Anda di halaman 1dari 12

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Latar dan Karakteristik penelitian
1. Latar penelitian
Penelitian tindakan kelas ini di lakukan di SMA Negeri 4 Gorontalo
yang merupakan tempat peneliti melaksanakan tugas.

2. Karakteristik penelitian
Guru SMA Negeri 4 Gorontalo memiliki karakteristik yang berbeda
antara satu dengan yang lain. Peningkatan kompetensi profesional
merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru
dalam pelaksanaan pembelajaran.

B. Desain Penelitian
1. Variabel Penelitian
Menurut Arikunto (1998: 99) variabel penelitian adalah objek
penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Hal ini
senada dengan pendapat Hajar (1999: 156) yang mengertikan variabel
sebagai objek pengamatan atau fenomena yang diteliti. Sedangkan menurut
Hadi (1982: 437) variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi, perlakuan,
atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Dalam suatu
penelitian eksperimen, Hadi (1982: 437) membedakan variabel menjadi dua
yaitu (1) variabel eksperimen atau treatment variabel yaitu kondisi yang
hendak diselidiki bagaimana pengaruhnya terhadap gejala atau behavior
variabel, (2) variabel non eksperimen yaitu variabel yang di kontrol dalam
arti baik untuk kelompok eksperimental.
Variabel variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
a. Komponen

Profesional

(Y)

dengan

indikator:

(1)

kompetensi

merencanakan pembelajaran; (2) kompetensi melaksanakan pembelajaran;


dan (3) kompetensi menilai pembelajaran.

b. Pendekatan humanistik sebagai variabel X

2. Prosedur Penelitian
Dalam peneltian ini penulis menggunakan model Jhon Eliot
(2006:231), karena modal tersebut sederhana dan dapat dilaksanakan oleh
penulis dengan bebrbagai pertimbangan, di antaranya waktu, biaya dan
kemudahan dalam pelaksanaannya.
Selanjutnya pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilaksanakan
melalui tahapan-tahapan berikut ini.

1. Tahap Persiapan
a. Membuat skenario pengawasan yang di dasarkan pada pendekatan
humanistik
b. Membuat lembar obsevarsi kompetensi profesional guru
c. Mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan
kegiatan
d. Menyusun prosedur pelaksanaan, yaitu urutan kegiatan yang dilakukan
e. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk tulisan
f. Menyusun langkah-langkah kegiatan dan jadwal kegiatan

2. Tahapan Tindakan
Pelaksanaan PTK ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan
pengawas lainya. Kegiatan yang di lakukan adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan pengawasan dengan pendekatan humanistik
b. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi agar tidak terjadi penyimpangan
c. Jika terjadi penyimpangan segera di adakan modifikasi umtuk menjamin
tercapainya tujuan.
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap
siklus dilaksanakan dua kali pertemuan.

3. Tahapan pemantauan dan evaluasi

Pemantauan dan evaluasi berlangsung dalam setiap siklus di mana


peneliti di bantu oleh anggota tim peneliti untuk mengamati setiap
pelaksanaan siklus yangdilakukan. Setiap hasil pemantauan dan evaluasi
dibahas pada tahap analisis dan refleksi. Adapun yang menjadi pedoman
dalam pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sebagai berikut:
a. Semua aspek yang menjadi indikator kompetensi profesional guru
b. Prosespengawasan dengan menggunakan pendekatan humanistik
c. Alat pengumpul data yang telah disiapkan yakni:
(1) Lembar observasi tentang kompetensi profesional guru
(2) Lembar observasi tentang pendekatan humanistik dalam pelaksanaan
pengawasn

4. Analisis dan Refleksi


Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis hasil
yang diperoleh pada tahap observasi dan hasilnya digunakan untuk
merefleksi diri apakah guru sudah dapat meningkatkan kompetensi
profesionalnya. Hasil analisis ini akan digunakan untuk merencanakan
tindakan pada siklus selanjutnya (Siklus II) apabila tidak tercapai menjadi
85%dari 20 orang jumlah guru SMA Negeri 4 Gorontalo sudah dapat
meningkatkan profesionalnya.

C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru SMA Negeri 4 Gorontalo yang
berjumlah 20 orang guru.

