Anda di halaman 1dari 12

Sejarah IMC

Memasuki awal tahun 1990-an, kegiatan bisnis, khususnya pemasaran tidak lagi mengacu
kepada strategi pemasaran tradisional, melainkan lebih mengacu pada strategi pemasaran modern
dengan konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion).
Strategi Product
Product adalah merupakan titik sentral dari marketing mix. Product ini berupa barang dan jasa.
Pengertian produk menurut kotler adalah sesuatu yang dapat di tawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keingginan
dan kebutuhan.
Strategi product ini merupakan tahap awal yang harus di lakukan oleh seorang perusahaan untuk
memilih dan mendesain suatu product disesuaikan dengan kebutuhan dan keingginan yang akan di
layaninya, agar investasi yang di tanam dapat berhasil dengan baik.
Beberapa strategi yang harus di kembangkan dalam product:
a. Penentuan logo dan moto
Logo merupakan ciri khas suatu product, sedangkan moto merupakan serangkaian kata-kata yang
berisikan misi dan visi perusahaan dalam melayani masyarakat.
Pertimbangan pembuatan logo dan moto:
Logo dan moto harus mempunyai arti {positif}
Logo dan moto harus menarik perhatian.
Logo dan moto harus mudah diingat.
b. Menciptakan merek
Merek merupakan suatu hal penting bagi konsumen untuk mengenal barang atau jasa yang
ditawarkan.
Pertimbangan dalam membuat merek:
Mudah diingat
Terkesan hebat dan modern
Memiliki arti {dalam arti posiitif}
Menarik perhatian
c. Menciptakan kemasan
Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan kemasanpun harus memeuhi berbagi
persyaratan, seperti kualitas kemasan,bentuk, warna dan lain-lain.
d. Keputusan label

Label merupakan sesuatu yang di lengketkan pada produk yang di tawarkan dan merupakan bagian
dari kemasan.
Strategi Price {harga}
Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix. Harga adalah sejumlah
uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa.
Langkah yang perlu di tempuh dalam menetapkan harga tetap terhadap suatu produk;
Menentukan tujuan penetapan harga
Memperkirakan permintaan, biaya dan laba.
Memilih strategi harga untuk membantu mentukan harga dasar.
Menyesuaikakn harga dasar dengan takti penetapan harga.
Ada tiga strategi dalam penetapkan harga yaitu:
o Skimming pricing yaitu harga awal produk yang ditetapkan setinggi-tinggi dengan tujuan bahwa product
atau jasa memiliki kualitas tinggi.
o Penetration pricing yaitu menetapkan harga yang serendah mungkin dengan tujuan untuk mennguasai
pasar.
o Status quo pricing yaitu menetapkan harga status quo adalah yang menetapkan disesuaikan dengan harga
pesaingan.
Strategi lokasi dan distribisi
Adalah penetuan lokasi dan distribusi baik untuk kantor cabang, kantor pusat, pabrik atau gudang.
Atau penetuan lokasi dan distribusi beserta sarana dan prasarana pendukung.
Hal yang harus diperhatikan dalam memilih dan menentukan lokasi adalah:
Dekat dengan kawasan industri
Dekat denga lokasi industri perkantoran
Dekat dengan loksai pasar
Dekat dengan pusat pemerintahan
Dekat dengan perumahan atau lokasi masyarat
Mempertimbangkan jumlah persaingan yang ada di suatu lokasi
Sarana dan prasana

Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi distribisi:


Pertimbangan pembeli atau faktor pasar
Katrakteristik produk
Maksudnya produk yang kompleks, dibuat khusus, dan mahal cendrung menggunakan saluran
distribusi yang pendek dan langsung.

Faktor produsn atau faktor pertimbangan pengawasan dan keuangan


Strategi promosi
Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Yang mana promosi ini adalah sarana
yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan konsemennya. Tujuan utama dari promosi ini
adalah untuk menginformasikan segala jenis produk yang di tawarkan dan berusaha menarik konsumen
yang baru.
Macam-macam sarana promosi yang dapat di gunakan adalah:
Periklanan {advertising}
Promosi penjualan {sales promotion}
Publisitas {publicity}
Penjualan pribadi {personal selling}

