Anda di halaman 1dari 20

PLANNING BUSINNES

KEWIRAUSAHAAN
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN USAHA ART AND LANDSCAPE DESIGN
DI DESA KEBANGGAN, PURBALINGGA.

Oleh:
Nofi Rahayu
A1L012017
Welas Asiyah
A1L012038
Rizki Wulandari HP
A1L012142
Tantry Afrilliany S
A1L012157
Abdul Hakim
A1L012169
Mohammad Hafizh T A1L012177
Diana Mutiara Putri
A1L012178
Yopi Delanuari
A1L012199

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I. Ringkasan Eksklusif

Tujuan perencanaan bisnis adalah mempelajari ruang lingkup usaha tanaman hias
dalam bidang art and landscape, menganalisis sistematika bisnis yang dijalankan,
mengevaluasi usaha dan kinerja yang sudah dilakukandan mengembangkan usaha
tanaman hias. Purbalingga adalah salah satu Kabupaten dalam Propinsi Jawa Tengah
yang terletak di sebelah Barat Daya Ibukota Propinsi dengan wilayah 77.764 hektar
yang berada 109o11 109o35 Bujur Timur dan 7o10 7o29 Lintang Selatan,
terbentang pada altitude 40 1.500 mdpl termasuk dalam iklim tropis dengan ratarata curah hujan 3,739 mm 4,789 mm per tahun dan suhu udara di wilayah
Kabupaten Purbalingga antara 23.20o C 32.88o C dengan rata-rata 24.49o C. Dari
pelaksanaan evaluasi ini diharapkan meningkatkan profit, memperluas jaringan/relasi,
meningkatkan kesejahtraan karyawan, dan lingkungan hijau yang makin bervariasi.

II. Analisis situasi

Purbalingga adalah salah satu Kabupaten dalam Propinsi Jawa Tengah yang
terletak di sebelah Barat Daya Ibukota Propinsi dengan wilayah 77.764 hektar yang
berada 109o11 109o35 Bujur Timur dan 7o10 7o29 Lintang Selatan, terbentang
pada altitude 40 1.500 meter diatas permukaan laut dengan dua musim yaitu
musim Hujan antara April September dan musim Kemarau antara Oktober Maret.
Secara umum Purbalingga termasuk dalam iklim tropis dengan rata-rata curah hujan
3,739 mm 4,789 mm per tahun. Jumlah curah hujan tertinggi berada di Kecamatan
Karangmoncol, sedangkan curah hujan terendah di Kecamatan Kejobong. Suhu udara
di wilayah Kabupaten Purbalingga antara 23.20o C 32.88o C dengan rata-rata
24.49o C.

Guna mencapai taraf hidup yang lebih baik, beberapa orang mulai melirik usaha
baru yang di nilai cukup menjanjikan untuk masa depan mereka, salah satunya ialah
lewat usaha tanaman hias termasuk Bapak Tatak, masalah kualitas tanaman hias
menjadi teramat penting untuk diperhatikan karena usaha ini bergerak dalam bidang
pertanian yang mencoba untuk menawarkan beragam jenis tanaman hias seperti jenis
jenis dari tumbuhan: aglonema, antorium, pilo, anggrek.
Di era ekonomi yang sedang berkembang di Indonesia ini, kehati-hatian dalam
melakukan usaha menjadi sangat perlu untuk di perhatikan, namun usaha tanaman
hias ini dinilai cukup memiliki masa depan yang baik bagi pelaku usahanya juga bagi
masyarakat yang menjadi konsumenya, hal ini bisa di lihat dari banyak
bermunculannya kios-kios yang menawarkan tanaman hias dan asesoris bagi tanaman
hias sebagai barang dagangannya, dengan ini di harapkan usaha tersebut bisa
memberikan kepuasan dan pelayanan yang baik sehingga dapat di terima di
masyarakat, untuk mendapatkan kualitas tanaman yang baik maka usaha ini bekerja
sama dengan pengusaha tanaman hias lainnya guna mendapatkan hasil yang
maksimal. Dalam kesehariaanya, usaha tanaman hias ini juga melakukan pembuatan
rak, penyiapan bibit tanaman, penyiapan media tanam, pemeliharaan tanaman,
penganeka ragaman tanaman, hal tersebut merupakan terobosan yang di lakukan oleh
Pak Tatak guna menarik minat masyarakat terhadap usaha tanaman hiasnya,
Pembangunan pada wilayah tersebut terus mengalami kemajuan dari tahun ke
tahun, hal tersebut terlihat pada semakin banyaknya perumahan yang berdiri di
wilayah kabupaten Purbalingga. Tingkat ketertarikan masyarakat terhadap tanaman

