Namun, kadang kala terdapat salah pegertian bahwa kenaikan
tingkat uku bunga secara otomatis akan memicu menguatnya nilai tukar maa uang
domentik.
3. Faktor Eksternal dapat membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap nilai
tukar suatu negara. Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat
membawa dampak (regional effect) bagi perekonomian negara-negara lain yang
terdapat dalam kawasan yang sama. Dalam era global asset allocation, arus portofolio
modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. para fund manager, investor,
dan hedge funds yang melakukan investasi secara global, sangat mencermati
perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas
hingga ke dalam lingkup satu kawasan/regional tertentu.
4. Faktor ekonomi : indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak dapat
dipisahkan dan merupakan bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu
sendiri. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam analisa
fundamental, yaitu :

Produk nasional bruto (PNB) adalah total produksi barang dan jasa yang
diproduksi oleh penduduk negara tersebut baik yang bertempat tinggal/
berdomisili di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam suatu
periode tertentu.

Produksi domestik bruto (PDB) adalah penjumlahan seluruh barang dan jasa yang
diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh
perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu waktu/
periode tertentu.

Tingkat inflasi : Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah
dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Penggunaan tingkat

inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk


mencerminkan tingkat PDB dan PNB ke dalam nilai yang sebenarnya. Nilai GDP
dan GNP riil merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang investor dalam
membandingkan peluang dan risiko investasinya di mancanegara. Analisis
fundamental dibagi dalam tiga tahapan analisis yaitu analisis ekonomi, analisis
industri, dan analisis perusahaan.
Analisis Ekonomi
Investasi dalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung maupun investasi
tidak langsung. Investasi aktiva langsung dapat dilakukan dengan pembelian langsung
aktiva keuangan suatu perusahaan. Sedangkan investasi tidak langsung dilakukan dengan
membeli saham (surat-surat berharga) dari perusahaan investasi yang diperdagangkan di
pasar modal. Dari ketiga analisis tersebut, secara umum bahwa untuk menganalisis dan
menilai harga saham dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi atau kondisi
pasar yang terdiri dari variabel makroekonomi maupun kondisi spesifik perusahaan.
Indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan
bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Indikator yang berupa
Informasi-informasi kondisi makro ekonomi diperlukan investor untuk melakukan investasi.
Kondisi makro ekonomi secara keseluruhan akan mempengaruhi kegiatan ekonomi
masyarakat, pengusaha dan investor. Kondisi makro ekonomi yang baik akan menciptakan
iklim investasi yang baik. Beberapa variabel ekonomi nasional yang biasanya digunakan
adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang biasanya dilihat dari Produk Domestik Bruto,
tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar rupiah, IHSG, index kesejahateraan
masyarakat.
Analisis ekonomi perlu dilakukan karena adanya kecenderungan hubungan yang kuat
antara apa yang terjadi pada lingkungan ekonomi makro dengan kinerja suatu pasar modal.
Perubahan kinerja pasar modal akan mencerminkan apa yang terjadi pada perubahan
perekonomian makro. Perubahan kinerja pasar modal tidak bisa dipisahkan dengan
perubahan yang terjadi pada prospek yang berbagai perusahaan yang ada di pasar yang
selanjutnya bisa mempengaruhi aliran kas yang bisa diperoleh dari suatu perusahaan di masa
datang. Dengan demikian, jika ingin mengestimasi aliran kas, bunga atau premi risiko dari
suatu sekuritas maka kita harus mempertimbangkan analisis ekonomi makro.

Kondisi ekonomi seperti ekonomi resesi, naiknya suku bunga, dan turunnya harga
saham memberikan pengaruh pada keputusan-keputusan investasi yang akan diambil oleh
para pemilik modal. Apabila kondisi perekonomian mempengaruhi kondisi pasar, maka pada
gilirannya kondisi pasar akanmempengaruhi para pemilik modal. Apabila pasar membaik
atau memburuk, umumnya saham-saham juga akan berpengaruh dengan arah yang sama.
Selain terhadap tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pemodal, kondisi pasar juga
mempengaruhi krmampuan memperoleh laba dari perusahaan.disamping berpengaruh
terhadap

kondisi

perusahaan,

kondisi

perekonomian

juga

mempengaruhi

kondisi

industri.Proxy yang dapat digunakan dalam analisis ekonomi ini adalah IHSG dan LQ45.
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam analilis ekonomi ini diantaranya adalah
memperkirakan kondisi ekonomi dan melihat indikator moneter.Sebagian besar pemilik
modal ingin memprakirakan perubahan di pasar keuangan. Tidak hanya mereka ingin
mengetahui bagaimana arah perkembangan pasar saat ini, tetapi mereka juga ingin
mengetahui bagaimana arah perkembangan pasar di masa yang akan datang. Meskipun
demikian, tidaklah tepat kalau pemodal berharap dapat memperkirakan secara tepat kondisi
pasar di masa yang akan datang. Hal tersebut tidak mungkin dilakukan secara konsisten. Yang
lebih munkin dilakukan adalah memperkirakan gejala-gejala perekonomian di masa yang
akan datang untuk memperkirakan gerakan pasar, dan berapa lama perubahan tersebut
mungkin akan terjadi.
Selain itu kebijakan moneter juga dianggap memiliki pengaruh yang cukup besar
terhadap perekonomian dan harga saham.untuk itu para pemilik modal juga harus memiliki
pengetahuan yang baik akan variabel-variabel moneter.
Karena kondisi pasar merefleksikan kondisi ekonomi, maka perubahan kondisi
ekonomi tentunya akan tercermin pada kondisi pasar. Akan tetapi, terkadang sering dijumpai
dalam suatu periode tertentu kegiatan ekonominya tidak memiliki pola, dari kondisi yang
buruk, membaik, dan mencapai puncak, setelah itu memburuk, mencapai kondisi paling
buruk, membaik lagi (recovery), dan kembali ke puncak lagi, demikian seterusnya.
Faktor ekonomi terhadap masing-masing kelompok industri saham mempunyai
pengaruh derajat berbeda-beda. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) kelompok industri saham
terbagi menjadi sembilan sektor, yaitu :
1. pertanian,
2. pertambangan,
3. industri dasar dan kimia,
4. aneka industri,
5

