Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Morbiditas dan mortalitas pada ibu adalah masalah besar di seluruh
negara terutama bagi negara miskin serta negara berkembang. Kematian ibu
ini disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan komplikasi kehamilan,
persalinan, serta masa nifas atau penaganannya sedang kesakitan ibu
disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan atas komplikasi ringan sampai berat
berupa komplikasi permanen atau menahun yang terjadi sesudah masa nifas.
(Prawirohardjo, 2010 ; hal. 54).
Masa nifas adalah masa setelah partus sampai kurang lebih 6 minggu.
Pada masa ini banyak sekali terjadi perubahan-perubahan pada diri klien.
Perubahan-perubahan yang bertujuan pada pengembalian tubuh terutama alat
reproduksi ke keadaan seperti sebelum hamil. Infeksi postpartum adalah
infeksi bakteri pada traktus genitalia, terjadi sesudah melahirkan, ditandai
kenaikan suhu sampai 38 derajat selsius atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari
pertama pasca persalinan, dengan mengecualikan 24 jam pertama.
Sebagai tenaga pelaksana, bidan berwenang dalam melaksanakan
asuhan kebidanan pada bayi. Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir
untuk memastikan pernafasan spontan, mencegah hipoksia sekunder,
menemukan kelainan dan melakukan tindakan atau merujuk ke tempat
pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. Bidan memberikan pelayanan selama
masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga, minggu kedua dan
minggu ke enam setelah persalinan, untuk membantu proses pemulihan ibu
dan bayi melalui penegangan tali pusat yang benar, penemuan dini
komplikasi, penanganan atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada
masa nifas (Depkes RI, 2007)

B. TUJUAN
1.

Tujuan Umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan
management
kebidanan yang tepat pada ibu nifas normal

2.

Tujuan Khusus
a. Mampu menguraikan konsep dasar dan management kebidanan
pada

Ibu

nifas normal
b. Dapat mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai
keadaan pasien secara keseluruhan .
c. Mampu Mengetahui Perubahan Fisiologis dan Psikologis pada Ibu
nifas normal
d. Mampu mengidentifikasi masalah, diagnosa, kebutuhan pada ibu
nifas normal
e. Mampu membuat perencanaan tindakan dan melaksanakannya
f. Mampu mengevaluasi hasil

C. MANFAAT
1. Bagi Lahan Praktik
Dapat menjadi masukan bagi lahan praktik untuk meningkatkan pelayanan
kesehatannya menjadi pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas.
2. Bagi Pasien
Ibu nifas dapat terhindar dari komplikasi pada masa nifas sehingga masa
nifas dapat berlangsung dengan aman.
3. Bagi Stikes Aisyiyah Yogyakarta
Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Institusi Pendidikan yaitu
Stikes Aisyiyah Yogyakarta yang mana dapat Menambah kepustakaan

sebagai salah satu sarana memperkaya ilmu pengetahuan pembaca khusus


nya yang berkaitan dengan pemeriksaan ibu nifas normal
4. Bagi Penulis
Dapat mengembangkan wawasan penulis

dan pengalaman berharga

dalam melatih kemampuan penulis dalam melakukan penelitian yang


berkaitan dengan pemeriksaan ibu nifas normal

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN
Masa nifas (postpartum/ puerperium) berasal dari bahasa
Latin,yaitu dari kata pueryang artinya bayi dan parious yang berarti
melahirkan (Markoff, 2007).
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali,mulai dari
persalinan

selesai

sampai

alat-alat

kandungan

kembali sebelum

hamil.lama nifas yaitu 6-8 minggu atau 40 hari. Akan tetaapi, seluruh alat
genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu
3 bulan (Prawiroharjo, 2009). Periode masa nifas (puerperium) adalah
perode waktu selama 6-8 minggu setelah persalinan, proses ini di mulai
setelah selesainnya persalinan dan berakhir setelah alat-alat reproduksi
kembali keadaan sebelum hamil/ tidak hamil sebagai akibat dari adannya
perubahan fisiologis dan fsikologi karna proses persalinan (Suparyanto,
2007)
Masa nifas merupakan masa yang diawali sejak beberapa jam
setelah plasenta lahir dan berakhir setelah 6 minggu setelah melahirkan.
Akan tetapi, seluruh organ kandungan baru pulih kembali seperti sebelum
hamil, dalam waktu 3 bulan setelah bersalin. Masa nifas tidak kalah
penting dengan masa-masa ketika hamil, karena pada saat ini organ-organ
reproduksi sedang mengalami proses pemulihan setelah terjadinya proses
kehamilan dan persalinan (Mauludiya, 2007).

B. KLASIFIKASI MASA NIFAS


Nifas dapat dibagi kedalam 3 periode (Prawirohardjo, 2009) :
1. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan
berdiri dan berjalan- jalan.
4

2. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia


yang lamanya 6-8 minggu.
3. Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih kembali
dan sehat sempurna.

C. TUJUAN ASUHAN NIFAS


Asuhan nifas bertujuan untuk :
1. Menjaga

kesehatan

ibu

dan

bayinya,

baik

fisik

maupun

psikologiknya.
2. Melaksanakan skrining yang komprehensip, mendeteksi masalah,
mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun
bayinya.
3.

Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri,


nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada
bayinya dan perawatan bayi yang sehat.

4. Memberikan pelayanan KB.


5. Mempercepat involusi alat kandung.
6. Melancarkan pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium.
7. Melancarkan fungsi alat gastro intestinal atau perkamihan
8. Meningkatkan kelancaran peredarahan darah sehingga mempercepat
fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme.

D. PERUBAHANPERUBAHAN YANG TERJADI PADA MASA


NIFAS
1.

