Anda di halaman 1dari 4

Judul Buku

Penulis
Penerbit
Halaman
Dimensi
Berat

: NYALA SATU TUMBUH SERIBU


: Martonis Tony
: Pro-You (Kelompok Penerbit Pro-U Media)
: 196 halaman
: 12 x 20 cm
: 150 gram
Resume Buku NYALA SATU TUMBUH SERIBU

Saat di awal saya mendengarkan judul dari buku ini, dan mencoba untuk memahaminya,
ternyata sungguh amat luar biasa makna yang terkandung dalam judul yang diberikan oleh penulis
kepada buku ini. Penulis ingin kita mengetahui bahwa seorang pemimpin haruslah menjadi seorang
yang mengawali suatu perjuangan (kebaikan)/pionir, yang kemudian menumbuhkan para pejuang
lain untuk ikut bersamanya dalam kebaikan. Nyala Satu Tumbuh Seribu mengajarkan prinsip-prinsip
penting untuk mengubah sikap keseharian kita menjadi karakter pemimpin efektif.

Bagian Pertama: Menyiapkan Korek


BAB 1: Belajar Ilmu Ikhlas
Pemimpin yang hebat merupakan memimpin yang memiliki jiwa keikhlasan, bagaikan sebuah
permata yang tak ternilai harganya. Dikisahkan dalam bab ini kisah tentang seorang pegolf yang
sungguh luar biasa yang mengajarkan kepada kita ilmu ikhlas, bahwa ikhlas datang tulus dari hati
tanpa ingin tahu seperti apa kedepannya.
Dilanjutkan dengan kisah baginda Rasulullah Shallallhu alaihi Wasallam yang merupakan
sebaik-baik suri tauladan. Yang mengisah keikhlasan beliau yang sungguh luar biasa walaupun dihina
dan dicerca, yang akhirnya membuahkan suatu perkara yang begitu luar bisa.
Dan kisah dari film kiamat sudah dekat yang mengkisahkan perjuangan fandy yang begitu luar
biasa agar dapat mempersunting anak seorang ustadz, yang akhirnya mengajarkan kepada kita
makna dari keikhlasan.
BAB 2: Harga Diri
Harga diri akan mengantarkan kita kepada kesuksesan, yang akan mendorong kita untuk lebih
mencintai diri kita, lebih semangat dan mampu menghadapi tantangan.
Berikut ini beberapa langkah untuk meningkatkan harga diri:

Kita harus mengenali diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Menerima diri kita apa adanya.
Manfaatkan kelebihan kita.
Memperbaiki kekurangan kita dengan meningkatkan keahlian yang dimiliki.

Harga diri akan mendorong kita mengenali kelebihan dan kekurangan yang kita miliki,
sehingga dapat meningkatkan potensi diri. Oleh karena itu, kesuksesan yang diraih seorang
pemimpin bukanlah didapat secara gratis, melainkan lewat kebiasaan yang membentuk sikap diri
yang positif.

BAB 3: Rendah Hati


Seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat rendah hati. Dan berikut ini beberapa
karakteristik pemimpin yang memiliki karakter rendah hati:

Melayani tanpa memilih.


Melihat semua orang penting.
Mendengar orang lain dan menerima kritik.
Menang dan menang.
Mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Jiwa memaafkan.
Lemah lembut dan tidak emosional.