5. industri barang konsumsi,


6. properti dan real estat,
7. infrastruktur,
8. keuangan,
9. perdagangan, jasa, dan investasi.
Untuk melihat karakteristik kelompok perusahaan yang terkait dengan risiko dan
peluang keuntungan kelompok industri saham maka diperlukan analisis industri. Ada
berbagai strategi yang dapat dilakukan oleh para investor dalam menghadapi peluang dari
karakteristik kelompok perusahaan tersebut, yaitu strategi ofensif, konservatif, dan defensif.
Dalam melakukan analisis industri langkah pertama yang dapat dilakukan adalah
dengan mengidentifikasikan tahap kehidupan produknya. Tahap ini bermaksud untuk
mengenali apakah industri tempat perusahaan beroperasi merupakan industri yang masih
akan berkembang cepat, sudah stabil, ataukah sudah menurun. Langkah berikutnya adalah
menganalisis industri dalam kaitannya dengan ondisi perekonomian. Kangkah ketiga adalah
analisis kuantitatif terhadap industri tersebut, yang dimaksudkan untuk membantu pemilik
modal menilai prospek industri di masa yang akan datang.
Siklus Kehidupan Industri :
1.

Tahap Pertumbuhan
Ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang relatif masih tinggi, meskipun risiko sudah
tidak setinggi pada saat perkenalan.Karena tingginya pertumbuhan penjualan, laba yang

2.

diperoleh mungkin tidak cukup untuk memebiayai ekspansi yang diperlukan.


Tahap Kedewasaan
Pertumbuhan penjualan masih terjadi, tetapi sudah dalam tingkatan yang lebih rendah
daripada tahap pertumbuhan.Umumnya laba yang diperoleh cukup untuk membiayai

3.

pertumbuhan usaha.
Tahap Penurunan
Pada tahap ini permintaan akan produk sudah mengalami penurunan, sehingga
pertumbuhan penjaulan menjadi negatif.

Fungsi dari analisis kondisi ekonomi, yaitu sebagai berikut :


1. Memperkirakan perubahan di dalam perekonomian atau pasar.
2. Penggunaan indikator moneter untuk memperkirakan kondisi pasar.
3. Kondisi ekonomi dan kondisi pasar.
4. Penggunaan model-model valuasi untuk memperkirakan kondisi pasar.
Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental diantaranya:
1. Gross Domestic Product

Produksi domestik bruto (PDB) adalah penjumlahan seluruh barang dan jasa yang
diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan
asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu waktu/ periode tertentu. Pengertian
lain dari PDB yang sering disebut juga Produk nasional bruto (PNB) adalah total produksi
barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk negara tersebut baik yang bertempat tinggal/
berdomisili di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam suatu periode tertentu.
Kaitan dengan analisis sekuritas dan pertumbuhan investasi dapat dijelaskan, pertama
pertumbuhan investasi di suatu negara akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi negara
tersebut. Kedua, semakin baik tingkat perekonomian suatu negara, maka semakin baik pula
tingkat kemakmuran penduduknya. Tingkat kemakmuran yang lebih tinggi ini umumnya
ditandai dengan adanya kenaikan tingkat pendapatan masyarakatnya. Ketiga, dengan adanya
peningkatan pendapatan tersebut, maka akan semakin banyak orang yang memiliki kelebihan
dana, kelebihan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk disimpan dalam bentuk tabungan
atau diinvestasikan dalam bentuk surat-surat berharga yang diperdagangkan dalam pasar
modal.
2. Tingkat inflasi
Inflasi merupakan suatu indikator ekonomi makro yang menggambarkan kenaikan
harga-harga barang dan jasa dalam suatu periode tertentu. Bagi sebuah negara, keadaan
perekonomian yang baik umumnya diwakili dengan tingkat inflasi yang relatif rendah dan
terkendali. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi
adalah untuk mencerminkan tingkat PDB dan PNB ke dalam nilai yang sebenarnya. Nilai
PDB dan PNB riil merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang investor dalam
membandingkan peluang dan resiko investasinya di mancanegara.
Beberapa indikator untuk mengetahui tingkat inflasi:
Producer Price Index (PPI), adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga
yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap
tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari
sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian.
Consumer Price Index (CPI), digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga
eceran dan sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks tersebut, CPI dan PPI,
digunakan Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi. Seorang
Trader tidak dapat berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan tingkat suku bunga apabila
7

