Anda di halaman 1dari 8

PROGRAM UNGGULAN MBS DI JAWA TENGAH

Kabupaten/ Kota : Banjarnegara


Pilar : Peran Serta Masyarakat (PSM)
Komponen : AD/ART Komite Sekolah

Aspek yang Unggul


Kriteria Perubahan yang Terjadi
(Mengapa Unggul)
1. Relevansi 1. 57 Sekolah MBS di Kab. • Komite Sekolah
Banjarnegara menyusun AD/ART Mempunyai pedoman
sesuai dengan Keputusan Menteri berorganisasi yang jelas.
Pendidikan Nasional No. • Kepala Sekolah
044/U/2002. Mekanisme kemitraan
2. Komite Sekolah pada 57 dengan komite sekolah
Sekolah MBS mempunyai tertib dan teradministrasi.
AD/ART menggantikan SK Kepala • Pengawas
Sekolah Tentang Komite Sekolah Memiliki agenda kerja
yang disesuaikan dengan
• Kepala UPTD
Hadir dalam rapat komite
3 bulan sekali.

2. Terbukti/ ada 1. Dokumen AD/ART Komite • Komite Sekolah


buktinya Sekolah SD/MI MBS tersusun Rapat 3 bulanan, hadir
setelah melalui mekanisme informal ke sekolah
pembentukan organisasi dan monimal seminggu sekali.
menggantikan SK Kepala Sekolah • Kepala Sekolah
tentang Komite Sekolah. Laporan keuangan dan
2. 57 SD/MI MBS memiliki pembelajaran selalu
Dokumen AD/ART. dipersiapkan.
• Pengawas
Hadir dalam rapat komite
sekolah 3 bulanan.
• Kepala UPTD
Memberikan apresiasi
kepada kerja komite
sekolah pada konferensi
Kepala Sekolah bulanan.

3. Berdampak baik 1. Pengurus dan anggota komite • Masyarakat


mampu menempatkan diri sesuai Wali/Orang tua siswa
peran dan fungsi komite 90 % hadir dalam rapat
sebagaimana yang diatur dalam pleno.
AD/ART Komite Sekolah • Komite Sekolah
masing-masing. Pembagian tugas dan
2. Ada program kerja komite wewenang sesuai dengan
sekolah pada sekolah MBS yang AD/ART.
didokumentasikan. • Kepala Sekolah
Sebagai eksekutif mampu
menyusun RKS dan
RKAS serta KTSP awal
juli setiap tahun
pelajarannya.
• Pengawas
Pengawas kenal dengan
komite di sekolah
binaannya.
• Kepala UPTD
Menjadikan Komite
sekolah sebagai partner
untuk memperoleh
masukan bagi kemajuan
pendidikan di tingkat
kecamatan.

4. Mudah/ dapat 1. Komite Sekolah pada 43 • Komite Sekolah


direplikasikan sekolah Rintisan MBS APBD Menjadi nara sumber bagi
telah melengkapi organisasinya pengembangan kegiatan
dengan AD/ART. PSM di tingkat Kecamatan
2. Dari 57 menjadi 100 Sekolah atau Kabupaten.
MBS yang memiliki AD/ART • Kepala Sekolah
Komite Sekolah. Menjadi nara sumber bagi
kepala sekolah lain
berkaitan dengan kegiatan
PSM dan Komite.
• Pengawas
Memasukkan materi PSM
dalam kegiatan KKKS,
KKPS.

• Kepala UPTD
Memfasilitasi
pembentukan
jaringan/paguyuban
komite sekolah tingkat
kecamatan.

5. Konvergent/ 1. AD/ART Komite Sekolah • Masyarakat


multi sektoral mengatur kriteria umum pengurus Wali/Orang tua siswa
yang non diskriminatif terhadap Anak dari Kelompok
kriteria agama, ras, suku/golongan minoritas agama dan suku
dan jenis kelamin. serta perbedaan jenis
2. Tidak ditemukan pengurus pekerjaan tetap sekolah di
komite sekolah yang dianggap SD/MI MBS dan tetap
mewakili kelompok tertentu saja memberikan dukungan
seperti organisasi keagamaan, terhadap sekolah.
organisasi politik tertentu, dan • Komite Sekolah
kelompok profesi. Memasukkan pengurus
perempuan dan
keterwakilan unsur
masyarakat yang berbeda
agama, suku dan jenis
pekerjaan.

• Kepala Sekolah
Menerima usul, saran dan
masukan dari ibu siswa.