hias yang semakin meningkat dengan adanya kesadaran ruang hijau yang mulai
berkurang menyebabkan permintaan untuk pembuatan tanam dalam lingkungan
rumah semakin tinggi. dimana selain menyediakan ruang hijau bagi lingkungan juga
meningkatkan keindahan tempat tinggal.
Kepengurusan usaha tanaman hias terutama dalam hal perawatan dan penjualan
tanaman akan di pegang secara kolektif oleh anggota dengan mempekerjakan 1 orang
karyawan yang diambil dari warga sekitar yang memiliki keahlian dibidang pertanian.

III. Tujuan

a. Mempelajari ruang lingkup usaha tanaman hias dalam bidang art and landscape
b. Menganalisis sistematika bisnis yang dijalankan
c. Mengevaluasi usaha dan kinerja yang sudah dilakukan
d. Mengembangkan usaha tanaman hias

IV. Manfaat Finansial dan Ekonomis

a. Meningkatkan profit
b. Memperluas jaringan/relasi
c. Meningkatkan kesejahtraan karyawan
d. Lingkungan hijau yang makin bervariasi

V.

Kondisi Atau Strategi Manajemen Usaha

Usaha budidaya tanaman hias art and landscape design dimulai dari tahun
2006 didirikan oleh bapak Tatak Riyadi yang berlokasi di Kabupaten Ngawi, Jawa
Timur. Usaha berawal mula dari ketertarikan beliau terhadap tanaman hias, kemudian
dengan melihat peluang bisnis yag cukup bagus sehingga didirikanlah usaha budidaya
tanaman hias. Pada tahun 2010 beliau memutuskan untuk membuka lokasi bisnis baru
di Purbalingga dengan pertimbangan lokasi yang lebih strategis dalam segi tempat,
dan dalam pendistribusiannya bila dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Dalam
usahanya beliau mempekerjakan tiga orang sebagai karyawan tetap untuk mengurusi
perkebunan yang beliau miliki. Usaha ini merupakan usaha tunggal yang menjadi
sumber penghidupan bagi bapak Tatak, sehingga memiliki ketersediaan waktu yang
cukup banyak dalam menjalankan bisnis.

Struktur organisasi yang dapat diterapkan dalam usaha dapat digambarkan


melalui bagan berikut :
Ketua

Div.

Div.

Div.

Div.

Produksi

Keuangan

Pemasaran

Akomodasi

Masing-masing tentu memiliki tugas yang berbeda, struktur organisasi


tersebut disesuaikan dengan kondisi usaha dimana kepemilikan usaha utama dipegang
oleh Tatak, dengan 3 (tiga) orang pekerja. Sehingga memungkinkan fungsi ganda
pemimpin usaha pada divisi keuangan, yang mana selain memimpin berjalannya
usaha juga mengatur aliran uang baik yang keluar maupun yang masuk.
Divisi produksi memegang fungsi dalam proses produksi atau perbanyakan
tanaman hias. Dengan mengutamakan kualitas hasil yang lebih baik diharapkan
mampu menungkatkan keuntungan serta kepercayaan konsumen. Setelah proses
produksi dilakukan selanjutnya adalah proses pendistribusian hasil produksi yang
dilakukan dengan kerjasama antara divisi akomodasi dan divisi pemasaran. Selain
memasarkan kepada konsumen, juga melakukan promosi.

VI. Kondisi/strategi pengadaan modal

Modal awal dari usaha tanaman hias ini berasal dari tabungan pribadi sebesar
Rp. 15.000.000, modal tersebut dialokasikan untuk pendirian tempat usaha,
pembelian tanaman, pembelian alat media, perizinan dan sewa lahan. Berikut tabel
keuangan untuk rincian modal yang diperlukan
Tabel Keuangan (permodalan)
No
Keterangan
Biaya (Rp.)
1 Pendirian tempat usaha
4.000.000
2 Pembelian tanaman
5.500.000
3 Pembelian alat, media
3.000.000
4 Perizinan
500.000
5 Sewa lahan / tahun
2.000.000
Total Pengeluauran
16.000.000