salah satu indikator memberikan sinyal kuat tentang adanya inflasi maupun menurunkan suku
bunga untuk keadaan sebaliknya. Sebagai contoh, dampak Perang Teluk 1991 memicu
naiknya harga minyak bumi sehingga indeks CPI di Amerika Serikat juga naik. Namun
karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung lama, maka Bank Sentral Amerika
Serikat tidak mengambil tindakan apa pun.
Bagi sebuah negara, keadaan perekonomian yang baik umumnya diwakili dengan
tingkat inflasi yang relatif rendah dan terkendali.Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu
indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat PDB dan PNB ke dalam
nilai yang sebenarnya.Nilai PDB dan PNB riil merupakan indikator yang sangat penting bagi
seorang investor dalam membandingkan peluang dan resiko investasinya di mancanegara.
3. Tingkat suku bunga
Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan
kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga merupakan ukuran keuntungan
investasi yang dapat diperoleh oleh investor dan juga merupakan ukuran biaya modal yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menggunakan dana dari investor. Hubungan antara
tingkat bunga dengan pergerakan harga saham adalah berlawanan. Apabila terjadi kenaikan
tingkat suku bunga, maka pergerakan harga saham akan menurun, sebaliknya apabila terjadi
penurunan tingkat suku bunga, maka harga saham akan naik, semakin tinggi tingkat bunga
perbankan akan menyebabkan investor mengalihkan investasinya pada investasi di
perbankan, obligasi atau aset-aset keuangan berpendapatan tetap. Karena investor
mengurangi portofolio saham dengan melepas saham maka supplay saham di bursa saham
atau pasar modal meningkat dan selanjutnya akan menyebabkan penurunan harga saham
tersebut.
Analisis Industri
A. Konsep dasar Industri dan klasifikasinya:
Industri terdiri dari kelompok perusahaan yang terlibat dalam memproduksi atau
menangani produk yang sama atau dalam memberikan layanan yang sama. Analisis industri
biasanya dilakukan setelah melakukan analis ekonomi.Dalam analisis industri seorang
investor mencoba untuk memperbandingkan kinerja dari berbagai industri, untuk dapat
mengetahui jenis industri yang memberikan prospek paling bagus dalam masa yang telah
ditentukan. Setelah dilakukan analisis industri akan didapatkan informasi mengenai
kelompok industri yang akan dibentuk dan diyakini akan memberikan peluang yang paling
8

menjanjikan. Pemahaman kita mengenai industri atau sekelompok industri seperti industri
tekstil, industri bahan makanan, dan mungkin juga industri jasa seperti perbankan, industri
jasa transportasi, industri jasa konsultansi dan lain sebagainya.Masalah pengelompokan
industri menjadi semakinrumit ketika berhadapan dengan banyak perusahaan yang
mempunyai sekian banyak ragam lini bisnis.
B. Arti penting analisis industri
Adapun peranan analisis industry bagi para investor adalah sebagai alat untuk
membantu investor dalam mengidentifikasikan peluang-peluang investasi, sebelum mereka
menginvestasikan uangnya untuk menghasilkan keuntungan di kemudian hari. Hal ini
dikarenakan dalam analisis industri akan memberikan informasi mengenai karakteristikkarakteristik resiko dan return mengenai berbagai macam industri.
C. Menganalisa Industri
Industri mempunyai Daur hidup tersendiri yang merupakan tahap evolusi suatu industri dari
perintis ke stabilisasi dan penurunan.

Dalam tahapan ini dapat diestimasi besarnya penjualan suatu industri yang diawali tahap:

Tahap permulaan, sebagai awal perkembangan industri pertumbuhan

penjualan sangat kecil, dengan tingkat biaya yang sangat besar untuk promosi dan
biaya pengembangan produk yang diyakini mempunyai prospek baik untuk masa
depan.

Tahap pertumbuhan, setelah dikenalnya produk oleh masyarakat maka

pertumbuhan penjualan akan cepat dengan banyaknya permintaan pada industri yang
bersangkutan. Keuntungan perusahaan akan tinggi. Hal ini diprediksi karena
persaingan untuk produk tersebut belum ketat. Pertumbuhan ekonomi pada tahap ini
cenderung lebih besar.

Tahap kedewasaan, mulai munculnya persaingan maka penjualan akan

menurun. Dampaknya keuntungan perusahaan akan menuju pada tingkat keuntungan


yang normal. Pertumbuhan industri ekonomi sedikit lebih besar dari pertumbuhan
ekonomi secara umum.

Tahap stabil, merupakan tahap yang paling panjang dalam daur hidup industri.

Pertumbuhan industri cenderung sama dengan pertumbuhan ekonomi secara umum di


mana industri tersebut berada. Meskipun penjualan terkait dengan kondisi ekonomi,
tetapi besarnya pertumbuhan penjualan masing-masing perusahaan secara individual
dalam suatu industri akan berbeda-beda satu dengan yang lain, tergantung
kemampuan manajerial dari masing-masing perusahaan.

Tahap penurunan, tingkat penjualan dan keuntungan industri semakin

menurun. Pada tahap ini biasanya investor mulai mencari alternatif industri lain yang
lebih menguntungkan. Pertumbuhan industri pada tahap ini akan jauh di bawah
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
D. Aspek kualitatif analisis industri
1. Historical Performances
Investor seharusnya mengetahui bagaimana histori penjualan, pertumbuhan laba dan
harga. Meskipun masa lalu tidak dapat menentukan bagiamana kinerja ke depan suatu
industri, namun hal tersebut masih dapat memberikan suatu informasi yang berguna.
2. Kompetisi atau persaingan
Persaingan dalam suatu industri akan semakin meningkat jika terdapat banyak
perusahaan yang ukurannya relatif sama bersaing dalam industri tersebut. Persaingan
juga akan dipengaruhi oleh pertumbuhan industri dan biaya tetap, serta hambatan
untuk keluar dari industri. Tingginya biaya tetap akan mendorong peningkatan
persaingan karena dengan tingginya biaya tetap akan mengharuskan perusahaan untuk
memproduksi dengan kapasitas penuh. Hal itu akan membuat penawaran di pasar
akan semakin meningkat yang kemudian akan menyebabkan harga barang semakin
menurun, sehingga persaingan akan semakin ketat.
E. Penggunaan analisis industri:
1. Untuk merotasi investasi pada sektor industri.