Perubahan Fisiologi Masa Nifas


Pada masa nifas ini akan terjadi perubahan fisiologi, yaitu :
a. Alat genitalia
Alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsurangsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil atau sering
5

disebut involusi,selain itu juga perubahan-perubahan penting


lain,yakni hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi karena laktogenik
hormone dari kelenjar hipofisis terhadap kelenjar mammae.
b.

Fundus Uteri
Setelah plasenta lahir, TFU setinggi pusat, beratnya
mencapai 1000 gr, diameter 12,5 cm.Setelah 1 minggu, TFU
pstsymphisis, beratnya 500 gr, diameter 7,5 cm. Setelah 14 hari
TFU tidak teraba.

c.

Serviks
Segera setelah post partum bentuk servik agak menganga
seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat
mengadakan kontraksi, sedangkan servik uteri tidak berkontraksi,
sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks
uteri terbentuk semacam cincin.

d.

Ligamen
Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang
meregang selama kehamilan dan partus, setelah jalan lahir,
berangsur-angsur ciut kembali seperti sediakala. Tidak jarang
ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus
jatuh

ke

belakang.

Tidak

jarang

pula

wanita

mengeluh

kandungannya turun setelah melahirkan karena ligamenta, fasia,


jaringan alat penunjang genetalia menjadi menjadi agak kendor.
Untuk memulihkan kembali jaringan-jaringan penunjang alat
genitalia tersebut, juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul
dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan tertentu. Pada 2 hari
post partum sudah dapat diberikan fisioterapi. Keuntungan lain
adalah dicegahnya pula statis darah yang dapat mengakibatkan
thrombosis masa nifas.

e.

Perubahan Sistem Pencernaan


Penurunan produksi progesteron, menyebabkan nyeri ulu
hati dan konstipasi, terutama dalam beberapa hari pertama. Ini
terjadi karena kurangnya aktivitas motilitas usus akibat kurangnya
keseimbangan cairan selama persalinan.

f.

Perubahan Sistem Perkemihan


Diuresis dapat terjadi setelah 2-3 hari postpartum, ini
dikarenakan saluran urinaria mengalami dilatasi. Kondisi ini akan
kembali normal setelah 4 minggu postpartum. Pada awal
postpartum, kandung kemih mengalami edema, kongesti, dan
hipotonik. Hal ini disebabkan oleh adanya overdistensi pada saat
kala 2 persalinan dan pengeluaran urine yang tertahan selama
proses persalinan. Sumbatan pada uretra disebabkan oleh adanya
trauma saat persalinan berlangsung dan trauma ini dapat berkurang
setelah 24 jam postpartum.

g.

Perubahan Sistem Endokrin


Saat plasenta terlepas dari dinding uterus, kadar HCG dan
HPL secara berangsur turun dan normal kembali setelah 7 hari
postpartum. HCG sudah tidak terdapat dalam urine ibu setelah 2
hari postpartum.

h.

Perubahan Sistem Kardiovaskuler


Curah jantung meningkat selama persalinan dan berlangsung
sampai

kala tiga ketika volume darah uterus dikeluarkan.

Penurunan terjadi pada beberapa hari pertama postpartum dan akan


kembali normal pada akhir minggu ke-3 postpartum.
i.

Perubahan Sistem Hematologi


Terjadi peningkatan sel darah putih yang merupakan
manifestasi adanya infeksi pada persalinan. Hal ini dapat meningkat
pada awal nifas yang terjadi bersamaan dengan peningkatan
7

tekanan darah serta volume plasma dan volume sel darah merah.
Pada 2-3 hari postpartum, konsentrasi hematokrit menurun sekitar 2
% atau lebih. Total kehilangan darah pada saat persalinan dan nifas
kira-kira 700-1500 ml.

2. Perubahan Psikologis Dalam Masa Nifas


Periode masa nifas merupakan suatu waktu yang sangat rentan
untuk terjadinya stress, terutama pada ibu primipara sehingga dapat
membuat perubahan psikologis yang berat. Periode adaptasi psikologi
masa nifas, dideskripsikan oleh Reva Rubin ada 3, yaitu:
a. Taking in
1) Terjadi pada hari 1-2 setelah persalinan, ibu umumnya menjadi
pasif dan sangat tergantung dan fokus perhatian terhadap
tubuhnya.
2) Ibu lebih mengingat pengalaman melahirkan dan persalinan yang
dialami
3) Tidur yang tidak terganggu sangat penting buat ibu untuk
mencegah efek kurang baik yaitu kurang tidur, kelemahan fisik,
gelisah, gangguan proses pemulihan kesehatan.
4) Tambahan makanan kaya gizi sangat penting dibutuhkan sebab
nafsu makan biasanya akan meningkat. Kurang nafsu makan
memberi indikasi bahwa proses pemulihan kesehatan tidak
berlangsumg normal.

b. Taking Hold
1) Periode ini berlangsung pada 3-4 hari setelah persalinan, ibu
menjadi berkonsentrasi pada kemampuannya menjadi ibu yang
sukses, dan menerima tanggung jawab sepenuhnya terhadap
perawatan bayinya
8

2) Fokus perhatiannya pada kontrol fungsi tubuh misalnya proses


defekasi dan miks, kekuatan, dan daya tahan tubuh ibu
3)

Ibu mulai merasa sanggup dan terampil merawat bayinya


seperti menggendong, memandikan, menyusui bayinya dan
mengganti popok

4)

Ibu menjadi sangat sensitif pada masa ini sehingga mungkin


membutuhkan bimbingan dan dorongan perawat untuk
mengatasi kritikan yang dialami ibu

5) Bidan

sebaiknya

memberikan

penyuluhan

dan

support

emosional pada ibu

c. Letting go
1) Periode ini umumnya dialami oleh ibu setelah ibu tiba dirumah
dan secara penuh merupakan waktu pengaturan
2) Kumpul bersama keluarga
3) Ibu telah menerima tanggung jawab sebagai ibu dan ibu merasa
menyadari kebutuhan bayinya sangat tergantung kesiapannya
sendiri sebagai ibu, ketergantungannya kepada orang lain, serta
dipengaruhi oleh interaksi sosial budaya keluarga

E. TUJUAN KUNJUNGAN MASA NIFAS


Kunjungan masa nifas terdiri dari :
1.