Kemunculan strategi 4P inilah yang menandai munculnya komunikasi pemasaran terpadu,


dengan tidak hanya menggunakan iklan melainkan juga mengguakan PR.
Definisi IMC
IMC (menurut buku Advertising Management; chapter 3) adalah sebuah konsep dari perencanaan
komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehensif yang
mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi misalnya periklanan umum,
respon langsung, sales promotion, dan PR dan mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk
memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal.
Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai Proses dari pengelolaan customer
relationships yang menggerakkan brand value. Sedangkan secara spesifik, IMC dapat diartikan
sebagai proses yang mempunyai fungsi bersilang dalam menciptakan dan memelihara hubungan
yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainnya dengan mengontrol dan
mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta
menggerakkan dialog dengan maksud tertentu kepada mereka.
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah satu dari sekian proses yang tersedia guna
membina hubungan dengan customer. Apa yang membedakan IMC dengan proses customercentriclainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah komunikasi, yang merupakan jantung dari
semua hubungan, dan juga merupakan proses yang sirkuler.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, konsep dasar dari IMC adalah komunikasi. Dengan
komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan meminimalkan pesan
negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan dan menyokong brand relationship. Untuk
membangun hubungan jangka panjang, IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat
brand. Brand relationship yang positif juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan
nilai dari pemegang saham perusahaan tersebut.
Semakin banyaknya istilah IMC yang dipakai oleh para praktisi dan pakar pendidikan,
namun tidak ada istilah yang benar-benar disetujui tentang apakah IMC itu? Tapi ada dua ide
pokok mengenai IMC:
1. Komunikasi pemasaran yang bersifat one-voice. Maksudnya adalah, walaupun elemen
komunikasi pemasaran yang digunakan berbeda-beda dalam meraih konsumen namun semua itu
harus dapat dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi yang
bekerja pada elemen-elemen yang berbeda tersebut
2. Komunikasi yang berintegrasi. Komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk
meningkatkan brand awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat
menimbulkan hasil penjualan yang baik.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai IMC adalah untuk memengaruhi masyarakat dengan elemen
promosinya sampai ke tingkat kognisi, affeksi, dan konasi. Elemen promosi yang digunakan
terbagi atas soft sell dan hard sell.
Soft sell berupa advertising, public relation, CSR, interactive marketing yang bertujuan untuk
memengaruhi konsumen ke tingkat kognisi dan affeksi. Sedangkan, hardsell berupa personal
selling, direct marketing, sales promotion untuk memengaruhi konsumen ke tingkat konasi.
KONSEP DASAR PENGEMBANGAN BERBAGAI PROGRAM IMC
1. DIRECT MARKETING

Disaat perusahaan ingin berhubungan langsung dengan customer tanpa melalui retailer, maka
digunakanlah direct-response marketing, seperti: close-loop, interactive, database-driven
messaging system yang menggunakan banyak jenis media untuk menciptakan respon
behavioral.
Direct marketing merupakan salah satu fungsi IMC yang terdiri dari front-end dan back end
operations. Front-end menyusun harapan-harapan dari konsumen yang mencakup the offer
(yakni segala sesuatu yang nyata maupun tidak dijanjikan oleh perusahaan guna mencapai
perilaku customer yang diinginkan perusahaan, misal: penawaran harga khusus, garansi, dll),
the database (mendapatkan data customer-nya dan menggunakan data itu untuk penawaran
selanjutnya) dan the response (memberikan respon yang baik terhadap customer, misal:
dengan membuat toll-free-line untuk layanan customer) sedangkan back end berusaha
mempertemukan harapan konsumen dengan produk, mencakup fulfillment (yakni membuat
produk atau informasi yang diminta oleh konsumen cocok, efektif dan tepat waktu).
2. SALES PROMOTION
Sales promotion merupakan istilah singkat dari penawaran nilai tambah yang dirancang
untuk menggerakkan dan mempercepat respons dari customer. Contoh dari nilai tambah itu
sendiri adalah kesempatan untuk memenangkan hadiah, potongan harga (seperti diskon 20
%, sale 50 % off, dsb.), produk ekstra (seperti isi teh kotak 30% lebih banyak), sample
gratis dan premiums (misalnya beli rinso dapat piring cantik)
Pada konsepnya, Sales promotion digunakan untuk memotivasi customer agar melakukan
aksi dengan membeli produk yang dipicu dengan adanya penawaran produk dalam jangka
waktu terbatas.
3. PUBLIC RELATIONS/MPR.
PR dalam konsepsi IMC melakukan pekerjaan yang sangat luas dan beragam, tidak hanya
bertugas men-track opini publik saja, tetapi juga bertugas me-manage corporate brand dan
menjaga reputasinya.