10

Seperti misalnya sektor industri A sudah mulai menjadi pilihan investasi yang sangat
diminati, para investor tidak hanya berhenti di satu dan hanya fokus pada industri
tersebut. Para investor harus segera mencari sektor industri lainnya yang akan
dijadikan tempat investasi keduanya, maka ketika momen sektor industri yang
pertama sudah mulai kurang diminati dan turun, dia bisa segera memindahkan
investasinya ke sektor yang lainnya yang lebih menguntungkan.
2. Untuk mengevaluasi industri di masa yang akan datang.
Proes evaluasi ini untuk mengetahui industri apakah yang nantinya akan
meguntungkan

untuk diinvestasikan di masa yang akan datang. Juga mengenai

Industri manakah yang akan mengalami kesulitan di masa yang akan datang.
3. Untuk dilakukan analisis siklus industri.
Suatu siklus industri diawali dengan muncul lalu tumbuh, berada dimasa
puncak , stabil dan kemudian

mengalami penurunan.Dengan melakukan analisis

industri investor dapat menentukan kapan dia harus berinvestasi pada saat awal, saat
tumbuh, atau kapan dia akan menarik investasinya yaitu pada saat industri mengalami
penurunan.
4. Investasi jangka pendek.
Menentukan industri apakah yang memiliki prospek bagus sehingga akan
diinvestasikan untuk tahun yang akan datang.
Analisis Perusahaan
Analisis perusahaan dalam analisis fundamental bertujuan untuk mengetahui industri
yang paling berprospek dan paling menguntungkan, hal ini dapat dilihat dari laporan
keuangannya. Dengan menggunakan laporan keuangan investor akan dapat menghitung
berapa besar pertumbuhan earning yang telah dicapai perusahaan terhadap jumlah saham
perusahaan. Laporan keuangan terdiri atas:
Neraca (Balance Sheet)
Informasi yang dicari analis dari neraca adalah:
Sumber-sumber keuangan yang digunakan untuk mencapai aktiva perusahaan:
a) Dana jangka panjang, yang diinvestasikan kreditur, pemegang saham tertentu, dan
pemegang saham biasa.
11

b) Dana jangka pendek yang disediakan oleh bank, dokumen-dokumen komersial,


kreditur dagang, dan sebagainya.
Berdasarkan informasi di atas, investor dapat menghitung proporsi modal investasi
yang diberikan oleh kreditur, pemegang saham prefen, dan pemegang saham umum.
Pada perhitungan ini nilai pari biasanya digunakan untuk persediaan umum, seperti
total kapitalisasi umum pada pasar (jumlah saham dikali nilai pasar).
Kekuatan modal pekerjaan perusahaan yang bersangkutan sebagaimana ditunjukkan
oleh berbagai variasi rasio pekerjaan. Rasio tersebut menandakan bahwa prakiraan
kemampuan perusahaan dicocokkan dengan kepemilikan terakhir, yang diharapkan
dibayar dengan aktiva lancar.
Aktiva perusahaan yang menandakan sumber-sumber pendapatan perusahaan dan sikap
modal yang diinvestasikan, seperti menyediakan dasar untuk memperkirakan total
aktiva dan bauran aktiva yang mendukung tingkat operasi yang diharapkan.
Data untuk sebuah analisis neraca digabungkan dengan analis laporan laba rugi.
Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Bagi investor, informasi laba yang diperoleh perusahaan dapat dijadikan dasar untuk
menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Beberapa ukuran yang umumnya digunakan
adalah Return on Equity (ROE) yang menunjukkan seberapa besar nilai kembalian dari
modal sendiri yang ditanamkan di perusahaan, atau Earning per Share (EPS) untuk
menilai seberapa besar earning yang akan diperoleh dari setiap saham yang dimiliki
investor.
Laporan Laba Ditahan (Statement of Retained Earning)
Perhitungan laba ditahan adalah laba bersih dikurangi deviden yang dibagikan.Laba
ditahan diinvestasikan kembali dengan harapan peningkatan laba perusahaan pada tahun
mendatang. Semakin besar laba ditahan perusahaan akan semakin besar aset perusahaan,
dan dapat dikatakan perusahaan tersebut sehat. Laporan ini digunakan investor untuk
menilai usulan kebijakan manajemen perusahaan mengenai dividen.
Laporan Aliran Kas (Statement of Cash Flows)
Laporan aliran kas merupakan laporan yang memuat aliran kas masuk (cash inflow) dan
aliran kas keluar (cash outflow) dari tiga sumber aktivitas utama perusahaan, yaitu

12

operasional perusahaan yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan aliran


kas dari operasional harian perusahaan untuk melunasi utang, pembiayaan
operasional perusahaan, termasuk didalamnya pembayaran dividen untuk
pemegang saham,
investasi, merupakan aliran kas masuk dan keluar yang berkaitan dengan investasi
yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dimasa datang,
dan aktivitas finansial merupakan aliran kas masuk yang berasal dari penerbitan
saham baru ataupun penerbitan surat utang oleh perusahaan
Analisis Profitabilitas Perusahaan
Pada tingkat perusahaan, EPS adalah puncak dari beberapa faktor penting yang terjadi
di dalam perusahaan.Variabel akuntansi dapat digunakan untuk menjelaskan factor ini yang
menentukan dengan menganalisis rasio keuangan.Menjelaskan analisis komponen EPS untuk
mencoba untuk menentukan apakah dan mengapa profitabilitas perusahaan meningkat atau
menurun.
Earning per Share (EPS)
EPS merupakan rasio yang menunjukan berapa besar keuntungan yang diperoleh
investor atau pemegang saham per saham, Rumus :
EPS = keuntungan bersih/jumlah saham beredar
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan dari perusahaan. Biasanya
nilai ini akan dibandingkan dengan nilai pada kuartal yang sama pada tahun
sebelumnya untuk menggambarkan pertumbuhan tingkat keuntungan perusahaan. Dari
perhitungan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan kenaikan atau penurunan
harga saham suatu perusahaan di bursa saham.
Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena
semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.
Analisis Return On Equity (ROE)
Return on Equity Adalah Tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh perusahaan
untuk setiap satuan mata uang yang menjadi modal perusahaan. Dalam pengertian ini,
seberapa besar perusahaan memberikan imbal hasil tiap tahunnya per satu mata uang yang
diinvestasikan investor ke perusahaan tersebut.