Kunjungan I
6- 8 jam setelah persalinan :
a.

Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.

b.

Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, merujuk bila


perdarahan berlanjut

c.

Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga


bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
9

2.

d.

Pemberian ASI awal.

e.

Melakukan hubungan antara ibu dan bayi.

f.

Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi

Kunjungan II
6 hari setelah persalinan :
a.

Memastikan

involusi

uterus

berjalan

normal

uterus

berkontraksi, fundus dibawah umbilicus, tidak ada perdarahan


abnormal, tidak ada bau.
b.

Menilai adanya tandatanda demam infeksi atau perdarahan


abnormal.

c.

Memastikan ibu mendapat cukup makanan, minuman dan


istirahat

d.

Memastikan ibu menyusui dengan dan memperhatikan tanda


tanda penyakit.

e.

Memberikan konseling kepada ibu mengenai asuhan pada bayi,


tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari
hari.

3.

Kunjungan III
2

minggu setelah persalinan

a.

Memastikan

involusi

uterus

berjalan

normal

uterus

berkontraksi, fundus dibawah umbilicus, tidak ada perdarahan


abnormal, tidak ada bau.
b.

Menilai adanya tandatanda demam infeksi atau perdarahan


abnormal.

c.

Memastikan ibu mendapat cukup makanan, minuman dan


istirahat

10

d.

Memastikan ibu menyusui dengan dan memperhatikan tanda


tanda penyakit.

e.

Memberikan konseling kepada ibu mengenai asuhan pada bayi,


tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari
hari.

4. Kunjungan IV
6 minggu setelah persalinan
a. Menanyakan ibu tentang penyakit penyakit yang dialami
b.

Memberikan konseling untuk KB secara dini

F. PERAWATAN MASA PUERPERIUM


Perawatan pueperium lebih aktif dengan dianjurkan untuk melakukan
mobilisasi dini ( early mobilization). Perawatan mobilisasi mempunyai
keuntungan :
1.

Melancarkan pengeluaran lokhea


Klasifikasi Lochea :

LOKHEA
RUBRA

WAKTU

WARNA

CIRI-CIRI

1-4 hari

Merah

Terdiri dari sel desidua, verniks

kehitaman

caseosa, rambut lanugo, sisa


mekoneum dan sisa darah

SANGUINOLENTA 4-7 hari

Putih bercampur

Sisa darah bercampur lendir

merah
SEROSA

7-14 hari

Kekuningan/

Lebih sedikit darah dan lebih

kecoklatan

banyak serum, juga terdiri dari


leukosit dan robekan laserasi

11

plasenta

ALBA

>14 hari

Putih

Mengandung leukosit, selaput


lendir serviks dan serabut
jaringan yang mati.

2. Mengurangi infeksi pueperium


3. Memperlancar involusi alat kandungan
4. Melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan
5. Menigkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga mempercepat fungsi
ASI dan pengeluaran sisa metabolisme.

G. KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS


1. Nutrisi dan cairan
Nifas memerlukan nutrisi dan cairan untuk pemulihan kondisi
kesehatan setelah melahirkan, cadangan tenaga serta untuk memenuhi
produksi air susu. Ibu nifas dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan akan
gizi sebagai berikut :
a. Mengonsumsi makanan tambahan, kurang lebih 500 kalori tiap hari.
b. Makan dengan diet gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
c. Minum sedikit nya 3 liter setiap hari.
d. Mengonsumsi tablet besi selama 40 hari post partum.
e. Mengonsumsi vitamin A 200.000 intra unit.

2. Zat-zat yang dibutuhkan ibu pasca persalinan antara lain :


a. Kalori
Kebutuhan kalori pada masa menyusui sekitar 400-500 kalori. Wanita
dewasa memerlukan 1800 kalori per hari. Sebaiknya ibu nifas jangan

12

mengurangi kebuthan kalori, kerena akan mengganggu proses


metabolisme tubuh dan menyebabkan ASI rusak.
b. Protein
Kebutuhan protein yang dibutuh kan adalah 3 porsi per hari. Satu
protein setara dengan 3 gelas susu, dua butir telur, lima putih telur,
120

gramm

keju,

gelas

youghurt,

120-140

gram

ikan/daging/unggas, 200-240 gram tahu atau 5-6 sendok selai kacang.


c. Kalsium dan vit D
Kalsium dan vit D berguna untuk pembentukan tulang dan gigi.
Kebutuhan kalsium dan vit D di dapat dari minum susu rendah kalori
atau berjemur di pagi hari. Konsumsi kalsium pada masa mnyusui
meningkat menjadi 5 porsi per hari. Satu setara dengan 50-60 gram
keju, satu cangkir susu krim, 160 gram ikan salmon, 120 gram ikan
sarden, atau 280 gram tahu kalsium.
d.

