P. 1
Normalisasi Data

Normalisasi Data

4.0

|Views: 1,406|Likes:
Dipublikasikan oleh Irfan Irawan Cbn
Normalisasi Data pada Struktur Database
Normalisasi Data pada Struktur Database

More info:

Published by: Irfan Irawan Cbn on Jan 14, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

Normalisasi

Adalah proses yang berkaitan dengan model data relational untuk mengorganisasikan himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses normalisasi adalah himpunan-himpunan data (tabletable) dalam bentuk normal (normal form). Kegunaan normalisasi : a. Meminimasi pengulangan informasi. b. Memudahkan indentifikasi entiti / obyek. Normalisasi menghindari anomali, yaitu kejanggalan yang dapat terjadi (inkonsistensi) bila dilakukan: Penambahan baris (atau record) Modifikasi isi atribut Menghapus baris Contoh: Daftar Produk
Nama Produk BMW318i BMW318i BMW318i BMW3201 Warna Merah Kuning Hijau Merah Harga 100.000.000 100.000.000 100.000.000 120.000.000 Nama Pemesan Amir Badu Ali Hasan

Untuk memasukkan model baru, maka record harus diciptakan dengan Nama Pemesan yang masih kosong. Daftar Produk
Nama Produk BMW318i BMW318i BMW318i BMW3201 BMW323i Warna Merah Kuning Hijau Merah Kuning Harga 100.000.000 100.000.000 100.000.000 120.000.000 300.000.000 Nama Pemesan Amir Badu Ali Hasan

Jika baris dengan nama pemesan Hasan dihapus, maka otomatis informasi tentang BMW320i juga ikut terhapus.

Contoh anomali pada modifikasi:
Daftar Karyawan Nama Jabatan Gunawan staff Mustafa staff Nur Afni sekretaris Budiman staff Rudy staff Divisi Pemasaran Akunting Umum Pemasaran Pemsaran Nama Manajer Juwita Reynold Bahruddin Juwita Juwita

Anomali terjadi bila Manajer diganti, misalnya “Juwita” diganti dengan “Yanto”. Maka semua baris yang berisi “Juwita” harus diganti dengan “Yanto”. Untuk menghindari anomali, umumnya dilakukan dekomposisi dari kumpulan atribut, dipecah hingga menjadi beberapa tabel baru.
Contoh sebuah relasi: atribut A1 Baris  A2 A3 A4

Struktur SEBUAH RELASI
Properti: sebuah relasi terdiri atas sebuah tabel 2-dimensi dengan kolom (atribut) dan baris (record).

KOLOM Disebut juga atribut, merepresentasikan Field pada Tabel Setiap kolom mempunyai nama yang unique (tunggal) Kolom berisi nilai yang homogen, artinya mempunyai tipe yang sama Setiap kolom mempunyai Domain, yaitu nilai yang konsisten (nilai yang berlaku untuk Field tersebut) Kolom tidak perlu tersusun BARIS (row) Disebut juga record, merepresentasikan tupel (tuple) pada Tabel Dalam tabel tidak boleh terdapat baris yang sama isinya Baris-baris tidak perlu tersusun

Dependensi (ketergantungan)
Dependensi menjelaskan hubungan antara atribut, atau khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan nilai atribut lainnya. Dependensi menjadi acuan bagi pendekomposisian data ke dalam bentuk yang paling efisien.

Dependensi Fungsional

Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
Pada sebuah relasi R(X,Y) atribut Y tergantung secara fungsional atas atribut X, bila setiap nilai yang berlaku pada Y dapat ditentukan oleh X. (simbol adalah X  Y)

Notasi : X  Y (dibaca “X secara fungsional menentukan Y” atau dibaca “ X panah Y”) Cth: PESANAN_JUAL(PEMBELI, KOTA, BARANG, JUMLAH)
PEMBELI KOTA BARANG JUMLAH P1 Yogya B1 10 P1 Yogya B2 5 P2 Solo B1 7 P2 Solo B2 6 P3 Klaten B3 7 P3 Klaten B4 6 PEMBELI secara fungsional menentukan KOTA, sebab terlihat bahwa untuk PEMBELI yang sama, KOTA-nya juga sama. Dengan demikian: PEMBELI  KOTA