13

Rumus ROE adalah :


ROE

= ROA x Leverage

Leverage

= Total assets / stockholders equity

Analisis Return On Assets (ROA)


Return on asset (ROA): mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan
keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
ROA
Net Income margin
Turnover

= Net Income Mergin x turnover


= Net Income Sales / Sales
= Sales / total assets

B. ANALISIS TEKNIKAL
Analisis Teknikal (technical analysis) adalah salah satu analisis atau metode
pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, valas, kontrak berjangka
(future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya.
Para analis teknikal melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan
harga komoditi yang berulang dan dapat diprediksi.Bahkan analisis teknikal bisa juga
diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume) dan posisi
terbuka (open interest).
Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga
di masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan
datang. Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya
melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat
menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk
mendapatkan keuntungan.
Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga forex sama seperti
memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik dan
volume transaksi saja.
Praktisi yang menggunakan analisis teknikal beranggapan bahwa analisis fundamental
terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain itu informasi berita hanyalah
penyebab dan bukan penentu arah pergerakan saham. Karena itu orang beranggapan bahwa
cara analisis yang paling tepat adalah dengan mempelajari tingkah laku dari pelaku pasar dan
ini tercermin dalam pola grafik harga. Meyers yang banyak menggunakan aplikasi komputer
14

dalam melakukan analisis teknikal dan banyak dikutip oleh majalah bisnis terkemuka, seperti
Wall Street Journal, Financial Time, Fortune dan lain sebagainya mendefinisikan analis
teknikal sebagai studi tentang sekuritas secara individual dan pasar sebagai keseluruhan
berdasar supply dan demand. Yang menjadi data utama dalam analisis teknikal adalah harga
dan volume perdagangan historis.
Teknik Analisis Teknikal
Para pengguna analisisi teknikal disebut juga chartist karena mereka biasanya
menggunakan

grafik (chart) dalam aktivitasnya untuk merekam data pergerakan harga

saham dan volume perdagangan. Dari grafik tersebut mereka akan mencari pola pergerakan
harga saham maupun volume perdagangan serta celah-celah keuntungan dari pola tersebut.
Analisis teknikal mengamati pembentukan grafik harga dengan berbagai varian yang
mungkin terjadi dibandingkan dengan perilaku harga sebelumnya. Sekalipun analisis teknikal
mempertimbangkan data-data statistik lainnya, namun perangkat utama analisis teknikal
adalah pada grafik harga yang dianggap dapat memenuhi prediksi harga terkini dan
kecenderungannya.
Tujuan pokok mengamati grafik adalah:

Secepat mungkin menemukan kecenderungan harga

Memperkirakan kemungkinan waktu dan jarak kecenderungan itu

Memilih saat yang paling menguntungkan untuk masuk dan keluar pasar

Teknik Penggunaan Grafik


1. The Dow Theory.
Teori ini ditemukan oleh Charles H. Dow pada tahun 1800-an. Teori ini bertujuan untuk
mengidentifikasi tren harga pasar saham dalam jangka panjang dengan berdasar pada
data-data historis harga pasar saham di masa lalu, yang dikelompokkan mejadi tiga
yaitu:

Primary Trend, yaitu pergerakan harga saham dalam jangka waktu panjang
Secondary Intermediate Trend, yaitu pergerakan harga saham yang terjadi

selama pergerakan harga dalam primary tren. Bersifat penyimpangan dari


pergerakan primer yang terjadi dalam beberapa minggu atau bulan.

Minor Trend atau day to day move merupakan fluktuasi harga saham yang

terjadi setiap hari.


15

2. Chart Pola Pergerakan Harga Saham


Support Level.
Support level berarti tingkat harga atau kisaran harga, pada saat para analis teknikal
mengharapkan akan terjadinya peningkatan yang signifikan atas permintaan saham di
pasar. Biasanya terjadi ketika banyak investor melakukan tindakan ambil untung
dengan melakukan penjualan saham-saham karena tertarik pada harga jual yang
cukup tinggi, dan biasanya diikuti oleh penurunan harga saham. Dampak selanjutnya
adalah banyak pembeli saham yang tertarik untuk melakukan pembelian-pembelian
saham sehingga permintaan saham kembali meningkat. Sesuai dengan hukum
permintaan penawaran, peningkatan permintaan saham ini nantinya diharapkan
menjadi support level yang menjaga agar harga saham bergerak naik.
Resistance Level
Resistance level berarti kisaran harga di mana para analis teknikal berharap akan
terjadi peningkatan yang signifikan atas jumlah saham yang ditawarkan di pasar.
Dengan kata lain, resistance level menggambarkan batas atas tingkat harga (upper
boundary) yang dapat membuat para penjual saham segera menjadi penahan atas
gerakan naik harga saham karena jika banyak pihak yang ingin menjual saham di
pasar maka diharapkan harga akan bergerak turun, dan tidak melewati batas atas
harga. Hal ini biasa terjadi ketika harga saham turun terus setelah mencapai harga
tertinggi. Investor yang memiliki saham tentunya tidaka akan mau rugi akibat harga
sahamnya selalu turun. Mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk menjual
sahamnya agar kerugian berkurang. Biasanya pada saat harga saham mencapai titik
balik (recovery point).
Grafik Pola Pergerakan Saham yang sering digunakan:
a. Bar Chart
Bar Chart merupakan cara paling sederhana dalam analisis teknikal yang
menggambarkan pergerakan harga saham. Sumbu vertikal merupakan harga
saham, sedangkan sumbu horizontal menunjukkan waktu. Pergerakan harga
saham setiap harinya ditunjukkan oleh diagram batang vertikal (bar vertikal), yang
ujung atasnya menunjukkan harga tertinggi saham dan ujung bawahnya
menunjukkan harga terendah saham setiap hari.
b. Point-and-Figure Chart