Magnesium
Magnesium dibutuh kan sel tubuh untuk membantu gerak otot, fungsi
syaraf dan memperkuat tualng, kebutuhan magnesium di dapat pada
gandum dan kacang - kacangan.

e. Sayuran hijau dan buah


Kebutuhan yang di perlukan sedikit nya tiga porsi sehari. Satu porsi
setara dengan 1/8 semangka, mangga, cangkir brokoli, wortel,
-1/2 cangkir sayuran hijau yang telah di masak, satu tomat.
f. Karbohidrat kompleks
Selama menyusui, kebutuhan karbohidrat komplek dperlukan 6 porsi
per hari. Satu porsi setara dengan cangkir nasi, cangkir jagung
pipil, satu porsi sereal atau oat, satu iris roti dari bijian utuh, kue
mufiin dr bijian utuh,n 2-6 biskuit kering ata crakers, cangkir
kacang-kacangan, 2/3 cangkir kacang koro, atau 40 gram mi/pasta dari
bijian utuh.
13

g. Lemak
Rata-rata kebutuhan lemak dewasa adalah 41/2 porsi lemak (14 gram
perporsi) perharinya. Satu porsi lemak sama dengan 80 gram keju, tiga
sendok makan kacang tanah atau kenari, empat sendok makan krim,
secangkir eskrim, bauh alpukat, dua sendok makan selai kacang, 10140 gram daging tanpa lemak, Sembilan kentang goring, dua iris cake,
satu sendok makan mayones,atau mentega, atau dua sendok makan
saus salad.
h. Garam
Selama periode nifas, hindari konsumsi garam berlebihan. Hindari
makanan asin seperti kacang asin, keripik kentang

3. Ambulasi
Setelah bersalin, ibu akan merasa lelah. Oleh karena itu, ibu harus
istirahat. Mobilisasi

yang di lakukan tergantung pada komplikasi

persalian, nifas dan sembuhnya luka. Ambulasi dini (early ambulation)


adalah mobilisasi segera setelah ibu melahirkan dengan membimbing ibu
untuk bangun dari tempat tidur nya, ibu post partum diperbolehkan
bangun dari tempat tidur nya 24-48 jam setelah melahirkan. Anjurkan ibu
untuk memulai mobilisasi dengan miring kanan/kiri, duduk kemudian
berjalan.
a.

Keuntungan ambulasi dini adalah:


1) Ibu merasa lebih sehat dan kuat
2) Fungsi usus, sirkulasi, paru-paru, dan perkemihan lebih baik,
3) Memungkin kan untuk mngajarkan perawatan bayi pada ibu
4) Mencegah thrombosis pada pembuluh tungkai
5) Sesuai dengan keadaan Indonesia (social ekonomis).

14

Menurut penelitian mobilisasi dini tidak berpengaruh buruk, tidak


menyebabkan perdarahan abnormal, tidak mempengaruhi penyembuhan
luka episotomi maupun luka diperut, serta memperbesar kemungkinan
prolapsus uteri. Early ambulation tidak dianjurkan padak ibu pos partum
dengan penyulit, seperti anemia, penyakit jantung, penyakit paru-paru,
demam, dan sebagainya.

4. Eliminasi
a. Miksi
Buang air kecil sendiri sebaik nya dilakukan secepat nya. Miksi
normal biala dapat BAK spontan setiap 3-4 jam. Kesulitan BAK
dapat disebabkan karena spingter uretra tertekan oleh kepala janin
dan spasme oleh iritasi muskulospingter ani selama persalinan, atau
dikarenakan oedema kandung kemih selama persalinan. Lakukan
keteterisasi apabila kandung kemih penuh dan sulit berkemih.
b.

Defeksasi
Ibu di harapkan dapat BAB sekitar 3-4 hari post partum. Apabila
mengalami kesulitan BAB/obstipasi, lakukan diet teratur: cukup
cairan; konsumsi makanan berserat; olah raga; berikan obat
rangsangan per oral/per rectal atau lakukan klisma bilamana perlu.

5. Kebersihan diri
Kebersihan diri berguna untuk mengurangi infeksi dan
meningkat kan perasaan nyaman. Kebersihan diri meliputi kebersihan
tubuh, pakaian, tempat tidur maupun lingkungan. Beberapa hala yang
dapat dilakukan ibu post partum dalam menjaga kebersihan diri, adalah
sebagai berikut :
a. Mandi teratur minimal 2 kali sehari.
b. Mengganti pakaian dan alas tempat tidur
15

c. Menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal.


d. Melakukan perawatan perineum
e. Mengganti pembalut minimal 2 kali sehari
f. Mencuci tangan setiap membersihkan daerah genetalia.

6. Istirahat
Ibu nifas memerlukan istirahat yang cukup,istirahat tidur yang dibutuh
kan ibu nifas sekitar 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang hari.
Hal-hal yang dapat dilakukan ibu dalam memenuhi kebutuhan istirahat
nya antara lain:
a. Anjurkan ibu untuk cukup istirahat.
b. Sarankan ibu untuk melakukan kegiatan rumah tangga secara
perlahan.
c. Tidur siang atau istirahat saat bayi tidur.

Kurang istirahat dapat menyebabkan :


a. Jumlah ASI berkurang.
b.

Memperlambat proses involusio uteri

c.

Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan merawat bayi.

7. Seksual
Hubungan seksual aman dilakukan begitu darah berhenti. Namun
demikian hubungan seksual dilakukan tergantung suami istri tersebut.
Selama periode nifas, hubungan seksual juga dapat berkurang.

8. Senam nifas
Organ-organ tubuh wanita akan kembali seperti semula sekitar 6
minggu. Oleh karena itu, ibu akan berusaha memulihkan dan
mengencangkan bentuk tubuhnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
16

cara latihan senam nifas. Senam nifas adalah senam yang di lakukan
sejak hari pertama melahirkan sampai dengan hari ke sepuluh.