Adapun rincian keuangan pendirian tempat usaha sebagai berikut


Tabel Keuangan (Pendirian Tempat Usaha)
No
Keterangan
Biaya (Rp.)
1 Pendirian saung
1.700.000
2 Pendirian rumah plastik
500.000
3 Pembuatan rak tanaman
500.000
4 Saran promosi
1.000.000
5 Ongkos pembangunan tempat
300.000
Total Pengeluauran
4.000.000

Bisnis yang dijalankan beliau masih belum bisa dikatakan berhasil, karena
masih dalam perputaran uang (Cash Flow). Belum ada modal yang bersumber dari
luar, sehingga usaha ini berjalan dengan modal usaha tunggal. Pengembangan usaha

kedepan diharapkan adanya tambahan modal atau dengan mengadakan kerjasama


baik dengan bank maupun dengan pihak lain yang bergerak dalam bidang yang sama.

VII. Kondisi / Strategi Pengadaan Input

Input dari usaha ini didapatkan dari daerah Sawangan dan Parung melalui
distribusi

yang dilakukan sebulan sekali. Strategi

yang dilakukan untuk

meminimalisir modal yang dikeluarkan untuk pengadaan tanaman yaitu input


didatangkan dari Sawangan dikembangkan lagi secara vegetatif untuk menghasilkan
tanaman baru yang artinya beliau memproduksi sendiri tanaman hias. Harga yang
dikeluarkan untuk input tanaman masih berbanding lurus dengan harga jual yang
artinya belum mendapatkan keuntungan secara maksimal bila dijual dalam skala
kecil, secara tidak langsung jumlah tanaman yang dijual belum maksimal/jumlahnya
relatif sedikit.
Input yang kurang bervariasi mengurangi daya tarik konsumen terhadap
produk, sehingga diperlukan adanya penambahan variasi dengan mendatangkan jenisjenis tanaman hias yang lebih mampu menarik konsumen. Selain dengan melihat dan
memenuhi permintaan dari konsumen, ada baiknya pengadaan input juga dilakukan
dengan mendatangkan tanaman hias yang menarik dan unik, sehingga berpeluang
untuk menarik konsumen lain.

VIII. Kondisi / Strategi Proses Produksi

Teknologi produksi yang digunakan masih terbilang sederhana dengan cara


pembiakan vegetatif. Beliau mempunyai sebuah kebun kecil yang letaknya tidak jauh
dari tempat usahanya, ditempat tersebut dikembangkan bibit-bibit yang didatangkan
dari Sawangan yang akan dipasarkan. Produktivitas yang dapat dihasilkan tidak
menentu dikarenakan sumber daya manusia yang minim secara kuantitas dikarenakan
hanya ada tiga pekerja tetap untuk produksi dan pemeliharaan, serta minim secara
kualitas dimana kemampuan untuk pekerja terbatas karena kurangnya pengalaman
dan pengetahuan. Saat ini masalah hama belum menjadi permasalahana utama pada
proses produksi maupun pemeliharaan, hal ini dikarenakan keanekaragaman tanaman
yang ada disana, sehingga terjadinya penekanan populasi hama.
Dalam proses produksi perlu menambahkan sumber daya atau pekerja baik
secara kuantitas (jumlah pekerja tetap) maupun kualitas (kemampuan dalam produksi
dan pemeliharaan). Perlu adanya pelatihan dan pembekalan pengetahuan bagi pekerja
tetap supaya bisa berkembang terciptanya optimalisasi produksi dan pemeliharaan
lahan. Namun untuk menekan biaya dalam pengadaan kegiatan tersebut dapat
dilakukan seminggu sekali dengan memberdayakan tenaga ahli dari luar.

IX.

Kondisi/Strategi Pemasaran

Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. Oleh
karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus
membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu
cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan
hasil produk yaitu melalui kegiatan promosi.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang
diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu
perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka
promosi

merupakan

salah

satu

senjata

ampuh

bagi

perusahaan

dalam

mengembangkan dan mempertahankan usaha.


Keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang
terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh
karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk
keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya.
Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan
sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian
strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang
apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan
pada beberapa sasaran pasar.