16

Penggunaan grafik dengan angka dan gambar ini untuk menggambarkan


pergerakan harga saham dan lebih komplek dari bart cahart karena
menggambarkan perubahan harga saham yang berubah secara signifikan.
Perubahan harga yang signifikan biasanya dapat dilihat dalam bentuk angka yang
menunjukka perubahan harga saham.
3. Rata-rata Bergerak
Teknik rata-rata bergerak (moving average) adalah salah satu teknik untuk mendeteksi
dan menganalisis pergerakan harga saham baik saham individual maupun seluruh
saham di pasar modal. Tujuannya adalah untuk mendeteksi arah pergerakan harga
saham dan besarnya tingkat pergerakan tersebut. Data yang digunakan adalah data
harga penutupan saham (closing price) untuk waktu tertentu misal untuk masa waktu 3
bulan. Dari informasi tersebut menghasilkan sebuah garis trend rata-rata bergerak yang
menunjukkan tren pergerakan harga saham, yang selanjutnya dipakai untuk
memprediksi arah pergerakan saham di masa depan. Setelah dianalisis akan
menghasilkan keputusan menjual dan membeli saham, dengan anjuran sebagai berikut:
Dianjurkan membeli saham jika:
a. garis rata-rata bergerak secara mendatar dan harga pasar saham melampaui garis
tersebut
b. harga saham berada di bawah garis rata-rata bergerak yang sedang menaik
c. harga saham saat ini berada di atas garis rata-rata bergerak yang cenderung
menurun, namun kembali menaik sebelum mencapai garis tersebut.
Disaran menjual jika:
a. harga saham saat ini berada di bawah garis rata-rata bergerak mendatar
b. harga saham bergerak naik di atas garis rata-rata bergerak, namun garis rata-rata
bergerak tersebut justru sedang menurun
c. harga saham yang cenderung mengalami kenaikan (berada di bawah garis rata-rata
bergerak) tetapi kembali menurun sebelum mencapai garis rata-rata bergerak
tersebut.
4.

Relative Strength
Teknik ini menggambarkan rasio antara harga saham dengan indek pasar atau industri
tertentu. Hasil perbandingan biasanya digambarkan dengan plot-plot yang
menunjukkan perbandingan harga relatif saham selama jangka waktu tertentu. Dari

17

gambar yang tersusun investor akan dapat melihat perbandingan kekuatan sahamsaham tersebut terhadap industrinya atau terhadap indek pasar.
Prinsip dasar Analisis Teknikal
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :
1. Market Price Discounts Everything
Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara
keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor ekonomi, politik
fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya
seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga
pasar.
2. Price Moves in Trend
Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke
satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga
melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang
berlawanan.
3. History Repeats It Self
Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka
pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa
yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik.Pola-pola
ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan
harga.
Beberapa Indikator yang digunakan dalam Analisa Teknikal

Support & Resistance


Adalah tingkat ketahanan harga yang bergerak antara bullish (uptrend) dan bearish
(downtrend).Bullish mendorong harga-harga naik, dan bearish menurunkannya.Penunjuk
harga pada dasarnya bergerak menunjukkan sampai seberapa jauh harga bergerak naik
atau turun.

Support and Resistance Levels


Support adalah tingkat tahanan harga dibawah harga pasar saat itu, dimana buying interest
seharusnya bisa menguasai tekanan penjualan dan mempertahankan harga agar tidak
jatuh.
Resistance adalah tingkat tahanan harga diatas harga pasar saat itu, dimana tekanan
penjualan

seharusnya

cukup

kuat

untuk

mempertahankan agar tdak terlalu tinggi.


18

menguasai

tekanan

pembelian

dan

Ketika investor mengharapkan perubahan, seringkali mereka lakukan dengan tiba-tiba.


Catatan: breakout diatas level resistance disertai dengan peningkatan yang signifikan di
volume tersebut.
Perkembangan level support dan resistance kemungkinan merupakan kejadian yang
paling nyata dan terukur di chart harga. Penetrasi level support/resistance bisa dipicu oleh
perubahan fundamental diatas atau dibawah ekspektasi investor (contohnya: perubahan
pendapatan, manajemen, kompetisi dll.) atau oleh self-fullfilling prophecy (investor
melakukan pembelian saat harga naik). Penyebabnya tidak sesignifikan seperti efek new

expectations yang menuntun pada level harga baru


Supply and demand
Tidak ada yang misterius mengenai support dan resistance: merupakan supply dan
demand klasik. Mengingat kembali class Econ 101, garis supply/demand menunjukkan
bahwa supply dan demand akan berada pada harga yang diberikan
Garis supply menunjukkan quantity (seperti: jumlah saham) dimana penjual akan
melakukan aksi pada harga yang diberikan. Ketika harga naik, quantity penjual juga
meningkat saat itu sehingga banyak investor ingin menjual pada harga tertinggi tersebut.
Garis demand menunjukkan jumlah saham dimana pembeli ingin membeli pada harga
yang diberikan. Ketika harga naik, quantity pembeli menurun saat itu sehingga sedikit
investor yang mau membeli pada harga yang tinggi
Pada harga yang diberikan, chart supply/demand menunjukkan berapa banyak pembeli
dan penjual.Di pasar terbuka, garis ini secara berkala berubah-ubah.Ekspektasi investor
dapat berubah dan juga harga yang ditunjukkan antara pembeli dan penjual masuk akal.
Breakout diatas level resistance merupakan bukti upward shift pada garis permintaan
dimana lebih banyak pembeli ingin membeli pada harga tinggi. Sama dengan kegagalan
support level menunjukkan bahwa garis supply telah berubah downward
Fondasi dari perangkat technical analis berdasarkan konsep supply/demand. Chart hargaharga untuk instrument financial memberikan kita penglihatan yang lebih terhadap