6. Ada strategi 1. Materi Penyusunan AD/ART • Komite Sekolah


advokasi dan dimasukkan dalam paket Menjadi fasilitator
komunikasi pelatihan modul awal, pelatihan kegiatan PSM
manajemen sekolah dan pelatihan • Kepala Sekolah
komite sekolah. Menjadi fasilitator
2. Paparan AD/ART komite Kegiatan KKKS atau
sekolah pada rapat pleno orang kegiatan lain dengan
tua dan wali murid. Materi PSM.
3. Pemajangan Dokumen • Pengawas
AD/ART. Menyusun program
4. Laporan Monitoring Pengawas pelatihan dengan
TK/SD Bulan Agustus 2009, memasukkan materi PSM.
menyebutkan sekolah telah
melaksanakan Rapat Pleno Orang • Kepala UPTD
Tua/wali Murid dan terdapat Memberikan rekomendasi
kesepakatan dukungan terhadap kegiatan pelatihan PSM.
kegiatan sekolah baik dana,
tenaga dan materi.

Lampiran: Contoh AD/ART Komite SD Negeri 1 Giritirta UPTD Kecamatan Pejawaran

KOMITE SEKOLAH SD NEGERI 1 GIRITIRTA


Alamat : Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara
Kode Pos : 53454, Hand Phone : 085 227 226 765

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RIMAH TANGGA


KOMITE SD NEGERI 1 GIRITIRTA

PEMBUKAAN

Dengan Rahmat Allah Yang Maha Esa,


Bahwa pendidikan berlangsung sepanjang hayat dilaksanakan dalam lingkungan rumah
tangga, sekolah dan masyarakat, menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat
dan pemerintah.
Bahwa untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional melalui upaya peningkatan mutu,
pemerataan dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di SD Negeri 1 Giritirta dengan
berdasarkan paradigma pendidikan berbasis masyarakat, perlu adanya dukungan dan peranserta
masyarakat lingkungannya.
Bahwa agar dukungan dan peranserta masyarakat lingkungan lebih optimal dan bersinergi,
perlu dibentuk Komite Sekolah SD Negeri 1 Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten
Banjarnegara dengan Anggaran Dasar Sebagai berikut :

NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN SIFAT

Pasal 1.

Badan ini bernama :


”KOMITE SEKOLAH SD NEGERI 1 GIRITIRTA”

Berkedudukan di SD Negeri 1 Giritirta Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, berkantor di RT.01


RW.03 Desa Giritirta dan bersifat independen, non profit, non primordial dan non partisan.

ASAS DAN DASAR


Pasal 2.

1. Komite Sekolah ini berasaskan Pancasila.


2. Komite Sekolah ini berdasar kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 004/U/
2002 Tanggal 2 April 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.
WAKTU
Pasal 3.

Komite Sekolah ini dibentuk/didirikan pada tanggal ........................... untuk waktu yang tidak
ditentukan lamanya, dan disyahkan sejak ditandatanganinya Surat Keputusan Kepala Sekolah.

MAKSUD DAN TUJUAN


Pasal 4.

1. Maksud dibentuknya KOMITE SEKOLAH adalah agar ada suatu organisasi masyarakat
sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas
pendidikan

2. KOMITE SEKOLAH yang dibentuk, dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya,
demografis, ekologis, nilai kesepakatan, serta kepercayaan yang dibangun sesuai dengan
potensi masyarakat setempat.

3. Turut aktif menunjang Program Pemerintah Republik Indonesia dalam meningkatkan taraf
kecerdasan masyarakat, khususnya di Satuan Pendidikan.

4. Mewadahi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan
program pendidikan di Satuan Pendidikan.
5. Menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional
dan program pendidikan di Satuan Pendidikan.

6. Meningkatkan tanggung jawab dan peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan


pendidikan di Satuan Pendidikan.

7. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel dan demokratis dalam


penyelenggaraan dan pelayanan yang bermutu di Satuan Pendidikan.

8. Komite Sekolah mampu mengakses dan mengoptimalisasi berbagai sumber daya untuk
pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian rencana program pendidikan.

9. Terciptanya sinergi antar pemangku kepentingan (masyarakat, Keluarga dan Komite Sekolah)
untuk mengoptimalkan upaya-upaya Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pendidikan Untuk
Semua .

10. Lebih bersifat jangka panjang, bukan sekedar hubungan sesaat oleh sebab tujuan-tujuan
yang ingin dicapai biasanya mengarah pada kegiatan yang berkelanjutan.