Satu diantara berbagai tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang
optimal dari kegiatannya sehari-hari, khususnya kegiatan pemasaran. Untuk
menjalankan kegiatan pemasaran tersebut dengan baik, dan sesuai dengan sasaran
yang diharapkan perusahaan harus menerapkan suatu strategi yang tepat sesuai
dengan lingkungan pemasaran perusahaannya.
Keberhasilan strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan tergantung
pada analisa dan pengamatan yang cermat oleh perusahaan terhadap faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan. Rencana strategi
pemasaran perusahaan adalah suatu rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat
menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok
dibidang pemasaran perusahaan pada suatu jangka waktu tertentu dalam jangka
panjang dimasa depan.
Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan
menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode penyampaian
produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang
tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan
keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.
Yang tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus
barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel Of Distribution). Masalah
pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena
kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran
produk/jasa dari produsen ke konsumen.

Tujuan jangka panjang dari suatu sistem strategi pemasaran ialah serangkaian
tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang, kerangka
waktu untuk tujuan dan strategis harus konsisten, biasanya dua sampai lima tahun
Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi
penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil
menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.
Adapun

penentuan

strategi

bersaing

hendaknya

dilakukan

dengan

mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar.


Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang jelas
tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah
menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya
sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik
daripada perusahaan besar.
Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat
dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya
serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah
persaingannya.
Saat ini pemasaran yang dilakukan jangkauannya baru sampai pulau jawa saja,
yang meliputi provinsi jawa barat, jawa tengah dan jawa timur. Target pemasarannya
masih dalam lingkup perumahan, pertamanan dan lain-lain yang berhubungan dengan
landscape. Belum ada teknologi pemasaran yang dilakukan, pemasaran hanya sebatas

dari mulut ke mulut, pemilik kebun hanya mempunyai satu kebun untuk
pemasaran/penjualan, dan satu kebun untuk lahan produksi.
Pemasaran merupakan langkah penting yang dilakukan dalam kelangsungan
usaha, sehingga langkah yang tepat akan memberikan hasil yag maksimal. Perluasan
jaringan pemasaran perlu dilakukan untuk mengembangkan usaha sehingga
meningkatkan profit usaha. Hal yang dapat dilakukan diantaranya dengan cara :
1. Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait seperti pihak usaha
perumahan sehubungan dengan sasaran usaha, dapat juga merambah pada usaha
bangunan perhotelan maupun perkantoran, dan lainnya
2. Promosi melalui media sosial (facebook, twitter dll), pembuatan papan nama toko
yang menarik dan mudah dilihat konsumen, penyebaran leaflet ditempat strategis,
dan sebagainya.
3. Mengikuti perkumpulan kelompok tani tanaman hias
4. Mengikuti event pameran dan sejenisnya, dan
5. Penambahan

jumlah

lahan

baik

untuk

lahan

produksi

dan

lahan

penjualan/pemasaran, sekalipun tidak bisa ditambahnya kuantitas maka perlu


ditingkatkan kualitas lahan yang ada dengan cara penambahan luas lahan yang
ada.

X.

Analisis Finansial/Ekonomis

Bisnis yang dijalankan beliau masih dalam perputaran uang (Cash Flow).
Untuk menentukan pendapatan per bulan Pak Tatak memiliki beberapa tipe pembeli
diantaranya pembeli tanaman hias, pembeli media tanaman dan pembeli pupuk serta
pot. Dari tipe pembeli tersebut, beliau memiliki perhitungan secara kasar akan daya
beli konsumen. Perhitungan secara kasar tersebut kami uraikan sebagai berikut:
1. Tipe Pembeli Tanaman Hias
Dalam 1 bulan menargetkan dapat menjual kurang lebih 15 20 tanaman yang
harganya berkisar Rp. 5.000-Rp. 75.000 dari penjualan tersebut mendapatkan
pendapatan kotor dari penjualan tanaman hias sebesar Rp 800.000
2. Tipe Pembeli Media Tanaman
Dalam 1 bulan menargetkan dapat menjual 3 jenis media penanaman meliputi
tanah, sekam, dan sabut. Media penjualan tersebut kami mendapatkan penghasilan
sebesar Rp. 400.000
3. Tipe Pembeli Pot dan Pupuk
Dalam 1 bulan menargetkan dapat menjual kurang lebih 5 kg pupuk anorganik dan
25 kg pupuk kandang, kemudian penjualan pot sebanyak 15 buah (bebagai ukuran
dan jenis) dari penjualan tersebut kami mendapatkan Rp 450.000
Sehingga pendapatan selama 1 bulan berdasarkan perhitungan kasar adalah sebagai
berikut:

Tabel Keuangan (Pemasukan tiap bulan)


No
Keterangan
Biaya (Rp.)
1 Penjualan tanaman hias (berbagai jenis)
800.000
2 Penjualan media tanam
412.500
3 Penjualan pupuk dan pot
450.000
Total Pengeluauran
1.662.500
*pendapatan perbulan dapat berubah sesuai keadaan pasar

Tabel Keuangan (Pengeluaran tiap bulan)


No
Keterangan
Biaya (Rp.)
1 Pembelian tanaman
450.000
2 Listrik
45.000
3 Ongkos Pegawai
300.000
4 Pembelian pupuk, pot dan media
355.000
Total Pengeluauran
1.150.000

Pemasukan dan pengeluaran beliau selama setahun sebagai berikut


Pemasukan : 1.662.500 x 12 = 19.950.000
Pengeluaran : 1.150.000 x 12 = 13.800.000
Sehingga pendapatan bersih 19.950.000 - 13.800.000 = 6.150.000
Dari data pendapatan pertahun tersebut, maka dapat ditentukan payback period
sebagai berikut :
Biaya Investasi x 1 tahun = 16.500.000 x 1 tahun = 2.68
Cash Flow
6.150.000
Jadi payback periodnya adalah 2 tahun 8 bulan

XI.

Strategi pengembangan agribisnis (keberlanjutan agribisnis)

Mengacu pada berbagai kendala, masalah, dan kekurangan pada bisnis pak
Tatak dalam pengembangan usaha yang dilakukan selama kurang lebih delapan
tahun. Maka ada beberapa saran yang bisa kami berikan untuk masukan kedepaannya
sehingga terjadi keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Penggunaan cash flow
yang terus berputar dan tidak efektif membuat kami berpikir bahwa cash flow bisa
dialirkan bukan hanya dalam segi produksi tapi bisa dialirkan pada peningkatan
kualitas produski, tenaga kerja (tentunya kuantitas), serta jumlah lahan.
a. Aliran uang
Tidak adanya sistem pencatatan uang pengeluaran dan pemasukan
menyebabkan aliran dana dari usaha ini tidak jelas baik dari pengadaan input, dan
lain-lainnya. Maka saran yang dapat diberikan kepada pemilik usaha ini
diantaranya tertib dalam pembukuan dengan mencatat semua pemasukan dan
pengeluaran uang, menyimpan semua bukti penerimaan dan pengeluaran,
memisahkan kekayaan pribadi dan perusahaan sehingga keuntungan maupun
kerugian yang diperoleh jelas, membuat anggaran keuangan (budget) secara
sederhana.
b. Pembuatan green house
Untuk perbanyakan tanaman dilakukan untuk meningkatkan kualitas
tanaman dengan menjaga tanaman dari hama penyakit, dan menjaga kesesuaian
lingkungan tanaman. Green house juga dapat meminimalisir

waktu yang

terbuang jika terjadi hujan, yang mana apabila perbanyakan biasa dilakukan
dikondisi lingkungan yang terbuka hal tersebut dilakukan pada kondisi tertutup
atau dalam ruang.
c. Penambahan jumlah lahan
Pada kondisi real disana, lahan kosong masih banyak, sehingga peluang
untuk perluasan lahan sangat memungkinkan untuk dilakukan. Sehingga bila
usaha yang dijalankan berkembang dengan baik penambahan lahan mungkin
perlu dilakukan. Hal ini juga dapat memungkinkan dilakukannya spesifikasi
tempat untuk masing-masing jenis bunga yang berbeda, melihat pada kondisi
usaha sekarang penataan belum terlalu ditekankan.
Penaataan tersebut juga akan memudahkan konsumen dalam memilih jenis
bunga atau tanaman lain yang diinginkan. Selain juga mempercanti tempat usaha
sendiri.
d. Sumber daya manusia
Adanya pelatihan pada tenaga kerja pak tatak sehingga ilmu dan
keterampilan pekerja bisa meningkatkan nilai ekonomis dari produk yang
dihasilkan.
Saran yang kami ajukan bersifat investasi dalam jangka panjang, artinya
usaha ini akan mengalami penurunan karena cash flow yang biasanya digunakan
untuk produktivitas (kuantitas) dapat dialirkan untuk perbaikan kualitas (seperti yang
sudah dijelaskan diatas).