kegiatan ini.
Traders remorse
Mengikuti penetrasi level support/resistance, sangat umum bagi trader untuk
mempertanyakan level harga terbaru. Contohnya, setelah breakout diatas resistance level,
pembeli dan penjual bisa mempertanyakan validitas harga baru dan memutuskan menjual.
Hal ini menciptakan fenomena yang disebut traders remorse dimana harga-harga
kembali ke level support/resistance mengikuti breakout harga.
Price action karena periode remorse adalah krusial.1 dari 2 hal bisa terjadi. Apakah itu
consensus dari ekspektasi dimana harga baru tidak bisa dijamin , dalam hal ini harga19

harga akan bergerak mundur ke level sebelumnya; atau investor akan menerima harga
baru, dalam hal ini harga-harga akan terus bergerak searah penetrasi. Jika mengikuti
traders remorse, consensus ekspektasi terhadap harga terbaru yang lebih tinggi tidak
dijamin, bull trap (atau false breakout) klasik tercipta.
Sentiment yang sama menciptakan bear trap. Harga-harga jatuh dibawah level support
sangat lama agar downtrend berkurang (atau sell short) dan kemudian bounce back diatas
level support meninggalkan downtrend.
Cara yang paling baik untuk quantify ekspektasi mengikuti breakout adalah dengan
mengasosiasikan volume dengan breakout harga. Jika harga-harga menembus level
support/resistance dengan peningkatan yang besar pada volume dan periode trader
remors relative low volume, hal ini menunjukkan ekspektasi baru akan terjadi (minoritas
investor akan salah bertindak).
Sebaliknya, jika breakout pada volume moderat dan periode remorseful sedang dalam
level peningkatan, hal ini menunjukkan sedikit sekali ekspektasi investor berubah dan
kembali ke ekspektasi aslinya.Resistance menjadi support. Ketika level resistance

berhasil ditembus, levelnya berubah menjadi level support.


Resistance becomes support
Satu dari dua hal yang akan terjadi ketika harga instrument financial mendekati level
support/resistance. Di satu sisi, hal tersebut dapat bereaksi sebagai reversal point. Dengan
kata lain, ketika harga saham jatuh ke level support, harga akan naik kembali. Sementara
di sisi lain level support/resistance akan bergerak balik saat penetrasi.
Contohnya, ketika harga pasar jatuh dibawah level support, level support sebelumnya
akan menjadi level resistance sementara pasar kemudian kembali ke level sebelumnya

Strategi teknikalis
Analisa teknikal dapat diterapkan untuk keseluruhan pasar/industri tertentu atau
saham individu. Para teknikalis berusaha untuk mengalahkan pasar dan mendapatkan
keuntungan abnormal dengan menggunakan indikator teknikal. Untuk itu ada dua strategi
yang biasa digunakan para teknikalis yaitu mengikuti pasar (follow the smart money view)
dan berlawanan dengan pasar (contrarian view).
Strategi mengikuti pasar mengasumsikan investor yang ada di pasar modal pintar dan
memahami apa yang mereka lakukan sehingga cukup bijak jika teknikalis berperilaku ikutikutan (herding atau jump the bandwagon) selagi masih ada waktu. Strategi ini bisa
dibandingkan dengan hukum Newton dalam fisika tentang kelembaman yang mengatakan
bahwa benda yang sedang bergerak cenderung untuk tetap bergerak. Penganut strategi ini
akan membeli saham pada saat harga sedang bergerak naik dengan harapan momentum naik
20

ini akan berlanjut di masa depan. Mereka akan berbalik arah dan menjual saham bila
sentimen pergerakan naik telah melemah atau selesai. Mereka berusaha menerapkan strategi
buy high and sell higher. Jangan takut untuk membeli saham pada harga tinggi saat pasar
bullish, jika kita dapat menjualnya lagi pada harga yang lebih tinggi.
Strategi kontrarian, sebaliknya, berpendapat mayoritas investor saham salah dan kita
dapat memanfaatkan kesalahan ini dengan cara mengambil posisi melawan pasar (kontra).
Etika investor menunjukkan keserakahannya dalam membeli saham saat bullish, pengikut
kontrarian justru menunggu dan mencari saat yang tepat untuk menjual saham. Kontrarian
berusaha untuk menerapkan prinsip utama dalam berinvestasi yaitu buy low sell high.
Saat pasar bearish dan harga saham sudah turun banyak karena investor panik,
investor kontrarian justru melakukan aksi beli. Kontrarian percaya pada teori pantulan dan
teori Newton yang lain yaitu gravitasi. Bahwa bola kenyal yang dibanting ke bawah akan
memantul ke atas dan what goes up must come down.
Asumsi yang Mendasari Analisis Teknikal.
Para analis teknikal percaya bahwa mereka biasa mengetahui pola-pola pergerakan
harga saham di masa datang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan harga saham di
masa lalu, yang bertentangan dengan hipotesis efisiensi pasar yang menyatakan bahwa harga
saham di pasar mencerminkan semua informasi yang ada di pasar. Kinerja saham di masa lalu
tidak mempengaruhi kinerja saham di masa datang.
Keputusan analis teknikal dalam menjual atau membeli saham didasari data-data
harga dan volume perdagangan saham di masa lalu,. Informasi data masa lalu tersebut akan
mendasari prediksi mereka atas pola perilaku harga saham di masa datang.
Asumsi yang mendasarinya adalah nilai pasar barang dan jasa, ditentukan oleh interaksi
permintaan dan penawaran (Levy 1966). Interaksi permintaan dan penawaran ditentukan
oleh berbagai faktor, baik faktor rasional maupun faktor yang tidak rasional. Faktor-faktor
tersebut meliputi berbagai variabel ekonomi dan variabel fundamental, serta faktor-faktor,
seperti opini yang beredar, mood investor, dan ramalan-ramalan investor.
Harga-harga sekuritas secara individual dan nilai pasar dapat berubah karena
perubahan hubungan permintaan dan penawaran. Hubungan-hubungan tersebut akan dapat
dideteksi dengan melihat diagram reaksi pasar yang terjadi. Hampir semua pihak dapat
menerima asumsi bahwa nilai produk ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara
permintaan dan penawaran. Yang kurang dapat diterima oleh semua semua pihak mungkin