KEGIATAN
Pasal 5.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Komite Sekolah melakukan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :

1. Memberi pertimbangan dlm penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan SD Negeri 1


Giritirta;

2. Mendukung sekolah, baik berwujud finansial, pemikiran,maupun tenaga dalam


penyelenggaraan pendidikan SD Negeri 1 Giritirta;
3. Mengontrol dalam rangka peningkatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan
keluaran pendidikan SD Negeri 1 Giritirta;

4. Menjembatanai (mediator) antara pemerintah dan masyarakat SD Negeri 1 Giritirta;

5. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan


pendidikan yang bermutu di SD Negeri 1 Giritirta;

6. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha industri) dan


pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di SD Negeri 1
Giritirta;

7. Menampung dan menganalisa aspirasi, ide tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang
diajukan oleh masyarakat;

8. Memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:

a. Kebijakan dan program pendidikan

b. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)

c. Kriteria kinerja satuan pendidikan

d. Kriteria tenaga pendidikan

e. Kriteria fasilitas pendidikan dan

f. Hal-hal yang terkait dengan pendidikan.

9. Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dlm pendidikan guna mendukung
peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan di SD Negeri 1 Giritirta;

10. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di SD


Negeri 1 Giritirta

11. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan dan
keluaran pendidikan di satuan pendidikan di SD Negeri 1 Giritirta.

KEKAYAAN KOMITE SEKOLAH


Pasal 6.

Kekayaan Komite Sekolah SD Negeri 1 Giritirta terdiri dari :

1. Kekayaan pangkal/awal yang disisihkan oleh para Pengurus.

2. Bantuan lain atau sumbangan yang tidak mengikat, Zakat, Hibah, Wakaf dan lain-lain
berupa barang bergerak maupun tidak bergerak.

3. Pendapatan lain dari usaha Komite Sekolah yang sah dan tidak bertentangandengan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

ORGANISASI KOMITE SEKOLAH


Pasal 7.

1. Keanggotaan Komite Sekolah.


Terdiri dari :
A. UNSUR MASYARAKAT
a. Orang tua/wali peserta didik.
b. Tokoh Masyarakat
c. Tokoh Pendidikan
d. Dunia Usaha/industri
e. Organisasi profesi tenaga kependidikan
f. Wakil alumni
g. Wakil peserta didik

B. Unsur Dewan Guru, Yayasan/Lembaga penyelenggara pendidikan, Badan Perwakilan


Desa dapat pula dilibatkan sebagai anggota Komite Sekolah (maksml 3 orang).

2. Anggota Komite Sekolah sekurang-kurangnya berjumlah 9 (Sembilan) orang dan jumlahnya


gasal.

3. Untuk pertama kali Komite Sekolah dibentuk oleh Panitia Persiapan Pembentukan Komite
Sekolah dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah, dengan Masa Bhakti 5
(lima) tahun dan selanjutnya diatur dalam Anggaran Dasar ini.

4. Kepungurusan Komite Sekolah :

a. Pengurus Komite Sekolah SD Negeri 1 Giritirta terdiri atas :


1. Ketua;
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris I;
4. Sekretaris II;
5. Bendahara II
6. Sembilan Anggota.
b. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota.
c. Ketua bukan berasal dari satuan pendidikan.

MEKANISME PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH

Pasal 8.

1. Diawali dengan pembentukan Panitia Persiapan yang dibentuk oleh masyarakat atau
dipelopori oleh tokoh masyarakat atau Kepala SD Negeri 1 Giritirta.

2. Panitia Persiapan berpedoman pada 7 langkah baku :


- Forum sosialisasi
- penyusunan kriteria dan identifikasi bakal calon anggota (berdasarkan usulan
masyarakat)
- seleksi anggota berdasarkan kriteria
- pengumuman nama-nama bakal calon anggota guna menampung bila ada keberatan
terhadap satu atau lebih bakal calon
- pengumuman nama-nama calon yang sudah disepakati masyarakat
- pemilihan komite sekolah berdasarkan musyawarah mufakat atau pemungutan suara
- penyampaian nama-nama komite sekolah terpilih.

3. Kriteria Bakal Calon Komite Sekolah :


- Taat beragama /Taqwa
- Amanah
- Peduli terhadap Pendidikan (memiliki inisiatif)
- Tanpa Pamrih (sukarela, rela berkorban)
- Komitmen (tanggung jawab)
- Punya waktu
- Tidak tercela /berakhlaq mulia
- Tokoh/Figur/Kharismatik
- Rela berkorban
- Kooperatif (dapat bekerjasama).

PENGUKUHAN KOMITE SEKOLAH


Pasal 10.

1. Komite Sekolah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Pendidikan

2. Selanjutnya Komite Sekolah menyusun AD/ART, termasuk aturan pembentukan /


Pemilihan Komite Sekolah periode/masabakti berikutnya.

Ketua Komite Sekolah


SD Negeri 1 Giritirta

MISTER M YUSUF