Lalu MPR merupakan salah satu fungsi PR yang digunakan sebagai media tanpa bayar untuk
menyampaikan brand information guna mempengaruhi calon customer atau customer secara
positif. MPR sendiri lebih fokus kepada customer atau calon customer dan melengkapi
strategi marketing yang lain dengan 4 cara: (1) meningkatkan kredibilitas brand message; (2)
menyampaikan message sesuai targetnya berdasarkan aspek demografis, psikografis, etnik
atau khalayak secara regional; (3) mempengaruhi opinion leader atau trendsetter yang
berpengaruh; (4) melibatkan customer dan stakeholder lainnya pada event spesial.
4. PERSONAL SELLING
Personal Selling adalah komunikasi dua arah dimana seorang penjual menjelaskan fitur dari
suatu brand untuk kepentingan pembeli. Dalam Personal Selling, dilibatkan komunikasi yang
sifatnya tatap muka dan kegiatannya pada sekaramg ini terfokus pada pemecahan masalah
dan penciptaan nilai bagi customer (lebih dikenal sebagai partnership) Dimensi dari
partnership ini adalah, seorang salesperson harus memahami customer-nya dengan baik.
Personal selling sendiri merupakan bagian dari direct marketing, namun perbedaan dasarnya
adalah dalam personal selling, perusahaan yang dijembatani salesperson berinteraksi secara
tatap muka dengan customer.
5. ADVERTISING
Advertising merupakan Suatu bentuk dari presentasi non-personal dan promosi dari suatu
ide, barang atau jasa yang tidak gratis (berbayar) dan dilakukan oleh sponsor (perusahaan)
yang teridentifikasi. Karakteristik dari iklan sendiri adalah bersifat non-personal, komunikasi
satu arah, ada sponsor (khalayak yang peduli), dan bertujuan untuk mengubah sikap dan
perilaku.
Biasanya advertising itu dipakai ketika suatu perusahaan ingin mengubah customer dari
unaware, menjadi aware terhadap suatu brand.
6. PUBLICITY

Publicity sendiri merupakan salah satu jasa yang disediakan oleh Public Relations Firm
maupun Advertising Agency. Publicity timbul untuk membantu menangkap perhatian publik
dan membedakan tiap-tiap perusahaan tersebut dari perusahaan-perusahaan lain yang
menjadi saingannya. Publicity dalam MPR berarti memeproleh penyebutan nama merek di
media massa dalam cara-cara yang berbeda, waktu dan tempat sesering mungkin sehingga
menjadi top-of mind awareness. Walaupun PR menawarkan kredibilitas yang lebih besar
dalam membangun publicity, namun advertsing dapat menawarkan awareness dan kontrol
yang lebih besar. Lalu untuk beberapa alasan, maka sejumlah perusahaan menyampaikan
pesan PR mereka lewat advertising.
7. EVENTS/SPONSORSHIP
Event marketing adalah situasi yang signifikan atau peristiwa promosional yang mempunyai
fokus utama untuk menangkap perhatian dan melibatkan customer dalam event tersebut.
Perusahaan dan organisasi-organisasi non-profit menggunakan events dengan beberapa
alasan, yaitu: untuk melibatkan sasaran khalayak, untuk mengasosiasikan sebuah brand
dengan aktivitas, gaya hidup atau orang-orang tertentu, untuk meraih sasaran khalayak yang
sulit dijangkau, untuk meningkatkan brand awareness dan untuk menyediakan platform yang
baik bagi brand publicity.
Sponsorship adalah dukungan finansial kepada suatu organisasi, orang, atau aktivitas yang
dipertukarkan dengan publisitas merek dan suatu hubungan. Sponsorship dapat membedakan
sekaligus meningkatkan nilai suatu merek. Beberapa pedoman yang digunakan oleh
perusahaan-perusahaan dalam memilih sponsorship: target khalayak, penguatan citra merek,
dapat diperpanjang, keterlibatan merek, biaya yang efektif dan sponsor lainnya.
8. INTERACTIVE MARKETING
Interactive marketing disini lebih tertuju kepada bagaimana suatu perusahaan mampu atau
tidak berkomunikasi dengan customer-nya atau mampu memberikan solusi yang baik, yang
terkait dengan penggunaan produk. Dalam hal ini interactive marketing juga terkait dengan
customer relationship management.

Tahapan Revolusi IMC


1. Koodinasi taktis santo. Meliputi pengkombinasian komunikasi interpersonal dan crossfunctional sebagai elemen promosi. Mampu melihat tujuan secara spesifik yang
disesuaikan dengan tools penjualannya.
2. Mendefinisikan Ruang Lingkup Marketing Komunikasi. Meliputi perluasan elemen
komunikasi, memberikan informasi kepada pelanggan, dan mengevaluasi feedback.
3. Mengaplikasikan teknologi informasi. Memanfaatkan teknologi informasi dengan
membuat database manajemen untuk mengelola hubungan dengan konsumen.
4. Integrasi Strategik dan Keuangan. Menyelaraskan program komunikasi dengan
program keuangan dan memperkirakan Return on Customer Investment (aliran dana
masuk dari konsumen).
Strategi IMC

Target Market vs Target Audience. Target market merupakan siapa yang


mengonsumsi produk kita. Target audience merupakan siapa yang menjadi sasaran
program komunikasi.

Message Strategy. Meliputi konsep, penetrasi pesan (pendekatan dan daya tarik), serta
eksekusi pesan.

Media Strategy. Kombinasi penggunaan media massa, interpersonal, dan interaktif.