- Bagian di sebelah kiri panah disebut penentu (determinan). Bagian di kanan panah disebut yang tergantung (dependen) KETERGANTUNGAN FUNGSIONAL PENUH
Sebuah relasi R(A,B,X) , dimana X tergantung fungsional pada A B. ABX X dinyatakan tergantung fungsional penuh (fully functional dependent) bila, Tidak terjadi A  X atau B  X Melainkan hanya: A B  X

X dinyatakan tergantung fungsional penuh (fully functional dependent) pada sekelompok atribut Y, bila X tergantung fungsional pada seluruh atribut Y dan bukan subset dari Y.

Beberapa bentuk normal, yaitu : a. Bentuk Normal I (First Normal Form / 1-NF). b. Bentuk Normal II (Second Normal Form / 2-NF). c. Bentuk Normal III (Third Normal Form / 3-NF). d. Bentuk Normal IV (Fourth Normal Form / 4-NF). a. Bentuk Normal I (First Normal Form / 1-NF). Suatu relasi memenuhi 1-NF jika dan hanya jika setiap atribut dari relasi tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris atau record. Cara: - Buat Un-Normalized Form (bentuk tidak normal) dengan mengidentifikasi seluruh item data. - Tentukan primary key dari relasi tersebut. - Tentukan grup berulang (item data atau atribut yang memiliki nilai lebih dari satu dalam suatu baris data/record). - Tentukan key dari grup berulang. - Coret derived atribut (atribut yang nilainya dapat diabaikan, karena dihasilkan dari atribut lain) - Pisahkan grup berulang menjadi suatu relasi baru dengan membawa key atribut dari relasi awal. b. Bentuk Normal II (Second Normal Form / 2-NF). Suatu relasi memenuhi 2-NF jika dan hanya jika : a. Memenuhi 1-NF. b. Setiap atribut yang bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap semua atribut kunci dan bukan hanya sebagian atribut. Cara: - Perhatikan relasi yang memiliki key atribut lebih dari 1. - Pisahkan atribut-atribut yang tergantung hanya pada sebagian / salah satu key bersama dengan key pengidentifikasi atribut tersebut menjadi suatu relasi baru. c. Bentuk Normal III (Third Normal Form / 3-NF). Suatu relasi memenuhi bentuk III (3-NF) jika dan hanya jika : a. Relasi tersebut memenuhi 2-NF. b. Setiap atribut bukan kunci tidak tergantung secara fungsional kepada atribut bukan kunci yang lain dalam relasi tersebut. Cara: - Pisahkan atribut-atribut yang tergantung pada atribut yang bukan key bersama dengan atribut bukan key tersebut menjadi suatu relasi baru.

Normal Form
Inti dari normalisasi adalah eliminasi anomali pada saat insert, delete atau update record.

1NF (First Normal Form)
Sebuah tabel berada dalam 1 NF jika tabel tersebut merupakan suatu relasi atau tabel tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris atau record.
Un-nomal Form NoIndu Nama k 8003 Amir Hasa 8005 n 8007 Badu KdKurs us UNIX NT NT Kursus KdKurs KdKurs us Tgl us 01/02/19 NT 98 DB2 02/03/19 UNIX 98

Tgl 02/03/19 98 01/02/19 98 01/02/19 98

Tgl 04/02/19 98

1NF NoInduk Nama KdKursus Tgl 8003 Amir UNIX 02/03/1998 8003 Amir NT 01/02/1998 8003 Amir DB2 04/02/1998 8005 Hasan NT 01/02/1998 8005 Hasan UNIX 02/03/1998 8007 Badu NT 01/02/1998

2NF (Second Normal Form)
Suatu relasi memenuhi 2 NF jika: a. Memenuhi 1-NF. b. Setiap atribut yang bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap semua atribut kunci dan bukan hanya sebagian atribut. Pada relasi 1 NF diatas: NoInduk  Nama KdKursus  Tgl NoInduk, KdKursus  Nama Primary Key dalam relasi 1NF di atas adalah NoInduk dan KdKursus