D. Teknik Pngambilan Data


a. Sumber data: sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan pengawas
sebagai anggota peneliti
b. Jenis data: jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan data
kualitatif yang terdiri atas
1) Data tentang kompetensi profesional guru

2) Data tentang pendekatan humanistik


3) Data hasil pengamatan setiap siklus
c. Cara pengambilan Data
1) Data hasil kompetensi profesional dalam pelaksanaan kepengawasan
dengan menggunakan pendekatan humanistik
2) Data tentang kompetensi profesional guru

E. Teknik Analisis Data


Data hasil penelitian inin dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.
Data kuatitatif diperoleh dari wawancara dan dokumen-dokumen yang
tersedia di lapangan sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui lembar
observasi proses belajar mengajar.

F. Tindak Lanjut
Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara kontinu pada proses
pembelajaran. Kelemahan yang ditemukan pada setiap pertemuan
dilengkapi pada pertemuan berikutnya sehingga diperoleh hasil yang
maksimal dan diakhir setiap siklus dilakukan ferleksi dan apabila belum
mencapai ketuntasan belajar maka dilanjutkan pada siklus berikutnya
dengan memperbaiki kekurangan/kelemahan pada siklus sebelumya.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian


Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah ini dilakukan dalam dua
siklus. Namun sebelum
observasi

untuk

melihat

diadakan tindakan terlebih dahulu diadakan


kompetensi

guru

dalam

melaksanakan

pembelajaran di SMA Negeri 4 Gorontalo melalui pendekatan humanistik.


Adapun kegiatan penelitian pada setiap siklus berfokus pada perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran dan pelaksanaan penilaian
dengan mengacu pada skenario kepengawasa.
B. Hasil Penelitian
Dari hasil pelaksanaan penelitian yang terdiri dari dua siklus diuraikan
sebagai berikut:

1. Siklus I
Pada pelaksanaan siklus pertama, terdiri atas 4 tahap, yaitu
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi sebagaimana diuraikan
sebagai berikut
a. Perencanaan
Dari

hasil

kesepakatan

peneliti

dengan

kolaborator

untuk

menggunakan pendekatan humanistik dalam upaya meningkatkan


kompetensi profesional guru. Siklus ini dilakukan dalam tiga kali
pertemuan. Sesuai dengan jadwal supervisi. Kegiatan pelaksanaan
tindakan pembelajaran oleh peneliti dan kolaborator dapat dilihat pada
tabel lembar observasi proses pembelajaran.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus pertama ini teliti dan kolaborator mempersiapkan
lembar supervisi menggunakan pendekatan humanistik yang langkahlangkah penerapan dalam pelaksanaan supervisi dapat di deskripsikan
sebagai berikut:

1. Pembicaraan awal
a. Pertemuan awal dengan guru
b. Mendengarkan permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran
c. Mencatat permasalahan-permasalahan guru tersebut
d. Menyepakati pelaksanaan supervisi
2. Observasi
a. Mengamati kegiatan guru dalam proses pembelajaran
b. Memperhatikan inti permasalahan guru dalam pembelajaran di dalam
kelas
c. Memberikan catatan atas inti permasalahan yang dihadapi guru
3. Analisis dan interpretasi
a. Melakukan analisis terhadap kelemahan-kelemahan guru dalam
pembelajaran
b. Menemukan jawaban atas permasalahan guru di dalam proses
pembelajaran
4. Pembicaraan akhir
a. Mengadakan pertemuan dengan guru
b. Menyampaikan hasil analisis terhadap hasil pengamatan

c. Observasi dan Evaluasi


Dari pelaksanaan tindakan diperoleh kompetensi profesional guru
dalam pembelajaran sebagaimana nampak pada tabel berikut:
1. Perencanaan Pembelajaran
Tabel 4.1 Hasil Penelitian Aspek Merencanakan Pembelajaran

** Memenuhi Indikator Keberhasilan


* Tidak Memenuhi Indikator Keberhasilan
Dari tabel 4.1 di atas nampak bahwa perlu dikaji kembali adalah
kegiatan dalam merencanakan pembelajaran. Pada aspek penentuan tujuan
pembelajaran, dari 4 item terdapat 8 orang guru menunjukkan kemampuan
sangat baik, 11 orang berkategori baik, dan 1orang berkategori cukup
dengan prosentase capaian 83,75%. Pasa aspek penentuan bahan ajar, dari
4 item terdapat 8 orang guru menunjukan kemampuan sangat baik, 10
orang berkategori baik, dan 2 orang berkategoricukup dengan prosentase
capaian 82,5%. Pasa aspek penentuan srategi/metode pembelajaran, dari 6
item terdapat 7 orang guru menunjukan kemampuan sangat baik, 10 orang
berkategori baik, dan 3 orang berkategori cukup dengan prosentase
capaian 80%. Pada aspek penentuan media pembelajaran, dari 6 item
terdapat 9 orang gurumenunjukkan kemampuan sangat baik, 9 orang
berkategori baik, 3 orang berkategori cukup dan 2 orang berkategori
kurang prosentase capaian 73,75%. Selanjutnya pada aspek penentuan
evaluasi pembelajaran, dari 5 item terdapat 9 orang guru menunjukan
kemampuan sangat baik, 9 orang berkategori baik, dan 2 orang berkategori
cukup dengan prosentase capain 83,75%. Capaian

