Anda di halaman 1dari 20

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Laporan keuangan bank disusun dan


disajikan dengan tujuan untuk
menyediakan informasi yang
berkaitan dengan posisi keuangan,
kinerja serta perubahan posisi
keuangan dan digunakan untuk
pengambilan keputusan ekonomi.
1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Tujuan Penyusunan PAPI

Tujuan dari penyusunan Pedoman Akuntansi


Perbankan Indonesia ;
Membantu pengguna dalam penyusunan LK dengan

tujuan untuk ; (a) pengambilan keputusan investasi


dan kredit, (b) menilai prospek arus kas,
memberikan informasi atas sumber daya ekonomi.
Menciptakan keseragaman dalam penerapan
perlakuan akuntansi dan penyajian laporan
keuangan sehingga meningkatkan daya banding
Menjadi acuan minimum yg harus dipenuhi oleh
perbankan

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Ruang lingkup PAPI

Ruang Lingkup dari penyusunan


Pedoman Akuntansi Perbankan
Indonesia ;
Berlaku bagi Bank umum Konvensional,
dalam hal bank umum konvensional
mempunyai unit usaha syariah, maka
unit usaha syariah harus menggunakan
Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah
Indonesia

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Acuan Penyusunan

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian


Laporan keuangan (KDPPLK), Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan(ISAK)
Ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
International Accounting Standar (IAS)/International
Financial Reporting Standards (IFRS)
Peraturan perundang-undangan yang relevan
dengan laporan keuangan
Praktik-praktik akuntansi yang berlaku umum,
kesepakatan antar negara dan standar akuntansi
negara lain

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Laporan Keuangan Bank


Laporan posisi keuangan
Laporan laba rugi konprehensif
Laporan komitmen dan kontinjen
Laporan arus kas
Laporan perubahan modal
Catatan atas laporan keuangan

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Kerangka Dasar
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

1/8/2015

Tujuan laporan keuangan


Tanggung jawab atas laporan keuangan
Komponen laporan keuangan
Bahasa laporan keuangan
Mata uang pelaporan
Kebijakan akuntansi (relevan dan andal)
Penyajian
Konsistensi penyajian
Materialitas dan agregasi
Saling hapus(Offsetting)
Periode pelaporan
Informasi komparatif
Laporan keuangan interim
Laporan keuangan konsolidasi
Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Penyajian
Laporan keuangan disajikan secara wajar
tentang posisi keuangan, kinerja
keuangan, perubahan ekuitas dan arus
kas disertai dengan pengungkapan
2. Aset disajikan sesuai dengan urutan
likuiditasnya, sedangkan kewajiban
disajikan berdasarkan jatuh temponya
3. Saldo transaksi dlm kegiatan normal
operasi bank disajikan dan diungkapkan
secara terpisah antara pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
1.

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Lanjutan..
4. Laporan laba rugi menggambarkan
pendapatan dan beban menurut
karakteristiknya yang dikelompokkan secara
berjenjang/multiple step.
5. Catatan atas laporan keuangan harus
disajikan secara sistematis dengan urutan
penyajian sesuai dengan komponen utama
yang merupakan bagian yg tidak terpisahkan
dgn laporan keuangan
6. Dalam catatan atas laporan keuangan tidak
diperkenankan menggunakan sebagian besar
untuk menggambarkan bagian dari suatu
jumlah
1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Lanjutan..
7. Perubahan akuntansi wajib memperhatikan
perubahan estimasi akuntansi dan perubahan
kebijakan akuntansi
8. Pada setiap lembar neraca, laporan laba rugi,
laporan arus kas dan lapora perubahan
ekuitas harus diberi catatan bahwa catatan
atas laporan keuangan merupakan bagian tak
terpisahkan dari laporan keuangan
9. Laporan keuangan wajib mengikuti ketentuan
yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Asumsi dasar
Dasar akrual dan kas basis
Kelangsungan Usaha

