Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN ABORTUS IMMINENS

1. Tirah Baring
Merupakan unsur penting dalam pengobatan abortus imminens karena cara ini
menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsangan
mekanik. Meskipun tidak ada bukti pasti bahwa istirahat dapat mempengaruhi jalannya
kehamilan, membatasi aktifitas fisik selama beberapa hari dapat membantu wanita
merasa lebih aman sehingga memberikan pengaruh emosional.
2. Abstinensia
Abstinensia sering kali dianjurkan dalam penanganan abortus imminens, karena pada saat
berhubungan seksual, oksitosin disekresi oleh putting atau akibat stimulasi klitoris, selain
itu prostaglandin E dalam semen dapat mempercepat pematangan serviks dan
meningkatkan kolonisasi mikroorganisme di vagina.
3. Progesteron
Progesteron merupakan substansi yang memiliki aktivitas progestasional atau memiliki
efek progesteron, diresepkan pada 13-40% wanita dengan abortus imminens. Progesteron
merupakan produk utama korus luteum dan berperan penting pada persiapan uterus untuk
implantasi, mempertahankan serta memelihara kehamilan. Sekresi progesterone yang
tidak adekuatpada awal kehamilan diduga sebagai salah satu penyebab keguguran
sehingga suplementasi progesterone sebagai terapi abortus imminens diduga dapat
mencegah keguguran, karena fungsinya yang diharapkan dapat menyokong defisiensi
korpus luteum gravidarum dan membuat relaksasi uterus.
4. HcG (Human Chronic Gonadotropin)
hCG diproduksi oleh placenta dan diketahui bermanfaat dalam mempertahankan
kehamilan. Karena itu, hCG digunakan pada abortus imminens untuk mempertahankan
kehamilan.
5. Antibiotik hanya jika ada infeksi
Antibiotik yang digunakan adalah amoksisilin ditambah klindamisin dapat mengalami
perbaikan, tidak mengalami nyeri abdomen dan perdarahan vaginal tanpa kambuh.
Disimpulkan bahwa antibiotic dapat digunakan sebagai terapi dan tidak menimbulkan
anomali bayi.

6. Relaksan otot uterus


Buphenine hydrochloride merupakan vasodilator yang juga digunakan sebagai relaksan
otot uterus.
7. Profilaksis Rh (rhesus)
Konsensus menyarankan pemberian immunoglobulin anti-D pada kasus perdarahan
setelah 12 minggu kehamilan atau kasus dengan pendarahan gejala berat mendekati 12
minggu.

Sumber : Sucipto, N.I. 2013. Abortus Imminens: Upaya Pencegahan, Pemeriksaan, dan
Penatalaksanaan (Cermin Dunia Kedokteran-206/vol. 40 no.7)
PENATALAKSANAAN ABORTUS INKOMPLIT

Perbaikan keadaan umum.

Kuretase dengan atau tanpa digital plasenta pre kuretase.

Medikamentosa.

Metilergometrin 3 kali 5 mg per oral selama 5 hari.

Amoksisilin 3 kali 500 mg per oral selama 5 hari.

PENATALAKSANAAN ABORTUS INSIPIENS

Perbaikan keadaan umum.

Umur kehamilan kurang dari 12 minggu dilakukan kuretasi, lebih dari 12 minggu
dilakukan oksitosin titrasi dan kuretase.

Medikamentosa (setelah tindakan)

Metil ergometrin 3 kali 5 mg per oral selama 5 hari.

Amoksisilin 3 kali 500 mg per oral selama 5 hari.

PENATALAKSANAAN ABORTUS INFEKSIOUS

Perbaikan keadaan umum.

Antipiretik injeksi 2 cc i.m.

Sulbenisilin 3 kali l g, Gentamisin 2 kali 80 gr, Metronidazol supp 3 kali 1 gr.

Kuretase dilakukan dalam tempo 6 jam bebas panas atau dalam waktu 12-24 jam
apabila panas tidak turun