Line Elements. Meliputi soft-sell dan hard-sell.

Budget. Top-down atau bottom-up.

Proses Perencanaan IMC


Dalam melaksanakan IMC, perlu merencanakan 5 hal sebagai berikut :

Mengidentifikasi konsumen dan kemajuan.

Memperkirakan konsumen dan nilai kemajuan.

Merencanakan pesan komunikasi.

Memperkirakan aliran dana masuk dari konsumen.

Mengadakan evaluasi setelah membeli dan analisis masa depan akan permintaan
konsumen terhadap produk.

Proses Mengelola IMC


Ada 7 langkah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam komunikasi
pemasaran terpadu :
1. Review of marketing plan. Dalam tahap ini, perencana mempersiapkan data internal
(situasi organisasi dan atribut produk) dan eksternal (situasi makro, target market, dan
competitor).
2. Analysis of promotional program situation. Dalam tahap ini, perencana menganalisa
kelebihan dan kelemahan data, menemukan titik permasalahan, dan mencari solusinya.
3. Analysis of communication process. Dalam tahap ini, perencana menganalisa tanggapan
penerima informasi, tahapan dalam pengiriman informasi, dan saluran informasi yang
digunakan.
4. Budget determination. Dalam tahap ini, perencana melakukan cara penyusunan
anggaran, apakah dengan top-down (modal sudah tersedia di awal) atau bottom-up
(melihat berapa biaya yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana dan bagaimana
pengalokasiannya).
5. Develop IMC program. Perencana mengembangkan program komunikasi pemasaran
yang akan ditempuh.
6. Integrate and implement IMC strategies. Perencana menggunakan kombinasi strategi
marketing mix, memproduksi iklan, membeli media time dan space, serta melaksanakan
desain yang telah ditetapkan sesuai dengan program yang ditempuh.

7. Monitor, evaluate, and control IMC program. Dalam tahap ini, mengevaluasi hasil
kinerja apakah sudah efektif atau belum dan melihat apakah taktik yang ditempuh sesuai
dengan strategi yang diambil.

BAB III
PEMBAHASAN
LENOVO

Target Audience: Dewasa, sudah bekerja Fitur-fitur yang diangkat pada iklan ini dapat
menunjang seseorang untuk melakukan pekerjaannya. Sibuk dan banyak bekerja dengan
laptopnya Terlihat dari bagaimana iklan ini meyakinkan bahwa data yang disimpan
oleh Lenovo akan selalu aman. Selain itu, fitur single button pada Lenovo akan
memudahkan orang untuk mengoperasikan laptopnya, sehingga tidak memakan banyak
waktu. Orang yang menggunakan laptopnya dimanapun dan kapanpun Terlihat dari
salah satu eksekusi yang menunjukkan bahwa Lenovo dapat menangkap sinyal Wifi
dengan sangat baik sampai ke tempat terpencil sekalipun.
Tujuan Beriklan: Menumbuhkan awareness target audience akan fitur unggulan yang
dimiliki oleh Lenovo.
Creative Strategy: Rasional Orang diajak untuk berpikir dan kemudian diyakinkan
bahwa fitur Lenovo memang benar-benar bagus melalui serangkaian eksperimen yang
dilakukan.
Eksekusi: Berupa dokumentasi dari ekperimen yang dilakukan pada laptop Lenovo
dengan sentuhan dramatisasi.

Terlihat perencanaan pemasaran dari LENOVO sangat-sangat dipikirkan secara matang, mulai
dari data internal dan eksternal, analisis situasi perusahaan dan produk, target pasar, dan
kompetitornya. Seperti yang kita ketahui, pasar laptop sangat ramai dan butuh gebrakan untuk
menaklukan pasar. LENOVO dalam hal ini membuat strategi pemasaran dengan menampilkan
dokumenta si eksperimen yang dibuat sebagai promosinya.
TIGA RODA DAN GARUDA

Target Market vs Target Audience


Keluarga yang tahan dengan asap obat nyamuk,

Message Strategy

Tiga Roda merupakan obat nyamuk bakar yang diformulasikan untuk membasmi nyamuk
sampai kedalam tempat yang tersembunyi hingga nyamuk tidak kembali lagi, tahan lama,
dengan harga yang ekonomis. Tiga Roda kemudian mengemukakan keunggulannya
bahwa mereka adalah lokal dan paling paham kondisi lokal. Kampane iklannya sungguh
unik. Dengan Mandra, Basuki, dan Rano Karno yang sangat lokal baik dari gaya dan

penampilannya. Mereka mengatakan Nyamuk sini Cuma takut Tiga Roda. Artinya,
baygon yang asing kurang ditakuti nyamuk lokal. Sama seperti Tiga Roda, Garuda juga
menampilkan yang menarik , dan program promo yang unik dengan bentunya yang
berwarna warni seperti es mambo