Beberapa factor yang menentukan kesiapan ibu untuk memulai senam


nifas antara lain :
a. Tingkat kebugaran tubuh ibu
b.

Riwayat persalinan

c. Kemudahan bayi dalam pemberian asuhan


d. Kesulitan adaptasi post partum

Tujuan senam nifas adalah sebagai berikut :


a. Membantu mempercepat pemulihan kondisi ibu
b. Mempercepat proses involusio uteri
c. Membantu memulihkan dan mengencangkan otot panggul, perut dan
perineum.
d. Memperlancar pengeluaran lochea
e. Membantu mengurangi rasa sakit
f. Merelaksasikan otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan
persalinan
g. Mengurangi kelainan dan komplikasi masa nifas

Manfaat senam nifas antara lain :


a. Membantu memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperbaiki sikap tubuh dan punggung pasca persalinan
c. Memperbaiki otot tonus,pelvis dan peregangan otot abdomen
d.

Memperbaiki dan memperkuat otot panggul

e. Membantu ibu lebih relaks dan segar pasca melahirkan

17

Senam nifas dilakukan pada saat ibu benar-benar pulih dan tidak
ada komplikasi atau penyulit masa nifas antara waktu malam. Sebelum
melakukan senam nifas , persiapan yang dapat dilakukan adalah :
a. Mengenakan baju yang nyaman untuk olah raga
b.

Minum banyak air putih

c. Dapat dilakukan di tempat tidur


d.

Dapat diiringi musik

e.

Perhatikan keadaan ibu.

9. Perawatan payudara
Untuk mencegah masalah masalah yang mungkin timbul pada ibu
menyusui, sebaiknya perawatan payudara dilakukan secara rutin. Seperti
dikemukakan bahwa salah satu usaha untuk memperbanyak ASI adalah
dengan memberi perawatan khusus, yaitu dengan pemberian rangsangan
pada otot otot payudara. Perawatan payudara untuk memperbanyak ASI
ada dua cara yaitu yang dapat dilakukan bersamaan. Cara tersebut ialah
pengurutan dan penyiraman payudara. Pengurutan massase dilakukan
untuk memberikan rangsangan pada kelenjar air susu ibu untuk
memproduksi air susu ibu. Pengurutan ini dilakukan pada pagi dan sore,
sebaiknya sebelum mandi, dan diteruskan dengan penyiraman yang
dilakukan bersamaan ketika mandi. Alat alat yang diperlukan untuk
pengurutan dan penyiraman payudara :
a. Pelumas kulit, biasanya digunakan minyak kelapa, bedak talc, sabun
dapat dipilih yang disukai oleh ibu.
b. Handuk kecil/waslap/kain yang bersih, lembut, cukup tebal, dan
mudah menyerap air, sebanyak dua lembar untuk menggosok
payudara sesudah diurut

18

c. Handuk besar dua lembar, yang satu lembar untuk menutup punggung
dan satu lembar lagi untuk mengeringkan dapat dipakai juga untuk
mandi.
d. Kom besar dua buah untuk menampung air panas dan dingin.
e. Kutang/bra bersih yang sesuai dengan ukuran payudara ibu, serta
perlengkapan pakaian lainnya.

Cara mengerjakan :
Alat alat disediakan didekat ibu. Cuci tangan dan lakukan pengurutan lebih
dulu. Caranya :
a. Kedua telapak tangan diberi bedak talc atau dibasuh dengan minyak.
b. Payudara kiri diurut dengan tangan kiri dan yang kanan diurut dengan
tangan kanan (bila yang mengerjakan ibu sendiri). Bila dikerjakan bidan
atau perawat, payudara kiri diurut dengan tangan kanan, dan yang kanan
dengan tangan kiri.
c. Pengurutan dari arah tengah memutar kesamping, lalu ke bawah, dan
kerjakan berulang selama 10 15 menit.
d. Bagian samping payudara diurut dari pangkal kearah puting 10 15
kali.
e. Pengurutan bagian bawah payudara ke arah puting 15 20 kali.

Setelah pengurutan, teruskan dengan penyiraman.


a. Pasien duduk atau berdiri, pakaian bagian ata dibuka, punggung ditutup
dengan handuk.
b. Kom air panas dan dingin di sediakan, sebaiknya dikamar mandi.
c. Pertama, siram payudara dengan air hangat.
d. Penyiraman dilakukan dengan cepat sampai kurang lebih 10 kali,
bergantian antara air dingin dan air hangat, sampai air hangat turun
suhunya.
19

e. Penyiraman atau pengguyuran terakhti ialah dengan air hangat.

Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara, sebaiknya


setiap kali menyusui gunakan kedua payudara secara bergantian. Usahakan
sampai payudara terasa kosong agar produksi ASI tetap baik. Setiap menyusui
dimulai dengan payudara yang terakhir disusukan. Selama masa menyusui,
sebaiknya ibu menggunakan kutang (bra/BH) yang dapat menyangga
payudara dan tidak terlalu ketat.

Manfaat ASI
a.

Mudah dicerna

b.

ASI mengandung zat zat gizi berkualitas tinggi yang berguna


untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

c.

Protein ASI lebih mudah diserap dibanding pada susu sapi.

d.

Bermanfaat untuk kecerdasan, karena mengandung asam lemak


dan asam amino yang penting untuk perkembangan otak.

e.

Meningkatkan kekebalan, sehingga bayi tidak mudah sakit.

f.

Bersih dan bebas pencemaran.

g.

Kontak langsung antara ibu dengan bayi akan membentuk ikatan


kasih

sayang

yang

bisa

membantu

pertumbuhan

perkembangan psikologis bayi.


h.