tersebut belum

memenuhi indikator keberhasilan pelaksanaan tindakan sehinnga perlu


meningkatkan kemampuan guru dalam penentuan media pembelajaran.
Dari penilaian terhadap keseluruhan aspek perencanaan pembelajaran
diperoleh bahwa nilai akhir sebesar 80,75% yang berarti belum memenuhi
indikator keberhasilan. Oleh sebab itu perlu peningkatan kemampuan guru
melalui pendekatan humanistik.
2. Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Dari tabel 4.2 di atas nampak bahwa perlu dikaji kembali kegiatan
guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Pada aspek kemampuan dalam
membuka pelajaran, dari 5 item terdapat 9 orang guru menunjukan
kemampuan sangat baik, 8 orang berkategori baik, dan 3 orang berkategori
cukup denga prosentase capain 82,5%. Capaian tersebut belum belum
memenuhi indikator keberhasilan pelaksanaan tindakan sehingga perlu
meningkatkan kemampuan guru dalam membuka pelajaran
Pada aspek penguasaan bahan ajar, dari 4 item terdapat 8 orang guru
menunjukan kemampuan sangat baik, 8 orang berkategori baik, 3 orang
berkategori cukup dan 1 orang berkategori kurang dengan prosentase
capaian 78,75%. Capaian tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan
pelaksanaan tindakan sehingga perlu menentukan kemampuan guru dalam
penguasaan bahan ajar.
Pada aspek kegiatan mengajar, dari 4 item terdapat 8 orang guru
menunjukan kemampuan sangat baik, 9 orang berkategori baik, dan 3
orang berkategori cukup dengan prosentase capaian 81,25%. Pada aspek
kemampuan menggunakan media pembelajaran, dari 4 item terdapat 7
orang guru menunjukan kemampuan sangat baik, 9 orang berkategori baik,
2 orang berkategori cukup dan 2 orang berkategori kurang dengan
prosentase capaian 76,25%. Capain tersebut belum memenuhi indikator
keberhasilan pelaksanaan tindakan sehingga meningkatkan kemampuan
guru

dalam

kegiatan

belajar

mengajar

dan

penggunaan

media

pembelajaran.
Pada aspek penutup pembelajaran, dari 3 item terdapat 9 orang guru
menunjukan kemampuan sangat baik, 9 orang berkategori baik, dan 2
orang berkategori cukup denga prosentase capaian 83,755. Pada aspek
kemampuan memberikan tindak lanjut, dari 3 item terdapat 9 orang guru
menjukkan kemampuan sanagt baik, 8 orang berkategori baik, dan 3 orang
berkategori cukup dengan prosentase capaian 82,5%.
Dari penilaian terhadap keseluruhan aspek pelaksanaan proses
pembelajaran diperoleh bahwa nilai kahir sebesar 81,88% yang berarti

belum

memenuhi

indikatoe

keberhasilan.

Oleh

sebab

itu

perlu

penungkatan kemampuan guru pada beberapa aspek melalui pendekatan


humanistik.
3. Pelakanaan Penalaian
Tabel 4.3 Hasil Penilaian Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran

Dari tabel 4.3 di atas nampak bahwa perlu dikaji kembali adalah
kegiatan guru dalam penelitian pembelajaran. Pada aspek administrasi
penilaian, dari 7 item terdapat 8 orang guru menunjukan kemampuan
sangat baik, 8 orang berkategori baik, dan 4 orang berkategori cukup
dengan prosentase capaian 80%. Capaian tersebut belum memenuhi
indikator keberhasilan pelaksanaan tindakan sehingga perlu meningkatkan
kemampuan guru dalam administrasi penilaian pembelajaran.
Dari penilaian terhadap keseluruhan aspek penilaian pembelajaran
diperoleh bahwa nalai akhir sebesar 83,13% yang berarti belum memenuhi
indikator keberhasilan. Oleh karena itu perlu peningkatan kemampuan
guru melalui pendekatan humanistik terutama pada aspek administrasi
penilaian pada pelaksanaan siklus II.
d. Refleksi
Dari hasil refleksi bersama terungkap bahwa masih ada beberapa
aspek kompetensi profesional guru yang perlu ditingkatkan melalui
pendekatan humanistik untuk siklus I, sebagai berikut:
1. Perencanaan Pembelajaran
a. 16,25% guru belum dapat menentukan tujuan pembelajaran dengan
tepat
b. 17,5% guru belum dapat menentukan bahan ajar sesuai dengan
kurikulum