Masih terdapat ketergantungan sebagian (partial dependency), karena Nama tidak sepenuhnya tergantung pada atribut kunci (primary key). Selain itu Tgl juga hanya tergantung pada sebagian atribut kunci, yaitu hanya tergantung pada KdKursus saja. Sehingga tabel harus didekomposisi. Cara melakukan dekomposisi: - Pisahkan atribut-atribut yang tergantung hanya pada sebagian / salah satu key bersama dengan key pengidentifikasi atribut tersebut menjadi suatu relasi baru.
NoInduk Nama 8003 Amir 8005 Hasan 8007 Badu NoInduk 8003 8003 8003 8005 8005 8007 KdKursus UNIX NT DB2 NT UNIX NT KdKursus Tgl UNIX 02/03/1998 NT 01/02/1998 DB2 04/02/1998

3NF (Third Normal Form)
Sebuah relasi berada dalam 3NF, jika relasi adalah 1NF dan 2NF dan tidak ada atribut bukan kunci yang tergantung fungsional kepada atribut bukan kunci yang lainnya (dengan kata lain tidak boleh ada ketergantungan transitif).
NoMhs 1234 1456 1316 1367 1245 NmMhs Abas Samson Rida Anton Mira NoFak F1 F2 F8 F8 F1 NmFak Biologi Teknik Sastra Sastra Biologi

Primary key relasi diatas adalah NoMhs. NoMhs  NmMhs NoMhs  NoFak NoMhs  NmFak NoFak  NmFak

Relasi diatas sudah memenuhi 1NF dan 2NF, tetapi tidak 3NF, karena masih terdapat atribut bukan kunci yang tergantung pada atribut bukan kunci lainnya dalam relasi tersebut. (NoFak  NmFak). Sehingga perlu dilakukan dekomposisi tabel.

Cara melakukan dekomposisi tabel: - Pisahkan atribut-atribut yang tergantung pada atribut yang bukan key bersama dengan atribut bukan key tersebut menjadi suatu relasi baru.
NoMhs 1234 1456 1316 1367 1245 NmMhs Abas Samson Rida Anton Mira NoFak F1 F2 F8 F8 F1 NoFak F1 F2 F8 NmFak Biologi Teknik Sastra

LATIHAN !!
NIP 107 109 112 Nama Jabatan Ilham Analis Senior Rian Fika Analis Yunior Pemrogram Keahlian Cobol Oracle Cobol Visual Basic Cobol Visual Basic Delphi Lama(Thn) 6 1 2 2 1 2 2

NIK SL21

Nama John White SG37 Aan Beach SG14 David Ford SA9 Mary Howe SG5 Susan Brand SL41 Julie Lee

Alamat Jl. Nanas 23 Jl Sawo 185 Jl. Kecap 10 Jl. Salak 96

Jabatan Gaji KdCab Manager 30000 B5 Analist Deputy 12000 B3 18000 B3 B7

Assistant 9000

Manager 30000 B5 Jl. Melon 6 Jl. Jeruk 87 Assistant 9000 B5

AlmCabang NoTelp Jl. Zeta 6 0171-8861212 Jl. Beta 3 0141-3392178 Jl. Beta 3 0141-3392179 Jl. Alpha 12 0122367111 Jl. Zeta 6 0171-8861212 Jl. Zeta 6 0171-886-

SG78 Diana Prim

Jl. Jambu 18

Analist

12000 B7

1212 Jl. Alpha 12 0122367111

NoPel g CR76

Nama Budi

No Propert y PG4 PG16

Alm Property Jl. Aai 7 Jl. Huzai 12 Jl. Aai 7 Jl. Azhar 49 Jl. Huzai 12

CR56

Sirajudi n

PG4 PG36 PG16

TgSewa TgSelesai 01/07/199 31/08/199 3 5 01/09/199 01/09/199 5 6 01/09/199 10/06/199 2 3 10/10/199 01/12/199 3 4 01/01/199 10/08/199 5 5

Biay a

No Pemili k

Nm Pemili k Ewin Durki Ewin Durki Durki

350 CO40 450 CO93 350 CO40 375 CO93 450 CO93

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->