Bersih dan murah, sehingga aman untuk bayi dan hemat.

20

dan

BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS NORMAL


PADA NY W UMUR 26 TAHUN P2A0Ah2 POST SPONTAN HARI KE 2
DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU

No. RM : 147032

Tanggal masuk

: 22 November 2014

Jam

: 14.00 WIB

Tanggal Pengkajian : 24 November 2014

Jam

: 06.30 WIB

Tempat / Ruang

: Nifas

Oleh

: Dwi Laely Mei Antika

Identitas
Ibu

Suami

Nama

: Ny W

Tn S

Umur

: 26 Tahun

30 Tahun

Agama

: Islam

Islam

Suku/Bangsa

: Jawa/ Indonesia

Jawa/Indonesia

Pendidikan

: SMA

SMA

Pekerjaan

: IRT

Swasta

Alamat

: Jetis Klepu Ceper Klaten

Jetis Klepu Ceper

No telepon

: 085 643 xxxx

085 643 xxxx

A. SUBYEKTIF
1. Alasan Datang
Ibu mengatakan bahwa ibu ingin mendapatkan perawatan yang intensif
selama masa nifas.

21

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan nyeri luka jahitan perineum.

3. Riwayat Menstruasi
Menarche usia

: 14 Tahun

Warna

: kemerahan

Siklus

: 28 hari

Keluhan

: Tidak ada

Lama

: 7 hari

Dismenorrea : ya

Banyak

: 3x ganti pembalut/hari

Flour Albus

: ya

4. Riwayat Pernikahan
Ibu mengatakan bahwa ibu menikah secara sah 1 kali pada usia 19 tahun
dan suami usia 25 tahun, lama pernikahan 5 tahun.

5. Riwayat Obstetri
P2A0Ah2
6. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu
Kehamilan

An
ak

UK

Persalinan

Peny

Tahu

ulit

Tempat

Jenis

Anak

Penolo

penyu

BB/PB/JK

ng

lit

bidan

Tidak

3000gr/49

ada

cm /laki-

Nifas

laktasi

Keadaan
anak

ke
1

38+5 Tidak
ada

2009

BPS

spont
an

laki

22

ya

baik

7. Riwayat Kehamilan dan Persalinan Sekarang


ANC

: 10x di BPS

Penyulit kehamilan

: tidak ada

Obat yang pernah dikonsumsi

: tablet Fe, kalk, vitamin

Tempat persalinan

: RSU PKU Muhammadiyah Delanggu

Penolong

: bidan

Jenis persalinan

: spontan/normal

Penyulit

: tidak ada

8. Riwayat Kontrasepsi
No Jenis

Mulai/pasang

Kontrasepsi

Tanggal

Tempat

Oleh

Berhenti/lepas
Keluhan

Tanggal

Tempat

oleh

Alasan
berhenti

KB suntik 3

9 Mei

buulan

2009

BPS

Bidan Menstrua
si tidak

9 Mei

BPS

Bidan Ingin

2013

teratur

9. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan bahwa ibu tidak sedang menderita penyakit
menurun, menular, dan menahun seperti hipertensi, diabetes mellitus,
hepatitis B, Jantung, HIV/AIDS, dan penyakit lainnya.
b. Riwayat Kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan bahwa ibu tidak pernah menderita penyakit
menurun, menular, dan menahun seperti hipertensi, diabetes mellitus,
hepatitis B, Jantung, HIV/AIDS, dan penyakit lainnya.

23

punya anak
lagi

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan bahwa keluarga tidak ada riwayat penyakit
menurun, menular, dan menahun seperti hipertensi, diabetes mellitus,
hepatitis B, Jantung, HIV/AIDS, dan penyakit lainnya.

10. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari


a. Nutrisi
Makan

: Selama Hamil : 3x/hari, porsi 1 piring, jenis nasi,

sayur, lauk, tidak ada pantangan dan alergi, tidak ada keluhan.
Selama dirawat : 3x/hari, porsi 1 piring, jenis nasi, sayur, lauk, tidak
ada pantangan dan alergi, tidak ada keluhan

Minum

: Selama Hamil : 6-7 gelas/ hari, jenis air putih, teh, jus,

tidak ada pantangan dan alergi, tidak ada keluhan


Selama dirawat : 7-8 gelas/hari, jenis air putih, susu, jus, tidak ada
pantangan dan alergi, tidak ada keluhan

b. Eliminasi
BAK

: Selama hamil

: 5-6x/hari, konsistensi cair, warna

kekuningan, bau khas urine, tidak ada keluhan


Selama dirawat : 5-6x/hari, konsistensi cair, warna kekuningan, bau
khas urine, tidak ada keluhan

BAB

: Selama hamil

: 1x/hari, konsistensi lembek, warna

coklat kekuningan, bau khas feses, tidak ada keluhan


Selama Dirawat : 1x/ 2 hari, konsistensi lembek, warna coklat
kekunigan, bau khas feses, tidak ada keluhan.

24

c. Istirahat
Selama hamil

: tidur siang 1 jam, tidur malam 7-8 jam, tidak

ada keluhan
Selama dirawat

:tidur siang 1 jam, tidur malam 5-6 jam, tidak

ada keluhan

d. Personal Hygiene
Ibu mengatakan bahwa ibu mandi 2x/hari, menggosok gigi
2x/hari, mengganti baju setiap habis mandi, mengganti pembalut
setiap penuh atau merasa tidak nyaman.

e. Aktifitas
Mobilisasi

: ibu sudah bisa duduk dan berjalan

Pekerjaan

: ibu belum melakukan pekerjaan rumah

Aktifitas merawat diri dan bayi

: mandiri

Olahraga/senam nifas

: ya

Keluhan

: tidak ada

f. Seksualitas
Ibu mengatakan bahwa ibu belum melakukan hubungan seksual

g. Menyusui
Pengalaman menyusui

: ibu sudah berpengalaman menyusui

Kebiasaan menyusui

: 8-10x/hari

Posisi

: duduk

Perawatan payudara

: tidak dilakukan

Masalah

: tidak ada

25

h. Pola kebiasaan
Ibu mengatakan bahwa ibu dan keluarga tidak merokok, minum
alkohol, minum jamu-jamuan, dan tidak memiliki hewan peliharaan.