Salah satu ciri manusia rendah hati adalah senantiasa berani mengakui kesalahan dan
meminta maaf jika melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan orang lain. Manusia rendah
hati adalah manusia yang sangat peduli dengan perasaan orang lain.
BAB 4: Bersahabat dengan Alam
Pemimpin yang peduli pada keberlangsungan hidup bumi akan tampak sikap pedulinya dalam
perilaku sehari-hari. Misalnya, ketika ia menemukan biji buah di tepi jalan, ia mengambil dan
menanamnya di halaman rumah atau kantor. Dengan perawatan tertentu, biji itu kelak tumbuh
menjadi pohon yang besar; daunnya rindang dan melebar ke jalan; buahnya lebat sehingga setiap
orang yang melewati jalan itu merasakan manfaatnya.
Sudah seharusnya sebagai seorang pemimpin turut memprihatinkan alam yang kita tinggali
ini, karena ini semua merupakan amanah yang dititipkan Allah kepada kita untuk dijaga.
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia;
Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
(kembali) ke jalan yang benar (QS. Ar-Rum [30] : 41)
BAB 5: Citra Diri
Seorang pemimpin harus memiliki citra diri yang positif sehingga mendapatkam berbagai
manfaat yang berdampak positif bagi diri sendiri maupun untuk orang-orang di sekitar kita. Selain
membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra positif juga mampu mengubah krisis menjadi
kesempatan untuk meraih keberuntungan. Kita akan mendorong orang untuk menjadi pemenang
dalam segala hal.
BAB 6: Damai dengan Cinta
Pemimpin dengan cinta dan damai, ia lebih banyak berpikir untuk kepentingan orang lain di
atas segalanya. Ia melakukan dengan keikhlasan hati walaupun terkadang dirinya terancam.
Dikisahkan beberapa kisah, Shalahuddin al-Ayyubi dan Umar bin Khattab yang begitu luar biasa,
mereka pemimpin yang begitu disegani tapi memiliki rasa damai dan cinta dalam memimpin. Kita
masing-masing mempunyai keterbatasan dalam banyak hal, tapi dalam ruang keterbatasan yang
berbeda-beda itulah kita bisa unggul. Kita bisa membentuk kepribadian kita sendiri secara baik.
Itulah yang dilakukan Shalahuddin.

BAB 7: Konflik dan Keberanian


Seorang pemimpin harus mampu menyelesaikan konflik secara damai. Seorang pemimpin
harus memahami perasaannya sendiri ketika menghadapi konflik sehingga ia bisa
mengomunikasikan perasaan itu dengan kata-kata; bukan tindakan kasar atau menggunakan
senjata. Konflik di dunia ini merupakan cerminan dari kesadaran manusia. Jika ingin memperbaiki
keadaan manusia di dunia ini, yang pertama harus diubah adalah hati dan pikiran manusianya.
Agar konflik terkelola dan terselesaikan dengan baik, berikut ini beberapa tips menyelesaikan
konflik:

Kuasai emosi;
Perilaku orang lain dengan penuh respek;
Dengarkan pandangan orang lain;
Utarakan pandangan, kebutuhan, dan perasaan pribadi secara jelas dan asertif;
Usahakan mencari titik temu;
Usahakan semua pihak terlibat dalam mencari solusi dan tanggung jawab bersama.

BAB 8: Manusia Pembelajar


Pemimpin yang sukses tidak mendapatkan kesuksesan itu secara gratis; tidak dicapai hanya
dengan kebetulan atau bernasib baik tanpa melalui proses usaha yang ada. Imam Bukhari mencari
hadist siang dan malam. Ia berkeliling ke berbagai negeri yang jauh dari tanah kelahirannya. Dan
salah satu proses belajar adalah membaca. Jangan pernah berpikir kita menjadi orang cerdas tanpa
membaca.
BAB 9: Kekuatan Doa
Doa merupakan senjata umat Islam. Lihatlah dunia ini, banyak hal yang bisa kita pahami. Tapi,
ada banyak hal lain yang harus kita imani dengan kekuatan doa,meskipun kita terkadang memahami
mengapa usaha kita selalu gagal, atau mengapa bencana dan krisis di negeri ini tak kunjung
membaik.
BAB 10: Belajar Pada Anak
Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka
mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa, mulai saat ini. Mendidik
karakter anak-anak tentunya diawali dengan menciptakan lingkungan yang aman dan menarik. Anakanak berkarakter jika tumbuh pada lingkungan yang berkarakter juga.
Bagian Kedua: Nyala Satu
BAB 11: Seni Kegagalan
BAB 12: Kekuatan memaafkan
BAB 13: Kekuatan Humor
BAB 14: Serakah: Awal Kehancuran
BAB 15: Seni Mendengar
BAB 16: Gemar Membandingkan

BAB 17: Mengendalikan Emosi


BAB 18: Manajemen Waktu
BAB 19: Komunikasi Efektif
Bagian Ketiga: Tumbuh Seribu
BAB 20: Rahasia Sang Pemimpin
BAB 21: Rahasia Zuhud
BAB 22: Rahasia Impian
BAB 23: Melangkah