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Karakteristik kualitatif laporan


keuangan
Dapat dipahami
Relevan

1/8/2015

Materialitas
Keandalan
Penyajian jujur
Substansi mengguli bentuk
Netralitas
Pertimbangan sehat
Kelengkapan
Dapat dibandingkan

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Karakteristik kualitatif laporan


keuangan, lanjutan

Kendala informasi yang Relevan dan


Andal
Tepat waktu
Keseimbangan antara biaya dan manfaat

Keseimbangan di antara karakteristik

kualitatif
Penyajian wajar

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Komponen Laporan Keuangan


Laporan keuangan dengan tujuan
umum terdiri dari ;

1.

a. Laporan posisi keuangan/Neraca,


b. Laporan laba rugi konprehensif

c. Laporan arus kas


d. Laporan perubahan modal/ekuitas dan
e. Catatan atas laporan keuangan

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Lanjutan.
2. Perbankan wajib membuat laporan
keuangan sebagai laporan kepada Bank
sentral dan pengguna lain yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja,
perubahan posisi keuangan dan catatan
atas laporan keuangan;

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Keterbatasan Laporan
keuangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

1/8/2015

Bersifat historis
Bersifat umum
Tidak luput dari penggunaan berbagai pertimbanan
dan taksiran
Hanya melaporkan informasi yang material
Bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak
pastian
Lebih menekankan pada penyajian transaksi dan
peristiwa sesuai dengan substansi dan realitas
ekonomi dan bukan hanya bentuk formalnya
Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang
dapat digunakan sehingga menimbulkan variasi
pengukuran sumber daya ekonomis dan
kesuksesan antar bank
Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Metode Pencatatan Transaksi


Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan laporan (penutupan) yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu kurs
tengah
2. Dalam pencatatan transaksi mata uang
asing terdapat dua metode yg dapat
digunakan yaitu (a) single currency (satu
jenis mata uang) dan (b) multi currency
(lebih dari satu jenis mata uang)
1.

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Single Currency

Single currency adalah pencatatan transaksi mata


uang asing dengan membukukan kedalam mata
uang dasar/base currency yang digunakan yaitu
mata uang rupiah.
Karakteristik single currency ;
a.
b.
c.
d.
e.

1/8/2015

Neraca diterbitkan hanya dalam mata uang rupiah


Saldo rekening dalam mata uang asing dicatat secara
extra comptable,
Penjurnalan tidak menggunakan pos rekening
perantara mata uang asing
Penjabaran(revaluasi) saldo rekening mata uang asing
dilakukan langsung per rekening yang bersangkutan
Seluruh pendapatan dan biaya mata uang asing dicatat
dalam rupiah.

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

Multi Currency
Pencatatan transaksi mata uang asing dengan membukukan
langsung ke dalam mata uang asing asal (original currency)
yang digunakan pada transaksi tersebut.
Karakteristik;

a.
b.

c.
d.

e.
f.

1/8/2015

Neraca dapat diterbitkan dalam setiap mata uang asing asal (original
currency) yang digunakan,
Untuk mengethaui posisi keuangan gabungan seluruh mata uang
asing diterbitkan neraca dalam base currency
Penjurnalan menggunakan pos rekening perantara,
Penjabaran/revaluasi saldo rekening mata uang asing dilakukan
melalui rekening perantara mata uanga sing. Penjabaran ekuivalen
rupiah dari rekening tersebut hanya dilakukan dalam rangka pelaporan
neraca.
Pendapatan dan biaya mata uanga sing dicatat dalam mata uang asal.
Agar saldo pendapatan biaya mata uanga sing tidak menimbulkan
selisih kurs revaluasi maka pada setiap akhir hari, saldo rekening
pendapatan dan biaya dipindahbukukan ke reneing pendapatan dan
biaya rupiah.

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak

1/8/2015

Dr.Usdi Suryana, SE.,MM.,Ak