11. Riwayat Psikososial Spiritual


Orang terdekat

: orang terdekatnya ibunya

Tinggal serumah dengan

: ibu tinggal serumah dengansuami

Penerimaan terhadap anak ini

: menerima kekurangan dan kelebihan

anaknya
Dukungan keluarga

: keluarga sangat mendukung

Perasaan ibu saat ini

: senang dan bersyukur atas kelahiran

anaknya
Rencana menyusui

:ibu

berencana

menyusui

secara

eksklusif
Pemberian nama bayi

: ibu belum memberi nama bayi

Rencana aqiqah

:keluarga

belum

memiliki

rencana

aqiqah
Rencana perawatan bayi

: ibu berncana merawat bayinya sendiri

Kebiasaan spiritual

: ibu belum melakukan ibadah

12. Keadaan bayi baru lahir


Lahir tanggal

: 22 November 2014

jam : 13.05 WIB

BB/PB lahir

: 3000 gram/ 49 cm

Jenis kelamin

: perempuan

Kelainan

: tidak ada

Pola tidur

: 10-11 jam/hari

Pola nutrisi

: 8-10x/hari, durasi 30 menit, tidak ada keluhan

Pola eliminasi

: BAK : konsistensi cair, warna kuning jernih,

BAB : konsistensi lembek, warna coklat kehitamn, bau khas feses


26

B. OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum

: Baik

b. Kesadaran

: Composmentis

c. Vital Sign

: TD

d. Antropometri

: 110/70 mmHg

: 36,30C

: 83x/menit

:23x/menit

:BB

: 53 kg

TB

: 148 cm

2. Pemeriksaan Fisik
Kepala

: bersih, tidak ada benjolan, rambut tidak rontok

Wajah

: bersih, tidak ada edema, tidak pucat

Mata

: bersih, simetris, konjungtiva merah muda, sklera

putih, tidak strabismus, tidak ada secret


Hidung

: bersih, tidak ada polip

Mulut

: bersih, bibir tidak pecah-pecah, tidak stomatitis, tidak

ada karies gigi


Telinga

: bersih, simetris, tidak ada serumen

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe, tidak

ada pelebaran vena jugularis


Payudara

: simetris, tidak ada benjolan, puting susu menonjol,

areola hyperpigmentasi, pengeluaran ASI lancar


Abdomen

: tidak ada bekas luka, TFU 2 jari dibawah pusat

Genetalia

: bersih, tidak ada edema dan varises, pengeluaran

lochea rubra
Anus

: bersih, tidak hemoroid

Tulang belakang

: normal

27

Ekstremitas

: simetris, tidak ada edema dan varises, reflek patella

positif

3. Pemeriksaan Penunjang
Golongan darah

:B

Hb

: 12,8 gr%

HbsAg

: (-)

Protein urine

: (-)

C. ANALISA
Ny W Umur 26 Tahun P2A0Ah2 post spontan hari ke 2 dalam keadaan normal.
D. PENATALAKSANAAN

Tanggal/Jam : 24 November 2014/06.45 WIB

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan vital sign yang telah dilakukan yaitu
TD : 110/70 mmHg, S :36,30C, N : 83x/menit , R: 23x/menit, dan hasil
pemeriksaan antropometri yang telah dilakukan yaitu BB : 53 kg, TB : 148
cm.
ibu mengerti dengan hasil pemeriksaan vital sign dan antropometri yang
telah dilakukan

2. Memberitahu hasil pemeriksaan fisik yang telah dilakukan yaitu ibu dalam
keadaan baik
ibu mengerti dengan hasil pemeriksaan fisik yang telah dilakukan

3. Menganjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi yang mengandung


karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, terutama yang mengandung
protein karena dapat mempercepat proses penyembuhan organ genetalia dan
menganjurkan jangan memantang makanan dan lebih banyak minum.

28

ibu mengerti dengan anjuran mengenai makanan dan minuman yang baik

4. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan dirinya seperti sering-sering


mengganti pembalut apabila sudah penuh atau tidak nyaman, mandi 2x/hari,
mengganti baju apabila sudah tidak nyaman
ibu mengerti dengan anjuran untuk menjaga kebersihan

5. Menganjurkan ibu untuk banyaka istirahat dan tidak melakukan pekerjaan


yang berat-berat.
ibu mengerti dengan anjuran untuk istirahat

6. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand atau tidak


menjadwalkan dan untuk tetap menjaga kehangatan bayinya.
ibu mengerti dengan cara menyusui untuk tidak menjadwalkan

7. Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara seperti mencuci


tangan sebelum dan sesudah menyusui, mengeluarkan sedikit ASI dan
mengoleskan di puting dan areola dan dilakukan juga setelah menyusui
untuk melembabkan, apabila terjadi bendungan ASI di payudara dikeluarkan
secara manual atau dengan mengguanakan pompa yang sebelumnya
dilakukan kompres hangat.
ibu mengerti dengan cara melakukan perawatan payudara