21

asumsi bahwa permintaan dan penawaran dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat tidak
rasional (irrational factor).
Asumsi yang berkaitan dengan kecepatan penyesuaian harga saham (speed of
adjustment) dari harga keseimbangan yang lama menuju harga keseimbangan yang baru. Para
analis teknikal selalu berharap bahwa penyesuaian harga saham yang lama menuju harga
keseimbangan yang baru, akan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang karena
informasi yang menyebabkan perubahan harga biasanya memerlukan beberapa waktu
sebelum informasi tersebut diserap secara penuh oleh pasar. Pola penyerapan informasi
seperti ini disebabkan karena adanya informasi yang tidak simetris (asymetris information),
di mana hanya beberapa investor saja yang mampu mengakses informasi dan dapat
memprediksi apa yang akan terjadi pada harga saham disbanding investor lainnya. Seiring
dengan tindakan menjual dan membeli saham yang dilakukan pihak-pihak yang menguasai
informasi untuk memperoleh keuntungan maka harga saham juga akan bergerak menuju
harga keseimbangan baru.
Disamping informasi di atas ada tiga prinsip yang dapat digunakan sebagai patokan dalam
memahami analisis teknikal yaitu:
1.

Refleksi semua kejadian, segala sesuatu yang terjadi yang dapat mempengaruhi

baik yang rasional maupun irrasional sudah direfleksikan dalam harga yang terbentuk.
Menguat dan melemahnya indek saham merupakan fakta, tetapi nilai sesungguhnya suatu
indek saham ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang tercermin pada
indek saham. Jika permintaan meningkat dan penawaran menurun atau tetap, maka harga
akan naik, dan akan terjadi kebalikannya jika kondisi berbalik.
2.

Tren, harga bergerak dalam suatu tren, dan tren tidak mungkin dimanipulasi. Jika

tren bergerak ke arah naik, tidaklah mungkin membuatnya turun, kecuali dalam suatu titik
tertentu akan terjadi puncak untuk kemudian berbalik arah (reversal).
3.

Selalu berulang, aksi pasar (market action) selalu berulang, artinya para analis

teknikal percaya bahwa investor akan mengulangi tindakan yang sama jika kondisi pasar
yang terjadi juga sama. Keadaan ini akan dipetakan dalam suatu diagram yang populer
dengan sebutan chart.
Keuntungan dan Kritik Terhadap Analisis Teknikal
Jika seorang investor mampu mengakses informasi secara cepat, punya kemampuan
analisis yang tinggi dan punya insting yang tajam atas apa yang terjadi terhadap pasar jika
ada informasi baru maka investor tesebut akan mampu mendapatkan return abnormal yang
22

melebihi return pasar dan return investor lainnya. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan
bahwa jika investor akan mendapatkan abnormal return, mereka harus mampu mendapatkan
informasi secara lebih cepat dibanding investor lainnya, dan menterjemahkan informasi
tersebut ke dalam tindakan membeli atau menjual saham sehingga investor dapat
memperoleh keuntungan.
Kritik yang timbul untuk analisis teknikal adalah yang berkaitan dengan asumsi yang
mendasarinya dan keefektivan pendekatan analisis teknikal dalam memprediksi harga saham.
Kritik yang paling tajam muncul dari penganut hipotesis efisiensi pasar, yang sama sekali
tidak percaya harga saham di masa mendatang akan dipengaruhi oleh pergerakan harga
saham masa lalu, karena apabila pasar efisien maka tidak seorang investor pun dapat
memperoleh keuntungan abnormal dari pasar. Hal ini dibuktikan dari beberapa penelitian
yang membuktikan bahwa harga saham secara statistik tidak bergerak mengikuti tren seperti
yang dikemukan analis teknikal.
Kritik selanjutnya menyangkut keefektivan analisis teknikal untuk jangka waktu yang
panjang. Maksudnya adalah jika analisis teknikal mampu memberikan keuntungan bagi
beberapa investor karena mampu menemukan pola pergerakan saham dalam merespon
informasi baru, maka tentu saja pendekatan ini akan menjadi popular dan banyak diadopsi
oleh investor lainnya akan berdampak pada penyesuaian harga yang lebih cepat dari biasanya.
Jika ini terjadi dalam jangka yang panjang keefektivan penggunaan analis teknikal sudah
tidak akan bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
Anoraga, Pandji. 2001. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.
Sartono, Agus. 2010. Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat.
Yogyakarta : BPFE.

23

Anda mungkin juga menyukai