c. 20% guru belum dapat menentukan strategi dan metode pembelajaran


sesuai dengan materi bahan ajar
d. 26,25% guru belum dapat menentukan media pembelajaran dengan
tepat dan sesuai dengan materi serta strategi yang digunakan
e. 16,25 guru belum dapat merencanakan evaluasi denga tepat
2. Pelaksanaa Proses Pembelajaran
a. 17,5% guru belum mampu membuka pelajaran dengan tepat
b. 21,25% guru belum menunjukan penguasaan yang baik terhadap
materi pelajaran
c. 18,75 guru belum menunjukan kemampuan yang baik dalam kegiatan
belajar mengajar
d. 23,75 guru belum menunjukan kemampuan yang baik dalam
penggunaan media media pembelajaran
e. 16,25% guru belum memiliki kemampuan yang baik dalam
melaksanaan evaluasi
f. 17,5% guru mengembangkan kemampuan memberikan follow up.
3. Pelaksanaa Penalaian
a. 20% guru belum memiliki administrasi penilaian yang lengkap
Dari hasil refleksi, terungkap bahwa kompetensi profesional guru
perlu ditingkatkan dengan menerapkan pendekatan humanistik, yaitu:
-

Kemampuan dalam merencanakan pembelajaran terutama pada aspek


penentuan tujuan pembelajaran, bahan ajar, strategi, media dan
evaluasi

Kemampuan dan pelaksanaan pembelajaran terutama pada aspek


membuka pelajaran, penguasaa bahan ajar, kegiatan belajar mengajar,
media pembelajaran, evaluasi dan tindak lanjut,

Kemampuan dalam administrasi penilaian


Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dirasa perlu untuk melaksanaan

siklus kedua dengan melaksanaa pengembangan pada tahapan-tahapan


kegiatan peningkatan kemampuan profesional guru.
2. Siklus II

a. Perencanaan
Pada pelaksanaan siklus II peneliti dan kolaborator tetap berkolaborasi
merencanakan pelaksanaansiklus kedua dengan melihat hasil capaian
kompetensi profesionalitas guru. Dari hasil kesepakatan maka tetap
memanfaatkan pendekatan humanistik namun memprioritaskan pasa aspek
penilaian yang masih rendah pada pelaksanaan siklus I. Pelaksanaan siklus
kedua dilaksanakan sesuai dengan jadwal supervisi atau berdasarkan hasil
kesepakatan.
b. Pelaksanaan
Darikegiatan supervisi masih lama dengan pembelajaran pada siklus
pertama, sebagai berikut:
1. Pembicaraan awal
-

Pertemuan awal dengan guru

Mendengarkan premasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran

Mencatat permasalahan-permasalahan guru tersebut

Menyepakati pelaksanaan supervisi

2. Observasi
-

Mengamati kegiatan guru dalam proses pembelajaran

Memperhatikan inti permasalahan guru dalam pembelajaran di dalam


kelas

Memberikan catatan atas inti permasalahan yang dihadapi guru

3. Analisis dan interpretasi


-

Melakukan analisis terhadap kelemahan-kelemahan guru dalam


pembelajaran

Menentukan jawaban atas permasalahan guru di dalam kelas


pembelajaran

4. Pembicaraan akhir
-

Mengadakan pertemuan dengan guru

Menyampaikan hasil analisi terhadap hasil pengamatan

5. Laporan
-

Menyusun laporan hasil supervisi secara lengkap

Menyerahkan hasil supervisi kepada sekolah dan dinas pendididkan


kota Gorontalo

c. Observasi dan Evaluasi


Pada siklus II, aspek yang ditingkatkan kompetensi profesional guru
melalui pendekatan humanistik yang dilaksanakan tanggal 8 Oktober
2013, diperoleh hasil sebgai berikut.

Dari penilaian terhadap keseluruhan aspek perencanaan pembelajaran


diperoleh bahwa nilai akhir sebesar 85,25% yang berarti sudah memenuhi
indikator keberhasilan. Oleh sebab itu peningkatan kemampuan guru
melalui pendekatan humanistiksudah berhasil.
3.
d.