8. Menganjurkan ibu untuk segera menggunakan alat kontrasepsi seperti pil,


Kb suntik, alat kontrasepsi dalam rahim, atau alat kontrasepsi bawah kulit
dan lain-lain.
ibu mengerti dengan anjuran untuk menggunakan alat kontrasepsi

29

9. Menganjurkan ibu untuk segera mengatakan apabila terjadi tanda bahaya


pada masa nifas seperti demam, perdarahan yang jumlahnya banyak dan
baunya menyengat, adanya benjolan di payudara, atau payudara terasa nyeri
dan panas dan lain-lain.
ibu mengerti dengan tanda bahaya masa nifas

10. Melakukan pendokumentasian


dokumentasi telah dilakukan

30

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis sebagai praktikan akan mencoba membandingkan


antara teori yang diperoleh dengan pelaksanaan asuhan kebidanan di lapangan
mulai dari pengkajian sampai dengan pelaksanaan asuhan kebidanan yaitu
asuhan kebidanan pada ibu nifas normal. Pada dasarnya pelaksanaan asuhan
kebidanan pada ibu nifas normal di lapangan hampir sama dengan teori yang
diperoleh, mulai dari pengkajian sampai dengan pelaksanaan asuhan kebidanan.
Pada kasus di sini kita perlu mengkaji biodata identitas ibu dan alasan
kedatangannya hal ini dimaksudkan supaya mengetahui komplikasi pada ibu
nifas sedini mungkin. Kita juga perlu mengkaji reaksi atau dukungan keluarga
terhadap keadaan ibu dalam masa nifas. Selain itu juga perlu dikaji tentang
keluhan atau apa yang dirasakan ibu yang mengganggu ketidaknyamanan ibu
pada waktu masa nifas, riwayat kesehatan ibu dan keluarga, tentang riwayat
haid ibu, riwayat kehamilan dan persalinan yang terdahulu, riwayat perkawinan,
riwayat KB, kita juga perlu mengkaji reaksi atau dukungan keluarga terhadap
masa nifas saat ini. Selanjutnya baru dilakukan pemeriksaan fisik.
Pengkajian serta pemeriksaan yang dilakukan dalam kunjungan masa
nifas yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada keabnormalan pada masa
nifas, seperti kemungkinan gangguan involusi unteri, perdarahan, infeksi masa
nifas, atau keadaan lain yang dapat membahayakan ibu. Oleh karena itu, ibu
nifas sangat perlu memeriksakan dirinya untuk hal tersebut.
Sebagai bidan dalam praktiknya harus mengetahui keadaan ibu yang
memang membutuhkan pemeriksaan yang baik agar ibu terhindar dari kesakitan
akibat masa nifas, berdasar prinsip sayang ibu.

31

Berdasarkan

jurnal Gambaran Karakteristik Ibu Nifas dan Praktik

MenyusuiYang Benar di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum SemarangPada


hasil penelitian ini sebagianbesar ibu memiliki pengetahuan yangcukup tentang
cara menyusui akan tetapi ada beberapa yang masih dianggap kurang. Hal ini
disimpulkan oleh peneliti setelah mengajukan beberapa pertanyaan seputar cara
menyusui.

32

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang dipaparkan pada tinjauan kasus dan pembahasan
laporan diatasdapat diambil kesimpulan antaralain kita dapat mengetahui
tentang Pengertian Masa Nifas, Tujuan Asuhan Masa Nifas, Kebutuhan Dasar
Ibu Nifas, Adaptasi Masa Nifas, Perubahan pada Masa Nifas, Program dan
KebijakanTeknis dalam Asuhan Masa Nifas.

B. SARAN
1. Untuk Bidan
Bidan lebih meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat
melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal dengan pelayanan
yang berkualitas. Betapa pentingnya penerapan asuhan kebidanan masa
nifas, karena masa ini merupakan masa kritis baik bagi ibu maupun bayi,
dengan meningkatkan pengetahuan serta mutu pelayanan kesehatan.
Pentingnya

memberikan

konseling

yang

terus

menerus

tentang

pendidikan kesehatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat


merubah perilaku yang kurang mendukung terhadap kesehatan.

2. Untuk Ibu dan Keluarga


Untuk ibu nifas sebaiknya selalu memperhatikan kebutuhan dirinya,
seperti nutrisi yang cukup, serta kebersihan dirinya secara keseluruhan,
karena pada masa nifas sangat rentan terhadap infeksi, Untuk keluarga
hendaknya selalu memberikan dorongan dan semangat kepada ibu, dan
selalu membantu ibu dalam merawat bayinya dan
kebutuhannya.

33

memenuhi

3. Untuk Mahasiswa
Mahasiswa dapat lebih mendalami tentang pemeriksaan pada ibu
nifas dengan masalah yang ada.

4. Untuk Institut Pendidikan


Dapat mengembangkan teori baru dan memonitor imahasiswa dalam
praktek.

34

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Yekti. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta : Pustaka


Rihana
Manuaba, Ida Bagus Gede, 2011. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan danKelurga
Barencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : Penerbit buku Kedokteran
Markoff, Heidi dkk. 2007. Mengatasi Trauma Pasca Persalianan. cetakan pertama
2002. Jawa tengah
Mauludiya, Melynda. 2007. Perawatan Ibu Nifas. Jakarta: Salemba Medikal.
Prawirohardjo, S. 2009. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Proverawati, Atikah. 2011. Anemia dan Anemia kehamilan. Yogyakarta : Nuha
Medika
Rukiyah, Ai Yeyeh,dkk. 2010. Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta :
TIM
Suparyanto. 2007. Konsep Masa Nifas Puerperium. Jakarta: Salemba Medikal.

35

L
A
M
P
I
R
A
N
36